postingan 2 _ Matematika , Rabu, 02 September 2026

 




 

🌞 Selamat Pagi, Anak-Anak Hebat! 🌞

Selamat pagi dan selamat hari Rabu, 2 September 2026! 🌷

Apa kabar semuanya? Semoga pagi ini kalian bangun dengan hati yang ceria, tubuh yang sehat, dan semangat yang luar biasa. 😊

Sebelum memulai kegiatan hari ini, jangan lupa untuk selalu berbuat baik kepada siapa pun, berkata sopan, membantu teman, dan menghormati guru serta orang tua. Ingat, kebaikan sekecil apa pun akan menjadi sesuatu yang berarti. ❤️

Jangan lupa juga untuk selalu rajin beribadah dan melaksanakan salat 5 waktu. Kita belajar bukan hanya untuk menjadi anak yang pintar, tetapi juga menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. 🤲

✨ Motivasi hari ini:

“Tidak harus menjadi yang paling hebat untuk berhasil. Jadilah anak yang mau belajar, tidak mudah menyerah, dan selalu berusaha menjadi lebih baik setiap hari.”


📚 Pembelajaran hari ini:

🔢 Matematika

Mari ikuti pembelajaran dengan semangat, fokus, jujur, dan percaya diri. Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.

Tetap semangat, anak-anak hebat! 💪🌟

Selamat belajar dan selamat menjalani hari dengan penuh kebaikan!

Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan dan penuh keberkahan. 🤲💐


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 21 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III (Tiga)

  5. Materi : Menyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan Bilangan Cacah Sampai 1.000 (Masalah Kontekstual Sehari-hari)

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 serta menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang atau kehidupan sehari-hari yang melibatkan penjumlahan bilangan cacah.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik mampu menganalisis masalah kontekstual sehari-hari dan melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dalam bentuk soal cerita dengan tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Mastery (Ma): Peserta didik mampu merubah soal cerita kontekstual ke dalam kalimat matematika serta menghitung hasil penjumlahannya dengan benar.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara cermat dan teliti menganalisis informasi (apa yang diketahui dan ditanyakan) pada cerita kehidupan sehari-hari.

  • Joyful (Joy): Peserta didik bersemangat menyelesaikan tantangan "Detektif Matematika" dalam kelompok untuk memecahkan soal cerita di stasiun belajar.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati tayangan cerita masalah kontekstual (jual beli/pengumpulan benda di sekitar).

  2. Memahami tahapan pemecahan soal cerita: Menuliskan Diketahui, Ditanyakan, Kalimat Matematika, dan Penyelesaian.

  3. Berdiskusi kelompok menganalisis berbagai variasi soal cerita penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000.

  4. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

  5. Melakukan evaluasi mandiri melalui lembar post-test.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru membacakan cerita pendek: "Kemarin perpustakaan sekolah mendapat sumbangan 125 buku cerita dari kelas 3A dan 218 buku dari kelas 3B. Bagaimana cara kita menghitung seluruh buku cerita baru yang ada di perpustakaan?" Peserta didik diajak berdiskusi langkah awal menemukan jawaban dari cerita tersebut.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-Baqarah Ayat 261:
    "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkannya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki..."
    Ayat ini mengajarkan bahwa Allah Swt. melipatgandakan pahala kebaikan kita. Menganalisis penjumlahan membantu kita menghitung kebaikan dan rezeki yang Allah berikan dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Penjabaran Materi

  • Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita:

    1. Pahami Soal: Baca cerita dengan teliti, temukan informasi angka dan kata kunci (seperti: diberi lagi, membeli lagi, digabungkan, jumlah seluruhnya).

    2. Tuliskan Diketahui & Ditanyakan:

      • Diketahui: Jumlah awal dan jumlah penambahan.

      • Ditanyakan: Total/jumlah keseluruhan.

    3. Buat Kalimat Matematika: Ubah cerita menjadi bentuk penjumlahan ($A + B = \dots$).

    4. Hitung dengan Cara Bersusun: Lakukan perhitungan bersusun pendek dengan/tanpa menyimpan.

    5. Tuliskan Kesimpulan (Jadi): Nyatakan jawaban sesuai pertanyaan.

  • Contoh Soal & Penyelesaian:

    • Soal: Pak Ahmad memanen 346 buah mangga pada hari Sabtu dan 285 buah mangga pada hari Minggu. Berapa jumlah seluruh mangga yang dipanen Pak Ahmad?

    • Penyelesaian:

      • Diketahui: Panen Sabtu = 346, Panen Minggu = 285

      • Ditanyakan: Jumlah seluruh mangga?

      • Kalimat Matematika: $346 + 285 = \dots$

      • Perhitungan:

        $$\begin{array}{rl} 11\phantom{0} & \text{(simpanan)} \\ 346 & \\ +\; 285 & \\ \hline 631 & \end{array}$$
      • Jadi: Jumlah seluruh mangga yang dipanen Pak Ahmad adalah 631 buah.

  1. Contoh Gambar Pembelajaran

(Ilustrasi anak SD kelas 3 bersama guru sedang menganalisis papan soal cerita matematika tentang buah-buahan dan toko buku)

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video:

  1. Media/Alat Peraga

  • Kartu Cerita Kontekstual (Story Cards)

  • Papan Langkah "Detektif Soal Cerita"

  • PPT Interaktif Matematika

  • LKPD Diskusi Kelompok

  1. Post Test

  2. Ibu membeli 245 lembar kertas origami. Lalu Ayah membelikan lagi 180 lembar kertas origami. Berapa jumlah seluruh kertas origami Ibu sekarang?

  3. Di sebuah toko buku terdapat 458 buku tulis dan 367 buku gambar. Berapakah jumlah gabungan seluruh buku tersebut?

  4. Tuliskan kata kunci yang biasanya menandakan bahwa suatu soal cerita harus diselesaikan dengan penjumlahan!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Menyelesaikan soal cerita dapat dilakukan lebih mudah dengan menemukan kata kunci penjumlahan (ditambah, membeli lagi, gabungan, total), lalu menuliskannya secara runtut melalui langkah Diketahui, Ditanyakan, Kalimat Matematika, dan Kesimpulan Akhir.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sudah memahami cara membuat kalimat matematika dari cerita sederhana.

  • Kendala yang ditemukan: Masih ada peserta didik yang terburu-buru menghitung tanpa menuliskan informasi "Diketahui" dan "Ditanyakan".

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat aktif dan antusias ketika bermain peran menjadi "Detektif Matematika".

  • Tindak lanjut pembelajaran: Membiasakan penulisan runtut struktur soal cerita pada latihan harian.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas :  peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas :  peserta didik

Tindak lanjut :
Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan khusus (remedial) dengan latihan membaca terbimbing menggunakan cerita kontekstual yang berkaitan langsung dengan benda di sekitar mereka.

Postingan 3 _ PAK, Rabu, 02 September 2026





 

🌞 Selamat Pagi, Anak-Anak Hebat! 🌞

Selamat pagi dan selamat hari Rabu, 2 September 2026! 🌷

Apa kabar semuanya? Semoga pagi ini kalian bangun dengan hati yang ceria, tubuh yang sehat, dan semangat yang luar biasa. 😊

Sebelum memulai kegiatan hari ini, jangan lupa untuk selalu berbuat baik kepada siapa pun, berkata sopan, membantu teman, dan menghormati guru serta orang tua. Ingat, kebaikan sekecil apa pun akan menjadi sesuatu yang berarti. ❤️

Jangan lupa juga untuk selalu rajin beribadah dan melaksanakan salat 5 waktu. Kita belajar bukan hanya untuk menjadi anak yang pintar, tetapi juga menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. 🤲

✨ Motivasi hari ini:

“Tidak harus menjadi yang paling hebat untuk berhasil. Jadilah anak yang mau belajar, tidak mudah menyerah, dan selalu berusaha menjadi lebih baik setiap hari.”

📚 Pembelajaran hari ini:

🫱🏻‍🫲🏻 Pendidikan Antikorupsi

Mari ikuti pembelajaran dengan semangat, fokus, jujur, dan percaya diri. Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.

Tetap semangat, anak-anak hebat! 💪🌟

Selamat belajar dan selamat menjalani hari dengan penuh kebaikan!

Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan dan penuh keberkahan. 🤲💐


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

  3. Hari/Tanggal : Senin, 28 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III (Tiga)

  5. Materi : Nilai Anti Korupsi: Jujur, Berani, dan Tanggung Jawab

  6. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenal dan memahami nilai-nilai dasar anti korupsi (jujur, berani, dan tanggung jawab); mengidentifikasi perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan rumah; serta membiasakan sikap integritas sejak dini untuk mencegah tindakan tidak jujur.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai anti korupsi, khususnya sikap jujur, berani, dan tanggung jawab melalui analisis cerita kehidupan sehari-hari dan latihan soal secara tepat.

  2. TP 

  •  Peserta didik mampu membedakan perilaku jujur, berani, dan tanggung jawab serta mempraktikkannya dalam kegiatan sekolah.

  • Peserta didik secara sadar merenungi bahwa setiap perbuatan tidak jujur akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

  • Peserta didik antusias mengikuti permainan kelompok "Pohon Integritas" dan memecahkan soal kasus bersama teman.

D. ALUR TUJUAN PEMBELJARAN (ATP)

  1. Mengamati tayangan cerita bergambar tentang perilaku jujur, berani, dan tanggung jawab di sekolah.

  2. Mendiskusikan makna tiga nilai dasar anti korupsi (jujur, berani, tanggung jawab).

  3. Mengelompokkan contoh-contoh tindakan nyata ke dalam kategori nilai yang sesuai.

  4. Mengerjakan soal latihan dan studi kasus secara mandiri.

  5. Melakukan refleksi bersama mengenai komitmen menjadi anak yang berintegritas.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru membuka kelas dengan membawa kantong "Kantin Kejujuran" mini. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, jika kalian menemukan uang Rp5.000 tergeletak di lantai kelas, apa yang sebaiknya kalian lakukan?" Peserta didik diajak berdiskusi tentang pilihan tindakan mereka dan mengaitkannya dengan nilai kejujuran.


  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-Ahzab Ayat 70:
    "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."
    Ayat ini memerintahkan umat manusia untuk selalu berkata jujur dan benar. Sikap jujur, berani, dan bertanggung jawab adalah cermin akhlak mulia yang dicintai oleh Allah Swt.

  2. Penjabaran Materi

  • Jujur: Berkata dan bertindak apa adanya, tidak berbohong, tidak menyontek, dan tidak mengambil barang yang bukan miliknya.

    • Contoh: Mengembalikan kelebihan uang kembalian atau mengakui kesalahan secara terus terang.

  • Berani: Memiliki keteguhan hati dan rasa percaya diri untuk menyuarakan kebenaran dan menolak perbuatan buruk.

    • Contoh: Berani menegur teman yang mengambil barang orang lain atau berani bertanya saat tidak paham.

  • Tanggung Jawab: Menyelesaikan tugas dan kewajiban yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya tanpa menghindar.

    • Contoh: Mengerjakan PR sendiri, melaksanakan piket kelas tepat waktu, dan menjaga kebersihan lingkungan.

  1. Contoh Gambar Pembelajaran



  1. Video Pembelajaran


  • Link Video:

  1. Media/Alat Peraga

  • Pohon Integritas (Media tempel kartu sikap)

  • Kotak Kantin Kejujuran Simulasi

  • PPT Interaktif Pendidikan Anti Korupsi

  • LKPD dan Lembar Soal Latihan

  1. Soal Latihan & Post Test

I. Pilihan Ganda

  1. Saat melaksanakan ujian di kelas, sikap jujur yang harus ditunjukkan adalah…

    a. Meminta jawaban kepada teman

    b. Mengerjakan sendiri tanpa menyontek

    c. Melihat catatan secara sembunyi-sembunyi

  2. Ahmad tidak sengaja memecahkan pot bunga di depan kelas. Sikap berani yang harus dilakukan Ahmad adalah…

    a. Berlari dan bersembunyi

    b. Menuduh teman lain yang memecahkannya

    c. Mengaku kepada guru dan meminta maaf

  3. Melaksanakan tugas piket kelas sesuai jadwal merupakan bentuk sikap…

    a. Tanggung jawab

    b. Sombong

    c. Hemat

II. Isian Singkat
4. Orang yang selalu berkata apa adanya dan tidak berbohong disebut orang yang...

5. Mengembalikan buku perpustakaan tepat pada waktunya adalah contoh sikap...

III. Uraian Singkat
6. Tuliskan 2 contoh tindakan jujur yang dapat kamu lakukan di lingkungan sekolah!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Nilai jujur, berani, dan tanggung jawab adalah benteng utama anti korupsi sejak dini. Anak yang jujur selalu berkata benar, anak yang berani siap membela kebenaran, dan anak yang bertanggung jawab siap melaksanakan tugasnya dengan penuh komitmen.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh-contoh tindakan jujur dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari dengan sangat baik.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih merasa ragu atau takut untuk berani jujur jika melakukan kesalahan kecil.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat antusias saat memperagakan simulasi di Kantin Kejujuran mini.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Pembiasaan nilai integritas harian melalui program Bintang Kejujuran Kelas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas :  peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas :  peserta didik

Tindak lanjut :
Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan personal (remedial) dengan mendiskusikan kembali dampak positif dari sikap jujur dan tanggung jawab melalui cerita fabel interaktif.

Postingan 1 _ Bahasa Indonesia, Rabu, 02 September 2026

 




 

🌞 Selamat Pagi, Anak-Anak Hebat! 🌞

Selamat pagi dan selamat hari Rabu, 2 September 2026! 🌷

Apa kabar semuanya? Semoga pagi ini kalian bangun dengan hati yang ceria, tubuh yang sehat, dan semangat yang luar biasa. 😊

Sebelum memulai kegiatan hari ini, jangan lupa untuk selalu berbuat baik kepada siapa pun, berkata sopan, membantu teman, dan menghormati guru serta orang tua. Ingat, kebaikan sekecil apa pun akan menjadi sesuatu yang berarti. ❤️

Jangan lupa juga untuk selalu rajin beribadah dan melaksanakan salat 5 waktu. Kita belajar bukan hanya untuk menjadi anak yang pintar, tetapi juga menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. 🤲

 Motivasi hari ini:

“Tidak harus menjadi yang paling hebat untuk berhasil. Jadilah anak yang mau belajar, tidak mudah menyerah, dan selalu berusaha menjadi lebih baik setiap hari.”

📚 Pembelajaran hari ini:

📖 Bahasa Indonesia

Mari ikuti pembelajaran dengan semangat, fokus, jujur, dan percaya diri. Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.

Tetap semangat, anak-anak hebat! 💪🌟

Selamat belajar dan selamat menjalani hari dengan penuh kebaikan!

Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan dan penuh keberkahan. 🤲💐


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Senin, 14 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III (Tiga)

  5. Materi : Praktik Kata Santun dalam Pertemanan ("Tolong", "Maaf", dan "Terima Kasih")

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELJARAN
Peserta didik mampu memahami norma berbahasa dan kesantunan dalam berkomunikasi; mengidentifikasi serta mempraktikkan kata-kata ajakan, perintah, dan ungkapan santun (tolong, maaf, dan terima kasih) dalam interaksi sosial sehari-hari dengan teman sebaya; serta memperagakannya melalui kegiatan bermain peran (role playing) secara percaya diri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik mampu menangkap kosakata santun ("tolong", "maaf", dan "terima kasih") dari tayangan video pembelajaran serta memperagakan cara berteman yang baik melalui kegiatan bermain peran secara tepat.

  2. TP 

  • Peserta didik mahir menyebutkan dan menggunakan kosakata santun ("tolong", "maaf", dan "terima kasih") dalam kalimat dan percakapan secara tepat.

  • Peserta didik dengan santun dan sadar memahami pentingnya menghargai perasaan teman dalam setiap interaksi sehari-hari.

  • Peserta didik berpartisipasi dengan penuh gembira, percaya diri, dan mengekspresikan peran saat mempraktikkan drama pendek bersama kelompoknya.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Menonton tayangan video tentang tiga kata ajaib (Tolong, Maaf, dan Terima Kasih) dalam persahabatan.

  2. Mengidentifikasi dan mendiskusikan situasi kapan ketiga kata santun tersebut harus digunakan.

  3. Membentuk kelompok kecil dan membagikan skenario/kartu situasi untuk kegiatan bermain peran (role playing).

  4. Memperagakan percakapan cara berteman yang baik di depan kelas bersama kelompok.

  5. Melakukan refleksi bersama, apresiasi penampilan kelompok, serta mengerjakannya lembar post-test.

E. APERSEPSI 
Guru menyapa peserta didik dan memperagakan situasi singkat: "Anak-anak, jika penghapus guru jatuh dan minta dibantu mengambilkan, kata apa yang harus guru katakan sebelum dan sesudah dibantu?" Peserta didik diajak menjawab bersama-sama untuk mengenalkan konsep "Tiga Kata Ajaib" dalam kehidupan sehari-hari.


  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. An-Nisa Ayat 86:
    "Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)..."
    Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu bersikap santun, menghargai sesama, serta menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf sebagai bentuk akhlak mulia.

  2. Penjabaran Materi

  • Tiga Kata Ajaib Kesantunan:

    • Tolong: Digunakan saat kita memerlukan bantuan atau pertolongan dari orang lain.

      Contoh: "Budi, bisakah tolong bantu aku membawa buku-buku ini?"

    • Maaf: Digunakan saat kita melakukan kesalahan, tidak sengaja mengganggu, atau tidak bisa memenuhi permintaan teman.

      Contoh: "Siti, saya minta maaf karena tidak sengaja menjatuhkan tempat pensilmu."

    • Terima Kasih: Digunakan sebagai ungkapan rasa syukur dan penghargaan setelah menerima bantuan, kebaikan, atau pujian.

      Contoh: "Terima kasih banyak, Dayu, sudah meminjamkan pensil warna padaku."

  • Teks Skenario Bermain Peran (Contoh Singkat):

    • Edo: "Ahmad, bisakah kamu tolong ambilkan bola di dekatmu?"

    • Ahmad: (Mengambilkan bola) "Ini bolanya, Edo."

    • Edo: "Terima kasih ya, Ahmad! Kamu teman yang baik."

    • Ahmad: "Sama-sama, Edo! Oh iya, maaf tadi aku tidak sengaja menyenggol bahumu."

    • Edo: "Tidak apa-apa, Ahmad, aku paham."

  1. Contoh Gambar Pembelajaran









  1. Video Pembelajaran


  • Link Video:

  1. Media/Alat Peraga

  • Video Animasi "Tiga Kata Ajaib"

  • Kartu Skenario Peran (Role Play Cards)

  • Mahkota Kata Santun (Properti Bermain Peran)

  • PPT Interaktif Bahasa Indonesia

  • LKPD Bermain Peran



  1. Post Test

  2. Sebutkan 3 kata santun yang wajib kita gunakan dalam berinteraksi dengan teman!

  3. Kalimat manakah yang benar saat kita tidak sengaja merusakkan mainan teman?

  4. Buatlah satu contoh kalimat yang menggunakan kata tolong saat di sekolah!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Menggunakan kata Tolong, Maaf, dan Terima Kasih adalah ciri anak yang berakhlak terpuji dan santun. Dengan membiasakan tiga kata ajaib ini, persahabatan kita dengan teman-teman di sekolah menjadi lebih rukun, damai, dan menyenangkan.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan tampil percaya diri saat maju mempraktikkan bermain peran di depan kelas.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih merasa malu-malu dan bicaranya terlalu pelan saat mengucapkan dialog drama.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik memberikan tepuk tangan dan masukan positif untuk penampilan kelompok teman-temannya.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Pembiasaan pengucapan kata santun dalam kegiatan harian kelas (pembiasaan budaya positif).

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas :  peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas :  peserta didik

Tindak lanjut :
Peserta didik yang belum tuntas atau masih malu akan diberikan pendampingan khusus (remedial) melalui latihan bermain peran sederhana dalam kelompok kecil (2 orang) hingga tumbuh rasa percaya dirinya.