Postingan 3 _ Bahasa Indonesia, Selasa,01 September 2026

 

 



 

🌞 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat! 🥰
Semoga pagi ini semuanya dalam keadaan sehat, ceria, dan siap belajar dengan penuh semangat.

Anak-anak, mari kita selalu membiasakan diri berbuat baik, berkata jujur, bersikap sopan, dan saling menolong. Jangan ragu membantu teman yang sedang mengalami kesulitan, karena kebaikan sekecil apa pun akan menjadi amal yang berarti. 💕

Jangan lupa juga untuk selalu rajin beribadah, melaksanakan salat lima waktu, berdoa sebelum belajar, serta menghormati dan menaati nasihat orang tua. 🤲✨

🌟 Motivasi hari ini:
"Tidak harus menjadi yang paling hebat untuk bisa berhasil. Jadilah anak yang mau belajar, tidak mudah menyerah, selalu berbuat baik, dan terus berusaha menjadi lebih baik setiap hari."

📚 Pelajaran hari ini:

📖 Bahasa Indonesia – Mari membaca, memahami, dan menggunakan bahasa yang baik dan santun.

Ayo, anak-anak hebat! 💪
Datang ke sekolah dengan senyum, semangat, dan hati yang siap belajar. Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih pintar.

🌈 Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
Tetap semangat, tetap jujur, tetap baik, dan jangan lupa tersenyum. 😊

Selamat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu, kebaikan, dan keberkahan. Aamiin. 🤲💖

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 1 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III (Tiga)

  5. Materi : Mengenal Ciri Teman yang Baik dari Teks "Indahnya Bersahabat"

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami norma linguistik standar, merespons, dan mengidentifikasi informasi dari teks bacaan pendek; membaca teks dengan lafal dan intonasi yang tepat (nyaring); menemukan serta menjelaskan makna kosakata baru; serta memahami pesan moral tentang persahabatan dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik mampu membaca teks bacaan "Indahnya Bersahabat" dengan nyaring, menemukan kosakata baru yang berkaitan dengan pertemanan, serta mengidentifikasi ciri-ciri teman yang baik secara tepat.

  2. Tujuan Pembelajaran

  •  Peserta didik terampil membaca teks dengan nyaring sesuai kelancaran dan intonasi yang benar serta mampu menemukan arti kosakata baru.

  •  Peserta didik secara bijak merefleksikan sikap-sikap kebaikan yang dimiliki oleh dirinya dan sahabatnya.
  • Peserta didik senang dan bersemangat melakukan kegiatan membaca nyaring bersama kawan serta menebak makna kata baru melalui permainan kartu kata.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati gambar interaksi anak-anak yang saling menolong dalam persahabatan.

  2. Membaca nyaring teks "Indahnya Bersahabat" secara bergantian di depan kelas.

  3. Mendiskusikan dan menandai kosakata baru yang ditemukan dalam teks bacaan.

  4. Menganalisis ciri-ciri teman yang baik berdasarkan isi teks bacaan.

  5. Menyelesaikan lembar kerja dan soal post-test terkait isi bacaan dan pemahaman kosakata.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru membuka pembelajaran dengan mengajak peserta didik menyanyikan lagu "Kepada Semua Teman". Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, siapa di antara kalian yang punya sahabat setia? Bagaimana sikap sahabatmu saat kamu sedang membutuhkan bantuan?" Peserta didik diajak membagikan cerita singkat tentang sahabat mereka di kelas.

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-Hujurat Ayat 10:
    "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bergandengan (bersaudara). Sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."
    Ayat ini mengingatkan kita bahwa sesama muslim dan manusia adalah saudara. Memiliki dan menjadi teman yang baik adalah bentuk amalan saleh untuk menjaga kerukunan sesama.

  2. Penjabaran Materi

  • Teks Bacaan:

    Indahnya Bersahabat

    Mimi dan Beni adalah dua orang sahabat yang selalu belajar dan bermain bersama. Mereka tinggal di desa yang asri. Suatu hari saat berolahraga, kaki Beni tersandung batu hingga terjatuh. Pensil dan buku Beni berserakan di tanah.

    Tanpa ragu, Mimi langsung menghampiri Beni. Mimi membantu Beni berdiri dan memapahnya ke pinggir lapangan. Mimi juga mengumpulkan barang-barang Beni yang berserakan dengan penuh kepedulian. Beni mengucapkan terima kasih atas kebaikan Mimi. Mimi selalu menjadi kawan yang jujur, suka menolong, dan tidak pernah membeda-bedakan teman. Beni merasa beruntung memiliki sahabat seperti Mimi.

  • Kosakata Baru & Artinya:

    • Sahabat: Teman yang sangat dekat dan akrab.

    • Kepedulian: Sikap memperhatikan dan mengasihi sesama.

    • Memapah: Membimbing atau memegang tangan seseorang saat berjalan.

    • Jujur: Lurus hati, tidak berbohong, dan berkata apa adanya.

  • Ciri-Ciri Teman yang Baik:

    • Suka menolong saat teman dalam kesusahan.

    • Berkata dan bersikap jujur.

    • Menghargai dan tidak membeda-bedakan teman.

    • Selalu menjaga perasaan sahabatnya.

  1. Contoh Gambar Pembelajaran






  1. Video Pembelajaran



  • Link Video:


  1. Media/Alat Peraga

  • Teks Bacaan "Indahnya Bersahabat"

  • Kartu Kosakata Baru (Flashcard)

  • Pohon Persahabatan (Media untuk menempelkan ciri teman baik)

  • PPT Interaktif Bahasa Indonesia

  • LKPD Menganalisis Teks


  1. Post Test

  2. Sebutkan 2 ciri teman yang baik berdasarkan teks "Indahnya Bersahabat"!

  3. Apa arti dari kata memapah yang terdapat pada teks bacaan?

  4. Mengapa kita tidak boleh membeda-bedakan teman dalam bermain?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Teman yang baik adalah teman yang memiliki sikap suka menolong, jujur, peduli, dan tidak membeda-bedakan kawan. Melalui membaca nyaring, kita dapat melatih pelafalan kata dengan tepat dan memperkaya pengetahuan kosakata baru tentang persahabatan.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik dapat membaca teks nyaring dengan lafal yang jelas dan antusias menemukan kata-kata baru.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum tepat menempatkan intonasi dan tanda baca (titik/koma) saat membaca nyaring.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat aktif menempelkan ciri-ciri teman baik pada media Pohon Persahabatan.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Latihan membaca pemahaman secara mandiri dan pembiasaan membaca nyaring di pojok baca kelas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : 24 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

Tindak lanjut :
Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan membaca intensif (remedial reading) secara individu bersama guru dengan fokus pada pelafalan tanda baca dan penemuan arti kosakata dasar.
Dokumentasi kegiatan hari ini

postingan 2_ Pendidikan pancasila , Selasa, 01 September 2026

 



 

🌞 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat! 🥰
Semoga pagi ini semuanya dalam keadaan sehat, ceria, dan siap belajar dengan penuh semangat.

Anak-anak, mari kita selalu membiasakan diri berbuat baik, berkata jujur, bersikap sopan, dan saling menolong. Jangan ragu membantu teman yang sedang mengalami kesulitan, karena kebaikan sekecil apa pun akan menjadi amal yang berarti. 💕

Jangan lupa juga untuk selalu rajin beribadah, melaksanakan salat lima waktu, berdoa sebelum belajar, serta menghormati dan menaati nasihat orang tua. 🤲✨

🌟 Motivasi hari ini:
"Tidak harus menjadi yang paling hebat untuk bisa berhasil. Jadilah anak yang mau belajar, tidak mudah menyerah, selalu berbuat baik, dan terus berusaha menjadi lebih baik setiap hari."

📚 Pelajaran hari ini:
 
🇮🇩 Pendidikan Pancasila – Belajar menjadi anak yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ayo, anak-anak hebat! 💪
Datang ke sekolah dengan senyum, semangat, dan hati yang siap belajar. Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih pintar.

🌈 Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
Tetap semangat, tetap jujur, tetap baik, dan jangan lupa tersenyum. 😊

Selamat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu, kebaikan, dan keberkahan. Aamiin. 🤲💖

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Senin, 31 Agustus 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III (Tiga)

  5. Materi : Sejarah dan Makna Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami identitas diri, keluarga, dan lingkungannya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; mengenal dan menghargai keberagaman suku, budaya, serta bahasa di Indonesia; serta menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia melalui penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik mampu mengenal makna ikrar Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan menumbuhkan rasa bangga atas sejarah perkembangan Bahasa Indonesia melalui model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL).

  2. Tujuan pembelajaran 
  • Peserta didik mampu menjelaskan kembali sejarah singkat Sumpah Pemuda serta makna ikrar Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dengan benar.

  • Peserta didik secara sadar merenungi pentingnya Bahasa Indonesia dalam menyatukan berbagai suku dan daerah di Nusantara.

  • Peserta didik aktif dan gembira berdiskusi menyelesaikan tantangan masalah kelompok serta menyanyikan lagu kebangsaan secara bersama-sama.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Orientasi peserta didik pada masalah keberagaman bahasa daerah di Indonesia melalui tayangan cerita/gambar.

  2. Mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok belajar untuk mendiskusikan pentingnya bahasa pemersatu.

  3. Membimbing penyelidikan kelompok mengenai sejarah Sumpah Pemuda 1928 dan ikrar bahasa persatuan.

  4. Mengembangkan dan menyajikan hasil diskusi kelompok tentang makna Bahasa Indonesia.

  5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah serta melakukan post test.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru menyapa peserta didik dengan menggunakan beberapa bahasa daerah (misalnya: "Puntun", "Tabik Pun", "Sugeng Enjang"). Guru kemudian mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, jika teman kita dari Sumatra, Jawa, dan Papua bertemu, bahasa apa yang harus digunakan agar semua saling mengerti?" Peserta didik diajak menyadari peran penting Bahasa Indonesia sebagai jembatan komunikasi antar suku.

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah QS. Ar-Rum Ayat 22:"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan beraneka ragam bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." Ayat ini mengajarkan bahwa keragaman bahasa adalah tanda kebesaran Allah Swt. Adanya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan merupakan nikmat yang patut disyukuri agar kita saling mengenal dan bersatu.

  2. Penjabaran Materi


  • Sejarah Singkat: Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pada peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai daerah mengikrarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

  • Makna Ikrar Bahasa Persatuan:

    • "Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia."

    • Bahasa Indonesia menyatukan ratusan suku bangsa dan bahasa daerah di Nusantara tanpa menghilangkan bahasa daerah masing-masing.

  • Rasa Bangga Berbahasa Indonesia: Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah wujud cinta tanah air dan identitas bangsa.

  1. Contoh Gambar Pembelajaran


  2. Video Pembelajaran

  1. Media/Alat Peraga

  • Gambar/Poster Peristiwa Sumpah Pemuda 1928




  • Teks Ikrar Sumpah Pemuda


  • Peta Indonesia dan Kartu Suku Bangsa

  • PPT Interaktif Pendidikan Pancasila

  • LKPD Diskusi Kelompok PBL

latihan soal 
Soal Pilihan Ganda Pendidikan Pancasila: Bahasa Persatuan Indonesia

1. Bahasa nasional yang disepakati sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah...
A. Bahasa Daerah

B. Bahasa Indonesia

C. Bahasa Melayu

D. Bahasa Asing

Kunci Jawaban: 


2. Ikrar Sumpah Pemuda dibacakan oleh para pemuda Indonesia pada tanggal...
A. 17 Agustus 1945

B. 1 Juni 1945

C. 28 Oktober 1928

D. 10 November 1945

Kunci Jawaban: 


3. Salah satu isi ikrar Sumpah Pemuda yang ketiga berbunyi "Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa..."
A. Melayu

B. Indonesia

C. Jawa

D. Sunda

Kunci Jawaban: 


4. Mengapa bangsa Indonesia membutuhkan bahasa persatuan?
A. Agar semua suku dapat saling berkomunikasi dan bersatu

B. Agar bahasa daerah cepat hilang

C. Agar terlihat keren di mata negara lain

D. Hanya untuk dipakai saat upacara bendera

Kunci Jawaban: 


5. Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan mendukung pengamalan Pancasila sila ke-...
A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

Kunci Jawaban: 


6. Sikap kita yang benar terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan adalah...
A. Malu menggunakannya

B. Menggunakannya dengan baik dan bangga

C. Menggantinya dengan bahasa asing

D. Hanya menggunakannya saat di sekolah

Kunci Jawaban: 


7. Meskipun memiliki banyak bahasa daerah, bangsa Indonesia dapat disatukan oleh bahasa...
A. Indonesia

B. Inggris

C. Daerah

D. Daerah lain

Kunci Jawaban: 


8. Nilai utama yang terkandung dalam penetapan Bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda adalah nilai...
A. Persatuan

B. Perpecahan

C. Kesenangan

D. Individu

Kunci Jawaban: 


9. Peristiwa Sumpah Pemuda digagas oleh...
A. Para pedagang asing

B. Para pemuda dan pelajar Indonesia

C. Pemerintah kolonial

D. Tentara luar negeri

Kunci Jawaban: 


10. Contoh penerapan penggunaan bahasa persatuan dalam kehidupan sehari-hari adalah...
A. Hanya mau berbicara dengan teman satu suku

B. Menghina bahasa daerah milik suku lain

C. Berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia saat berteman dengan teman dari suku berbeda

D. Menggunakan bahasa asing untuk mengejek teman

Kunci Jawaban: 




Kunci Jawaban Ringkas:

  1. B | 2. C | 3. B | 4. A | 5. C | 6. B | 7. A | 8. A | 9. B | 10. C
  1. Post Test

  2. Pada peristiwa sejarah apakah Bahasa Indonesia diikrarkan sebagai bahasa persatuan?

  3. Tuliskan bunyi ikrar ketiga dari Sumpah Pemuda!

  4. Mengapa kita harus merasa bangga menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan Bahasa Indonesia diikrarkan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam peristiwa Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia memiliki peran penting untuk menyatukan berbagai suku dan bahasa daerah di seluruh Nusantara, sehingga kita dapat saling berkomunikasi dan menjaga persatuan bangsa dengan rasa bangga.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat berdiskusi memecahkan masalah dalam kelompok menggunakan model PBL.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum hafal urutan dan isi ikrar Sumpah Pemuda secara tepat.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif mengemukakan pendapat dan bekerja sama dengan harmonis saat menyelesaikan tugas LKPD.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Pembiasaan membaca dan mengucapkan teks Sumpah Pemuda bersama-sama sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas :   24 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

Tindak lanjut : Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan khusus (remedial) dengan membaca kembali narasi sejarah singkat Sumpah Pemuda serta melatih pemahaman ikrar bahasa persatuan menggunakan kartu pasangan kata.
Dokumentasi kegiatan hari ini :

Postingan 1_ Matematika, Selasa, 01 September 2026

  



 

🌞 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat! 🥰
Semoga pagi ini semuanya dalam keadaan sehat, ceria, dan siap belajar dengan penuh semangat.

Anak-anak, mari kita selalu membiasakan diri berbuat baik, berkata jujur, bersikap sopan, dan saling menolong. Jangan ragu membantu teman yang sedang mengalami kesulitan, karena kebaikan sekecil apa pun akan menjadi amal yang berarti. 💕

Jangan lupa juga untuk selalu rajin beribadah, melaksanakan salat lima waktu, berdoa sebelum belajar, serta menghormati dan menaati nasihat orang tua. 🤲✨

🌟 Motivasi hari ini:
"Tidak harus menjadi yang paling hebat untuk bisa berhasil. Jadilah anak yang mau belajar, tidak mudah menyerah, selalu berbuat baik, dan terus berusaha menjadi lebih baik setiap hari."

📚 Pelajaran hari ini:
Matematika – Mari belajar dengan teliti dan percaya diri.

Ayo, anak-anak hebat! 💪
Datang ke sekolah dengan senyum, semangat, dan hati yang siap belajar. Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih pintar.

🌈 Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
Tetap semangat, tetap jujur, tetap baik, dan jangan lupa tersenyum. 😊

Selamat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu, kebaikan, dan keberkahan. Aamiin. 🤲💖

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 01 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III (Tiga)

  5. Materi : Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah Sampai 1.000 (Penggabungan Dua Kelompok Benda)

  6. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELJARAN
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. TP Umum
    Peserta didik mampu melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000, baik tanpa teknik menyimpan maupun dengan teknik menyimpan, melalui pengamatan masalah penggabungan dua kelompok benda secara tepat.

  2. Tujuan pembelajaran 

  •  Peserta didik mahir menghitung hasil penjumlahan dua bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan metode bersusun pendek dengan atau tanpa menyimpan.

  • Peserta didik dengan teliti mengamati serta menganalisis masalah penggabungan dua kelompok benda dalam kehidupan sehari-hari.

  •  Peserta didik berpartisipasi aktif dan gembira dalam permainan mengelompokkan serta menjumlahkan benda konkret bersama kelompoknya.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati masalah konkret penggabungan dua kelompok benda di sekitar kelas.

  2. Memodelkan penggabungan benda ke dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000.

  3. Melakukan perhitungan penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 tanpa menyimpan menggunakan media konkret dan nilai tempat.

  4. Melakukan perhitungan penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik menyimpan secara bersusun.

  5. Menyelesaikan soal cerita dan post-test penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000.

E. APERSEPSI 
Guru membuka pembelajaran dengan membawa dua kotak berisi blok Dienes/kelereng. Guru bertanya kepada peserta didik: "Jika di kotak pertama ada 125 kelereng dan di kotak kedua ada 143 kelereng, bagaimana cara kita tahu jumlah seluruh kelereng jika kedua kotak ini digabungkan?" Peserta didik diajak mengaitkan konsep penggabungan benda dengan pengalaman mereka saat mengumpulkan atau menabung barang.
  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-An'am Ayat 160:
    󠁡"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya..."󠁡
    Ayat ini mengajarkan bahwa Allah Swt. melipatgandakan (menjumlahkan dan menambah) setiap kebaikan yang dilakukan hamba-Nya. Konsep penjumlahan mencerminkan betapa kemurahan Allah tak terbatas bagi hamba-Nya yang berbuat baik.

  2. Penjabaran Materi

  • Konsep Penggabungan: Penjumlahan adalah proses menggabungkan dua atau lebih kelompok benda menjadi satu kesatuan total.

  • Penjumlahan Tanpa Menyimpan:

    • Contoh: 234 + 142 = 376

    • Rincian nilai tempat: Ratusan (200+100=300), Puluhan (30+40=70), Satuan (4+2=6).

  • Penjumlahan Dengan Menyimpan:

    • Contoh: 257 + 165 = 422

    • Satuan: 7 + 5 = 12 (tulis 2, simpan 1 puluhan ke tempat puluhan).

    • Puluhan: 1 + 5 + 6 = 12(tulis 2, simpan 1 ratusan ke tempat ratusan).

    • Ratusan: 1  + 2 + 1 = 4.

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video:


  1. Media/Alat Peraga

  • Benda konkret (Kelereng, Stik Es Krim, Blok Dienes)

  • Kantong Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan)

  • PPT Interaktif Penjumlahan

  • LKPD Kelompok

  1. Post Test

  2. Hitunglah penjumlahan bersusun berikut: 342 + 253 =

  3. Hitunglah penjumlahan dengan menyimpan berikut: 478 + 245 = 

  4. Aisyah memiliki 265 biji congklak, lalu ia mendapatkan tambahan 158 biji dari Fatimah. Berapakah jumlah seluruh biji congklak Aisyah sekarang?

Latihan soal 

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Penjumlahan adalah proses penggabungan dua kelompok benda atau lebih. Penjumlahan dapat dilakukan dengan menjumlahkan angka sesuai nilai tempatnya (satuan dengan satuan, puluhan dengan puluhan, ratusan dengan ratusan). Apabila hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat mencapai 10 atau lebih, dilakukan teknik menyimpan ke nilai tempat di sebelahnya (kiri).

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat menggunakan media benda konkret untuk memodelkan penggabungan kelompok benda.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih sering lupa menambahkan angka simpanan pada penjumlahan teknik menyimpan di bagian puluhan.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif bertanya dan bekerja sama dengan baik dalam diskusi kelompok.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan fokus pada penempatan angka simpanan di bagian atas nilai tempat.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : 22 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 3 peserta didik

Tindak lanjut :
Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan pendampingan individu (bimbingan personal) dan latihan tambahan menggunakan alat peraga kantong nilai tempat pada kegiatan remedial.
Dokumentasi kegiatan hari ini :

Postingan 3 _ Bahasa Indonesia, Senin, 31 Agustus 2026_3A




 

🌞 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 🤗💐

Bagaimana kabarnya pagi ini? Semoga semuanya sehat, ceria, semangat, dan siap belajar ya. 💪😊

Anak-anak, mari kita awali hari Senin ini dengan niat yang baik dan hati yang penuh semangat. Jangan lupa untuk selalu:
🌷 Berbuat kebaikan kepada siapa pun.
🌷 Berkata jujur dan menjaga amanah.
🌷 Bersikap sopan dan saling menyayangi.
🌷 Rajin sekolah dan rajin belajar.
🌷 Jangan lupa melaksanakan salat lima waktu.
🌷 Selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. 🤲

Ingatlah, anak-anak:
"Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau terus belajar, berusaha, dan menjadi lebih baik setiap harinya."

📚 Pembelajaran hari ini:

📖 Bahasa Indonesia
Kita akan belajar tentang kosakata. Yuk, perkaya kata-kata yang kita ketahui agar semakin pandai berbicara dan menulis. ✍️📚

🌟 Motivasi hari ini:
"Mulailah hari ini dengan senyuman, belajar dengan sungguh-sungguh, berbuat baik dengan ikhlas, dan jangan pernah takut mencoba. Kesalahan bukan alasan untuk menyerah, tetapi kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik."

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A! ❤️
Jadilah anak yang cerdas, jujur, disiplin, rajin beribadah, dan selalu berbuat kebaikan.

💖 Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
💖 Aku bisa! Aku hebat! Aku anak yang rajin dan pantang menyerah!

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈📚
Tetap semangat dan jangan lupa tersenyum. 😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🌷

Bahasa Indonesia 

IDENTITAS PEMBELAJARAN

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

  • Fase: B  /Kelas: III (Tiga)

  • Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  • Materi: Praktik Kerja Sama dan Menyusun Kalimat

  • Pertemuan: Ke-3

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan menyapa peserta didik dan mengajak mereka mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang kebersamaan, kerja sama, dan menyusun kalimat.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Siapa yang pernah bekerja sama dengan teman?”

  • “Apa yang terjadi jika dalam kelompok hanya satu orang yang bekerja?”

  • “Bagaimana cara kita menyusun kata-kata menjadi kalimat yang baik?”

Motivasi:
"Anak-anak, setiap gambar dapat menceritakan sebuah kisah. Melalui gambar, kita dapat menyampaikan ide, perasaan, dan imajinasi. Tidak perlu takut salah dalam menggambar. Yang penting kita berani mencoba, teliti, rapi, dan menyelesaikan karya dengan penuh percaya diri. Jadikan setiap goresan sebagai karya terbaik kalian!"

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengembangkan dan menciptakan karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengalaman, imajinasi, dan gagasan sederhana. Peserta didik mampu menggunakan unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, dan komposisi serta menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, rapi, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan karya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenali dan memahami kosakata baru yang berkaitan dengan kerja sama.

  2. Menyusun kalimat efektif menggunakan kosakata baru dengan tepat.

  3. Menyampaikan kalimat secara lisan dengan jelas dan santun.

  4. Menyelesaikan tantangan kerja sama dalam kelompok.

  5. Menunjukkan sikap saling membantu, menghargai pendapat, bertanggung jawab, dan bekerja sama.

ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

  1. Peserta didik mengidentifikasi kosakata baru yang berkaitan dengan kegiatan kerja sama.

  2. Peserta didik memahami makna kosakata baru melalui contoh kalimat dan kegiatan sehari-hari.

  3. Peserta didik menyusun kata-kata acak menjadi kalimat yang benar.

  4. Peserta didik menyusun kalimat efektif menggunakan kosakata baru.

  5. Peserta didik melakukan praktik kerja sama melalui tantangan kelompok.

  6. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok.

  7. Peserta didik melakukan refleksi terhadap kemampuan menyusun kalimat dan pengalaman bekerja sama.

MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran:

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Cooperative Learning

Metode:

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Demonstrasi

  • Permainan/tantangan kelompok

  • Praktik

  • Presentasi

  • Refleksi

PENJABARAN MATERI

1. Kosakata tentang kerja sama

Contoh kosakata:

  • bekerja sama

  • membantu

  • kelompok

  • berdiskusi

  • berbagi

  • tanggung jawab

  • kompak

  • menghargai

  • bergotong royong

  • menyelesaikan

2. Menyusun kalimat

Peserta didik belajar menyusun kata-kata menjadi kalimat yang benar.

Contoh:

Kata acak:
bersama – membersihkan – kami – kelas

Kalimat:
Kami membersihkan kelas bersama.

Contoh lainnya:

Kata acak:
teman – membantu – saya

Kalimat:
Saya membantu teman.

3. Kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang jelas, singkat, mudah dipahami, dan sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.

Contoh:

  • Tidak efektif: Saya dan teman-teman bersama-sama bekerja bersama.

  • Efektif: Saya bekerja sama dengan teman-teman.

4. Praktik kerja sama

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan sebuah tantangan, misalnya:

Tantangan “Susun Kalimat Bersama”

  • Setiap kelompok memperoleh kartu-kartu kata.

  • Anggota kelompok berdiskusi.

  • Mereka menyusun kartu menjadi kalimat yang benar.

  • Setelah selesai, kelompok membuat satu kalimat baru menggunakan kosakata yang tersedia.

  • Kelompok membacakan hasilnya di depan kelas.

Dalam kegiatan tersebut peserta didik belajar bahwa keberhasilan kelompok membutuhkan komunikasi, pembagian tugas, saling membantu, dan menghargai pendapat teman.

KESIMPULAN

Hari ini kita belajar bahwa menyusun kalimat membutuhkan kata-kata yang tepat dan urutan yang benar. Kalimat yang baik harus jelas, mudah dipahami, dan sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.

Kita juga belajar bahwa kerja sama membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Dengan saling membantu, berdiskusi, berbagi tugas, menghargai pendapat, dan bertanggung jawab, tantangan kelompok dapat diselesaikan dengan baik.

Refleksi guru

Guru mengajak peserta didik menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa kosakata baru yang kamu pelajari hari ini?

  2. Apakah kamu sudah dapat menyusun kalimat efektif?

  3. Apa yang kamu lakukan saat bekerja sama dengan kelompok?

  4. Apakah kamu sudah mendengarkan dan menghargai pendapat teman?

  5. Apa kesulitan yang kamu alami hari ini?

  6. Apa hal baik yang akan kamu lakukan pada kerja kelompok berikutnya?


Guru mengamati kemampuan peserta didik dalam menyusun kalimat, penggunaan kosakata baru, keaktifan berdiskusi, serta sikap kerja sama. Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan bimbingan dan latihan menyusun kalimat secara bertahap.

Dokumentasi hari ini 


Postingan 2_Matematika , 31 Agustus 2026




 

🌷 🌞 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 🤗💐

Bagaimana kabarnya pagi ini? Semoga semuanya sehat, ceria, semangat, dan siap belajar ya. 💪😊

Anak-anak, mari kita awali hari Senin ini dengan niat yang baik dan hati yang penuh semangat. Jangan lupa untuk selalu:
🌷 Berbuat kebaikan kepada siapa pun.
🌷 Berkata jujur dan menjaga amanah.
🌷 Bersikap sopan dan saling menyayangi.
🌷 Rajin sekolah dan rajin belajar.
🌷 Jangan lupa melaksanakan salat lima waktu.
🌷 Selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. 🤲

Ingatlah, anak-anak:
"Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau terus belajar, berusaha, dan menjadi lebih baik setiap harinya."

📚 Pembelajaran hari ini:

🎨 Seni Rupa
Kita akan belajar menggambar cerita dalam bentuk komik atau kartun. Yuk, gunakan imajinasi dan kreativitas kalian! 🖍️📝

🔢 Matematika
Kita akan belajar penjumlahan bilangan cacah 1 sampai 1.000. Jangan takut dengan angka, karena dengan latihan dan ketelitian pasti bisa! 💪

🌟 Motivasi hari ini:
"Mulailah hari ini dengan senyuman, belajar dengan sungguh-sungguh, berbuat baik dengan ikhlas, dan jangan pernah takut mencoba. Kesalahan bukan alasan untuk menyerah, tetapi kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik."

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A! ❤️
Jadilah anak yang cerdas, jujur, disiplin, rajin beribadah, dan selalu berbuat kebaikan.

💖 Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
💖 Aku bisa! Aku hebat! Aku anak yang rajin dan pantang menyerah!

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈📚
Tetap semangat dan jangan lupa tersenyum. 😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🌷

MATEMATIKA

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Satuan Pendidikan: Sekolah Dasar

  • Fase: B  /Kelas: III

  • Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

  • Mata Pelajaran: Matematika

  • Materi: Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah 1–1000

  • Submateri: Penjumlahan tanpa menyimpan dan dengan menyimpan

  • Pertemuan: Ke-1

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. Apersepsi

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat kembali nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan.

Guru memberikan pertanyaan sederhana:

  1. "Angka 5 pada bilangan 352 menempati nilai tempat apa?"

  2. "Berapakah nilai angka 3 pada bilangan 352?"

  3. "Jika kita memiliki 125 pensil dan mendapat tambahan 23 pensil, berapa jumlah pensil semuanya?"

  4. "Pernahkah kalian menjumlahkan uang atau benda yang kalian miliki?"

Guru kemudian menuliskan contoh:

123 + 245 = ...

Peserta didik diajak menjumlahkan mulai dari satuan, puluhan, kemudian ratusan.

Guru menyampaikan motivasi:

"Anak-anak, hari ini kita akan belajar menjumlahkan bilangan sampai 1000. Matematika ada di sekitar kita. Ketika menghitung uang, jumlah buku, buah, atau mainan, kita menggunakan penjumlahan. Jadi, mari belajar dengan teliti, tidak mudah menyerah, dan berani mencoba. Kesalahan bukan alasan untuk berhenti belajar, tetapi kesempatan untuk menjadi lebih pintar."

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu melakukan operasi hitung bilangan cacah sampai 1000 dengan menggunakan pemahaman nilai tempat dan strategi yang sesuai. Peserta didik dapat melakukan penjumlahan secara tepat serta menerapkannya dalam permasalahan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan pada bilangan sampai 1000.

  2. Menjelaskan konsep penjumlahan bilangan cacah.

  3. Melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1000 tanpa menyimpan dengan teknik yang tepat.

  4. Melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1000 dengan menyimpan dengan teknik yang tepat.

  5. Menyusun bilangan secara bersusun sesuai nilai tempat.

  6. Menyelesaikan soal cerita sederhana yang berkaitan dengan penjumlahan.

  7. Menunjukkan sikap teliti, percaya diri, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah.

F. Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning

1. Mindful Learning – Belajar dengan Kesadaran

Guru mengajak peserta didik:

  • Duduk dengan posisi nyaman dan tenang.

  • Menarik napas sebelum mulai mengerjakan.

  • Memusatkan perhatian pada angka yang sedang dihitung.

  • Tidak terburu-buru dalam menyusun bilangan.

  • Memeriksa kembali jawaban sebelum dikumpulkan.

  • Berani memperbaiki kesalahan.

Kalimat penguatan:
"Kerjakan dengan tenang. Perhatikan setiap angka. Satuan dengan satuan, puluhan dengan puluhan, dan ratusan dengan ratusan."

2. Meaningful Learning – Belajar Bermakna

Penjumlahan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Contoh:

"Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian sekolah mendapatkan tambahan 124 buku. Berapa jumlah buku sekarang?"

Peserta didik memahami bahwa penjumlahan digunakan untuk menghitung jumlah benda, uang, buku, buah, siswa, dan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari.

3. Joyful Learning – Belajar Menyenangkan

Guru menggunakan permainan "Detektif Angka".

  • Guru menyiapkan beberapa kartu bilangan.

  • Peserta didik mengambil dua kartu.

  • Peserta didik menjumlahkan kedua bilangan tersebut.

  • Jawaban ditulis di papan atau buku.

  • Peserta didik yang selesai lebih cepat dan benar mendapatkan apresiasi.

Guru dapat memberikan yel-yel:

Guru: "Matematika?"
Siswa: "Mudah dan menyenangkan!"
Guru: "Hitung dengan?"
Siswa: "Teliti dan percaya diri!"

G. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL)

Peserta didik diberikan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

Metode Pembelajaran

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Ceramah interaktif

  • Latihan terbimbing

  • Permainan edukatif

  • Diskusi

  • Penugasan

  • Refleksi

Media Pembelajaran

Media Pembelajaran

  • Papan tulis

  • Kartu bilangan

  • Stik es krim atau benda konkret

  • Blok nilai tempat jika tersedia

  • Buku tulis

  • Lembar latihan

H. Penjabaran Materi

1. Pengertian Penjumlahan

Penjumlahan adalah operasi hitung untuk menggabungkan dua bilangan atau lebih sehingga diperoleh jumlah keseluruhan.

Contoh:

125 + 234 = 359

2. Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Penjumlahan tanpa menyimpan terjadi apabila hasil penjumlahan setiap nilai tempat kurang dari 10.

Contoh:

  243
+ 125
------
  368

Caranya:

  • Satuan: 3 + 5 = 8

  • Puluhan: 4 + 2 = 6

  • Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi:

243 + 125 = 368

3. Penjumlahan dengan Menyimpan

Penjumlahan dengan menyimpan terjadi apabila hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat 10 atau lebih.

Contoh:

  276
+ 158
------
  434

Caranya:

  • Satuan: 6 + 8 = 14 → tulis 4, simpan 1.

  • Puluhan: 7 + 5 + 1 = 13 → tulis 3, simpan 1.

  • Ratusan: 2 + 1 + 1 = 4.

Jadi:

276 + 158 = 434

Hal yang Harus Diingat

Satuan → Puluhan → Ratusan

Pastikan bilangan ditulis bersusun sesuai nilai tempatnya.

I. Latihan Soal

A. Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Hitunglah!

  1. 123 + 245 = ....

  2. 214 + 135 = ....

  3. 302 + 147 = ....

  4. 421 + 238 = ....

  5. 150 + 326 = ....

B. Penjumlahan dengan Menyimpan

  1. 125 + 178 = ....

  2. 246 + 187 = ....

  3. 357 + 268 = ....

  4. 475 + 186 = ....

  5. 568 + 247 = ....

C. Soal Cerita

  1. Ibu memiliki 125 buah jeruk. Kemudian membeli lagi 136 buah jeruk. Berapa jumlah jeruk Ibu seluruhnya?

  2. Perpustakaan memiliki 245 buku. Sekolah membeli lagi 178 buku. Berapa jumlah buku di perpustakaan sekarang?

  3. Rani mempunyai 326 manik-manik. Ia mendapat tambahan 145 manik-manik dari kakaknya. Berapa jumlah manik-manik Rani sekarang?

  4. Di kebun terdapat 234 pohon mangga dan 125 pohon jambu. Berapa jumlah seluruh pohon?

  5. Sebuah toko memiliki 475 pensil. Kemudian datang kiriman 236 pensil. Berapa jumlah pensil sekarang?

J. Kunci Jawaban

  1. 368

  2. 349

  3. 449

  4. 659

  5. 476

  6. 303

  7. 433

  8. 625

  9. 661

  10. 815

  11. 261 buah jeruk

  12. 423 buku

  13. 471 manik-manik

  14. 359 pohon

  15. 711 pensil

K. Kesimpulan

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.

Dalam melakukan penjumlahan bilangan cacah sampai 1000, kita harus memperhatikan nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan.

  • Tanpa menyimpan: hasil pada setiap nilai tempat kurang dari 10.

  • Dengan menyimpan: jika hasil pada suatu nilai tempat 10 atau lebih, kita menuliskan angka satuannya dan menyimpan 1 ke nilai tempat berikutnya.

Kunci keberhasilan:
👉 Susun angka dengan benar.
👉 Hitung dari satuan.
👉 Perhatikan proses menyimpan.
👉 Teliti dan periksa kembali jawaban.

Refleksi guru

"Pada pembelajaran hari ini, peserta didik terlihat antusias mengikuti kegiatan penjumlahan bilangan cacah. Sebagian besar peserta didik sudah mampu melakukan penjumlahan tanpa menyimpan dengan baik. Beberapa peserta didik masih membutuhkan bimbingan dalam melakukan penjumlahan dengan menyimpan, terutama ketika menyimpan angka dari satuan ke puluhan dan dari puluhan ke ratusan. Guru akan memberikan latihan secara bertahap dan menggunakan benda konkret atau media nilai tempat agar konsep menyimpan semakin mudah dipahami. Pembelajaran berikutnya diharapkan peserta didik semakin teliti, percaya diri, dan mampu menyelesaikan penjumlahan secara mandiri."


  • Apa yang sudah saya pahami hari ini?

  • Apakah saya sudah bisa menjumlahkan tanpa menyimpan?

  • Apakah saya sudah bisa menjumlahkan dengan menyimpan?

  • Bagian mana yang masih sulit?

  • Apakah saya sudah mengerjakan dengan teliti?


Dokumentasi kegiatan hari ini


Postingan 1 _Seni Rupa,Senin, 31 Agustus 2026_3A




 

🌷Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 🤗💐

Bagaimana kabarnya pagi ini? Semoga semuanya sehat, ceria, semangat, dan siap belajar ya. 💪😊

Anak-anak, mari kita awali hari Senin ini dengan niat yang baik dan hati yang penuh semangat. Jangan lupa untuk selalu:
🌷 Berbuat kebaikan kepada siapa pun.
🌷 Berkata jujur dan menjaga amanah.
🌷 Bersikap sopan dan saling menyayangi.
🌷 Rajin sekolah dan rajin belajar.
🌷 Jangan lupa melaksanakan salat lima waktu.
🌷 Selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. 🤲

Ingatlah, anak-anak:
"Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau terus belajar, berusaha, dan menjadi lebih baik setiap harinya."

📚 Pembelajaran hari ini:

🎨 Seni Rupa
Kita akan belajar menggambar cerita dalam bentuk komik atau kartun. Yuk, gunakan imajinasi dan kreativitas kalian! 🖍️📝

🌟 Motivasi hari ini:
"Mulailah hari ini dengan senyuman, belajar dengan sungguh-sungguh, berbuat baik dengan ikhlas, dan jangan pernah takut mencoba. Kesalahan bukan alasan untuk menyerah, tetapi kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik."

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A! ❤️
Jadilah anak yang cerdas, jujur, disiplin, rajin beribadah, dan selalu berbuat kebaikan.

💖 Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
💖 Aku bisa! Aku hebat! Aku anak yang rajin dan pantang menyerah!

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈📚
Tetap semangat dan jangan lupa tersenyum. 😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🌸 

SENI RUPA

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Satuan Pendidikan: Sekolah Dasar

  • Fase: B / Kelas: III A

  • Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

  • Mata Pelajaran: Seni Rupa

  • Materi: Menggambar Cerita dan Pewarnaannya

  • Pertemuan: Ketiga

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. Apersepsi

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang sketsa atau gambar rancangan awal.

Guru bertanya:

  1. "Apa yang dimaksud dengan sketsa?"

  2. "Mengapa sebelum menggambar cerita kita perlu membuat sketsa?"

  3. "Alat apa saja yang dapat kita gunakan untuk mewarnai gambar?"

  4. "Bagaimana agar gambar terlihat rapi dan menarik?"

Guru menunjukkan contoh gambar cerita yang sudah diberi warna. Peserta didik mengamati gambar dan menyampaikan pendapat tentang isi cerita, penggunaan warna, serta kerapian gambar.

Motivasi:
"Anak-anak, setiap gambar dapat menceritakan sebuah kisah. Melalui gambar, kita dapat menyampaikan ide, perasaan, dan imajinasi. Tidak perlu takut salah dalam menggambar. Yang penting kita berani mencoba, teliti, rapi, dan menyelesaikan karya dengan penuh percaya diri. Jadikan setiap goresan sebagai karya terbaik kalian!"

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengembangkan dan menciptakan karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengalaman, imajinasi, dan gagasan sederhana. Peserta didik mampu menggunakan unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, dan komposisi serta menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, rapi, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan karya.

D. Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan pengertian sederhana gambar cerita.

  2. Mengembangkan ide menjadi sebuah sketsa gambar cerita.

  3. Mendapatkan dan menyelesaikan sketsa gambar cerita dengan baik.

  4. Menyelesaikan pewarnaan gambar cerita menggunakan kombinasi alat dan media pewarna, seperti pensil warna, krayon, atau spidol.

  5. Menggunakan warna yang sesuai dengan objek dan suasana cerita.

  6. Menggambar dan mewarnai secara rapi, ekspresif, kreatif, dan percaya diri.

E. ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Mengamati → Menentukan Ide → Membuat Sketsa → Mengembangkan Gambar → Mewarnai → Menyelesaikan Karya → Mempresentasikan

  1. Peserta didik mengamati berbagai contoh gambar cerita.

  2. Peserta didik mengidentifikasi tokoh, tempat, objek, dan suasana dalam gambar cerita.

  3. Peserta didik menentukan ide atau tema gambar cerita berdasarkan pengalaman dan imajinasi.

  4. Peserta didik membuat sketsa gambar cerita menggunakan garis dan bentuk sederhana.

  5. Peserta didik mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita yang lebih lengkap.

  6. Peserta didik melakukan pewarnaan menggunakan kombinasi alat pewarna.

  7. Peserta didik memperhatikan kerapian, komposisi, dan ekspresi dalam karya.

  8. Peserta didik menyelesaikan dan menunjukkan hasil karya kepada teman dan guru.

  9. Peserta didik mampu menceritakan secara sederhana isi gambar yang dibuat.

F. Meaningful Learning & Mindful Learning

1. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru menghubungkan kegiatan menggambar dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Contoh:

  • Menggambar pengalaman menolong teman.

  • Menggambar kegiatan bermain bersama keluarga.

  • Menggambar menjaga kebersihan lingkungan.

  • Menggambar pengalaman bekerja sama dengan teman.

Peserta didik memahami bahwa menggambar bukan hanya menghasilkan gambar yang indah, tetapi juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dan pengalaman.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik:

  • Duduk dengan tenang sebelum mulai menggambar.

  • Mengatur napas dan memusatkan perhatian.

  • Menggambar dengan sabar dan tidak terburu-buru.

  • Memperhatikan setiap garis dan warna yang digunakan.

  • Menghargai karya sendiri dan karya teman.

  • Tidak mengejek gambar teman karena setiap anak memiliki kreativitas yang berbeda.

G. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran

Project Based Learning (PjBL)

Peserta didik membuat sebuah proyek berupa karya gambar cerita yang lengkap dengan pewarnaannya.

Metode

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Observasi

  • Praktik langsung

  • Penugasan/proyek

  • Presentasi

  • Refleksi

H. Penjabaran Materi

1. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang dibuat untuk menggambarkan suatu peristiwa atau cerita sehingga orang yang melihatnya dapat memahami isi cerita melalui gambar.

2. Unsur Gambar Cerita

Gambar cerita dapat memiliki:

  • Tokoh, misalnya anak, ibu, ayah, guru, atau hewan.

  • Tempat, misalnya rumah, sekolah, taman, atau lingkungan sekitar.

  • Kegiatan/peristiwa, misalnya belajar, bermain, menolong, atau bekerja sama.

  • Ekspresi, seperti senang, sedih, terkejut, atau bersemangat.

  • Warna, untuk memperjelas objek dan suasana.

3. Langkah-Langkah Menggambar Cerita

Langkah 1 – Menentukan tema
Contoh: Menolong Teman.

Langkah 2 – Membuat sketsa
Menggambar bentuk dasar tokoh, benda, dan tempat menggunakan pensil secara tipis.

Langkah 3 – Melengkapi gambar
Menambahkan detail seperti wajah, pakaian, pohon, meja, rumah, dan sebagainya.

Langkah 4 – Menebalkan garis
Garis yang sudah benar dapat ditebalkan agar gambar terlihat jelas.

Langkah 5 – Mewarnai
Gunakan kombinasi alat pewarna, misalnya:

  • Pensil warna untuk detail.

  • Krayon untuk bidang yang lebih luas.

  • Spidol untuk menegaskan bagian tertentu.

Langkah 6 – Merapikan karya
Pastikan warna tidak banyak keluar garis dan semua bagian gambar sudah selesai.

I. Contoh Ide Gambar Cerita

Tema: Menolong Teman

Adegan:
Seorang anak melihat temannya terjatuh di halaman sekolah. Ia segera membantu temannya berdiri. Teman-teman yang lain ikut membantu.

Pesan cerita:
"Kita harus saling menolong dan peduli kepada teman."

Contoh tema lainnya:

  1. Bermain Bersama Keluarga

  2. Menjaga Kebersihan Sekolah

  3. Menanam Pohon

  4. Bekerja Sama Membersihkan Kelas

  5. Menolong Hewan

  6. Rajin Belajar

  7. Berbagi dengan Teman

Image

Image

Image

Image

Penutup

  • Guru memberikan apresiasi terhadap karya peserta didik.

  • Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.

  • Melakukan refleksi.

  • Memberikan penguatan agar peserta didik selalu percaya diri dalam berkarya.

  • Doa dan salam.

K. Kesimpulan

Gambar cerita merupakan gambar yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita, pengalaman, gagasan, atau pesan. Dalam membuat gambar cerita, kita dapat memulai dengan membuat sketsa, kemudian mengembangkan gambar dan memberikan warna.

Pewarnaan dapat menggunakan berbagai alat, seperti pensil warna, krayon, dan spidol. Gambar yang baik tidak hanya indah, tetapi juga dibuat dengan rapi, kreatif, ekspresif, dan penuh percaya diri.

Setelah pembelajaran, guru melakukan refleksi:

  1. Apakah peserta didik mampu memahami pengertian gambar cerita?

  2. Apakah peserta didik mampu menentukan ide dan membuat sketsa?

  3. Apakah peserta didik mampu menyelesaikan pewarnaan dengan baik?

  4. Apakah kombinasi alat pewarna dapat digunakan dengan tepat?

  5. Apakah peserta didik menggambar dengan rapi dan ekspresif?

  6. Peserta didik mana yang masih membutuhkan bimbingan?

  7. Apakah kegiatan pembelajaran sudah membuat peserta didik aktif, kreatif, dan percaya diri?


Refleksi guru
"Pada pembelajaran hari ini, sebagian besar peserta didik mampu mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita dan menyelesaikan pewarnaannya. Peserta didik terlihat antusias dan kreatif dalam memilih tema serta warna. Beberapa peserta didik masih perlu diberikan bimbingan dalam menjaga kerapian saat mewarnai dan mengembangkan detail gambar. Pada pembelajaran berikutnya, guru akan memberikan contoh dan latihan tambahan agar peserta didik semakin terampil, teliti, dan percaya diri dalam berkarya."

Dokumentasi kegiatan hari ini







 



Jumat, 28 Agustus 2026_3A




 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholiha kelas 3A yang hebat dan ceria. 🌞🌷

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama di hari Jumat yang penuh keberkahan. Mari kita awali hari ini dengan senyum, doa, dan hati yang penuh rasa syukur. 🤲

Anak-anak, ingatlah bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Kalau kemarin kita masih melakukan kesalahan, hari ini kita belajar memperbaikinya. Kalau kemarin belum rajin, hari ini kita berusaha lebih rajin. Kalau kemarin lupa berbuat baik, hari ini jangan lupa untuk menebarkan kebaikan. 🌱

Jadilah anak yang selalu berkata jujur, suka menolong, sopan, dan peduli kepada orang lain.
Ketika ada teman yang kesulitan, bantulah. Ketika ada yang membutuhkan, jangan ragu untuk menolong. Karena kebaikan sekecil apa pun akan menjadi sesuatu yang berarti.

Jangan lupa juga untuk selalu beribadah kepada Allah, melaksanakan salat wajib dan salat sunah, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta mengamalkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. 🕌📖

🌟 Motivasi Hari Ini

“Jangan menunggu menjadi hebat untuk berbuat baik. Mulailah dari hal kecil, karena kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan membuat hati menjadi indah.”

Anak-anak hebat, hari ini kita akan belajar dengan semangat, rasa ingin tahu, dan hati yang gembira. Jangan takut bertanya, jangan takut mencoba, dan jangan takut salah. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. 💪😊

📚 Pembelajaran hari ini:

🦋 IPAS/IPS – Siklus Hidup Makhluk Hidup
Kita akan mempelajari metamorfosis sempurna pada hewan, seperti siklus hidup kupu-kupu:
telur → larva/ulat → pupa/kepompong → kupu-kupu dewasa.

🎨 Seni Rupa
Kita juga akan belajar membuat sketsa cerita, yaitu membuat rancangan gambar berdasarkan cerita, pengalaman, atau imajinasi kita sendiri.

Mari kita belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja sama, saling membantu, dan menghargai karya teman.

🌼 Pesan Ibu Guru untuk hari ini:

Jujur dalam perkataan.
Baik dalam perbuatan.
Rajin dalam belajar.
Taat dalam beribadah.
Suka menolong dan berbagi.
Dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Semoga hari Jumat ini menjadi hari yang penuh ilmu, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan untuk kita semua.

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈📚
Tetap semangat, tetap ceria, dan jangan lupa berbuat baik hari ini. ❤️

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

MAPEL SENI RUPA  

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Puji Lestari, S.Pd
Hari/Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
Fase: B
Kelas: III A
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Mengenal Gambar Cerita dan Merancang Sketsa
Pertemuan: Kedua

B. APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan menunjukkan beberapa gambar yang memiliki alur cerita sederhana, misalnya gambar anak sedang menanam bunga, bermain bersama teman, atau membantu orang tua.

Guru mengajukan pertanyaan:

  1. Anak-anak, apa yang kalian lihat pada gambar?

  2. Menurut kalian, apakah gambar tersebut mempunyai cerita?

  3. Bagaimana kita dapat menggambarkan sebuah cerita melalui gambar?

  4. Pernahkah kalian membuat gambar berdasarkan pengalaman sendiri?

  5. Sebelum membuat gambar yang lengkap, menurut kalian apa yang sebaiknya kita buat terlebih dahulu?

Guru menjelaskan:

“Hari ini kita akan belajar bahwa sebuah cerita dapat disampaikan melalui gambar. Sebelum membuat gambar yang lebih lengkap, kita dapat membuat sketsa terlebih dahulu sebagai rancangan awal.”

Guru memberikan motivasi:

“Tidak perlu takut salah saat membuat sketsa. Setiap gambar berawal dari sebuah ide. Gunakan imajinasi kalian dan buatlah karya dengan percaya diri.”

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenali dan mengeksplorasi unsur-unsur seni rupa melalui kegiatan mengamati, menggambar, dan membuat karya berdasarkan pengalaman serta ide dari lingkungan sekitar.

Peserta didik mampu menggunakan garis dan bentuk sederhana untuk menuangkan gagasan atau cerita ke dalam karya gambar serta menunjukkan keberanian dalam berekspresi dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Memahami pengertian gambar cerita.

  2. Menjelaskan fungsi gambar cerita dalam menyampaikan suatu peristiwa atau cerita.

  3. Mengenali unsur-unsur sederhana dalam gambar cerita.

  4. Memahami pengertian sketsa.

  5. Menentukan ide cerita berdasarkan pengalaman atau imajinasi diri sendiri.

  6. Merancang sketsa sederhana berdasarkan ide cerita yang telah dipilih.

  7. Menunjukkan sikap percaya diri, kreatif, dan menghargai karya teman.

Tujuan utama pembelajaran:

Peserta didik mampu memahami konsep gambar cerita dan merancang sketsa dengan cerita berdasarkan ide dari diri sendiri.

E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

1. Meaningful – Menghubungkan dengan Pengalaman

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman sehari-hari.

Contoh pertanyaan:

  • Pernahkah kalian membantu ibu atau ayah di rumah?

  • Pernahkah kalian bermain bersama teman?

  • Pernahkah kalian pergi berlibur?

  • Pengalaman apa yang paling kalian sukai?

Peserta didik memilih salah satu pengalaman yang dapat dijadikan ide gambar cerita.

Makna pembelajaran:
Peserta didik memahami bahwa pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber ide untuk membuat karya seni.

2. Meaningful – Memahami dan Merancang

Peserta didik mengamati contoh gambar cerita dan memahami bahwa gambar dapat membantu menyampaikan sebuah peristiwa.

Selanjutnya peserta didik:

  1. Menentukan ide cerita.

  2. Menentukan tokoh atau objek yang akan digambar.

  3. Menentukan tempat atau latar.

  4. Membuat garis-garis sederhana.

  5. Menyusun objek menjadi sebuah sketsa.

Guru membimbing peserta didik agar tidak terlalu fokus pada kesempurnaan gambar, tetapi pada kemampuan menuangkan ide.

3. Joyful – Berkarya dengan Menyenangkan

Peserta didik melakukan kegiatan “Sketsaku, Ceritaku”.

Setiap peserta didik membuat sketsa berdasarkan pengalaman atau imajinasi sendiri.

Contoh tema:

  • Bermain bersama teman.

  • Menanam bunga.

  • Membantu orang tua.

  • Pergi ke taman.

  • Bermain dengan hewan peliharaan.

  • Menjaga kebersihan lingkungan.

Setelah selesai, beberapa peserta didik diberi kesempatan menunjukkan sketsanya dan menceritakan secara singkat ide di balik gambarnya.

Guru memberikan apresiasi:

“Setiap karya itu istimewa karena setiap anak mempunyai ide dan imajinasi yang berbeda.”

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Project Based Learning sederhana.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Pengamatan

  • Diskusi

  • Praktik menggambar

  • Presentasi

  • Apresiasi karya

G. MEDIA DAN ALAT

Media:

  • Contoh gambar cerita.

  • Contoh sketsa.

  • Papan tulis.

  • LKPD.

  • Video/gambar pembelajaran.

Alat dan bahan:

  • Buku gambar/kertas gambar.

  • Pensil.

  • Penghapus.

  • Penggaris jika diperlukan.

  • Pensil warna atau krayon untuk tahap pengembangan berikutnya.

H. PENJABARAN MATERI

1. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menggambarkan atau menyampaikan suatu cerita, kejadian, atau peristiwa.

Gambar cerita dapat membantu orang lain memahami isi cerita melalui gambar.

Contohnya:

  • Gambar anak sedang membantu ibu.

  • Gambar anak bermain bersama teman.

  • Gambar kegiatan menanam pohon.

  • Gambar suasana sekolah.

2. Fungsi Gambar Cerita

Gambar cerita berfungsi untuk:

  1. Menjelaskan suatu cerita.

  2. Menggambarkan suatu kejadian.

  3. Membantu pembaca memahami isi cerita.

  4. Membuat cerita menjadi lebih menarik.

  5. Menyampaikan pesan melalui gambar.

3. Unsur Sederhana dalam Gambar Cerita

Dalam membuat gambar cerita, kita dapat menggunakan:

a. Tokoh

Orang, hewan, atau karakter yang ada dalam cerita.

b. Latar

Tempat terjadinya cerita.

Contoh:

  • Rumah

  • Sekolah

  • Taman

  • Lapangan

c. Peristiwa

Kegiatan atau kejadian yang dilakukan oleh tokoh.

d. Ekspresi

Ekspresi dapat menunjukkan perasaan tokoh, seperti senang, sedih, takut, atau terkejut.

I. PENGERTIAN SKETSA

Sketsa adalah gambar awal atau rancangan sederhana sebelum membuat gambar yang lebih lengkap.

Sketsa biasanya dibuat menggunakan garis-garis sederhana.

Sketsa tidak harus sempurna.

Tujuan membuat sketsa adalah:

  • Merencanakan gambar.

  • Menentukan posisi objek.

  • Menentukan ukuran objek.

  • Memudahkan proses menggambar.

  • Mengembangkan ide menjadi sebuah karya.

J. LANGKAH-LANGKAH MERANCANG SKETSA

Langkah 1 – Menentukan Ide

Pilih cerita atau pengalaman yang ingin digambarkan.

Contoh:

“Aku membantu ibu menyiram tanaman.”

Langkah 2 – Menentukan Tokoh

Tokoh:

  • Aku

  • Ibu

Langkah 3 – Menentukan Latar

Latar:

  • Halaman rumah.

Langkah 4 – Membuat Bentuk Dasar

Gunakan bentuk sederhana seperti:

  • Lingkaran untuk kepala.

  • Garis untuk tubuh dan tangan.

  • Persegi atau bentuk sederhana untuk benda.

  • Garis melengkung untuk tanaman.

Langkah 5 – Menambahkan Detail

Tambahkan:

  • Tanaman.

  • Pot bunga.

  • Selang atau alat penyiram.

  • Rumah.

  • Matahari.

  • Awan.

Langkah 6 – Memeriksa Sketsa

Lihat kembali apakah gambar sudah sesuai dengan ide cerita.

K. CONTOH SKETSA SEDERHANA

Tema: Menanam Bunga

Ide cerita:
“Aku menanam bunga bersama ibu.”

Tokoh: Aku dan ibu.

Latar: Halaman rumah.

Objek: Pot bunga, tanaman, sekop, rumah, matahari.

Contoh rancangan sederhana:

             ☀
        ☁           ☁

              /\ 
             /  \       Rumah
            /____\

       O                 O
      /|\               /|\
      / \               / \
     IBU                 AKU

       🌱     🪴     🌱
          \   |   /
           \  |  /
          Tanaman

Sketsa di atas hanyalah contoh rancangan sederhana. Peserta didik bebas mengembangkan bentuk, tokoh, latar, dan objek sesuai ide masing-masing.

L. KEGIATAN PRAKTIK

“SKETSAKU, CERITAKU”

Buatlah sebuah sketsa berdasarkan pengalaman atau imajinasi kalian sendiri.

Pilih salah satu tema:

  1. Aku bermain bersama teman.

  2. Aku membantu ibu.

  3. Aku menanam bunga.

  4. Aku bermain dengan hewan peliharaan.

  5. Aku menjaga kebersihan sekolah.

  6. Aku pergi ke taman.

Ketentuan:

  • Tentukan satu ide cerita.

  • Tentukan tokoh.

  • Tentukan tempat/latar.

  • Buat sketsa menggunakan pensil.

  • Gunakan garis sederhana.

  • Tambahkan beberapa objek pendukung.

  • Berikan judul pada sketsa.

M. LATIHAN SOAL

A. Pilihan Ganda

1. Gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita disebut ....

A. gambar hias
B. gambar cerita
C. gambar pola
D. gambar bentuk

2. Sebelum membuat gambar yang lengkap, sebaiknya kita membuat ....

A. sketsa
B. bingkai
C. tulisan
D. warna

3. Sketsa merupakan ....

A. gambar akhir
B. gambar awal atau rancangan
C. gambar yang sudah diwarnai
D. gambar yang harus sempurna

4. Salah satu fungsi gambar cerita adalah ....

A. membuat cerita sulit dipahami
B. menyembunyikan cerita
C. membantu menyampaikan cerita
D. menghapus cerita

5. Tokoh dalam gambar cerita dapat berupa ....

A. orang atau hewan
B. warna saja
C. garis saja
D. kertas

6. Tempat terjadinya suatu cerita disebut ....

A. tokoh
B. latar
C. judul
D. warna

7. Saat membuat sketsa, kita sebaiknya menggunakan ....

A. garis sederhana
B. cat tembok
C. gunting
D. lem

8. Ide gambar cerita dapat berasal dari ....

A. pengalaman dan imajinasi
B. penghapus saja
C. meja
D. pensil saja

9. Jika ingin menggambar cerita tentang “bermain di taman”, latarnya dapat berupa ....

A. dapur
B. kamar mandi
C. taman
D. kelas

10. Saat melihat karya teman, sikap kita sebaiknya ....

A. mengejek
B. merusak
C. menghargai
D. menyembunyikan

N. SOAL ISIAN

1. Gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita disebut gambar __________.

2. Gambar awal sebelum membuat gambar lengkap disebut __________.

3. Tempat terjadinya suatu cerita disebut __________.

4. Sebuah sketsa dapat dibuat menggunakan garis-garis __________.

5. Ide gambar dapat berasal dari pengalaman dan __________.

P. KESIMPULAN

Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita atau peristiwa.

Sebelum membuat gambar cerita secara lengkap, kita dapat membuat sketsa terlebih dahulu. Sketsa merupakan rancangan awal yang dibuat menggunakan garis-garis sederhana.

Dalam membuat sketsa, kita perlu menentukan:

Ide → Tokoh → Latar → Objek → Sketsa

Ide gambar dapat berasal dari pengalaman sehari-hari maupun imajinasi.

Setiap peserta didik memiliki ide dan imajinasi yang berbeda. Oleh karena itu, setiap karya dapat menjadi karya yang unik dan menarik.



Image

Image

Image

Image

Image

 IPAS KELAS 3

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd
Hari/Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
Fase: B
Kelas: III A
Mata Pelajaran: IPS
Materi: Siklus Hidup Makhluk Hidup – Siklus Hidup Hewan dengan Metamorfosis Sempurna
Pertemuan: Keempat
Topik: Metamorfosis Sempurna pada Kupu-kupu

B. APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat kembali materi siklus hidup makhluk hidup.

Guru bertanya:

  1. Anak-anak, apakah kalian pernah melihat kupu-kupu?

  2. Menurut kalian, dari mana kupu-kupu berasal?

  3. Apakah kupu-kupu sejak kecil sudah memiliki bentuk seperti kupu-kupu?

  4. Pernahkah kalian melihat ulat di daun?

  5. Menurut kalian, apakah ulat dapat berubah menjadi kupu-kupu?

Guru menunjukkan gambar siklus hidup kupu-kupu dan mengajak peserta didik mengamati perubahan bentuknya.

Motivasi:
“Setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perubahan. Kita pun dahulu kecil dan sekarang terus tumbuh menjadi lebih besar. Karena itu, mari kita belajar dengan rasa ingin tahu dan selalu bersyukur atas ciptaan Allah.”

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami siklus hidup makhluk hidup serta mengidentifikasi tahapan pertumbuhan dan perkembangan hewan. Peserta didik dapat menjelaskan perubahan bentuk pada hewan yang mengalami metamorfosis serta menunjukkan sikap peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian metamorfosis sempurna dengan benar.

  2. Menyebutkan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

  3. Menjelaskan tahapan telur, larva, pupa, dan kupu-kupu dewasa.

  4. Mengurutkan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

  5. Menyebutkan contoh hewan lain yang mengalami metamorfosis sempurna.

  6. Menunjukkan sikap peduli dan menyayangi makhluk hidup.

Tujuan utama:
Peserta didik mampu menjelaskan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

1. Mindful – Mengamati dan Menyadari

Guru mengajak peserta didik duduk dengan tenang, menarik napas, kemudian mengamati gambar kupu-kupu, ulat, telur, dan kepompong.

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki siklus hidup dan perubahan yang berbeda-beda.

Pertanyaan pemantik:

  • Apa yang kalian lihat?

  • Apakah bentuk ulat sama dengan kupu-kupu?

  • Perubahan apa yang terjadi?

2. Meaningful – Menghubungkan dengan Kehidupan

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, misalnya pernah melihat ulat di daun atau kupu-kupu di taman.

Peserta didik memahami bahwa ulat dan kupu-kupu merupakan bagian dari satu siklus hidup yang sama.

3. Meaningful – Memahami dan Menjelaskan

Peserta didik mempelajari empat tahapan metamorfosis sempurna:

Telur → Larva → Pupa → Dewasa

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengurutkan gambar dan menjelaskan ciri setiap tahapan.

4. Joyful – Belajar dengan Menyenangkan

Peserta didik bermain “Susun Siklus Kupu-kupu”.

Setiap kelompok memperoleh kartu gambar:

  • Telur

  • Larva/ulat

  • Pupa/kepompong

  • Kupu-kupu dewasa

Kelompok berlomba menyusun kartu sesuai urutan yang benar dan menjelaskan setiap tahapannya.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang bekerja sama dengan baik.

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran kooperatif.

Metode:

  • Tanya jawab

  • Observasi

  • Diskusi kelompok

  • Penjelasan/interaktif

  • Permainan menyusun kartu

  • Penugasan

  • Presentasi

G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media:

  1. Gambar siklus hidup kupu-kupu.

  2. Kartu tahapan metamorfosis.

  3. Video pembelajaran.

  4. LKPD.

  5. Papan tulis/spidol.

Sumber belajar:

  • Buku IPAS/IPS Kelas 3.

  • Lingkungan sekitar.

  • Gambar dan video pembelajaran tentang metamorfosis.

H. PENJABARAN MATERI

1. Pengertian Metamorfosis

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya hingga menjadi hewan dewasa.

Metamorfosis sempurna memiliki empat tahapan, yaitu:

Telur → Larva → Pupa → Dewasa (Imago). (Eprints UNY)

2. Metamorfosis Sempurna pada Kupu-kupu

a. Telur

Kupu-kupu betina bertelur. Telur biasanya diletakkan pada permukaan atau bagian tanaman yang sesuai.

Telur kemudian menetas menjadi larva atau ulat.

b. Larva atau Ulat

Larva kupu-kupu disebut ulat.

Ulat banyak makan daun untuk tumbuh dan menyimpan energi. Bentuk ulat sangat berbeda dengan kupu-kupu dewasa.

c. Pupa atau Kepompong

Setelah cukup besar, ulat berubah menjadi pupa atau kepompong.

Di dalam kepompong terjadi perubahan besar pada tubuh ulat hingga terbentuk kupu-kupu.

d. Kupu-kupu Dewasa

Setelah perubahan selesai, kupu-kupu keluar dari kepompong.

Kupu-kupu dewasa kemudian tumbuh dan berkembang biak dengan menghasilkan telur kembali.

Dengan demikian, siklusnya berlangsung terus:

Telur → Ulat/Larva → Kepompong/Pupa → Kupu-kupu Dewasa → Telur kembali. (Kemendikdasmen Repository)

3. Contoh Hewan yang Mengalami Metamorfosis Sempurna

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain:

  • Kupu-kupu

  • Nyamuk

  • Lalat

  • Kumbang

Pada hewan-hewan tersebut terdapat tahap pupa/kepompong dalam siklus hidupnya. (AnyFlip)

I. KEGIATAN PESERTA DIDIK

Aktivitas 1 – Amati!

Perhatikan gambar metamorfosis kupu-kupu.

Tuliskan nama setiap tahap:





Aktivitas 2 – Urutkan!

Susun tahapan berikut menjadi urutan yang benar:

Pupa – Dewasa – Telur – Larva

Jawaban:

__________ → __________ → __________ → __________

Aktivitas 3 – Diskusi Kelompok

Diskusikan bersama teman:

Mengapa metamorfosis kupu-kupu disebut metamorfosis sempurna?

Tuliskan jawaban kelompokmu:

J. LATIHAN SOAL

Pilihan Ganda

1. Proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan disebut ....

A. perkembangbiakan
B. metamorfosis
C. pernapasan
D. pertumbuhan

2. Tahapan pertama metamorfosis kupu-kupu adalah ....

A. larva
B. pupa
C. telur
D. dewasa

3. Larva kupu-kupu disebut ....

A. nimfa
B. ulat
C. jentik
D. kepompong

4. Setelah menjadi ulat, kupu-kupu mengalami tahap ....

A. telur
B. pupa
C. dewasa
D. nimfa

5. Pupa pada kupu-kupu disebut juga ....

A. telur
B. ulat
C. kepompong
D. kupu-kupu muda

6. Urutan metamorfosis sempurna yang benar adalah ....

A. telur – pupa – larva – dewasa
B. larva – telur – pupa – dewasa
C. telur – larva – pupa – dewasa
D. telur – dewasa – larva – pupa

7. Hewan berikut yang mengalami metamorfosis sempurna adalah ....

A. belalang
B. kupu-kupu
C. ayam
D. kucing

8. Pada tahap larva, ulat banyak makan untuk ....

A. tidur
B. tumbuh dan berkembang
C. bertelur
D. terbang

9. Tahap setelah pupa adalah ....

A. telur
B. larva
C. kupu-kupu dewasa
D. jentik

10. Salah satu ciri metamorfosis sempurna adalah ....

A. tidak mengalami perubahan bentuk
B. memiliki tahap pupa
C. hanya memiliki dua tahap
D. tidak mengalami pertumbuhan

L. KESIMPULAN

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya.

Metamorfosis sempurna memiliki empat tahapan, yaitu:

Telur → Larva → Pupa → Dewasa (Imago).

Kupu-kupu merupakan salah satu contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Telur menetas menjadi ulat, ulat berubah menjadi kepompong, kemudian menjadi kupu-kupu dewasa. Kupu-kupu dewasa kemudian menghasilkan telur kembali sehingga siklus hidupnya berulang. 

Dokumentasi kegiatan hari ini :