π· Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sholih dan sholiha kelas 3A yang hebat! π·
Selamat pagi, anak-anak hebat! π€
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Jumat yang penuh berkah. Jangan lupa awali hari dengan berdoa, melaksanakan sholat, membaca Al-Qur’an, dan berbuat baik kepada orang tua serta sesama. ❤️
π Hari ini kita akan melaksanakan Sumatif Harian ke-2:
π¨ Seni Rupa — mengenal warna primer, sekunder, dan tersier.
π± IPAS — mempelajari siklus hidup makhluk hidup.
πͺ Jangan takut menghadapi sumatif, ya! Kerjakan dengan jujur, teliti, percaya diri, dan jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan. Ingat, hasil belajar bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang usaha dan semangat kalian untuk terus belajar. π
✨ Motivasi hari ini:
"Anak hebat bukan yang selalu mendapatkan nilai sempurna, tetapi anak yang mau berusaha, tidak mudah menyerah, dan selalu belajar dari kesalahan." π
Selamat belajar, sholih dan sholiha kelas 3A.
Semangat, berdoa, beribadah, dan jadilah anak yang berakhlak mulia! π·π✨
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
IPAS KELAS 3A
A. IDENTITAS PEMBELAJARAN
Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.
Hari/Tanggal: Jumat, 21 Agustus 2026
Kelas: III A
Mata Pelajaran: IPS
Materi: Siklus Hidup Manusia
Topik: Tahapan Siklus Hidup Manusia
Pertemuan: Pertemuan 2
B. APERSEPSI
Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat perubahan dirinya.
Guru bertanya:
“Apakah tubuh kalian sekarang sama seperti ketika masih bayi?”
“Siapa yang pernah melihat foto kalian saat masih bayi?”
“Apa perbedaan bayi dengan anak-anak?”
“Setelah menjadi anak-anak, manusia akan tumbuh menjadi apa?”
“Siapa yang ada di rumah kalian yang sudah lanjut usia?”
Guru kemudian menyampaikan:
“Setiap manusia mengalami pertumbuhan dan perubahan. Kita pernah menjadi bayi, kemudian menjadi anak-anak. Setelah itu kita akan tumbuh menjadi remaja, dewasa, dan lanjut usia. Hari ini kita akan belajar mengurutkan dan mengenal setiap tahapan kehidupan manusia.”
C. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia serta mengenali perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Peserta didik dapat mengamati, mengurutkan, dan menjelaskan tahapan siklus hidup manusia menggunakan gambar atau media sederhana.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Menjelaskan pengertian siklus hidup manusia dengan bahasa sederhana.
Mengurutkan tahapan siklus hidup manusia mulai dari bayi hingga lanjut usia dengan benar.
E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Peserta didik:
Mengenal → Mengamati → Mengurutkan → Menjelaskan → Menyimpulkan
Mengenal pengertian siklus hidup manusia.
Mengamati gambar atau video tentang pertumbuhan manusia.
Mengidentifikasi tahapan kehidupan manusia.
Mengurutkan gambar dari bayi hingga lanjut usia.
Menjelaskan ciri-ciri setiap tahap kehidupan.
Menyampaikan hasil pengamatan secara lisan.
Menyimpulkan bahwa manusia mengalami pertumbuhan dan perubahan dari waktu ke waktu.
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) sederhana.
Metode
Tanya jawab
Ceramah interaktif
Pengamatan gambar
Menonton video
Diskusi kelompok
Permainan mengurutkan gambar
G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media
Gambar siklus hidup manusia.
Video pembelajaran.
Kartu gambar tahapan manusia.
Papan tulis.
LKPD.
Buku pelajaran IPS/IPAS kelas 3.
Video Pembelajaran
Siklus Hidup Manusia: Dari Bayi Hingga Dewasa – Penjelasan Mudah untuk Anak SD
Video pembelajaran YouTube – Siklus Hidup Manusia
Video tersebut membahas perjalanan manusia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia dan sesuai untuk pengenalan siswa SD. (YouTube)
H. PENJABARAN MATERI
1. Pengertian Siklus Hidup Manusia
Siklus hidup manusia adalah tahapan kehidupan yang dialami manusia sejak lahir, tumbuh dan berkembang, menjadi dewasa, hingga lanjut usia.
Manusia mengalami perubahan ukuran tubuh, kemampuan, dan cara melakukan berbagai kegiatan pada setiap tahap kehidupannya.
Urutan sederhana:
Bayi → Anak-anak → Remaja → Dewasa → Lanjut Usia
2. Tahap Bayi
Bayi adalah manusia yang baru lahir dan masih sangat membutuhkan bantuan orang tua.
Ciri-ciri:
Tubuh masih kecil.
Belum dapat berjalan sendiri.
Belajar duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan.
Mulai belajar berbicara.
Membutuhkan perhatian dan bantuan orang tua.
Contoh: Adik bayi yang sedang belajar berjalan.
3. Tahap Anak-Anak
Setelah masa bayi, manusia tumbuh menjadi anak-anak.
Ciri-ciri:
Tubuh semakin besar dan kuat.
Senang bermain.
Mulai bersekolah.
Belajar membaca, menulis, dan berhitung.
Mulai dapat melakukan banyak kegiatan sendiri.
Senang berteman.
Contoh: Siswa kelas 3 seperti kalian termasuk masa anak-anak.
4. Tahap Remaja
Setelah masa anak-anak, manusia memasuki masa remaja.
Ciri-ciri:
Tubuh mengalami perubahan.
Tinggi dan berat badan bertambah.
Mulai mengalami masa pubertas.
Mulai lebih mandiri.
Cara berpikir semakin berkembang.
Pada tahap ini, anak perlu menjaga kesehatan tubuh, menjaga kebersihan diri, dan mendapatkan bimbingan dari orang tua serta guru.
5. Tahap Dewasa
Setelah remaja, manusia tumbuh menjadi dewasa.
Ciri-ciri:
Tubuh sudah matang.
Mampu melakukan banyak kegiatan secara mandiri.
Bekerja atau menjalankan tanggung jawab.
Dapat membangun keluarga.
Memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.
6. Tahap Lanjut Usia
Setelah melalui masa dewasa, manusia memasuki masa lanjut usia atau lansia.
Ciri-ciri:
Rambut dapat berubah menjadi putih.
Kulit mengalami perubahan dan dapat menjadi keriput.
Kekuatan tubuh berkurang.
Gerakan dapat menjadi lebih lambat.
Membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Memiliki banyak pengalaman hidup yang dapat dibagikan kepada generasi muda.
Kegiatan Penutup
Guru bersama siswa menyebutkan kembali urutan siklus hidup manusia.
Guru memberikan penguatan.
Siswa menyampaikan hal yang dipelajari.
Guru memberikan tugas sederhana.
Berdoa dan salam.
Contoh tabel tugas
| Tahap | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bayi | Belum dapat berjalan sendiri dan membutuhkan bantuan orang tua |
| Anak-anak | Senang bermain, belajar, dan bersekolah |
| Remaja | Mengalami berbagai perubahan fisik dan mulai mandiri |
| Dewasa | Tubuh matang dan memiliki berbagai tanggung jawab |
| Lanjut usia | Kekuatan tubuh berkurang dan membutuhkan perhatian |
LATIHAN SEDERHANA
A. Isilah titik-titik berikut!
Manusia yang baru lahir disebut ....
Setelah bayi, manusia tumbuh menjadi ....
Setelah anak-anak, manusia memasuki masa ....
Setelah remaja, manusia menjadi ....
Manusia yang sudah berusia lanjut disebut ....
B. Urutkan dengan benar!
Dewasa – Bayi – Lanjut Usia – Anak-anak – Remaja
Jawaban:
Bayi → Anak-anak → Remaja → Dewasa → Lanjut Usia
K. KESIMPULAN
Siklus hidup manusia adalah tahapan kehidupan manusia dari lahir sampai lanjut usia.
Urutan tahapan siklus hidup manusia adalah:
Bayi → Anak-anak → Remaja → Dewasa → Lanjut Usia
Setiap tahap memiliki perubahan dan ciri-ciri yang berbeda. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan, menyayangi keluarga, menghormati orang yang lebih tua, dan menghargai setiap tahap kehidupan manusia.
L. REFLEKSI PESERTA DIDIK
Berilah tanda centang pada jawaban yang sesuai.
Saya dapat menyebutkan tahapan siklus hidup manusia.
☐ Ya ☐ Masih perlu belajarSaya dapat mengurutkan tahapan dari bayi sampai lanjut usia.
☐ Ya ☐ Masih perlu belajarSaya dapat menjelaskan ciri-ciri setiap tahap.
☐ Ya ☐ Masih perlu belajarSaya mau menghormati orang yang lebih tua.
☐ Ya ☐ Masih perlu belajar
Pertanyaan refleksi:
“Tahap kehidupan manusia manakah yang paling mudah kamu ingat? Mengapa?”
M. REFLEKSI GURU
Guru mengevaluasi:
Apakah peserta didik mampu mengurutkan siklus hidup manusia?
Apakah peserta didik mampu menjelaskan ciri-ciri setiap tahap?
Apakah media gambar dan video membantu pemahaman siswa?
Apakah kegiatan kelompok berjalan dengan baik?
Peserta didik mana yang masih memerlukan bimbingan?
Tindak Lanjut
Peserta didik yang sudah memahami materi diberikan tugas menggambar siklus hidup manusia.
Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan menggunakan kartu gambar secara berulang.
SUMATIF HARIAN 2
SENI RUPA KELAS 3A
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi Pokok: Mengenal Warna Primer, Sekunder, dan Tersier
Asesmen: Sumatif Harian 2
Alokasi Waktu: 2 × 35 menit
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenal, memahami, dan menggunakan unsur seni rupa berupa warna dalam kegiatan berkarya. Peserta didik mampu mengidentifikasi warna primer, sekunder, dan tersier serta memahami proses pencampuran warna sederhana.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Menyebutkan warna primer dengan benar.
Menjelaskan pengertian warna primer.
Menyebutkan warna sekunder.
Menentukan hasil pencampuran dua warna primer.
Mengenal warna tersier.
Membedakan warna primer, sekunder, dan tersier.
Menjawab soal sumatif harian dengan percaya diri dan jujur.
D. MATERI POKOK
1. Warna Primer
Warna primer adalah warna dasar yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lain.
Warna primer terdiri dari:
π΄ Merah
π‘ Kuning
π΅ Biru
2. Warna Sekunder
Warna sekunder adalah warna yang diperoleh dari pencampuran dua warna primer.
| Campuran | Hasil |
|---|---|
| Merah + Kuning | π Oranye/Jingga |
| Kuning + Biru | π’ Hijau |
| Merah + Biru | π£ Ungu |
3. Warna Tersier
Warna tersier merupakan warna hasil pencampuran satu warna primer dengan satu warna sekunder. (Adjar.ID)
Contohnya:
Kuning + Oranye = kuning-oranye
Merah + Oranye = merah-oranye
Merah + Ungu = merah-ungu
Biru + Ungu = biru-ungu
Biru + Hijau = biru-hijau
Kuning + Hijau = kuning-hijau
E. APERSEPSI
Guru menunjukkan beberapa benda berwarna kepada siswa.
Guru bertanya:
“Apa warna benda yang Ibu tunjukkan?”
“Sebutkan warna yang kalian ketahui!”
“Apakah warna hijau dapat dibuat dari warna lain?”
“Merah dicampur kuning menjadi warna apa?”
“Siapa yang masih ingat tiga warna primer?”
Guru kemudian mengatakan:
“Anak-anak, hari ini kita akan melakukan Sumatif Harian 2. Sebelum ulangan dimulai, mari kita ingat kembali materi warna primer, sekunder, dan tersier. Bacalah soal dengan teliti, kerjakan sendiri, dan jangan lupa percaya pada kemampuan kalian.”
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Pembelajaran langsung (Direct Instruction)
Model ini sesuai untuk kegiatan review materi sebelum pelaksanaan sumatif.
Metode
Tanya jawab
Demonstrasi
Pengamatan
Diskusi singkat
Latihan soal
Tes tertulis
G. MEDIA PEMBELAJARAN
Gambar lingkaran warna.
Kartu warna.
Papan tulis.
Buku Seni Rupa kelas 3.
LCD/proyektor atau televisi.
Video pembelajaran.
Pensil dan lembar soal.
Jika tersedia, guru dapat menggunakan cat air atau krayon untuk menunjukkan contoh pencampuran warna.
H. VIDEO PEMBELAJARAN
Video yang dapat digunakan sebelum ulangan:
“Mana yang Bukan Warna Sekunder? | SBdP SD”
Video ini membahas warna primer, sekunder, dan tersier untuk siswa SD. (YouTube)
Mana yang Bukan Warna Sekunder? | SBdP SD
Video alternatif:
“Eksplorasi Warna Primer, Sekunder, dan Tersier Kelas 3 SD” (YouTube)
I. RANGKUMAN MATERI
π INGAT 3 JENIS WARNA!
1. PRIMER
π΄ Merah
π‘ Kuning
π΅ Biru
2. SEKUNDER
π΄ + π‘ = π Oranye
π‘ + π΅ = π’ Hijau
π΄ + π΅ = π£ Ungu
3. TERSIER
Primer + Sekunder = warna tersier.
CARA MUDAH MENGINGAT:
Primer = warna dasar
Sekunder = campuran 2 warna primer
Tersier = campuran 1 warna primer + 1 warna sekunder
SOAL LATIHAN SEBELUM ULANGAN
Pilihan Ganda
1. Warna primer terdiri dari ....
A. merah, kuning, biru
B. hijau, ungu, oranye
C. merah, hijau, ungu
2. Warna merah dicampur kuning menghasilkan ....
A. hijau
B. oranye
C. ungu
3. Warna kuning dicampur biru menghasilkan ....
A. hijau
B. oranye
C. ungu
4. Warna biru dicampur merah menghasilkan ....
A. hijau
B. oranye
C. ungu
5. Warna yang termasuk warna primer adalah ....
A. hijau
B. merah
C. ungu
6. Warna hijau termasuk warna ....
A. primer
B. sekunder
C. tersier
7. Warna oranye diperoleh dari campuran ....
A. merah + kuning
B. biru + kuning
C. merah + biru
8. Warna tersier diperoleh dari campuran ....
A. dua warna primer
B. satu warna primer dan satu warna sekunder
C. dua warna putih
9. Warna ungu merupakan warna ....
A. primer
B. sekunder
C. tersier
10. Sikap yang baik saat mengerjakan ulangan adalah ....
A. menyontek
B. bertanya jawaban kepada teman
C. mengerjakan dengan jujur
K. KUNCI JAWABAN LATIHAN
A
B
A
C
B
B
A
B
B
C
Pesan Guru
“Anak-anak hebat, ulangan bukan untuk membuat kalian takut. Ulangan adalah kesempatan untuk menunjukkan apa yang sudah kalian pelajari. Kerjakan dengan jujur, teliti, dan percaya diri. Ibu Guru percaya kalian pasti bisa!”
Refleksi
Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik setelah ulangan selesai.
Guru mengajak siswa menyimpulkan kembali:
Merah, kuning, dan biru adalah warna primer.
Oranye, hijau, dan ungu adalah warna sekunder.
Warna tersier merupakan hasil campuran warna primer dan warna sekunder.
Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
0 komentar:
Posting Komentar