Selasa, 04 Agustus 2026_3A.







Hari : Selasa , 3 Agustus 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat Kelas 3!

Hari Senin adalah awal dari perjalanan belajar kita minggu ini. Mari kita awali hari dengan senyum, doa, dan semangat. Datanglah ke sekolah tepat waktu, hormati guru, sayangi teman, dan ikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

Ingatlah, setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut jika belum bisa, karena anak yang hebat adalah anak yang mau belajar, berusaha, dan pantang menyerah.

Jangan lupa:
🌼 Beribadah dengan khusyuk.
🌼 Berkata jujur dan sopan kepada semua orang.
🌼 Rajin belajar dan mengerjakan tugas.
🌼 Menolong teman yang membutuhkan.
🌼 Selalu bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.

Pesan Hari Selasa:

"Langkah kecil yang dilakukan setiap hari akan membawa kita menuju cita-cita yang besar. Belajarlah dengan hati, beribadahlah dengan ikhlas, dan berakhlaklah dengan baik. InsyaAllah, masa depan yang indah telah menanti."

Materi Matematika 

Topik: Menggunakan Intuisi dan Estimasi Perkiraan Bilangan Besar

Tujuan Pembelajaran

  1. Melatih intuisi bilangan untuk memperkirakan jumlah objek berskala ratusan secara logis.

  2. Menggunakan strategi estimasi untuk memperkirakan banyaknya objek tanpa menghitung satu per satu.

Media Pembelajaran

  • Gambar berisi banyak benda (misalnya gambar kelereng, ikan, bunga, pensil, atau permen dalam jumlah ratusan).

  • Sedotan, stik es krim, atau tutup botol yang diikat menjadi kelompok 10 dan 100.

  • Kartu bilangan 100, 200, 300, 400, 500.

  • LCD/PowerPoint atau video singkat.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Metode Pembelajaran

  • Pendekatan: Deep Learning

  • Model: Problem Based Learning (PBL)

  • Metode:

    • Tanya jawab

    • Diskusi kelompok

    • Demonstrasi

    • Permainan edukatif

    • Penugasan

Materi Pembelajaran

A. Apa itu Intuisi Bilangan?

Intuisi bilangan adalah kemampuan memperkirakan atau menebak jumlah suatu benda secara masuk akal tanpa harus menghitung satu per satu.

Contoh:
Saat melihat sekumpulan pensil, kita dapat mengatakan,
"Jumlahnya kira-kira sekitar 200 pensil."

Perkiraan tersebut disebut estimasi.

B. Apa itu Estimasi?

Estimasi adalah perkiraan jumlah yang mendekati nilai sebenarnya.

Estimasi digunakan ketika:

  • jumlah benda sangat banyak,

  • menghitung satu per satu membutuhkan waktu lama,

  • ingin mengetahui jumlah secara cepat.

C. Cara Memperkirakan Jumlah Benda

1. Mengelompokkan Objek

Misalnya gambar berisi banyak bola.

  • Setiap kelompok berisi 10 bola.

  • Ada sekitar 25 kelompok.

Maka:

25 × 10 = 250 bola

Jadi jumlahnya diperkirakan 250 bola.

2. Membandingkan dengan Kelompok yang Sudah Diketahui

Misalnya diketahui satu kotak berisi 100 sedotan.

Jika terlihat ada sekitar 3 kotak penuh,

Maka:

3 × 100 = 300 sedotan

3. Melihat Kepadatan Objek

Jika gambar terlihat lebih padat daripada gambar yang berjumlah 200, tetapi lebih sedikit daripada gambar 400, maka dapat diperkirakan sekitar 300 objek.

Contoh Soal

Contoh 1

Di halaman sekolah terdapat banyak pot bunga.

Setelah diamati, jumlahnya diperkirakan sekitar...

A. 50

B. 120

C. 300

D. 900

Jawaban: C

Contoh 2

Sebuah kotak berisi 100 stik es krim.

Ada 4 kotak yang sama.

Perkiraan jumlah seluruh stik adalah...

100 + 100 + 100 + 100 = 400 stik.

Contoh 3

Lina melihat sekitar 30 kelompok pensil.

Setiap kelompok berisi 10 pensil.

Berapa perkiraan jumlah seluruh pensil?

30 × 10 = 300 pensil.

Aktivitas Pembelajaran

Ayo Menebak!

Guru menunjukkan gambar berisi banyak ikan.

Siswa diminta:

  • mengamati gambar,

  • memperkirakan jumlah ikan,

  • menjelaskan alasan perkiraannya.

Contoh jawaban:

"Saya memperkirakan sekitar 200 ikan karena terlihat ada sekitar 20 kelompok, masing-masing sekitar 10 ikan."

Permainan "Tebak Jumlah"

Langkah-langkah:

  1. Guru menampilkan gambar berisi ratusan benda.

  2. Setiap kelompok menuliskan hasil perkiraan.

  3. Kelompok yang hasilnya paling mendekati jumlah sebenarnya mendapat poin.

Kesimpulan

  • Intuisi bilangan membantu kita memperkirakan jumlah benda dengan cepat.

  • Estimasi adalah perkiraan yang mendekati jumlah sebenarnya.

  • Estimasi dapat dilakukan dengan mengelompokkan benda, membandingkan dengan jumlah yang sudah diketahui, dan melihat kepadatan objek.

  • Perkiraan tidak harus tepat, tetapi harus logis dan masuk akal.

Evaluasi

A. Pilihan Ganda

  1. Estimasi adalah ....

    • a. menghitung satu per satu

    • b. perkiraan jumlah yang mendekati benar

    • c. menebak tanpa melihat

    • d. menghafal bilangan

    Jawaban: 

  2. Jika terdapat 5 kelompok pensil dan setiap kelompok berisi 100 pensil, maka perkiraan jumlah seluruh pensil adalah ....

    • a. 50

    • b. 150

    • c. 500

    • d. 1.000

    Jawaban: 

  3. Mengapa kita menggunakan estimasi?

    • a. Agar menghitung lebih cepat.

    • b. Agar tidak perlu belajar.

    • c. Agar hasil selalu tepat.

    • d. Agar tidak menghitung.

    Jawaban: 

B. Soal HOTS

Di perpustakaan terdapat tumpukan buku. Setiap rak diperkirakan berisi sekitar 100 buku. Jika terdapat 6 rak, berapakah perkiraan jumlah seluruh buku? Jelaskan alasanmu.? 


Materi Pendidikan Pancasila 

Topik: Karakter Religius dan Keimanan Perumus Pancasila

Image

Image

Image

Image

Tujuan Pembelajaran


  1. Mengenal tokoh-tokoh perumus Pancasila.

  2. Menjelaskan karakter religius dan keimanan yang dimiliki para perumus Pancasila.

Media Pembelajaran

  • Gambar tokoh-tokoh perumus Pancasila.

  • Video singkat tentang sejarah lahirnya Pancasila.

  • PowerPoint/LCD.

  • Kartu nama tokoh dan kartu sifat (religius, jujur, toleransi, cinta tanah air).

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Metode Pembelajaran

Pendekatan: Deep Learning

Model: Problem Based Learning (PBL)

Metode:

  • Ceramah interaktif

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Bermain peran (Role Playing)

  • Presentasi

Materi Pembelajaran

Apa itu Pancasila?

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila dirumuskan oleh para tokoh bangsa yang memiliki semangat persatuan, cinta tanah air, serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila

1. Soekarno

  • Menyampaikan pidato tentang dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945.

  • Memiliki sikap religius dengan menghormati Tuhan Yang Maha Esa.

  • Mengajak seluruh rakyat Indonesia hidup rukun walaupun berbeda agama.

Teladan:

  • Rajin beribadah.

  • Menghormati teman yang berbeda agama.

  • Mencintai Indonesia.

2. Mohammad Hatta

  • Tokoh yang dikenal jujur, sederhana, dan taat beragama.

  • Selalu mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.

Teladan:

  • Berdoa sebelum belajar.

  • Berkata jujur.

  • Menghargai pendapat teman.

3. Mohammad Yamin

  • Mengusulkan rumusan dasar negara.

  • Memiliki semangat kebangsaan dan menghormati nilai-nilai agama.

Teladan:

  • Rajin belajar.

  • Menjaga persatuan.

  • Menghormati guru dan orang tua.

4. Soepomo

  • Ahli hukum yang ikut menyusun dasar negara.

  • Mengutamakan persatuan dan kebersamaan.

Teladan:

  • Tolong-menolong.

  • Menghormati teman.

  • Hidup rukun.

Karakter Religius Para Perumus Pancasila

Para perumus Pancasila memiliki karakter religius, yaitu:

  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • Menghormati pemeluk agama lain.

  • Bersikap jujur dan bertanggung jawab.

  • Mengutamakan musyawarah.

  • Menjaga persatuan bangsa.

Contoh Sikap Religius di Sekolah

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.

  • Menghormati teman yang berbeda agama.

  • Tidak mengganggu teman saat beribadah.

  • Bersikap jujur saat mengerjakan tugas.

  • Mengucapkan salam dan berbicara dengan sopan.

Aktivitas Pembelajaran

Ayo Berdiskusi!

Guru menunjukkan gambar keempat tokoh perumus Pancasila.

Setiap kelompok mendiskusikan:

  1. Siapa nama tokoh tersebut?

  2. Sikap baik apa yang dapat kita teladani?

  3. Bagaimana cara menerapkannya di sekolah?

Permainan "Cocokkan Tokoh dan Karakter"

Guru membagikan kartu nama tokoh dan kartu sifat.

Peserta didik memasangkan tokoh dengan karakter yang sesuai.

Contoh:

  • Soekarno → Cinta tanah air

  • Mohammad Hatta → Jujur

  • Mohammad Yamin → Semangat belajar

  • Soepomo → Persatuan

Kesimpulan

  • Pancasila dirumuskan oleh tokoh-tokoh yang memiliki karakter religius dan cinta tanah air.

  • Mereka menghargai perbedaan agama dan mengutamakan persatuan.

  • Sebagai pelajar, kita dapat meneladani sikap mereka dengan rajin beribadah, jujur, saling menghormati, dan menjaga kerukunan.

Evaluasi

A. Pilihan Ganda

  1. Salah satu tokoh yang menyampaikan pidato tentang dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945 adalah ....

    • a. Ki Hajar Dewantara

    • b. Soekarno

    • c. Jenderal Sudirman

    • d. R.A. Kartini

    Jawaban: 

  2. Sikap religius yang dapat kita teladani dari para perumus Pancasila adalah ....

    • a. Bertengkar dengan teman

    • b. Menghormati teman yang berbeda agama

    • c. Mengejek teman

    • d. Tidak mau bekerja sama

    Jawaban: 

  3. Mohammad Hatta dikenal sebagai pribadi yang ....

    • a. Pemarah

    • b. Jujur dan sederhana

    • c. Sombong

    • d. Malas

    Jawaban: 

B. Soal HOTS

Di kelasmu ada teman yang berbeda agama. Saat temanmu sedang beribadah, apa yang sebaiknya kamu lakukan? Jelaskan alasanmu!

Contoh Jawaban:


Materi Bahasa Indonesia

Topik: Menemukan Kosakata Baru dari Tayangan yang Dipirsa
Model Pembelajaran: Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)

Tujuan Pembelajaran

Hari ini kita belajar:

  • Menangkap kosakata baru yang ditemukan dari tayangan video.

  • Mencatat kosakata baru dengan rapi.

Media Pembelajaran

  • Video pendek bertema "Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah" (durasi 3–5 menit).

  • LCD/Proyektor atau televisi.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • Buku tulis dan pensil.

  • Kartu kosakata.

Metode Pembelajaran

  • Cooperative Learning

  • Mengamati

  • Diskusi kelompok

  • Tanya jawab

  • Presentasi

Materi Pembelajaran

Apa itu Kosakata?

Kosakata adalah kumpulan kata yang kita ketahui dan gunakan dalam berbicara, membaca, maupun menulis. Saat menonton video, kita sering menemukan kata-kata yang belum kita pahami. Kata-kata tersebut disebut kosakata baru.

Contoh

Saat menonton video tentang kebersihan sekolah, muncul kalimat:

"Seluruh siswa bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah agar tetap asri."

Kosakata baru yang dapat ditemukan:

KosakataArti
Bergotong royongBekerja bersama-sama
LingkunganTempat di sekitar kita
AsriIndah, sejuk, dan nyaman
Sampah organikSampah yang berasal dari makhluk hidup dan mudah membusuk
MemilahMemisahkan berdasarkan jenisnya

LKPD

Nama : ____________
Kelas : ____________

Tuliskan kosakata baru yang kamu temukan!

NoKosakata BaruArti
1
2
3
4
5

Buatlah satu kalimat menggunakan salah satu kosakata baru!

........................................................................

........................................................................


Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Kata baru yang kita temukan saat menonton video disebut ....

  • a. Kalimat

  • b. Kosakata baru

  • c. Huruf

  • d. Angka

Jawaban: 

2. Setelah menemukan kosakata baru, kita sebaiknya ....

  • a. Melupakan

  • b. Mencatat dan mencari artinya

  • c. Menghapusnya

  • d. Mengabaikannya

Jawaban: 

3. Kata "asri" memiliki arti ....

  • a. Kotor

  • b. Panas

  • c. Indah dan sejuk

  • d. Berisik

Jawaban: 

4. Berdiskusi dalam kelompok bertujuan untuk ....

  • a. Bermain

  • b. Bekerja sama memahami materi

  • c. Bertengkar

  • d. Diam saja

Jawaban: 

5. Menonton video dengan saksama membantu kita ....

  • a. Menemukan kosakata baru

  • b. Bermain

  • c. Tidur

  • d. Berlari

Jawaban: 

Soal 

Setelah menonton video tentang menjaga kebersihan lingkungan sekolah, kamu menemukan kata "memilah".

Pertanyaan:
Mengapa kita perlu memilah sampah sebelum membuangnya? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!


Kesimpulan

Dengan menonton tayangan video, kita dapat menemukan kosakata baru. Kosakata tersebut perlu dicatat, dipahami artinya, dan digunakan dalam kalimat. Bekerja sama dalam kelompok membantu kita saling bertukar pengetahuan sehingga belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Dokumentasi kegiatan hari ini :


0 komentar:

Posting Komentar