Postingan 3_ Bahasa Indonesia, Senin, 21 Sept 2026




 

🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi Sholih dan Sholiha Kelas 3A 💕
Senin 21 September 2026. Semoga hari ini semuanya dalam keadaan sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. 🤲🏻

Sebelum memulai aktivitas, jangan lupa ya:
🕌 Sholat Dhuha
📖 Murojaah surat-surat pendek
🤍 Selalu berperilaku jujur, baik, sopan, dan disiplin
👨‍👩‍👧 Jangan lupa membantu orang tua di rumah.

🌷 Tetap semangat belajar dan jangan mudah menyerah!
Ingat, anak hebat bukan hanya yang pintar, tetapi juga yang jujur, rajin, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak yang baik. Jadilah anak yang setiap harinya berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin. 💪🏻✨

😷 Dan yang paling penting, tetap jaga kesehatan ya, Sholih-Sholiha. Rajin mencuci tangan, makan makanan yang sehat, cukup istirahat, dan gunakan masker saat keluar rumah atau berada di tempat ramai.

Semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu, keberkahan, dan kebaikan. 🌈💖

Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jangan lupa selalu berdoa! 🤲🏻
🥰 Ibu Guru bangga dengan kalian semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

 Identitas 

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal: Senin, 21 September 2026

  4. Fase/Kelas: B / Kelas 3 SD

  5. Materi: Mengenal Struktur Kalimat Aktif dan Pasif serta Mengubah Kalimat Aktif menjadi Pasif (Tema Profesi)

  6. Pertemuan Ke-: 7

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami struktur tata bahasa Indonesia sederhana (Subjek, Predikat, Objek/SPO) serta mengidentifikasi dan mengubah bentuk kalimat aktif menjadi kalimat pasif dalam teks narasi maupun informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan ragam profesi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk kalimat (Subjek, Predikat, Objek) pada kalimat aktif dan kalimat pasif.

    • Peserta didik mampu mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dengan tema profesi secara tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mastery: Peserta didik menguasai perubahan kata kerja berawalan me- (aktif) menjadi kata kerja berawalan di- (pasif) serta pertukaran posisi Subjek dan Objek.

    • Meaningful: Peserta didik memahami ragam tugas dan kontribusi berbagai profesi di sekitar (seperti dokter, koki, pemadam kebakaran, dan guru) melalui struktur kalimat yang benar.

    • Joyful: Peserta didik merasa senang bermain peran "Tukar Posisi Kalimat" menggunakan kartu kata profesi secara berpasangan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Stimulation: Mengamati gambar berbagai profesi (misal: Dokter memeriksa pasien) dan membaca kalimat keterangannya.

  2. Problem Statement: Membandingkan dua kalimat: "Dokter memeriksa pasien" dan "Pasien diperiksa oleh dokter".

  3. Data Collection: Menguraikan unsur Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O) dari kalimat-kalimat profesi yang disajikan.

  4. Data Processing: Berlatih mengubah kata kerja berawalan me- menjadi di- serta menukar posisi S dan O pada LKPD.

  5. Verification: Menyocokkan hasil perubahan kalimat bersama kelompok dan mengoreksi ketepatan imbuhannya.

  6. Generalization: Menyimpulkan aturan dasar perubahan kalimat aktif menjadi kalimat pasif.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan memperlihatkan gambar seorang Koki yang sedang memasak sup. Guru bertanya: "Anak-anak, siapa yang tahu apa yang sedang dilakukan Koki ini? Jika kita katakan 'Koki memasak sup', apakah bisa kita balik menjadi 'Sup dimasak oleh koki'? Mari kita pelajari bagaimana cara mengubah kalimatnya dengan benar!"

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

QS. Al-Hujurat Ayat 13:

" ... Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal ... "

Allah Swt. menciptakan manusia dengan keahlian dan profesi yang beragam agar saling menolong dan melengkapi. Mempelajari bahasa yang baik membantu kita menghargai dan mengomunikasikan peran setiap profesi dalam masyarakat.

2. Penjabaran Materi


BAHASA INDONESIA 

Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

A. Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan atau pekerjaan.

Biasanya menggunakan kata kerja berawalan me- atau ber-.

Contoh:

  1. Ibu memasak nasi.
    → Ibu melakukan kegiatan memasak.

  2. Rani membaca buku.
    → Rani melakukan kegiatan membaca.

  3. Ayah mencuci mobil.
    → Ayah melakukan kegiatan mencuci.

  4. Doni menendang bola.
    → Doni melakukan kegiatan menendang.

  5. Siti menyiram bunga.
    → Siti melakukan kegiatan menyiram.

Pola sederhana:

Subjek + Predikat + Objek

Contoh:

Rina + membaca + buku.

B. Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai atau menerima suatu tindakan.

Kalimat pasif biasanya menggunakan kata kerja berawalan di- atau ter-.

Contoh:

  1. Nasi dimasak oleh Ibu.

  2. Buku dibaca oleh Rani.

  3. Mobil dicuci oleh Ayah.

  4. Bola ditendang oleh Doni.

  5. Bunga disiram oleh Siti.

Pola sederhana:

Subjek + Predikat + oleh + Pelaku

Contoh:

Buku + dibaca + oleh Rani.

C. Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

Kalimat AktifKalimat Pasif
Ibu memasak nasi.Nasi dimasak oleh Ibu.
Rani membaca buku.Buku dibaca oleh Rani.
Ayah mencuci mobil.Mobil dicuci oleh Ayah.
Doni menendang bola.Bola ditendang oleh Doni.
Siti menyiram bunga.Bunga disiram oleh Siti.

Cara mudah mengingat:

🧑 AKTIF → pelaku melakukan pekerjaan.
➡️ Ibu memasak nasi.

🍚 PASIF → sesuatu dikenai pekerjaan.
➡️ Nasi dimasak oleh Ibu.

D. Latihan

Tentukan kalimat berikut termasuk kalimat aktif atau pasif!

  1. Ayah membaca koran.

  2. Buku dibaca oleh Ayah.

  3. Siti menyapu lantai.

  4. Lantai disapu oleh Siti.

  5. Budi menulis surat.

  6. Surat ditulis oleh Budi.

  7. Ibu menggoreng ikan.

  8. Ikan dimasak oleh Ibu.

Ubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif!

  1. Kakak mencuci sepeda.

  2. Rina menanam bunga.

Kunci Jawaban

  1. Aktif

  2. Pasif

  3. Aktif

  4. Pasif

  5. Aktif

  6. Pasif

  7. Aktif

  8. Pasif

  9. Sepeda dicuci oleh Kakak.

  10. Bunga ditanam oleh Rina.


3. Video Pembelajaran

[Cantumkan Link Video Pembelajaran di sini]

4. Media / Alat Peraga

  • Kartu Kata Profesi (S-P-O)

  • Slide PPT Animasi Perubahan Kalimat Aktif ke Pasif

  • Gambar Seri Ragam Pekerjaan/Profesi

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

5. Post Test (Soal Evaluasi Bahasa Indonesia)

Bagian I: Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat (a, b, c, atau d)!

  1. Kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan atau tindakan disebut kalimat ....

    a. Pasif

    b. Aktif

    c. Tanya

    d. Perintah

  2. Ciri utama dari kata kerja pada kalimat aktif adalah menggunakan imbuhan ....

    a. di-

    b. ter-

    c. me-

    d. ke-

  3. "Dokter mengobati pasien."

    Kedudukan kata "pasien" pada kalimat aktif di atas adalah sebagai ....

    a. Subjek

    b. Predikat

    c. Objek

    d. Keterangan

  4. Bentuk kalimat pasif dari "Pemadam kebakaran memadamkan api" adalah ....

    a. Api memadamkan pemadam kebakaran

    b. Api dipadamkan oleh pemadam kebakaran

    c. Pemadam kebakaran dipadamkan oleh api

    d. Dipadamkan api pemadam kebakaran

  5. Kata kerja "menjahit" jika diubah menjadi bentuk pasif akan menjadi ....

    a. Terjahit

    b. Dijahit

    c. Berjahit

    d. Penjahit

  6. Perhatikan kalimat berikut: "Baju seragam dijahit oleh penjahit."

    Kalimat tersebut termasuk ke dalam jenis kalimat ....

    a. Aktif

    b. Pasif

    c. Seruan

    d. Tanya

  7. "Montir memperbaiki mobil yang rusak."

    Bentuk pasif yang tepat dari kalimat di atas adalah ....

    a. Mobil yang rusak diperbaiki oleh montir

    b. Montir diperbaiki oleh mobil

    c. Mobil memperbaiki montir

    d. Memperbaiki mobil oleh montir

  8. Perubahan imbuhan kata kerja yang benar dari aktif ke pasif adalah ....

    a. Mengajar $\rightarrow$ Diajar

    b. Melukis $\rightarrow$ Pelukis

    c. Membaca $\rightarrow$ Keterbacaan

    d. Menulis $\rightarrow$ Tuliskan

  9. "Surat itu dikirim oleh Pak Pos."

    Subjek (yang dikenai pekerjaan) dalam kalimat pasif tersebut adalah ....

    a. Pak Pos

    b. Dikirim

    c. Surat itu

    d. Oleh

  10. Kalimat di bawah ini yang merupakan kalimat aktif terkait profesi adalah ....

    a. Ikan ditangkap oleh nelayan

    b. Roti dibuat oleh koki

    c. Sopir mengendarai bus sekolah

    d. Tanaman disiram oleh tukang kebun

Bagian II: Soal Isian

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

  1. Kalimat yang kata kerjanya berawalan imbuhan di- dinamakan kalimat ....

  2. Ubahlah kata kerja aktif "mengajar" menjadi kata kerja pasif yaitu ....

  3. Ubahlah kalimat aktif berikut menjadi kalimat pasif:

    "Koki memasak sup lezat." $\rightarrow$ ....

  4. Ubahlah kalimat aktif berikut menjadi kalimat pasif:

    "Guru memeriksa tugas siswa." $\rightarrow$ ....

  5. Tuliskan 1 contoh kalimat aktif yang berhubungan dengan profesi Pilot!

Kunci Jawaban:

  • Pilihan Ganda:

    1. b | 2. c | 3. c | 4. b | 5. b | 6. b | 7. a | 8. a | 9. c | 10. c

  • Isian:

    1. Pasif

    2. Diajar / Diajarkan

    3. Sup lezat dimasak oleh koki.

    4. Tugas siswa diperiksa oleh guru.

    5. Pilot menerbangkan pesawat terbang.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Peserta didik dapat memahami struktur pembentuk kalimat aktif dan pasif (SPO) serta mampu mengubah kalimat aktif berimbuhan me- menjadi kalimat pasif berimbuhan di- terkait tema ragam profesi secara tepat dan rapi.

2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat cepat memahami pertukaran posisi Subjek dan Objek saat menggunakan bantuan kartu warna SPO.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih lupa menambahkan kata sambung "oleh" setelah kata kerja pasif (di-).

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Siswa aktif berpartisipasi saat permainan mengubah kalimat di papan tulis.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan tambahan mengenai variasi imbuhan me-kan menjadi di-kan pada pertemuan berikutnya.

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

Tindak lanjut:

  • Remedial & Pendampingan: Pendampingan khusus bagi siswa yang masih belum lancar membedakan imbuhan me- dan di-.

  • Pengayaan: Peserta didik yang tuntas diminta membuat 3 paragraf pendek memuat kalimat aktif dan pasif tentang cita-cita profesi mereka.

Postingan 1_ Seni Rupa, Senin, 28 September 2026



A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Senin, 28 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Gambar Ekspresi – Finishing dan Penyempurnaan Detail Karya

  6. Pertemuan Ke- : 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu merespons, merefleksikan, dan menyempurnaan karya seni rupa dua dimensi berupa gambar ekspresi melalui tahap finishing (penegasan garis tepi, penambahan detail, dan kerapian) secara mandiri, cermat, dan percaya diri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan pentingnya tahap finishing dan penyempurnaan detail dalam menyelesaikan sebuah karya seni rupa.

    • Peserta didik dapat mempertegas kontur/garis tepi gambar, menambahkan elemen detail pendukung, dan merapikan latar belakang karya gambar ekspresi secara mandiri.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful) : Peserta didik memahami bahwa ketelitian dalam menyempurnakan detail adalah wujud apresiasi dan rasa bangga terhadap karya buatan sendiri.

    • Mi (Mindful) : Peserta didik bersikap fokus, sabar, dan teliti saat mempertegas garis tepi dan membersihkan sisa-sisa media warna pada gambar.

    • Joy (Joyful) : Peserta didik merasa puas dan gembira melihat hasil akhir karyanya tampak utuh, rapi, dan siap untuk dipamerkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati perbandingan karya gambar ekspresi yang belum di-finishing dengan karya yang sudah ditegaskan garis tepi serta detailnya.

  2. Mendiskusikan langkah-langkah finishing (penegasan garis dengan pensil kaca/spidol/krayon hitam, penambahan tekstur, dan pembersihan tepi kertas).

  3. Mempraktikkan penambahan detail (seperti tekstur rambut, pola baju, atau bayangan) pada gambar ekspresi masing-masing.

  4. Melakukan pembersihan akhir dan penandatanganan nama pembuat karya di pojok gambar.

  5. Menyelesaikan lembar refleksi diri dan menjawab soal post test sederhana.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan memperlihatkan dua karya gambar ekspresi yang sudah selesai diwarnai: satu gambar garis tepinya belum ditegaskan, dan satu gambar lainnya garis tepinya sudah ditegaskan dengan krayon hitam serta diberi detail titik-titik cahaya.

Guru bertanya: "Anak-anak, perhatikan kedua gambar ini. Manakah gambar yang terlihat lebih jelas, rapi, dan menarik perhatian kalian? Hari ini kita akan melakukan tahap akhir (finishing) agar karya gambar ekspresi kalian menjadi lebih hidup dan sempurna!"

Guru mengaitkan jawaban siswa dengan materi Finishing dan Penyempurnaan Detail Karya.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT menyukai keindahan dan hamba-Nya yang mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh hingga sempurna (itqan), sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Naml ayat 88:

    "...Begitulah perbuatan Allah yang membuat segala sesuatu dengan kokoh/sempurna. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

    Menyelesaikan karya hingga tahap akhir dengan rapi adalah bentuk kesungguhan dan rasa syukur kita atas keahlian yang Allah berikan.

  2. Penjabaran Materi & Contoh Soal

    • Konsep Finishing dan Penyempurnaan Detail:

      • Finishing (Penyelesaian Akhir): Tahap akhir dalam membuat karya seni rupa untuk merapikan, mempertegas, dan memberikan sentuhan akhir agar karya terlihat utuh.

      • Langkah-Langkah Finishing Gambar Ekspresi:

        1. Outlining (Penegasan Garis Tepi): Menebalkan garis batas gambar menggunakan krayon hitam, pensil kaca, atau spidol hitam agar objek utama terlihat menonjol dan jelas.

        2. Penambahan Detail Tekstur: Memberikan garis-garis halus untuk tekstur rambut, lipatan baju, rumput, atau efek pantulan cahaya.

        3. Pembersihan (Cleaning): Membersihkan remah-remah krayon atau bercak noda di luar bidang gambar menggunakan tisu atau penghapus.

        4. Identitas Karya: Menuliskan nama, kelas, dan judul karya di sudut bawah kertas.

    • Contoh Gambar Karya Siswa (Hasil Akhir Finishing):

    (Deskripsi Gambar: Karya gambar ekspresi bertema "Bahagia Bermain di Taman" setelah melalui tahap finishing. Garis tepi objek utama ditegaskan dengan krayon hitam, dilengkapi detail tekstur rumput, ornamen baju, dan latar belakang yang bersih).  

  3. Video Pembelajaran

    • Link Video : [Video Pembelajaran Seni Rupa: Teknik Finishing dan Penegasan Garis Tepi Gambar Ekspresi Kelas 3 SD]

  4. Media / Alat Peraga

    • Karya gambar ekspresi peserta didik dari pertemuan sebelumnya.

    • Krayon hitam / Pensil Kaca (Dermatograph) / Spidol hitam.

    • Tisu, penghapus, dan penggaris.

    • LKPD (Lembar Ceklis Finishing Karya).

  5. Post Test

    • Bentuk : Isian Singkat & Penilaian Praktik

    • Soal :

      1. Kegiatan menebalkan garis tepi gambar menggunakan krayon hitam atau spidol agar bentuk objek terlihat jelas disebut .....

      2. Mengapa kita perlu membersihkan noda krayon di sekitar kertas sebelum karya dipajang?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Tahap finishing dan penyempurnaan detail merupakan langkah penting untuk mempertegas objek gambar, menambah keindahan tekstur, serta menjaga kerapian karya secara keseluruhan sehingga gambar ekspresi siap dipamerkan dengan bangga.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik : Peserta didik sangat tekun saat mempertegas garis tepi gambar mereka menggunakan krayon hitam sehingga objek gambar terlihat menonjol.

    • Kendala yang ditemukan : Beberapa peserta didik secara tidak sengaja menggeser krayon hitam sehingga mengenai bidang warna lain yang terang.

    • Respons/keterlibatan peserta didik : Peserta didik merasa sangat puas dan bangga melihat perubahan gambarnya sebelum dan sesudah tahap finishing.

    • Tindak lanjut pembelajaran : Mengumpulkan seluruh karya yang telah diberi identitas untuk dinilai dan disiapkan pada papan pameran kelas.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

    Tindak Lanjut : Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan langsung untuk merapikan garis kontur tepi gambar dan membersihkan area latar kertas.

Postingan 2_ Matematika, Senin 21 September 2026

 



 

🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi Sholih dan Sholiha Kelas 3A 💕
Senin 21 September 2026. Semoga hari ini semuanya dalam keadaan sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. 🤲🏻

Sebelum memulai aktivitas, jangan lupa ya:
🕌 Sholat Dhuha
📖 Murojaah surat-surat pendek
🤍 Selalu berperilaku jujur, baik, sopan, dan disiplin
👨‍👩‍👧 Jangan lupa membantu orang tua di rumah.

🌷 Tetap semangat belajar dan jangan mudah menyerah!
Ingat, anak hebat bukan hanya yang pintar, tetapi juga yang jujur, rajin, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak yang baik. Jadilah anak yang setiap harinya berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin. 💪🏻✨

😷 Dan yang paling penting, tetap jaga kesehatan ya, Sholih-Sholiha. Rajin mencuci tangan, makan makanan yang sehat, cukup istirahat, dan gunakan masker saat keluar rumah atau berada di tempat ramai.

Semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu, keberkahan, dan kebaikan. 🌈💖

Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jangan lupa selalu berdoa! 🤲🏻
🥰 Ibu Guru bangga dengan kalian semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Senin, 21 September 2026

  3. Hari/Tanggal: [Isi Hari/Tanggal]

  4. Fase/Kelas: B / Kelas 3 SD

  5. Materi: Perkalian Bilangan Cacah (Konsep Penjumlahan Berulang & Perkalian Bersusun)

  6. Pertemuan Ke-: 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000. Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik mampu menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang dengan benar.

    • Peserta didik mampu menghitung hasil perkalian dua bilangan cacah hingga dua angka menggunakan metode bersusun pendek/panjang secara tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mastery: Peserta didik menguasai tabel perkalian dasar (1–10) serta teknik menyimpan pada perkalian bersusun.

    • Meaningful: Peserta didik memahami manfaat perkalian dalam kehidupan sehari-hari (seperti menghitung total kemasan barang atau jumlah piring makanan).

    • Joyful: Peserta didik merasa senang dan percaya diri menyelesaikan tantangan berhitung melalui permainan kartu perkalian interaktif.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Stimulation: Mengamati beberapa wadah berisi benda konkret dengan jumlah yang sama.

  2. Problem Statement: Merumuskan cara menghitung total benda secara cepat tanpa menghitung satu per satu.

  3. Data Collection: Mengelompokkan benda dan menuliskan bentuk penjumlahan berulang serta kalimat matematikanya.

  4. Data Processing: Berlatih menyelesaikan soal perkalian satu angka dan perkalian bersusun dua angka pada LKPD.

  5. Verification: Memeriksa kembali hasil perhitungan bersama kelompok dan menyocokkan dengan media papan perkalian.

  6. Generalization: Menyimpulkan konsep perkalian bilangan cacah dan langkah-langkah perkalian bersusun.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan membawa 4 piring kecil, di mana setiap piring berisi 3 buah permen. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, ada berapa total permen yang Ibu bawa? Bisakah kita menghitungnya dengan cepat tanpa menghitung permen satu per satu?" Guru menghubungkan jawaban siswa dengan konsep perkalian.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

QS. Al-Baqarah Ayat 261:

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji..."

Allah Swt. melipatgandakan pahala kebaikan hamba-Nya menggunakan konsep kelipatan/perkalian. Belajar perkalian membantu kita memahami betapa besarnya keberkahan yang Allah berikan dari setiap amalan kecil yang kita lakukan.

2. Penjabaran Materi

MATEMATIKA 

Perkalian Bilangan Cacah

Konsep Penjumlahan Berulang & Perkalian Bersusun

A. Pengertian Perkalian

Perkalian adalah penjumlahan yang dilakukan secara berulang dengan bilangan yang sama.

Contoh:

🍎 🍎 🍎
🍎 🍎 🍎
🍎 🍎 🍎
🍎 🍎 🍎

Ada 4 kelompok, setiap kelompok berisi 3 apel.

Maka:

3 + 3 + 3 + 3 = 12

Ditulis dalam bentuk perkalian:

4 × 3 = 12

Artinya 4 kelompok yang masing-masing berisi 3 benda.

B. Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang

Perhatikan contoh berikut:

⭐ ⭐ ⭐ ⭐
⭐ ⭐ ⭐ ⭐
⭐ ⭐ ⭐ ⭐

Ada 3 kelompok, setiap kelompok berisi 4 bintang.

Penjumlahan berulang:

4 + 4 + 4 = 12

Perkalian:

3 × 4 = 12

Jadi:

3 × 4 = 4 + 4 + 4 = 12

genui{"learning_viz":{"type_id":"MULTIPLICATION_AS_REPEATED_ADDITION","initial_values":{"groupCount":3,"itemsPerGroup":4},"locale_override":"id-ID"}}

C. Cara Membaca Perkalian

5 × 2 = 10

Dibaca:

Lima kali dua sama dengan sepuluh.

Artinya:

2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 10

Contoh lainnya:

4 × 5 = 20

Artinya:

5 + 5 + 5 + 5 = 20

D. Perkalian Bersusun

Perkalian bersusun digunakan untuk menghitung perkalian dengan cara yang lebih teratur.

Contoh 1

Hitunglah:

23 × 3

Susun ke bawah:

   23
    3
  ×──
   69

Langkah:

  1. 3 × 3 = 9

  2. 3 × 2 = 6

Jadi:

23 × 3 = 69

Contoh 2

Hitunglah:

24 × 3

    24
     3
   ×──
    72

Langkah:

  • 3 × 4 = 12 → tulis 2, simpan 1.

  • 3 × 2 = 6, kemudian tambah 1 = 7.

Jadi:

24 × 3 = 72

Contoh 3

Hitunglah:

125 × 3

    125
      3
    ×───
    375

Langkah:

  • 3 × 5 = 15 → tulis 5, simpan 1.

  • 3 × 2 = 6 + 1 = 7.

  • 3 × 1 = 3.

Jadi:

125 × 3 = 375

E. Kesimpulan

⭐ Perkalian merupakan penjumlahan berulang.

⭐ Contoh:

4 × 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12

⭐ Perkalian dapat dikerjakan dengan cara bersusun.

⭐ Dalam perkalian bersusun, kita menghitung mulai dari angka satuan, kemudian puluhan, lalu ratusan.

LATIHAN SOAL

A. Isilah titik-titik berikut!

  1. 3 + 3 + 3 + 3 = ... × ... = ...

  2. 5 + 5 + 5 = ... × ... = ...

  3. 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = ... × ... = ...

  4. 4 × 6 = ... + ... + ... + ... = ...

  5. 3 × 7 = ... + ... + ... = ...

B. Hitunglah!

  1. 12 × 2 = ...

  2. 21 × 3 = ...

  3. 14 × 4 = ...

  4. 23 × 3 = ...

  5. 32 × 2 = ...

  6. 25 × 3 = ...

  7. 41 × 2 = ...

  8. 15 × 5 = ...

  9. 102 × 3 = ...

  10. 121 × 2 = ...

C. Soal Cerita

  1. Ibu membeli 4 bungkus permen. Setiap bungkus berisi 6 permen.
    Berapa jumlah seluruh permen?

  2. Di kelas terdapat 5 meja. Setiap meja digunakan oleh 4 siswa.
    Berapa jumlah siswa seluruhnya?

  3. Ayah membeli 3 kotak pensil. Setiap kotak berisi 12 pensil.
    Berapa jumlah pensil semuanya?

  4. Siti memiliki 4 kantong kelereng. Setiap kantong berisi 15 kelereng.
    Berapa jumlah kelereng Siti?

  5. Sebuah toko memiliki 3 rak. Setiap rak berisi 25 buku.
    Berapa jumlah buku seluruhnya?

KUNCI JAWABAN

  1. 4 × 3 = 12

  2. 3 × 5 = 15

  3. 5 × 2 = 10

  4. 6 + 6 + 6 + 6 = 24

  5. 7 + 7 + 7 = 21

  6. 24

  7. 63

  8. 56

  9. 69

  10. 64

  11. 75

  12. 82

  13. 75

  14. 306

  15. 242

  16. 24 permen

  17. 20 siswa

  18. 36 pensil

  19. 60 kelereng

  20. 75 buku


3. Video Pembelajaran

Perkalian berulang 

4. Media / Alat Peraga

  • Benda konkret (stik es krim, kelereng, wadah plastik)

  • Papan Tabel Perkalian

  • Kartu Angka / Flashcard Perkalian

  • Slide PPT Perkalian Bersusun

5. Post Test (Soal Evaluasi Matematika)

Bagian I: Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat (a, b, c, atau d)!

  1. Bentuk penjumlahan berulang dari $5 \times 4$ adalah ....

    a. $5 + 5 + 5 + 5$

    b. $4 + 4 + 4 + 4 + 4$

    c. $5 + 4$

    d. $4 + 5 + 4 + 5$

  2. Hasil dari $6 \times 7$ adalah ....

    a. 36

    b. 42

    c. 48

    d. 54

  3. Ibu membeli 3 kotak pensil. Setiap kotak berisi 12 pensil. Jumlah seluruh pensil yang dibeli Ibu adalah ....

    a. 15

    b. 32

    c. 36

    d. 42

  4. Angka berapa pun jika dikalikan dengan angka 0 (nol) hasilnya adalah ....

    a. Angka itu sendiri

    b. 1

    c. 0

    d. 10

  5. Sifat pertukaran yang benar pada perkalian di bawah ini adalah ....

    a. $8 \times 3 = 8 + 3$

    b. $8 \times 3 = 3 \times 8$

    c. $8 \times 3 = 8 - 3$

    d. $8 \times 3 = 24 \times 1$

  6. Hasil dari $35 \times 2$ adalah ....

    a. 60

    b. 70

    c. 80

    d. 90

  7. Pak Tani memanen 4 keranjang apel. Jika setiap keranjang berisi 20 buah apel, maka total apel yang dipanen adalah ....

    a. 60 buah

    b. 70 buah

    c. 80 buah

    d. 100 buah

  8. Hasil perkalian $18 \times 4$ menggunakan metode bersusun adalah ....

    a. 62

    b. 72

    c. 82

    d. 92

  9. Di sebuah ruang kelas terdapat 5 baris meja. Jika setiap baris terdiri dari 6 meja, jumlah seluruh meja di kelas tersebut adalah ....

    a. 30

    b. 25

    c. 20

    d. 11

  10. $9 \times \dots = 45$. Bilangan yang tepat untuk mengisi titik-titik tersebut adalah ....

    a. 4

    b. 5

    c. 6

    d. 7

Bagian II: Soal Isian

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

  1. Perkalian merupakan proses .... yang dilakukan secara berulang.

  2. Bentuk perkalian dari $7 + 7 + 7 + 7 + 7$ adalah ....

  3. Hasil dari $15 \times 5$ adalah ....

  4. Sebuah toko buku memiliki 6 rak buku. Jika setiap rak berisi 11 buku cerita, maka total buku cerita adalah ....

  5. Hitunglah hasil dari perkalian bersusun $43 \times 3$!

Kunci Jawaban:

  • Pilihan Ganda:

    1. b | 2. b | 3. c | 4. c | 5. b | 6. b | 7. c | 8. b | 9. a | 10. b

  • Isian:

    1. Penjumlahan

    2. $5 \times 7$

    3. 75

    4. 66 buku

    5. 129

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Peserta didik dapat memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang serta mampu menyelesaikan operasi perkalian bilangan cacah hingga dua angka, baik secara langsung maupun dengan metode perkalian bersusun pendek.

2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik dapat memahami konsep dasar penjumlahan berulang dengan cepat menggunakan media benda konkret.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu berlatih dan dibimbing pada teknik menyimpan saat melakukan perkalian bersusun pendek.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif dan bersemangat saat menjawab tantangan perkalian cepat di depan kelas.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan rutin (drill) perkalian perkalian 1–10 secara berkala sebelum memulai pembelajaran.

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

Tindak lanjut:

  • Remedial & Pendampingan: Pendampingan khusus bagi peserta didik yang belum lancar menghitung perkalian bersusun menggunakan tabel alat bantu hitung.

  • Pengayaan: Memberikan soal cerita bertingkat bagi peserta didik yang telah tuntas melampaui capaian pembelajaran.

Postingan 1_Seni Rupa, Jumat, 18 Sept 2026

 



 

🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi Sholih dan Sholiha Kelas 3A 💕
Jumat 18 September 2026. Semoga hari ini semuanya dalam keadaan sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. 🤲🏻

Sebelum memulai aktivitas, jangan lupa ya:
🕌 Sholat Dhuha
📖 Murojaah surat-surat pendek
🤍 Selalu berperilaku jujur, baik, sopan, dan disiplin
👨‍👩‍👧 Jangan lupa membantu orang tua di rumah.

🌷 Tetap semangat belajar dan jangan mudah menyerah!
Ingat, anak hebat bukan hanya yang pintar, tetapi juga yang jujur, rajin, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak yang baik. Jadilah anak yang setiap harinya berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin. 💪🏻✨

😷 Dan yang paling penting, tetap jaga kesehatan ya, Sholih-Sholiha. Rajin mencuci tangan, makan makanan yang sehat, cukup istirahat, dan gunakan masker saat keluar rumah atau berada di tempat ramai.

Semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu, keberkahan, dan kebaikan. 🌈💖

Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jangan lupa selalu berdoa! 🤲🏻
🥰 Ibu Guru bangga dengan kalian semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal: Jumat, 18 September 2026

  4. Fase/Kelas: B / Kelas 3 SD

  5. Materi: Pembuatan Sketsa Awal Gambar Ekspresi Menggunakan Pensil secara Mandiri

  6. Pertemuan Ke-: [Isi Pertemuan Ke-]

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengamati, merekam, dan menuangkan pengalaman visualnya secara mandiri dalam bentuk karya gambar ekspresi. Peserta didik dapat menggunakan alat dan bahan dasar seni rupa (seperti pensil dan kertas) dengan teknik sketsa yang benar untuk menyampaikan emosi, gagasan, atau perasaan diri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik mampu merancang dan membuat sketsa awal gambar ekspresi menggunakan pensil secara mandiri dengan proporsi yang baik.

    • Peserta didik mampu mengekspresikan gagasan dan emosi diri (senang, sedih, bangga, terkejut) ke dalam karya seni rupa 2 dimensi.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mastery: Peserta didik menguasai teknik dasar garis sketsa tipis (outlining) menggunakan pensil sebelum tahap pewarnaan.

    • Meaningful: Peserta didik memahami bahwa menggambar ekspresi merupakan wadah positif untuk menyampaikan perasaan dan cerita pengalaman pribadi.

    • Joyful: Peserta didik merasa gembira dan bebas mengeksplorasi imajinasi serta menggoreskan pensil secara mandiri di kertas gambar.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati berbagai contoh raut wajah dan ekspresi emosi pada karya gambar ekspresi.

  2. Memahami pengertian gambar ekspresi dan fungsi sketsa awal (sketch).

  3. Mengenal teknik memegang pensil untuk membuat garis bantu tipis (sketsa).

  4. Merekam perasaan pribadi (misal: pengalaman liburan, gembira saat bermain) sebagai ide sketsa.

  5. Merancang sketsa awal gambar ekspresi di kertas gambar secara mandiri.

  6. Menganalisis dan mengevaluasi karya sketsa mandiri melalui kegiatan Post Test / Refleksi.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan meragakan beberapa raut wajah (tersenyum lebar, terkejut, dan ceria). Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, kalau kalian sedang merasa sangat gembira, bagaimana bentuk mata dan senyum di wajahmu? Bagaimana ya cara kita menuangkan perasaan gembira itu ke dalam coretan pensil di kertas?" Guru mengaitkan respons siswa dengan materi sketsa gambar ekspresi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

QS. At-Tin Ayat 4:

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."

Allah Swt. menciptakan manusia dengan keindahan raut wajah serta kemampuan merasakan berbagai emosi. Menggambar ekspresi adalah salah satu cara mengagumi dan mensyukuri anugerah bentuk paras serta rasa ciptaan Allah.

2. Penjabaran Materi

  • Pengertian Gambar Ekspresi: Gambar yang dibuat berdasarkan perasaan, ungkapan jiwa, dan imajinasi pembuatnya tanpa harus meniru objek secara kaku.

  • Fungsi Sketsa Awal:

    • Sebagai rancaangan awal gambar agar bentuk dan tata letaknya pas di kertas.

    • Memudahkan perbaikan (dihapus) jika terjadi kekeliruan sebelum diberi warna.

  • Langkah Membuat Sketsa Mandiri Menggunakan Pensil:

    1. Tentukan Tema/Emosi: Pilih perasaan yang ingin digambarkan (contoh: Saya sedang Ceria).

    2. Gunakan Garis Tipis: Pegang pensil sedikit miring dan tekan secara lembut agar garis sketsa tidak terlalu tebal.

    3. Buat Bentuk Dasar (Geometri): Gunakan lingkaran/oval untuk kepala dan garis bantu untuk letak mata, hidung, serta mulut.

    4. Detail Ekspresi: Tambahkan lekukan alis, garis senyum, dan hiasan pendukung (rambut, topi, pakaian).

3. Video Pembelajaran

[Cantumkan Link Video Pembelajaran di sini]

4. Media / Alat Peraga

  • Kertas Gambar A4 / Buku Gambar

  • Pensil 2B dan Penghapus

  • Cermin Kecil (untuk mengamati ekspresi diri)

  • Slide PPT Contoh Gambar Ekspresi Tokoh

5. Post Test (Soal Evaluasi Seni Rupa)

Bagian I: Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat (a, b, c, atau d)!

  1. Gambar yang dibuat sesuai dengan perasaan, gagasan, atau emosi pembuatnya dinamakan gambar ....

    a. Dekoratif

    b. Ekspresi

    c. Proyeksi

    d. Denah

  2. Rancangan gambar paling awal yang dibuat menggunakan garis-garis tipis pensil disebut ....

    a. Lukisan

    b. Sketsa

    c. Pigura

    d. Arsir

  3. Alat utama yang digunakan untuk membuat sketsa awal adalah ....

    a. Cat air

    b. Pensil dan penghapus

    c. Krayon

    d. Spidol warna

  4. Saat membuat sketsa awal, penekanan pensil sebaiknya dilakukan secara ....

    a. Sangat tebal dan keras

    b. Tipis dan lembut

    c. Digoreskan berulang-ulang hingga gelap

    d. Ditindih spidol

  5. Manfaat membuat sketsa dengan garis tipis adalah ....

    a. Agar kertas cepat sobek

    b. Supaya mudah dihapus dan dibetulkan jika ada kesalahan

    c. Agar gambar tidak terlihat orang lain

    d. Supaya tidak perlu diwarnai lagi

  6. Gambar wajah dengan alis terangkat dan bibir tersenyum lebar menunjukkan ekspresi ....

    a. Sedih

    b. Marah

    c. Gembira / Senang

    d. Mengantuk

  7. Unsur seni rupa paling dasar yang digunakan untuk merangkai bentuk sketsa pada kertas adalah ....

    a. Bidang

    b. Garis

    c. Warna

    d. Tekstur

  8. Bentuk geometri yang paling cocok digunakan sebagai garis bantu awal untuk menggambar sketsa kepala manusia adalah ....

    a. Segitiga

    b. Lingkaran atau Oval

    c. Persegi panjang

    d. Bintang

  9. Kemampuan menggambar sketsa tanpa meniru karya teman dan dikerjakan sendiri dinamakan sifat ....

    a. Mandiri

    b. Malas

    c. Boros

    d. Pasif

  10. Langkah selanjutnya setelah sketsa awal gambar ekspresi selesai dibuat dan dirapikan adalah ....

    a. Membuang kertas gambar

    b. Mewarnai gambar

    c. Menyimpan pensil tanpa merapikan

    d. Merobek gambar

Bagian II: Soal Isian

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

  1. Gambar yang dibuat berdasarkan luapan perasaan atau emosi pembuatnya disebut gambar ....

  2. Pembuatan sketsa awal menggunakan pensil sebaiknya digoreskan secara .... agar mudah dihapus.

  3. Garis lengkung ke atas pada bagian bibir melambangkan ekspresi wajah ....

  4. Alat yang digunakan untuk membersihkan atau merapikan garis sketsa pensil yang keliru adalah ....

  5. Tuliskan 2 contoh tema perasaan yang bisa dituangkan ke dalam gambar ekspresi!

Kunci Jawaban:

  • Pilihan Ganda:

    1. b | 2. b | 3. b | 4. b | 5. b | 6. c | 7. b | 8. b | 9. a | 10. b

  • Isian:

    1. Ekspresi

    2. Tipis / Lembut

    3. Senang / Gembira

    4. Penghapus (Eraser)

    5. Perasaan gembira saat berlibur; Perasaan bangga saat menjuarai perlombaan.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Melalui pembelajaran Seni Rupa ini, peserta didik mampu merancang dan membuat sketsa awal gambar ekspresi menggunakan pensil secara mandiri. Peserta didik memahami pentingnya penggunaan garis tipis dalam membuat sketsa awal serta mampu mengekspresikan emosi dan cerita diri ke dalam bentuk bidang visual 2 dimensi.

2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat gembira mengamati mimik wajah di cermin dan berani mencoretkan pensil secara mandiri.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih menekan pensil terlalu kuat sehingga bekas garis sketsa agak sulit dihapus bersih.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Seluruh siswa terlibat aktif dan percaya diri memperlihatkan hasil rancangan sketsa awal mereka.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan bimbingan kontrol tekanan tangan saat memegang pensil pada pertemuan berikutnya sebelum tahap penimpaan warna.

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas:25 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas:0 peserta didik

Tindak lanjut:

  • Remedial & Pendampingan: Pendampingan perorangan untuk melatih kontrol keluwesan tangan dalam membuat garis lingkar dan garis lengkung tipis.

  • Pengayaan: Peserta didik yang tuntas diminta menambahkan detail latar belakang (background) ekspresif pada sketsa gambarnya.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 2_ Ipas, Jumat, 18 September 2026

 



 

🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi Sholih dan Sholiha Kelas 3A 💕

Jumat 18 September 2026. Semoga hari ini semuanya dalam keadaan sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. 🤲🏻

Sebelum memulai aktivitas, jangan lupa ya:
🕌 Sholat Dhuha
📖 Murojaah surat-surat pendek
🤍 Selalu berperilaku jujur, baik, sopan, dan disiplin
👨‍👩‍👧 Jangan lupa membantu orang tua di rumah.

🌷 Tetap semangat belajar dan jangan mudah menyerah!
Ingat, anak hebat bukan hanya yang pintar, tetapi juga yang jujur, rajin, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak yang baik. Jadilah anak yang setiap harinya berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin. 💪🏻✨

😷 Dan yang paling penting, tetap jaga kesehatan ya, Sholih-Sholiha. Rajin mencuci tangan, makan makanan yang sehat, cukup istirahat, dan gunakan masker saat keluar rumah atau berada di tempat ramai.

Semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu, keberkahan, dan kebaikan. 🌈💖

Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jangan lupa selalu berdoa! 🤲🏻
🥰 Ibu Guru bangga dengan kalian semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal: Jumat, 18 September 2026

  4. Fase/Kelas: B / Kelas 3 SD

  5. Materi: Perubahan Wujud Zat (Mencair dan Membeku) - Model Problem-Based Learning (PBL)

  6. Pertemuan Ke-: [Isi Pertemuan Ke-]

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mengidentifikasi proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menjelaskan proses perubahan bentuk energi dan wujud zat akibat pengaruh energi kalor (panas) dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik mampu menjelaskan proses perubahan wujud zat mencair dan membeku dengan benar.

    • Peserta didik mampu mengidentifikasi penyebab perubahan wujud zat mencair dan membeku akibat pengaruh panas (kalor) melalui eksperimen berbasis masalah (PBL).

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mastery: Peserta didik menguasai konsep dasar serapan dan pelepasan kalor yang menyebabkan benda berubah dari padat ke cair atau sebaliknya.

    • Meaningful: Peserta didik memahami fenomena sehari-hari seperti mengapa es krim meleleh dan bagaimana cara membuat es lilin di rumah.

    • Joyful: Peserta didik merasa gembira dan tertantang saat memecahkan masalah menyelamatkan es batu agar tidak cepat meleleh dalam diskusi kelompok.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Orientasi Masalah: Mengamati fenomena es krim yang cepat meleleh saat berada di bawah terik matahari.

  2. Mengorganisasi Siswa: Membentuk kelompok kecil dan merumuskan masalah pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda.

  3. Membimbing Penyelidikan: Melakukan percobaan memanaskan lilin/mentega dan membekukan air gula pada cetakan es.

  4. Mengembangkan Hasil Karya: Mencatat data perubahan suhu/kalor pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  5. Menganalisis & Evaluasi: Mempresentasikan hasil analisis penyebab perubahan wujud mencair dan membeku di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan memperlihatkan sebatang es krim yang mulai meleleh dan menetes ke tangan. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, mengapa es krim ini berubah menjadi cair saat dipegang di luar ruangan? Apa yang membuatnya meleleh, dan bagaimana cara agar es krim ini bisa keras kembali?" Guru kemudian menghubungkan fenomena ini dengan materi pembelajaran hari ini.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

QS. Az-Zumar Ayat 21:

"Apakah engkau tidak memperhatikan bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi..."

Allah Swt. mengatur siklus air dan suhu di bumi sedemikian rupa. Pengaruh panas matahari dan dinginnya suhu merupakan bagian dari keagungan Allah yang memungkinkan terjadinya perubahan wujud zat untuk menunjang kehidupan makhluk hidup.

2. Penjabaran Materi


Perubahan Wujud Zat: Mencair dan Membeku


Ringkasan Materi :

1. Mencair

Mencair adalah perubahan wujud zat dari padat menjadi cair.

Mencair terjadi karena zat menerima panas.

Contoh:

  • Es batu menjadi air.

  • Mentega menjadi cair ketika dipanaskan.

  • Cokelat meleleh ketika terkena panas.

Padat → Cair

genui{"learning_viz":{"type_id":"PHASE_CHANGE_CYCLE","initial_values":{"initial_transition":"melting"},"locale_override":"id-ID"}}

2. Membeku

Membeku adalah perubahan wujud zat dari cair menjadi padat.

Membeku terjadi ketika zat melepaskan panas atau mengalami pendinginan.

Contoh:

  • Air menjadi es di dalam freezer.

  • Jus menjadi es setelah dimasukkan ke freezer.

  • Lilin cair menjadi padat setelah dingin.

Cair → Padat

genui{"learning_viz":{"type_id":"PHASE_CHANGE_CYCLE","initial_values":{"initial_transition":"freezing"},"locale_override":"id-ID"}}

D. Tabel Perbandingan

PerubahanDariMenjadiPenyebabContoh
MencairPadatCairMenerima panasEs → air
MembekuCairPadatPendinginan/melepaskan panasAir → es

1. Orientasi pada Masalah

Guru menunjukkan es batu kepada siswa.

Guru menyampaikan masalah:

“Ibu Guru membawa es batu untuk minuman. Es batu diletakkan di atas meja. Setelah beberapa saat, es batu berubah menjadi air. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?”

Siswa mengamati dan menyampaikan pendapat.

2. Mengorganisasi Peserta Didik

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok mendapatkan:

  • Es batu

  • 2 gelas

  • Air

  • Sendok

  • Lembar pengamatan

3. Melakukan Penyelidikan

Percobaan 1 – Mencair

  1. Letakkan es batu di dalam gelas.

  2. Amati keadaan es batu.

  3. Diamkan selama 10–15 menit.

  4. Amati perubahan yang terjadi.

  5. Catat hasil pengamatan.

Percobaan 2 – Membeku

Guru menunjukkan air yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam freezer hingga menjadi es.

Siswa membandingkan keadaan air sebelum dan sesudah didinginkan.

4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil

Setiap kelompok menyampaikan:

  • Apa yang terjadi pada es?

  • Mengapa es berubah menjadi air?

  • Apa yang terjadi pada air ketika didinginkan?

  • Apa perbedaan mencair dan membeku?

5. Menganalisis dan Mengevaluasi

Guru bersama siswa menyimpulkan:

Mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair karena menerima panas.
Membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat karena mengalami pendinginan.

F. LKPD – Mengamati Mencair dan Membeku

Nama: ____________________
Kelompok: _______________
Tanggal: _________________

Kegiatan 1: Mengamati Es Batu

No.Waktu PengamatanKeadaan Es
1Awal__________________
2Setelah 5 menit__________________
3Setelah 10 menit__________________
4Setelah 15 menit__________________

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Es batu pada awalnya berwujud __________.

  2. Setelah dibiarkan di meja, es batu berubah menjadi __________.

  3. Perubahan es menjadi air disebut __________.

  4. Mencair terjadi karena benda menerima __________.

  5. Air yang didinginkan dalam freezer dapat berubah menjadi __________.

  6. Perubahan air menjadi es disebut __________.

  7. Membeku merupakan perubahan dari wujud __________ menjadi __________.

  8. Tuliskan 2 contoh benda yang dapat mencair!
    Jawab: __________________ dan __________________.

  9. Tuliskan 2 contoh benda yang dapat membeku!
    Jawab: __________________ dan __________________.

  10. Apa perbedaan mencair dan membeku?
    Jawab: __________________________________________.

Kunci Jawaban

  1. Padat

  2. Air

  3. Mencair

  4. Panas

  5. Es

  6. Membeku

  7. Cair → padat

  8. Contoh: es dan mentega

  9. Contoh: air dan jus

  10. Mencair adalah padat menjadi cair, sedangkan membeku adalah cair menjadi padat.

H. Kesimpulan

Mencair: padat → cair karena menerima panas.
Membeku: cair → padat karena mengalami pendinginan.

Contoh:
🧊 Es → 💧 Air = Mencair
💧 Air → 🧊 Es = Membeku


  • Pengaruh Kalor (Panas): Kalor adalah energi panas yang dapat berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah.

  • 1. Perubahan Wujud Mencair:

    • Definisi: Perubahan wujud benda dari PADAT menjadi CAIR.

    • Penyebab: Benda menerima / menyerap kalor (panas).

    • Contoh: Es batu di tempat terbuka meleleh, mentega yang dipanaskan di atas wajan, dan lilin yang dibakar.

  • 2. Perubahan Wujud Membeku:

    • Definisi: Perubahan wujud benda dari CAIR menjadi PADAT.

    • Penyebab: Benda melepaskan kalor (mendingin).

    • Contoh: Air yang dimasukkan ke dalam freezer menjadi es batu, adonan agar-agar yang mendingin lalu memadat, serta lilin cair yang mendingin.

3. Video Pembelajaran

[Video perubahan wujud benda 

4. Media / Alat Peraga

  • Es batu, mentega, dan lilin

  • Wadah transparan & air hangat

  • Slide PPT Animasi Kalor dan Wujud Zat

  • LKPD Percobaan PBL

5. Post Test (Soal Evaluasi IPAS)

Bagian I: Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat (a, b, c, atau d)!

  1. Perubahan wujud benda dari padat menjadi cair dinamakan ....

    a. Membeku

    b. Mencair

    c. Menguap

    d. Menyublim

  2. Peristiwa membeku terjadi ketika benda cair ....

    a. Menyerap kalor / panas

    b. Melepaskan kalor / mendingin

    c. Ditiup angin

    d. Dibiarkan di bawah sinar matahari

  3. Penyebab utama es batu berubah menjadi air saat diletakkan di piring terbuka adalah ....

    a. Es batu melepaskan kalor

    b. Es batu menyerap panas dari udara sekitar

    c. Es batu tertiup angin

    d. Es batu ketumpahan air

  4. Benda di bawah ini yang mengalami perubahan wujud mencair saat dipanaskan adalah ....

    a. Air

    b. Mentega

    c. Minyak goreng

    d. Kecap

  5. Proses pembuatan es batu dari air dalam lemari es merupakan contoh peristiwa ....

    a. Mencair

    b. Membeku

    c. Menguap

    d. Mengembun

  6. Ketika lelehan lilin yang panas diteteskan ke atas meja, lama-kelamaan tetesan tersebut menjadi keras. Hal ini terjadi karena lelehan lilin ....

    a. Menyerap panas udara

    b. Melepaskan kalor ke udara dingin

    c. Bertambah jumlahnya

    d. Bercampur dengan kayu meja

  7. Es krim yang dibiarkan di bawah terik matahari akan cepat meleleh karena matahari merupakan sumber energi ....

    a. Gerak

    b. Bunyi

    c. Kalor / Panas

    d. Kimia

  8. Perubahan wujud dari cair menjadi padat dinamakan ....

    a. Membeku

    b. Mencair

    c. Menguap

    d. Mengkristal

  9. Ibu memasak agar-agar yang wujudnya cair. Setelah didiamkan beberapa saat di ruangan dingin, agar-agar tersebut menjadi padat. Perubahan ini dinamakan ....

    a. Mencair

    b. Membeku

    c. Menguap

    d. Mengembun

  10. Pasangan perubahan wujud zat dan penyebabnya yang benar di bawah ini adalah ....

    a. Mencair $\rightarrow$ Melepaskan panas

    b. Membeku $\rightarrow$ Menyerap panas

    c. Mencair $\rightarrow$ Menyerap panas

    d. Membeku $\rightarrow$ Dipanaskan

Bagian II: Soal Isian

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

  1. Perubahan wujud zat dari padat menjadi cair disebut ....

  2. Cokelat batangan yang dipanaskan di atas kompor akan berubah wujud menjadi ....

  3. Proses membeku terjadi karena benda cair mengalami penurunan suhu atau .... kalor.

  4. Es batu yang berubah menjadi air menunjukkan bahwa benda padat memerlukan energi .... untuk mencair.

  5. Tuliskan 2 contoh peristiwa perubahan wujud membeku dalam kehidupan sehari-hari!

Kunci Jawaban:

  • Pilihan Ganda:

    1. b | 2. b | 3. b | 4. b | 5. b | 6. b | 7. c | 8. a | 9. b | 10. c

  • Isian:

    1. Mencair

    2. Cair

    3. Melepaskan

    4. Panas / Kalor

    5. Membuat es batu dari air; Pembuatan lilin/agar-agar yang memadat setelah mendingin.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Melalui model Problem-Based Learning (PBL), peserta didik mampu menjelaskan proses perubahan wujud zat mencair (padat ke cair) dan membeku (cair ke padat) serta mengidentifikasi bahwa penerimaan kalor menyebabkan benda mencair, sedangkan pelepasan kalor menyebabkan benda membeku.

2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias mengamati lelehan lilin dan es batu secara langsung dalam kelompoknya.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih tertukar antara istilah menyerap kalor (dipanaskan) dan melepaskan kalor (didinginkan).

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Seluruh siswa berpartisipasi aktif dalam eksperimen sederhana dan menyampaikan pendapat saat diskusi pemecahan masalah.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan simulasi kartu bergambar mengenai perpindahan kalor pada proses perubahan wujud.

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas:25 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas:0peserta didik

Tindak lanjut:

  • Remedial & Pendampingan: Pendampingan khusus bagi peserta didik yang belum memahami hubungan antara suhu dan perubahan wujud zat melalui benda konkret.

  • Pengayaan: Peserta didik yang tuntas diminta membuat laporan eksperimen sederhana tentang pembuatan es lilin buah di rumah.

Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 2_Pendidikan Pancasila, Kamis, 17 September 2026





 

🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi Sholih dan Sholiha Kelas 3A 💕
Kamis 17 September 2026. Semoga hari ini semuanya dalam keadaan sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. 🤲🏻

Sebelum memulai aktivitas, jangan lupa ya:
🕌 Sholat Dhuha
📖 Murojaah surat-surat pendek
🤍 Selalu berperilaku jujur, baik, sopan, dan disiplin
👨‍👩‍👧 Jangan lupa membantu orang tua di rumah.

🌷 Tetap semangat belajar dan jangan mudah menyerah!
Ingat, anak hebat bukan hanya yang pintar, tetapi juga yang jujur, rajin, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak yang baik. Jadilah anak yang setiap harinya berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin. 💪🏻✨

😷 Dan yang paling penting, tetap jaga kesehatan ya, Sholih-Sholiha. Rajin mencuci tangan, makan makanan yang sehat, cukup istirahat, dan gunakan masker saat keluar rumah atau berada di tempat ramai.

Semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu, keberkahan, dan kebaikan. 🌈💖

Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jangan lupa selalu berdoa! 🤲🏻
🥰 Ibu Guru bangga dengan kalian semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal: Kamis, 17 September 2026

  4. Fase/Kelas: B / Kelas 3 SD

  5. Materi: Mengidentifikasi Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis di Sekolah (Model Discovery Learning)

  6. Pertemuan Ke-: 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi aturan di keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar tempat tinggal; mendeskripsikan hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan sebagai warga sekolah; serta mematuhi aturan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik mampu mengidentifikasi perbedaan aturan tertulis dan tidak tertulis di lingkungan sekolah melalui kegiatan pengamatan/observasi langsung secara tepat.

    • Peserta didik mampu menganalisis contoh-contoh aturan tertulis dan tidak tertulis serta pentingnya mematuhi aturan demi terciptanya ketertiban di sekolah.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mastery: Peserta didik menguasai pemahaman konsep aturan tertulis (memiliki dokumen/papan resmi) dan aturan tidak tertulis (kebiasaan/kesopanan).

    • Meaningful: Peserta didik memahami bahwa adanya aturan melatih kedisiplinan dan menjaga kenyamanan bersama di lingkungan SD Al Azhar 2 Bandar Lampung.

    • Joyful: Peserta didik merasa antusias dan gembira saat berperan menjadi "Detektif Aturan" untuk melakukan observasi keliling lingkungan sekolah.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Stimulation (Pemberian Rangsangan): Mengamati tata tertib yang tertempel di dinding kelas dan perilaku saling menyapa antar teman.

  2. Problem Statement (Identifikasi Masalah): Merumuskan pertanyaan mengapa ada aturan yang dipajang dalam bentuk tulisan dan ada aturan yang tidak tertulis tetapi wajib dilaksanakan.

  3. Data Collection (Pengumpulan Data): Melakukan observasi keliling lingkungan sekolah (perpustakaan, kantin, halaman, dan lorong kelas) untuk mencatat aturan yang ditemukan.

  4. Data Processing (Pengolahan Data): Mengelompokkan hasil temuan observasi ke dalam tabel aturan tertulis dan aturan tidak tertulis pada LKPD.

  5. Verification (Pembuktian): Membandingkan dan mendiskusikan hasil observasi kelompok dengan penjelasan guru dan buku teks.

  6. Generalization (Menarik Kesimpulan): Menyimpulkan definisi serta perbedaan aturan tertulis dan tidak tertulis di sekolah.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajak bernyanyi atau bertepuk kedisiplinan. Guru kemudian menunjuk papan poster "Tata Tertib Kelas" di dinding dan bertanya: "Anak-anak, mengapa poster ini dipasang di kelas kita? Lalu, saat kalian bersalaman dengan guru di depan gerbang, apakah ada papan petunjuknya? Mari kita cari tahu bersama mengapa ada aturan yang ditulis dan ada yang tidak!"

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

QS. An-Nisa Ayat 59:

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan/pemimpin) di antara kamu..."

Allah Swt. memerintahkan hamba-Nya untuk taat pada aturan dan tata tertib yang dibuat oleh pemimpin. Di sekolah, mematuhi aturan yang dibuat sekolah dan guru merupakan cerminan akhlak mulia dan bentuk ketaatan kita.

2. Penjabaran Materi

Pendidikan Pancasila Kelas 3 SD

Mengidentifikasi Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis di Sekolah

A. Apa Itu Aturan?

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

Di sekolah terdapat aturan tertulis dan aturan tidak tertulis.

1. Aturan Tertulis ✏️

Aturan tertulis adalah aturan yang dibuat dalam bentuk tulisan sehingga dapat dibaca dan diketahui oleh warga sekolah.

Contoh aturan tertulis di sekolah:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Memakai seragam sesuai ketentuan.
  • Mengikuti jadwal pelajaran.
  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  • Tidak berlari di lingkungan tertentu jika ada larangan tertulis.
  • Menjaga kebersihan sekolah.

Contoh: Tata tertib sekolah, jadwal piket, jadwal pelajaran, dan pengumuman sekolah.

2. Aturan Tidak Tertulis 🤝

Aturan tidak tertulis adalah aturan yang tidak dibuat dalam bentuk tulisan, tetapi dipahami dan dilakukan karena merupakan kebiasaan atau kesepakatan bersama.

Contoh aturan tidak tertulis:

  • Mengucapkan salam ketika bertemu guru.
  • Menghormati guru dan teman.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Menolong teman yang membutuhkan.
  • Antre dengan tertib.
  • Meminta izin ketika ingin menggunakan barang milik teman.

Aturan tidak tertulis tetap harus dilakukan walaupun tidak terdapat tulisan yang mengaturnya.

3. Mengapa Aturan Harus Dipatuhi?

Mematuhi aturan di sekolah dapat:

✅ Menciptakan suasana sekolah yang tertib.
✅ Membuat kegiatan belajar lebih nyaman.
✅ Menjaga keselamatan diri dan orang lain.
✅ Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.
✅ Membiasakan kita menghormati orang lain.
✅ Menciptakan kerukunan dan kerja sama.

🌟 Hubungan dengan Pancasila

Mematuhi aturan merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila, seperti:

  • menghormati orang lain,
  • menjaga persatuan,
  • bekerja sama,
  • bertanggung jawab,
  • berlaku adil dan tertib.

📝 LKPD Pendidikan Pancasila 

Materi: Aturan Tertulis dan Tidak Tertulis di Sekolah

Nama: __________________________
Kelas: __________________________
Tanggal: ________________________

A. Amati Gambar! 🔎

Perhatikan gambar berikut, kemudian tuliskan “tertulis” atau “tidak tertulis”.

  1. 📋 Tata tertib sekolah → __________________
  2. 👧👦 Mengantre dengan tertib → __________________
  3. 📅 Jadwal piket kelas → __________________
  4. 🤝 Menghormati teman → __________________
  5. 📚 Jadwal pelajaran → __________________
  6. 👩‍🏫 Berbicara sopan kepada guru → __________________

B. Pilihlah Jawaban yang Tepat!

  1. Aturan yang dibuat dalam bentuk tulisan disebut aturan ....
    a. tidak tertulis
    b. tertulis
    c. pribadi
  2. Contoh aturan tertulis adalah ....
    a. menghormati guru
    b. menyapa teman
    c. tata tertib sekolah
  3. Contoh aturan tidak tertulis adalah ....
    a. jadwal pelajaran
    b. menghormati guru
    c. jadwal piket
  4. Kita harus menaati aturan agar sekolah menjadi ....
    a. ramai dan gaduh
    b. tertib dan nyaman
    c. sepi dan kosong
  5. Ketika bertemu guru, sebaiknya kita ....
    a. mengabaikannya
    b. berteriak
    c. menyapa dengan sopan

C. Pasangkan dengan Tepat!

PernyataanJenis Aturan
1. Tata tertib sekolaha. Tidak tertulis
2. Menghormati gurub. Tertulis
3. Jadwal piket
4. Tidak mengejek teman
5. Jadwal pelajaran

D. Jawablah Pertanyaan Berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan aturan tertulis?
    Jawab: __________________________________
  2. Sebutkan 3 contoh aturan tertulis di sekolah!
    Jawab: __________________________________
  3. Sebutkan 3 contoh aturan tidak tertulis di sekolah!
    Jawab: __________________________________
  4. Mengapa kita harus menaati aturan di sekolah?
    Jawab: __________________________________

🔑 Kunci Jawaban

A:

  1. Tertulis
  2. Tidak tertulis
  3. Tertulis
  4. Tidak tertulis
  5. Tertulis
  6. Tidak tertulis

B: 1. b, 2. c, 3. b, 4. b, 5. c.

C: 1-b, 2-a, 3-b, 4-a, 5-b.

D: Jawaban disesuaikan dengan pemahaman siswa.

3. Video Pembelajaran

[Video aturan di sekolah 
4. Media / Alat Peraga

  • Papan Poster Tata Tertib Sekolah & Kelas

  • Lembar Pengamatan / Observasi "Detektif Aturan"

  • Slide PPT Contoh Gambar Aturan Tertulis & Tidak Tertulis

  • Alat Tulis dan Papan Jalan (Clipboard)

5. Post Test (Soal Evaluasi Pendidikan Pancasila)

Bagian I: Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat (a, b, c, atau d)!

  1. Petunjuk atau tata tertib yang dibuat untuk mengatur tingkah laku agar tercipta ketertiban disebut ....

    a. Hobi

    b. Aturan

    c. Cita-cita

    d. Hadiah

  2. Aturan yang dicetak atau dipajang secara resmi oleh pihak sekolah dinamakan aturan ....

    a. Rahasia

    b. Tidak tertulis

    c. Tertulis

    d. Bebas

  3. Di bawah ini yang merupakan contoh aturan tertulis di sekolah adalah ....

    a. Mengucapkan permisi saat lewat di depan guru

    b. Datang ke sekolah paling lambat pukul 07.00

    c. Menghibur teman yang sedang sedih

    d. Membantu teman yang kehilangan pensil

  4. Mengucapkan salam dan mencium tangan guru saat bertemu merupakan contoh aturan ....

    a. Tertulis

    b. Tidak tertulis

    c. Ujian

    d. Pemerintah

  5. Sikap yang benar saat berada dalam antrean beli makanan di kantin sekolah adalah ....

    a. Memotong antrean teman dari depan

    b. Mengantre dengan sabar dan tertib

    c. Dorong-dorongan dengan teman

    d. Berteriak meminta dilayani duluan

  6. Perbedaan utama antara aturan tertulis dan tidak tertulis adalah ....

    a. Aturan tertulis ada wujud dokumen/papannya, sedangkan aturan tidak tertulis berdasarkan kesopanan

    b. Aturan tertulis hanya untuk guru, aturan tidak tertulis untuk siswa

    c. Aturan tidak tertulis boleh dilanggar kapan saja

    d. Aturan tertulis tidak memiliki akibat jika dilanggar

  7. Siswa yang selalu mematuhi aturan sekolah akan menciptakan suasana belajar yang ....

    a. Berisik dan kacau

    b. Aman, tertib, dan nyaman

    c. Penuh pertengkaran

    d. Menakutkan

  8. Apabila kita melihat sampah berserakan di lorong kelas, sikap yang sesuai dengan kebiasaan/aturan sekolah yang baik adalah ....

    a. Membiarkannya karena bukan tugas kita

    b. Menyalahkan petugas kebersihan

    c. Mengambil dan membuangnya ke tempat sampah

    d. Menendang sampah tersebut

  9. Mengembalikan buku perpustakaan tepat pada waktunya merupakan contoh pelaksanaan aturan ....

    a. Tidak tertulis

    b. Tertulis di perpustakaan

    c. Rumah

    d. Masyarakat

  10. Jika semua siswa melanggar aturan sekolah, maka keadaan sekolah akan menjadi ....

    a. Sangat bersih

    b. Kacau dan tidak tertib

    c. Makin maju

    d. Damai

Bagian II: Soal Isian

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

  1. Aturan di sekolah dibuat dengan tujuan agar suasana belajar menjadi aman dan ....

  2. Memakai seragam sekolah lengkap sesuai jadwal merupakan contoh aturan ....

  3. Berbicara dengan bahasa yang santun kepada guru dan teman termasuk contoh aturan ....

  4. Kegiatan mengecek langsung lingkungan sekolah untuk menemukan aturan disebut kegiatan ....

  5. Tuliskan 2 contoh aturan tidak tertulis yang ada di sekolahmu!

Kunci Jawaban:

  • Pilihan Ganda:

    1. b | 2. c | 3. b | 4. b | 5. b | 6. a | 7. b | 8. c | 9. b | 10. b

  • Isian:

    1. Tertib / Nyaman

    2. Tertulis

    3. Tidak tertulis

    4. Observasi / Pengamatan

    5. Mengucapkan salam ketika bertemu guru; Menjaga ketenangan saat melewati kelas lain yang sedang belajar.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Melalui model Discovery Learning dan kegiatan observasi langsung, peserta didik berhasil menemukan dan membedakan aturan tertulis (seperti tata tertib berpakaian dan jam masuk) serta aturan tidak tertulis (seperti norma kesopanan dan budaya mengantre) di SD Al Azhar 2 Bandar Lampung, serta memahami pentingnya mematuhi kedua jenis aturan tersebut.

2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat aktif dan antusias saat melakukan observasi lapangan mengelilingi area sekolah sebagai "Detektif Aturan".

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa kelompok masih perlu diarahkan saat mengategorikan habituasi (kebiasaan baik) ke dalam aturan tidak tertulis.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Seluruh siswa terlibat aktif berdiskusi dalam kelompok dan percaya diri membacakan hasil pengamatannya.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Menempelkan hasil klasifikasi tabel aturan siswa di papan pajangan kelas sebagai pengingat kedisiplinan harian.

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas:22 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas: 3peserta didik

Tindak lanjut:

  • Remedial & Pendampingan: Pendampingan khusus bagi peserta didik yang belum memahami perbedaan sanksi aturan tertulis dan tidak tertulis melalui bermain peran (role play).

  • Pengayaan: Peserta didik yang tuntas diminta membuat poster imbauan norma kesopanan sederhana untuk dipasang di area kelas.
Dokumentasi kegiatan hari ini :