RSS

Postingan 2_Bahasa Indonesia, Senin,28 September 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A!
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Senin, 28 September 2026. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan untuk kita semua. 🤲🏻✨

💖 Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan niat yang baik dan semangat yang baru.

🌱 Mari selalu:
✨ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
✨ Peduli dan suka menolong teman.
✨ Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
✨ Disiplin dalam belajar dan mengikuti aturan.
✨ Rajin mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
✨ Melaksanakan salat Dhuha dan menjaga salat wajib. 🕌
✨ Jangan lupa murojaah surat-surat pendek. 📖
✨ Tebarkan kebaikan, berkata sopan, dan jangan menyakiti hati orang lain. 💕

🌟 Ingat, anak-anak:
Kejujuran membuat kita dipercaya, tanggung jawab membuat kita menjadi pribadi yang hebat, dan kebaikan yang kita lakukan akan menjadi pahala di sisi Allah. 🤍

💪 Semangat belajar hari ini!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Jadilah anak yang jujur, disiplin, mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik.

🌷 Kelas 3A hebat, kelas 3A sholih dan sholiha!
Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. 💪😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🏻


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Senin, 28 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Berkomunikasi dan Bermain Peran – Penampilan Bermain Peran Profesi

  6. Pertemuan Ke- : 8

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memperagakan percakapan atau teks drama sederhana dengan volume suara yang jelas, intonasi yang tepat, ekspresi wajah, serta gerak tubuh (gestur) yang sesuai dengan karakter profesi yang diperankan secara percaya diri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat memahami langkah-langkah dan tata cara menampilkan seni peran (role play) sesuai dengan profesi yang dipilih.

    • Peserta didik dapat menampilkan pertunjukan bermain peran profesi bersama kelompok menggunakan intonasi, lafal, dan gestur yang tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful) : Peserta didik memahami bahwa setiap profesi di sekitar kita memiliki peran, tugas, dan jasa yang sangat berharga bagi masyarakat.

    • Mi (Mindful) : Peserta didik bersikap cermat, menghayati karakter, dan saling mendengarkan lawan main saat melafalkan dialog di atas panggung.

    • Joy (Joyful) : Peserta didik merasa gembira, antusias, dan percaya diri saat mengekspresikan peran profesi impian mereka di depan kelas.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati peragaan singkat contoh akting/bermain peran profesi dari guru.

  2. Mendiskusikan 4 kunci utama penampil bermain peran yang baik (lafal, intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh).

  3. Melakukan gladi bersih/latihan akhir bersama kelompok dengan membawa properti sederhana.

  4. Menampilkan pertunjukan bermain peran profesi di depan kelas secara bergantian.

  5. Menyelesaikan lembar refleksi diri dan menjawab soal post test sederhana.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik sambil mengenakan stetoskop mainan dan jas putih di depan kelas.

Guru bertanya: "Anak-anak, coba tebak Ibu sedang berpura-pura menjadi siapa? Kera-kira bagaimana cara dokter berbicara saat menyapa pasien yang sedang sakit? Nah, hari ini giliran kalian yang tampil menunjukkan aksi hebat memainkan peran profesi impian kalian di depan teman-teman!"

Guru mengaitkan peragaan dengan materi Penampilan Bermain Peran Profesi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT menciptakan manusia dengan beragam keahlian dan pekerjaan agar saling melengkapi dan tolong-menolong, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Ma'idah ayat 2:

    "...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa..."

    Mengenal dan menghargai aneka ragam profesi mengajarkan kita untuk saling menghormati dan membantu sesama.

  2. Penjabaran Materi & Contoh Percakapan/Soal

    • Konsep Penampilan Bermain Peran Profesi:

      • Bermain Peran Profesi: Memeragakan watak, cara berbicara, dan tugas dari suatu pekerjaan (seperti Dokter, Polisi, Guru, Chef, Pemadam Kebakaran, atau Petani) berdasarkan skenario drama.

      • Hal yang Harus Diperhatikan Saat Tampil:

        1. Lafal & Intonasi: Pengucapan kata harus jelas (artikulasi) dan tinggi-rendahnya nada suara disesuaikan dengan suasana dialog.

        2. Ekspresi Wajah: Disesuaikan dengan perasaan tokoh (misal: ramah, tegas, cemas, atau gembira).

        3. Gerak Tubuh (Gestur): Gerakan tangan dan posisi tubuh mendukung profesi yang dimainkan (misal: Chef memeragakan memasak, Dokter memeriksa pasien).

        4. Kerja Sama Kelompok: Tidak saling memotong pembicaraan dan fokus mendengarkan lawan main.

    • CONTOH DIALOG PEMBELAJARAN SINGKAT

      • Tokoh: Dokter (Lani) & Pasien (Edo)

      • Dokter (Lani): (Tersenyum ramah sambil memegang stetoskop) "Selamat pagi, Dik Edo. Apa yang terasa sakit hari ini?"

      • Pasien (Edo): (Memegang perutnya dengan wajah lesu) "Selamat pagi, Dokter. Perut saya terasa mulas sejak tadi pagi..."

      • Dokter (Lani): (NADA TEGAS TAPI LEMBUT) "Baik, mari Dokter periksa dulu ya. Lain kali jangan lupa mencuci tangan sebelum makan agar kuman tidak masuk ke perut."

  3. Video Pembelajaran

    • Link Video : [Video Pembelajaran Bahasa Indonesia: Contoh Penampilan Bermain Peran Profesi Kelas 3 SD]

  4. Media / Alat Peraga

    • Properti profesi sederhana (Topi chef, stetoskop mainan, peluit polisi, buku catatan guru).

    • Kartu Peran (Role Card Profesi).

    • LKPD (Lembar Penilaian Apresiasi Teman).

  5. Post Test

    • Bentuk : Isian Singkat & Penilaian Praktik Unjuk Kerja

    • Soal :

      1. Pengucapan kata yang jelas dan mudah didengar saat berbicara di atas panggung disebut .....

      2. Sebutkan 2 hal yang harus disiapkan sebelum tampil memainkan peran profesi di depan kelas!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Menampilkan permainan peran profesi melatih keberanian, kelancaran berbahasa, dan rasa percaya diri. Dengan memperhatikan lafal, intonasi, ekspresi, serta gestur, pesan dan cerita dari profesi yang dimainkan dapat tersampaikan dengan sangat baik kepada penonton.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik : Peserta didik tampil sangat percaya diri membawa properti sederhana dan mampu menghayati peran masing-masing dengan gembira.

    • Kendala yang ditemukan : Beberapa peserta didik masih berbicara terlalu pelan karena ragu atau malu saat berada di depan panggung.

    • Respons/keterlibatan peserta didik : Penonton (peserta didik lain) aktif memberikan tepuk tangan dan apresiasi positif untuk setiap kelompok yang selesai tampil.

    • Tindak lanjut pembelajaran : Memberikan umpan balik positif serta stiker apresiasi "Aktor & Aktris Cilik Hebat" untuk semua peserta didik.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

    Tindak Lanjut : Bagi peserta didik yang belum tuntas/masih pemalu, akan diberikan kesempatan tampil ulang secara berpasangan dengan pendampingan langsung dari guru.

Postingan 3_Matematika,Senin, 28 September 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A!
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Senin, 28 September 2026. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan untuk kita semua. 🤲🏻✨

💖 Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan niat yang baik dan semangat yang baru.

🌱 Mari selalu:
✨ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
✨ Peduli dan suka menolong teman.
✨ Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
✨ Disiplin dalam belajar dan mengikuti aturan.
✨ Rajin mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
✨ Melaksanakan salat Dhuha dan menjaga salat wajib. 🕌
✨ Jangan lupa murojaah surat-surat pendek. 📖
✨ Tebarkan kebaikan, berkata sopan, dan jangan menyakiti hati orang lain. 💕

🌟 Ingat, anak-anak:
Kejujuran membuat kita dipercaya, tanggung jawab membuat kita menjadi pribadi yang hebat, dan kebaikan yang kita lakukan akan menjadi pahala di sisi Allah. 🤍

💪 Semangat belajar hari ini!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Jadilah anak yang jujur, disiplin, mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik.

🌷 Kelas 3A hebat, kelas 3A sholih dan sholiha!
Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. 💪😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🏻

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 28 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Operasi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

  6. Pertemuan Ke- : 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase B, peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat menghitung perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan tepat melalui konsep penjumlahan berulang dan tabel perkalian.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami bahwa konsep perkalian adalah penjumlahan berulang yang berguna untuk menyelesaikan masalah sehari-hari (seperti menghitung jumlah benda dalam beberapa kelompok).

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara sadar dan teliti menyusun kelompok benda serta menghitung hasil perkalian tanpa tergesa-gesa.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan antusias belajar perkalian melalui permainan kartu angka dan media benda konkret.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Menghubungkan konsep penjumlahan berulang dengan makna dasar perkalian.

  2. Memvisualisasikan perkalian menggunakan kelompok benda konkret atau gambar array/baris-kolom.

  3. Menghitung hasil perkalian bilangan cacah dasar (1–10) hingga hasilnya maksimal 100.

  4. Menyelesaikan soal cerita sederhana yang berkaitan dengan perkalian dalam kehidupan sehari-hari.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru membawa 3 kotak pensil, lalu masing-masing kotak diisi 4 pensil di depan kelas. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, jika Ibu/Bapak punya 3 kotak dan tiap kotak isinya 4 pensil, berapa jumlah seluruh pensilnya? Bagaimana cara cepat menghitungnya tanpa menghitung satu per satu?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi perkalian sebagai penjumlahan berulang.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah

    QS. Al-Baqarah Ayat 261:

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji..."

Ayat ini mengajarkan kita tentang prinsip kelipatan dan perkalian pahala dari Allah Swt., serta menunjukkan betapa teraturnya perhitungan ciptaan-Nya.

  1. Penjabaran Materi Siap, Bu Puji. 

    📚 Matematika Kelas 3 

    Perkalian Bilangan Cacah 1–100

    A. Perkalian Bilangan Cacah

    Perkalian digunakan untuk menghitung kelompok yang jumlahnya sama.

    Contoh:

    4 × 6 = 24

    Artinya ada 4 kelompok, setiap kelompok berisi 6.

    6 + 6 + 6 + 6 = 24

    Jadi, 4 × 6 = 24.

    B. Perkalian dengan Bilangan Dua Angka

    Contoh:

    12 × 3

    Artinya:
    12 + 12 + 12 = 36

    Jadi, 12 × 3 = 36.

    Contoh lainnya:

    15 × 4 = 60

    20 × 5 = 100


    ✏️ Latihan Soal Beragam

    A. Isilah titik-titik!

    1. 6 × 4 = ....

    2. 7 × 5 = ....

    3. 9 × 8 = ....

    4. 12 × 3 = ....

    5. 15 × 4 = ....

    B. Tentukan perkalian yang tepat!

    1. 🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎
      Ada 3 kelompok, setiap kelompok 3 apel.
      Kalimat perkaliannya adalah .... × .... = ....

    2. ⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐
      Kalimat perkaliannya adalah .... × .... = ....

    C. Lengkapi bilangan yang hilang!

    1. 5 × .... = 35

    2. .... × 6 = 42

    3. 8 × .... = 64

    4. .... × 9 = 81

    5. 10 × .... = 100

    D. Benar atau Salah?

    Tulislah Benar atau Salah.

    1. 4 × 7 = 28 → ....

    2. 6 × 8 = 46 → ....

    3. 9 × 5 = 45 → ....

    4. 12 × 4 = 48 → ....

    5. 10 × 9 = 90 → ....

    E. Pilih jawaban yang benar!

    1. Hasil dari 7 × 6 adalah ....

    • a. 36

    • b. 42

    • c. 48

    1. Hasil dari 8 × 9 adalah ....

    • a. 64

    • b. 72

    • c. 81

    1. Hasil dari 11 × 5 adalah ....

    • a. 45

    • b. 50

    • c. 55

    F. Soal Cerita

    1. Ada 6 kotak pensil. Setiap kotak berisi 7 pensil. Berapa jumlah pensil semuanya?

    2. Ibu membeli 4 bungkus kue. Setiap bungkus berisi 12 kue. Berapa jumlah kue seluruhnya?

    3. Di kelas terdapat 8 meja. Setiap meja digunakan oleh 3 siswa. Berapa siswa yang dapat duduk di meja tersebut?

    4. Ayah membeli 5 rak buku. Setiap rak berisi 15 buku. Berapa jumlah buku seluruhnya?

    5. Bu Guru menyiapkan 9 kelompok. Setiap kelompok mendapat 10 lembar kertas. Berapa lembar kertas yang disiapkan?

    🔑 Kunci Jawaban

    1. 24

    2. 35

    3. 72

    4. 36

    5. 60

    6. 3 × 3 = 9

    7. 4 × 4 = 16

    8. 7

    9. 7

    10. 8

    11. 9

    12. 10

    13. Benar

    14. Salah

    15. Benar

    16. Benar

    17. Benar

    18. b. 42

    19. b. 72

    20. c. 55

    21. 42 pensil

    22. 48 kue

    23. 24 siswa

    24. 75 buku

    25. 90 lembar kertas

  2. Video Pembelajaran
  3. Link Video Pembelajaran: [https://www.youtube.com/watch?example_perkalian_sd](https://www.youtube.com/watch?example_perkalian_sd) (Silakan sesuaikan dengan link video yang digunakan)

  4. Media/Alat Peraga

  • Benda konkret (stik es krim, kelereng, atau sedotan)

  • Wadah/mangkuk plastik untuk pengelompokan

  • Kartu angka perkalian

  • PPT interaktif materi perkalian

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test

    Selesaikan soal berikut dengan teliti!

  2. Tuliskan bentuk penjumlahan berulang dari 5 x 6 dan hitung hasilnya!

  3. Ibu membeli 4 kantong jeruk. Setiap kantong berisi 8 buah jeruk. Berapa jumlah seluruh jeruk yang dibeli Ibu?

  4. Hitunglah hasil dari 7 x 9 = ...
G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan

    Perkalian merupakan operasi penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama. Memahami konsep kelompok dan isi sangat membantu menghitung jumlah benda sampai 100 dengan lebih cepat dan akurat.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat aktif saat melakukan simulasi pengelompokan benda konkret (stik es krim) ke dalam wadah.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih tertukar antara konsep $3 \times 4$ ($4+4+4$) dengan $4 \times 3$ ($3+3+3+3$), meskipun hasil akhirnya sama.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sebagian besar peserta didik antusias dan dapat mengikuti permainan kartu perkalian dengan ceria.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan visual (gambar) bagi peserta didik yang masih bingung membedakan konsep kelompok dan isi.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

    Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik

    Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

Tindak lanjut :

Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan individu (bimbingan personal) menggunakan media stik es krim untuk menguatkan konsep dasar penjumlahan berulang serta latihan tambahan yang terpadu.

Postingan 1_ Seni Rupa_Senin,28 September 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A!
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Senin, 28 September 2026. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan untuk kita semua. 🤲🏻✨

💖 Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan niat yang baik dan semangat yang baru.

🌱 Mari selalu:
✨ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
✨ Peduli dan suka menolong teman.
✨ Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
✨ Disiplin dalam belajar dan mengikuti aturan.
✨ Rajin mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
✨ Melaksanakan salat Dhuha dan menjaga salat wajib. 🕌
✨ Jangan lupa murojaah surat-surat pendek. 📖
✨ Tebarkan kebaikan, berkata sopan, dan jangan menyakiti hati orang lain. 💕

🌟 Ingat, anak-anak:
Kejujuran membuat kita dipercaya, tanggung jawab membuat kita menjadi pribadi yang hebat, dan kebaikan yang kita lakukan akan menjadi pahala di sisi Allah. 🤍

💪 Semangat belajar hari ini!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Jadilah anak yang jujur, disiplin, mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik.

🌷 Kelas 3A hebat, kelas 3A sholih dan sholiha!
Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. 💪😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🏻

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Senin, 28 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Terampil Mengolah Kerapihan dan Finishing Karya Seni (Teknik Membersihkan Remah Krayon dan Memberi Sorotan Warna Putih)

  6. Pertemuan Ke- : 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengeksplorasi dan menggunakan elemen rupa serta teknik dasar pengolahan karya seni visual secara rapi, bersih, dan menarik. Peserta didik dapat menerapkan teknik finishing sederhana untuk mempertegas dan meningkatkan kualitas estetika karya menggambar/mewarnai.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat menerapkan teknik finishing karya seni visual secara terampil, meliputi cara membersihkan remah krayon dan memberikan sorotan warna putih (highlighting) untuk meningkatkan kerapihan dan kualitas karya.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami bahwa kerapihan dan ketelitian dalam proses finishing sangat menentukan keindahan dan nilai guna sebuah karya seni.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara berhati-hati dan fokus membersihkan sisa remah krayon tanpa mengotori kertas, serta menggoreskan warna putih pada area penyorotan dengan terukur.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa puas, bangga, dan senang melihat karya seni mereka menjadi lebih berkilau, bersih, dan tampak hidup setelah diberi sentuhan akhir (finishing).

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati demonstrasi guru mengenai teknik pembersihan remah krayon dan pemberian efek sorotan warna putih (highlight).

  2. Mempraktikkan cara membersihkan remah krayon pada karya mewarnai menggunakan kuas pembersih/lap khusus secara aman.

  3. Mengaplikasikan teknik pencahayaan/sorotan warna putih pada bagian gambar tertentu menggunakan krayon putih, cat akrilik putih, atau pensil warna putih.

  4. Menampilkan dan menilai tingkat kerapihan serta estetika finishing karya di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru memperlihatkan dua lembar karya menggambar yang gambarnya sama: satu karya tampak banyak noda/remah krayon yang kotor dan buram, sedangkan karya satunya bersih mengilap dengan efek kilau garis putih. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak sholih dan sholiha, coba bandingkan kedua gambar ini! Mana yang terlihat lebih bersih dan berkilau? Menurut kalian, bagaimana cara membuat gambar kita menjadi rapi dan bersinar seperti ini?" Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan teknik finishing karya seni rupa.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-Baqarah Ayat 222:

" ... Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Islam sangat menyukai kebersihan dan kerapihan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menghasilkan karya seni yang rapi, indah, dan bersih.

  1. Penjabaran Materi

  • 2 Teknik Utama Finishing Karya Krayon:

    1. Teknik Membersihkan Remah Krayon (Cleansing):

      • Aturan Utama: Jangan ditiup keras (agar remah tidak masuk mata) dan jangan diusap dengan telapak tangan (karena minyak di tangan akan membuat krayon kotor berlepotan).

      • Cara Benar: Gunakan kuas cat berbulu lembut/lebar atau kuas kue untuk menyapu remah krayon secara perlahan ke arah luar kertas, atau ketuk-ketuk belakang kertas secara lembut di atas tempat sampah.

    2. Teknik Pemberian Sorotan Warna Putih (Highlighting):

      • Fungsi: Memberikan kesan pantulan cahaya, kilauan, efek 3 dimensi, dan membuat gambar tampak lebih hidup.

      • Cara Mengaplikasikan: Goreskan krayon warna putih, white oil pastel, atau pensil warna putih tebal pada tepi objek/bagian gambar yang terkena arah cahaya (misal: lengkungan buah, pipi karakter, atau kilau air).

  1. Video Pembelajaran
    Link Video Pembelajaran Finishing Karya Krayon: [https://www.youtube.com/watch?example_finishing_krayon_sd](https://www.youtube.com/watch?example_finishing_krayon_sd) (Silakan sesuaikan dengan link video yang digunakan)

  2. Media/Alat Peraga

  • Karya mewarnai krayon peserta didik yang belum diselesaikan (draft)

  • Kuas pembersih lembut / Lap kain microfiber

  • Krayon warna putih / Oil pastel white / Spidol akrilik putih

  • Slide PPT demonstrasi teknik finishing

  • Lembar penilaian kerapihan karya (LKPD)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  2. Mengapa kita tidak boleh membersihkan sisa remah krayon dengan menyapunya menggunakan telapak tangan?

  3. Alat apakah yang paling aman dan rapi digunakan untuk membersihkan remah-remah krayon pada kertas menggambar?

  4. Apa fungsi utama dari memberikan sorotan warna putih (highlight) pada karya mewarnai?

  5. Pada bagian mana sajakah warna putih dapat digoreskan untuk memberi efek kilauan pencahayaan?

  6. Tuliskan 2 manfaat jika karya seni yang kita buat diselesaikan dengan bersih dan rapi!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Proses finishing yang baik menentukan keindahan akhir sebuah karya seni rupa. Dengan teknik menyapu remah krayon menggunakan kuas lembut dan memberikan efek kilau warna putih pada bagian tepi gambar, karya mewarnai akan terlihat jauh lebih rapi, bersih, mengilap, dan artistik.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat mencoba menyapu remah krayon menggunakan kuas dan takjub melihat efek kilap setelah diberi guratan warna putih.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih menekan krayon putih terlalu kuat sehingga warna dasar krayon yang di bawahnya ikut tercampur/berlepotan.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat aktif mempraktikkan teknik pada lembar karya masing-masing.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Melatih fleksibilitas dan tekanan tangan (controling pressure) peserta didik saat mengaplikasikan krayon putih di atas lapisan warna lain.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik

    Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

Tindak lanjut :
Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan bimbingan ulang secara individual dalam memegang kuas pembersih serta pemanfaatan stensil/pembatas kertas saat menggoreskan efek warna putih.

Postingan 1 _Seni Rupa _Jumat, 25 September 2026





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

💐 Selamat pagi, sholih sholiha kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 💐

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 🤲✨

Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu menjadi anak yang:

🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.
💗 Peduli dan suka menolong teman serta orang di sekitar.
🤍 Jujur dalam perkataan dan perbuatan, karena Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.
🕌 Jangan lupa sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
📖 Murojaah surat-surat pendek agar hafalan semakin lancar dan hati semakin dekat dengan Allah.

Ingat ya, anak-anak… kesuksesan tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. 🌷

💪 Tetap semangat belajar!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.
Jadilah anak yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

✨ “Aku anak hebat, aku anak jujur, aku bertanggung jawab, aku peduli kepada sesama, dan aku selalu semangat belajar!” ✨

🌷 Semangat terus, sholih sholiha kelas 3A!
Semoga hari ini penuh ilmu, kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan. Aamiin 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 💕


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 25 September  2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Pewarnaan Gambar Ekspresif (Emosional dan Gradasi)/ ilustrasi 

  6. Pertemuan Ke- : 5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi, mengolah, dan mengaplikasikan unsur-unsur rupa seperti garis, bentuk, tekstur, dan warna dalam karya seni rupa 2 dimensi. Peserta didik mampu mengekspresikan perasaan, ide, dan emosi secara kreatif melalui pemilihan warna dasar, warna sekunder, serta teknik pewarnaan gradasi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat memahami konsep warna ekspresif/emosional dan teknik gradasi warna.

    • Peserta didik dapat membandingkan kesan visual antara gambar berwarna monoton dengan gambar berwarna penuh gradasi.

    • Peserta didik mampu mewarnai sketsa gambar menggunakan teknik gradasi untuk menyampaikan emosi tertentu secara kreatif.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Meaningful, Mindful, Joyful)

    • Meaningful (Bermakna): Peserta didik memahami bahwa warna bukan sekadar hiasan, melainkan media untuk menyampaikan perasaan dan rasa syukur atas keindahan alam ciptaan Allah Swt.

    • Mindful (Bermakna secara Kesadaran): Peserta didik secara fokus dan sabar melembutkan transisi warna (gradasi) menggunakan alat warna (krayon/pensil warna).

    • Joyful (Menyenangakan): Peserta didik merasa gembira dan bebas mengekspresikan imajinasi serta emosi diri melalui pencampuran warna-warni yang cerah dan indah.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati perbandingan dua gambar serupa (satu berwarna monoton/satu warna dan satu berwarna penuh gradasi emosional).

  2. Mendiskusikan perasaan/emosi yang ditimbulkan dari masing-masing gambar tersebut.

  3. Memahami konsep warna emosional (warna hangat vs warna dingin) dan teknik dasar pencampuran gradasi warna.

  4. Berlatih membuat gradasi warna sederhana dari warna gelap ke warna terang.

  5. Mewarnai karya gambar ekspresif dengan menerapkan teknik gradasi sesuai dengan emosi yang ingin disampaikan.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa siswa dengan hangat, lalu menunjukkan sebuah objek (misalnya pemandangan atau karakter kartun). Guru menanyakan kepada siswa: "Anak-anak, pernahkah kalian melihat langit saat matahari terbenam? Warna apa saja yang kalian lihat di langit? Apakah warnanya cuma satu, atau ada perpaduan warna yang sangat cantik?"

Guru kemudian mengaitkan jawaban siswa dengan perasaan mereka hari ini dan bagaimana warna dapat mewakili perasaan gembira, tenang, atau semangat.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Keterkaitan materi dengan QS. An-Nahl Ayat 13:

    “Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan beraneka ragam warna. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.”

    Allah Swt. menciptakan alam semesta dengan beraneka ragam warna yang indah. Gradasi warna di alam (seperti warna pelangi, daun yang berganti musim, atau langit sore) adalah bukti keagungan penciptaan-Nya yang patut kita syukuri dan pelajari.

  2. Penjabaran Materi

    • Gambar Ekspresif & Emosional: Gambar yang dibuat untuk menyampaikan perasaan pembuatnya (senang, tenang, sedih, atau semangat) melalui garis dan pilihan warna.

      • Warna Hangat (Semangat/Ceria): Merah, Kuning, Jingga.

      • Warna Dingin (Tenang/Damai): Biru, Hijau, Ungu Muda.

    • Gradasi Warna: Perubahan atau tingkatan warna secara perlahan-lahan dari warna gelap ke warna terang (atau sebaliknya), sehingga gambar terlihat lebih hidup, berdimensi, dan menyatu.

    Perbandingan Visual Dua Gambar Serupa:

    Aspek PerbandinganGambar A (Monoton)Gambar B (Berwarna Penuh Gradasi)
    Teknik PewarnaanMenggunakan 1 warna saja (misal: hanya hitam-putih atau hanya warna biru tua rata).Menggunakan kombinasi warna bertingkat (misal: Biru Tua $\rightarrow$ Biru Muda $\rightarrow$ Putih).
    Kesan VisualTerlihat datar, kaku, sepi, dan kurang bernyawa.Terlihat hidup, bervolume, nyata, dan menarik perhatian.
    Kesan EmosionalTerasa bosan, sedih, atau monoton.Terasa dinamis, penuh energi, gembira, atau tenang mendalam.
  3. Video Pembelajaran

    • Link Video Tutorial Gradasi Krayon/Pensil Warna: [Masukan Link Video YouTube Tutorial Gradasi]

  4. Media / Alat Peraga

    • Gambar Perbandingan A (Monoton) & Gambar B (Gradasi)

    • PPT Materi Warna Ekspresif & Gradasi

    • Krayon / Pensil Warna / Oil Pastel

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kertas Gambar Sketsa

  5. Post Test

    • Soal 1 (Pilihan Ganda): Perubahan warna secara perlahan dan halus dari warna gelap ke warna terang disebut...

      a) Mewarnai Polos

      b) Gradasi Warna

      c) Sketsa Gambar

    • Soal 2 (Isian): Warna merah dan kuning memberikan kesan perasaan yang... (Semangat / Sedih)

    • Tugas Praktik (LKPD): Warnailah sketsa gambar pemandangan/buah berikut menggunakan minimal 3 gradasi warna (gelap, sedang, terang) untuk menunjukkan kesan hidup dan beremosi!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Pewarnaan gambar ekspresif dengan teknik gradasi membuat karya seni rupa menjadi lebih bernyawa, indah, dan kaya akan emosi dibandingkan dengan pewarnaan monoton. Warna merupakan karunia Allah Swt. yang dapat kita gunakan untuk mengekspresikan keindahan dan perasaan kita.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: [Tuliskan perkembangan positif saat pembelajaran berlangsung]

    • Kendala yang ditemukan: [Tuliskan hambatan siswa, misal: kesulitan menyatukan batas warna krayon]

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: [Tuliskan antusiasme dan keaktifan siswa selama praktik]

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pendampingan teknik smudging (pembauran warna) pada pertemuan berikutnya.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : …… peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : …… peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan individu (remedial) dalam teknik pencampuran warna dasar menggunakan gradasi 2 warna terlebih dahulu (gelap ke terang) sebelum masuk ke 3 warna.

Postingan 2_IPAS, Jumat, 25 September 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

💐 Selamat pagi, sholih sholiha kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 💐

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 🤲✨

Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu menjadi anak yang:

🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.
💗 Peduli dan suka menolong teman serta orang di sekitar.
🤍 Jujur dalam perkataan dan perbuatan, karena Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.
🕌 Jangan lupa sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
📖 Murojaah surat-surat pendek agar hafalan semakin lancar dan hati semakin dekat dengan Allah.

Ingat ya, anak-anak… kesuksesan tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. 🌷

💪 Tetap semangat belajar!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.
Jadilah anak yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

✨ “Aku anak hebat, aku anak jujur, aku bertanggung jawab, aku peduli kepada sesama, dan aku selalu semangat belajar!” ✨

🌷 Semangat terus, sholih sholiha kelas 3A!
Semoga hari ini penuh ilmu, kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan. Aamiin 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 💕

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 25 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Perubahan Wujud Benda (Menyublim dan Mengkristal)

  6. Pertemuan Ke- : 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi proses perubahan wujud zat yang terjadi karena pengaruh suhu serta menganalisis ragam perubahan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan proses perubahan wujud benda menyublim (padat ke gas) dan mengkristal (gas ke padat) dengan benar.

    • Peserta didik dapat menunjukkan dan memberikan contoh peristiwa menyublim dan mengkristal dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful) : Peserta didik memahami bahwa perubahan wujud benda menyublim dan mengkristal menunjukkan keteraturan alam dan keagungan penciptaan-Nya.

    • Mi (Mindful) : Peserta didik bersikap cermat, aman, dan penuh perhatian saat mengamati eksperimen perubahan wujud benda padat dan gas.

    • Joy (Joyful) : Peserta didik merasa takjub dan gembira saat melihat kapur barus yang dipanaskan membentuk kristal-kristal indah di bawah piring seng/es.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati kapur barus (kamper) di dalam lemari atau alat percobaan sederhana.

  2. Mendiskusikan proses perubahan wujud dari padat ke gas (menyublim) dan gas ke padat (mengkristal).

  3. Mengidentifikasi contoh peristiwa menyublim dan mengkristal di lingkungan sekitar.

  4. Menyelesaikan lembar pengamatan kelompok dan menjawab soal latihan/post test sederhana.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan membawa satu bungkus kapur barus (kamper) wangi ke depan kelas.

Guru bertanya: "Anak-anak, siapa yang di rumahnya pernah menaruh kapur barus di dalam lemari baju? Mengapa kapur barus yang tadinya padat dan besar, lama-kelamaan makin mengecil dan habis, tetapi lemarinya jadi berbau wangi?"

Guru menghubungkan jawaban siswa dengan materi menyublim dan mengkristal.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT menciptakan alam semesta dengan segala keteraturannya, termasuk pembentukan salju dan kristal es dari uap udara, sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nur ayat 43:

    "...dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari gumpalan-gumpalan awan seperti gunung-gunung..."

    Peristiwa ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah yang mengatur setiap perubahan wujud benda untuk keseimbangan alam.

  2. Penjabaran Materi & Contoh Percakapan/Soal

    • Konsep Menyublim dan Mengkristal:

      • Menyublim: Perubahan wujud benda dari padat menjadi gas. Terjadi karena benda menyerap panas (kalor).

        • Contoh sehari-hari: Kapur barus/kamper yang makin mengecil di dalam lemari, es kering (dry ice) yang berubah menjadi asap uap saat dibiarkan di udara terbuka.

      • Mengkristal (Terdeposisikan): Perubahan wujud benda dari gas menjadi padat. Terjadi karena uap/gas mengalami pelepasan panas (pendinginan secara drastis).

        • Contoh sehari-hari: Pembentukan salju di awan, pembentukan kristal es pada dinding freezer kulkas, pembentukan kristal kapur barus di balik tutup piring es saat percobaan.

    • CONTOH DIALOG PEMBELAJARAN SINGKAT

      • Tokoh: Ibu Guru & Siti

      • Ibu Guru: "Siti, coba perhatikan bagian bawah piring seng yang berisi batu es di atas kaleng percobaan kapur barus tadi. Ada apa di sana?"

      • Siti: "Wah, ada butiran-butiran putih berbentuk kristal yang menempel, Bu!"

      • Ibu Guru: "Luar biasa! Dari mana asal butiran kristal putih itu?"

      • Siti: "Apakah uap kapur barus yang panas tadi berubah jadi padat lagi karena kena dinginnya es di atas piring, Bu?"

      • Ibu Guru: "Tepat sekali, Siti! Perubahan dari uap/gas kapur barus menjadi kristal padat itulah yang disebut mengkristal."

  3. Video Pembelajaran

    • Link Video : [Video Pembelajaran IPAS: Perubahan Wujud Menyublim dan Mengkristal Kelas 3 SD]


  4. Media / Alat Peraga

    • Kaleng bekas/gelas kimia, kapur barus, piring seng/kaca, dan batu es (Media Percobaan Sederhana).

    • Gambar/Infografis Perubahan Wujud Benda.

    • LKPD (Lembar Kerja Pengamatan Kelompok).

  5. Post Test

    • Bentuk : Isian Singkat & Analisis Singkat

    • Soal :

      1. Perubahan wujud benda dari padat menjadi gas disebut .....

      2. Tuliskan 2 contoh peristiwa menyublim atau mengkristal yang pernah kamu temui di kehidupan sehari-hari!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Menyublim adalah perubahan wujud benda dari padat menjadi gas karena menyerap panas, contohnya kapur barus di lemari. Sedangkan mengkristal adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat karena pelepasan panas/pendinginan, contohnya pembentukan salju atau kristal es di kulkas.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik : Peserta didik sangat antusias dan terkagum-kagum saat melihat terbentuknya kristal kapur barus di balik piring es.

    • Kendala yang ditemukan : Beberapa peserta didik masih tertukar menyebut istilah mengkristal dengan membeku.

    • Respons/keterlibatan peserta didik : Peserta didik aktif bertanya dan bekerja sama dalam kelompok pengamatan.

    • Tindak lanjut pembelajaran : Memberikan bagan rangkuman 6 jenis perubahan wujud benda untuk memantapkan pemahaman peserta didik.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

    Tindak Lanjut : Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan ulang menggunakan kartu bergambar siklus perubahan wujud benda.

Postingan 2_Pendidikan Pancasila_Kamis,24 September 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

💐 Selamat pagi, sholih sholiha kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 💐

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 🤲✨

Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu menjadi anak yang:

🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.
💗 Peduli dan suka menolong teman serta orang di sekitar.
🤍 Jujur dalam perkataan dan perbuatan, karena Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.
🕌 Jangan lupa sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
📖 Murojaah surat-surat pendek agar hafalan semakin lancar dan hati semakin dekat dengan Allah.

Ingat ya, anak-anak… kesuksesan tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. 🌷

💪 Tetap semangat belajar!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.
Jadilah anak yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

✨ “Aku anak hebat, aku anak jujur, aku bertanggung jawab, aku peduli kepada sesama, dan aku selalu semangat belajar!” ✨

🌷 Semangat terus, sholih sholiha kelas 3A!
Semoga hari ini penuh ilmu, kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan. Aamiin 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 💕

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 24 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Menganalisis Manfaat Mematuhi Aturan Sekolah dan Akibat Melanggarnya

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu menganalisis manfaat mematuhi aturan serta merinci akibat dari melanggar aturan di lingkungan sekolah, serta menampilkan sikap patuh dan bertanggung jawab sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat menganalisis berbagai manfaat dari mematuhi aturan sekolah serta mengidentifikasi dampak/akibat jika melanggar aturan tersebut secara kritis dan tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami pentingnya aturan sebagai pedoman bersama yang menciptakan rasa aman, adil, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara sadar dan cermat menimbang akibat dari setiap tindakan yang dilakukan sebelum bertindak di lingkungan sekolah.

  • Joyful (Joy): Peserta didik antusias dan gembira mengikuti diskusi kelompok serta permainan kuis sebab-akibat (cause and effect card game).

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati studi kasus atau ilustrasi tentang situasi sekolah yang tertib versus situasi yang kacau.

  2. Menganalisis manfaat yang dirasakan ketika mematuhi aturan sekolah.

  3. Merinci akibat atau kerugian yang timbul bagi diri sendiri dan orang lain jika melanggar aturan sekolah.

  4. Menyajikan tabel analisis "Sebab-Akibat Aturan Sekolah" dalam diskusi dan pameran karya kelompok (gallery walk).

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menceritakan sebuah cerita pendek: "Budi terburu-buru dan berlari di koridor sekolah yang licin hingga menabrak Lani yang sedang membawa air minum." Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Anak-anak sholih dan sholiha, mengapa kejadian tersebut bisa terjadi? Aturan apa yang dilanggar Budi? Apa akibatnya bagi Lani dan Budi?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi manfaat mematuhi aturan dan akibat melanggarnya.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-A'raf Ayat 56:

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik..."

Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga ketertiban dan lingkungan sekitar. Melanggar aturan dapat menimbulkan kerugian serta kerusakan suasana kedamaian yang sudah tertata dengan baik.

  1. Penjabaran Materi

  • Manfaat Mematuhi Aturan Sekolah:

    • Suasana Belajar Nyaman: Kelas menjadi tenang sehingga semua siswa dapat fokus belajar.

    • Menjaga Keselamatan: Terhindar dari bahaya kecelakaan (misal: tidak berlarian di tangga/koridor).

    • Melatih Kedisiplinan & Tanggung Jawab: Membentuk karakter anak sholih dan sholiha yang dapat dipercaya.

    • Menciptakan Kerukunan: Menghindari perselisihan atau pertengkaran antarteman.

  • Akibat Melanggar Aturan Sekolah:

    • Merugikan Diri Sendiri: Tertinggal pelajaran (jika terlambat), mendapat sanksi/teguran, atau terluka.

    • Merugikan Orang Lain: Mengganggu konsentrasi teman belajar atau membuat orang lain cedera/terganggu.

    • Lingkungan Menjadi Kotor/Kacau: Sampah menumpuk jika tidak dibuang pada tempatnya.

  • Tabel Analisis Perbandingan:

Perilaku AturanManfaat MematuhiAkibat Melanggar
Datang tepat waktuDapat mengikuti pelajaran dari awal dengan tenangTertinggal materi dan merasa panik/malu
Buang sampah di tempatnyaLingkungan sekolah bersih, sehat, dan asriSekolah menjadi kotor, berbau, dan jadi sarang penyakit
Mengantre saat di kantinSemua siswa melayani dengan adil dan tertibTerjadi keributan, makanan tumpah, dan tidak adil
  1. Video Pembelajaran
    Link Video Pembelajaran Manfaat & Akibat Aturan: [https://www.youtube.com/watch?example_manfaat_akibat_aturan_sd](https://www.youtube.com/watch?example_manfaat_akibat_aturan_sd) (Silakan sesuaikan dengan link video yang digunakan)

  2. Media/Alat Peraga

  • Kartu Kasus "Sebab - Akibat"

  • Papan Pohon Solusi (Pohon Manfaat vs Pohon Dampak)

  • Slide PPT Interaktif

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Analisis

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat!

  2. Tuliskan 2 manfaat yang kamu rasakan jika selalu mematuhi aturan di dalam kelas!

  3. Ahmad suka membuang bungkus makanannya di bawah meja kelas. Apa akibat perbuatan Ahmad bagi teman-teman sekelasnya?

  4. Mengapa berjalan tertib di tangga sekolah lebih aman daripada berlarian? Jelaskan alasannya!

  5. Sebutkan akibat jika peserta didik tidak mematuhi jadwal piket kelas yang telah disepakati!

  6. Tuliskan satu pengalamanmu saat mematuhi aturan sekolah dan manfaat yang kamu dapatkan!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Mematuhi aturan sekolah memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan orang lain, seperti menciptakan suasana aman, tertib, dan harmonis. Sebaliknya, melanggar aturan akan membawa dampak buruk, merugikan kenyamanan bersama, serta merusak ketertiban lingkungan sekolah.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik dapat menganalisis dampak melanggar aturan secara kritis melalui simulasi studi kasus pendek.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum fokus membedakan akibat yang berdampak pada diri sendiri dan yang berdampak pada orang lain.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat aktif berdiskusi dalam kelompok saat mencocokkan kartu sebab-akibat.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan bimbingan pengelompokan dampak (dampak personal vs dampak sosial) pada pertemuan berikutnya.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : 24 peserta didik

    Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

Tindak lanjut :
Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan belajar tambahan (remedial) menggunakan gambar komik sederhana mengenai pilihan sikap dan dampaknya di sekolah.

Dokumentasi kegiatan hari ini :

Postingan 1_Ipas, Kamis, 24 September 2026





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

💐 Selamat pagi, sholih sholiha kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 💐

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 🤲✨

Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu menjadi anak yang:

🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.
💗 Peduli dan suka menolong teman serta orang di sekitar.
🤍 Jujur dalam perkataan dan perbuatan, karena Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.
🕌 Jangan lupa sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
📖 Murojaah surat-surat pendek agar hafalan semakin lancar dan hati semakin dekat dengan Allah.

Ingat ya, anak-anak… kesuksesan tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. 🌷

💪 Tetap semangat belajar!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.
Jadilah anak yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

✨ “Aku anak hebat, aku anak jujur, aku bertanggung jawab, aku peduli kepada sesama, dan aku selalu semangat belajar!” ✨

🌷 Semangat terus, sholih sholiha kelas 3A!
Semoga hari ini penuh ilmu, kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan. Aamiin 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 💕



A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 24 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Perubahan Wujud Benda (Menguap dan Mengembun)

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi proses perubahan wujud zat yang terjadi karena pengaruh suhu serta menganalisis ragam perubahan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan proses perubahan wujud benda menguap (cair ke gas) dan mengembun (gas ke cair) dengan benar.

    • Peserta didik dapat menunjukkan dan memberikan contoh peristiwa menguap dan mengembun dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful) : Peserta didik memahami bahwa perubahan wujud benda merupakan siklus alamiah yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi.

    • Mi (Mindful) : Peserta didik bersikap cermat dan fokus saat melakukan pengamatan langsung pada percobaan sederhana perubahan wujud benda.

    • Joy (Joyful) : Peserta didik merasa senang dan penasaran saat menyaksikan munculnya titik-titik air di luar gelas es atau uap air panas secara langsung.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati media konkret berupa gelas berisi air es dan air panas yang ditutup.

  2. Mendiskusikan proses perubahan wujud benda dari cair ke gas (menguap) dan gas ke cair (mengembun).

  3. Mengidentifikasi contoh-contoh peristiwa menguap dan mengembun di lingkungan sekitar.

  4. Menyelesaikan lembar pengamatan dan menjawab soal latihan/post test sederhana.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan membawa dua benda ke depan kelas: satu gelas air dingin berisi batu es dan pakaian basah yang baru dicuci.

Guru bertanya: "Anak-anak, coba perhatikan dinding luar gelas es ini! Mengapa basah dan ada titik-titik airnya padahal air di dalam tidak tumpah? Dan ke mana perginya air di pakaian basah setelah dijemur di bawah sinar matahari?"

Guru menghubungkan jawaban siswa dengan materi menguap dan mengembun.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT mengatur siklus air di bumi melalui proses penguapan dan pengembunan, sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nur ayat 43:

    "Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya..."

    Proses penguapan dan pengembunan adalah bentuk kasih sayang Allah agar air terus berputar dan memberikan kehidupan di bumi.

  2. Penjabaran Materi 
      Hari Minggu yang cerah, Ibu mengajak Rani membuat es buah segar di dapur. Ibu mengeluarkan satu mangkuk es batu dari dalam kulkas. Rani meletakkan beberapa potong es batu di atas piring kecil di meja makan. 
    Setelah ditinggal sebentar membantu Ibu memotong buah, Rani kembali ke meja makan. Ia melihat ukuran es batu mengecil dan mengeluarkan banyak air di piring.
    Sementara itu, di kompor, Ibu sedang merebus air dalam panci untuk membuat air gula. Lama-kelamaan, air di dalam panci mendidih dan terlihat uap air mengepul ke udara. 1.Peristiwa es batu yang diletakkan di meja lama-kelamaan berubah menjadi air menunjukkan perubahan wujud zat yang disebut ... 
    • A. Membeku
    • B. Mencair
    • C. Menguap
    • D. Mengembun 
    Soal 2 (Pilihan Ganda)
    Berdasarkan cerita di atas, peristiwa air yang mendidih di atas kompor dan menghasilkan uap air merupakan contoh perubahan wujud dari zat cair menjadi ...
    • A. Padat
    • B. Gas
    • C. Tetap
    • D. Beku
    Soal 3 
    Sebutkan wujud awal dari es batu sebelum diletakkan di atas piring dan mencair!
    Soal 4 
    Mengapa es batu yang diletakkan di meja makan lama-kelamaan bisa berubah menjadi air? Jelaskan alasannya berdasarkan kejadian pada stimulus!

      


     

    🌈 Perubahan Wujud Zat: Menguap dan Mengembun

    1. 💨 Menguap

    Menguap adalah perubahan wujud benda dari cair menjadi gas.

    Menguap terjadi ketika benda cair mendapatkan panas.

    Contoh:

    • Air yang direbus lama-kelamaan menjadi uap.

    • Pakaian basah menjadi kering ketika dijemur.

    • Air di lantai yang terkena sinar matahari lama-kelamaan menghilang.

    • Air laut menguap karena panas matahari.

    Gambar sederhana:

    ☀️ Panas Matahari
    ⬇️
    💧 Air → 💨 Uap air

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    🧺 Pakaian basah → ☀️ dijemur → 👕 Pakaian kering


    2. 💧 Mengembun

    Mengembun adalah perubahan wujud benda dari gas menjadi cair.

    Mengembun terjadi ketika uap air mengalami pendinginan.

    Contoh:

    • Permukaan luar gelas berisi es menjadi basah.

    • Embun muncul di daun pada pagi hari.

    • Tutup panci menjadi basah setelah digunakan memasak.

    • Kaca jendela dapat menjadi berembun ketika udara dingin.

    Gambar sederhana:

    💨 Uap air → ❄️ Dingin → 💧 Titik-titik air

    🥤 Contoh Gelas Berisi Es

    🧊 + 💧 Air es
    ⬇️
    Udara di sekitar gelas mengandung uap air
    ⬇️
    Uap air terkena permukaan gelas yang dingin
    ⬇️
    💧 Terbentuk titik-titik air

    Ingat ya, anak-anak!

    💧 Menguap: cair → gas
    💧 Mengembun: gas → cair

    📌 Ringkasan

    PerubahanDariMenjadiContoh
    MenguapCair 💧Gas 💨Pakaian dijemur menjadi kering
    MengembunGas 💨Cair 💧Titik air pada gelas berisi es

    Kesimpulan:

    Perubahan wujud zat dapat terjadi karena adanya perubahan panas atau suhu. Menguap membutuhkan panas, sedangkan mengembun terjadi ketika uap air mengalami pendinginan. Sholih sholiha Di sekitar kita, benda-benda bisa berubah bentuk atau wujud, lho. Perubahan ini terjadi karena benda tersebut menerima panas (menjadi panas) atau melepaskan panas (menjadi dingin).
    Hari ini kita akan belajar dua perubahan wujud yang hebat: Menguap dan Mengembun.
    Menguap adalah perubahan wujud benda dari cair menjadi benda gas (tidak terlihat).
    • Mengapa bisa terjadi? Karena benda cair tersebut dipanaskan atau menyerap panas dari sekitarnya (seperti sinar matahari atau api kompor).
    • Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
      • 👕 Menjemur baju basah: Air di dalam baju yang basah terserap oleh panas matahari dan berubah menjadi uap ke udara, sehingga baju menjadi kering.
      • ☕ Air mendidih: Saat memasak air, lama-kelamaan air di panci akan berkurang karena sebagian air berubah menjadi uap air yang membubung ke atas.
      • 🌊 Genangan air jalanan: Setelah hujan, genangan air di jalanan akan hilang dan mengering sendiri saat matahari mulai terik.

      • 2. Mengembun (Gas ➡️ Cair)
    Mengembun adalah perubahan wujud benda dari gas menjadi benda cair.
    • Mengapa bisa terjadi? Karena benda gas tersebut didinginkan atau melepaskan panas ke udara sekitar yang lebih dingin.
    • Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
      • 🧊 Gelas berisi es: Dinding luar gelas yang berisi air es akan menjadi basah dan penuh dengan tetesan air, padahal gelasnya tidak bocor. Itu karena uap air di udara menempel pada gelas yang dingin.
      • 🍃 Embun pagi hari: Pagi-pagi sekali, daun-daun di depan rumah terlihat basah padahal malam harinya tidak ada hujan.
      • 🚗 Kaca mobil saat hujan: Bagian dalam kaca mobil menjadi buram dan basah ketika cuaca di luar sedang hujan deras.         📝 Ringkasan Kilat
    Petunjuk:
    Ingat kembali peristiwa saat air direbus lama-kelamaan akan berkurang karena berubah menjadi uap. Apa nama proses perubahan wujud tersebut?
    Ibu menjemur pakaian basah di bawah terik matahari. Lama-kelamaan pakaian tersebut menjadi kering karena air di pakaian hilang ke udara. Peristiwa ini menunjukkan terjadinya...

    1. Menguap
      Air yang ada di dalam pakaian basah menerima panas dari matahari, sehingga air tersebut menguap (berubah menjadi gas/uap air) dan pakaian pun menjadi kering.
    2. Mengembun
       Mengembun menghasilkan titik-titik air, sedangkan menjemur pakaian membuat air di kain hilang ke udara karena panas matahari.
    3. Membeku
      Membeku terjadi pada suhu dingin untuk mengubah cair menjadi padat, bukan menghilangkan air dengan panas matahari.
    4. Mencair
       Mencair adalah perubahan padat ke cair, sedangkan pakaian basah yang dijemur justru kehilangan air menjadi gas.
    Petunjuk:
    Pikirkan apa yang terjadi pada air di baju basah saat terkena panas dari matahari secara terus-menerus.
    Perubahan wujud benda gas atau uap air menjadi titik-titik air (benda cair) disebut...

    1. Mencair
       Mencair adalah perubahan wujud dari padat ke cair.
    2. Membeku
      Incorrect. Membeku adalah perubahan wujud dari cair ke padat.
    3. Menguap
      Menguap adalah perubahan wujud dari cair ke gas.
    4. Mengembun
      Mengembun adalah kebalikan dari menguap, yaitu ketika uap air (gas) bersentuhan dengan permukaan yang lebih dingin sehingga berubah kembali menjadi wujud cair.
    Petunjuk:
    Proses ini bisa kamu lihat pada titik-titik air di rumput saat pagi hari atau di bagian luar gelas berisi es.
    Saat kita menuangkan air es ke dalam gelas kaca, beberapa menit kemudian bagian luar gelas menjadi basah atau berair. Air pada permukaan luar gelas ini berasal dari...

    1. Penguapan air di dalam gelas
      . Air di dalam gelas adalah air dingin/es, bukan menguap keluar menembus gelas.
    2. Pengembunan uap air di udara sekitar gelas yang dingin, Gelas yang dingin membuat uap air yang ada di udara luar di sekitar gelas mengalami pendinginan dan mengembun menjadi butiran air di luar gelas.
    3. Air es yang meresap melalui dinding gelas kaca
      . Gelas kaca bersifat kedap air, sehingga air di dalam gelas tidak bisa meresap keluar melewati dinding kaca.
    4. Air dari udara yang membeku karena dingin
      . Air di luar gelas berwujud cair (titik-titik air), bukan es padat, sehingga prosesnya adalah mengembun, bukan membeku.
    Petunjuk:
    Gelasnya menjadi dingin karena air es di dalamnya. Udara di luar mengandung uap air yang tidak terlihat. Ketika uap air itu menyentuh gelas yang dingin, wujudnya berubah.
    Peristiwa menguap memerlukan tambahan panas atau kalor, sedangkan peristiwa mengembun terjadi karena adanya...
    1. Pemanasan yang sangat tinggi
      Incorrect. Pemanasan yang tinggi justru memicu terjadinya penguapan, bukan pengembunan.
    2. Penambahan zat cair ke udara
      Incorrect. Pengembunan terjadi karena perubahan suhu, bukan karena penambahan zat cair secara langsung.
    3. Pendinginan atau suhu yang lebih dingin
      Correct! Mengembun memerlukan pelepasan panas atau suhu lingkungan yang lebih dingin agar uap air (gas) berubah kembali menjadi titik-titik air (cair).
    4. Pengeringan menggunakan kipas angin
      Incorrect. Kipas angin membantu mempercepat penguapan karena mengalirkan udara, bukan menyebabkan embun.
    Petunjuk:
    Perhatikan mengapa embun pagi bisa ada di dedaunan. Udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih apa dibandingkan siang hari?
    Kuis IPAS Kelas 3: Menguap dan Mengembun


    • Konsep Menguap dan Mengembun:

      • Menguap: Perubahan wujud benda dari cair menjadi gas. Terjadi karena benda menyerap panas (kalor).

        • Contoh sehari-hari: Pakaian basah yang dijemur menjadi kering, air yang dimasak lama-lama berkurang, parfum yang disemprotkan.

      • Mengembun: Perubahan wujud benda dari gas menjadi cair. Terjadi karena udara/gas mengalami pelepasan panas (pendinginan).

        • Contoh sehari-hari: Titik air (embun) di dedaunan pada pagi hari, bagian luar gelas berisi air es menjadi basah, titik air di tutup panci saat memasak air.

    •  PEMBELAJARAN SINGKAT

      • Tokoh: Ibu Guru & Edo

      • Ibu Guru: "Edo, coba perhatikan tutup panci yang baru diangkat dari air mendidih. Apa yang kamu lihat di balik tutupnya?"

      • Edo: "Ada banyak tetesan air, Bu!"

      • Ibu Guru: "Betul sekali! Dari mana asal tetesan air itu?"

      • Edo: "Apakah itu uap air panas yang berubah jadi air lagi karena menyentuh tutup panci yang dingin, Bu?"

      • Ibu Guru: "Luar biasa, Edo! Uap air (gas) yang berubah menjadi titik-titik air (cair) itulah yang kita sebut dengan mengembun."
        1. Menguap (Cair ➡️ Gas)🌤️  Menguap dan Mengembun
  3. Video Pembelajaran

    • Link Video : [Video Pembelajaran IPAS: Perubahan Wujud Menguap dan Mengembun Kelas 3 SD]

  4. Media / Alat Peraga

    • Gelas transparan, batu es, dan air hangat beserta tutupnya.

    • Gambar/Infografis Siklus Hujan sederhana.

    • LKPD (Lembar Kerja Pengamatan Kelompok).

  5. Post Test

    • Bentuk : Isian Singkat & Analisis Singkat

    • Soal :

      1. Perubahan wujud benda dari cair menjadi gas disebut .....

      2. Tuliskan 2 contoh peristiwa mengembun yang pernah kamu temui di lingkungan rumahmu!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Menguap adalah perubahan wujud dari cair ke gas karena dipanaskan, sedangkan mengembun adalah perubahan wujud dari gas ke cair karena didinginkan. Kedua proses ini sangat mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti pada jemuran basah dan es dalam gelas.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik : Peserta didik sangat aktif dan antusias saat mengamati embun di luar gelas es secara langsung.

    • Kendala yang ditemukan : Beberapa peserta didik masih tertukar antara istilah menguap dan menyublim.

    • Respons/keterlibatan peserta didik : Sebagian besar peserta didik mampu menyebutkan contoh penguapan di rumah dengan percaya diri.

    • Tindak lanjut pembelajaran : Memberikan latihan visual sederhana untuk membedakan arah perubahan wujud (cair $\rightarrow$ gas dan gas $\rightarrow$ cair).

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas :24 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

    Tindak Lanjut : Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan ulang melalui percobaan mandiri sederhana di meja guru.
Dokumentasi kegiatan hari ini :