RSS

STS Kamis 08 Oktober 2026






🌷 Assalamu’alaikum

🌷 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌷

Sholih dan sholiha kelas 3A yang Ibu sayangi 🤗❤️

Apa kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, semangat, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

Anak-anak hebat, sebentar lagi kita akan melaksanakan Sumatif Tengah Semester (STS). Yuk, mulai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. 📚✨

💪 Belajarlah dengan giat dan sungguh-sungguh.
⏰ Disiplin dalam belajar dan mengatur waktu.
🤍 Jujur dalam mengerjakan setiap soal.
🙋‍♂️ Bertanggung jawab terhadap tugas dan hasil belajar.
👀 Teliti saat membaca dan mengerjakan soal. Jangan terburu-buru, baca soal dengan baik dan periksa kembali jawaban sebelum dikumpulkan.

Ingat ya, anak-anak, hasil yang baik berawal dari usaha yang sungguh-sungguh. Tidak perlu takut menghadapi STS. Percayalah pada kemampuan diri sendiri, terus berusaha, berdoa, dan jangan mudah menyerah. 🌟

“Aku bisa! Aku siap belajar! Aku akan berusaha memberikan yang terbaik!” 💪😊

Jangan lupa tetap sholat tepat waktu, sholat Dhuha, murojaah surat-surat pendek, berbuat baik, membantu orang tua, dan menjaga kesehatan. 🌸

Semangat belajar, sholih-sholiha kelas 3A!
Belajar dengan tekun, mengerjakan dengan teliti, jujur dalam setiap jawaban, dan serahkan hasilnya kepada Allah Swt. 🤲❤️

🌟 Kalian anak-anak hebat. Ibu percaya kalian pasti bisa! 🌟

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Peluk dan doa terbaik dari Ibu Guru 🌷
Fuji Lestari, S.Pd

Jadwal STS


Postingan 3_Matematika_Rabu_07 Okt 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 07 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Operasi Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

  6. Pertemuan Ke- : 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat melakukan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika (termasuk teknik pengurangan berulang dan pembagian bersusun/porogapit sederhana tanpa sisa), serta menerapkannya dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat menghitung dan menyelesaikan soal operasi pembagian bilangan cacah sampai dengan 100 secara tepat menggunakan strategi pengurangan berulang maupun pembagian bersusun.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami pentingnya keterampilan membagi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengelola barang dan berbagi rejeki secara proporsional.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara fokus, teliti, dan bersikap runut dalam menuntaskan tahapan penghitungan pembagian langkah demi langkah.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa gembira dan percaya diri menyelesaikan tantangan teka-teki pembagian melalui kegiatan "Stasiun Berhitung" secara berelompok.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengulang pemahaman dasar pembagian sebagai kebalikan dari perkalian.

  2. Mempelajari metode pembagian bilangan dua angka dengan pengurangan berulang sampai habis (0).

  3. Mempelajari dan mempraktikkan metode pembagian bersusun (porogapit) sederhana untuk bilangan cacah hingga 100.

  4. Memecahkan soal cerita kontekstual yang melibatkan pembagian bilangan cacah hingga 100 secara mandiri.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru mengawali pembelajaran dengan memperlihatkan gambar sebuah toko buah yang memiliki 48 buah apel. Apel tersebut akan dimasukkan ke dalam 4 kantong plastik dengan jumlah yang sama banyak. Guru melontarkan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, jika angkanya cukup besar seperti 48 buah, bagaimana cara kita menghitung isi setiap kantong dengan cepat dan teliti?" Guru menghubungkan pertanyaan tersebut dengan materi pembagian bilangan hingga 100.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. Al-Isra' ayat 35: "Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus..." Ayat ini mengajarkan kita pentingnya ketelitian, kejujuran, dan ketepatan dalam menghitung atau membagi sesuatu agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan orang lain.

  2. Penjabaran Materi

    Operasi Pembagian Bilangan Cacah sampai 100

    A. Apa Itu Pembagian?

    Pembagian adalah operasi hitung untuk membagi suatu jumlah menjadi beberapa bagian yang sama banyak.

    Tanda pembagian adalah ÷ atau :.

    🍎 Contoh

    Ibu mempunyai 12 apel. Apel tersebut dibagikan kepada 3 anak dengan jumlah yang sama.

    Setiap anak mendapat:

    12 ÷ 3 = 4

    Jadi, setiap anak mendapat 4 apel.B. Pembagian sebagai Pengurangan Berulang

    Pembagian dapat dilakukan dengan mengurangi bilangan yang sama berulang kali sampai habis.

    Contoh:

    12 ÷ 3

    12 − 3 = 9
    9 − 3 = 6
    6 − 3 = 3
    3 − 3 = 0

    Kita melakukan pengurangan sebanyak 4 kali.

    Jadi:

    12 ÷ 3 = 4

    Pembagian mempunyai hubungan yang erat dengan perkalian.

    Jika:

    3 × 4 = 12

    Maka:

    12 ÷ 3 = 4
    12 ÷ 4 = 3

    Ingat!

    Perkalian dan pembagian adalah operasi yang saling berkebalikan.

    Contoh lainnya:

    5 × 6 = 30

    Maka:

    30 ÷ 5 = 6
    30 ÷ 6 = 5


    D. Membagi Benda Secara Adil

    Perhatikan contoh berikut.

    🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊

    Ada 12 jeruk yang dibagikan kepada 4 anak.

    Setiap anak mendapat:

    12 ÷ 4 = 3

    Jadi, setiap anak mendapat 3 jeruk.


    E. Contoh Pembagian Bilangan sampai 100

    Pembagian dengan bilangan kecil

    1. 10 ÷ 2 = 5

    2. 12 ÷ 3 = 4

    3. 15 ÷ 5 = 3

    4. 16 ÷ 4 = 4

    5. 18 ÷ 3 = 6

    6. 20 ÷ 5 = 4

    7. 24 ÷ 6 = 4

    8. 30 ÷ 5 = 6

    9. 40 ÷ 8 = 5

    10. 50 ÷ 10 = 5

    Pembagian sampai 100

    • 60 ÷ 6 = 10

    • 63 ÷ 7 = 9

    • 72 ÷ 8 = 9

    • 80 ÷ 10 = 8

    • 81 ÷ 9 = 9

    • 90 ÷ 10 = 9

    • 100 ÷ 10 = 10


    🧠 F. Cara Mudah Mengerjakan Pembagian

    Jika menemukan:

    36 ÷ 4 = ...

    Tanyakan:

    4 × berapa = 36?

    Karena:

    4 × 9 = 36

    Maka:

    36 ÷ 4 = 9

    Contoh:

    56 ÷ 7 = ...

    Cari perkalian:

    7 × 8 = 56

    Jadi:

    56 ÷ 7 = 8


    ✏️ G. Latihan Soal

    A. Isilah titik-titik berikut!

    1. 12 ÷ 2 = ....

    2. 15 ÷ 3 = ....

    3. 18 ÷ 6 = ....

    4. 20 ÷ 4 = ....

    5. 24 ÷ 6 = ....

    6. 30 ÷ 5 = ....

    7. 35 ÷ 7 = ....

    8. 42 ÷ 6 = ....

    9. 48 ÷ 8 = ....

    10. 54 ÷ 9 = ....

    11. 60 ÷ 6 = ....

    12. 63 ÷ 7 = ....

    13. 70 ÷ 10 = ....

    14. 80 ÷ 8 = ....

    15. 100 ÷ 10 = ....

    Kunci Jawaban

    1. 6

    2. 5

    3. 3

    4. 5

    5. 4

    6. 6

    7. 5

    8. 7

    9. 6

    10. 6

    11. 10

    12. 9

    13. 7

    14. 10

    15. 10


    📖 H. Soal Cerita

    1. Ibu mempunyai 24 kue. Kue tersebut dibagikan sama rata kepada 6 anak. Berapa kue yang diterima setiap anak?

    Jawab:
    24 ÷ 6 = 4 kue

    2. Pak Guru mempunyai 40 pensil. Pensil tersebut dibagikan kepada 8 siswa sama banyak. Berapa pensil yang diterima setiap siswa?

    Jawab:
    40 ÷ 8 = 5 pensil

    3. Ada 36 buah jeruk yang dimasukkan ke dalam 6 keranjang sama banyak. Berapa jeruk dalam setiap keranjang?

    Jawab:
    36 ÷ 6 = 6 jeruk

    4. Sebanyak 72 permen dibagikan kepada 8 anak secara adil. Berapa permen yang diterima setiap anak?

    Jawab:
    72 ÷ 8 = 9 permen

    5. Ayah membeli 100 kelereng dan membaginya kepada 10 anak sama banyak. Berapa kelereng yang diterima setiap anak?

    Jawab:
    100 ÷ 10 = 10 kelereng


    🌟 Kesimpulan

    Pembagian adalah membagi suatu jumlah menjadi beberapa bagian yang sama banyak.

    Contoh:

    24 ÷ 6 = 4

    Pembagian dapat dipahami dengan:

    • membagi benda secara adil,

    • pengurangan berulang,

    • menggunakan hubungan perkalian.

    💡 Tips untuk anak-anak:

    Jika lupa hasil pembagian, gunakan perkalian.
    24 ÷ 6 = ... → 6 × ... = 24 → jawabannya 4.

    Semangat belajar, sholih-sholiha kelas 3A! 🌟 Jangan takut dengan pembagian. Latihan sedikit demi sedikit, pasti bisa!

  3. C. Pembagian sebagai Kebalikan Perkalian

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video Pembelajaran: [Sisipkan link video YouTube tentang cara pembagian bersusun/porogapit kelas 3 SD]

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif langkah-langkah porogapit

  • Papan Seluncur Porogapit (Alat peraga alur pembagian bersusun)

  • Kartu Soal dan Lembar Bantuan Tabel Perkalian

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan teliti!

  2. Hitunglah hasil dari $45 : 5$ menggunakan metode pengurangan berulang!

  3. Selesaikan pembagian berikut menggunakan cara bersusun (porogapit):
    a. $64 : 2 = ...$
    b. $95 : 5 = ...$

  4. Pak Ahmad memiliki 84 bibit tanaman. Bibit tersebut akan ditanam di 4 baris kebun sama banyak. Berapa jumlah bibit tanaman pada setiap baris?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 dapat diselesaikan dengan dua cara utama: pengurangan berulang sampai habis (0) untuk angka yang lebih sederhana, dan cara pembagian bersusun (porogapit) untuk angka puluhan yang lebih besar.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik mampu memahami alur pembagian bersusun dengan baik saat dipandu menggunakan alat peraga Papan Seluncur Porogapit.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih keliru dalam meletakkan posisi angka sisa perkalian pada langkah pembagian bersusun.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat antusias saat mencoba menyelesaikan tantangan soal di papan tulis.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan panduan bagan alur (flowchart) langkah-langkah porogapit di meja masing-masing peserta didik untuk membantu kelancaran berlatih.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntuntas  24 peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : … 1 peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Pendampingan bertahap (scaffolding) bagi peserta didik yang belum tuntas, dimulai dari pembagian tanpa sisa angka puluhan.

  • Pengayaan: Pemberian latihan soal cerita bertingkat (soal cerita dua langkah yang menggabungkan penjumlahan/pengurangan dan pembagian) bagi peserta didik yang sudah tuntas.

Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 3_Bahasa Indonesia_Rabu 07 Oktober 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 07 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Membedakan Informasi Fakta dan Fiksi dalam Teks Profesi Layanan Jasa Transportasi

  6. Pertemuan Ke- : 14

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan membedakan informasi berupa fakta (nyata) dan fiksi (rekaan/imajinasi) dari teks narasi atau narasi informatif bertema profesi layanan jasa transportasi yang dibaca atau didengarkan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri informasi fakta dan fiksi serta membedakan keduanya secara tepat dalam teks tentang profesi layanan jasa transportasi.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami pentingnya bersikap kritis dan jujur dalam memilah informasi yang benar-benar terjadi (fakta) dan khayalan (fiksi) dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara cermat, teriti, dan fokus membaca detail kalimat untuk menentukan status fakta atau fiksi dalam teks.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa gembira dan antusias saat mengikuti permainan "Detektif Kata: Deteksi Fakta & Fiksi" secara berkelompok.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Membaca/mendengarkan cerita tentang profesi layanan jasa transportasi (seperti masinis, sopir bus, atau pilot).

  2. Memahami perbedaan mendasar antara informasi fakta (nyata/dapat dibuktikan) dan fiksi (rekaan/khayalan).

  3. Menganalisis kalimat-kalimat dalam teks untuk dikategorikan sebagai fakta atau fiksi.

  4. Menyelesaikan lembar kerja dan soal tantangan membedakan fakta dan fiksi secara mandiri.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru membuka pembelajaran dengan menceritakan dua kalimat singkat:

  1. "Pak Budi adalah seorang masinis yang mengendarai kereta api di atas rel."

  2. "Kereta api Pak Budi bisa terbang ke awan dan menyapa burung-burung."

Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, dari dua kalimat tadi, manakah cerita yang benar-benar bisa terjadi di dunia nyata, dan mana yang hanya karangan/khayalan?" Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan materi fakta dan fiksi pada profesi jasa transportasi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. Al-Hujurat ayat 6: "Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya..." Islam mengajarkan kita untuk senantiasa teliti dalam memeriksa kebenaran suatu informasi agar tidak mudah terkecoh oleh berita yang tidak nyata.

  2. Penjabaran Materi


.

Membedakan Informasi Fakta dan Fiksi dalam Teks Profesi Layanan Jasa Transportasi

A. Apa Itu Fakta?

Fakta adalah informasi yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Ciri-ciri fakta:

  • Benar-benar terjadi.

  • Dapat dibuktikan.

  • Sesuai dengan kenyataan.

  • Biasanya berisi informasi tentang tempat, pekerjaan, kegiatan, waktu, atau kejadian nyata.

Contoh:

Pak Budi bekerja sebagai sopir bus.

Kalimat tersebut merupakan fakta karena sopir bus adalah pekerjaan yang benar-benar ada.

B. Apa Itu Fiksi?

Fiksi adalah cerita atau informasi yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi penulis.

Ciri-ciri fiksi:

  • Bersifat khayalan.

  • Tidak harus benar-benar terjadi.

  • Dapat memiliki tokoh dan kejadian yang tidak nyata.

  • Sering digunakan dalam cerita anak atau dongeng.

Contoh:

Bus yang dikemudikan Pak Budi tiba-tiba bisa terbang ke atas awan.

Kalimat tersebut merupakan fiksi karena bus tidak dapat terbang seperti dalam cerita khayalan.

🚍 C. Profesi Layanan Jasa Transportasi

Profesi layanan jasa transportasi adalah pekerjaan yang membantu mengantarkan orang atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Contohnya:

ProfesiTugas
🚕 Sopir taksiMengantarkan penumpang
🚌 Sopir busMengemudikan bus dan mengantar penumpang
🏍️ Pengemudi ojekMengantar penumpang atau barang
🚆 MasinisMengemudikan kereta api
✈️ PilotMengemudikan pesawat
🚢 NahkodaMemimpin dan mengemudikan kapal
🚉 KondekturMembantu pelayanan penumpang di kereta
📦 KurirMengantarkan barang atau paket

📖 D. Contoh Teks

Sopir Bus yang Rajin

Pak Andi bekerja sebagai sopir bus. Setiap pagi, ia mengemudikan bus untuk mengantarkan penumpang ke berbagai tempat. Sebelum berangkat, Pak Andi memeriksa kondisi bus agar perjalanan aman.

Pak Andi selalu mematuhi aturan lalu lintas. Ia juga mengingatkan penumpang untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.

Suatu hari, bus Pak Andi tiba-tiba berubah menjadi bus ajaib yang dapat terbang melewati awan. Semua penumpang merasa senang. Mereka dapat melihat burung-burung dari jendela bus.

🔎 Menentukan Fakta dan Fiksi

InformasiFakta/Fiksi
Pak Andi bekerja sebagai sopir bus.✅ Fakta
Sopir bus mengantarkan penumpang.✅ Fakta
Pak Andi memeriksa kondisi bus sebelum berangkat.✅ Fakta
Bus dapat terbang melewati awan.❌ Fiksi
Penumpang melihat burung dari jendela bus saat terbang.❌ Fiksi

💡 Ingat!

Fakta = nyata dan dapat dibuktikan.
Fiksi = khayalan atau imajinasi.

✏️ E. Latihan 1 – Tentukan Fakta atau Fiksi

Tulislah F untuk Fakta dan FI untuk Fiksi!

  1. Pilot bertugas mengemudikan pesawat. _____

  2. Pesawat dapat membawa penumpang ke kota lain. _____

  3. Sopir bus mengantar penumpang. _____

  4. Bus dapat berubah menjadi robot. _____

  5. Masinis mengemudikan kereta api. _____

  6. Kurir mengantarkan paket kepada pelanggan. _____

  7. Kapal dapat berbicara dengan penumpangnya. _____

  8. Pengemudi ojek dapat mengantarkan penumpang. _____

  9. Sebuah taksi dapat terbang ke bulan. _____

  10. Nahkoda bertugas memimpin kapal. _____

Kunci Jawaban

  1. F

  2. F

  3. F

  4. FI

  5. F

  6. F

  7. FI

  8. F

  9. FI

  10. F

📝 F. Latihan 2 – Bacalah Teks Berikut!

Bu Siti, Pengemudi Ojek

Bu Siti bekerja sebagai pengemudi ojek. Setiap pagi, ia menerima pesanan melalui telepon genggam. Bu Siti kemudian menjemput penumpang dan mengantarkannya ke tempat tujuan.

Bu Siti selalu menggunakan helm dan mematuhi aturan lalu lintas. Ia bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab.

Suatu pagi, ketika sedang mengantar penumpang, sepeda motor Bu Siti tiba-tiba memiliki sayap dan terbang di atas gedung-gedung. Penumpangnya tertawa gembira karena mereka dapat melihat seluruh kota dari udara.

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa pekerjaan Bu Siti?

  2. Apa tugas Bu Siti?

  3. Mengapa Bu Siti menggunakan helm?

  4. Tuliskan dua informasi fakta dari teks!

  5. Tuliskan satu informasi fiksi dari teks!

Kunci Jawaban

  1. Bu Siti bekerja sebagai pengemudi ojek.

  2. Mengantar penumpang ke tempat tujuan.

  3. Untuk menjaga keselamatan.

  4. Contoh:

    • Bu Siti bekerja sebagai pengemudi ojek.

    • Bu Siti menggunakan helm.

  5. Sepeda motor Bu Siti memiliki sayap dan dapat terbang.

🎮 G. Latihan 3 – Fakta atau Fiksi?

Berilah tanda ✓ pada kolom yang tepat.

No.PernyataanFaktaFiksi
1Masinis mengemudikan kereta api.☐☐
2Kereta api dapat berbicara dengan penumpang.☐☐
3Pilot menerbangkan pesawat.☐☐
4Pesawat dapat berubah menjadi kapal laut.☐☐
5Kurir mengantarkan paket.☐☐
6Ojek dapat terbang ke langit.☐☐
7Nahkoda memimpin kapal.☐☐
8Bus mengantarkan penumpang.☐☐

Kunci Jawaban

  1. Fakta

  2. Fiksi

  3. Fakta

  4. Fiksi

  5. Fakta

  6. Fiksi

  7. Fakta

  8. Fakta

🌟 Kesimpulan

Fakta adalah informasi yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan.

Fiksi adalah informasi yang berasal dari khayalan atau imajinasi.

Dalam teks tentang profesi layanan jasa transportasi, kita harus membaca dengan teliti agar dapat membedakan informasi yang nyata dan informasi yang hanya berupa khayalan.

Pesan untuk siswa:

“Jadilah pembaca yang teliti. Bacalah setiap informasi dengan cermat dan jangan mudah percaya sebelum mengetahui apakah informasi tersebut fakta atau fiksi.”

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video Pembelajaran: [Sisipkan link video YouTube tentang membedakan fakta dan fiksi untuk SD]

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif Teks Cerita Profesi Transportasi

  • Kartu "Papan Sentrik" (Hijau untuk FAKTA, Merah untuk FIKSI)

  • Teks Cerita: "Petualangan Pak Doni Si Masinis Hebat"

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Bacalah kalimat-kalimat berikut tentang profesi layanan jasa transportasi, lalu tentukan apakah termasuk FAKTA atau FIKSI!

  2. Masinis bertugas menjalankan kereta api sesuai dengan jadwal pemberangkatan. $(\dots\dots\dots\dots)$

  3. Kapal laut yang dikemudikan Nakhoda bisa berbicara dan bernyanyi saat ombak datang. $(\dots\dots\dots\dots)$

  4. Sopir angkot membayar bensin di SPBU menggunakan daun kering. $(\dots\dots\dots\dots)$

  5. Pramugari bertugas memberikan pelayanan dan memastikan keselamatan penumpang di dalam pesawat. $(\dots\dots\dots\dots)$

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Informasi fakta adalah hal nyata yang dapat dibuktikan kebenarannya sesuai dengan tugas dan fungsi profesi transportasi di dunia nyata. Sedangkan informasi fiksi adalah peristiwa rekaan/imajinasi yang diciptakan untuk membuat cerita menjadi lebih menarik.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat aktif saat mengangkat kartu indikator fakta/fiksi saat guru membacakan kalimat cerita di depan kelas.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih terkecoh dengan kalimat fiksi yang dibuat menyerupai kejadian sehari-hari.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap topik profesi transportasi dan antusias mengemukakan alasannya saat memilih fakta atau fiksi.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan lebih banyak contoh kalimat variatif dengan penanda kata kunci yang jelas (misal: "bisa terbang", "berbicara", "nyata").

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : 24  peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Bimbingan terbimbing membaca teks pendek dan menandai kata-kata ajaib/khayalan bagi peserta didik yang belum tuntas.

  • Pengayaan: Memberikan tugas menulis satu paragraf pendek tentang suatu profesi transportasi yang memuat 2 kalimat fakta dan 2 kalimat fiksi bagi peserta didik yang telah tuntas.

Dokumentasi kegiatan hari ini 

postingan2_P.Pancasila, Selasa 06 Oktober 2026

 





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 06 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Mengidentifikasi Aturan di Lingkungan Tempat Tinggal (RT/RW/Rumah) melalui Peta Konsep Berbasis Wawancara

  6. Pertemuan Ke- : 5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengidentifikasi, menyebutkan, dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, RT/RW, dan tempat tinggalnya, serta mampu menyajikan hasil identifikasi aturan tersebut secara terstruktur dalam bentuk peta konsep berdasarkan informasi yang diperoleh melalui kegiatan wawancara sederhana.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis aturan di lingkungan rumah dan RT/RW serta menyusun hasil informasi wawancara bersama orang tua/ketua RT menjadi sebuah peta konsep yang rapi dan mudah dipahami.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami pentingnya mematuhi aturan di rumah dan lingkungan masyarakat (RT/RW) demi terciptanya kehidupan yang aman, tertib, dan rukun.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara fokus, santun, dan teliti saat mengajukan pertanyaan wawancara serta mengelompokkan hasilnya ke dalam bagan peta konsep.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan antusias berperan sebagai "Wartawan Cilik" yang membuat peta konsep kreasi warna-warni bersama kelompoknya.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati gambar/contoh tata tertib di lingkungan RT/RW dan rumah.

  2. Memahami konsep aturan tertulis dan tidak tertulis di lingkungan tempat tinggal.

  3. Menyimak contoh cara melakukan wawancara sederhana dan menyusun lembar wawancara.

  4. Menganalisis dan mengelompokkan data hasil wawancara ke dalam bentuk Peta Konsep (Mind Map) Aturan Lingkungan.

  5. Mempresentasikan peta konsep aturan lingkungan tempat tinggal di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru membuka pembelajaran dengan menampilkan dua gambar: situasi lingkungan tempat tinggal yang bersih serta tertib, dan situasi lingkungan yang berantakan karena warga membuang sampah sembarangan. Guru melontarkan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, mengapa lingkungan pada gambar pertama bisa terlihat sangat rapi dan aman? Aturan apa saja yang kira-kira ada di lingkungan tempat tinggal kalian agar tetap nyaman?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi mengidentifikasi aturan melalui wawancara dan peta konsep.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. An-Nisa' ayat 59: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan/pemimpin) di antara kamu..." Aturan di rumah (dibuat orang tua) dan aturan di RT/RW (dibuat pengurus RT/RW) merupakan norma yang diciptakan pemimpin setempat untuk menjaga kebaikan bersama yang wajib kita taati.

  2. Penjabaran Materi

MENGIDENTIFIKASI ATURAN DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL MELALUI PETA KONSEP BERBASIS WAWANCARA

1. Apa itu Aturan di Lingkungan Tempat Tinggal?
Aturan adalah petunjuk atau pedoman yang dibuat agar kehidupan masyarakat berjalan dengan tertib, aman, dan damai.

2. Contoh Aturan berdasarkan Wilayah:

  • Aturan di Rumah:

    • Merapikan tempat tidur setelah bangun tidur.

    • Meminta izin jika ingin keluar rumah.

    • Mematikan lampu dan TV jika tidak digunakan.

  • Aturan di Lingkungan RT/RW:

    • Membuang sampah pada tempatnya.

    • Tamu menginap wajib lapor ke ketua RT 1x24 jam.

    • Menjaga ketenangan dan tidak membuat kegaduhan pada malam hari.

    • Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti dan pos Ronda.

3. Langkah Kegiatan (Wawancara & Peta Konsep):

  1. Kegiatan Wawancara: Peserta didik menjadi Wartawan Cilik dan mewawancarai Orang Tua (di rumah) atau Ketua RT/RW/Tokoh Masyarakat sekitar tentang aturan yang berlaku.

    • Contoh Pertanyaan: "Apa saja aturan yang wajib ditaati oleh warga di RT kita, Pak/Bu?"

  2. Membuat Peta Konsep: Hasil wawancara dirangkum ke dalam bentuk Peta Konsep (Mind Map) seperti contoh berikut:

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video Pembelajaran: [Sisipkan link video YouTube tentang membuat peta konsep aturan di rumah dan RT/RW]

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif berisi contoh Aturan RT/RW dan Peta Konsep

  • Kertas Karton Berwarna dan Spidol Warna (untuk Peta Konsep)

  • Teks/Panduan Lembar Wawancara "Wartawan Cilik"

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  2. Tuliskan 2 contoh aturan yang berlaku di lingkungan RT/RW tempat tinggalmu!

  3. Mengapa di setiap lingkungan tempat tinggal (RT/RW) harus memiliki aturan?

  4. Lengkapilah bagian peta konsep sederhana di bawah ini:

    • Aturan di Rumah: $\dots\dots\dots\dots$

    • Aturan di RT/RW: $\dots\dots\dots\dots$

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Aturan di rumah dan lingkungan RT/RW diciptakan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama. Melalui wawancara dengan orang tua atau pengurus RT, kita dapat mengumpulkan data aturan lalu menyusunnya ke dalam bentuk peta konsep agar mudah dipahami dan dilaksanakan.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat gembira dan kreatif saat menghias peta konsep aturan menggunakan kertas warna-warni dan gambar dekoratif.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum terbiasa memilah hasil wawancara menjadi poin-poin kata kunci yang singkat pada peta konsep.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif berdiskusi dalam kelompok dan penuh percaya diri saat menceritakan hasil wawancara mengenai aturan di RT masing-masing.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan contoh-contoh penyederhanaan kalimat panjang menjadi kata kunci (keywords) untuk peta konsep.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas :25  peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Bimbingan langsung menyusun peta konsep dengan pola bagan isian terstruktur (template) bagi peserta didik yang belum tuntas.

  • Pengayaan: Memberikan tugas membuat poster kampanye "Ayo Taati Aturan RT Kita!" berdasarkan hasil peta konsep bagi peserta didik yang telah tuntas.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 2_ Bahasa Indonesia_ Selasa 06 Oktober 2026







🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 06 Okt 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Menceritakan Ulang Informasi dari Poster Profesi

  6. Pertemuan Ke- : 13

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami informasi dari media visual (poster) dan menyampaikan kembali gagasan, ide, atau cerita singkat terkait beragam profesi secara lisan maupun tertulis dengan bahasa yang santun, jelas, dan percaya diri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat mengidentifikasi informasi penting dari poster profesi serta menceritakan ulang tugas, peran, dan keunikan profesi tersebut menggunakan bahasa sendiri.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami beragam profesi di sekitar mereka beserta kontribusinya bagi masyarakat, sehingga tumbuh rasa menghargai terhadap setiap pekerjaan yang halal.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara cermat dan fokus mengamati detail visual serta teks pada poster sebelum menceritakannya kembali.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa gembira dan percaya diri mengekspresikan cerita mereka melalui kegiatan "Show and Tell" (pameran poster profesi).

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati contoh poster profesi yang ditayangkan guru.

  2. Mengidentifikasi informasi kunci pada poster (Nama profesi, tugas utama, tempat bekerja, dan alat/seragam yang digunakan).

  3. Menyusun kerangka cerita singkat berdasarkan poin-poin informasi pada poster.

  4. Menceritakan ulang isi poster profesi di depan teman-teman sekelas dengan percaya diri.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan menampilkan gambar/poster seorang pemadam kebakaran. Guru melontarkan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, coba perhatikan gambar ini! Siapakah sosok hebat di poster ini? Apa saja peralatan yang ia bawa, dan apa tugas utamanya saat bekerja?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi menceritakan ulang informasi dari media poster profesi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. At-Taubah ayat 105: "Dan Katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu...'" Allah Swt. menyukai hamba-Nya yang giat bekerja dan bersungguh-sungguh dalam setiap profesi kebaikan yang dijalaninya.

  2. Penjabaran Materi

📚 Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 SD
  • Menceritakan Ulang Informasi dari Poster Profesi


    👩‍⚕️ 1. Apa Itu Poster Profesi?

    Poster profesi adalah gambar atau media yang berisi informasi tentang suatu pekerjaan atau profesi.

    Poster biasanya memuat:

    • 👨‍⚕️ Nama profesi

    • 🛠️ Tugas atau pekerjaan

    • 📍 Tempat bekerja

    • 🔧 Alat yang digunakan

    • ❤️ Sikap yang diperlukan

    • 🌟 Manfaat profesi bagi masyarakat

    Contoh profesi:
    guru, dokter, nelayan, petani, polisi, pemadam kebakaran, pilot, dan pedagang.


    🔎 2. Informasi yang Dicari dari Poster

    Saat melihat poster profesi, perhatikan pertanyaan berikut:

    Apa? → Apa nama profesinya?
    Siapa? → Siapa yang melakukan pekerjaan tersebut?
    Di mana? → Di mana mereka bekerja?
    Apa tugasnya? → Apa yang dilakukan?
    Dengan apa? → Alat apa yang digunakan?
    Mengapa? → Mengapa pekerjaan itu penting?


    👨‍🏫 3. Contoh Poster Profesi: Guru

    PROFESI GURU 👩‍🏫

    Guru adalah orang yang bertugas mengajar dan membimbing siswa.

    📍 Tempat bekerja: Sekolah
    📚 Tugas: Mengajar, membimbing, dan mendidik siswa.
    🛠️ Alat: Buku, papan tulis, komputer, dan alat pembelajaran.
    ❤️ Sikap: Sabar, disiplin, bertanggung jawab, dan penyayang.

    🗣️ Contoh Menceritakan Ulang

    “Poster tersebut berisi informasi tentang profesi guru. Guru bekerja di sekolah. Tugas guru adalah mengajar, mendidik, dan membimbing siswa. Guru menggunakan buku, papan tulis, dan alat pembelajaran. Seorang guru harus sabar, disiplin, dan bertanggung jawab. Guru sangat penting karena membantu siswa mendapatkan ilmu dan menjadi anak yang baik.”


    🧑‍🌾 4. Contoh Poster Profesi: Petani

    PROFESI PETANI 🌾

    Petani bekerja mengolah dan merawat tanaman agar menghasilkan bahan makanan.

    📍 Tempat bekerja: Sawah dan kebun
    🛠️ Alat: Cangkul, sabit, dan alat penyiram
    🌱 Tugas: Menanam, merawat, dan memanen tanaman
    ❤️ Sikap: Rajin, sabar, dan bertanggung jawab

    🗣️ Contoh Menceritakan Ulang

    “Poster tersebut menjelaskan tentang profesi petani. Petani bekerja di sawah atau kebun. Petani bertugas menanam, merawat, dan memanen tanaman. Petani menggunakan cangkul dan sabit. Petani harus rajin dan sabar. Petani berjasa menyediakan bahan makanan bagi masyarakat.”


    🎣 5. Contoh Poster Profesi: Nelayan

    PROFESI NELAYAN 🎣

    Nelayan adalah orang yang bekerja menangkap ikan dan hasil laut.

    📍 Tempat bekerja: Laut
    🛠️ Alat: Perahu, jaring, dan pancing
    🐟 Tugas: Menangkap ikan dan hasil laut
    ❤️ Sikap: Berani, sabar, disiplin, dan bertanggung jawab

    🗣️ Contoh Menceritakan Ulang

    “Poster tersebut berisi informasi tentang profesi nelayan. Nelayan bekerja di laut untuk menangkap ikan dan hasil laut. Nelayan menggunakan perahu, jaring, atau pancing. Seorang nelayan harus sabar, berani, dan bertanggung jawab. Nelayan membantu menyediakan ikan untuk masyarakat.”


    📝 6. Langkah-Langkah Menceritakan Ulang Poster

    Gunakan 5 langkah mudah:

    1. Amati poster 👀
    Lihat gambar dan baca tulisan pada poster.

    2. Temukan informasi penting 🔎
    Cari nama profesi, tugas, tempat kerja, alat, dan sikap.

    3. Catat kata kunci ✏️
    Contoh: nelayan – laut – menangkap ikan – perahu – jaring.

    4. Susun menjadi kalimat 🗣️
    Gunakan bahasa sendiri.

    5. Ceritakan dengan percaya diri 🌟
    Berbicara dengan suara jelas dan tidak terburu-buru.


    📌 Pola Kalimat yang Dapat Digunakan

    Siswa dapat menggunakan pola berikut:

    “Poster tersebut berisi informasi tentang profesi .... Profesi tersebut bekerja di .... Tugasnya adalah .... Alat yang digunakan adalah .... Seorang .... harus memiliki sikap .... Profesi tersebut bermanfaat bagi masyarakat karena ....”


    ✏️ LKPD Sederhana

    Nama: ____________ Kelas: 3A

    Amatilah sebuah poster profesi, kemudian lengkapilah!

    Nama profesi: ____________________

    Tempat bekerja: __________________

    Tugasnya: ________________________

    Alat yang digunakan: ______________

    Sikap yang harus dimiliki: ___________

    Manfaat bagi masyarakat: ____________

    🗣️ Ayo Bercerita!

    Ceritakan kembali informasi dari poster di depan teman-temanmu dengan menggunakan bahasa sendiri.


    🌟 Kesimpulan

    Menceritakan ulang informasi dari poster berarti menyampaikan kembali isi poster menggunakan bahasa sendiri, tanpa harus menghafal seluruh tulisan.

    👉 Ingat 5 kata kunci:
    Profesi – Tempat – Tugas – Alat – Sikap.

    Berani berbicara, percaya diri, dan gunakan bahasa yang santun! 🌷

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif berisi berbagai variasi Poster Profesi

  • Kartu Gambar Profesi Berwarna

  • Frame "Presenter Cilik" untuk peragaan cerita di depan kelas

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan poster profesi yang telah dibagikan!

  2. Tuliskan 3 informasi penting yang terdapat pada poster profesi yang kamu terima!

  3. Buatlah 3-4 kalimat singkat untuk menceritakan ulang isi poster profesi tersebut menggunakan bahasamu sendiri!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Menceritakan ulang isi poster profesi dapat dilakukan dengan mengamati detail gambar dan teks terlebih dahulu, menemukan poin penting (nama profesi, tugas, tempat kerja, dan alat peraga), lalu menyampaikannya secara runtut dan percaya diri.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat memperagakan cara bercerita menggunakan media poster pilihan mereka.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih malu-malu dan menggunakan volume suara yang pelan saat maju ke depan kelas.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sebagian besar peserta didik aktif bertanya dan memberikan tepuk tangan apresiasi kepada teman yang selesai bercerita.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Melakukan latihan kelancaran berbicara secara berpasangan sebelum tampil individual di depan kelas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Bimbingan khusus menyusun kalimat sederhana berbasis pertanyaan pemicu (guided questions) bagi peserta didik yang belum tuntas.

  • Pengayaan: Memberikan tugas wawancara singkat kepada salah satu staf di sekolah (misal: satpam, pustakawan, atau petugas kebersihan) lalu menceritakannya kembali dalam bentuk poster sederhana bagi peserta didik yang sudah tuntas.
Dokumentasi kegiatan hari ini : 

Postingan 1_Matematika_Selasa,06 Oktober 2026







🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 06 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Hubungan Operasi Perkalian dan Pembagian (Pembagian sebagai Kebalikan dari Perkalian)

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman tentang hubungan antara operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100, serta memanfaatkan hubungan operasi kebalikan (invers) tersebut untuk menyelesaikan masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat memahami dan menjelaskan bahwa pembagian merupakan kebalikan (invers) dari perkalian serta mampu mengubah bentuk perkalian menjadi bentuk pembagian dan sebaliknya.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami keterkaitan antar konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, bahwa segala sesuatu yang dikelompokkan (dikali) dapat dikembalikan lagi ke jumlah semula secara berimbang (dibagi).

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara fokus dan cermat membuktikan hubungan perkalian dan pembagian menggunakan manipulasi benda konkret dan pasangan kartu angka.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan aktif belajar melalui permainan kartu "Pasangan Ajaib" (mencocokkan kalimat perkalian dan pembagian yang relevan).

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengingat kembali konsep dasar perkalian (penjumlahan berulang) dan pembagian (pengurangan berulang/berbagi adil).

  2. Mengamati pembuktian hubungan perkalian dan pembagian menggunakan media benda konkret atau gambar susunan benda (array).

  3. Mengidentifikasi bahwa jika $a \times b = c$, maka $c : b = a$ dan $c : a = b$.

  4. Menyelesaikan soal latihan mengubah bentuk perkalian ke pembagian dan sebaliknya secara mandiri maupun berpasangan.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru membuka pembelajaran dengan menunjukkan 3 piring, di mana masing-masing piring berisi 4 kue. Guru bertanya: "Anak-anak, jika ada 3 piring dan tiap piring berisi 4 kue, berapa total semua kue? (3 × 4 = 12)".
Selanjutnya, guru menggabungkan 12 kue tersebut dan bertanya kembali: "Nah, sekarang kalau Ibu/Bapak punya 12 kue dan ingin membagikannya rata ke dalam 3 piring, berapa isi tiap piring? (12 : 3 = 4)". Guru menegaskan bahwa angka-angka yang digunakan tetap sama karena perkalian dan pembagian saling berhubungan erat.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. Al-Qamar ayat 49: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." Allah Swt. menciptakan segala sesuatu di alam semesta dengan keteraturan, keseimbangan, dan hubungan yang saling melengkapi, sebagaimana operasi perkalian dan pembagian dalam matematika yang saling berpasangan dan melengkapi satu sama lain.

  2. Penjabaran Materi

HUBUNGAN OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN

1. Pembagian Adalah Kebalikan dari Perkalian
Perkalian dan pembagian adalah dua operasi hitung yang saling berkebalikan (invers).

  • Perkalian berarti menggabungkan kelompok-kelompok yang sama menjadi jumlah total.

  • Pembagian berarti memecah jumlah total menjadi kelompok-kelompok yang sama banyak.


1. 🔢 Hubungan Perkalian dan Pembagian

Perkalian dan pembagian adalah dua operasi hitung yang saling berhubungan.

👉 Perkalian digunakan untuk menggabungkan kelompok yang sama banyak.

👉 Pembagian digunakan untuk membagi suatu jumlah menjadi beberapa kelompok yang sama banyak.

Contoh:

Ada 3 piring.
Setiap piring berisi 4 apel.

🍎🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎🍎

Jadi:

3 × 4 = 12

Artinya ada 12 apel semuanya.

Jika 12 apel dibagi menjadi 3 kelompok:

12 ÷ 3 = 4

Jadi, setiap kelompok mendapat 4 apel.


2. 🔄 Pembagian adalah Kebalikan dari Perkalian

Perhatikan:

3 × 4 = 12

Dari perkalian tersebut kita dapat membuat dua pembagian:

12 ÷ 3 = 4

12 ÷ 4 = 3

Jadi:

Jika a × b = c, maka c ÷ a = b dan c ÷ b = a.

Contoh lainnya:

5 × 6 = 30

Maka:

30 ÷ 5 = 6

30 ÷ 6 = 5

📌 Ingat!
Perkalian dan pembagian seperti pasangan yang saling berkebalikan.


3. 🍬 Contoh dengan Benda

Ibu mempunyai 20 permen dan ingin membagikannya kepada 5 anak secara sama rata.

Setiap anak mendapat:

20 ÷ 5 = 4

Mengapa?

Karena:

5 × 4 = 20

Jadi, setiap anak mendapat 4 permen. 🍬🍬🍬🍬


4. ✏️ Cara Menentukan Hasil Pembagian

Gunakan perkalian yang sudah diketahui.

Contoh:

24 ÷ 6 = ...

Tanyakan:

6 × berapa = 24?

Jawabannya:

6 × 4 = 24

Jadi:

24 ÷ 6 = 4


Contoh lainnya:

35 ÷ 5 = ...

Karena:

5 × 7 = 35

Maka:

35 ÷ 5 = 7


5. 🧠 Fakta Keluarga Perkalian dan Pembagian

Satu perkalian dapat menghasilkan dua pembagian.

Contoh:

Perkalian

4 × 7 = 28

Pembagian

28 ÷ 4 = 7
28 ÷ 7 = 4

Ketiganya saling berhubungan.


📝 Latihan Soal

A. Isilah titik-titik berikut!

  1. 3 × 5 = 15, maka 15 ÷ 3 = ....

  2. 4 × 6 = 24, maka 24 ÷ 6 = ....

  3. 7 × 5 = 35, maka 35 ÷ 7 = ....

  4. 8 × 4 = 32, maka 32 ÷ 4 = ....

  5. 9 × 3 = 27, maka 27 ÷ 9 = ....

B. Tentukan hasil pembagian!

  1. 18 ÷ 3 = ....

  2. 20 ÷ 4 = ....

  3. 30 ÷ 5 = ....

  4. 42 ÷ 6 = ....

  5. 48 ÷ 8 = ....

C. Soal Cerita

  1. Ayah membeli 24 jeruk. Jeruk tersebut dimasukkan ke dalam 6 kantong sama banyak. Berapa jeruk dalam setiap kantong?

  2. Ibu memiliki 35 kue. Kue dibagikan kepada 5 anak sama banyak. Berapa kue yang diterima setiap anak?

  3. Ada 4 kotak. Setiap kotak berisi 7 pensil. Berapa jumlah semua pensil?


🔑 Kunci Jawaban

  1. 5

  2. 4

  3. 5

  4. 8

  5. 3

  6. 6

  7. 5

  8. 6

  9. 7

  10. 6

  11. 4 jeruk

  12. 7 kue

  13. 28 pensil

🌟 Kesimpulan

Perkalian dan pembagian saling berkaitan.

Contoh:

4 × 6 = 24

Maka:

24 ÷ 4 = 6
24 ÷ 6 = 4

👉 Pembagian adalah kebalikan dari perkalian.

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video Pembelajaran: [Sisipkan link video YouTube tentang hubungan perkalian dan pembagian]

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif

  • Papan Segitiga Perkalian & Pembagian

  • Kartu Angka / Kartu Pasangan Ajaib

  • Benda konkret (stik es krim / kancing warna)

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  2. Ubahlah bentuk perkalian $7 \times 4 = 28$ menjadi dua bentuk kalimat pembagian!

  3. Isilah titik-titik berikut dengan memanfaatkan hubungan perkalian dan pembagian:
    a. $35 : 5 = ...$ (Sebab $... \times 5 = 35$)
    b. $48 : 8 = ...$ (Sebab $... \times 8 = 48$)

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Pembagian merupakan kebalikan dari operasi perkalian. Setiap bentuk perkalian $a \times b = c$ dapat diubah menjadi bentuk pembagian $c : b = a$ atau $c : a = b$. Menguasai perkalian akan memudahkan kita dalam menyelesaikan soal-soal pembagian.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik dapat memahami konsep kebalikan operasi ini dengan cepat setelah mempraktikkan permainan kartu berpasangan.

  • Kendala yang ditemukan: Peserta didik yang belum hafal perkalian dasar (1–10) masih membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pembagian.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat aktif dan gembira saat mencari pasangan kartu kalimat matematika di papan tulis.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan hafalan perkalian dasar sebelum masuk ke materi perkalian dan pembagian angka yang lebih besar.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Bimbingan khusus berupa latihan menyusun kartu angka segitiga perkalian-pembagian bagi peserta didik yang belum tuntas.

  • Pengayaan: Pemberian soal cerita teka-teki matematika yang melibatkan hubungan dua operasi hitung bagi peserta didik yang sudah tuntas.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 1_ Seni Rupa_Senin, 05 Okt 2026

 





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal: Senin, 05 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Apresiasi dan Refleksi Seni Rupa (Memuji Karya Teman dengan Ikhlas dan Kata-Kata Positif sebagai Wujud Sedekah Rasa Syukur atas Karunia Keindahan dari Allah)

  6. Pertemuan Ke-: 8

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengamati, menganalisis, serta memberikan apresiasi dan refleksi terhadap karya seni rupa milik diri sendiri dan teman sejawat secara lisan maupun tulisan menggunakan bahasa yang santun, jujur, dan positif sebagai wujud rasa syukur atas karunia keindahan dan kreativitas yang dianugerahkan oleh Allah Swt.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan arti apresiasi dan refleksi dalam seni rupa secara sederhana.

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi keindahan dan keunikan karya seni rupa buatan teman sekelas.

    • Peserta didik dapat menyampaikan pujian dan kritik membangun dengan ikhlas menggunakan kata-kata positif.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik mengamati karya seni teman secara cermat, jujur, dan penuh empati tanpa rasa iri.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa memuji karya teman dengan kata-kata baik adalah bentuk sedekah lisan dan wujud syukur atas rasa indah yang diberikan Allah Swt.

    • Joyful (Joy): Peserta didik merasa bahagia, percaya diri, dan saling menguatkan saat kegiatan "Pohon Apresiasi" dan bertukar kalimat pujian.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati berbagai contoh karya seni rupa hasil buatan teman sekelas.

  2. Mengidentifikasi unsur-unsur keindahan pada karya (warna, bentuk, kebersihan, dan keunikan).

  3. Memahami konsep pujian ikhlas sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur.

  4. Mempraktikkan cara menyampaikan apresiasi dan refleksi menggunakan kata-kata positif pada lembar/kartu pujian.

  5. Menempelkan pujian pada "Pohon Apresiasi Kelas" dan melakukan refleksi bersama.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajak berdiskusi hangat: "Anak-anak, bagaimana perasaanmu ketika hasil gambarmu dipuji oleh teman dengan kalimat yang indah? Senang sekali, bukan? Tahukah kalian bahwa memberikan pujian yang ikhlas kepada teman adalah bentuk sedekah yang paling mudah dan wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt. yang Mahaindah?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi apresiasi dan refleksi seni rupa.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    • Hadis Riwayat Bukhari & Muslim: "Kalimat yang baik adalah sedekah."

    • QS. Ibrahim Ayat 7: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu..."

    • Keterkaitan: Allah Swt. adalah Al-Jamil (Maha Indah) dan menyukai keindahan. Menikmati karya seni serta memuji karya teman dengan ikhlas dan kata-kata positif merupakan wujud sedekah lisan sekaligus rasa syukur atas nikmat keindahan yang Allah ciptakan melalui jemari kita.

  2. Penjabaran Materi

    • Apresiasi Seni: Kegiatan melihat, menikmati, dan menghargai nilai-nilai keindahan pada suatu karya seni.

    • Refleksi Seni: Momen merenungkan kembali proses pembuatan karya serta perasaan kita setelah melihat karya sendiri dan karya orang lain.

    • Pujian Ikhlas sebagai Sedekah:

      • Pujian tidak boleh membuat teman menjadi sombong, melainkan memberikan semangat dan rasa dihargai.

      • Memuji dengan ikhlas berarti menyampaikan kebaikan tanpa mengharapkan balasan.

    • Contoh Kata-Kata Positif untuk Memuji Karya Teman:

      • "Masya Allah, kombinasi warna yang kamu pilih sangat cerah dan rapi!"

      • "Gambar pemandanganmu indah sekali, garis-garisnya terlihat tegas dan rapi."

      • "Karya patung dari plastisin buatanmu sangat unik, aku suka sekali bagian detailnya!"

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video tentang indahnya berbagi pujian positif dan apresiasi seni)

  4. Media / Alat Peraga

    • Karya seni rupa hasil buatan peserta didik (gambar/kerajinan)

    • Kartu Apresiasi (Kertas berbentuk daun/bintang warna-warni)

    • Media "Pohon Apresiasi Kelas"

    • PPT Interaktif "Indahnya Apresiasi dan Sedekah Kata Positif"

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Kegiatan mengamati, menikmati, dan memberikan penghargaan terhadap keindahan suatu karya seni disebut …

      A. Pameran

      B. Apresiasi

      C. Koleksi

      D. Rekreasi

    2. Menurut ajaran agama, menyampaikan ucapan yang baik dan pujian positif dengan ikhlas kepada teman bernilai sebagai …

      A. Utang

      B. Sedekah

      C. Beban

      D. Kerugian

    3. Kalimat pujian yang tepat, santun, dan bernilai positif untuk hasil gambar teman adalah …

      A. Gambarmu jelek sekali, punya saya lebih bagus!

      B. Masya Allah, perpaduan warna yang kamu gunakan sangat indah dan rapi!

      C. Gambarmu biasa saja, tidak ada yang istimewa.

      D. Kenapa gambarmu aneh seperti ini?

    4. Menikmati keindahan warna dan bentuk pada karya seni merupakan wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt. karena Allah memiliki sifat …

      A. Maha Kaya

      B. Maha Indah (Al-Jamil)

      C. Maha Mendengar

      D. Maha Mengetahui

    5. Sikap yang harus kita hindari saat melihat karya seni buatan teman yang lebih bagus dari karya kita adalah …

      A. Iri hati dan mencela

      B. Mengucapkan selamat dan memuji

      C. Menjadikannya motivasi untuk belajar

      D. Mendoakan kebaikan untuk teman

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Memuji karya teman dengan kalimat santun akan membuat perasaan teman menjadi …

    2. Mengucapkan ucapan terpuji seperti "Masya Allah" saat melihat karya yang indah adalah wujud rasa … kepada Allah Swt.

    3. Apresiasi dan refleksi karya seni rupa dapat kita sampaikan melalui lisan maupun …

    4. Menghargai hasil karya orang lain merupakan pengamalan Pancasila sila ke- …

    5. Pujian yang disampaikan harus berasal dari hati yang jujur dan … tanpa rasa berpura-pura.

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 2 (dua) contoh kalimat pujian positif yang bisa kamu berikan untuk gambar pemandangan buatan temanmu!

    2. Mengapa memuji karya teman dengan ikhlas dikatakan sebagai bentuk sedekah lisan dan rasa syukur? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Apresiasi dan refleksi seni rupa melatih kita untuk peka terhadap keindahan. Memuji karya teman dengan ikhlas menggunakan kata-kata positif tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi orang lain, tetapi juga merupakan bentuk sedekah lisan dan wujud nyata rasa syukur kita atas karunia keindahan dan kreativitas dari Allah Swt.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat gembira saat menuliskan kalimat pujian di kartu apresiasi dan menempelkannya di "Pohon Apresiasi Kelas".

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih merasa malu atau canggung untuk menyampaikan pujian secara langsung di depan teman-temannya.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat antusias, kelas menjadi hangat, dan terpancar rasa saling menghargai antar siswa.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Membiasakan budaya "Sedekah Pujian Positif" setiap kali selesai melakukan kegiatan berkarya seni di kelas.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas:23 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas:2 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan individu bagi peserta didik yang belum lancar menyusun kalimat apresiasi dan refleksi positif.

    • Pengayaan: Memberikan tugas menjadi "Duta Apresiasi" yang bertugas mencatat dan membagikan kartu ucapan apresiasi pada pameran sekolah.
Dokumentasi kegiatan hari ini