RSS

Postingan 2_Bahasa Indonesia, Senin, 19 Oktober 2026








Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Senin, 19 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III SD

  5. Materi : Permasalahan Tokoh — Menganalisis Permasalahan yang Dihadapi Tokoh Pengemudi/Petugas Transportasi dan Solusinya

  6. Pertemuan Ke- : 15

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menyimak dan memahami informasi dari teks yang dibacakan atau didengarkan. Peserta didik mampu membaca dan memahami teks sederhana, mengidentifikasi tokoh, permasalahan yang dihadapi tokoh, serta menjelaskan solusi berdasarkan informasi dalam teks. Peserta didik juga mampu menyampaikan pendapat secara lisan dan tertulis dengan bahasa yang santun.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. TP Umum

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian tokoh, permasalahan, dan solusi dalam sebuah cerita.

  2. Mengidentifikasi tokoh pengemudi atau petugas transportasi dalam teks bacaan.

  3. Menemukan permasalahan yang dihadapi tokoh berdasarkan isi teks.

  4. Menganalisis penyebab terjadinya permasalahan yang dialami tokoh.

  5. Menentukan solusi yang tepat, aman, dan bertanggung jawab terhadap permasalahan tokoh.

  6. Menyampaikan hasil analisis secara lisan dan tertulis dengan bahasa yang jelas.

  7. Menunjukkan sikap disiplin, peduli, jujur, bertanggung jawab, dan menghargai pendapat teman.

2. TP Ma-Mi-Joy

a. Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik membaca teks dengan cermat, mengenali permasalahan tokoh, serta memikirkan penyebab dan akibat dari permasalahan tersebut.

b. Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan permasalahan dalam cerita dengan kehidupan sehari-hari, seperti kemacetan, kendaraan mogok, penumpang yang membutuhkan bantuan, dan keselamatan di jalan.

c. Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mengikuti permainan detektif cerita, berdiskusi dalam kelompok, dan bermain peran sebagai pengemudi, petugas transportasi, serta penumpang untuk menemukan solusi yang tepat.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati: Peserta didik mengamati gambar pengemudi, sopir bus, masinis, atau petugas transportasi.

  2. Menyimak dan membaca: Peserta didik membaca teks cerita tentang permasalahan tokoh transportasi.

  3. Mengidentifikasi: Peserta didik menentukan tokoh, permasalahan, dan penyebab masalah.

  4. Menganalisis: Peserta didik menjelaskan akibat permasalahan yang dialami tokoh.

  5. Menentukan solusi: Peserta didik mengusulkan penyelesaian yang tepat berdasarkan isi cerita.

  6. Mengomunikasikan: Peserta didik menyampaikan hasil diskusi melalui presentasi atau bermain peran.

  7. Merefleksikan: Peserta didik menyimpulkan pentingnya bersikap tenang, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab ketika menghadapi masalah.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, mengajak berdoa, serta memeriksa kesiapan belajar.

Guru menunjukkan gambar pengemudi bus yang menghadapi kemacetan dan petugas kereta api yang membantu penumpang.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  1. Anak-anak, siapa yang pernah naik bus, angkot, kereta api, atau kapal?

  2. Apa yang terjadi jika kendaraan yang kita tumpangi tiba-tiba mogok?

  3. Bagaimana perasaan pengemudi ketika menghadapi kemacetan?

  4. Apa yang sebaiknya dilakukan petugas transportasi jika ada penumpang yang membutuhkan bantuan?

  5. Mengapa kita perlu mencari solusi ketika menghadapi permasalahan?

Guru menjelaskan bahwa setiap tokoh dalam cerita dapat menghadapi masalah. Sebagai pembaca, kita perlu memahami masalah tersebut dan memikirkan solusi yang tepat.

Motivasi: Anak-anak sholih dan sholihah, setiap masalah dapat dihadapi dengan berpikir tenang, berusaha, dan meminta bantuan kepada orang yang tepat. Mari belajar menjadi anak yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu menemukan solusi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an dan Kebesaran Allah Swt.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6 bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Keterkaitan dengan pembelajaran:

Dalam kehidupan sehari-hari, pengemudi dan petugas transportasi dapat menghadapi berbagai kesulitan, seperti kemacetan, kendaraan mengalami gangguan, atau penumpang yang membutuhkan pertolongan.

Kita belajar untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah. Kita harus berusaha mencari solusi, bersikap sabar, dan meminta pertolongan kepada orang yang tepat.

2. Penjabaran Materi

A. Pengertian Tokoh

Tokoh adalah orang atau pelaku yang diceritakan dalam sebuah cerita.

Contoh tokoh dalam cerita transportasi:

  • Sopir bus.

  • Pengemudi angkot.

  • Masinis kereta api.

  • Pilot pesawat.

  • Nahkoda kapal.

  • Petugas stasiun.

  • Petugas terminal.

  • Petugas pengatur lalu lintas.

B. Pengertian Permasalahan

Permasalahan adalah kesulitan atau kejadian yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh tokoh dalam cerita.

Contoh permasalahan:

  • Bus mengalami ban bocor.

  • Jalanan macet sehingga perjalanan terlambat.

  • Penumpang tertinggal barang.

  • Penumpang lansia kesulitan naik kendaraan.

  • Petugas transportasi menghadapi penumpang yang tidak tertib.

C. Pengertian Solusi

Solusi adalah cara atau tindakan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Contoh:

  • Jika bus mengalami ban bocor, pengemudi berhenti di tempat yang aman dan menghubungi petugas bantuan.

  • Jika terjadi kemacetan, pengemudi mengikuti arahan petugas lalu lintas dan memilih jalur alternatif yang aman apabila memungkinkan.

  • Jika penumpang tertinggal barang, petugas membantu melaporkan dan mencari barang sesuai prosedur.

  • Jika penumpang lansia kesulitan naik kendaraan, petugas membantu dengan sopan dan memperhatikan keselamatannya.

D. Langkah-Langkah Menganalisis Permasalahan Tokoh

Untuk mengetahui permasalahan dan solusi dalam cerita, lakukan langkah berikut:

  1. Baca teks dengan teliti.

  2. Tentukan siapa tokoh dalam cerita.

  3. Temukan masalah yang dihadapi tokoh.

  4. Cari penyebab terjadinya masalah.

  5. Pikirkan akibat dari masalah tersebut.

  6. Tentukan solusi yang tepat.

  7. Jelaskan alasan mengapa solusi tersebut baik.

E. Contoh Analisis Permasalahan Tokoh

TokohPermasalahanPenyebabSolusi
Sopir busBus terlambat tibaJalanan macetMengikuti arahan petugas dan memberi informasi kepada penumpang
Pengemudi angkotBan kendaraan bocorBan terkena benda tajamBerhenti di tempat aman dan menghubungi bantuan
Petugas stasiunPenumpang kebingungan mencari peronBelum mengetahui arah peronMemberikan petunjuk dengan jelas dan sopan
Petugas terminalPenumpang lansia kesulitan naik busKesulitan bergerakMembantu penumpang dengan aman
Nahkoda kapalPerjalanan terganggu cuaca burukKondisi cuaca tidak amanMengikuti prosedur keselamatan dan arahan pihak berwenang

3. Teks Bacaan: Pak Budi dan Bus yang Mogok

Judul: Tetap Tenang Menghadapi Masalah

Pak Budi adalah seorang sopir bus yang mengantarkan penumpang dari Bandar Lampung menuju sebuah kota di sekitarnya. Pagi itu, bus yang dikemudikannya tiba-tiba mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan.

Pak Budi tidak panik. Ia menepikan bus di tempat yang aman dan menyalakan lampu tanda darurat sesuai kondisi jalan. Ia meminta para penumpang tetap tenang dan tidak turun ke area lalu lintas yang berbahaya.

Setelah itu, Pak Budi menghubungi petugas bantuan kendaraan dan memberi tahu petugas perusahaan tentang kejadian tersebut. Ia juga menjelaskan kepada para penumpang bahwa perjalanan akan tertunda sementara.

Salah seorang penumpang mulai khawatir karena takut terlambat bekerja. Pak Budi meminta maaf atas keterlambatan itu dan menyampaikan informasi dengan sopan. Petugas bantuan kemudian datang untuk memeriksa bus dan mengatur bantuan perjalanan bagi penumpang.

Para penumpang merasa lebih tenang karena Pak Budi bertindak dengan hati-hati dan bertanggung jawab. Mereka memahami bahwa keselamatan harus diutamakan daripada memaksakan perjalanan.

Pertanyaan pemahaman teks:

  1. Siapakah tokoh utama dalam cerita tersebut?

  2. Apa permasalahan yang dihadapi Pak Budi?

  3. Mengapa perjalanan bus menjadi tertunda?

  4. Apa yang dilakukan Pak Budi ketika bus mengalami gangguan mesin?

  5. Bagaimana cara Pak Budi menghadapi penumpang yang khawatir?

  6. Mengapa Pak Budi tidak boleh memaksakan bus tetap berjalan?

  7. Apa pesan yang dapat kita pelajari dari cerita tersebut?

Kunci jawaban:

  1. Pak Budi.

  2. Bus yang dikemudikannya mengalami gangguan mesin.

  3. Karena bus mengalami gangguan mesin dan harus diperiksa.

  4. Menepikan bus di tempat aman, menjaga keselamatan penumpang, dan menghubungi petugas bantuan.

  5. Menjelaskan keadaan dan meminta maaf dengan sopan.

  6. Karena keselamatan penumpang dan pengguna jalan harus diutamakan.

  7. Kita harus tetap tenang, bertanggung jawab, dan mengutamakan keselamatan saat menghadapi masalah.

4. Video Pembelajaran

Guru dapat menggunakan video yang membahas profesi pengemudi, petugas transportasi, keselamatan berkendara, atau cerita tentang pemecahan masalah.

Tautan pencarian video:

https://www.youtube.com/results?search_query=cerita+permasalahan+pengemudi+transportasi+anak+SD

Guru memilih video yang sesuai dengan usia peserta didik dan memeriksa isinya sebelum ditayangkan.

5. Media/Alat Peraga

  • Gambar pengemudi bus, sopir angkot, masinis, dan petugas terminal.

  • Teks bacaan “Pak Budi dan Bus yang Mogok”.

  • Kartu tokoh, kartu masalah, dan kartu solusi.

  • Papan tulis atau kertas karton.

  • LKPD.

  • Alat tulis.

  • Gambar situasi jalan raya dan kendaraan.

6. Kegiatan Diskusi dan Bermain Peran

Judul kegiatan: Detektif Cerita — Temukan Masalah dan Solusinya

Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi masalah tokoh dan menentukan solusi melalui kerja sama.

Langkah-langkah:

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok membaca teks cerita.

  3. Peserta didik menentukan tokoh utama.

  4. Peserta didik menuliskan permasalahan dan penyebabnya.

  5. Peserta didik mendiskusikan dua kemungkinan solusi yang aman.

  6. Kelompok memilih solusi terbaik dan menjelaskan alasannya.

  7. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi.

  8. Kelompok dapat bermain peran sebagai pengemudi, petugas transportasi, dan penumpang.

  9. Guru memberikan apresiasi atas pendapat dan kerja sama setiap kelompok.

LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Nama: ....................................................

Kelas: ....................................................

Kelompok: ..............................................

Bacalah kembali cerita “Pak Budi dan Bus yang Mogok”, lalu lengkapi tabel berikut.

PertanyaanJawaban
Siapa tokoh utama dalam cerita?................................
Apa masalah yang dihadapi tokoh?................................
Apa penyebab masalah tersebut?................................
Apa akibat dari masalah tersebut?................................
Apa solusi yang dilakukan tokoh?................................
Mengapa solusi tersebut tepat?................................

Tugas Individu:

Bacalah situasi berikut.

“Bu Sari adalah petugas di terminal bus. Ia melihat seorang anak kebingungan karena terpisah dari orang tuanya. Anak tersebut mulai menangis.”

Jawablah pertanyaan berikut:

  1. Siapa tokoh dalam cerita tersebut?

  2. Apa permasalahan yang terjadi?

  3. Apa yang sebaiknya dilakukan Bu Sari?

  4. Mengapa Bu Sari harus meminta bantuan petugas yang berwenang?

  5. Sikap baik apa yang dapat kita contoh dari Bu Sari?

Contoh kunci jawaban:

  1. Bu Sari dan seorang anak.

  2. Anak terpisah dari orang tuanya dan kebingungan.

  3. Menenangkan anak, tetap mendampinginya di tempat aman, lalu menghubungi petugas yang berwenang.

  4. Agar anak dapat dibantu dengan aman dan dipertemukan kembali dengan orang tuanya melalui prosedur yang tepat.

  5. Peduli, sabar, bertanggung jawab, dan suka menolong.

7. Post-Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Orang yang mengemudikan bus disebut ....
    a. dokter
    b. sopir
    c. petani
    d. nelayan

  2. Kesulitan yang dihadapi tokoh dalam cerita disebut ....
    a. judul
    b. amanat
    c. permasalahan
    d. latar

  3. Jika kendaraan mengalami kerusakan, pengemudi sebaiknya ....
    a. tetap melaju dengan cepat
    b. berhenti di tempat aman dan meminta bantuan
    c. meninggalkan penumpang begitu saja
    d. mengabaikan kerusakan

  4. Petugas stasiun membantu penumpang yang kebingungan dengan cara ....
    a. memarahinya
    b. membiarkannya
    c. memberikan petunjuk dengan sopan
    d. menyuruhnya pulang

  5. Ketika menghadapi masalah, sikap yang tepat adalah ....
    a. panik dan menyalahkan orang lain
    b. tetap tenang dan mencari solusi
    c. mengabaikan keselamatan
    d. bertengkar dengan orang lain

B. Isian Singkat

  1. Cara untuk menyelesaikan permasalahan disebut ....

  2. Orang yang mengemudikan kereta api disebut ....

  3. Penyebab masalah adalah hal yang membuat suatu masalah ....

  4. Saat bus mogok, keselamatan .... harus diutamakan.

  5. Ketika penumpang membutuhkan bantuan, petugas sebaiknya bersikap ....

C. Uraian

  1. Apa yang dimaksud dengan permasalahan tokoh?

  2. Sebutkan dua contoh permasalahan yang dapat dihadapi pengemudi transportasi!

  3. Apa yang harus dilakukan pengemudi jika terjadi kemacetan?

  4. Mengapa petugas transportasi harus bersikap sabar dan bertanggung jawab?

  5. Bacalah situasi berikut: “Seorang penumpang tertinggal barang di bus.” Tuliskan masalah dan solusi yang tepat!

Kunci Jawaban Post-Test

Pilihan ganda:

  1. b

  2. c

  3. b

  4. c

  5. b

Isian singkat:
6. Solusi.
7. Masinis.
8. Terjadi.
9. Penumpang dan pengguna jalan.
10. Ramah, sopan, dan peduli.

Contoh jawaban uraian:
11. Permasalahan tokoh adalah kesulitan atau kejadian yang harus dihadapi tokoh dalam cerita.
12. Kemacetan dan kendaraan mogok.
13. Mengikuti arahan petugas lalu lintas, bersabar, dan memilih jalur alternatif yang aman jika memungkinkan.
14. Agar penumpang merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan yang baik.
15. Masalahnya adalah barang penumpang tertinggal di bus. Solusinya melaporkan kejadian kepada petugas atau perusahaan bus agar barang dapat dicari melalui prosedur yang benar.

Pedoman Penilaian:

  • Pilihan ganda: 5 soal × 4 poin = 20 poin.

  • Isian singkat: 5 soal × 4 poin = 20 poin.

  • Uraian: 5 soal × 12 poin = 60 poin.

  • Total nilai maksimal = 100.

Guru dapat menyesuaikan penilaian dengan KKTP yang berlaku di sekolah.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Tokoh adalah pelaku yang terdapat dalam cerita. Permasalahan adalah kesulitan yang dihadapi tokoh, sedangkan solusi adalah cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Untuk menganalisis permasalahan tokoh, kita harus membaca teks dengan teliti, mengenali tokoh, menemukan masalah dan penyebabnya, serta menentukan solusi yang tepat.

Pengemudi dan petugas transportasi dapat menghadapi berbagai permasalahan, seperti kendaraan mogok, kemacetan, dan penumpang yang membutuhkan bantuan. Permasalahan tersebut harus ditangani dengan tenang, aman, dan bertanggung jawab.

2. Refleksi

a. Hal yang sudah berjalan baik

  • Peserta didik mampu menemukan tokoh dan permasalahan dalam teks.

  • Peserta didik dapat mengemukakan solusi melalui diskusi kelompok.

  • Peserta didik belajar menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun.

b. Kendala yang ditemukan

  • Beberapa peserta didik masih kesulitan membedakan penyebab masalah dan akibatnya.

  • Sebagian peserta didik memerlukan bimbingan dalam memberikan alasan atas solusi yang dipilih.

c. Respons/keterlibatan peserta didik

  • Peserta didik aktif membaca dan berdiskusi.

  • Peserta didik berpartisipasi dalam permainan peran.

  • Peserta didik berusaha menyampaikan solusi yang aman dan bertanggung jawab.

d. Refleksi peserta didik

Guru mengajukan pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Bagaimana cara menemukan permasalahan tokoh dalam cerita?

  3. Apa yang kamu lakukan jika menghadapi masalah?

  4. Mengapa kita perlu mendengarkan pendapat teman saat berdiskusi?

e. Tindak lanjut pembelajaran

Guru membiasakan peserta didik membaca cerita sederhana dan mengidentifikasi tokoh, permasalahan, penyebab, serta solusinya. Peserta didik juga dapat diminta mengamati peran pengemudi dan petugas transportasi dalam kehidupan sehari-hari bersama orang tua.

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

Jumlah peserta didik tuntas: ........ peserta didik.

Jumlah peserta didik belum tuntas: ........ peserta didik.

Tindak lanjut:

  1. Remedial: Guru membacakan teks yang lebih pendek dan membimbing peserta didik menemukan masalah serta solusinya.

  2. Pendampingan: Peserta didik menggunakan tabel tokoh–masalah–penyebab–solusi.

  3. Latihan tambahan: Peserta didik membaca cerita baru dan menuliskan satu permasalahan beserta solusinya.

  4. Pengayaan: Peserta didik membuat cerita pendek tentang pengemudi atau petugas transportasi yang menghadapi masalah.

  5. Evaluasi ulang: Guru memberikan pertanyaan lisan atau tertulis untuk mengukur pemahaman peserta didik.

Pesan Motivasi untuk Anak-Anak Sholih dan Sholihah Kelas 3A

Anak-anak hebat, ketika menghadapi masalah, jangan mudah menyerah. Bacalah situasi dengan teliti, pikirkan penyebabnya, dan carilah solusi yang baik. Biasakan bersikap jujur, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab. Mari kita saling membantu dan menghargai pendapat teman agar menjadi anak yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu menyelesaikan masalah dengan bijaksana.

Catatan untuk Ibu Guru: Tanggal pembelajaran dapat diisi sesuai jadwal pelaksanaan pertemuan ke-15. Materi CP dan tujuan pembelajaran ini merupakan rumusan operasional yang dapat disesuaikan dengan ATP Bahasa Indonesia Fase B yang digunakan di sekolah.

Postingan 1_ Seni Rupa, Senin, 19 Okt 2026





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Senin, 19 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III SD

  5. Materi : Mengenal Komposisi dalam Karya Seni

  6. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengamati dan mengenali unsur-unsur rupa dalam karya seni, seperti garis, bentuk, warna, dan ukuran. Peserta didik mampu memahami penataan unsur rupa secara sederhana untuk menciptakan komposisi yang menarik, serta mencoba membuat karya seni rupa berdasarkan pengamatan, pengalaman, dan gagasan sendiri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. TP Umum

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian komposisi dalam karya seni rupa dengan bahasa sederhana.

  2. Mengenali unsur-unsur rupa, seperti garis, bentuk, warna, dan ukuran.

  3. Menjelaskan pentingnya penataan objek dalam sebuah karya seni.

  4. Membedakan komposisi yang tertata rapi dan komposisi yang kurang seimbang.

  5. Membuat gambar sederhana dengan memperhatikan penempatan objek, ukuran, bentuk, dan warna.

  6. Menunjukkan sikap kreatif, mandiri, teliti, disiplin, dan menghargai karya teman.

2. TP Ma-Mi-Joy

a. Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengamati penempatan objek, bentuk, dan warna pada gambar dengan teliti serta menyadari bahwa setiap unsur memiliki peran dalam sebuah karya seni.

b. Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep komposisi dengan benda di sekitar, seperti penataan buku, bunga di dalam vas, buah di atas meja, dan benda-benda di ruang kelas.

c. Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mengikuti permainan menyusun gambar, memilih warna, dan membuat karya seni sederhana dengan komposisi yang menarik.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati: Peserta didik mengamati beberapa contoh gambar dengan susunan objek yang berbeda.

  2. Menanya: Peserta didik menjawab pertanyaan tentang letak, ukuran, dan warna objek pada gambar.

  3. Memahami: Peserta didik mempelajari pengertian komposisi dan unsur-unsur rupa.

  4. Membandingkan: Peserta didik membedakan gambar dengan susunan yang seimbang dan kurang seimbang.

  5. Mencoba: Peserta didik membuat gambar sederhana dengan penataan objek yang tepat.

  6. Mengomunikasikan: Peserta didik menceritakan alasan memilih susunan objek dan warna.

  7. Merefleksikan: Peserta didik menyimpulkan manfaat komposisi dalam menghasilkan karya seni yang menarik.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, memeriksa kesiapan belajar, dan memberikan motivasi.

Guru menunjukkan dua gambar: gambar pertama memiliki objek yang tersusun rapi, sedangkan gambar kedua memiliki objek yang bertumpuk di satu sisi.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  1. Anak-anak, gambar mana yang menurut kalian lebih menarik?

  2. Mengapa gambar tersebut terlihat menarik?

  3. Apakah letak benda dalam gambar memengaruhi keindahannya?

  4. Apa yang terjadi jika semua objek diletakkan di satu sudut kertas?

  5. Bagaimana cara menyusun gambar agar terlihat rapi dan indah?

Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi Mengenal Komposisi dalam Karya Seni.

Motivasi: Setiap anak memiliki ide dan kreativitas yang berbeda. Mari kita belajar menyusun bentuk, ukuran, dan warna agar karya seni menjadi menarik. Tidak harus sama, yang penting berani mencoba dan menghargai hasil karya sendiri serta teman.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an dan Kebesaran Allah Swt.

Allah Swt. berfirman dalam Surah As-Sajdah ayat 7 bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.

Keterkaitan dengan pembelajaran:

Allah Swt. menciptakan alam dengan beragam bentuk, warna, dan susunan yang indah. Kita dapat mengamati keindahan bunga, pepohonan, pelangi, dan pemandangan alam.

Melalui pembelajaran seni rupa, kita belajar mengembangkan kreativitas, mensyukuri keindahan ciptaan Allah Swt., serta menjaga lingkungan sekitar.

2. Penjabaran Materi

A. Pengertian Komposisi dalam Karya Seni

Komposisi adalah cara menyusun atau menata unsur-unsur rupa dalam sebuah karya seni agar terlihat menarik, teratur, dan menyatu.

Unsur-unsur tersebut dapat berupa garis, bentuk, warna, ukuran, serta letak objek.

Contohnya, ketika menggambar pemandangan, kita perlu mengatur letak matahari, gunung, pohon, rumah, dan bunga agar gambar terlihat menarik.

B. Unsur-Unsur Rupa dalam Komposisi

  1. Garis

    Garis digunakan untuk membentuk objek dan memberikan arah pada gambar.

    Contoh: garis lurus untuk menggambar tiang, garis lengkung untuk menggambar pelangi.

  2. Bentuk

    Bentuk adalah wujud suatu objek dalam gambar.

    Contoh: lingkaran untuk matahari, segitiga untuk gunung, persegi untuk jendela.

  3. Warna

    Warna membuat karya terlihat lebih menarik dan dapat memberikan kesan tertentu.

    Contoh: hijau untuk daun, biru untuk langit, kuning untuk matahari.

  4. Ukuran

    Ukuran menunjukkan besar atau kecilnya objek.

    Contoh: pohon yang dekat dapat digambar lebih besar daripada pohon yang jauh.

  5. Letak atau Penempatan

    Letak menunjukkan posisi objek di dalam bidang gambar.

    Contoh: matahari di bagian atas, rumah di bagian tengah, dan bunga di bagian bawah.

C. Prinsip Komposisi Sederhana

Untuk kelas 3 SD, komposisi dapat dipelajari melalui beberapa prinsip berikut.

  1. Keseimbangan

    Objek disusun agar gambar tidak terasa terlalu berat di satu sisi.

    Contoh: jika pohon besar berada di sebelah kiri, kita dapat menambahkan beberapa bunga atau objek lain di sebelah kanan.

  2. Kesatuan

    Semua objek terlihat saling berhubungan dan membentuk satu gambar yang utuh.

    Contoh: gambar rumah dilengkapi pohon, jalan, awan, dan bunga sehingga menjadi pemandangan yang menyatu.

  3. Keselarasan

    Bentuk dan warna disusun agar terlihat cocok satu sama lain.

    Contoh: warna hijau pada pohon cocok dipadukan dengan warna biru langit dan warna cokelat batang pohon.

  4. Penekanan atau Pusat Perhatian

    Ada objek yang dibuat lebih menonjol agar menjadi bagian utama gambar.

    Contoh: rumah dibuat lebih besar atau diberi warna yang lebih cerah daripada objek di sekitarnya.

D. Contoh Komposisi dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Buku yang ditata rapi di rak.

  • Buah yang disusun di atas piring.

  • Bunga yang diatur di dalam vas.

  • Meja belajar yang tertata.

  • Pemandangan alam dengan gunung, pohon, rumah, dan matahari.

Semua contoh tersebut menunjukkan bahwa penataan benda dapat membuat sesuatu terlihat lebih rapi dan menarik.

E. Perbedaan Komposisi Baik dan Kurang Baik

Komposisi yang baik bukan berarti semua gambar harus sama atau selalu simetris. Komposisi yang baik adalah penataan objek yang mendukung tujuan dan keindahan karya.

Contoh:

  • Komposisi tertata: objek memiliki ruang yang cukup, ukuran sesuai, dan warna saling mendukung.

  • Komposisi kurang tertata: objek bertumpuk tanpa tujuan, sebagian objek terpotong secara tidak sengaja, atau seluruh objek terlalu berdesakan.

Peserta didik tetap boleh membuat gambar sesuai imajinasi masing-masing. Guru membimbing peserta didik agar memahami bahwa karya seni dapat memiliki berbagai susunan yang menarik.

3. Video Pembelajaran

Guru dapat menggunakan video tentang komposisi dan unsur-unsur seni rupa untuk kelas 3 SD.

Tautan pencarian video:

https://www.youtube.com/results?search_query=mengenal+komposisi+dalam+karya+seni+rupa+SD

Guru memilih video yang sesuai dengan usia peserta didik dan memeriksa isinya sebelum ditayangkan.

4. Media/Alat Peraga

  • Contoh gambar pemandangan.

  • Gambar dengan komposisi berbeda.

  • Kertas gambar atau buku gambar.

  • Pensil dan penghapus.

  • Pensil warna atau krayon.

  • Potongan gambar bentuk geometri.

  • Kartu warna.

  • LKPD.

5. Kegiatan Praktik Seni Rupa

Judul Kegiatan: Menggambar Pemandangan dengan Komposisi Menarik

Tujuan: Peserta didik mampu membuat gambar sederhana dengan memperhatikan penempatan, ukuran, bentuk, dan warna objek.

Alat dan bahan:

  • Kertas gambar.

  • Pensil.

  • Penghapus.

  • Pensil warna atau krayon.

Langkah-langkah:

  1. Siapkan kertas gambar dan alat mewarnai.

  2. Tentukan tema gambar, misalnya pemandangan alam.

  3. Buat garis sederhana sebagai pembatas langit dan tanah.

  4. Gambar dua gunung di bagian belakang.

  5. Tambahkan matahari, awan, pohon, rumah, atau bunga.

  6. Atur letak dan ukuran objek agar gambar terlihat seimbang.

  7. Warnai gambar dengan warna yang sesuai atau sesuai imajinasi.

  8. Periksa kembali apakah semua objek sudah tertata dengan baik.

  9. Berikan judul pada gambar.

  10. Tunjukkan hasil karya kepada teman dan jelaskan komposisi yang digunakan.

Kriteria keberhasilan:

  • Objek tersusun dengan cukup jelas.

  • Bentuk dan ukuran objek diperhatikan.

  • Warna digunakan secara kreatif.

  • Peserta didik berusaha menciptakan keseimbangan dan kesatuan gambar.

  • Peserta didik menunjukkan sikap mandiri dan menghargai karya teman.

6. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Nama: ....................................................

Kelas: ....................................................

Judul: Mengenal Komposisi dalam Karya Seni

Kegiatan 1: Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan komposisi dalam karya seni?

  2. Sebutkan empat unsur rupa yang dapat digunakan dalam menggambar!

  3. Mengapa letak objek perlu diperhatikan ketika menggambar?

  4. Apa yang dimaksud dengan keseimbangan dalam gambar?

  5. Sebutkan tiga objek yang dapat kamu gambar untuk membuat pemandangan!

Kegiatan 2: Rancang Komposisimu

Buatlah rancangan gambar pemandangan sederhana pada buku gambar.

Checklist sebelum mewarnai:

  • Saya sudah menentukan objek utama.

  • Saya sudah mengatur letak setiap objek.

  • Saya memperhatikan ukuran objek.

  • Saya memilih warna yang sesuai dengan ide saya.

  • Saya sudah memeriksa kembali gambar.

Kegiatan 3: Refleksi Karya

  1. Judul gambarku adalah ....

  2. Objek utama dalam gambarku adalah ....

  3. Warna yang paling banyak kugunakan adalah ....

  4. Bagian yang paling kusukai adalah ....

  5. Hal yang ingin kuperbaiki pada gambar berikutnya adalah ....

7. Post-Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Cara menyusun unsur-unsur rupa dalam sebuah karya seni disebut ....
    a. apresiasi
    b. komposisi
    c. refleksi
    d. dekorasi kelas

  2. Berikut yang termasuk unsur rupa adalah ....
    a. garis, bentuk, dan warna
    b. suara, musik, dan nada
    c. rasa, bau, dan bunyi
    d. gerak, suara, dan lagu

  3. Agar gambar pemandangan terlihat menyatu, kita perlu memperhatikan ....
    a. kesatuan
    b. suara
    c. rasa
    d. kecepatan

  4. Objek yang dibuat lebih menonjol agar menarik perhatian disebut ....
    a. penekanan
    b. penghapusan
    c. pengulangan kata
    d. pemotongan kertas

  5. Saat menggambar, objek sebaiknya disusun ....
    a. tanpa memikirkan letaknya
    b. seluruhnya di satu sudut
    c. sesuai ide dan penataan yang direncanakan
    d. selalu sama dengan gambar teman

B. Isian Singkat

  1. Cara menata objek agar gambar tidak terasa berat di satu sisi disebut ....

  2. Warna, garis, bentuk, ukuran, dan letak merupakan unsur yang membantu membentuk ....

  3. Bentuk lingkaran dapat digunakan untuk menggambar ....

  4. Penataan objek yang saling berhubungan sehingga membentuk gambar utuh disebut ....

  5. Setelah selesai menggambar, kita sebaiknya memeriksa kembali dan melakukan ....

Kunci Jawaban

Pilihan ganda:

  1. b

  2. a

  3. a

  4. a

  5. c

Isian singkat:
6. Keseimbangan.
7. Komposisi.
8. Matahari atau objek lain berbentuk lingkaran.
9. Kesatuan.
10. Refleksi atau perbaikan jika diperlukan.

Pedoman Penilaian:

  • Pilihan ganda: 5 soal × 10 poin = 50 poin.

  • Isian singkat: 5 soal × 10 poin = 50 poin.

  • Nilai maksimal = 100.

Penilaian praktik dilakukan dengan mengamati penataan objek, penggunaan warna, kreativitas, kerapian, dan tanggung jawab peserta didik.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Komposisi adalah cara menyusun unsur-unsur rupa dalam karya seni agar terlihat menarik dan menyatu. Unsur rupa yang digunakan antara lain garis, bentuk, warna, ukuran, dan letak.

Dalam membuat gambar, kita perlu memperhatikan keseimbangan, kesatuan, keselarasan, dan pusat perhatian. Komposisi yang baik membantu menyampaikan ide dan membuat karya lebih mudah dinikmati.

Setiap peserta didik boleh memiliki ide dan susunan gambar yang berbeda. Hal terpenting adalah berani mencoba, berkreasi, dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

2. Refleksi

a. Hal yang sudah berjalan baik

  • Peserta didik mampu mengenali unsur-unsur rupa.

  • Peserta didik dapat mengamati perbedaan penataan objek.

  • Peserta didik menunjukkan kreativitas dalam menggambar.

b. Kendala yang ditemukan

  • Beberapa peserta didik masih kesulitan mengatur ukuran dan letak objek.

  • Sebagian peserta didik membutuhkan bimbingan dalam memadukan warna.

  • Beberapa peserta didik masih ragu menuangkan ide sendiri.

c. Respons/keterlibatan peserta didik

  • Peserta didik aktif menjawab pertanyaan pemantik.

  • Peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan menggambar.

  • Peserta didik menunjukkan hasil karya dan menceritakan idenya.

d. Refleksi peserta didik

Guru mengajukan pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu pelajari tentang komposisi hari ini?

  2. Bagian mana yang paling menyenangkan saat menggambar?

  3. Apakah kamu sudah mengatur letak dan ukuran objek?

  4. Apa yang ingin kamu tingkatkan pada karya berikutnya?

e. Tindak lanjut pembelajaran

Peserta didik yang sudah memahami materi diberikan tantangan membuat gambar dengan objek utama yang jelas dan komposisi yang lebih bervariasi. Peserta didik yang belum memahami materi mendapatkan bimbingan melalui contoh gambar dan latihan menyusun potongan bentuk.

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

Jumlah peserta didik tuntas: ........ peserta didik.

Jumlah peserta didik belum tuntas: ........ peserta didik.

Tindak lanjut:

  1. Remedial: Guru menjelaskan kembali pengertian komposisi menggunakan gambar sederhana.

  2. Pendampingan: Peserta didik berlatih menentukan letak objek utama, objek pendukung, dan ukuran objek.

  3. Latihan tambahan: Peserta didik membuat gambar sederhana yang terdiri atas minimal empat objek.

  4. Pengayaan: Peserta didik membuat gambar dengan objek utama dan objek pendukung yang ditata secara kreatif.

  5. Evaluasi ulang: Guru mengamati karya peserta didik dan meminta mereka menjelaskan penataan objek yang digunakan.

Pesan Motivasi untuk Anak-Anak Sholih dan Sholihah Kelas 3A

Anak-anak hebat, setiap karya seni berawal dari sebuah ide. Jangan takut mencoba dan jangan khawatir jika hasil gambarmu belum sempurna. Teruslah berlatih, gunakan kreativitasmu, dan hargai karya teman-temanmu. Mari kita bersyukur kepada Allah Swt. atas kemampuan berpikir, melihat keindahan, dan menciptakan karya yang bermanfaat.

Catatan untuk Ibu Guru: Tanggal pembelajaran dapat disesuaikan dengan jadwal kelas 3A. Materi dan tujuan pembelajaran di atas merupakan rancangan operasional yang dapat diselaraskan dengan ATP Seni Rupa Fase B yang digunakan sekolah.

Postingan 3_Matematika, Senin, 19 Oktober 2026





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Satuan Pendidikan: SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

  • Mata Pelajaran: Matematika

  • Hari/Tanggal: Senin, 19 Oktober 2026

  • Fase/Kelas: Fase B / Kelas III

  • Materi: Pembagian Bilangan Cacah sampai 100 – Latihan Soal Cerita Pembagian

  • Pertemuan: Ke-5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik memahami operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 dan mampu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari melalui gambar, benda konkret, kalimat matematika, dan soal cerita.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

TP Umum:

Peserta didik mampu memahami dan menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan pembagian bilangan cacah sampai 100 secara tepat, runtut, dan mandiri.

TP Mindful, Meaningful, Joyful:

  1. Mindful (Berkesadaran): Peserta didik membaca soal dengan teliti, mengenali informasi yang diketahui dan ditanyakan, serta memeriksa kembali jawabannya.

  2. Meaningful (Bermakna): Peserta didik menerapkan konsep pembagian dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagikan makanan, alat tulis, dan benda secara adil.

  3. Joyful (Menyenangkan): Peserta didik belajar melalui permainan kartu soal, diskusi kelompok, dan tantangan soal cerita pembagian.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengingat kembali konsep pembagian sebagai pengurangan berulang dan kebalikan perkalian.

  2. Mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita.

  3. Menentukan operasi pembagian yang sesuai dengan soal.

  4. Menghitung hasil pembagian bilangan cacah sampai 100.

  5. Menuliskan kalimat matematika dan jawaban dengan benar.

  6. Memeriksa hasil pembagian menggunakan operasi perkalian.

E. APERSEPSI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholiha kelas 3A!

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar Matematika dengan penuh semangat.

Anak-anak, pernahkah kalian membagikan 20 permen kepada 5 orang teman agar setiap teman mendapatkan jumlah yang sama? Bagaimana cara mengetahui jumlah permen yang diterima setiap teman?

Nah, hari ini kita akan belajar menyelesaikan soal cerita pembagian sampai 100. Kalian akan belajar membaca soal dengan teliti, menentukan operasi pembagian, menghitung hasilnya, dan menuliskan jawaban dengan benar.

Ingat, anak-anak hebat! Kita harus jujur saat mengerjakan soal, disiplin mengikuti kegiatan, berani mencoba, dan bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri.

Pertanyaan pemantik:

  1. Apa arti membagi sama banyak?

  2. Jika ada 24 pensil dibagikan kepada 6 anak, berapa pensil yang diterima setiap anak?

  3. Bagaimana cara memeriksa jawaban pembagian?

  4. Mengapa kita harus membagi sesuatu secara adil?

F. PEMBAHASAN MATERI

1. Mengingat Kembali Konsep Pembagian

Pembagian adalah kegiatan membagi suatu jumlah menjadi beberapa kelompok sama banyak.

Contoh:

Ibu memiliki 20 jeruk. Jeruk tersebut dibagikan sama banyak kepada 4 anak.

Kalimat matematika:

20 : 4 = 5

Artinya, setiap anak mendapatkan 5 jeruk.

Keterangan:

  • 20 adalah jumlah jeruk.

  • 4 adalah jumlah anak.

  • 5 adalah jumlah jeruk yang diterima setiap anak.

Pembagian juga berhubungan dengan perkalian.

Contoh:

20 : 4 = 5

Dapat diperiksa dengan:

5 × 4 = 20

Jadi, jawaban pembagian benar karena 5 dikalikan 4 hasilnya 20.

2. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita Pembagian

Agar mudah mengerjakan soal cerita, ikuti langkah berikut.

  1. Baca soal dengan teliti.

  2. Tuliskan informasi yang diketahui.

  3. Tentukan apa yang ditanyakan.

  4. Buat kalimat matematika pembagian.

  5. Hitung hasil pembagian.

  6. Tuliskan jawaban lengkap sesuai cerita.

  7. Periksa kembali menggunakan perkalian.

3. Contoh Soal Cerita dan Pembahasannya

Contoh 1: Membagikan Pensil

Bu Guru memiliki 36 pensil. Pensil tersebut dibagikan sama banyak kepada 6 siswa. Berapa pensil yang diterima setiap siswa?

Penyelesaian:

Diketahui:

  • Jumlah pensil = 36

  • Jumlah siswa = 6

Ditanyakan: Jumlah pensil yang diterima setiap siswa.

Kalimat matematika:

36 : 6 = 6

Pemeriksaan:

6 × 6 = 36

Jawaban: Setiap siswa menerima 6 pensil.

Contoh 2: Membagikan Kue

Ibu membuat 48 kue. Kue tersebut dimasukkan sama banyak ke dalam 8 kotak. Berapa kue di setiap kotak?

Penyelesaian:

Diketahui:

  • Jumlah kue = 48

  • Jumlah kotak = 8

Ditanyakan: Jumlah kue di setiap kotak.

Kalimat matematika:

48 : 8 = 6

Jawaban: Setiap kotak berisi 6 kue.

Contoh 3: Membagikan Buku

Perpustakaan memiliki 63 buku cerita. Buku-buku itu dibagikan sama banyak ke 7 rak. Berapa buku pada setiap rak?

Penyelesaian:

63 : 7 = 9

Pemeriksaan:

9 × 7 = 63

Jawaban: Setiap rak berisi 9 buku cerita.

4. Latihan Soal Cerita Pembagian sampai 100

Kerjakan soal berikut dengan teliti. Tuliskan cara menghitung dan jawaban lengkapnya.

Soal 1 – Buah Apel

Ayah membeli 32 apel. Apel tersebut dibagikan sama banyak kepada 4 anak. Berapa apel yang diterima setiap anak?

Soal 2 – Pensil Warna

Sekolah memiliki 45 pensil warna. Pensil tersebut dibagikan sama banyak kepada 5 kelompok. Berapa pensil warna yang diterima setiap kelompok?

Soal 3 – Permen

Rani memiliki 56 permen. Ia membagikan semua permen itu sama banyak kepada 8 temannya. Berapa permen yang diterima setiap teman?

Soal 4 – Buku Tulis

Pak Guru membawa 72 buku tulis untuk dibagikan sama banyak kepada 9 siswa. Berapa buku tulis yang diterima setiap siswa?

Soal 5 – Kue

Ibu membuat 64 kue. Kue tersebut disusun sama banyak ke dalam 8 piring. Berapa kue pada setiap piring?

Soal 6 – Bola

Ada 35 bola yang akan disimpan sama banyak ke dalam 5 keranjang. Berapa bola di setiap keranjang?

Soal 7 – Stiker

Dina memiliki 81 stiker. Ia menempelkan stiker itu sama banyak pada 9 halaman bukunya. Berapa stiker pada setiap halaman?

Soal 8 – Jeruk

Pedagang memiliki 42 jeruk. Jeruk tersebut dimasukkan sama banyak ke dalam 6 kantong. Berapa jeruk di setiap kantong?

Soal 9 – Telur

Ibu membeli 96 telur. Telur itu disusun sama banyak ke dalam 8 wadah. Berapa telur pada setiap wadah?

Soal 10 – Jajanan

Pak Rudi memiliki 54 bungkus jajanan. Jajanan itu dibagikan sama banyak kepada 6 anak. Berapa bungkus jajanan yang diterima setiap anak?

5. Tantangan Berpikir

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Ada 40 permen yang dibagikan kepada beberapa anak. Setiap anak mendapatkan 5 permen. Berapa anak yang menerima permen?

  2. Sebanyak 90 buku dimasukkan ke dalam beberapa kotak. Setiap kotak berisi 10 buku. Berapa kotak yang diperlukan?

  3. Beni memiliki 24 kelereng. Ia membagikannya sama banyak kepada 4 teman. Siti memiliki 30 kelereng yang dibagikan sama banyak kepada 5 teman. Siapa yang memberikan lebih banyak kelereng kepada setiap temannya? Jelaskan.

6. Permainan Seru: Kartu Soal Pembagian

Cara bermain:

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok mengambil satu kartu soal cerita.

  3. Kelompok membaca soal dan mendiskusikan jawabannya.

  4. Kelompok menuliskan kalimat matematika, hasil pembagian, dan jawaban lengkap.

  5. Perwakilan kelompok menjelaskan hasilnya di depan kelas.

  6. Kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan dengan santun.

Contoh kartu soal:

  • Kartu A: 28 roti dibagikan kepada 4 anak. Berapa roti untuk setiap anak?

  • Kartu B: 50 pensil dimasukkan sama banyak ke dalam 5 kotak. Berapa pensil per kotak?

  • Kartu C: 84 jeruk dimasukkan ke dalam 7 keranjang. Berapa jeruk per keranjang?

7. Media Pembelajaran

  • Benda konkret, seperti pensil, tutup botol, atau stik es krim.

  • Kartu soal cerita pembagian.

  • Gambar buah, makanan, alat tulis, dan wadah.

  • Papan tulis dan spidol.

  • Buku tulis Matematika.

8. Penilaian dan Kunci Jawaban

Kunci jawaban latihan soal cerita:

  1. 32 : 4 = 8. Setiap anak menerima 8 apel.

  2. 45 : 5 = 9. Setiap kelompok menerima 9 pensil warna.

  3. 56 : 8 = 7. Setiap teman menerima 7 permen.

  4. 72 : 9 = 8. Setiap siswa menerima 8 buku tulis.

  5. 64 : 8 = 8. Setiap piring berisi 8 kue.

  6. 35 : 5 = 7. Setiap keranjang berisi 7 bola.

  7. 81 : 9 = 9. Setiap halaman berisi 9 stiker.

  8. 42 : 6 = 7. Setiap kantong berisi 7 jeruk.

  9. 96 : 8 = 12. Setiap wadah berisi 12 telur.

  10. 54 : 6 = 9. Setiap anak menerima 9 bungkus jajanan.

Kunci jawaban tantangan berpikir:

  1. 40 : 5 = 8. Jadi, ada 8 anak.

  2. 90 : 10 = 9. Jadi, diperlukan 9 kotak.

  3. Beni memberikan 24 : 4 = 6 kelereng per teman. Siti memberikan 30 : 5 = 6 kelereng per teman. Jadi, keduanya memberikan jumlah yang sama.

Pedoman penilaian latihan:

  • Setiap soal cerita nomor 1–10 bernilai 10 poin.

  • Skor maksimal latihan: 100 poin.

  • Penilaian memperhatikan ketepatan operasi, hasil hitung, dan jawaban yang sesuai dengan cerita.

Guru dapat memberikan nilai tambahan untuk cara penyelesaian yang runtut dan pemeriksaan jawaban menggunakan perkalian.

G. KESIMPULAN DAN REFLEKSI

Kesimpulan Pembelajaran

Pembagian adalah kegiatan membagi suatu jumlah menjadi beberapa kelompok sama banyak. Untuk menyelesaikan soal cerita pembagian, kita harus membaca soal dengan teliti, mengetahui informasi yang tersedia, menentukan pertanyaan, menuliskan kalimat matematika, menghitung hasilnya, dan memeriksa jawaban menggunakan perkalian.

Refleksi Peserta Didik

Jawablah secara lisan atau tertulis.

  1. Apakah saya sudah memahami soal cerita pembagian sampai 100?

  2. Langkah apa yang paling membantu saya menyelesaikan soal?

  3. Soal nomor berapa yang masih terasa sulit?

  4. Bagaimana cara saya memeriksa jawaban pembagian?

  5. Apakah saya sudah jujur, teliti, dan bertanggung jawab saat mengerjakan latihan?

Refleksi Guru

  • Hal yang sudah baik: ................................................

  • Tantangan selama pembelajaran: ................................................

  • Respons peserta didik: ................................................

  • Tindak lanjut pembelajaran: ................................................

  • Jumlah peserta didik tuntas: ........ anak

  • Jumlah peserta didik belum tuntas: ........ anak

Tindak Lanjut

  • Remedial: Peserta didik berlatih membagi benda konkret ke dalam kelompok sama banyak dan mengerjakan soal pembagian dengan bilangan yang lebih sederhana.

  • Pengayaan: Peserta didik membuat satu soal cerita pembagian sendiri, menyelesaikannya, dan memeriksa jawabannya menggunakan perkalian.

Pesan Motivasi untuk Anak-Anak Sholih dan Sholiha Kelas 3A

Anak-anak hebat, teruslah berlatih dan jangan takut salah. Matematika akan terasa lebih mudah jika kita teliti, sabar, dan tidak mudah menyerah. Biasakan membagi dengan adil, bekerja sama, dan membantu teman yang membutuhkan.

“Aku teliti saat menghitung, jujur saat mengerjakan, dan semangat untuk menjadi lebih baik!”

Selamat belajar, anak-anak sholih dan sholiha kelas 3A. Semoga Allah memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap usaha kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sesuaikan nama guru dan sekolah sayaTambahkan lembar kerja bergambar

Postingan 1_Seni Rupa, Jumat, 16 Oktober 2026

 




🌷 Assalamu’alaikum

🌸Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholihah kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk belajar kembali pada hari Jumat yang penuh berkah ini.

🌷 Terima kasih, anak-anak hebat!

Ibu Guru mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yang telah mengikuti Sumatif Tengah Semester (STS) dengan baik dan hadir tepat waktu. Terima kasih karena kalian sudah berusaha, disiplin, dan mengikuti kegiatan STS dengan sungguh-sungguh. Semoga hasil yang kalian peroleh menjadi hasil terbaik dan membawa keberkahan. Aamiin. 🤲

📚 Kegiatan Pembelajaran Hari Ini

Hari ini kita akan melanjutkan kegiatan pengayaan dan remedial soal-soal STS.

Anak-anak, ikutilah kegiatan dengan penuh semangat, perhatikan penjelasan Ibu Guru, dan jangan malu bertanya jika ada soal yang belum dipahami. Bagi yang masih perlu memperbaiki hasil belajar, jangan berkecil hati. Teruslah berusaha karena setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik.

🌟 Pesan Kebaikan untuk Anak-Anak Kelas 3A

Jangan lupa untuk selalu menerapkan sikap baik di mana pun kalian berada:

💖 Jujur — berkata dan bertindak sesuai kebenaran, meskipun tidak ada yang melihat.

🤝 Peduli — mau membantu teman yang kesulitan dan menyayangi sesama.

🌷 Beradab baik — berbicara sopan, menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman, serta mengucapkan salam ketika bertemu.

✨ Disiplin dan bertanggung jawab — datang tepat waktu, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, dan berani mengakui kesalahan.

🌼 Gemar berbuat kebaikan — biasakan tersenyum, mengucapkan terima kasih, meminta maaf ketika salah, dan menolong orang lain dengan ikhlas.

Ingat, anak-anak sholih dan sholihah, anak hebat bukan hanya anak yang mendapatkan nilai bagus, tetapi juga anak yang memiliki akhlak mulia dan senantiasa berbuat baik.

🌈 Motivasi Jumat Penuh Berkah

Anak-anak tersayang, jangan pernah takut mencoba dan jangan mudah menyerah. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri, menambah ilmu, dan melakukan kebaikan.

Jadilah anak yang cerdas ilmunya, baik hatinya, santun tutur katanya, serta mulia akhlaknya. Semoga Allah Swt. menjadikan kalian anak-anak yang saleh dan salehah, membanggakan orang tua, menghormati guru, serta bermanfaat bagi sesama.

Mari kita awali hari Jumat ini dengan senyuman, doa, semangat belajar, dan niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan lupa melaksanakan salat Duha dan murojaah surat-surat pendek bagi yang berkesempatan. 🌸

Pesan Ibu Guru hari ini:

"Teruslah belajar dengan tekun, berbuat baik dengan tulus, dan jadilah anak yang jujur meskipun tidak ada yang melihat. Prestasi membuatmu bangga, tetapi akhlak mulia membuatmu berharga." 💕

Semangat selalu, anak-anak hebat kelas 3A! Semoga hari Jumat ini membawa ilmu yang bermanfaat, hati yang bahagia, dan pahala dari setiap kebaikan yang kalian lakukan.

Jumat berkah, penuh semangat, penuh kebaikan! 🌷

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang dan semangat dari Ibu Guru untuk seluruh anak sholih dan sholihah kelas 3A. ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 16 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III SD

  5. Materi : Apresiasi, Refleksi, dan Menyimpulkan Pesan-Pesan Apresiasi Positif pada Papan Kesan Kelas

  6. Pertemuan Ke-: 8

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengamati dan mengenali karya seni rupa, mengungkapkan tanggapan sederhana terhadap karya sendiri maupun karya teman, serta menyampaikan perasaan dan pengalaman selama proses berkarya. Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghargai karya, menghormati perbedaan pendapat, dan memberikan apresiasi secara positif dan santun.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. TP Umum

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian apresiasi dan refleksi dalam kegiatan seni rupa.

  2. Mengamati dan memberikan tanggapan positif terhadap karya seni rupa teman.

  3. Menyampaikan kelebihan karya teman dengan bahasa yang santun.

  4. Melakukan refleksi sederhana terhadap pengalaman berkarya dan belajar bersama.

  5. Menyimpulkan pesan-pesan apresiasi positif yang diperoleh selama pembelajaran.

  6. Membuat Papan Kesan Kelas yang berisi pesan positif, penghargaan, dan motivasi.

  7. Menunjukkan sikap percaya diri, jujur, peduli, saling menghargai, dan bertanggung jawab.

2. TP Ma-Mi-Joy

a. Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik menyadari bahwa setiap karya memiliki keunikan dan setiap teman mempunyai kemampuan serta cara berekspresi yang berbeda.

b. Meaningful (Bermakna)

Peserta didik memahami bahwa apresiasi positif dapat membuat teman merasa dihargai, meningkatkan rasa percaya diri, dan menciptakan suasana kelas yang nyaman.

c. Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mengikuti kegiatan galeri karya, menuliskan pesan positif pada kertas warna-warni, dan menghias Papan Kesan Kelas secara kreatif bersama teman.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati: Peserta didik mengamati karya seni rupa sendiri dan karya teman.

  2. Memahami: Peserta didik mempelajari arti apresiasi, refleksi, dan pesan positif.

  3. Mengeksplorasi: Peserta didik menyampaikan pendapat tentang karya dengan bahasa yang santun.

  4. Mempraktikkan: Peserta didik menulis pesan apresiasi positif pada kertas kecil atau kertas berbentuk gambar.

  5. Menyimpulkan: Peserta didik merangkum manfaat menghargai karya dan memberikan dukungan kepada teman.

  6. Berkarya bersama: Peserta didik menempelkan pesan pada Papan Kesan Kelas.

  7. Merefleksikan: Peserta didik menceritakan perasaan dan pengalaman setelah mengikuti pembelajaran.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, memeriksa kesiapan belajar, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.

Guru menunjukkan beberapa karya seni rupa peserta didik, seperti gambar cerita, poster, gambar pemandangan, atau karya yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  1. Anak-anak, bagaimana perasaan kalian ketika karya kalian dipuji oleh teman?

  2. Apa yang kalian lakukan ketika melihat karya teman yang bagus?

  3. Apakah semua karya teman harus sama?

  4. Bagaimana cara memberikan kritik atau saran yang baik?

  5. Apa manfaat menuliskan pesan positif untuk teman di kelas?

Guru menjelaskan bahwa setiap karya memiliki keunikan. Kita boleh memberikan pendapat, tetapi harus menggunakan kata-kata yang baik dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

Motivasi: Anak-anak sholih dan sholihah, mari kita belajar menghargai karya sendiri dan karya teman. Kata-kata yang baik dapat membuat orang lain bahagia dan semakin semangat untuk berkarya.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an dan Kebesaran Allah Swt.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 11, yang mengajarkan agar kita tidak mengolok-olok orang lain dan tidak saling mencela.

Keterkaitan dengan pembelajaran:

Dalam kegiatan apresiasi seni rupa, kita harus menghargai karya teman dan tidak mengejek hasil karyanya. Setiap anak memiliki kemampuan, ide, dan kreativitas yang berbeda.

Sebagai bentuk akhlak mulia, kita hendaknya berkata sopan, memberikan pujian dengan tulus, serta menyampaikan saran dengan cara yang baik.

2. Penjabaran Materi

A. Pengertian Apresiasi

Apresiasi adalah kegiatan mengamati, menghargai, dan memberikan tanggapan terhadap suatu karya.

Dalam seni rupa, apresiasi berarti menghargai karya seni, baik karya sendiri maupun karya orang lain.

Contoh apresiasi:

  • Memuji warna gambar teman yang menarik.

  • Menghargai ide teman dalam membuat poster.

  • Memperhatikan karya teman dengan sungguh-sungguh.

  • Memberikan saran yang sopan agar karya menjadi lebih baik.

B. Pengertian Refleksi

Refleksi adalah kegiatan mengingat kembali dan memikirkan pengalaman yang telah dilakukan untuk mengetahui hal yang sudah baik dan hal yang perlu diperbaiki.

Contoh pertanyaan refleksi:

  • Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan hari ini?

  • Apa yang kamu pelajari dari karya teman?

  • Bagaimana perasaanmu ketika menerima apresiasi?

  • Apa yang ingin kamu perbaiki pada kegiatan berikutnya?

C. Cara Memberikan Apresiasi Positif

Ada beberapa cara memberikan apresiasi positif kepada teman:

  1. Gunakan kata-kata yang sopan.

  2. Sampaikan pujian dengan tulus.

  3. Sebutkan bagian karya yang kamu sukai.

  4. Jangan mengejek atau membandingkan karya secara merendahkan.

  5. Berikan saran yang membangun.

  6. Hargai usaha teman, bukan hanya hasil akhirnya.

Contoh kalimat apresiasi positif:

  • “Aku suka pilihan warna pada gambarmu.”

  • “Gambarmu kreatif dan menarik.”

  • “Kamu sudah berusaha dengan sangat baik.”

  • “Idemu bagus dan berbeda.”

  • “Teruslah berlatih, ya!”

  • “Aku senang bisa belajar bersama kamu.”

  • “Terima kasih sudah membantu kelompok kita.”

Contoh memberikan saran dengan santun:

  • “Gambarmu sudah bagus. Mungkin kamu bisa menambahkan warna pada bagian langit.”

  • “Postermu menarik. Akan lebih mudah dibaca jika tulisannya dibuat sedikit lebih besar.”

D. Apa Itu Papan Kesan Kelas?

Papan Kesan Kelas adalah papan yang berisi pesan, kesan, pujian, harapan, dan motivasi positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.

Papan ini menjadi tempat untuk berbagi pengalaman, menghargai teman, dan membangun suasana kelas yang ramah serta menyenangkan.

Manfaat Papan Kesan Kelas:

  1. Membiasakan peserta didik berkata baik.

  2. Meningkatkan rasa percaya diri.

  3. Melatih kemampuan menyampaikan pendapat.

  4. Menumbuhkan sikap saling menghargai.

  5. Membangun kebersamaan dan persahabatan.

  6. Menjadi pengingat untuk terus belajar dan berkarya.

3. Kegiatan Praktik: Membuat Papan Kesan Kelas

Judul kegiatan: “Kelas 3A Penuh Apresiasi dan Kebaikan”

Alat dan bahan:

  • Karton atau kertas manila.

  • Kertas warna-warni.

  • Spidol atau pensil warna.

  • Gunting.

  • Lem atau selotip.

  • Hiasan sederhana, seperti gambar bintang, bunga, hati, atau pelangi.

Langkah-langkah kegiatan:

  1. Guru menyiapkan papan dengan judul “Papan Kesan Kelas 3A”.

  2. Peserta didik mengamati karya seni rupa yang dipajang.

  3. Setiap peserta didik memilih satu karya yang ingin diapresiasi.

  4. Peserta didik menuliskan pesan positif pada kertas warna-warni.

  5. Peserta didik menghias kertas dengan gambar sederhana.

  6. Peserta didik menempelkan pesan pada papan.

  7. Beberapa peserta didik membacakan pesan yang telah ditulis.

  8. Guru mengajak peserta didik menyimpulkan manfaat memberikan apresiasi positif.

Aturan kegiatan:

  • Tulislah pesan dengan jujur dan sopan.

  • Hindari kata-kata yang mengejek atau menyakiti.

  • Hargai semua karya dan pendapat teman.

  • Jangan menuliskan pesan yang mempermalukan orang lain.

  • Pastikan setiap anak mendapat kesempatan berpartisipasi.

4. Contoh Isi Papan Kesan Kelas

Judul: Papan Kesan Kelas 3A — Aku Menghargai, Aku Menginspirasi

Contoh pesan yang dapat ditulis peserta didik:

  • “Aku bangga dengan karya teman-temanku.”

  • “Setiap karya memiliki keindahan dan keunikan.”

  • “Terima kasih sudah menjadi teman yang baik.”

  • “Aku senang belajar dan berkarya bersama kalian.”

  • “Mari saling membantu dan menyemangati.”

  • “Tidak apa-apa jika belum sempurna, yang penting terus berusaha.”

  • “Aku akan menghargai pendapat teman.”

  • “Kita berbeda, tetapi tetap berteman.”

  • “Teruslah berkarya dan jangan mudah menyerah.”

  • “Kelas kita hebat karena saling menghargai.”

Contoh kesan pribadi peserta didik:

“Hari ini aku senang karena dapat melihat karya teman-teman. Aku belajar bahwa setiap karya berbeda dan semuanya patut dihargai. Aku ingin terus berlatih menggambar dan memberikan semangat kepada teman-temanku.”

5. Video Pembelajaran

Guru dapat menggunakan video tentang apresiasi karya seni rupa, sikap saling menghargai, atau kegiatan refleksi peserta didik.

Tautan pencarian video:
https://www.youtube.com/results?search_query=apresiasi+karya+seni+rupa+kelas+3+SD

Guru memilih video yang sesuai dengan usia peserta didik dan memeriksa isi video sebelum ditayangkan.

6. Media/Alat Peraga

  • Contoh karya gambar atau poster peserta didik.

  • Gambar karya seni rupa.

  • Kertas warna-warni.

  • Karton atau kertas manila.

  • Spidol dan pensil warna.

  • Gunting dan lem.

  • Papan Kesan Kelas.

  • LKPD dan alat tulis.

7. Post-Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Apresiasi dalam seni rupa berarti ....
    a. mengejek karya teman
    b. menghargai dan memberikan tanggapan terhadap karya
    c. merusak karya
    d. menyalin semua karya teman

  2. Ketika melihat gambar teman yang bagus, sebaiknya kita ....
    a. menertawakannya
    b. mengabaikannya
    c. memberikan pujian yang tulus
    d. mengatakan gambar kita lebih bagus

  3. Refleksi dilakukan untuk ....
    a. mengingat pengalaman dan memperbaiki diri
    b. mencari kesalahan teman
    c. membandingkan nilai
    d. menghindari kegiatan belajar

  4. Papan Kesan Kelas digunakan untuk ....
    a. menuliskan ejekan
    b. menempelkan pesan positif dan kesan pembelajaran
    c. mencatat hukuman teman
    d. menyimpan barang pribadi

  5. Contoh kalimat apresiasi yang baik adalah ....
    a. “Gambarmu jelek sekali.”
    b. “Kamu tidak bisa menggambar.”
    c. “Aku suka warna yang kamu gunakan.”
    d. “Gambarmu tidak sebagus gambarku.”

B. Isian Singkat

  1. Kegiatan menghargai dan memberikan tanggapan terhadap karya disebut ....

  2. Kegiatan mengingat kembali pengalaman belajar disebut ....

  3. Pesan pada Papan Kesan Kelas harus menggunakan kata-kata yang ....

  4. Ketika teman belum berhasil membuat karya yang baik, kita sebaiknya memberikan ....

  5. Salah satu manfaat memberikan apresiasi positif adalah meningkatkan rasa ....

C. Uraian

  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan apresiasi!

  2. Tuliskan dua contoh kalimat apresiasi positif terhadap karya teman!

  3. Apa manfaat refleksi setelah kegiatan pembelajaran?

  4. Sebutkan tiga manfaat Papan Kesan Kelas!

  5. Tuliskan satu pesan positif yang ingin kamu sampaikan kepada teman-teman kelas 3A!

Kunci Jawaban

Pilihan ganda:

  1. b

  2. c

  3. a

  4. b

  5. c

Isian singkat:
6. Apresiasi.
7. Refleksi.
8. Sopan dan baik.
9. Semangat atau dukungan.
10. Percaya diri.

Contoh jawaban uraian:
11. Apresiasi adalah kegiatan mengamati dan menghargai karya.
12. “Gambarmu menarik!” dan “Aku suka pilihan warnamu!”
13. Untuk mengetahui hal yang sudah baik dan hal yang perlu diperbaiki.
14. Meningkatkan percaya diri, membiasakan berkata baik, dan mempererat persahabatan.
15. “Mari saling menghargai, membantu, dan semangat belajar bersama!”

Pedoman Penilaian:

  • Pilihan ganda: 5 soal × 4 poin = 20 poin.

  • Isian singkat: 5 soal × 4 poin = 20 poin.

  • Uraian: 5 soal × 12 poin = 60 poin.

  • Total nilai maksimal = 100.

Guru menilai ketepatan jawaban, kesantunan pesan, dan kemampuan peserta didik memberikan contoh apresiasi positif.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Apresiasi adalah kegiatan mengamati, menghargai, dan memberikan tanggapan terhadap karya seni rupa. Refleksi adalah kegiatan mengingat kembali pengalaman belajar untuk mengetahui hal yang sudah baik dan hal yang perlu diperbaiki.

Dalam memberikan apresiasi, kita harus menggunakan bahasa yang santun, menghargai usaha teman, dan tidak mengejek karya orang lain.

Papan Kesan Kelas merupakan media untuk menuliskan pesan, pujian, kesan, dan motivasi positif. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar membangun persahabatan, meningkatkan rasa percaya diri, dan menciptakan lingkungan kelas yang menyenangkan.

2. Refleksi

a. Hal yang sudah berjalan baik

  • Peserta didik mampu memberikan tanggapan positif terhadap karya teman.

  • Peserta didik menunjukkan kreativitas dalam menulis dan menghias pesan.

  • Peserta didik belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan.

b. Kendala yang ditemukan

  • Beberapa peserta didik masih malu menyampaikan pendapat.

  • Sebagian peserta didik memerlukan bimbingan dalam memilih kata-kata yang santun.

  • Waktu menghias dan menyusun papan perlu diatur agar kegiatan selesai dengan baik.

c. Respons/keterlibatan peserta didik

  • Peserta didik aktif mengamati karya.

  • Peserta didik menulis dan menempelkan pesan positif.

  • Peserta didik membacakan kesan dan memberikan tanggapan dengan sopan.

d. Refleksi peserta didik

Guru mengajukan pertanyaan berikut:

  1. Apa hal paling menyenangkan yang kamu pelajari hari ini?

  2. Bagaimana perasaanmu ketika menerima pujian dari teman?

  3. Apa yang akan kamu lakukan ketika melihat karya teman yang berbeda dengan karyamu?

  4. Pesan positif apa yang ingin kamu terapkan setiap hari di kelas?

e. Tindak lanjut pembelajaran

Guru membiasakan peserta didik memberikan apresiasi positif terhadap karya teman dalam kegiatan seni rupa berikutnya. Papan Kesan Kelas dapat dipajang di kelas dan diperbarui secara berkala dengan pesan yang baik.

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

Jumlah peserta didik tuntas: ..21.. peserta didik.

Jumlah peserta didik belum tuntas: ...4.. peserta didik.

Tindak lanjut:

  1. Remedial: Guru memberikan contoh kalimat apresiasi dan membimbing peserta didik menuliskan pesan positif sederhana.

  2. Pendampingan: Peserta didik berlatih menyampaikan satu pujian dan satu saran yang santun kepada teman.

  3. Latihan tambahan: Peserta didik menulis tiga kalimat apresiasi positif pada buku tugas.

  4. Pengayaan: Peserta didik membuat kartu apresiasi dengan gambar dan pesan motivasi.

  5. Evaluasi ulang: Guru mengamati kemampuan peserta didik menghargai karya dan menyampaikan refleksi sederhana.

Pesan Motivasi untuk Anak-Anak Sholih dan Sholihah Kelas 3A

Anak-anak hebat, setiap karya memiliki keunikan dan setiap teman memiliki kelebihan. Jangan takut mencoba, teruslah berkarya, dan hargailah usaha orang lain. Biasakan berkata baik, saling membantu, tidak mengejek, dan memberikan semangat kepada teman. Semoga kelas kita menjadi tempat yang penuh kebaikan, kreativitas, persahabatan, dan rasa syukur kepada Allah Swt.


Dokumentasi kegiatan hari ini :


Postingan 2_IPAS. Jumat, 16 Oktober 2026





🌸  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholihah kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk belajar kembali pada hari Jumat yang penuh berkah ini.

🌷 Terima kasih, anak-anak hebat!

Ibu Guru mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yang telah mengikuti Sumatif Tengah Semester (STS) dengan baik dan hadir tepat waktu. Terima kasih karena kalian sudah berusaha, disiplin, dan mengikuti kegiatan STS dengan sungguh-sungguh. Semoga hasil yang kalian peroleh menjadi hasil terbaik dan membawa keberkahan. Aamiin. 🤲

📚 Kegiatan Pembelajaran Hari Ini

Hari ini kita akan melanjutkan kegiatan pengayaan dan remedial soal-soal STS.

Anak-anak, ikutilah kegiatan dengan penuh semangat, perhatikan penjelasan Ibu Guru, dan jangan malu bertanya jika ada soal yang belum dipahami. Bagi yang masih perlu memperbaiki hasil belajar, jangan berkecil hati. Teruslah berusaha karena setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik.

🌟 Pesan Kebaikan untuk Anak-Anak Kelas 3A

Jangan lupa untuk selalu menerapkan sikap baik di mana pun kalian berada:

💖 Jujur — berkata dan bertindak sesuai kebenaran, meskipun tidak ada yang melihat.

🤝 Peduli — mau membantu teman yang kesulitan dan menyayangi sesama.

🌷 Beradab baik — berbicara sopan, menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman, serta mengucapkan salam ketika bertemu.

✨ Disiplin dan bertanggung jawab — datang tepat waktu, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, dan berani mengakui kesalahan.

🌼 Gemar berbuat kebaikan — biasakan tersenyum, mengucapkan terima kasih, meminta maaf ketika salah, dan menolong orang lain dengan ikhlas.

Ingat, anak-anak sholih dan sholihah, anak hebat bukan hanya anak yang mendapatkan nilai bagus, tetapi juga anak yang memiliki akhlak mulia dan senantiasa berbuat baik.

🌈 Motivasi Jumat Penuh Berkah

Anak-anak tersayang, jangan pernah takut mencoba dan jangan mudah menyerah. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri, menambah ilmu, dan melakukan kebaikan.

Jadilah anak yang cerdas ilmunya, baik hatinya, santun tutur katanya, serta mulia akhlaknya. Semoga Allah Swt. menjadikan kalian anak-anak yang saleh dan salehah, membanggakan orang tua, menghormati guru, serta bermanfaat bagi sesama.

Mari kita awali hari Jumat ini dengan senyuman, doa, semangat belajar, dan niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan lupa melaksanakan salat Duha dan murojaah surat-surat pendek bagi yang berkesempatan. 🌸

Pesan Ibu Guru hari ini:

"Teruslah belajar dengan tekun, berbuat baik dengan tulus, dan jadilah anak yang jujur meskipun tidak ada yang melihat. Prestasi membuatmu bangga, tetapi akhlak mulia membuatmu berharga." 💕

Semangat selalu, anak-anak hebat kelas 3A! Semoga hari Jumat ini membawa ilmu yang bermanfaat, hati yang bahagia, dan pahala dari setiap kebaikan yang kalian lakukan.

Jumat berkah, penuh semangat, penuh kebaikan! 🌷

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang dan semangat dari Ibu Guru untuk seluruh anak sholih dan sholihah kelas 3A. ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran : IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 16 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas III SD

  5. Materi : Proses Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari dan Eksperimen Sederhana

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik memahami berbagai bentuk energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu mengamati fenomena di lingkungan sekitar, melakukan percobaan sederhana, mencatat hasil pengamatan, serta mengomunikasikan hasilnya dengan bahasa yang jelas.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. TP Umum

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian energi dan berbagai bentuk energi.

  2. Mengidentifikasi proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Memberikan contoh perubahan energi yang ditemukan di rumah dan di sekolah.

  4. Melakukan eksperimen sederhana tentang perubahan energi dengan mengikuti langkah-langkah yang benar.

  5. Menuliskan hasil pengamatan dan menyampaikan kesimpulan berdasarkan percobaan.

  6. Menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, bekerja sama, dan berhati-hati selama kegiatan eksperimen.

2. TP Ma-Mi-Joy

a. Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mengamati benda-benda di sekitarnya dan menyadari bahwa energi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.

b. Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi perubahan energi dengan pengalaman nyata, seperti menyalakan lampu, menggunakan kipas angin, mendengarkan radio, dan mengayuh sepeda.

c. Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui permainan tebak perubahan energi, diskusi kelompok, dan eksperimen sederhana yang menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati: Peserta didik mengamati gambar atau benda nyata yang menggunakan energi.

  2. Menanya: Peserta didik menjawab pertanyaan tentang sumber energi dan perubahan yang terjadi.

  3. Memahami: Peserta didik mempelajari jenis-jenis energi dan contoh perubahannya.

  4. Mencoba: Peserta didik melakukan eksperimen sederhana secara berkelompok.

  5. Menalar: Peserta didik mencatat hasil pengamatan dan menjelaskan perubahan energi yang terjadi.

  6. Mengomunikasikan: Peserta didik mempresentasikan hasil eksperimen di depan kelas.

  7. Merefleksikan: Peserta didik menyimpulkan pembelajaran dan menyebutkan manfaat energi dalam kehidupan sehari-hari.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru memberi salam, menyapa peserta didik dengan ramah, mengajak berdoa, serta memeriksa kesiapan belajar.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  1. Anak-anak, siapa yang tadi pagi menyalakan lampu di rumah?

  2. Mengapa kipas angin dapat berputar?

  3. Mengapa radio atau pengeras suara dapat mengeluarkan bunyi?

  4. Apa yang terjadi ketika kita menggosokkan kedua telapak tangan?

  5. Apakah energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya?

Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi sebelumnya tentang sumber dan bentuk energi.

Motivasi: Energi merupakan karunia Allah Swt. yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, kita harus menggunakan energi secara bijak, tidak boros listrik, dan menjaga lingkungan.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

1. Ayat Al-Qur'an dan Kebesaran Allah Swt.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Jatsiyah ayat 13:

“Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya.”

Keterkaitan dengan pembelajaran:

Allah Swt. menciptakan alam beserta berbagai sumber daya yang bermanfaat bagi manusia. Manusia dapat memanfaatkan energi matahari, angin, air, dan sumber energi lainnya untuk membantu kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt., kita harus menggunakan energi dengan bijak, menghemat listrik, dan menjaga kelestarian alam.

2. Penjabaran Materi

A. Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan atau menyebabkan perubahan. Kita membutuhkan energi untuk bergerak, bermain, belajar, menyalakan lampu, dan menjalankan berbagai peralatan.

B. Bentuk-Bentuk Energi

  1. Energi panas: Energi yang membuat benda menjadi hangat atau panas. Contoh: panas matahari dan panas setrika.

  2. Energi cahaya: Energi yang membantu kita melihat benda. Contoh: cahaya matahari dan cahaya lampu.

  3. Energi bunyi: Energi yang dapat didengar oleh telinga. Contoh: bunyi bel sekolah dan suara radio.

  4. Energi gerak: Energi yang dimiliki benda ketika bergerak. Contoh: kipas angin berputar dan roda sepeda bergerak.

  5. Energi listrik: Energi yang digunakan untuk menjalankan berbagai peralatan listrik. Contoh: televisi, lampu, dan mesin cuci.

  6. Energi kimia: Energi yang tersimpan dalam bahan tertentu. Contoh: makanan, baterai, dan bahan bakar.

C. Apa Itu Perubahan Bentuk Energi?

Perubahan bentuk energi adalah peristiwa ketika energi berubah dari satu bentuk menjadi bentuk energi lainnya.

Contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari:

No.Benda atau KegiatanPerubahan Bentuk Energi
1Lampu menyalaEnergi listrik menjadi energi cahaya dan panas
2Kipas anginEnergi listrik menjadi energi gerak dan bunyi
3Setrika listrikEnergi listrik menjadi energi panas
4RadioEnergi listrik menjadi energi bunyi
5Panel suryaEnergi cahaya matahari menjadi energi listrik
6Tubuh saat berlariEnergi kimia dari makanan menjadi energi gerak dan panas
7Buah jatuh dari pohonEnergi potensial gravitasi menjadi energi gerak
8Baterai pada senterEnergi kimia menjadi energi listrik, lalu menjadi energi cahaya dan panas

D. Mengapa Energi Dapat Berubah?

Energi dapat berubah bentuk ketika suatu benda atau alat bekerja. Misalnya, kipas angin menggunakan energi listrik untuk memutar baling-baling. Energi listrik berubah menjadi energi gerak, disertai sedikit bunyi dan panas.

Energi tidak selalu hilang ketika berubah bentuk. Energi dapat berpindah atau berubah bentuk, meskipun sebagian energi dapat tersebar ke lingkungan sebagai panas atau bunyi.

3. Video Pembelajaran

Guru dapat menggunakan video tentang perubahan bentuk energi untuk membantu peserta didik memahami materi.

Tautan pencarian video pembelajaran:
https://www.youtube.com/results?search_query=perubahan+bentuk+energi+kelas+3+SD

Guru memilih video yang sesuai dengan usia peserta didik dan memeriksa isinya sebelum ditayangkan.

4. Media/Alat Peraga

  • Gambar berbagai peralatan rumah tangga.

  • Kartu nama bentuk energi.

  • Baterai dan lampu LED kecil.

  • Kabel penghubung dan dudukan baterai yang sesuai.

  • Karet gelang.

  • Penggaris plastik.

  • LKPD eksperimen.

  • Papan tulis dan alat tulis.

5. Eksperimen Sederhana

Eksperimen 1: Membuat Lampu LED Menyala

Tujuan: Mengamati perubahan energi kimia menjadi energi listrik, kemudian menjadi energi cahaya.

Alat dan bahan:

  • Satu baterai yang sesuai dengan spesifikasi LED.

  • Satu LED kecil yang sesuai dengan tegangan baterai.

  • Kabel penghubung.

  • Dudukan baterai jika tersedia.

Langkah-langkah:

  1. Siapkan alat dan bahan dengan bantuan guru.

  2. Hubungkan baterai, kabel, dan LED sesuai petunjuk guru.

  3. Amati apakah LED menyala.

  4. Catat hasil pengamatan pada LKPD.

  5. Diskusikan perubahan energi yang terjadi.

Hasil yang diharapkan: LED menyala ketika rangkaian terhubung dengan benar.

Penjelasan: Energi kimia yang tersimpan dalam baterai berubah menjadi energi listrik. LED mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan sedikit panas.

Keselamatan: Gunakan baterai bertegangan rendah dan LED yang sesuai. Jangan menghubungkan langsung kedua kutub baterai dengan kabel tanpa beban, jangan menggunakan listrik dari stopkontak, dan minta bantuan guru saat merangkai.

Eksperimen 2: Karet Gelang yang Dipetik

Tujuan: Mengamati perubahan energi potensial elastis menjadi energi gerak dan bunyi.

Alat dan bahan:

  • Satu karet gelang.

  • Sebuah kotak kosong yang kuat sebagai tempat membentangkan karet gelang.

Langkah-langkah:

  1. Bentangkan karet gelang dengan aman pada kotak.

  2. Petik karet gelang secara perlahan.

  3. Amati gerakan karet dan dengarkan bunyinya.

  4. Catat hasil pengamatan.

  5. Diskusikan perubahan energi yang terjadi.

Hasil yang diharapkan: Karet gelang bergetar dan menghasilkan bunyi.

Penjelasan: Ketika karet diregangkan, energi tersimpan sebagai energi potensial elastis. Saat dilepaskan, energi tersebut berubah menjadi energi gerak dan bunyi.

Keselamatan: Jangan menarik karet terlalu kuat atau mengarahkannya ke wajah teman.

6. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Nama: ....................................................

Kelas: ....................................................

Kelompok: ..............................................

Judul: Mengamati Perubahan Bentuk Energi

Petunjuk: Amati eksperimen yang dilakukan, lalu isilah tabel berikut.

No.KegiatanEnergi AwalEnergi Setelah Perubahan
1Menyalakan LED dengan baterai................................
2Memetik karet gelang................................
3Menyalakan kipas angin................................
4Menggosokkan kedua telapak tangan................................

Pertanyaan Diskusi:

  1. Apa yang terjadi ketika LED dihubungkan dengan baterai?

  2. Energi apa yang dihasilkan ketika karet gelang dipetik?

  3. Mengapa kipas angin dapat berputar?

  4. Apa yang kamu rasakan ketika menggosokkan kedua telapak tangan?

  5. Mengapa kita harus menghemat energi listrik?

Kesimpulan Kelompok:

Berdasarkan eksperimen, perubahan bentuk energi adalah ............................................................

7. Post-Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Perubahan energi pada lampu yang menyala adalah ....
    a. cahaya menjadi listrik
    b. listrik menjadi cahaya
    c. gerak menjadi bunyi
    d. panas menjadi gerak

  2. Kipas angin mengubah energi listrik menjadi energi ....
    a. gerak
    b. kimia
    c. makanan
    d. cahaya saja

  3. Sumber energi kimia yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas adalah ....
    a. batu
    b. makanan
    c. pasir
    d. kaca

  4. Ketika karet gelang dipetik, energi yang dihasilkan antara lain ....
    a. bunyi
    b. listrik
    c. cahaya matahari
    d. energi kimia saja

  5. Salah satu cara menghemat energi listrik adalah ....
    a. membiarkan lampu menyala sepanjang hari
    b. menyalakan semua alat listrik
    c. mematikan lampu saat tidak digunakan
    d. membiarkan televisi menyala tanpa ditonton

B. Isian Singkat

  1. Energi yang membuat benda menjadi hangat disebut energi ....

  2. Baterai menyimpan energi ....

  3. Panel surya memanfaatkan energi ....

  4. Perubahan energi pada setrika listrik adalah energi listrik menjadi energi ....

  5. Saat karet gelang dipetik, karet bergetar dan menghasilkan energi ....

Kunci Jawaban Post-Test

Pilihan ganda:

  1. b

  2. a

  3. b

  4. a

  5. c

Isian singkat:
6. Panas
7. Kimia
8. Cahaya matahari
9. Panas
10. Bunyi

Pedoman Penilaian:

  • Setiap jawaban benar mendapat skor 10.

  • Skor maksimal: 100.

  • Nilai akhir = jumlah jawaban benar × 10.

  • Peserta didik dinyatakan tuntas apabila mencapai KKTP yang ditetapkan sekolah.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

1. Kesimpulan

Energi memiliki berbagai bentuk, seperti energi panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik, dan kimia. Dalam kehidupan sehari-hari, energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Contohnya, lampu mengubah energi listrik menjadi cahaya, kipas angin mengubah energi listrik menjadi gerak, dan karet gelang yang dipetik menghasilkan gerak serta bunyi.

Melalui eksperimen sederhana, peserta didik dapat membuktikan bahwa perubahan energi terjadi di sekitar kita. Kita harus bersyukur kepada Allah Swt. dengan memanfaatkan energi secara bijak dan tidak boros.

2. Refleksi

Hal yang sudah berjalan baik:

  • Peserta didik mampu menyebutkan contoh perubahan energi.

  • Peserta didik antusias mengamati dan melakukan eksperimen.

  • Peserta didik belajar bekerja sama dan bertanggung jawab.

Kendala yang ditemukan:

  • Beberapa peserta didik masih kesulitan membedakan bentuk energi.

  • Beberapa kelompok mungkin memerlukan bantuan dalam melakukan pengamatan dan menuliskan kesimpulan.

Respons/keterlibatan peserta didik:

  • Peserta didik berpartisipasi dalam diskusi.

  • Peserta didik mencoba alat peraga dengan bimbingan guru.

  • Peserta didik menyampaikan hasil pengamatan berdasarkan percobaan.

Tindak lanjut pembelajaran:

  • Peserta didik yang sudah memahami materi diberikan tantangan mencari contoh perubahan energi lain di rumah.

  • Peserta didik yang belum memahami materi mendapatkan penjelasan ulang menggunakan gambar, benda konkret, dan latihan tambahan.

3. Capaian Tujuan Pembelajaran

Jumlah peserta didik tuntas: ...24.. peserta didik.

Jumlah peserta didik belum tuntas: ..21... peserta didik.

Tindak lanjut:

  1. Remedial: Guru menjelaskan kembali perubahan bentuk energi menggunakan gambar dan contoh nyata.

  2. Pendampingan: Peserta didik dibimbing mengelompokkan benda berdasarkan perubahan energinya.

  3. Latihan tambahan: Peserta didik mengerjakan soal sederhana tentang perubahan bentuk energi.

  4. Pengayaan: Peserta didik mencari lima contoh perubahan energi di rumah dan menjelaskan manfaatnya.

  5. Evaluasi ulang: Guru memberikan pertanyaan singkat untuk memastikan peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.

Pesan Motivasi untuk Peserta Didik

Anak-anak sholih dan sholihah kelas 3A, teruslah belajar dengan semangat, rasa ingin tahu, dan sikap tanggung jawab. Amatilah lingkungan di sekitar kalian karena banyak hal menarik yang dapat dipelajari. Mari kita bersyukur atas nikmat Allah Swt., menggunakan energi dengan bijak, serta membiasakan diri untuk jujur, disiplin, dan bekerja sama.

Catatan untuk Ibu Guru: Bagian jumlah peserta didik tuntas dan belum tuntas diisi setelah penilaian. Untuk eksperimen, sebaiknya gunakan baterai dan LED bertegangan rendah dengan pengawasan guru. CP di atas merupakan rumusan operasional yang dapat disesuaikan dengan CP IPAS Fase B dan ATP yang digunakan sekolah.

Dokumentasi kegiatan hari ini