RSS

postingan2_P.Pancasila, Selasa 06 Oktober 2026

 





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 06 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Mengidentifikasi Aturan di Lingkungan Tempat Tinggal (RT/RW/Rumah) melalui Peta Konsep Berbasis Wawancara

  6. Pertemuan Ke- : 5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengidentifikasi, menyebutkan, dan melaksanakan aturan di lingkungan keluarga, RT/RW, dan tempat tinggalnya, serta mampu menyajikan hasil identifikasi aturan tersebut secara terstruktur dalam bentuk peta konsep berdasarkan informasi yang diperoleh melalui kegiatan wawancara sederhana.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis aturan di lingkungan rumah dan RT/RW serta menyusun hasil informasi wawancara bersama orang tua/ketua RT menjadi sebuah peta konsep yang rapi dan mudah dipahami.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami pentingnya mematuhi aturan di rumah dan lingkungan masyarakat (RT/RW) demi terciptanya kehidupan yang aman, tertib, dan rukun.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara fokus, santun, dan teliti saat mengajukan pertanyaan wawancara serta mengelompokkan hasilnya ke dalam bagan peta konsep.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan antusias berperan sebagai "Wartawan Cilik" yang membuat peta konsep kreasi warna-warni bersama kelompoknya.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati gambar/contoh tata tertib di lingkungan RT/RW dan rumah.

  2. Memahami konsep aturan tertulis dan tidak tertulis di lingkungan tempat tinggal.

  3. Menyimak contoh cara melakukan wawancara sederhana dan menyusun lembar wawancara.

  4. Menganalisis dan mengelompokkan data hasil wawancara ke dalam bentuk Peta Konsep (Mind Map) Aturan Lingkungan.

  5. Mempresentasikan peta konsep aturan lingkungan tempat tinggal di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru membuka pembelajaran dengan menampilkan dua gambar: situasi lingkungan tempat tinggal yang bersih serta tertib, dan situasi lingkungan yang berantakan karena warga membuang sampah sembarangan. Guru melontarkan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, mengapa lingkungan pada gambar pertama bisa terlihat sangat rapi dan aman? Aturan apa saja yang kira-kira ada di lingkungan tempat tinggal kalian agar tetap nyaman?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi mengidentifikasi aturan melalui wawancara dan peta konsep.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. An-Nisa' ayat 59: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan/pemimpin) di antara kamu..." Aturan di rumah (dibuat orang tua) dan aturan di RT/RW (dibuat pengurus RT/RW) merupakan norma yang diciptakan pemimpin setempat untuk menjaga kebaikan bersama yang wajib kita taati.

  2. Penjabaran Materi

MENGIDENTIFIKASI ATURAN DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL MELALUI PETA KONSEP BERBASIS WAWANCARA

1. Apa itu Aturan di Lingkungan Tempat Tinggal?
Aturan adalah petunjuk atau pedoman yang dibuat agar kehidupan masyarakat berjalan dengan tertib, aman, dan damai.

2. Contoh Aturan berdasarkan Wilayah:

  • Aturan di Rumah:

    • Merapikan tempat tidur setelah bangun tidur.

    • Meminta izin jika ingin keluar rumah.

    • Mematikan lampu dan TV jika tidak digunakan.

  • Aturan di Lingkungan RT/RW:

    • Membuang sampah pada tempatnya.

    • Tamu menginap wajib lapor ke ketua RT 1x24 jam.

    • Menjaga ketenangan dan tidak membuat kegaduhan pada malam hari.

    • Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti dan pos Ronda.

3. Langkah Kegiatan (Wawancara & Peta Konsep):

  1. Kegiatan Wawancara: Peserta didik menjadi Wartawan Cilik dan mewawancarai Orang Tua (di rumah) atau Ketua RT/RW/Tokoh Masyarakat sekitar tentang aturan yang berlaku.

    • Contoh Pertanyaan: "Apa saja aturan yang wajib ditaati oleh warga di RT kita, Pak/Bu?"

  2. Membuat Peta Konsep: Hasil wawancara dirangkum ke dalam bentuk Peta Konsep (Mind Map) seperti contoh berikut:

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video Pembelajaran: [Sisipkan link video YouTube tentang membuat peta konsep aturan di rumah dan RT/RW]

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif berisi contoh Aturan RT/RW dan Peta Konsep

  • Kertas Karton Berwarna dan Spidol Warna (untuk Peta Konsep)

  • Teks/Panduan Lembar Wawancara "Wartawan Cilik"

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  2. Tuliskan 2 contoh aturan yang berlaku di lingkungan RT/RW tempat tinggalmu!

  3. Mengapa di setiap lingkungan tempat tinggal (RT/RW) harus memiliki aturan?

  4. Lengkapilah bagian peta konsep sederhana di bawah ini:

    • Aturan di Rumah: $\dots\dots\dots\dots$

    • Aturan di RT/RW: $\dots\dots\dots\dots$

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Aturan di rumah dan lingkungan RT/RW diciptakan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama. Melalui wawancara dengan orang tua atau pengurus RT, kita dapat mengumpulkan data aturan lalu menyusunnya ke dalam bentuk peta konsep agar mudah dipahami dan dilaksanakan.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat gembira dan kreatif saat menghias peta konsep aturan menggunakan kertas warna-warni dan gambar dekoratif.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum terbiasa memilah hasil wawancara menjadi poin-poin kata kunci yang singkat pada peta konsep.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif berdiskusi dalam kelompok dan penuh percaya diri saat menceritakan hasil wawancara mengenai aturan di RT masing-masing.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan contoh-contoh penyederhanaan kalimat panjang menjadi kata kunci (keywords) untuk peta konsep.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Bimbingan langsung menyusun peta konsep dengan pola bagan isian terstruktur (template) bagi peserta didik yang belum tuntas.

  • Pengayaan: Memberikan tugas membuat poster kampanye "Ayo Taati Aturan RT Kita!" berdasarkan hasil peta konsep bagi peserta didik yang telah tuntas.

Postingan 2_ Bahasa Indonesia_ Selasa 06 Oktober 2026







🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 06 Okt 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Menceritakan Ulang Informasi dari Poster Profesi

  6. Pertemuan Ke- : 13

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami informasi dari media visual (poster) dan menyampaikan kembali gagasan, ide, atau cerita singkat terkait beragam profesi secara lisan maupun tertulis dengan bahasa yang santun, jelas, dan percaya diri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat mengidentifikasi informasi penting dari poster profesi serta menceritakan ulang tugas, peran, dan keunikan profesi tersebut menggunakan bahasa sendiri.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami beragam profesi di sekitar mereka beserta kontribusinya bagi masyarakat, sehingga tumbuh rasa menghargai terhadap setiap pekerjaan yang halal.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara cermat dan fokus mengamati detail visual serta teks pada poster sebelum menceritakannya kembali.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa gembira dan percaya diri mengekspresikan cerita mereka melalui kegiatan "Show and Tell" (pameran poster profesi).

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati contoh poster profesi yang ditayangkan guru.

  2. Mengidentifikasi informasi kunci pada poster (Nama profesi, tugas utama, tempat bekerja, dan alat/seragam yang digunakan).

  3. Menyusun kerangka cerita singkat berdasarkan poin-poin informasi pada poster.

  4. Menceritakan ulang isi poster profesi di depan teman-teman sekelas dengan percaya diri.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan menampilkan gambar/poster seorang pemadam kebakaran. Guru melontarkan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, coba perhatikan gambar ini! Siapakah sosok hebat di poster ini? Apa saja peralatan yang ia bawa, dan apa tugas utamanya saat bekerja?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi menceritakan ulang informasi dari media poster profesi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. At-Taubah ayat 105: "Dan Katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu...'" Allah Swt. menyukai hamba-Nya yang giat bekerja dan bersungguh-sungguh dalam setiap profesi kebaikan yang dijalaninya.

  2. Penjabaran Materi

📚 Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 SD
  • Menceritakan Ulang Informasi dari Poster Profesi


    👩‍⚕️ 1. Apa Itu Poster Profesi?

    Poster profesi adalah gambar atau media yang berisi informasi tentang suatu pekerjaan atau profesi.

    Poster biasanya memuat:

    • 👨‍⚕️ Nama profesi

    • 🛠️ Tugas atau pekerjaan

    • 📍 Tempat bekerja

    • 🔧 Alat yang digunakan

    • ❤️ Sikap yang diperlukan

    • 🌟 Manfaat profesi bagi masyarakat

    Contoh profesi:
    guru, dokter, nelayan, petani, polisi, pemadam kebakaran, pilot, dan pedagang.


    🔎 2. Informasi yang Dicari dari Poster

    Saat melihat poster profesi, perhatikan pertanyaan berikut:

    Apa? → Apa nama profesinya?
    Siapa? → Siapa yang melakukan pekerjaan tersebut?
    Di mana? → Di mana mereka bekerja?
    Apa tugasnya? → Apa yang dilakukan?
    Dengan apa? → Alat apa yang digunakan?
    Mengapa? → Mengapa pekerjaan itu penting?


    👨‍🏫 3. Contoh Poster Profesi: Guru

    PROFESI GURU 👩‍🏫

    Guru adalah orang yang bertugas mengajar dan membimbing siswa.

    📍 Tempat bekerja: Sekolah
    📚 Tugas: Mengajar, membimbing, dan mendidik siswa.
    🛠️ Alat: Buku, papan tulis, komputer, dan alat pembelajaran.
    ❤️ Sikap: Sabar, disiplin, bertanggung jawab, dan penyayang.

    🗣️ Contoh Menceritakan Ulang

    “Poster tersebut berisi informasi tentang profesi guru. Guru bekerja di sekolah. Tugas guru adalah mengajar, mendidik, dan membimbing siswa. Guru menggunakan buku, papan tulis, dan alat pembelajaran. Seorang guru harus sabar, disiplin, dan bertanggung jawab. Guru sangat penting karena membantu siswa mendapatkan ilmu dan menjadi anak yang baik.”


    🧑‍🌾 4. Contoh Poster Profesi: Petani

    PROFESI PETANI 🌾

    Petani bekerja mengolah dan merawat tanaman agar menghasilkan bahan makanan.

    📍 Tempat bekerja: Sawah dan kebun
    🛠️ Alat: Cangkul, sabit, dan alat penyiram
    🌱 Tugas: Menanam, merawat, dan memanen tanaman
    ❤️ Sikap: Rajin, sabar, dan bertanggung jawab

    🗣️ Contoh Menceritakan Ulang

    “Poster tersebut menjelaskan tentang profesi petani. Petani bekerja di sawah atau kebun. Petani bertugas menanam, merawat, dan memanen tanaman. Petani menggunakan cangkul dan sabit. Petani harus rajin dan sabar. Petani berjasa menyediakan bahan makanan bagi masyarakat.”


    🎣 5. Contoh Poster Profesi: Nelayan

    PROFESI NELAYAN 🎣

    Nelayan adalah orang yang bekerja menangkap ikan dan hasil laut.

    📍 Tempat bekerja: Laut
    🛠️ Alat: Perahu, jaring, dan pancing
    🐟 Tugas: Menangkap ikan dan hasil laut
    ❤️ Sikap: Berani, sabar, disiplin, dan bertanggung jawab

    🗣️ Contoh Menceritakan Ulang

    “Poster tersebut berisi informasi tentang profesi nelayan. Nelayan bekerja di laut untuk menangkap ikan dan hasil laut. Nelayan menggunakan perahu, jaring, atau pancing. Seorang nelayan harus sabar, berani, dan bertanggung jawab. Nelayan membantu menyediakan ikan untuk masyarakat.”


    📝 6. Langkah-Langkah Menceritakan Ulang Poster

    Gunakan 5 langkah mudah:

    1. Amati poster 👀
    Lihat gambar dan baca tulisan pada poster.

    2. Temukan informasi penting 🔎
    Cari nama profesi, tugas, tempat kerja, alat, dan sikap.

    3. Catat kata kunci ✏️
    Contoh: nelayan – laut – menangkap ikan – perahu – jaring.

    4. Susun menjadi kalimat 🗣️
    Gunakan bahasa sendiri.

    5. Ceritakan dengan percaya diri 🌟
    Berbicara dengan suara jelas dan tidak terburu-buru.


    📌 Pola Kalimat yang Dapat Digunakan

    Siswa dapat menggunakan pola berikut:

    “Poster tersebut berisi informasi tentang profesi .... Profesi tersebut bekerja di .... Tugasnya adalah .... Alat yang digunakan adalah .... Seorang .... harus memiliki sikap .... Profesi tersebut bermanfaat bagi masyarakat karena ....”


    ✏️ LKPD Sederhana

    Nama: ____________ Kelas: 3A

    Amatilah sebuah poster profesi, kemudian lengkapilah!

    Nama profesi: ____________________

    Tempat bekerja: __________________

    Tugasnya: ________________________

    Alat yang digunakan: ______________

    Sikap yang harus dimiliki: ___________

    Manfaat bagi masyarakat: ____________

    🗣️ Ayo Bercerita!

    Ceritakan kembali informasi dari poster di depan teman-temanmu dengan menggunakan bahasa sendiri.


    🌟 Kesimpulan

    Menceritakan ulang informasi dari poster berarti menyampaikan kembali isi poster menggunakan bahasa sendiri, tanpa harus menghafal seluruh tulisan.

    👉 Ingat 5 kata kunci:
    Profesi – Tempat – Tugas – Alat – Sikap.

    Berani berbicara, percaya diri, dan gunakan bahasa yang santun! 🌷

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif berisi berbagai variasi Poster Profesi

  • Kartu Gambar Profesi Berwarna

  • Frame "Presenter Cilik" untuk peragaan cerita di depan kelas

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan poster profesi yang telah dibagikan!

  2. Tuliskan 3 informasi penting yang terdapat pada poster profesi yang kamu terima!

  3. Buatlah 3-4 kalimat singkat untuk menceritakan ulang isi poster profesi tersebut menggunakan bahasamu sendiri!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Menceritakan ulang isi poster profesi dapat dilakukan dengan mengamati detail gambar dan teks terlebih dahulu, menemukan poin penting (nama profesi, tugas, tempat kerja, dan alat peraga), lalu menyampaikannya secara runtut dan percaya diri.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat memperagakan cara bercerita menggunakan media poster pilihan mereka.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih malu-malu dan menggunakan volume suara yang pelan saat maju ke depan kelas.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sebagian besar peserta didik aktif bertanya dan memberikan tepuk tangan apresiasi kepada teman yang selesai bercerita.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Melakukan latihan kelancaran berbicara secara berpasangan sebelum tampil individual di depan kelas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Bimbingan khusus menyusun kalimat sederhana berbasis pertanyaan pemicu (guided questions) bagi peserta didik yang belum tuntas.

  • Pengayaan: Memberikan tugas wawancara singkat kepada salah satu staf di sekolah (misal: satpam, pustakawan, atau petugas kebersihan) lalu menceritakannya kembali dalam bentuk poster sederhana bagi peserta didik yang sudah tuntas.

Postingan 1_Matematika_Selasa,06 Oktober 2026







🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 06 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Hubungan Operasi Perkalian dan Pembagian (Pembagian sebagai Kebalikan dari Perkalian)

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman tentang hubungan antara operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100, serta memanfaatkan hubungan operasi kebalikan (invers) tersebut untuk menyelesaikan masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat memahami dan menjelaskan bahwa pembagian merupakan kebalikan (invers) dari perkalian serta mampu mengubah bentuk perkalian menjadi bentuk pembagian dan sebaliknya.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami keterkaitan antar konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, bahwa segala sesuatu yang dikelompokkan (dikali) dapat dikembalikan lagi ke jumlah semula secara berimbang (dibagi).

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara fokus dan cermat membuktikan hubungan perkalian dan pembagian menggunakan manipulasi benda konkret dan pasangan kartu angka.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan aktif belajar melalui permainan kartu "Pasangan Ajaib" (mencocokkan kalimat perkalian dan pembagian yang relevan).

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengingat kembali konsep dasar perkalian (penjumlahan berulang) dan pembagian (pengurangan berulang/berbagi adil).

  2. Mengamati pembuktian hubungan perkalian dan pembagian menggunakan media benda konkret atau gambar susunan benda (array).

  3. Mengidentifikasi bahwa jika $a \times b = c$, maka $c : b = a$ dan $c : a = b$.

  4. Menyelesaikan soal latihan mengubah bentuk perkalian ke pembagian dan sebaliknya secara mandiri maupun berpasangan.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru membuka pembelajaran dengan menunjukkan 3 piring, di mana masing-masing piring berisi 4 kue. Guru bertanya: "Anak-anak, jika ada 3 piring dan tiap piring berisi 4 kue, berapa total semua kue? (3 × 4 = 12)".
Selanjutnya, guru menggabungkan 12 kue tersebut dan bertanya kembali: "Nah, sekarang kalau Ibu/Bapak punya 12 kue dan ingin membagikannya rata ke dalam 3 piring, berapa isi tiap piring? (12 : 3 = 4)". Guru menegaskan bahwa angka-angka yang digunakan tetap sama karena perkalian dan pembagian saling berhubungan erat.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. Al-Qamar ayat 49: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." Allah Swt. menciptakan segala sesuatu di alam semesta dengan keteraturan, keseimbangan, dan hubungan yang saling melengkapi, sebagaimana operasi perkalian dan pembagian dalam matematika yang saling berpasangan dan melengkapi satu sama lain.

  2. Penjabaran Materi

HUBUNGAN OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN

1. Pembagian Adalah Kebalikan dari Perkalian
Perkalian dan pembagian adalah dua operasi hitung yang saling berkebalikan (invers).

  • Perkalian berarti menggabungkan kelompok-kelompok yang sama menjadi jumlah total.

  • Pembagian berarti memecah jumlah total menjadi kelompok-kelompok yang sama banyak.


1. 🔢 Hubungan Perkalian dan Pembagian

Perkalian dan pembagian adalah dua operasi hitung yang saling berhubungan.

👉 Perkalian digunakan untuk menggabungkan kelompok yang sama banyak.

👉 Pembagian digunakan untuk membagi suatu jumlah menjadi beberapa kelompok yang sama banyak.

Contoh:

Ada 3 piring.
Setiap piring berisi 4 apel.

🍎🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎🍎

Jadi:

3 × 4 = 12

Artinya ada 12 apel semuanya.

Jika 12 apel dibagi menjadi 3 kelompok:

12 ÷ 3 = 4

Jadi, setiap kelompok mendapat 4 apel.


2. 🔄 Pembagian adalah Kebalikan dari Perkalian

Perhatikan:

3 × 4 = 12

Dari perkalian tersebut kita dapat membuat dua pembagian:

12 ÷ 3 = 4

12 ÷ 4 = 3

Jadi:

Jika a × b = c, maka c ÷ a = b dan c ÷ b = a.

Contoh lainnya:

5 × 6 = 30

Maka:

30 ÷ 5 = 6

30 ÷ 6 = 5

📌 Ingat!
Perkalian dan pembagian seperti pasangan yang saling berkebalikan.


3. 🍬 Contoh dengan Benda

Ibu mempunyai 20 permen dan ingin membagikannya kepada 5 anak secara sama rata.

Setiap anak mendapat:

20 ÷ 5 = 4

Mengapa?

Karena:

5 × 4 = 20

Jadi, setiap anak mendapat 4 permen. 🍬🍬🍬🍬


4. ✏️ Cara Menentukan Hasil Pembagian

Gunakan perkalian yang sudah diketahui.

Contoh:

24 ÷ 6 = ...

Tanyakan:

6 × berapa = 24?

Jawabannya:

6 × 4 = 24

Jadi:

24 ÷ 6 = 4


Contoh lainnya:

35 ÷ 5 = ...

Karena:

5 × 7 = 35

Maka:

35 ÷ 5 = 7


5. 🧠 Fakta Keluarga Perkalian dan Pembagian

Satu perkalian dapat menghasilkan dua pembagian.

Contoh:

Perkalian

4 × 7 = 28

Pembagian

28 ÷ 4 = 7
28 ÷ 7 = 4

Ketiganya saling berhubungan.


📝 Latihan Soal

A. Isilah titik-titik berikut!

  1. 3 × 5 = 15, maka 15 ÷ 3 = ....

  2. 4 × 6 = 24, maka 24 ÷ 6 = ....

  3. 7 × 5 = 35, maka 35 ÷ 7 = ....

  4. 8 × 4 = 32, maka 32 ÷ 4 = ....

  5. 9 × 3 = 27, maka 27 ÷ 9 = ....

B. Tentukan hasil pembagian!

  1. 18 ÷ 3 = ....

  2. 20 ÷ 4 = ....

  3. 30 ÷ 5 = ....

  4. 42 ÷ 6 = ....

  5. 48 ÷ 8 = ....

C. Soal Cerita

  1. Ayah membeli 24 jeruk. Jeruk tersebut dimasukkan ke dalam 6 kantong sama banyak. Berapa jeruk dalam setiap kantong?

  2. Ibu memiliki 35 kue. Kue dibagikan kepada 5 anak sama banyak. Berapa kue yang diterima setiap anak?

  3. Ada 4 kotak. Setiap kotak berisi 7 pensil. Berapa jumlah semua pensil?


🔑 Kunci Jawaban

  1. 5

  2. 4

  3. 5

  4. 8

  5. 3

  6. 6

  7. 5

  8. 6

  9. 7

  10. 6

  11. 4 jeruk

  12. 7 kue

  13. 28 pensil

🌟 Kesimpulan

Perkalian dan pembagian saling berkaitan.

Contoh:

4 × 6 = 24

Maka:

24 ÷ 4 = 6
24 ÷ 6 = 4

👉 Pembagian adalah kebalikan dari perkalian.

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video Pembelajaran: [Sisipkan link video YouTube tentang hubungan perkalian dan pembagian]

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif

  • Papan Segitiga Perkalian & Pembagian

  • Kartu Angka / Kartu Pasangan Ajaib

  • Benda konkret (stik es krim / kancing warna)

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  2. Ubahlah bentuk perkalian $7 \times 4 = 28$ menjadi dua bentuk kalimat pembagian!

  3. Isilah titik-titik berikut dengan memanfaatkan hubungan perkalian dan pembagian:
    a. $35 : 5 = ...$ (Sebab $... \times 5 = 35$)
    b. $48 : 8 = ...$ (Sebab $... \times 8 = 48$)

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Pembagian merupakan kebalikan dari operasi perkalian. Setiap bentuk perkalian $a \times b = c$ dapat diubah menjadi bentuk pembagian $c : b = a$ atau $c : a = b$. Menguasai perkalian akan memudahkan kita dalam menyelesaikan soal-soal pembagian.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik dapat memahami konsep kebalikan operasi ini dengan cepat setelah mempraktikkan permainan kartu berpasangan.

  • Kendala yang ditemukan: Peserta didik yang belum hafal perkalian dasar (1–10) masih membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pembagian.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat aktif dan gembira saat mencari pasangan kartu kalimat matematika di papan tulis.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan hafalan perkalian dasar sebelum masuk ke materi perkalian dan pembagian angka yang lebih besar.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Bimbingan khusus berupa latihan menyusun kartu angka segitiga perkalian-pembagian bagi peserta didik yang belum tuntas.

  • Pengayaan: Pemberian soal cerita teka-teki matematika yang melibatkan hubungan dua operasi hitung bagi peserta didik yang sudah tuntas.

Postingan 1_ Seni Rupa_Senin, 05 Okt 2026

 





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal: Senin, 05 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Apresiasi dan Refleksi Seni Rupa (Memuji Karya Teman dengan Ikhlas dan Kata-Kata Positif sebagai Wujud Sedekah Rasa Syukur atas Karunia Keindahan dari Allah)

  6. Pertemuan Ke-: 8

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengamati, menganalisis, serta memberikan apresiasi dan refleksi terhadap karya seni rupa milik diri sendiri dan teman sejawat secara lisan maupun tulisan menggunakan bahasa yang santun, jujur, dan positif sebagai wujud rasa syukur atas karunia keindahan dan kreativitas yang dianugerahkan oleh Allah Swt.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan arti apresiasi dan refleksi dalam seni rupa secara sederhana.

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi keindahan dan keunikan karya seni rupa buatan teman sekelas.

    • Peserta didik dapat menyampaikan pujian dan kritik membangun dengan ikhlas menggunakan kata-kata positif.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik mengamati karya seni teman secara cermat, jujur, dan penuh empati tanpa rasa iri.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa memuji karya teman dengan kata-kata baik adalah bentuk sedekah lisan dan wujud syukur atas rasa indah yang diberikan Allah Swt.

    • Joyful (Joy): Peserta didik merasa bahagia, percaya diri, dan saling menguatkan saat kegiatan "Pohon Apresiasi" dan bertukar kalimat pujian.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati berbagai contoh karya seni rupa hasil buatan teman sekelas.

  2. Mengidentifikasi unsur-unsur keindahan pada karya (warna, bentuk, kebersihan, dan keunikan).

  3. Memahami konsep pujian ikhlas sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur.

  4. Mempraktikkan cara menyampaikan apresiasi dan refleksi menggunakan kata-kata positif pada lembar/kartu pujian.

  5. Menempelkan pujian pada "Pohon Apresiasi Kelas" dan melakukan refleksi bersama.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajak berdiskusi hangat: "Anak-anak, bagaimana perasaanmu ketika hasil gambarmu dipuji oleh teman dengan kalimat yang indah? Senang sekali, bukan? Tahukah kalian bahwa memberikan pujian yang ikhlas kepada teman adalah bentuk sedekah yang paling mudah dan wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt. yang Mahaindah?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi apresiasi dan refleksi seni rupa.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    • Hadis Riwayat Bukhari & Muslim: "Kalimat yang baik adalah sedekah."

    • QS. Ibrahim Ayat 7: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu..."

    • Keterkaitan: Allah Swt. adalah Al-Jamil (Maha Indah) dan menyukai keindahan. Menikmati karya seni serta memuji karya teman dengan ikhlas dan kata-kata positif merupakan wujud sedekah lisan sekaligus rasa syukur atas nikmat keindahan yang Allah ciptakan melalui jemari kita.

  2. Penjabaran Materi

    • Apresiasi Seni: Kegiatan melihat, menikmati, dan menghargai nilai-nilai keindahan pada suatu karya seni.

    • Refleksi Seni: Momen merenungkan kembali proses pembuatan karya serta perasaan kita setelah melihat karya sendiri dan karya orang lain.

    • Pujian Ikhlas sebagai Sedekah:

      • Pujian tidak boleh membuat teman menjadi sombong, melainkan memberikan semangat dan rasa dihargai.

      • Memuji dengan ikhlas berarti menyampaikan kebaikan tanpa mengharapkan balasan.

    • Contoh Kata-Kata Positif untuk Memuji Karya Teman:

      • "Masya Allah, kombinasi warna yang kamu pilih sangat cerah dan rapi!"

      • "Gambar pemandanganmu indah sekali, garis-garisnya terlihat tegas dan rapi."

      • "Karya patung dari plastisin buatanmu sangat unik, aku suka sekali bagian detailnya!"

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video tentang indahnya berbagi pujian positif dan apresiasi seni)

  4. Media / Alat Peraga

    • Karya seni rupa hasil buatan peserta didik (gambar/kerajinan)

    • Kartu Apresiasi (Kertas berbentuk daun/bintang warna-warni)

    • Media "Pohon Apresiasi Kelas"

    • PPT Interaktif "Indahnya Apresiasi dan Sedekah Kata Positif"

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Kegiatan mengamati, menikmati, dan memberikan penghargaan terhadap keindahan suatu karya seni disebut …

      A. Pameran

      B. Apresiasi

      C. Koleksi

      D. Rekreasi

    2. Menurut ajaran agama, menyampaikan ucapan yang baik dan pujian positif dengan ikhlas kepada teman bernilai sebagai …

      A. Utang

      B. Sedekah

      C. Beban

      D. Kerugian

    3. Kalimat pujian yang tepat, santun, dan bernilai positif untuk hasil gambar teman adalah …

      A. Gambarmu jelek sekali, punya saya lebih bagus!

      B. Masya Allah, perpaduan warna yang kamu gunakan sangat indah dan rapi!

      C. Gambarmu biasa saja, tidak ada yang istimewa.

      D. Kenapa gambarmu aneh seperti ini?

    4. Menikmati keindahan warna dan bentuk pada karya seni merupakan wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt. karena Allah memiliki sifat …

      A. Maha Kaya

      B. Maha Indah (Al-Jamil)

      C. Maha Mendengar

      D. Maha Mengetahui

    5. Sikap yang harus kita hindari saat melihat karya seni buatan teman yang lebih bagus dari karya kita adalah …

      A. Iri hati dan mencela

      B. Mengucapkan selamat dan memuji

      C. Menjadikannya motivasi untuk belajar

      D. Mendoakan kebaikan untuk teman

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Memuji karya teman dengan kalimat santun akan membuat perasaan teman menjadi …

    2. Mengucapkan ucapan terpuji seperti "Masya Allah" saat melihat karya yang indah adalah wujud rasa … kepada Allah Swt.

    3. Apresiasi dan refleksi karya seni rupa dapat kita sampaikan melalui lisan maupun …

    4. Menghargai hasil karya orang lain merupakan pengamalan Pancasila sila ke- …

    5. Pujian yang disampaikan harus berasal dari hati yang jujur dan … tanpa rasa berpura-pura.

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 2 (dua) contoh kalimat pujian positif yang bisa kamu berikan untuk gambar pemandangan buatan temanmu!

    2. Mengapa memuji karya teman dengan ikhlas dikatakan sebagai bentuk sedekah lisan dan rasa syukur? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Apresiasi dan refleksi seni rupa melatih kita untuk peka terhadap keindahan. Memuji karya teman dengan ikhlas menggunakan kata-kata positif tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi orang lain, tetapi juga merupakan bentuk sedekah lisan dan wujud nyata rasa syukur kita atas karunia keindahan dan kreativitas dari Allah Swt.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat gembira saat menuliskan kalimat pujian di kartu apresiasi dan menempelkannya di "Pohon Apresiasi Kelas".

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih merasa malu atau canggung untuk menyampaikan pujian secara langsung di depan teman-temannya.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat antusias, kelas menjadi hangat, dan terpancar rasa saling menghargai antar siswa.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Membiasakan budaya "Sedekah Pujian Positif" setiap kali selesai melakukan kegiatan berkarya seni di kelas.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas:23 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas:2 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan individu bagi peserta didik yang belum lancar menyusun kalimat apresiasi dan refleksi positif.

    • Pengayaan: Memberikan tugas menjadi "Duta Apresiasi" yang bertugas mencatat dan membagikan kartu ucapan apresiasi pada pameran sekolah.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 3_Matematika_Senin, 05 Oktober 2026

 

🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 05 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Konsep Pembagian (Pembagian Benda Secara Adil)

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat melakukan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika, serta memahami konsep pembagian sebagai pengurangan berulang dan pembagian secara adil (pengelompokan/pembagian sama rata).

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat memahami konsep dasar pembagian sebagai kegiatan membagi benda secara adil (sama rata) menggunakan benda konkret dan gambar dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami pentingnya bersikap adil dan berbagi sama rata kepada sesama melalui kegiatan membagi benda konkret.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara fokus dan teliti melakukan proses pembagian benda satu per satu hingga habis tanpa ada yang tersisa secara adil.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan antusias belajar pembagian melalui permainan peran membagikan benda/permen bersama teman sekelompok.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati peragaan pembagian benda konkret di depan kelas.

  2. Mengidentifikasi konsep membagi secara adil (setiap wadah/orang mendapatkan jumlah yang sama banyak).

  3. Menghubungkan proses pembagian secara adil dengan kalimat matematika pembagian.

  4. Menyelesaikan soal cerita sederhana tentang pembagian benda secara adil melalui kerja kelompok dan tugas mandiri.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik, kemudian menunjukkan 6 buah permen. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, jika Ibu/Bapak memiliki 6 permen dan ingin membagikannya kepada 2 orang teman kalian agar jumlahnya sama banyak, berapa permen yang didapatkan masing-masing anak?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan nilai keadilan dalam berbagi di kehidupan sehari-hari.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. Al-Muthaffifin ayat 1–3 tentang perintah untuk berlaku adil dan tidak mengurangi hak orang lain, serta nilai keindahan Islam dalam mengajarkan berbagi secara adil kepada sesama.

  2. Penjabaran Materi

MEMAHAMI KONSEP PEMBAGIAN SEBAGAI PEMBAGIAN BENDA SECARA ADIL

1. Apa itu Pembagian?
Pembagian adalah membagi sekumpulan benda menjadi beberapa bagian yang sama banyak (adil).

2. Contoh Konsep Berbagi Adil:
Budi memiliki 12 kelereng. Budi ingin membagikan kelereng tersebut kepada 3 temannya (Ahmad, Beni, dan Candra) secara adil.

Caranya:

  • Bagikan kelereng satu per satu ke setiap anak sampai kelerengnya habis.

  • Ahmad mendapat 4 kelereng.

  • Beni mendapat 4 kelereng.

  • Candra mendapat 4 kelereng.

Konsep Pembagian: Membagi Benda Secara Adil

1. Pengertian Pembagian
Pembagian adalah kegiatan membagi sejumlah benda menjadi beberapa kelompok dengan jumlah yang sama banyak.

Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian.

2. Contoh Pembagian Benda Secara Adil 🍎

Ada 12 apel yang akan dibagikan kepada 3 anak secara adil.

🍎🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎🍎

Setiap anak mendapat 4 apel.

Jadi:

12 ÷ 3 = 4

Artinya, 12 benda dibagi menjadi 3 kelompok sama banyak, setiap kelompok berisi 4 benda.

3. Pembagian sebagai Pengurangan Berulang

12 ÷ 3 dapat dilakukan dengan mengurangi 3 secara berulang:

12 − 3 = 9
9 − 3 = 6
6 − 3 = 3
3 − 3 = 0

Ada 4 kali pengurangan, maka:

12 ÷ 3 = 4

4. Hubungan Perkalian dan Pembagian

Karena:

3 × 4 = 12

Maka:

12 ÷ 3 = 4
12 ÷ 4 = 3

Jadi, perkalian dapat membantu kita menyelesaikan pembagian.

✏️ Contoh Lain

  • 10 permen dibagi kepada 2 anak → 10 ÷ 2 = 5

  • 15 kelereng dibagi menjadi 3 kelompok → 15 ÷ 3 = 5

  • 20 pensil dibagikan kepada 4 siswa → 20 ÷ 4 = 5

⭐ Kesimpulan

Pembagian adalah membagi benda atau bilangan menjadi beberapa kelompok yang sama banyak. Pembagian dapat dilakukan dengan membagi secara adil, pengurangan berulang, atau menggunakan hubungan perkalian.

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video Pembelajaran: [Sisipkan link video YouTube tentang konsep pembagian adil]

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif

  • Benda konkret (stik es krim, kelereng, atau permen)

  • Piring plastik/papan pembagian

  • Gambar/Kartu Soal

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

  2. Siti membawa 15 buah jeruk. Siti ingin membagikan jeruk tersebut kepada 3 temannya secara adil. Berapa buah jeruk yang diterima oleh masing-masing teman Siti?

  3. Tuliskan bentuk kalimat matematika pembagian dari gambar berikut: Ada 20 pensil dimasukkan ke dalam 4 kotak secara sama rata!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Pembagian adalah proses membagi sekumpulan benda menjadi beberapa kelompok dengan jumlah yang sama banyak (adil). Jika benda dibagi rata tanpa tersisa, maka setiap kelompok mendapatkan bagian yang sama.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat praktik langsung membagikan benda konkret (stik es krim) ke dalam wadah.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih terburu-buru dalam menghitung sehingga ada ketidaktelitian saat memasukkan benda ke dalam wadah.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sebagian besar peserta didik aktif bekerja sama dalam kelompok dan berani maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasilnya.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Melakukan latihan terbimbing bagi peserta didik yang masih belum mahir dan memberikan soal tantangan bagi peserta didik yang sudah tuntas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas :23 peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : 2 peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Bimbingan individual menggunakan benda konkret bagi peserta didik yang belum tuntas memahami konsep berbagi rata.

  • Pengayaan: Pemberian latihan soal cerita tingkat lanjut tentang pembagian dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik yang telah tuntas.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 2_Bahasa Indonesia, Senin 05 Okt 2026

 





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Puji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia

  3. HARI/TANGGAL: Rabu, 29 September 2026

  4. FASE/KELAS: Fase B / Kelas 3

  5. MATERI: Mengidentifikasi Alur Cerita dan Menulis Poin-Poin Penting untuk Menceritakan Ulang Teks Anekdot

  6. PERTEMUAN KE-: 12

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami alur cerita (awal, tengah, akhir) dari teks narasi/anekdot yang dibaca, mencatat poin-poin penting secara terstruktur, serta menceritakan kembali isi cerita anekdot secara runtut menggunakan bahasa sendiri dengan memperhatikan unsur humor dan pesan di dalamnya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi tahapan alur cerita (awal, tengah, dan akhir) pada teks cerita anekdot dengan tepat.

    • Peserta didik dapat mencatat poin-poin penting dari cerita anekdot yang dibaca.

    • Peserta didik dapat menceritakan ulang isi cerita anekdot berdasarkan alur dan poin penting yang telah dicatat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik menyimak dan membaca teks anekdot secara cermat untuk memetakan alur cerita secara runtut.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami pentingnya menyusun gagasan secara sistematis agar pesan dan kebaikan dalam cerita dapat disampaikan dengan jelas kepada orang lain.

    • Joyful (Joy): Peserta didik berani menceritakan ulang cerita lucu di depan teman-teman dengan penuh percaya diri dan gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Membaca teks anekdot sederhana secara mandiri atau bergantian.

  2. Mengidentifikasi bagian awal (pembuka), tengah (masalah/humor), dan akhir (penutup) dari cerita.

  3. Menuliskan poin-poin penting cerita ke dalam bagan alur sederhana.

  4. Melatih keterampilan menceritakan kembali isi anekdot dengan bahasa sendiri berdasarkan poin penting.

  5. Melakukan refleksi dan menyimpulkan pembelajaran bersama guru.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru membuka pembelajaran dengan bertanya kepada peserta didik: "Anak-anak, siapa yang pernah menceritakan pengalaman lucu kepada temannya? Supaya teman kita paham dan ikut tertawa, bagaimana cara kita menceritakannya dari awal sampai akhir?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memahami alur cerita dan poin penting.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Yusuf Ayat 3:

    “Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu…”

    Keterkaitan: Allah Swt. mengajarkan manusia melalui kisah-kisah yang tersusun rapi dan memiliki alur yang jelas agar mudah dipahami serta diambil pelajaran hikmahnya.

  2. Penjabaran Materi

    • Alur Cerita: Rangkaian jalannya peristiwa dalam cerita dari awal sampai akhir.

      1. Awal: Pengenalan tokoh dan situasi awal.

      2. Tengah: Kejadian inti, timbulnya masalah, atau munculnya bagian yang lucu/menggelitik (kejutan).

      3. Akhir: Penyelesaian cerita dan reaksi para tokoh.

    • Mencatat Poin Penting: Menuliskan kejadian-kejadian utama di setiap bagian alur tanpa perlu menuliskan seluruh kalimat.

    • Menceritakan Ulang: Mengingat kembali jalan cerita menggunakan kalimat sendiri dengan bantuan poin penting yang telah dicatat.

    Contoh Cerita Anekdot: "Kapur Tulis yang Hilang"

    Pak Guru masuk ke kelas dan bersiap menulis di papan tulis. Namun, kapur tulis di meja ternyata habis.

    Pak Guru bertanya, "Anak-anak, siapa yang mengambil kapur di meja?"

    Boni menjawab dengan sopan, "Tidak ada yang mengambil, Pak. Kapurnya hanya pindah tempat ke dalam saku saya!"

    Teman-teman sekelas pun tertawa mendengar jawaban Boni.

    Bagan Poin-Poin Penting:

    • Awal: Pak Guru hendak mengajar dan mencari kapur tulis di meja.

    • Tengah: Pak Guru bertanya siapa yang mengambil kapur. Boni menjawab kapurnya tidak diambil, melainkan pindah sendiri ke sakunya (Unsur Humor).

    • Akhir: Seluruh siswa di kelas tertawa bersama.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video animasi cerita anekdot sederhana untuk anak)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif (Bagan Alur Cerita)

    • Kartu Alur Cerita (Awal, Tengah, Akhir)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD Menceritakan Ulang)

    • Teks Cerita Anekdot Bergambar

  5. Post Test

    Bacalah cerita anekdot singkat di bawah ini, lalu kerjakan tugasnya!

    • Cerita:

      Lani melihat Kakak sedang sibuk mencari kunci sepeda motor di selokan dekat rumah.

      Lani bertanya, "Kak, jatuhnya memang di dalam selokan ini?"

      Kakak menjawab, "Bukan, jatuhnya di dalam rumah, tapi di sini lampunya lebih terang!"

    • Tugas:

      1. Tuliskan poin penting bagian Awal, Tengah, dan Akhir dari cerita di atas!

      2. Ceritakan kembali cerita tersebut menggunakan bahasamu sendiri di depan kelas!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Untuk dapat menceritakan ulang sebuah cerita anekdot dengan baik, kita perlu memahami alur cerita (awal, tengah, dan akhir) serta mencatat poin-poin pentingnya. Dengan begitu, cerita dapat disampaikan secara runtut dan tetap mengena humor serta pesannya.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat bersemangat ketika diminta menceritakan kembali cerita lucu di depan kelas.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih cenderung menghafal kata demi kata daripada menggunakan kalimat sendiri.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif, ceria, dan saling mendengarkan saat teman maju menceritakan ulang.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Melakukan latihan berkala menggunakan panduan gambar seri untuk melatih kelancaran berbahasa sendiri.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 23 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 2 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bimbingan secara personal bagi peserta didik yang belum tuntas dengan bantuan kartu alur bergambar untuk membantu menyusun kalimat menceritakan ulang.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 2_Ipas, Jumat. 02 Okt 2026





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷



A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal: Jumat, 02 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Sumber dan Bentuk Energi di Sekitar Kita

  6. Pertemuan Ke-: 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber-sumber energi dalam kehidupan sehari-hari, memahami berbagai bentuk energi (energi panas, cahaya, bunyi, listrik, dan gerak), serta menjelaskan manfaat sumber energi bagi kehidupan manusia secara bernalar kritis.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menyebutkan macam-macam sumber energi utama di bumi (matahari, makanan, angin, air, listrik).

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk energi yang dihasilkan oleh benda-benda di sekitar sekolah dan rumah.

    • Peserta didik dapat menjelaskan manfaat sumber energi dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik fokus dan cermat saat mengamati benda-benda di sekitar kelas untuk mengenali bentuk energi yang dihasilkannya.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik menyadari bahwa energi adalah karunia Allah Swt. yang harus dimanfaatkan dengan bijak dan hemat.

    • Joyful (Joy): Peserta didik berpartisipasi aktif dalam permainan detektif energi dan bernyanyi bersama tentang "Sumber Energi".

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Pengenalan konsep dasar energi dan sumber energi melalui kegiatan apersepsi.

  2. Mengidentifikasi Matahari sebagai sumber energi terbesar di bumi beserta manfaatnya.

  3. Menjelaskan bentuk-bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, listrik, gerak) beserta contoh benda penghasilnya.

  4. Menganalisis manfaat energi melalui diskusi kelompok dan pengamatan di sekitar kelas.

  5. Mengerjakan latihan soal pemahaman dan melakukan refleksi pembelajaran.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, mengapa saat pagi hari kelas kita menjadi terang tanpa menyalakan lampu? Dari manakah cahaya itu berasal? Lalu, apa yang terjadi jika kalian tidak sarapan di pagi hari?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi sumber dan bentuk energi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Yunus Ayat 5:

    “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya…”

    Keterkaitan: Allah Swt. menciptakan matahari sebagai sumber energi terbesar yang memancarkan cahaya dan panas tanpa pernah habis untuk menerangi serta menghangatkan bumi beserta isinya.

  2. Penjabaran Materi

    Sumber dan Bentuk Energi di Sekitar Kita

    A. Pengertian Energi

    Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan atau menyebabkan perubahan.

    Kita membutuhkan energi untuk belajar, bermain, berjalan, memasak, menyalakan lampu, dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.

    Sumber energi adalah sesuatu yang menghasilkan atau menyediakan energi.

    Beberapa sumber energi yang ada di sekitar kita:

    1. ☀️ Matahari

      • Merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi.

      • Menghasilkan energi cahaya dan panas.

      • Contoh: menjemur pakaian dan membantu tumbuhan membuat makanan.

    2. 🍚 Makanan

      • Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh.

      • Energi dari makanan digunakan untuk bergerak, berpikir, belajar, dan bermain.

      • Contoh: nasi, sayur, buah, telur, ikan, dan daging.

    3. 💧 Air

      • Air yang mengalir dapat menghasilkan energi.

      • Digunakan untuk membantu menghasilkan listrik di pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

    4. 🌬️ Angin

      • Angin memiliki energi gerak.

      • Dapat digunakan untuk menggerakkan kincir angin dan membantu menghasilkan listrik.

    5. ⛽ Bahan bakar

      • Contohnya bensin, solar, dan gas.

      • Digunakan untuk kendaraan dan kegiatan memasak.

      • Bahan bakar termasuk sumber energi yang jumlahnya terbatas.


    C. Bentuk-Bentuk Energi

    Energi dapat ditemukan dalam berbagai bentuk.

    1. Energi Cahaya 💡

    Energi yang menghasilkan cahaya sehingga kita dapat melihat.

    Contoh:

    • Cahaya matahari

    • Lampu

    • Senter

    2. Energi Panas 🔥

    Energi yang dapat menyebabkan benda menjadi panas.

    Contoh:

    • Panas matahari

    • Api

    • Kompor

    3. Energi Gerak 🚲

    Energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak.

    Contoh:

    • Sepeda yang berjalan

    • Kipas angin berputar

    • Air mengalir

    • Angin yang bertiup

    4. Energi Bunyi 🔔

    Energi yang menghasilkan suara dan dapat didengar oleh telinga.

    Contoh:

    • Suara manusia

    • Bel sekolah

    • Radio

    • Alat musik

    5. Energi Listrik ⚡

    Energi yang dapat digunakan untuk menjalankan berbagai peralatan.

    Contoh:

    • Televisi

    • Kipas angin

    • Lampu

    • Kulkas

    6. Energi Kimia 🥗

    Energi yang tersimpan di dalam suatu bahan.

    Contoh:

    • Makanan menyimpan energi kimia untuk tubuh.

    • Baterai menyimpan energi kimia yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik.


    D. Perubahan Bentuk Energi

    Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

    Contoh:

    ☀️ Matahari
    Energi cahaya → energi panas

    💡 Lampu
    Energi listrik → energi cahaya dan panas

    🌀 Kipas angin
    Energi listrik → energi gerak

    🔊 Radio
    Energi listrik → energi bunyi

    🔦 Senter
    Energi kimia (baterai) → energi listrik → energi cahaya

    🍚 Makanan
    Energi kimia → energi gerak untuk melakukan aktivitas


    E. Kesimpulan

    • Energi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

    • Sumber energi antara lain matahari, makanan, air, angin, dan bahan bakar.

    • Bentuk energi antara lain energi cahaya, panas, gerak, bunyi, listrik, dan kimia.

    • Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

    • Kita harus menggunakan energi dengan hemat dan bijaksana.

    F. Sikap Hemat Energi

    Mari kita menghemat energi dengan cara:

    1. Mematikan lampu ketika tidak digunakan.

    2. Mematikan televisi setelah selesai menonton.

    3. Mencabut charger setelah digunakan.

    4. Menggunakan air secukupnya.

    5. Memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.

    6. Menggunakan kendaraan seperlunya.


    Latihan

    A. Pilihlah jawaban yang benar!

    1. Sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi adalah ....
      a. angin
      b. matahari
      c. baterai

    2. Energi yang dihasilkan oleh lampu adalah energi ....
      a. cahaya
      b. bunyi
      c. gerak

    3. Kipas angin mengubah energi listrik menjadi energi ....
      a. bunyi
      b. gerak
      c. kimia

    4. Energi yang tersimpan dalam makanan disebut energi ....
      a. kimia
      b. cahaya
      c. bunyi

    5. Contoh sumber energi yang dapat menggerakkan kincir adalah ....
      a. angin
      b. makanan
      c. lampu

    B. Isilah titik-titik berikut!

    1. Kemampuan untuk melakukan kegiatan disebut ....

    2. Matahari menghasilkan energi cahaya dan ....

    3. Suara manusia merupakan contoh energi ....

    4. Energi listrik pada kipas berubah menjadi energi ....

    5. Kita harus menggunakan energi secara ....

    Kunci Jawaban

    Pilihan Ganda:

    1. b

    2. a

    3. b

    4. a

    5. a

    Isian:

    1. energi

    2. panas

    3. bunyi

    4. gerak

    5. hemat/bijaksana

    • Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kegiatan. Tanpa energi, kita dan benda-benda tidak dapat bergerak atau berfungsi.

    • Sumber Energi Utama:

      1. Matahari: Sumber energi terbesar di bumi (menghasilkan panas dan cahaya).

      2. Makanan: Sumber energi bagi tubuh manusia dan hewan untuk beraktivitas.

      3. Angin & Air: Sumber energi untuk menggerakkan kincir dan membangkitkan listrik.

      4. Baterai & Listrik: Sumber energi untuk menyalakan alat-alat elektronik.

    • Bentuk-Bentuk Energi di Sekitar Kita:

      • Energi Cahaya: Energi yang membuat kita bisa melihat (Contoh: Lampu, matahari, senter).

      • Energi Panas: Energi yang menghasilkan rasa hangat/panas (Contoh: Api, matahari, setrika).

      • Energi Bunyi: Energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar/bersuara (Contoh: Radio, gitar, bel sekolah).

      • Energi Gerak: Energi yang dimiliki oleh benda yang berpindah tempat atau bergerak (Contoh: Kipas angin berputar, air mengalir).

      • Energi Listrik: Energi yang berasal dari arus listrik untuk mengoperasikan alat elektronik.
        B. Sumber Energi
  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video edukasi tentang sumber dan bentuk energi)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif "Petualangan Energi"

    • Benda konkret di kelas (Bel sekolah, kipas angin, senter, radio)

    • Gambar-gambar sumber energi

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Sumber energi terbesar bagi kehidupan di bumi adalah …

      A. Air

      B. Matahari

      C. Angin

      D. Baterai

    2. Manusia mendapatkan energi untuk berlari dan belajar dari …

      A. Sinar matahari

      B. Baterai

      C. Makanan dan minuman

      D. Arus listrik

    3. Gitar yang dipetik oleh Ayah menghasilkan bentuk energi …

      A. Panas

      B. Cahaya

      C. Bunyi

      D. Gerak

    4. Lampu meja yang dinyalakan di kamar dapat mengubah energi listrik menjadi energi …

      A. Bunyi

      B. Cahaya

      C. Gerak

      D. Kimia

    5. Benda berikut yang memanfaatkan energi gerak dari angin adalah …

      A. Setrika listrik

      B. Layang-layang

      C. Radio

      D. Senter

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Sinar matahari dapat dimanfaatkan oleh ibu untuk memeringkan baju yang basah karena menghasilkan energi …

    2. Kipas angin yang terhubung ke stopkontak dapat berputar karena memanfaatkan energi …

    3. Bunyi bel sekolah dihasilkan dari benda yang …

    4. Baterai pada mainan mobil-mobilan berfungsi sebagai sumber …

    5. Tumbuhan menggunakan energi cahaya matahari untuk membuat … sendiri.

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 3 (tiga) contoh benda di dalam kelasmu beserta bentuk energi yang dihasilkannya!

    2. Mengapa tubuh kita merasa lemas jika tidak makan? Hubungkan jawabanmu dengan konsep sumber energi!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Energi merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kehidupan. Matahari adalah sumber energi utama yang memancarkan panas dan cahaya. Benda-benda di sekitar kita dapat menghasilkan berbagai jenis energi seperti energi panas, cahaya, bunyi, gerak, dan listrik yang membantu pekerjaan manusia sehari-hari.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat mengidentifikasi bentuk-bentuk energi dari benda-benda yang ada di dalam kelas.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih bingung membedakan antara sumber energi dan bentuk energi.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif, responsif, dan ceria saat berdiskusi serta menjawab pertanyaan.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan penekanan konsep perbedaan "sumber" dan "bentuk" energi melalui contoh konkret pada pertemuan berikutnya.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas:0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan khusus dengan menggunakan kartu bergambar (Flashcard) untuk membedakan sumber dan bentuk energi.

    • Pengayaan: Memberikan tugas pengamatan sederhana mengenai sumber energi yang ada di rumah beserta kegunaannya.
Dokumentasi kegiatan hari ini