RSS

Jumat, 28 Agustus 2026_3A




 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholiha kelas 3A yang hebat dan ceria. 🌞🌷

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama di hari Jumat yang penuh keberkahan. Mari kita awali hari ini dengan senyum, doa, dan hati yang penuh rasa syukur. ðŸĪē

Anak-anak, ingatlah bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Kalau kemarin kita masih melakukan kesalahan, hari ini kita belajar memperbaikinya. Kalau kemarin belum rajin, hari ini kita berusaha lebih rajin. Kalau kemarin lupa berbuat baik, hari ini jangan lupa untuk menebarkan kebaikan. ðŸŒą

Jadilah anak yang selalu berkata jujur, suka menolong, sopan, dan peduli kepada orang lain.
Ketika ada teman yang kesulitan, bantulah. Ketika ada yang membutuhkan, jangan ragu untuk menolong. Karena kebaikan sekecil apa pun akan menjadi sesuatu yang berarti.

Jangan lupa juga untuk selalu beribadah kepada Allah, melaksanakan salat wajib dan salat sunah, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta mengamalkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. 🕌📖

🌟 Motivasi Hari Ini

“Jangan menunggu menjadi hebat untuk berbuat baik. Mulailah dari hal kecil, karena kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan membuat hati menjadi indah.”

Anak-anak hebat, hari ini kita akan belajar dengan semangat, rasa ingin tahu, dan hati yang gembira. Jangan takut bertanya, jangan takut mencoba, dan jangan takut salah. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. 💊😊

📚 Pembelajaran hari ini:

ðŸĶ‹ IPAS/IPS – Siklus Hidup Makhluk Hidup
Kita akan mempelajari metamorfosis sempurna pada hewan, seperti siklus hidup kupu-kupu:
telur → larva/ulat → pupa/kepompong → kupu-kupu dewasa.

ðŸŽĻ Seni Rupa
Kita juga akan belajar membuat sketsa cerita, yaitu membuat rancangan gambar berdasarkan cerita, pengalaman, atau imajinasi kita sendiri.

Mari kita belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja sama, saling membantu, dan menghargai karya teman.

🌞 Pesan Ibu Guru untuk hari ini:

Jujur dalam perkataan.
Baik dalam perbuatan.
Rajin dalam belajar.
Taat dalam beribadah.
Suka menolong dan berbagi.
Dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Semoga hari Jumat ini menjadi hari yang penuh ilmu, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan untuk kita semua.

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈📚
Tetap semangat, tetap ceria, dan jangan lupa berbuat baik hari ini. ❤️

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

MAPEL SENI RUPA  

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Puji Lestari, S.Pd
Hari/Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
Fase: B
Kelas: III A
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Mengenal Gambar Cerita dan Merancang Sketsa
Pertemuan: Kedua

B. APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan menunjukkan beberapa gambar yang memiliki alur cerita sederhana, misalnya gambar anak sedang menanam bunga, bermain bersama teman, atau membantu orang tua.

Guru mengajukan pertanyaan:

  1. Anak-anak, apa yang kalian lihat pada gambar?

  2. Menurut kalian, apakah gambar tersebut mempunyai cerita?

  3. Bagaimana kita dapat menggambarkan sebuah cerita melalui gambar?

  4. Pernahkah kalian membuat gambar berdasarkan pengalaman sendiri?

  5. Sebelum membuat gambar yang lengkap, menurut kalian apa yang sebaiknya kita buat terlebih dahulu?

Guru menjelaskan:

“Hari ini kita akan belajar bahwa sebuah cerita dapat disampaikan melalui gambar. Sebelum membuat gambar yang lebih lengkap, kita dapat membuat sketsa terlebih dahulu sebagai rancangan awal.”

Guru memberikan motivasi:

“Tidak perlu takut salah saat membuat sketsa. Setiap gambar berawal dari sebuah ide. Gunakan imajinasi kalian dan buatlah karya dengan percaya diri.”

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenali dan mengeksplorasi unsur-unsur seni rupa melalui kegiatan mengamati, menggambar, dan membuat karya berdasarkan pengalaman serta ide dari lingkungan sekitar.

Peserta didik mampu menggunakan garis dan bentuk sederhana untuk menuangkan gagasan atau cerita ke dalam karya gambar serta menunjukkan keberanian dalam berekspresi dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Memahami pengertian gambar cerita.

  2. Menjelaskan fungsi gambar cerita dalam menyampaikan suatu peristiwa atau cerita.

  3. Mengenali unsur-unsur sederhana dalam gambar cerita.

  4. Memahami pengertian sketsa.

  5. Menentukan ide cerita berdasarkan pengalaman atau imajinasi diri sendiri.

  6. Merancang sketsa sederhana berdasarkan ide cerita yang telah dipilih.

  7. Menunjukkan sikap percaya diri, kreatif, dan menghargai karya teman.

Tujuan utama pembelajaran:

Peserta didik mampu memahami konsep gambar cerita dan merancang sketsa dengan cerita berdasarkan ide dari diri sendiri.

E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

1. Meaningful – Menghubungkan dengan Pengalaman

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman sehari-hari.

Contoh pertanyaan:

  • Pernahkah kalian membantu ibu atau ayah di rumah?

  • Pernahkah kalian bermain bersama teman?

  • Pernahkah kalian pergi berlibur?

  • Pengalaman apa yang paling kalian sukai?

Peserta didik memilih salah satu pengalaman yang dapat dijadikan ide gambar cerita.

Makna pembelajaran:
Peserta didik memahami bahwa pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber ide untuk membuat karya seni.

2. Meaningful – Memahami dan Merancang

Peserta didik mengamati contoh gambar cerita dan memahami bahwa gambar dapat membantu menyampaikan sebuah peristiwa.

Selanjutnya peserta didik:

  1. Menentukan ide cerita.

  2. Menentukan tokoh atau objek yang akan digambar.

  3. Menentukan tempat atau latar.

  4. Membuat garis-garis sederhana.

  5. Menyusun objek menjadi sebuah sketsa.

Guru membimbing peserta didik agar tidak terlalu fokus pada kesempurnaan gambar, tetapi pada kemampuan menuangkan ide.

3. Joyful – Berkarya dengan Menyenangkan

Peserta didik melakukan kegiatan “Sketsaku, Ceritaku”.

Setiap peserta didik membuat sketsa berdasarkan pengalaman atau imajinasi sendiri.

Contoh tema:

  • Bermain bersama teman.

  • Menanam bunga.

  • Membantu orang tua.

  • Pergi ke taman.

  • Bermain dengan hewan peliharaan.

  • Menjaga kebersihan lingkungan.

Setelah selesai, beberapa peserta didik diberi kesempatan menunjukkan sketsanya dan menceritakan secara singkat ide di balik gambarnya.

Guru memberikan apresiasi:

“Setiap karya itu istimewa karena setiap anak mempunyai ide dan imajinasi yang berbeda.”

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Project Based Learning sederhana.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Pengamatan

  • Diskusi

  • Praktik menggambar

  • Presentasi

  • Apresiasi karya

G. MEDIA DAN ALAT

Media:

  • Contoh gambar cerita.

  • Contoh sketsa.

  • Papan tulis.

  • LKPD.

  • Video/gambar pembelajaran.

Alat dan bahan:

  • Buku gambar/kertas gambar.

  • Pensil.

  • Penghapus.

  • Penggaris jika diperlukan.

  • Pensil warna atau krayon untuk tahap pengembangan berikutnya.

H. PENJABARAN MATERI

1. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menggambarkan atau menyampaikan suatu cerita, kejadian, atau peristiwa.

Gambar cerita dapat membantu orang lain memahami isi cerita melalui gambar.

Contohnya:

  • Gambar anak sedang membantu ibu.

  • Gambar anak bermain bersama teman.

  • Gambar kegiatan menanam pohon.

  • Gambar suasana sekolah.

2. Fungsi Gambar Cerita

Gambar cerita berfungsi untuk:

  1. Menjelaskan suatu cerita.

  2. Menggambarkan suatu kejadian.

  3. Membantu pembaca memahami isi cerita.

  4. Membuat cerita menjadi lebih menarik.

  5. Menyampaikan pesan melalui gambar.

3. Unsur Sederhana dalam Gambar Cerita

Dalam membuat gambar cerita, kita dapat menggunakan:

a. Tokoh

Orang, hewan, atau karakter yang ada dalam cerita.

b. Latar

Tempat terjadinya cerita.

Contoh:

  • Rumah

  • Sekolah

  • Taman

  • Lapangan

c. Peristiwa

Kegiatan atau kejadian yang dilakukan oleh tokoh.

d. Ekspresi

Ekspresi dapat menunjukkan perasaan tokoh, seperti senang, sedih, takut, atau terkejut.

I. PENGERTIAN SKETSA

Sketsa adalah gambar awal atau rancangan sederhana sebelum membuat gambar yang lebih lengkap.

Sketsa biasanya dibuat menggunakan garis-garis sederhana.

Sketsa tidak harus sempurna.

Tujuan membuat sketsa adalah:

  • Merencanakan gambar.

  • Menentukan posisi objek.

  • Menentukan ukuran objek.

  • Memudahkan proses menggambar.

  • Mengembangkan ide menjadi sebuah karya.

J. LANGKAH-LANGKAH MERANCANG SKETSA

Langkah 1 – Menentukan Ide

Pilih cerita atau pengalaman yang ingin digambarkan.

Contoh:

“Aku membantu ibu menyiram tanaman.”

Langkah 2 – Menentukan Tokoh

Tokoh:

  • Aku

  • Ibu

Langkah 3 – Menentukan Latar

Latar:

  • Halaman rumah.

Langkah 4 – Membuat Bentuk Dasar

Gunakan bentuk sederhana seperti:

  • Lingkaran untuk kepala.

  • Garis untuk tubuh dan tangan.

  • Persegi atau bentuk sederhana untuk benda.

  • Garis melengkung untuk tanaman.

Langkah 5 – Menambahkan Detail

Tambahkan:

  • Tanaman.

  • Pot bunga.

  • Selang atau alat penyiram.

  • Rumah.

  • Matahari.

  • Awan.

Langkah 6 – Memeriksa Sketsa

Lihat kembali apakah gambar sudah sesuai dengan ide cerita.

K. CONTOH SKETSA SEDERHANA

Tema: Menanam Bunga

Ide cerita:
“Aku menanam bunga bersama ibu.”

Tokoh: Aku dan ibu.

Latar: Halaman rumah.

Objek: Pot bunga, tanaman, sekop, rumah, matahari.

Contoh rancangan sederhana:

             ☀
        ☁           ☁

              /\ 
             /  \       Rumah
            /____\

       O                 O
      /|\               /|\
      / \               / \
     IBU                 AKU

       ðŸŒą     ðŸŠī     ðŸŒą
          \   |   /
           \  |  /
          Tanaman

Sketsa di atas hanyalah contoh rancangan sederhana. Peserta didik bebas mengembangkan bentuk, tokoh, latar, dan objek sesuai ide masing-masing.

L. KEGIATAN PRAKTIK

“SKETSAKU, CERITAKU”

Buatlah sebuah sketsa berdasarkan pengalaman atau imajinasi kalian sendiri.

Pilih salah satu tema:

  1. Aku bermain bersama teman.

  2. Aku membantu ibu.

  3. Aku menanam bunga.

  4. Aku bermain dengan hewan peliharaan.

  5. Aku menjaga kebersihan sekolah.

  6. Aku pergi ke taman.

Ketentuan:

  • Tentukan satu ide cerita.

  • Tentukan tokoh.

  • Tentukan tempat/latar.

  • Buat sketsa menggunakan pensil.

  • Gunakan garis sederhana.

  • Tambahkan beberapa objek pendukung.

  • Berikan judul pada sketsa.

M. LATIHAN SOAL

A. Pilihan Ganda

1. Gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita disebut ....

A. gambar hias
B. gambar cerita
C. gambar pola
D. gambar bentuk

2. Sebelum membuat gambar yang lengkap, sebaiknya kita membuat ....

A. sketsa
B. bingkai
C. tulisan
D. warna

3. Sketsa merupakan ....

A. gambar akhir
B. gambar awal atau rancangan
C. gambar yang sudah diwarnai
D. gambar yang harus sempurna

4. Salah satu fungsi gambar cerita adalah ....

A. membuat cerita sulit dipahami
B. menyembunyikan cerita
C. membantu menyampaikan cerita
D. menghapus cerita

5. Tokoh dalam gambar cerita dapat berupa ....

A. orang atau hewan
B. warna saja
C. garis saja
D. kertas

6. Tempat terjadinya suatu cerita disebut ....

A. tokoh
B. latar
C. judul
D. warna

7. Saat membuat sketsa, kita sebaiknya menggunakan ....

A. garis sederhana
B. cat tembok
C. gunting
D. lem

8. Ide gambar cerita dapat berasal dari ....

A. pengalaman dan imajinasi
B. penghapus saja
C. meja
D. pensil saja

9. Jika ingin menggambar cerita tentang “bermain di taman”, latarnya dapat berupa ....

A. dapur
B. kamar mandi
C. taman
D. kelas

10. Saat melihat karya teman, sikap kita sebaiknya ....

A. mengejek
B. merusak
C. menghargai
D. menyembunyikan

N. SOAL ISIAN

1. Gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita disebut gambar __________.

2. Gambar awal sebelum membuat gambar lengkap disebut __________.

3. Tempat terjadinya suatu cerita disebut __________.

4. Sebuah sketsa dapat dibuat menggunakan garis-garis __________.

5. Ide gambar dapat berasal dari pengalaman dan __________.

P. KESIMPULAN

Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita atau peristiwa.

Sebelum membuat gambar cerita secara lengkap, kita dapat membuat sketsa terlebih dahulu. Sketsa merupakan rancangan awal yang dibuat menggunakan garis-garis sederhana.

Dalam membuat sketsa, kita perlu menentukan:

Ide → Tokoh → Latar → Objek → Sketsa

Ide gambar dapat berasal dari pengalaman sehari-hari maupun imajinasi.

Setiap peserta didik memiliki ide dan imajinasi yang berbeda. Oleh karena itu, setiap karya dapat menjadi karya yang unik dan menarik.



Image

Image

Image

Image

Image

 IPAS KELAS 3

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd
Hari/Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
Fase: B
Kelas: III A
Mata Pelajaran: IPS
Materi: Siklus Hidup Makhluk Hidup – Siklus Hidup Hewan dengan Metamorfosis Sempurna
Pertemuan: Keempat
Topik: Metamorfosis Sempurna pada Kupu-kupu

B. APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat kembali materi siklus hidup makhluk hidup.

Guru bertanya:

  1. Anak-anak, apakah kalian pernah melihat kupu-kupu?

  2. Menurut kalian, dari mana kupu-kupu berasal?

  3. Apakah kupu-kupu sejak kecil sudah memiliki bentuk seperti kupu-kupu?

  4. Pernahkah kalian melihat ulat di daun?

  5. Menurut kalian, apakah ulat dapat berubah menjadi kupu-kupu?

Guru menunjukkan gambar siklus hidup kupu-kupu dan mengajak peserta didik mengamati perubahan bentuknya.

Motivasi:
“Setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perubahan. Kita pun dahulu kecil dan sekarang terus tumbuh menjadi lebih besar. Karena itu, mari kita belajar dengan rasa ingin tahu dan selalu bersyukur atas ciptaan Allah.”

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami siklus hidup makhluk hidup serta mengidentifikasi tahapan pertumbuhan dan perkembangan hewan. Peserta didik dapat menjelaskan perubahan bentuk pada hewan yang mengalami metamorfosis serta menunjukkan sikap peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian metamorfosis sempurna dengan benar.

  2. Menyebutkan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

  3. Menjelaskan tahapan telur, larva, pupa, dan kupu-kupu dewasa.

  4. Mengurutkan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

  5. Menyebutkan contoh hewan lain yang mengalami metamorfosis sempurna.

  6. Menunjukkan sikap peduli dan menyayangi makhluk hidup.

Tujuan utama:
Peserta didik mampu menjelaskan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

1. Mindful – Mengamati dan Menyadari

Guru mengajak peserta didik duduk dengan tenang, menarik napas, kemudian mengamati gambar kupu-kupu, ulat, telur, dan kepompong.

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki siklus hidup dan perubahan yang berbeda-beda.

Pertanyaan pemantik:

  • Apa yang kalian lihat?

  • Apakah bentuk ulat sama dengan kupu-kupu?

  • Perubahan apa yang terjadi?

2. Meaningful – Menghubungkan dengan Kehidupan

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, misalnya pernah melihat ulat di daun atau kupu-kupu di taman.

Peserta didik memahami bahwa ulat dan kupu-kupu merupakan bagian dari satu siklus hidup yang sama.

3. Meaningful – Memahami dan Menjelaskan

Peserta didik mempelajari empat tahapan metamorfosis sempurna:

Telur → Larva → Pupa → Dewasa

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengurutkan gambar dan menjelaskan ciri setiap tahapan.

4. Joyful – Belajar dengan Menyenangkan

Peserta didik bermain “Susun Siklus Kupu-kupu”.

Setiap kelompok memperoleh kartu gambar:

  • Telur

  • Larva/ulat

  • Pupa/kepompong

  • Kupu-kupu dewasa

Kelompok berlomba menyusun kartu sesuai urutan yang benar dan menjelaskan setiap tahapannya.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang bekerja sama dengan baik.

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran kooperatif.

Metode:

  • Tanya jawab

  • Observasi

  • Diskusi kelompok

  • Penjelasan/interaktif

  • Permainan menyusun kartu

  • Penugasan

  • Presentasi

G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media:

  1. Gambar siklus hidup kupu-kupu.

  2. Kartu tahapan metamorfosis.

  3. Video pembelajaran.

  4. LKPD.

  5. Papan tulis/spidol.

Sumber belajar:

  • Buku IPAS/IPS Kelas 3.

  • Lingkungan sekitar.

  • Gambar dan video pembelajaran tentang metamorfosis.

H. PENJABARAN MATERI

1. Pengertian Metamorfosis

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya hingga menjadi hewan dewasa.

Metamorfosis sempurna memiliki empat tahapan, yaitu:

Telur → Larva → Pupa → Dewasa (Imago). (Eprints UNY)

2. Metamorfosis Sempurna pada Kupu-kupu

a. Telur

Kupu-kupu betina bertelur. Telur biasanya diletakkan pada permukaan atau bagian tanaman yang sesuai.

Telur kemudian menetas menjadi larva atau ulat.

b. Larva atau Ulat

Larva kupu-kupu disebut ulat.

Ulat banyak makan daun untuk tumbuh dan menyimpan energi. Bentuk ulat sangat berbeda dengan kupu-kupu dewasa.

c. Pupa atau Kepompong

Setelah cukup besar, ulat berubah menjadi pupa atau kepompong.

Di dalam kepompong terjadi perubahan besar pada tubuh ulat hingga terbentuk kupu-kupu.

d. Kupu-kupu Dewasa

Setelah perubahan selesai, kupu-kupu keluar dari kepompong.

Kupu-kupu dewasa kemudian tumbuh dan berkembang biak dengan menghasilkan telur kembali.

Dengan demikian, siklusnya berlangsung terus:

Telur → Ulat/Larva → Kepompong/Pupa → Kupu-kupu Dewasa → Telur kembali. (Kemendikdasmen Repository)

3. Contoh Hewan yang Mengalami Metamorfosis Sempurna

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain:

  • Kupu-kupu

  • Nyamuk

  • Lalat

  • Kumbang

Pada hewan-hewan tersebut terdapat tahap pupa/kepompong dalam siklus hidupnya. (AnyFlip)

I. KEGIATAN PESERTA DIDIK

Aktivitas 1 – Amati!

Perhatikan gambar metamorfosis kupu-kupu.

Tuliskan nama setiap tahap:





Aktivitas 2 – Urutkan!

Susun tahapan berikut menjadi urutan yang benar:

Pupa – Dewasa – Telur – Larva

Jawaban:

__________ → __________ → __________ → __________

Aktivitas 3 – Diskusi Kelompok

Diskusikan bersama teman:

Mengapa metamorfosis kupu-kupu disebut metamorfosis sempurna?

Tuliskan jawaban kelompokmu:

J. LATIHAN SOAL

Pilihan Ganda

1. Proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan disebut ....

A. perkembangbiakan
B. metamorfosis
C. pernapasan
D. pertumbuhan

2. Tahapan pertama metamorfosis kupu-kupu adalah ....

A. larva
B. pupa
C. telur
D. dewasa

3. Larva kupu-kupu disebut ....

A. nimfa
B. ulat
C. jentik
D. kepompong

4. Setelah menjadi ulat, kupu-kupu mengalami tahap ....

A. telur
B. pupa
C. dewasa
D. nimfa

5. Pupa pada kupu-kupu disebut juga ....

A. telur
B. ulat
C. kepompong
D. kupu-kupu muda

6. Urutan metamorfosis sempurna yang benar adalah ....

A. telur – pupa – larva – dewasa
B. larva – telur – pupa – dewasa
C. telur – larva – pupa – dewasa
D. telur – dewasa – larva – pupa

7. Hewan berikut yang mengalami metamorfosis sempurna adalah ....

A. belalang
B. kupu-kupu
C. ayam
D. kucing

8. Pada tahap larva, ulat banyak makan untuk ....

A. tidur
B. tumbuh dan berkembang
C. bertelur
D. terbang

9. Tahap setelah pupa adalah ....

A. telur
B. larva
C. kupu-kupu dewasa
D. jentik

10. Salah satu ciri metamorfosis sempurna adalah ....

A. tidak mengalami perubahan bentuk
B. memiliki tahap pupa
C. hanya memiliki dua tahap
D. tidak mengalami pertumbuhan

L. KESIMPULAN

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya.

Metamorfosis sempurna memiliki empat tahapan, yaitu:

Telur → Larva → Pupa → Dewasa (Imago).

Kupu-kupu merupakan salah satu contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Telur menetas menjadi ulat, ulat berubah menjadi kepompong, kemudian menjadi kupu-kupu dewasa. Kupu-kupu dewasa kemudian menghasilkan telur kembali sehingga siklus hidupnya berulang. 


Kamis, 27 Agustus 2026




 

🌷ðŸŒļ Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sholih dan Sholiha Kelas 3A ðŸŒļ

Selamat pagi anak-anak hebat! 😊
Semoga hari ini kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat untuk belajar.

🌷 Jangan lupa untuk selalu berbuat baik, berkata jujur, membantu teman, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga sikap dan ucapan. Kebaikan sekecil apa pun yang kita lakukan dengan ikhlas akan menjadi amal yang berharga.

ðŸĪē Jangan lupa beribadah:
✨ Melaksanakan salat wajib tepat waktu
✨ Membaca Al-Qur’an dan surat-surat pendek
✨ Berdoa sebelum dan sesudah belajar
✨ Bersyukur atas nikmat Allah
✨ Memperbanyak kebaikan dan menjauhi perbuatan yang tidak baik

📚 Hari ini kita akan belajar:
🔎 IPAS: Siklus hidup makhluk hidup dan keberagaman makhluk hidup. Kita akan mengenal bagaimana makhluk hidup tumbuh, berkembang, dan mengalami perubahan dalam kehidupannya.

ðŸ‡ŪðŸ‡Đ Pendidikan Pancasila: Kita belajar tentang keberagaman. Setiap manusia memiliki perbedaan suku, budaya, bahasa, agama, kesukaan, dan kemampuan. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri. Mari belajar saling menghargai, menyayangi, dan hidup rukun.

💖 Motivasi hari ini:
"Jadilah anak yang baik bukan karena ingin dipuji, tetapi karena kebaikan adalah pilihan yang membuat hidup menjadi lebih indah."

🌟 Ingat anak-anak:
Belajar dengan sungguh-sungguh, beribadah dengan ikhlas, berbuat baik dengan tulus, dan hormati setiap perbedaan. Kalian mungkin berbeda satu sama lain, tetapi bersama-sama kalian bisa menjadi hebat! 💊✨

Semangat belajar, Sholih dan Sholiha!
Jadilah anak yang cerdas, jujur, mandiri, santun, dan berakhlak mulia. 🌷

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ðŸĪē


Image

Image

Image

Image

 IPAS KELAS 3

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Pujilestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026

  • Fase: B

  • Kelas: III A

  • Mata Pelajaran: IPS

  • Materi: Siklus Hidup Hewan Tanpa Metamorfosis

  • Pertemuan: Ketiga

B. Apersepsi

Guru mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan mengajak peserta didik bersyukur kepada Allah Swt. atas berbagai makhluk hidup yang ada di sekitar kita.

Guru bertanya:

  1. Siapa yang pernah melihat ayam bertelur?

  2. Dari mana anak ayam berasal?

  3. Apakah anak ayam bentuknya sangat berbeda dengan ayam dewasa?

  4. Apakah anak kucing akan berubah menjadi hewan yang bentuknya berbeda ketika dewasa?

  5. Apa saja hewan yang pernah kalian lihat tumbuh dari kecil hingga dewasa?

Guru menyampaikan bahwa setiap makhluk hidup memiliki siklus hidup, yaitu tahapan kehidupan sejak lahir atau menetas hingga menjadi dewasa dan berkembang biak.

Landasan Al-Qur'an

Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nur ayat 45 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan berbagai macam hewan dan setiap makhluk memiliki ketentuan serta proses kehidupannya.

Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa keberagaman hewan merupakan tanda kebesaran Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus menyayangi, menjaga, dan tidak menyakiti hewan.

Hadis

Rasulullah saw. mengajarkan bahwa pada setiap makhluk hidup terdapat pahala ketika kita berbuat baik kepadanya (HR. Bukhari dan Muslim).

Guru mengaitkan hadis tersebut dengan sikap menyayangi hewan, misalnya memberi makan hewan dengan baik, tidak menyiksa, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat hidupnya.

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengenali dan menjelaskan perubahan serta perkembangan makhluk hidup di lingkungan sekitar, termasuk memahami tahapan siklus hidup beberapa jenis hewan serta menunjukkan sikap peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungannya.

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian siklus hidup hewan.

  2. Menjelaskan pengertian hewan yang tidak mengalami metamorfosis.

  3. Mengidentifikasi tahapan siklus hidup hewan tanpa metamorfosis.

  4. Menyebutkan contoh hewan yang tidak mengalami metamorfosis.

  5. Mengurutkan tahapan siklus hidup ayam, kucing, dan kambing.

  6. Menjelaskan perbedaan sederhana antara hewan yang mengalami metamorfosis dan yang tidak mengalami metamorfosis.

  7. Menunjukkan sikap menyayangi dan menjaga hewan sebagai ciptaan Allah Swt.

E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1. Mindful Learning – Belajar dengan Kesadaran

Peserta didik diajak mengamati gambar atau video beberapa hewan seperti ayam, kucing, dan kambing.

Guru mengajak peserta didik memperhatikan:

  • bentuk tubuh hewan ketika masih kecil;

  • bentuk tubuh ketika dewasa;

  • makanan dan tempat hidupnya;

  • perubahan ukuran tubuhnya.

Peserta didik menyadari bahwa setiap hewan tumbuh dan berkembang melalui tahapan tertentu.

2. Meaningful Learning – Belajar Bermakna

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.

Contoh:

  • Pernahkah kalian melihat anak ayam?

  • Apakah anak ayam berubah menjadi hewan lain?

  • Pernahkah kalian melihat anak kucing?

  • Apa perbedaan anak kucing dan kucing dewasa?

  • Pernahkah kalian melihat anak kambing?

Peserta didik menyimpulkan bahwa hewan seperti ayam, kucing, dan kambing tumbuh menjadi dewasa tanpa mengalami perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda.

3. Joyful Learning – Belajar Menyenangkan

Peserta didik melakukan permainan "Urutkan Siklus Hidup Hewan".

Guru menyediakan gambar:

  • telur ayam;

  • anak ayam;

  • ayam muda;

  • ayam dewasa.

Peserta didik bekerja secara berkelompok untuk mengurutkan gambar dengan benar.

Kelompok yang selesai dapat menjelaskan urutan siklus hidup di depan kelas.

F. Penjabaran Materi

1. Pengertian Siklus Hidup

Siklus hidup adalah tahapan kehidupan makhluk hidup sejak lahir atau menetas, tumbuh, menjadi dewasa, berkembang biak, hingga menghasilkan keturunan.

Setiap hewan mempunyai siklus hidup yang berbeda.

2. Hewan Tanpa Metamorfosis

Hewan tanpa metamorfosis adalah hewan yang ketika tumbuh menjadi dewasa tidak mengalami perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda.

Anak hewan umumnya memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan hewan dewasa, hanya ukuran tubuhnya yang berbeda.

Contohnya:

  • ayam;

  • kucing;

  • kambing;

  • sapi;

  • kelinci;

  • anjing.

3. Siklus Hidup Ayam

Tahapan siklus hidup ayam:

Telur → anak ayam → ayam muda → ayam dewasa → bertelur kembali

Anak ayam memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan ayam dewasa. Perbedaannya terutama pada ukuran tubuh dan perkembangan bulunya.

4. Siklus Hidup Kucing

Tahapan siklus hidup kucing:

Anak kucing → kucing muda → kucing dewasa → berkembang biak → anak kucing

Anak kucing memiliki bentuk dasar tubuh yang sama dengan kucing dewasa. Tubuhnya hanya lebih kecil dan masih mengalami pertumbuhan.

5. Siklus Hidup Kambing

Tahapan siklus hidup kambing:

Anak kambing → kambing muda → kambing dewasa → berkembang biak → anak kambing

Anak kambing mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai kambing dewasa. Setelah tumbuh, ukuran tubuhnya menjadi lebih besar dan siap berkembang biak.

6. Ciri-Ciri Hewan Tanpa Metamorfosis

  • Bentuk tubuh anak mirip dengan bentuk tubuh induknya.

  • Mengalami pertumbuhan ukuran tubuh.

  • Tidak mengalami perubahan bentuk tubuh yang drastis.

  • Setelah dewasa dapat berkembang biak.

  • Contohnya ayam, kucing, kambing, sapi, kelinci, dan anjing.

G. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

  1. Guru memberi salam.

  2. Peserta didik berdoa.

  3. Guru mengecek kehadiran.

  4. Guru melakukan apersepsi.

  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

  6. Guru mengaitkan pembelajaran dengan ciptaan Allah Swt.

Kegiatan Inti

Mengamati

  • Peserta didik mengamati gambar siklus hidup ayam, kucing, dan kambing.

  • Peserta didik memperhatikan perubahan yang terjadi dari kecil hingga dewasa.

Menanya

  • Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang siklus hidup hewan.

  • Guru membimbing peserta didik menemukan jawaban.

Mencoba

  • Peserta didik mengurutkan gambar tahapan siklus hidup ayam.

  • Peserta didik mengelompokkan hewan yang tidak mengalami metamorfosis.

Mengomunikasikan

  • Setiap kelompok menjelaskan hasil pengamatannya.

  • Guru memberikan penguatan dan meluruskan jawaban yang kurang tepat.

Kegiatan Penutup

  1. Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan.

  2. Peserta didik mengerjakan latihan.

  3. Guru memberikan penguatan tentang menyayangi hewan.

  4. Peserta didik melakukan refleksi.

  5. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

H. Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Tahapan kehidupan hewan dari lahir atau menetas sampai dewasa disebut ....
    a. habitat
    b. siklus hidup
    c. makanan
    d. perkembangbiakan

  2. Hewan yang tidak mengalami metamorfosis adalah ....
    a. kupu-kupu
    b. katak
    c. ayam
    d. nyamuk

  3. Tahap pertama dalam siklus hidup ayam adalah ....
    a. ayam dewasa
    b. anak ayam
    c. telur
    d. ayam muda

  4. Setelah menetas dari telur, ayam akan menjadi ....
    a. anak ayam
    b. kupu-kupu
    c. berudu
    d. katak

  5. Anak kucing akan tumbuh menjadi ....
    a. anak ayam
    b. kucing dewasa
    c. kambing
    d. kelinci

  6. Hewan yang bentuk anaknya mirip dengan induknya adalah ....
    a. ayam
    b. kupu-kupu
    c. nyamuk
    d. katak

  7. Urutan siklus hidup ayam yang benar adalah ....
    a. telur – ayam dewasa – anak ayam – ayam muda
    b. anak ayam – telur – ayam dewasa – ayam muda
    c. telur – anak ayam – ayam muda – ayam dewasa
    d. ayam dewasa – telur – ayam muda – anak ayam

  8. Contoh hewan lain yang tidak mengalami metamorfosis adalah ....
    a. kelinci
    b. kupu-kupu
    c. nyamuk
    d. katak

  9. Ketika masih kecil, tubuh anak kambing ....
    a. sangat berbeda dengan kambing dewasa
    b. mirip dengan kambing dewasa
    c. berubah menjadi hewan lain
    d. tidak mengalami pertumbuhan

  10. Sikap yang tepat terhadap hewan adalah ....
    a. menyiksa hewan
    b. mengganggu hewan
    c. menyayangi dan merawat hewan
    d. merusak tempat hidup hewan

B. Isian

  1. Anak ayam berasal dari ....

  2. Hewan yang tumbuh tanpa perubahan bentuk tubuh yang drastis disebut hewan tanpa ....

  3. Anak kucing akan tumbuh menjadi kucing ....

  4. Anak kambing akan tumbuh menjadi kambing ....

  5. Hewan merupakan salah satu ciptaan ....

 Kesimpulan

Siklus hidup adalah tahapan kehidupan makhluk hidup sejak lahir atau menetas hingga menjadi dewasa dan berkembang biak.

Hewan yang tidak mengalami metamorfosis mengalami pertumbuhan tanpa perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda.

Contohnya adalah ayam, kucing, kambing, sapi, kelinci, dan anjing.

Contoh siklus hidup ayam:

Telur → anak ayam → ayam muda → ayam dewasa → bertelur kembali.

Kita harus menyayangi dan merawat hewan karena hewan adalah ciptaan Allah Swt.

 Refleksi Peserta Didik

Berilah tanda centang (✓) sesuai dengan keadaanmu!

  • Saya sudah memahami pengertian siklus hidup hewan.

  • Saya dapat menyebutkan contoh hewan tanpa metamorfosis.

  • Saya dapat mengurutkan siklus hidup ayam.

  • Saya dapat menjelaskan siklus hidup kucing dan kambing.

  • Saya akan menyayangi dan menjaga hewan.

Pertanyaan Refleksi

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Hewan apa yang paling mudah kamu pahami siklus hidupnya?

  3. Mengapa ayam disebut hewan yang tidak mengalami metamorfosis?

  4. Bagaimana cara kita menyayangi hewan?

  5. Apa hal yang masih belum kamu pahami?




Image

Image

Image

Image

Image

 PENDIDIKAN PANCASILA 

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Fujilestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026

  • Fase/Kelas:  B/III A

  • Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

  • Materi: Keberagaman Suku dan Pentingnya Bahasa Persatuan

  • Pertemuan: 1

B. Apersepsi

Guru mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan mengajak peserta didik bersyukur kepada Allah Swt. atas keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Guru memperlihatkan gambar anak-anak dengan pakaian adat yang berbeda dan bertanya:

  1. Anak-anak, apakah semua orang di Indonesia berasal dari suku yang sama?

  2. Apakah bahasa daerah di Indonesia semuanya sama?

  3. Bahasa apa yang dapat digunakan ketika kita berbicara dengan teman yang berbeda daerah?

  4. Pernahkah kalian bertemu teman yang menggunakan bahasa daerah yang berbeda?

  5. Mengapa kita membutuhkan bahasa yang dapat dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia?

Guru menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak suku dan bahasa daerah. Walaupun berbeda-beda, kita tetap dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Landasan Al-Qur'an

Allah Swt. berfirman:

"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal."
(QS. Al-Hujurat: 13)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa perbedaan suku dan bangsa merupakan ketetapan Allah Swt. Perbedaan bukan alasan untuk saling mengejek, tetapi menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghargai, dan hidup rukun.

Hadis

Rasulullah saw. mengajarkan:

"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Guru mengaitkan hadis dengan kehidupan sehari-hari. Walaupun teman memiliki suku, bahasa, adat, atau kebiasaan yang berbeda, kita harus tetap menghargai dan menyayangi mereka.

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengenal dan menghargai keberagaman identitas diri, keluarga, dan lingkungan sekitar serta menunjukkan sikap menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik memahami bahwa keberagaman suku, budaya, dan bahasa merupakan kekayaan bangsa Indonesia serta mampu menunjukkan perilaku hidup rukun dalam keberagaman.

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian keberagaman suku dan bahasa.

  2. Menyebutkan contoh keberagaman suku di Indonesia.

  3. Menyebutkan contoh bahasa daerah yang ada di Indonesia.

  4. Memahami bahwa setiap daerah memiliki bahasa daerah yang beragam.

  5. Menjelaskan pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

  6. Menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda suku dan bahasa.

  7. Mempraktikkan penggunaan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman yang berbeda daerah.

E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1. Mindful Learning – Belajar dengan Kesadaran

Peserta didik mengamati gambar berbagai suku dan budaya Indonesia dengan tenang dan penuh perhatian.

Guru mengajak peserta didik menyadari:

"Kita mungkin berbeda suku dan bahasa, tetapi kita tetap satu bangsa Indonesia."

Peserta didik menyebutkan perbedaan yang mereka lihat, seperti:

  • pakaian adat;

  • rumah adat;

  • bahasa daerah;

  • makanan khas;

  • kebiasaan dan tradisi.

Peserta didik diajak memahami bahwa keberagaman merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri.

2. Meaningful Learning – Belajar Bermakna

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.

Guru memberikan situasi:

"Bayangkan ada teman baru dari Papua, Bali, Jawa, Sumatra, atau Kalimantan yang belum memahami bahasa daerahmu. Bahasa apa yang dapat kalian gunakan untuk berkomunikasi?"

Peserta didik memahami bahwa Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi bersama meskipun setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda.

Peserta didik kemudian berdiskusi tentang pengalaman bertemu orang yang menggunakan bahasa daerah berbeda.

3. Joyful Learning – Belajar Menyenangkan

Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Suku dan Bahasa".

Guru menampilkan gambar pakaian adat atau daerah tertentu.

Peserta didik secara berkelompok menebak:

  • nama suku atau daerah;

  • contoh bahasa daerah;

  • contoh budaya yang dimiliki.

Dilanjutkan permainan "Bahasa Kita, Bahasa Indonesia".

Peserta didik berpasangan. Satu siswa berpura-pura berasal dari daerah berbeda dan menggunakan bahasa daerah sederhana, sedangkan siswa lainnya menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi.

Tujuannya agar peserta didik memahami bahwa Bahasa Indonesia dapat menyatukan masyarakat yang memiliki bahasa daerah berbeda.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran kooperatif.

Metode

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Pengamatan gambar

  • Bermain peran

  • Permainan edukatif

  • Presentasi

  • Penugasan

Media Pembelajaran

  • Gambar keberagaman suku

  • Gambar pakaian adat

  • Peta Indonesia

  • Kartu nama suku dan bahasa daerah

  • Video pembelajaran

  • LKPD

G. Penjabaran Materi

1. Keberagaman Suku di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku bangsa.

Contoh suku yang ada di Indonesia antara lain:

No.SukuDaerah
1JawaJawa
2SundaJawa Barat
3BatakSumatra Utara
4MinangkabauSumatra Barat
5BaliBali
6DayakKalimantan
7BugisSulawesi
8SasakNusa Tenggara Barat
9AsmatPapua
10BetawiDKI Jakarta

Image

Image

Image

Image

Image

Image

2. Keberagaman Bahasa Daerah

Setiap suku dapat memiliki bahasa daerah sendiri.

Contohnya:

  • Suku Jawa menggunakan Bahasa Jawa.

  • Suku Sunda menggunakan Bahasa Sunda.

  • Masyarakat Bali menggunakan Bahasa Bali.

  • Masyarakat Minangkabau menggunakan Bahasa Minangkabau.

  • Masyarakat Bugis menggunakan Bahasa Bugis.

  • Masyarakat Batak memiliki beberapa bahasa daerah Batak.

Bahasa daerah merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus kita jaga.

3. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan

Walaupun Indonesia memiliki banyak bahasa daerah, masyarakat Indonesia memiliki Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Bahasa Indonesia digunakan untuk:

  • berkomunikasi dengan orang dari daerah lain;

  • belajar di sekolah;

  • berkomunikasi dalam kegiatan resmi;

  • menyampaikan informasi kepada masyarakat;

  • mempererat persatuan bangsa.

Contoh:

Ani berasal dari Jawa dan berbicara Bahasa Jawa.

Budi berasal dari Sunda dan berbicara Bahasa Sunda.

Ketika Ani dan Budi berkomunikasi, mereka dapat menggunakan Bahasa Indonesia agar keduanya saling memahami.

4. Mengapa Bahasa Indonesia Penting?

Bahasa Indonesia penting karena:

  1. Menjadi bahasa persatuan bangsa.

  2. Memudahkan komunikasi antarsuku.

  3. Menyatukan masyarakat yang berbeda daerah.

  4. Digunakan dalam pendidikan.

  5. Membantu menjaga persatuan dan kesatuan.

  6. Menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Semboyan bangsa Indonesia adalah:

Bhinneka Tunggal Ika

Artinya:

"Berbeda-beda tetapi tetap satu."

Walaupun kita berbeda suku dan bahasa daerah, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

H. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan

  1. Salam dan doa.

  2. Mengecek kehadiran.

  3. Menyampaikan apersepsi.

  4. Mengamati gambar keberagaman.

  5. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti

Mengamati

Peserta didik mengamati gambar berbagai suku dan pakaian adat.

Menanya

Peserta didik bertanya tentang perbedaan suku dan bahasa.

Mengumpulkan Informasi

Peserta didik mencari informasi tentang suku dan bahasa daerah melalui buku, gambar, atau kartu informasi.

Berdiskusi

Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk memasangkan:
suku – daerah – bahasa daerah.

Bermain Peran

Peserta didik mempraktikkan percakapan menggunakan Bahasa Indonesia dengan teman yang berasal dari daerah berbeda.

Presentasi

Kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.

Penutup

  1. Guru memberikan penguatan.

  2. Peserta didik menyampaikan kesimpulan.

  3. Peserta didik mengerjakan latihan.

  4. Peserta didik melakukan refleksi.

  5. Guru mengajak peserta didik berdoa.

I. Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Indonesia memiliki banyak ....
    a. satu suku
    b. suku dan budaya
    c. satu bahasa daerah
    d. satu kebiasaan

  2. Contoh suku yang berasal dari Jawa Barat adalah ....
    a. Sunda
    b. Batak
    c. Bugis
    d. Asmat

  3. Bahasa daerah masyarakat Jawa adalah ....
    a. Bahasa Sunda
    b. Bahasa Jawa
    c. Bahasa Bali
    d. Bahasa Bugis

  4. Bahasa yang digunakan sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah ....
    a. Bahasa Jawa
    b. Bahasa Sunda
    c. Bahasa Indonesia
    d. Bahasa Bali

  5. Bahasa Indonesia digunakan untuk ....
    a. memisahkan suku
    b. memudahkan komunikasi antarsuku
    c. menghilangkan bahasa daerah
    d. mengejek bahasa daerah

  6. Semboyan bangsa Indonesia adalah ....
    a. Tut Wuri Handayani
    b. Bhinneka Tunggal Ika
    c. Ing Ngarsa Sung Tuladha
    d. Garuda Pancasila

  7. Arti Bhinneka Tunggal Ika adalah ....
    a. Bersatu kita teguh
    b. Berbeda-beda tetapi tetap satu
    c. Satu bahasa satu budaya
    d. Hidup bersama-sama

  8. Jika memiliki teman yang berbeda suku, sikap kita sebaiknya ....
    a. mengejek
    b. menjauhi
    c. menghargai
    d. memusuhi

  9. Bahasa daerah merupakan ....
    a. kekayaan budaya bangsa
    b. penyebab perpecahan
    c. sesuatu yang harus dihilangkan
    d. bahasa yang tidak penting

  10. Ketika berbicara dengan teman dari daerah yang berbeda dan tidak memahami bahasa daerahnya, sebaiknya menggunakan ....
    a. Bahasa Indonesia
    b. bahasa isyarat saja
    c. bahasa daerah sendiri
    d. diam saja

B. Isian

  1. Indonesia memiliki banyak suku dan ....

  2. Bahasa Indonesia merupakan bahasa ....

  3. Suku Sunda berasal dari daerah ....

  4. Suku Jawa menggunakan Bahasa ....

  5. Berbeda-beda tetapi tetap satu disebut ....

C. Uraian

  1. Sebutkan tiga contoh suku yang ada di Indonesia!

  2. Sebutkan tiga contoh bahasa daerah!

  3. Mengapa Bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa persatuan?

  4. Bagaimana sikap kita terhadap teman yang berbeda suku?

  5. Apa arti Bhinneka Tunggal Ika?


K. Kesimpulan

Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, adat istiadat, dan bahasa daerah.

Keberagaman merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri dan jaga.

Walaupun setiap daerah mempunyai bahasa yang berbeda, kita memiliki Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Dengan menggunakan Bahasa Indonesia, masyarakat dari berbagai suku dapat saling berkomunikasi dan memahami.

Kita harus menghargai perbedaan dan tidak boleh mengejek suku, bahasa, budaya, atau adat istiadat orang lain.

Ingatlah:

"Berbeda suku, berbeda bahasa daerah, tetapi kita tetap satu Indonesia."

L. Refleksi Peserta Didik

Berilah tanda ✓ sesuai dengan keadaanmu.

  • Saya mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak suku.

  • Saya dapat menyebutkan contoh suku di Indonesia.

  • Saya mengetahui contoh bahasa daerah.

  • Saya memahami pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

  • Saya mau menghargai teman yang berbeda suku dan bahasa.

  • Saya bangga menjadi anak Indonesia.

Pertanyaan Refleksi

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Sebutkan satu suku dan bahasa daerah yang kamu ketahui!

  3. Mengapa kita membutuhkan Bahasa Indonesia?

  4. Bagaimana sikapmu jika memiliki teman yang berbeda suku?

  5. Apa arti Bhinneka Tunggal Ika?

Dokumentasi kegiatan hari ini 

Rabu, 26 Agustus 2026

 



 

🌷Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, anak-anak sholih dan sholiha Kelas 3A 🌷

Selamat pagi dan selamat belajar di hari Rabu, 26 Agustus 2026. 🌞📚

Alhamdulillah, hari ini kita kembali dipertemukan dengan kesempatan untuk belajar, berbuat baik, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

📚 Pembelajaran hari ini:
ðŸ”Ē Matematika: Sumatif Harian Ke-1 materi Bilangan Cacah sampai 1.000, meliputi nilai tempat, membandingkan, dan mengurutkan bilangan.
📖 Bahasa Indonesia: Kebersamaan melalui Kerja Sama, menyimak tayangan video, menangkap pesan kebaikan, dan menemukan kosakata baru.

ðŸŒą Pesan Ibu Guru:
Anak-anak, kerjakan sumatif dengan jujur, mandiri, teliti, dan percaya diri. Jangan takut salah, karena kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang terpenting adalah kita sudah berusaha dengan sungguh-sungguh.

ðŸĪē Jangan lupa untuk selalu melaksanakan sholat tepat waktu, berdoa, rajin beribadah, berkata jujur, menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman, serta senantiasa berbuat baik kepada siapa pun.

Kebaikan sekecil apa pun akan menjadi berarti jika dilakukan dengan ikhlas. Jadilah anak yang ilmunya bertambah, akhlaknya semakin baik, dan hatinya selalu dekat dengan Allah.

💊 Semangat belajar, anak-anak hebat!
Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Belajar dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan serahkan hasilnya kepada Allah. ðŸŒļ

“Jujur dalam belajar, tekun dalam berusaha, rajin beribadah, dan selalu berbuat baik.”

🌷 Selamat belajar dan tetap semangat! 🌷
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


IDENTITAS DIRI

1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

2. Hari / Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2026

3. Fase / Kelas: Fase B / Kelas 3A

4. Mata Pelajaran: Matematika

5. Materi: Sumatif Harian ke-1

Bilangan Cacah 1–1.000: menentukan nilai tempat, membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar dan dari yang terbesar ke terkecil.

6. Pertemuan Ke: Sumatif Harian Ke-1

7. Apersepsi: “Assalamu’alaikum anak-anak sholih dan sholiha. Apa kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat dan siap mengikuti pembelajaran. Sebelum memulai sumatif, mari kita berdoa dan memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal.”

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kebesaran Allah:

  • Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta): Allah menciptakan segala sesuatu dengan teratur. Bilangan juga membantu kita menghitung dan memahami banyaknya benda yang Allah ciptakan.

  • Allah Maha Malik (Maha Memelihara/Menguasai): Allah mengatur dan memelihara seluruh ciptaan-Nya dengan teratur. Kita belajar mengurutkan bilangan sebagai latihan memahami keteraturan.

  • Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah memberikan rezeki kepada setiap makhluk. Kita dapat menggunakan bilangan untuk menghitung jumlah makanan, buah, hewan, atau benda yang menjadi rezeki dari Allah.

“Anak-anak, hari ini kita akan membuktikan kemampuan kita melalui Sumatif Harian Ke-1 Matematika. Kerjakan dengan jujur, teliti, mandiri, dan percaya diri. Jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan.”

8. Capaian Pembelajaran (CP)
:Peserta didik mampu memahami, membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah sampai 1.000 serta menggunakan nilai tempat untuk menentukan hubungan antarb ilangan.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)
:Setelah mengikuti pembelajaran dan pelaksanaan sumatif, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 1.000 dengan benar.

  2. Menentukan nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan.

  3. Membandingkan dua bilangan cacah menggunakan tanda > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).

  4. Mengurutkan bilangan cacah dari yang terkecil ke terbesar.

  5. Mengurutkan bilangan cacah dari yang terbesar ke terkecil.

  6. Menyelesaikan soal sumatif secara mandiri, jujur, teliti, dan bertanggung jawab.

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Guru memberikan salam, doa, motivasi, dan apersepsi.

  2. Guru mengingatkan kembali materi bilangan cacah sampai 1.000.

  3. Peserta didik mengingat kembali konsep nilai tempat: satuan, puluhan, dan ratusan.

  4. Guru mengulas cara membandingkan dua bilangan dengan tanda >, <, dan =.

  5. Guru mengulas cara mengurutkan bilangan dari kecil ke besar.

  6. Guru mengulas cara mengurutkan bilangan dari besar ke kecil.

  7. Guru memberikan beberapa contoh soal sebagai penguatan.

  8. Guru menjelaskan petunjuk pelaksanaan Sumatif Harian Ke-1.

  9. Peserta didik mengerjakan soal secara mandiri dan jujur.

  10. Guru melakukan pengamatan dan pendampingan selama kegiatan.

  11. Setelah selesai, guru mengumpulkan hasil pekerjaan untuk diperiksa.

  12. Guru memberikan refleksi dan motivasi agar peserta didik terus belajar.

11. Model / Metode:

  • Model: Pembelajaran langsung dan evaluasi individual.

12. Penjabaran Materi:A. Bilangan Cacah

Bilangan cacah adalah bilangan yang digunakan untuk menyatakan banyaknya suatu benda.

Contoh bilangan cacah:
0, 1, 2, 3, 4, 5, ... dan seterusnya.

Pada pembelajaran ini, bilangan yang dipelajari adalah bilangan sampai 1.000.

Contoh:

  • 125 dibaca seratus dua puluh lima.

  • 340 dibaca tiga ratus empat puluh.

  • 705 dibaca tujuh ratus lima.

  • 1.000 dibaca seribu.

B. Nilai Tempat

Contoh bilangan 583:

  • 5 = ratusan

  • 8 = puluhan

  • 3 = satuan

Jadi:

583 = 500 + 80 + 3

C. Membandingkan Bilangan

Gunakan tanda:

  • > artinya lebih besar dari

  • < artinya lebih kecil dari

  • = artinya sama dengan

Contoh:

456 > 321

Artinya 456 lebih besar daripada 321.

245 < 524

Artinya 245 lebih kecil daripada 524.

350 = 350

Artinya kedua bilangan sama besar.

Cara membandingkan bilangan:

  1. Bandingkan angka ratusannya.

  2. Jika sama, bandingkan angka puluhannya.

  3. Jika masih sama, bandingkan angka satuannya.

D. Mengurutkan Bilangan dari Terkecil ke Terbesar

Contoh:

425, 125, 325, 225

Urutan dari yang terkecil ke terbesar:

125, 225, 325, 425

E. Mengurutkan Bilangan dari Terbesar ke Terkecil

Contoh:

275, 875, 475, 675

Urutan dari yang terbesar ke terkecil:

875, 675, 475, 275

F. Latihan / Post Test

Kerjakan dengan teliti dan mandiri!

  1. Tuliskan bilangan yang tepat setelah 399 adalah ....

  2. Tuliskan nilai tempat angka 7 pada bilangan 572!

  3. Berikan tanda yang tepat: 345 ... 354

  4. Berikan tanda yang tepat: 725 ... 625

  5. Berikan tanda yang tepat: 500 ... 500

  6. Urutkan dari yang terkecil ke terbesar:
    321, 123, 231, 312

  7. Urutkan dari yang terbesar ke terkecil:
    456, 654, 546, 465

  8. Bilangan manakah yang lebih besar: 708 atau 780?

  9. Uraikan bilangan 846 berdasarkan nilai tempatnya!

  10. Urutkan dari yang terkecil ke terbesar:
    905, 509, 590, 950

Kunci Jawaban dan Pembahasan

1. 400
Karena setelah 399 adalah 400.

2. Ratusan
Pada bilangan 572, angka 5 menempati ratusan, angka 7 puluhan, dan angka 2 satuan.

3. 345 < 354
Ratusannya sama-sama 3. Puluhan 4 lebih kecil daripada 5.

4. 725 > 625
Ratusan 7 lebih besar daripada 6.

5. 500 = 500
Kedua bilangan memiliki nilai yang sama.

6. 123, 231, 312, 321
Diurutkan mulai dari bilangan yang paling kecil.

7. 654, 546, 465, 456
Diurutkan mulai dari bilangan yang paling besar.

8. 780
Karena 780 lebih besar daripada 708.

9. 846 = 800 + 40 + 6
8 ratusan + 4 puluhan + 6 satuan.

10. 509, 590, 905, 950
Urutan dimulai dari bilangan yang paling kecil.

Video pembelajaran:  menggunakan video pembelajaran tentang Bilangan Cacah sampai 1.000, Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan sebagai penguatan sebelum pelaksanaan sumatif.

13. Kesimpulan / Refleksi

Hari ini peserta didik melaksanakan Sumatif Harian Ke-1 Matematika dengan materi bilangan cacah sampai 1.000. Peserta didik mengingat kembali cara membaca dan menulis bilangan, menentukan nilai tempat, membandingkan bilangan, serta mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar maupun dari yang terbesar ke terkecil.

Refleksi Guru

Guru melakukan refleksi terhadap:

  • Apakah peserta didik memahami konsep bilangan cacah sampai 1.000?

  • Apakah peserta didik mampu membandingkan bilangan dengan benar?

  • Apakah peserta didik mampu mengurutkan bilangan dengan tepat?

  • Apakah peserta didik mengerjakan sumatif secara mandiri, jujur, dan teliti?

  • Peserta didik yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan dan pembelajaran remedial.

Refleksi Peserta Didik

Peserta didik menjawab:

  1. Materi apa yang sudah saya pahami?

  2. Soal mana yang paling mudah bagi saya?

  3. Soal mana yang masih sulit?

  4. Apakah saya sudah mengerjakan dengan jujur dan teliti?

  5. Apa yang akan saya lakukan agar hasil belajar saya lebih baik?

Motivasi Penutup:

“Anak-anak, hasil hari ini adalah bagian dari proses belajar. Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Tetap jujur, rajin belajar, berdoa, dan percaya bahwa setiap usaha yang baik akan mendapatkan hasil yang baik. Semangat menjadi anak sholih dan sholiha!”




1. Hari / Tanggal : Rabu, 26 Agustus 2026

2.Fase / Kelas : Fase B / Kelas 3A

3. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

4. Materi: Kebersamaan melalui Kerja Sama – Menangkap Pesan Kebaikan dan Kosakata Baru dari Tayangan Video tentang Pentingnya Kerja Sama.

5. Pertemuan Ke : 1

6. Apersepsi:Guru mengucapkan salam dan menyapa peserta didik.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi anak-anak sholih dan sholiha. Apa kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa agar Allah memberikan kemudahan dan ilmu yang bermanfaat.”

Guru mengaitkan pembelajaran dengan kebesaran Allah:

*Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta): Allah menciptakan manusia dengan berbagai kemampuan. Ada yang pandai berbicara, menulis, menggambar, menghitung, dan membantu orang lain. Karena perbedaan itu, kita dapat saling melengkapi dan bekerja sama.

Allah Maha Malik (Maha Memelihara): Allah memelihara manusia dan mengajarkan kita untuk hidup rukun, saling membantu, dan menjaga kebersamaan.

Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki):** Allah memberikan rezeki kepada setiap makhluk. Kita dapat bersyukur dengan berbagi, saling membantu, dan bekerja sama dalam kebaikan.

Guru bertanya kepada peserta didik:

1. Pernahkah kalian bekerja sama dengan teman?

2. Apa yang kalian lakukan ketika bekerja sama?

3. Apa yang terjadi jika sebuah pekerjaan dilakukan bersama-sama?

4. Mengapa kita harus saling membantu?

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran:“Hari ini kita belajar menangkap pesan kebaikan dan kosakata baru dari tayangan video tentang pentingnya kerja sama.”

7. Capaian pembelajaran :Peserta didik mampu menyimak informasi dari teks audiovisual sederhana, memahami pesan yang disampaikan, serta mengenali dan menggunakan kosakata baru dalam konteks kehidupan sehari-hari.

8. Tujuan Pembelajaran (TP):Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Menyimak tayangan video tentang pentingnya kerja sama dengan penuh perhatian.

2. Menemukan informasi penting dari tayangan video.

3. Menjelaskan pesan kebaikan yang terdapat dalam tayangan video.

4. Menyebutkan kosakata baru yang ditemukan dari tayangan video.

5. Menjelaskan arti kosakata baru berdasarkan konteks tayangan.

6. Menggunakan beberapa kosakata baru dalam kalimat sederhana.

7. Menunjukkan sikap kerja sama, saling membantu, dan menghargai teman.


9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1. Guru memberi salam, mengajak berdoa, dan memberikan apersepsi.

2. Guru mengajukan pertanyaan tentang pengalaman peserta didik bekerja sama.

3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

4. Peserta didik mengamati gambar atau situasi yang menunjukkan kerja sama.

5. Guru menayangkan video tentang pentingnya kerja sama.

6. Peserta didik menyimak video dengan saksama.

7. Peserta didik mencatat informasi atau peristiwa penting dari video.

8. Guru mengajak peserta didik menemukan pesan kebaikan dari tayangan.

9. Peserta didik menemukan kosakata baru yang terdapat dalam video.

10. Guru dan peserta didik membahas arti kosakata tersebut.

11. Peserta didik membuat kalimat sederhana menggunakan kosakata baru.

12. Peserta didik mengerjakan latihan/post-test.

13. Guru bersama peserta didik membahas pembelajaran dan melakukan refleksi.

14. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari.


10. Model / Metode

Metode:Tanya jawab, menyimak, diskusi kelompok, penugasan, presentasi, dan refleksi.

11. Penjabaran Materi

:A. Pengertian Kerja Sama

Kerja sama adalah kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Contoh kerja sama:

* membersihkan kelas bersama;

* mengerjakan tugas kelompok;

* membantu teman yang kesulitan;

* bekerja sama membersihkan lingkungan;

* bermain bersama dengan tertib.

 B. Manfaat Kerja Sama

Kerja sama memiliki banyak manfaat, antara lain:

1. Pekerjaan menjadi lebih ringan.

2. Pekerjaan dapat selesai lebih cepat.

3. Mempererat persahabatan.

4. Melatih sikap saling membantu.

5. Menumbuhkan rasa peduli.

6. Membiasakan hidup rukun.

7. Menciptakan kebersamaan.

C. Pesan Kebaikan dalam Tayangan Video

Saat menyimak video, peserta didik memperhatikan:

* Siapa saja tokoh dalam video?

* Apa kegiatan yang dilakukan?

* Masalah apa yang terjadi?

* Bagaimana tokoh menyelesaikan masalah?

* Apa bentuk kerja sama yang dilakukan?

* Apa pesan kebaikan yang dapat kita teladani?

Contoh pesan kebaikan:Dengan bekerja sama, pekerjaan yang sulit menjadi lebih ringan. Kita harus saling membantu, menghargai, dan tidak mementingkan diri sendiri.”**

D. Kosakata Baru

Contoh kosakata yang dapat ditemukan dari tayangan video:


| Kosakata | Arti |

| Kerja sama | Melakukan pekerjaan bersama untuk mencapai tujuan |

| Kebersamaan | Keadaan bersama-sama dan hidup rukun |

| Gotong royong | Bekerja bersama-sama untuk kepentingan bersama |

| Membantu | Memberikan pertolongan kepada orang lain |

| Peduli | Memperhatikan dan memperdulikan keadaan orang lain |

| Tanggung jawab | Melaksanakan tugas atau kewajiban dengan sungguh-sungguh |

| Kompak | Bersatu dan bekerja bersama dengan baik |

| Saling menghargai | Menghormati orang lain dan pendapatnya |


 E. Contoh Kalimat

1. Kami melakukan kerja sama membersihkan kelas.

2. Gotong royong membuat pekerjaan menjadi lebih ringan.

3. Kita harus peduli kepada teman yang membutuhkan bantuan.

4. Siswa kelas 3 bekerja dengan kompak

5. Kita harus saling menghargai ketika berdiskusi.

 F. Kegiatan Menyimak Video

Guru menayangkan video pembelajaran dengan tema:

Pentingnya Kerja Sama dan Gotong Royong


Peserta didik diminta menyimak dengan saksama dan mencatat:

1. Tokoh yang ada dalam video.

2. Kegiatan kerja sama yang dilakukan.

3. Masalah yang dihadapi.

4. Cara menyelesaikan masalah.

5. Pesan kebaikan dari video.

6. Minimal 3 kosakata baru yang ditemukan.

 G. Latihan / Post-Test

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1. Apa yang dimaksud dengan kerja sama?

2. Sebutkan dua contoh kerja sama di sekolah!

3. Apa manfaat bekerja sama?

4. Apa pesan kebaikan yang dapat kita ambil dari video?

5. Sebutkan tiga kosakata baru yang kamu temukan dari tayangan video!

6. Apa arti kata **gotong royong**?

7. Buatlah satu kalimat menggunakan kata **peduli**!

8. Mengapa kita harus menghargai teman ketika bekerja sama?

9. Apa yang terjadi jika pekerjaan dilakukan bersama-sama?

10. Tuliskan satu contoh kerja sama yang akan kamu lakukan di rumah!


Kunci Jawaban dan Pembahasan

1. Kerja sama adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.

2.Contohnya membersihkan kelas bersama dan mengerjakan tugas kelompok.

3. Pekerjaan menjadi lebih ringan, cepat selesai, dan dapat mempererat persahabatan

4.Kita harus saling membantu, peduli, menghargai, dan bekerja sama dalam melakukan kebaikan.

5.Contoh: kerja sama, gotong royong, peduli, kompak, kebersamaan.

6. Gotong royong adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan atau kepentingan bersama.

7. Contoh: “Saya peduli kepada teman yang sedang kesulitan.”

8. Karena setiap orang memiliki pendapat dan kemampuan yang berbeda sehingga kita harus menghormati satu sama lain.

9. Pekerjaan menjadi lebih ringan dan biasanya dapat selesai lebih cepat.

*l10. Contoh: membantu orang tua membersihkan rumah.


13. Kesimpulan / Refleksi*l

Hari ini peserta didik belajar tentang kebersamaan melalui kerja sama dengan menyimak tayangan video. Peserta didik belajar menangkap informasi, menemukan pesan kebaikan, serta mengenal dan memahami kosakata baru.


Kerja sama sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena dapat membuat pekerjaan menjadi lebih ringan, mempererat persahabatan, menumbuhkan kepedulian, dan menciptakan kehidupan yang rukun.

Refleksi Guru

Guru melakukan refleksi:

* Apakah peserta didik mampu menyimak video dengan baik?

* Apakah peserta didik mampu menemukan pesan kebaikan?

* Apakah peserta didik mampu menemukan kosakata baru?

* Apakah peserta didik dapat menjelaskan arti kosakata tersebut?

* Apakah peserta didik mampu menggunakan kosakata baru dalam kalimat?

* Apakah peserta didik menunjukkan sikap kerja sama selama pembelajaran?

Peserta didik yang masih mengalami kesulitan akan diberikan bimbingan dan latihan tambahan.

 Refleksi Peserta Didik

Peserta didik menjawab:

1. Apa yang saya pelajari hari ini?

2. Apa pesan kebaikan dari video yang saya tonton?

3. Kosakata baru apa yang saya dapatkan?

4. Apa manfaat kerja sama?

5. Bagaimana saya akan menerapkan kerja sama di sekolah dan di rumah?

Motivasi Penutup:

“Anak-anak, kita tidak dapat melakukan semua hal sendirian. Dengan bekerja sama, saling membantu, dan saling menghargai, pekerjaan menjadi lebih mudah dan persahabatan menjadi semakin kuat. Mari menjadi anak yang suka bekerja sama dan selalu melakukan kebaikan.


Mapel Pendidikan anti korupsi .

Sumatif harian ke-1

A. Kisi-Kisi Sumatif Harian 1

No.MateriIndikator SoalBentukNo. Soal
1KejujuranMenentukan contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hariPG1–4
2DisiplinMenentukan contoh perilaku disiplin di sekolah dan rumahPG5–8
3MandiriMengidentifikasi perilaku melakukan tugas tanpa bergantung pada orang lainPG9–11
4Kerja kerasMenentukan sikap pantang menyerah dan bersungguh-sungguhPG12–15
5Tanggung jawabMenentukan tindakan yang menunjukkan tanggung jawabPG16–20


B. Soal Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Jika menemukan uang milik teman di kelas, sebaiknya kita ....
    A. menyimpannya
    B. membelanjakannya
    C. mengembalikannya kepada pemilik
    D. membaginya dengan teman

  2. Berkata sesuai dengan kenyataan disebut ....
    A. disiplin
    B. jujur
    C. mandiri
    D. kerja keras

  3. Saat mendapat nilai ulangan kurang baik, sikap jujur adalah ....
    A. menyalahkan teman
    B. menyembunyikan nilai
    C. mengakui hasil yang diperoleh
    D. meminta teman mengganti nilai

  4. Contoh perilaku jujur di sekolah adalah ....
    A. menyontek saat ulangan
    B. mengakui kesalahan
    C. mengambil barang teman
    D. berkata tidak sesuai kenyataan

  5. Datang ke sekolah tepat waktu merupakan contoh ....
    A. kejujuran
    B. kedisiplinan
    C. kemandirian
    D. keberanian

  6. Sebelum belajar, sebaiknya kita ....
    A. bermain terlebih dahulu
    B. menyiapkan buku dan alat tulis
    C. menunggu teman
    D. tidur di kelas

  7. Menaati peraturan sekolah merupakan perilaku ....
    A. disiplin
    B. malas
    C. boros
    D. curang

  8. Jika bel masuk sekolah sudah berbunyi, kita sebaiknya ....
    A. tetap bermain
    B. pulang
    C. segera masuk kelas
    D. pergi ke kantin

  9. Mengerjakan tugas sekolah sendiri merupakan contoh sikap ....
    A. mandiri
    B. malas
    C. boros
    D. tidak peduli

  10. Ketika ingin memakai sepatu, sebaiknya kita ....
    A. selalu meminta bantuan
    B. berusaha memasangnya sendiri
    C. menyuruh teman
    D. menunggu guru

  11. Anak yang mandiri akan ....
    A. selalu bergantung pada orang lain
    B. berusaha melakukan tugasnya sendiri
    C. menghindari tugas
    D. menyuruh orang lain bekerja

  12. Rani belum bisa mengerjakan soal Matematika. Sikap kerja keras yang tepat adalah ....
    A. menyerah
    B. menyontek
    C. terus belajar dan mencoba
    D. tidak mengerjakan

  13. Kerja keras berarti ....
    A. bekerja dengan sungguh-sungguh
    B. mudah menyerah
    C. menghindari tugas
    D. bermalas-malasan

  14. Agar mendapatkan hasil belajar yang baik, kita harus ....
    A. rajin belajar
    B. sering bermain
    C. menyontek
    D. malas membaca

  15. Jika mengalami kegagalan, sebaiknya kita ....
    A. menyerah
    B. menyalahkan orang lain
    C. mencoba kembali
    D. berhenti belajar

  16. Setelah selesai bermain, kita harus ....
    A. meninggalkan mainan
    B. menyuruh orang lain merapikannya
    C. merapikan mainan kembali
    D. pergi begitu saja

  17. Mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu merupakan bentuk ....
    A. tanggung jawab
    B. kemalasan
    C. kecurangan
    D. pemborosan

  18. Jika tidak sengaja memecahkan barang milik sekolah, kita sebaiknya ....
    A. melarikan diri
    B. menyembunyikannya
    C. mengaku dan meminta maaf
    D. menyalahkan teman

  19. Contoh tanggung jawab di rumah adalah ....
    A. membiarkan kamar berantakan
    B. merapikan tempat tidur sendiri
    C. menunggu orang tua mengerjakan semuanya
    D. menghindari pekerjaan rumah

  20. Sikap jujur, disiplin, mandiri, kerja keras, dan tanggung jawab harus kita biasakan agar menjadi anak yang ....
    A. suka berbuat curang
    B. berkarakter baik
    C. malas
    D. tidak peduli

C. Kunci Jawaban

No.JawabanNo.Jawaban
1C11B
2B12C
3C13A
4B14A
5B15C
6B16C
7A17A
8C18C
9A19B
10B20B


Dokumebtasi kegiatan hari ini :


Senin, 24 Agustus 2026






🌷 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

ðŸŒĪ️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A.
Mari kita awali hari Senin dengan hati yang bersih, penuh semangat, dan selalu bersyukur kepada Allah SWT.

📖 Mari perbanyak ibadah dan kebaikan.
Jangan lupa melaksanakan salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, berdoa sebelum belajar, menghormati guru dan orang tua, serta senantiasa berkata jujur dan berbuat baik kepada siapa pun.

ðŸŒđ Hari ini kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Mari kita jadikan keteladanan Rasulullah sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari: jujur, amanah, sabar, penyayang, rendah hati, dan suka menolong.

Kata mutiara hari ini:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."

Anak-anak sholih dan sholiha, jadikan hari ini sebagai kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Belajar dengan sungguh-sungguh, berbuat baik dengan ikhlas, dan tebarkan senyum serta kasih sayang. 🌷

ðŸĪē Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dalam setiap langkah kita, menerangi hati dengan ilmu, dan menjadikan kita anak-anak yang mencintai serta meneladani Rasulullah SAW. Aamiin.

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
ðŸŒđ Semoga cinta kepada Rasulullah selalu tumbuh di hati kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ðŸŒļ

Berikut jadwal peringat Maulid Nab Muhammas i SAW

*Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh* 

Diberitahukan Kepada Bapak Ibu Wali Murid SD Al Azhar 2 bahwa :

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, untuk itu kami sampaikan waktu kehadiran dan kepulangan peserta didik pada hari *Senin, 24 Agustus 2026* sebagai berikut :

*Kelas 1, 2 dan 3*
07.00 - 09.45 WIB 

*Kelas 4 dan 5*
07.00-11.00 WIB 

*Kelas 6*
07.00-13.00 (Bimbel 11.30-13.00) WIB 

Demikian informasi ini disampaikan, terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya 🙏🙏🙏 

*Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh*
Dokumebtasi kegiatan hari ini