RSS

Postingan 2_Matematika_ Rabu, 30 Sept 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Matematika

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 29 September 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Evaluasi Sumatif Harian Operasi Perkalian Sampai 100 (Pertemuan 1 - 5)

  6. Pertemuan Ke-: 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan menggunakan konsep penjumlahan berulang, tabel perkalian, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengukur dan menunjukkan pemahaman konsep dasar perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    • Peserta didik dapat menghitung hasil perkalian dasar sampai 100 dengan tepat.

    • Peserta didik dapat menyelesaikan soal cerita matematika yang melibatkan operasi hitung perkalian.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik fokus dan teliti dalam membaca serta menganalisis soal evaluasi secara mandiri.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik menyadari pentingnya kemampuan berhitung perkalian dalam menyelesaikan permasalahan praktis di kehidupan sehari-hari.

    • Joyful (Joy): Peserta didik mengerjakan evaluasi sumatif harian dengan rasa percaya diri, jujur, dan tenang tanpa merasa cemas.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Menyiapkan kondisi fisik dan mental peserta didik untuk mengikuti evaluasi harian.

  2. Mengulas secara singkat (brief review) konsep perkalian dari Pertemuan 1 sampai 5.

  3. Membagikan Lembar Soal Evaluasi Sumatif Harian.

  4. Mengerjakan soal evaluasi secara mandiri dan jujur.

  5. Mengumpulkan lembar jawaban serta melakukan refleksi kegiatan evaluasi.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan memberikan motivasi: "Anak-anak, hari ini kita akan mengukur sejauh mana pemahaman kita tentang perkalian dari pertemuan 1 sampai 5. Ingat, perkalian adalah penjumlahan berulang dari angka yang sama. Kerjakan dengan tenang, teliti, dan jujur ya!"

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-Baqarah Ayat 261:

    “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji…”

    Keterkaitan: Allah Swt. menggambarkan kelipatan pahala dengan konsep perkalian yang teratur dan melimpah, menunjukkan kerapian serta keindahan keteraturan bilangan dalam ciptaan-Nya.



  2. Penjabaran Materi

     

    Operasi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

    1. Perkalian sebagai penjumlahan berulang

    Perkalian adalah penjumlahan bilangan yang sama secara berulang.

    Contoh:
    3 × 4 = 4 + 4 + 4 = 12

    Artinya, ada 3 kelompok, setiap kelompok berisi 4 benda.


    2. Perkalian dengan gambar/kelompok

    🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎
    Ada 3 kelompok, setiap kelompok 3 apel.

    3 × 3 = 9


    3. Sifat komutatif (pertukaran)

    Urutan bilangan dalam perkalian dapat ditukar dan hasilnya tetap sama.

    Contoh:

    3 × 5 = 5 × 3

    15 = 15

    Jadi,
    a × b = b × a


    4. Perkalian dengan angka 1

    Setiap bilangan yang dikalikan 1 hasilnya adalah bilangan itu sendiri.

    Contoh:

    7 × 1 = 7
    1 × 9 = 9

    Setiap bilangan yang dikalikan 0 hasilnya adalah 0.

    Contoh:

    8 × 0 = 0
    0 × 6 = 0


    6. Perkalian bilangan sampai 100

    Contoh:

    12 × 3 = 12 + 12 + 12 = 36

    20 × 4 = 20 + 20 + 20 + 20 = 80

    25 × 4 = 100

    Jadi, hasil perkalian yang dipelajari dapat mencapai 100.


    ⭐ Cara Mudah Mengingat

    • Perkalian = penjumlahan berulang

    • 1 × bilangan = bilangan itu sendiri

    • 0 × bilangan = 0

    • Bilangan boleh ditukar tempatnya dalam perkalian.

    • Gunakan tabel perkalian untuk membantu menghitung.


    ✏️ Latihan Evaluasi Sumatif Harian

    Matematika Kelas 3 SD
    Materi: Operasi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

    A. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang benar!

    1. 4 × 3 = ....
      a. 7
      b. 12
      c. 14
      d. 16

    2. Bentuk penjumlahan berulang dari 5 × 2 adalah ....
      a. 5 + 5
      b. 2 + 2 + 2 + 2 + 2
      c. 5 + 2
      d. 2 + 5

    3. 6 × 4 = ....
      a. 20
      b. 22
      c. 24
      d. 26

    4. Hasil dari 7 × 5 adalah ....
      a. 30
      b. 35
      c. 40
      d. 45

    5. 8 × 1 = ....
      a. 0
      b. 1
      c. 8
      d. 9

    6. 9 × 0 = ....
      a. 0
      b. 1
      c. 9
      d. 10

    7. Hasil dari 3 × 9 sama dengan ....
      a. 3 × 8
      b. 9 × 3
      c. 9 × 4
      d. 8 × 3

    8. Ibu membeli 4 kantong jeruk. Setiap kantong berisi 6 jeruk. Jumlah jeruk seluruhnya adalah ....
      a. 10
      b. 20
      c. 24
      d. 30

    9. 10 × 5 = ....
      a. 15
      b. 40
      c. 50
      d. 100

    10. Rani memiliki 5 piring. Setiap piring berisi 8 kue. Jumlah kue Rani adalah ....
      a. 30
      b. 35
      c. 40
      d. 45

    B. Isian Singkat

    1. 6 × 7 = ....

    2. 8 × 5 = ....

    3. 9 × 4 = ....

    4. 10 × 10 = ....

    5. 25 × 4 = ....

    C. Soal Cerita

    1. Ayah membeli 3 kotak pensil. Setiap kotak berisi 8 pensil. Berapa jumlah pensil seluruhnya?

    2. Di kelas terdapat 5 meja. Setiap meja digunakan oleh 4 siswa. Berapa jumlah siswa yang dapat duduk di meja tersebut?

    3. Siti mempunyai 7 kantong permen. Setiap kantong berisi 6 permen. Berapa jumlah permen Siti?

    4. Pak Guru membagikan 9 kelompok. Setiap kelompok mendapat 5 buku. Berapa jumlah buku yang dibagikan?

    5. Di toko terdapat 4 rak. Setiap rak berisi 10 botol minuman. Berapa jumlah botol minuman seluruhnya?

    🔑 Kunci Jawaban

    Pilihan Ganda:

    1. B

    2. B

    3. C

    4. B

    5. C

    6. A

    7. B

    8. C

    9. C

    10. C

    Isian:
    11. 42
    12. 40
    13. 36
    14. 100
    15. 100

    Soal Cerita:
    16. 3 × 8 = 24 pensil
    17. 5 × 4 = 20 siswa
    18. 7 × 6 = 42 permen
    19. 9 × 5 = 45 buku
    20. 4 × 10 = 40 botol

    • 5. Perkalian dengan angka 0
  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video ulasan materi perkalian jika digunakan sebelum tes)

  4. Media / Alat Peraga

    • Lembar Soal Evaluasi Sumatif Harian

    • Papan Tulis / PPT (Ulasan Singkat)

    • Benda Konkret (Bila diperlukan untuk pendampingan)

  5. Post Test (Soal Evaluasi Sumatif Harian)

    1. 8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 8 jika ditulis dalam bentuk perkalian menjadi ……

    2. Hasil dari 9 x7 adalah …

    3. Ayah memasukkan kelereng ke dalam 6 wadah. Jika setiap wadah berisi 10 kelereng, maka jumlah kelereng Ayah seluruhnya adalah …

    4. Berapakah hasil dari 10 x 8? …

    5. 3 x.......= 27. Angka yang tepat untuk mengisi titik-titik adalah …

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Melalui evaluasi sumatif harian ini, dapat diukur pemahaman peserta didik mengenai konsep perkalian hingga 100, penggunaan sifat komutatif, serta penerapan perkalian dalam soal cerita sederhana secara lancar dan tepat.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Kondisi kelas tenang dan kondusif saat pelaksanaan evaluasi harian; sebagian besar peserta didik sudah memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum lancar dalam hafalan perkalian angka 7 dan 8 serta keliru membaca petunjuk pada soal cerita.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Mengerjakan soal dengan jujur, mandiri, dan tepat waktu.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan drill perkalian dasar 1–10 secara berkala di awal pembelajaran berikutnya.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pembimbingan kembali konsep dasar dan latihan perkalian berulang bagi peserta didik yang belum tuntas.

    • Pengayaan: Pemberian soal cerita perkalian dua langkah (multi-step) bagi peserta didik yang telah tuntas.

Postingan 3_Pak, Rabu, 30 Sept 2026





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 30 September 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Sikap Mandiri, Disiplin, dan Tanggung Jawab

  6. Pertemuan Ke-: 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai dasar antikorupsi, khususnya nilai mandiri, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat sebagai pembentukan karakter yang jujur dan berintegritas sejak dini.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan arti sikap mandiri, disiplin, dan tanggung jawab dengan benar.

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab di rumah dan sekolah.

    • Peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai antikorupsi (mandiri, disiplin, tanggung jawab) dalam aktivitas sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik menyimak cerita dan contoh perilaku dengan sadar serta fokus untuk membangun kebiasaan baik.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab adalah benteng diri dari perbuatan curang/korupsi.

    • Joyful (Joy): Peserta didik berpartisipasi aktif dalam permainan simulasi "Tebak Perilaku Terpuji" dengan penuh gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Pengenalan konsep 3 nilai antikorupsi (Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab).

  2. Membaca dan menganalisis cerita pendek bertema kejujuran dan disiplin.

  3. Mengelompokkan contoh-contoh tindakan ke dalam nilai antikorupsi yang sesuai.

  4. Mengerjakan ringkasan dan latihan soal pemahaman.

  5. Refleksi bersama mengenai komitmen penerapan nilai-nilai antikorupsi di kehidupan sehari-hari.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan bertanya: "Anak-anak, siapa di sini yang tadi pagi menyiapkan perlengkapan sekolahnya sendiri tanpa disuruh atau dibantu orang tua? Menyiapkan tas sendiri adalah salah satu contoh sikap mandiri dan bertanggung jawab. Mengapa kita harus membiasakan hal itu sejak kecil?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi Pendidikan Anti Korupsi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-Zalzalah Ayat 7–8:

    “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

    Keterkaitan: Setiap tindakan disiplin, mandiri, dan tanggung jawab sekecil apa pun bernilai kebaikan di sisi Allah Swt. Sebaliknya, sikap curang atau malas yang dibiarkan dapat membawa kita pada perbuatan yang merugikan orang lain.

  2. Penjabaran Materi

    a. Mandiri

    • Arti: Mampu melakukan tugas atau pekerjaan sendiri tanpa selalu bergantung pada orang lain.

    • Contoh di Sekolah/Rumah: Merapikan tempat tidur sendiri, menyiapkan seragam dan buku pelajaran, serta mengerjakan tugas sekolah sendiri tanpa menyontek.

    • Nilai Antikorupsi: Anak yang mandiri tidak akan meminta bantuan dengan cara yang curang.

    b. Disiplin

    • Arti: Taat dan patuh pada aturan serta menghargai waktu.

    • Contoh di Sekolah/Rumah: Datang ke sekolah tepat waktu, mengumpulkan tugas sesuai jadwal, dan berbaris dengan tertib.

    • Nilai Antikorupsi: Mencegah perilaku "korupsi waktu" atau menyepelekan aturan.

    c. Tanggung Jawab

    • Arti: Bersedia menerima akibat dari perbuatan yang dilakukan dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

    • Contoh di Sekolah/Rumah: Mengembalikan barang piket pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, dan mengakui kesalahan jika melakukan kekeliruan.

    • Nilai Antikorupsi: Menjadikan kita pribadi yang amanah dan dapat dipercaya.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video animasi karakter antikorupsi anak)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif "Karakter Hebat Antikorupsi"

    • Kartu Gambar Perilaku (Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Mengerjakan ujian sekolah secara jujur tanpa melihat jawaban teman adalah contoh sikap …

      A. Malas

      B. Mandiri dan Jujur

      C. Sombong

      D. Pemalu

    2. Boni selalu datang ke sekolah sebelum bel masuk berbunyi. Sikap Boni mencerminkan nilai …

      A. Disiplin

      B. Pemarah

      C. Hemat

      D. Mandiri

    3. Jika kamu tidak sengaja menjatuhkan pensil milik temanmu hingga patah, tindakan yang menunjukkan rasa tanggung jawab adalah …

      A. Pura-pura tidak tahu dan langsung pergi

      B. Menyalahkan teman lain

      C. Meminta maaf dan mengganti/memperbaikinya

      D. Menyerahkan pensil itu ke tempat sampah secara diam-diam

    4. Menyiapkan buku pelajaran dan jadwal sekolah sendiri di rumah merupakan penerapan sikap …

      A. Mandiri

      B. Disiplin waktu

      C. Gotong royong

      D. Toleransi

    5. Mengapa kita tidak boleh membiasakan diri bersikap curang sejak kecil?

      A. Karena bisa membuat kita disukai banyak orang

      B. Karena sikap curang adalah cikal bakal perbuatan korupsi

      C. Karena sikap curang itu menguntungkan semua orang

      D. Karena gurumu yang menyuruh

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Mengumpulkan tugas sekolah tepat waktu merupakan contoh sikap disiplin terhadap …

    2. Anak yang tidak pernah bergantung pada orang lain saat memakai sepatu sendiri disebut anak yang …

    3. Menjaga kebersihan meja belajar dan merapikan mainan setelah digunakan adalah bentuk rasa …

    4. Menyunting atau menyontek jawaban teman saat ulangan adalah perbuatan yang melanggar nilai …

    5. Jika piket kelas tidak dilaksanakan dengan baik, maka ruang kelas akan menjadi …

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 2 (dua) contoh sikap mandiri yang bisa kamu lakukan di rumah!

    2. Mengapa sikap disiplin dan tanggung jawab sangat penting untuk mencegah tindakan korupsi di masa depan? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Nilai antikorupsi seperti mandiri, disiplin, dan tanggung jawab adalah fondasi penting dalam membentuk karakter anak yang mulia, jujur, dan dapat dipercaya. Kebiasaan kecil seperti tepat waktu, mengerjakan tugas sendiri, dan berani bertanggung jawab akan menjaga kita dari perilaku curang.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias mengidentifikasi contoh-contoh tindakan mandiri dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih merasa ragu membedakan antara konsep mandiri dan tanggung jawab dalam situasi cerita.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif bertanya, komunikatif, serta berani menyampaikan contoh pengalaman pribadinya.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Pembiasaan Jurnal Karakter Harian untuk memantau kedisiplinan dan kemandirian siswa di rumah dan sekolah.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan bimbingan khusus melalui Kartu Pembiasaan Karakter Antikorupsi dan pendampingan cerita edukatif bergambar.

Postingan 1_Bahasa Indonesia_Rabu, 30 Sept 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Puji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 29 September 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Membaca Cerita Lucu/Anekdot (Menemukan Pesan Tersirat dan Unsur Humor dalam Anekdot Profesi)

  6. Pertemuan Ke-: 11

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami informasi dari bacaan dan merefleksi teks narasi/anekdot yang dibaca, serta mampu mengidentifikasi pesan tersirat, ide pokok, dan unsur humor yang terkandung dalam cerita lucu bertema profesi secara kritis dan kontekstual.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat membaca cerita humor/anekdot profesi dengan lancar.

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur humor (bagian yang lucu/menggelitik) dalam cerita anekdot.

    • Peserta didik dapat menemukan pesan tersirat atau sindiran positif/kebenaran yang disampaikan melalui cerita anekdot profesi.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik menyimak dan membaca cerita anekdot profesi secara fokus untuk mendalami makna tersirat di balik humor.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa kritik atau nasihat dapat disampaikan secara santun, bijak, dan humoris dalam kehidupan bermasyarakat.

    • Joyful (Joy): Peserta didik menikmati proses belajar membaca melalui kegiatan tebak bagian humor dan diskusi kelompok yang ceria.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Membaca teks cerita lucu/anekdot tentang profesi secara bersama-sama maupun mandiri.

  2. Mengidentifikasi struktur anekdot sederhana (krisis/puncak humor dan reaksi/penyelesaian).

  3. Menganalisis bagian teks yang mengandung unsur humor.

  4. Menemukan dan mendiskusikan pesan tersirat (kritik/nasihat moral) dari cerita anekdot tersebut.

  5. Mengoreksi dan menyimpulkan pemahaman bersama guru.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan memberikan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, siapa di sini yang suka mendengar cerita lucu? Apakah cerita lucu itu hanya untuk tertawa saja, atau ada pesan baik di dalamnya?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi anekdot profesi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. An-Nahl Ayat 125:

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…”

    Keterkaitan: Menyampaikan kebenaran atau nasihat (seperti dalam cerita anekdot) hendaknya dilakukan dengan cara yang santun, bijak, dan menyenangkan tanpa menyakiti perasaan orang lain.

  2. Penjabaran Materi

    • Pengertian Anekdot: Cerita singkat yang lucu, menarik, dan mengesankan, yang biasanya berisi sindiran atau nasihat tersirat mengenai kejadian nyata atau latar belakang profesi tertentu.

    • Unsur Humor: Bagian dalam cerita yang aneh, tidak terduga, atau konyol yang membuat pembaca tersenyum/tertawa.

    • Pesan Tersirat: Pesan atau nasihat moral yang tidak dituliskan secara langsung, melainkan harus dipahami dari isi cerita secara keseluruhan.

    Contoh Anekdot Profesi: "Kacamata Dokter"

    Seorang pasien datang ke dokter mata.

    Pasien: "Dok, setelah pakai kacamata ini, apakah saya bisa membaca?"

    Dokter: "Tentu saja, Pak! Kacamata ini sangat bagus."

    Pasien: "Wah, hebat sekali Dok! Padahal sebelumnya saya memang belum pernah belajar membaca!"

    • Unsur Humor: Jawaban pasien yang ternyata memang belum bisa membaca sejak awal, bukan karena matanya kabur.

    • Pesan Tersirat: Jangan menyalahkan atau mengandalkan alat/orang lain atas ketidakmampuan yang sebenarnya berasal dari diri sendiri yang kurang belajar.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: [https://www.youtube.com/watch?example_anekdot_profesi](https://www.youtube.com/watch?example_anekdot_profesi) (atau video animasi anekdot pilihan)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Materi Anekdot Profesi

    • Teks Cerita Anekdot (Printed/Buku)

    • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

    • Kartu Cerita Lucu

  5. Post Test

    Bacalah cerita anekdot singkat berikut lalu jawab pertanyaannya!

    • Cerita:

      Seorang pengacara bertanya kepada koki restoran, "Mengapa sup ini dingin sekali?"

      Koki menjawab, "Sesuai pesanan Anda Pak, bukankah Anda tadi minta sup dingin?"

      Pengacara menggeleng, "Maksud saya supnya terlambat datang, sampai-sampai yang tadinya panas jadi dingin!"

    • Soal:

      1. Tunjukkan bagian mana yang mengandung unsur humor dalam cerita di atas!

      2. Apa pesan tersirat yang ingin disampaikan dari cerita anekdot tersebut?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Anekdot bukan sekadar cerita humor biasa, melainkan cerita lucu yang menyimpan pesan tersirat berupa nasihat atau kritik positif. Mengidentifikasi unsur humor membantu kita menikmati cerita, sedangkan menemukan pesan tersirat melatih kita berpikir kritis.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan aktif saat membaca serta menebak bagian humor dalam cerita anekdot.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih kesulitan membedakan antara humor biasa dengan pesan tersirat/sindiran halus.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat ceria, fokus, dan terlibat aktif dalam diskusi kelompok.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pendampingan khusus pada kegiatan menganalisis pesan tersirat menggunakan teknik pemetaan pikiran (mind mapping).

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan individu (coaching) dan latihan tambahan berupa teks anekdot pendek bergambar untuk mempermudah menemukan pesan tersirat.

Postingan 1_ Bahasa Indonesia_Selasa, 29 September 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A!
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Selasa, 29 September 2026. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan untuk kita semua. 🤲🏻✨

💖 Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan niat yang baik dan semangat yang baru.

🌱 Mari selalu:
✨ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
✨ Peduli dan suka menolong teman.
✨ Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
✨ Disiplin dalam belajar dan mengikuti aturan.
✨ Rajin mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
✨ Melaksanakan salat Dhuha dan menjaga salat wajib. 🕌
✨ Jangan lupa murojaah surat-surat pendek. 📖
✨ Tebarkan kebaikan, berkata sopan, dan jangan menyakiti hati orang lain. 💕

🌟 Ingat, anak-anak:
Kejujuran membuat kita dipercaya, tanggung jawab membuat kita menjadi pribadi yang hebat, dan kebaikan yang kita lakukan akan menjadi pahala di sisi Allah. 🤍

💪 Semangat belajar hari ini!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Jadilah anak yang jujur, disiplin, mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik.

🌷 Kelas 3A hebat, kelas 3A sholih dan sholiha!
Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. 💪😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🏻


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 29 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Mengamati Poster tentang Jenis-Jenis Pakaian Profesi beserta Fungsinya

  6. Pertemuan Ke- : 10

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami informasi dari teks visual berupa poster, mengidentifikasi ide pokok serta detail spesifik mengenai jenis-jenis pakaian profesi dan fungsinya, serta menyampaikannya kembali secara lisan maupun tulisan dengan santun.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat menganalisis dan menjelaskan jenis-jenis pakaian profesi beserta fungsinya berdasarkan hasil pengamatan poster dengan cermat dan tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami bahwa setiap pakaian profesi dirancang khusus dengan fungsi tertentu untuk mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pekerjaan.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara fokus dan teliti mengamati setiap detail gambar, warna, simbol, dan teks penjelas yang ada pada poster pakaian profesi.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan antusias belajar melalui media poster bergambar yang interaktif dan diskusi kelompok yang menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati media poster visual tentang berbagai jenis pakaian profesi.

  2. Mengidentifikasi ciri-ciri khusus dan fungsi dari setiap pakaian profesi pada poster.

  3. Membedakan fungsi pakaian profesi satu sama lain dalam diskusi kelompok.

  4. Menyajikan/mempresentasikan hasil pengamatan poster di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menampilkan poster besar bergambar berbagai profesi di depan kelas. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak sholih dan sholiha, coba perhatikan gambar di poster ini! Mengapa pemadam kebakaran memakai jas tebal dan helm, sedangkan dokter memakai jas berwarna putih? Apakah pakaian mereka hanya sekadar hiasan atau ada fungsinya?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi pengamatan poster tentang fungsi pakaian profesi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-A'raf Ayat 26:

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan untuk perhiasan bagimu..."

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah Swt. memberikan petunjuk kepada manusia untuk menciptakan pakaian yang bermanfaat, tidak hanya untuk menutup aurat tetapi juga sebagai pelindung tubuh dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

  1. Penjabaran Materi

  • Langkah-Langkah Mengamati Poster:

    1. Memperhatikan Gambar: Amati bentuk, warna, dan atribut pakaian yang dikenakan pada poster.

    2. Membaca Teks/Keterangan: Tuliskan kata-kata kunci atau informasi penting yang menjelaskan fungsi pakaian.

    3. Menghubungkan Informasi: Pahami alasan mengapa profesi tersebut membutuhkan jenis pakaian khusus.

  • Contoh Jenis Pakaian Profesi dan Fungsinya dari Poster:

    • Pakaian Pemadam Kebakaran: Terbuat dari bahan tahan api dan dilengkapi rompi reflektif untuk melindungi diri dari panas api serta terlihat di tempat gelap.

    • Jas Dokter / Baju Hazmat: Berwarna putih/steril untuk menjaga kebersihan dan melindungi diri dari kuman atau penularan penyakit.

    • Seragam Polisi / TNI: Berbahan kuat dan dirancang agar pemakainya dapat bergerak gesit serta mudah dikenali oleh masyarakat saat bertugas.

    • Pocok / Celemek Koki (Apron): Melindungi pakaian utama dari percikan minyak atau noda makanan saat memasak.

  1. Video Pembelajaran
    Link Video Contoh Mengamati Poster Profesi: [https://www.youtube.com/watch?example_poster_pakaian_profesi](https://www.youtube.com/watch?example_poster_pakaian_profesi) (Silakan sesuaikan dengan link video yang digunakan)

  2. Media/Alat Peraga

  • Poster Cetak/Digital "Jenis-Jenis Pakaian Profesi dan Fungsinya"

  • Slide PPT interaktif

  • Lembar Pengamatan Poster (LKPD)

  • Kartu Gambar Pakaian Profesi

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan poster yang telah diamati!

  2. Sebutkan 3 jenis pakaian profesi yang terdapat pada poster beserta namanya!

  3. Mengapa pakaian seorang pemadam kebakaran dibuat dari bahan yang tebal dan tahan api? Jelaskan fungsinya!

  4. Apa fungsi celemek (apron) yang digunakan oleh seorang koki saat bekerja?

  5. Informasi apa saja yang dapat kita temukan saat mengamati sebuah poster profesi?

  6. Tuliskan satu pakaian profesi yang paling kamu sukai beserta alasan dan fungsinya!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Mengamati poster membantu kita memperoleh informasi visual secara cepat dan jelas. Setiap profesi memiliki jenis pakaian dengan fungsi khusus yang dirancang untuk melindungi tubuh, menjaga kebersihan, maupun menjadi identitas pekerjaan tersebut.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat tertarik mengamati desain poster yang penuh warna dan aktif menyebutkan jenis-jenis pakaian profesi.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih kesulitan menyampaikan alasan/fungsi teknis pakaian profesi menggunakan bahasa sendiri secara tertulis.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat antusias berdiskusi mengidentifikasi atribut-atribut unik pada poster.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Membimbing peserta didik menemukan kata kunci fungsi pakaian (seperti: melindungi, menjaga kebersihan, memudahkan bergerak) sebelum menuliskan jawaban lengkap.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas :25 peserta didik

    Jumlah peserta didik belum tuntas :0 peserta didik

Tindak lanjut :
Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan latihan tambahan berupa lembar kerja menguatkan pasangan gambar pakaian profesi dengan kartu fungsi yang sesuai (matching card).

Dokumentasi kegiatsn hari ini 

Postingan 1_Matematika_Selasa, 29 September 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A!
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Selasa, 29 September 2026. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan untuk kita semua. 🤲🏻✨

💖 Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan niat yang baik dan semangat yang baru.

🌱 Mari selalu:
✨ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
✨ Peduli dan suka menolong teman.
✨ Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
✨ Disiplin dalam belajar dan mengikuti aturan.
✨ Rajin mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
✨ Melaksanakan salat Dhuha dan menjaga salat wajib. 🕌
✨ Jangan lupa murojaah surat-surat pendek. 📖
✨ Tebarkan kebaikan, berkata sopan, dan jangan menyakiti hati orang lain. 💕

🌟 Ingat, anak-anak:
Kejujuran membuat kita dipercaya, tanggung jawab membuat kita menjadi pribadi yang hebat, dan kebaikan yang kita lakukan akan menjadi pahala di sisi Allah. 🤍

💪 Semangat belajar hari ini!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Jadilah anak yang jujur, disiplin, mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik.

🌷 Kelas 3A hebat, kelas 3A sholih dan sholiha!
Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. 💪😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🏻


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 29 September  2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Menyelesaikan Masalah Soal Cerita Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100 (Model PBL)

  6. Pertemuan Ke- : 5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat menganalisis dan menyelesaikan masalah soal cerita kontekstual yang berkaitan dengan perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan tepat melalui model Problem-Based Learning (PBL).

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami keterkaitan konsep perkalian dalam memecahkan masalah praktis kehidupan sehari-hari (seperti menghitung total belanjaan atau pembagian barang dalam kelompok).

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara cermat membaca, mengidentifikasi informasi penting (diketahui dan ditanyakan), serta menyusun kalimat matematika dari soal cerita secara runut.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan percaya diri berkolaborasi dalam kelompok kecil untuk memecahkan teka-teki masalah nyata menggunakan media konkret/gambar.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Membaca dan menganalisis informasi penting dari soal cerita perkalian sederhana.

  2. Mengubah narasi soal cerita menjadi bentuk/model matematika (kalimat perkalian).

  3. Menghitung hasil perkalian bilangan cacah sampai 100 menggunakan strategi penjumlahan berulang, tabel, atau susun pendek.

  4. Menyimpulkan dan menyajikan hasil penyelesaian masalah soal cerita di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menampilkan ilustrasi/cerita singkat di papan tulis: "Aisyah ingin mendonasikan buku ke 4 panti asuhan. Jika setiap panti asuhan mendapatkan 6 buku, berapa total buku yang disiapkan Aisyah?" Guru bertanya: "Informasi apa saja yang kita dapatkan dari cerita tadi? Operasi hitung apa yang paling tepat untuk menyelesaikannya dengan cepat?" Guru menghubungkan jawaban siswa dengan langkah pemecahan masalah perkalian.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-Baqarah Ayat 261:

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji..."

Ayat ini menggambarkan kelipatan kebaikan dan keberkahan infak yang dilipatgandakan oleh Allah Swt., memberikan gambaran nyata penerapan konsep perkalian dalam kebaikan.

  1. Penjabaran Materi (Model PBL)

  • Langkah Mengubah Soal Cerita ke Kalimat Matematika:

    1. Diketahui: Tentukan jumlah kelompok (banyaknya wadah/tempat) dan isi tiap kelompok.

    2. Ditanyakan: Tentukan total seluruh benda.

    3. Kalimat Matematika: $\text{Banyak Kelompok} \times \text{Isi Per Kelompok} = \text{Total Benda}$.

  • Contoh Penerapan PBL:

    • Masalah: Pak Ahmad memiliki 6 kandang ayam. Setiap kandang berisi 8 ekor ayam. Berapa jumlah seluruh ayam Pak Ahmad?

    • Penyelesaian:

      • Diketahui: 6 kandang (kelompok), tiap kandang berisi 8 ayam (isi).

      • Kalimat Matematika: $6 \times 8$

      • Hitung: $6 \times 8 = 8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 8 = 48$

      • Jadi: Jumlah seluruh ayam Pak Ahmad adalah 48 ekor.

  1. Video Pembelajaran
    Link Video Pembelajaran: [https://www.youtube.com/watch?example_perkalian_soal_cerita](https://www.youtube.com/watch?example_perkalian_soal_cerita) (Silakan sesuaikan dengan link video yang digunakan)

  2. Media/Alat Peraga

  • Lembar Masalah Kontekstual (Kartu Soal Cerita)

  • Benda konkret (stik es krim/kelereng dan wadah plastik)

  • Papan Flanel / Kartu Bergambar

  • PPT interaktif pemecahan masalah

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis PBL

  1. Post Test
    Selesaikan soal cerita berikut beserta langkah penyelesaiannya!

  2. Di perpustakaan sekolah terdapat 5 rak buku. Jika setiap rak berisi 9 buku cerita, berapa jumlah seluruh buku cerita di perpustakaan tersebut?

  3. Dalam acara santunan, SD Al Azhar 2 menyiapkan 7 bingkisan. Setiap bingkisan berisi 6 kemasan susu. Berapa total kemasan susu yang disiapkan?

  4. Sebuah toko roti menata donat ke dalam 8 kotak. Setiap kotak berisi 7 donat. Berapa banyak donat seluruhnya?

  5. Ibu membeli 10 kantong plastik. Jika masing-masing kantong berisi 5 buah apel, berapa total apel yang dibeli Ibu?

  6. Pak Umar menanam pohon pisang dalam 9 baris. Setiap baris terdiri dari 4 pohon. Berapa jumlah pohon pisang yang ditanam Pak Umar?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Menyelesaikan soal cerita perkalian dapat dilakukan lebih mudah dengan mengidentifikasi kelompok dan isinya terlebih dahulu, menyusunnya menjadi kalimat matematika ($\text{Kelompok} \times \text{Isi}$), lalu menghitung hasilnya secara teliti.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Sintaks model PBL membantu peserta didik lebih aktif berdiskusi kelompok dan saling membantu menerjemahkan soal cerita ke dalam model matematika.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih membutuhkan waktu lama untuk memahami maksud kalimat soal cerita yang panjang.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat antusias saat mempresentasikan hasil diskusi pemecahan masalah di depan kelas.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan kata kunci visual (highlight/penanda) pada soal cerita untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan literasi dasar.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

Tindak lanjut :
Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan kegiatan remedial berupa pendampingan membaca terbimbing pada soal cerita yang lebih sederhana dengan bantuan media konkret.

Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 2_Pendidikan Pancasila ,Selasa 29 September 2026..









🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A!
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Selasa, 29 September 2026. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan untuk kita semua. 🤲🏻✨

💖 Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan niat yang baik dan semangat yang baru.

🌱 Mari selalu:
✨ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
✨ Peduli dan suka menolong teman.
✨ Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
✨ Disiplin dalam belajar dan mengikuti aturan.
✨ Rajin mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
✨ Melaksanakan salat Dhuha dan menjaga salat wajib. 🕌
✨ Jangan lupa murojaah surat-surat pendek. 📖
✨ Tebarkan kebaikan, berkata sopan, dan jangan menyakiti hati orang lain. 💕

🌟 Ingat, anak-anak:
Kejujuran membuat kita dipercaya, tanggung jawab membuat kita menjadi pribadi yang hebat, dan kebaikan yang kita lakukan akan menjadi pahala di sisi Allah. 🤍

💪 Semangat belajar hari ini!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Jadilah anak yang jujur, disiplin, mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik.

🌷 Kelas 3A hebat, kelas 3A sholih dan sholiha!
Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. 💪😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🏻


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 24 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Aturan di Lingkunganku – Melaksanakan Peraturan Sekolah dengan Sadar

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan melaksanakan aturan di sekolah; menceritakan contoh sikap mematuhi dan tidak mematuhi aturan sekolah; serta menunjukkan perilaku mematuhi tata tertib sekolah dengan penuh kesadaran diri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan pentingnya melaksanakan peraturan di sekolah dengan kesadaran diri tanpa rasa takut atau terpaksa.

    • Peserta didik dapat menunjukkan contoh tindakan mematuhi aturan sekolah dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud penerapan nilai-nilai Pancasila.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful) : Peserta didik memahami bahwa aturan sekolah dibuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

    • Mi (Mindful) : Peserta didik bersikap terbiasa, cermat, dan konsisten dalam menaati tata tertib kelas maupun sekolah.

    • Joy (Joyful) : Peserta didik merasa gembira dan bangga ketika suasana sekolah menjadi harmonis karena semua warga sekolah saling menghargai aturan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati situasi lingkungan sekolah yang tertib dan bersih dibandingkan lingkungan sekolah yang tidak teratur.

  2. Mendiskusikan perbedaan antara mematuhi aturan sekolah karena takut dimarahi guru versus karena kesadaran diri sendiri.

  3. Mengidentifikasi contoh-contoh tindakan taat aturan sekolah dalam aktivitas harian.

  4. Menyelesaikan lembar refleksi diri dan latihan soal/post test sederhana.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan memperlihatkan dua gambar suasana kelas di depan siswa.

Guru bertanya: "Anak-anak, jika kalian datang ke sekolah tepat waktu dan memakai seragam rapi, apakah itu dilakukan karena takut dihukum Piket Guru, atau karena kalian ingin menjadi siswa yang disiplin? Apa yang terjadi jika semua murid masuk kelas sesuka hatinya?"

Guru mengaitkan jawaban siswa dengan materi Melaksanakan Peraturan Sekolah dengan Sadar.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT menyukai kerapian, kebersihan, dan keteraturan, serta memerintahkan manusia untuk menaati kesepakatan dan pemimpin, sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nisa' ayat 59:

    "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan/pemimpin) di antara kamu..."

    Menaati tata tertib sekolah dengan penuh kesadaran adalah wujud ketaatan dan rasa tanggung jawab kita dalam menjaga ketertiban bersama.

  2. Penjabaran Materi & Contoh Percakapan/Soal

    • Konsep Melaksanakan Peraturan Sekolah dengan Sadar:

      • Pengertian: Menjalankan tata tertib sekolah atas dorongan dalam diri sendiri karena paham manfaatnya, bukan sekadar mencari pujian atau takut sanksi.

      • Manfaat Taat Aturan Sekolah:

        • Kegiatan belajar di kelas menjadi tenang, lancar, dan menyenangkan.

        • Menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah.

        • Melatih karakter disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

      • Contoh Tata Tertib Sekolah yang Dilaksanakan dengan Sadar:

        • Datang sebelum bel masuk berbunyi dan memberi salam.

        • Membuang sampah pada tempatnya sesuai jenisnya.

        • Mengikuti upacara bendera dengan tertib dan khidmat.

        • Meminjam dan mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu.

    • CONTOH DIALOG PEMBELAJARAN SINGKAT

      • Tokoh: Ibu Guru & Dimas

      • Ibu Guru: "Dimas, Ibu lihat kamu langsung membuang bungkus makananmu ke tempat sampah di halaman sekolah tanpa harus diingatkan. Luar biasa sekali!"

      • Dimas: "Iya Bu, supaya sekolah kita tetap bersih dan indah. Kalau kotor kan jadi banyak lalat dan tidak nyaman dipandang."

      • Ibu Guru: "Pintar sekali Dimas! Berarti Dimas melakukannya dari kesadaran sendiri, ya?"

      • Dimas: "Betul Bu, kebersihan sekolah kan tanggung jawab kita bersama."

  3. Video Pembelajaran

    • Link Video : [

      Video Pembelajaran Pendidikan Pancasila: Melaksanakan Peraturan Sekolah dengan Sadar Kelas 3 SD]

  4. Media / Alat Peraga

    • Kartu Gambar Situasi (Taat Aturan vs Melanggar Aturan Sekolah).

    • Papan Pohon Komitmen Disiplin Sekolah.

    • LKPD (Lembar Kerja Refleksi Diri).

  5. Post Test

    • Bentuk : Isian Singkat & Analisis Singkat

    • Soal :

      1. Menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekolah merupakan kewajiban .....

      2. Tuliskan 2 contoh peraturan di sekolah yang selalu kamu laksanakan dengan kesadaran sendiri setiap hari!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Melaksanakan peraturan sekolah dengan sadar berarti mematuhi seluruh tata tertib sekolah atas kemauan sendiri karena menyadari dampak positifnya bagi kebaikan bersama.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik : Peserta didik sangat antusias menyebutkan aturan-aturan sekolah yang biasa mereka lakukan secara mandiri.

    • Kendala yang ditemukan : Beberapa peserta didik masih perlu dibimbing untuk konsisten menjaga kerapian barang pribadi di kelas.

    • Respons/keterlibatan peserta didik : Peserta didik aktif berdiskusi dan berani mengungkapkan pendapat saat menganalisis contoh kasus.

    • Tindak lanjut pembelajaran : Menempelkan lembar "Jurnal Ketaatan Aturan Sekolah" di sudut baca kelas.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0peserta didik

    Tindak Lanjut : Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pembiasaan positif melalui sistem buddy system (pendampingan teman sebaya) saat beraktivitas di sekolah.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 2_Pendidikan Pancasila_Selasa, 29 September 2026

 





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A!
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Selasa, 29 September 2026. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan untuk kita semua. 🤲🏻✨

💖 Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan niat yang baik dan semangat yang baru.

🌱 Mari selalu:
✨ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
✨ Peduli dan suka menolong teman.
✨ Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
✨ Disiplin dalam belajar dan mengikuti aturan.
✨ Rajin mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
✨ Melaksanakan salat Dhuha dan menjaga salat wajib. 🕌
✨ Jangan lupa murojaah surat-surat pendek. 📖
✨ Tebarkan kebaikan, berkata sopan, dan jangan menyakiti hati orang lain. 💕

🌟 Ingat, anak-anak:
Kejujuran membuat kita dipercaya, tanggung jawab membuat kita menjadi pribadi yang hebat, dan kebaikan yang kita lakukan akan menjadi pahala di sisi Allah. 🤍

💪 Semangat belajar hari ini!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Jadilah anak yang jujur, disiplin, mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik.

🌷 Kelas 3A hebat, kelas 3A sholih dan sholiha!
Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. 💪😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🏻


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 29 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Melaksanakan Peraturan Sekolah Secara Sadar di Kelas dan Halaman Sekolah

  6. Pertemuan Ke- : 12

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi, menampilkan sikap patuh, dan melaksanakan aturan di lingkungan sekolah (baik di dalam kelas maupun di halaman sekolah) secara sadar dan penuh tanggung jawab sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat menganalisis dan menerapkan aturan-aturan sekolah di kelas maupun di halaman sekolah secara sadar dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami bahwa peraturan sekolah dibuat untuk menciptakan suasana belajar yang aman, tertib, nyaman, dan saling menghargai antarteman.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara sadar dan mandiri reflektif menjalankan aturan sekolah tanpa harus ditunjuk atau ditegur terlebih dahulu.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa bahagia dan bangga dapat berkontribusi menjaga kebersihan serta ketertiban lingkungan sekolah melalui kegiatan simulasi dan permainan peran.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengidentifikasi jenis-jenis aturan yang berlaku di dalam kelas dan di halaman sekolah.

  2. Membedakan perilaku yang mematuhi aturan dan yang melanggar aturan sekolah melalui studi gambar/kasus.

  3. Mensimulasikan penerapan aturan sekolah (di kelas dan halaman) secara sadar dalam kelompok.

  4. Merekam dan merefleksikan komitmen diri untuk selalu taat aturan sekolah.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru memperlihatkan dua gambar suasana sekolah: satu gambar halaman sekolah yang bersih dan siswa mengantri rapi, serta gambar lain yang penuh sampah dan siswa berdesakan. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak sholih dan sholiha, suasana sekolah mana yang lebih nyaman untuk kita gunakan belajar dan bermain? Mengapa sekolah bisa menjadi rapi dan nyaman?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan kesadaran melaksanakan aturan sekolah.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. An-Nisa Ayat 59:

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan/pemimpin) di antara kamu..."

Ayat ini mengajarkan kita pentingnya taat kepada aturan dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh pemimpin atau lembaga (seperti aturan di sekolah) demi kebaikan dan ketenteraman bersama.

  1. Penjabaran Materi

  • Aturan di Dalam Kelas:

    • Datang tepat waktu sebelum bel masuk berbunyi.

    • Mendengarkan saat guru atau teman sedang berbicara.

    • Menjaga kebersihan meja dan melaksanakan piket kelas.

    • Meminta izin sebelum keluar kelas atau meminjam barang teman.

  • Aturan di Halaman Sekolah:

    • Membuang sampah pada tempatnya (memilah sampah organik dan anorganik).

    • Mengantre dengan tertib saat berada di kantin atau tempat wudu.

    • Bermain permainan yang aman dan tidak merusak tanaman sekolah.

    • Menjaga fasilitas umum sekolah secara bersama-sama.

  • Pentingnya Sikap Sadar (Tanpa Paksaan):

    • Melaksanakan aturan secara sadar timbul dari rasa tanggung jawab diri sendiri, bukan karena takut dihukum atau hanya ingin dipuji guru.

  1. Video Pembelajaran
    Link Video Pembelajaran Aturan Sekolah: [https://www.youtube.com/watch?example_aturan_sekolah_sd](https://www.youtube.com/watch?example_aturan_sekolah_sd) (Silakan sesuaikan dengan link video yang digunakan)

  2. Media/Alat Peraga

  • Kartu Gambar "Perilaku Taat vs Melanggar Aturan"

  • Pohon Komitmen / Poster Tata Tertib Sekolah

  • Slide PPT Interaktif

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat!

  2. Tuliskan 2 contoh aturan yang wajib dilaksanakan saat berada di dalam kelas!

  3. Apa yang harus kamu lakukan jika melihat sampah berserakan di halaman sekolah?

  4. Mengapa kita harus mengantre dengan tertib saat membeli makanan di kantin sekolah?

  5. Apa bedanya menaati aturan karena "sadar sendiri" dengan menaati aturan karena "takut dihukum"?

  6. Tuliskan akibat yang terjadi jika semua siswa tidak mau mematuhi aturan di sekolah!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Mematuhi aturan sekolah di kelas maupun di halaman merupakan kewajiban setiap siswa. Kesadaran untuk menaati aturan menciptakan lingkungan belajar yang bersih, aman, damai, dan menyenangkan bagi semua orang.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias menyebutkan aturan-aturan di sekolah dan mampu membedakan gambar contoh perilaku tertib dan tidak tertib.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih perlu diingatkan untuk tidak berlarian di koridor atau halaman saat jam istirahat.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat aktif berdiskusi dan bersemangat menempelkan komitmen diri pada poster pohon aturan.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Membentuk "Duta Ketertiban Kelas" secara bergantian setiap minggu untuk saling mengingatkan penerapan aturan secara santun.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik

    Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

Tindak lanjut :
Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pembiasaan khusus dan pendampingan personal (coaching) mengenai pentingnya disiplin diri dalam melaksanakan aturan harian di sekolah.