RSS

Postingan 1_ Seni Rupa_Senin, 26 Oktober 2026






🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Senin, 26 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Prinsip Komposisi Irama dan Pengulangan Pola

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenali, memahami, dan mengaplikasikan prinsip dasar tata letak atau komposisi seni rupa, khususnya prinsip irama (rhythm) melalui pengulangan bentuk, garis, atau warna secara teratur dalam sebuah karya seni.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat memahami konsep irama dalam seni rupa serta mampu membuat pola hias atau gambar dekoratif dengan unsur pengulangan yang teratur dan rapi.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Mandiri, Menyenangkan, dan Joyful)

    Peserta didik mampu menyusun pola berulang secara mandiri serta menikmati proses berkarya seni rupa yang kreatif, penuh warna, dan menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati contoh-contoh pola berulang di lingkungan sekitar (seperti motif pada kain batik, pagar rumah, atau ubin lantai).

  2. Memahami arti irama dalam seni rupa, yaitu kesan gerak yang timbul dari pengulangan unsur-unsur rupa (garis, bentuk, atau warna) secara teratur.

  3. Merancang dan menggambar karya seni dekoratif dengan menerapkan prinsip pengulangan pola.

  4. Mewarnai dan menyimpulkan hasil karya seni bersama teman sekelas.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan ceria dan penuh semangat. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

“Anak-anak hebat, pernahkah kalian memperhatikan motif pada kain batik atau keramik lantai di rumah? Mengapa bentuknya terlihat berulang-ulang dan enak dipandang? Mari kita pelajari bagaimana membuat gambar yang memiliki irama dan pola yang indah!”

Peserta didik diajak mengamati pola berulang yang ada di pakaian atau benda-benda di dalam kelas.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan bumi, bagaimana Kami menumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang indah?” (QS. Al-Syu'ara: 7)

    Ayat ini mengajak kita untuk mengagumi keindahan ciptaan Allah di alam, di mana pola-pola daun, kelopak bunga, dan gelombang air tersusun secara teratur dan berirama.

  2. Penjabaran Materi

    • Prinsip Irama dalam Seni Rupa: Irama (rhythm) adalah kesan gerak yang dihasilkan dari pengulangan satu atau lebih unsur rupa secara teratur dan terus-menerus.

    • Pengulangan Pola:

      • Pengulangan bentuk (misalnya: susunan segitiga, lingkaran, atau bintang secara bergantian).

      • Pengulangan warna (misalnya: kombinasi warna merah, kuning, merah, kuning secara selang-seling).

    • Contoh Penerapan: Motif hias pada pinggir buku, hiasan dinding kelas, atau ragam hias kain tradisional.

  3. Video Pembelajaran

    (Cantumkan tautan video pembelajaran seni rupa tentang pola berulang dan irama di sini jika digunakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Contoh gambar motif berirama atau kain batik sederhana

    • Buku gambar, pensil, penggaris, dan alat mewarnai (crayon/pensil warna)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test

    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

    1. Apa yang dimaksud dengan prinsip irama atau pengulangan pola dalam karya seni rupa?

    2. Buatlah contoh susunan pola pengulangan bentuk (misalnya: lingkaran, kotak, lingkaran, kotak) di buku latihanmu!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan / Refleksi:

  1. Kesimpulan

    Irama dalam seni rupa diciptakan melalui pengulangan bentuk, garis, atau warna secara teratur. Pengulangan pola ini membuat sebuah karya seni terlihat harmonis, indah, dan menarik.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias membuat garis dan bentuk berulang untuk menghasilkan pola hias yang cantik.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu bimbingan dalam menjaga jarak atau ukuran pola agar tetap rapi dan konsisten.

    • Respons / Keterlibatan peserta didik: Kreatif, aktif, dan sangat gembira saat mewarnai pola karya seni mereka.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan apresiasi atas kerapian pola siswa dan memajang hasil karya terbaik di papan galeri kelas.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 28 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

    • Tindak lanjut: Mempertahankan semangat belajar siswa dan memberikan pujian atas kreativitas mereka dalam membuat karya seni rupa bermotif teratur.

Postingan 1_Bahasa Indonesia Senin, 26 Oktober 2026

 



🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Senin, 26 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Mengenal Komponen Berbicara Santun (Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur)

  6. Pertemuan Ke- : 1 (Pertama)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu berbicara dengan santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks, serta memperhatikan pilihan kata dan gerak tubuh (gestur) yang baik saat berkomunikasi dengan teman, guru, maupun orang lain di lingkungan sekitar.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat memahami dan mempraktikkan komponen berbicara santun yang meliputi pilihan kata (diksi), volume suara, intonasi, dan gestur tubuh dalam berkomunikasi sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan bercerita dan bermain peran interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat menunjukkan sikap santun dalam berbicara menggunakan pilihan kata yang baik serta gestur tubuh yang percaya diri dan menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik mengamati contoh cara berbicara santun yang diperagakan oleh guru.

  2. Peserta didik mengenal empat komponen utama berbicara santun (pilihan kata, volume, intonasi, dan gestur).

  3. Peserta didik berlatih mengucapkan kalimat sapaan dan permintaan tolong dengan volume serta intonasi yang tepat.

  4. Peserta didik melakukan praktik sederhana secara berpasangan dengan menerapkan gestur tubuh yang sopan.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru menyapa peserta didik dengan ramah dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, bagaimana rasanya jika teman berbicara kepada kalian dengan suara yang membentak? Atau sebaliknya, bagaimana perasaan kalian jika disapa dengan senyuman dan suara yang lembut?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya berbicara santun menggunakan pilihan kata yang baik, volume yang terdengar jelas, intonasi yang ramah, serta gestur tubuh yang menghargai lawan bicara.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra' ayat 53:

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka'."
Keterkaitan: Melalui materi ini, peserta didik diajak untuk menyadari bahwa kemampuan berbicara dengan santun, memilih kata yang baik, dan mengatur nada suara adalah wujud syukur atas nikmat lisan yang diberikan oleh Allah SWT sekaligus cara menjaga kedamaian antar sesama manusia.

  1. Penjabaran Materi Berbicara santun adalah cara menyampaikan pesan dengan sopan dan menghargai orang lain. Empat komponen penting dalam berbicara santun meliputi:

  • Pilihan Kata (Diksi): Menggunakan kata-kata yang baik, sopan, dan tidak kasar (contoh: menggunakan kata tolong, terima kasih, dan maaf).

  • Volume Suara: Besar kecilnya suara yang dikeluarkan harus pas—tidak terlalu kecil hingga tidak terdengar, dan tidak terlalu keras hingga seperti berteriak.

  • Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara saat berbicara agar kalimat terdengar ramah, jelas, dan sesuai dengan isi pesan.

  • Gestur (Gerak Tubuh): Gerakan tubuh, mimik wajah, dan kontak mata yang mendukung kesopanan (contoh: tersenyum, berdiri tegak, dan mendengarkan saat orang lain berbicara).

Writing

🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

Buatkan materi ini Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

Materi Matematika Kelas 3 SD

Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) Mata Pelajaran: Matematika Kelas/Fase: III / Fase B Materi: Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan hubungan perkalian dengan penjumlahan berulang.

  2. Menyelesaikan pengurangan yang berkaitan dengan perkalian.

  3. Menyelesaikan soal cerita tentang perkalian, penjumlahan, dan pengurangan.

  4. Membuat proyek sederhana berupa poster atau gambar kelompok benda.

  5. Menunjukkan sikap kerja sama, jujur, peduli, dan bertanggung jawab.

B. Ringkasan Materi

1. Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan

Perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

Class 2 Maths Chapter 8 Grouping And Sharing

Contoh 1

Ada 3 kelompok apel. Setiap kelompok berisi 2 apel.

Prime Numbers - Prime Numbers 1 to 100, Examples | Prime Numbers List

Contoh 2

Ada 4 kelompok jeruk. Setiap kelompok berisi 3 jeruk.

Kesimpulan: Penjumlahan berulang dapat ditulis menjadi perkalian agar lebih singkat.

2. Hubungan Perkalian dengan Pengurangan

Pengurangan dapat digunakan untuk mengetahui sisa benda setelah sebagian benda diambil dari jumlah yang diperoleh melalui perkalian.

Contoh:

Ibu membeli 4 kantong permen. Setiap kantong berisi 5 permen.

Jumlah permen seluruhnya:

Kemudian, 7 permen dibagikan kepada teman.

Jadi, sisa permen Ibu adalah 13 permen.

3. Contoh Soal Cerita

Di kelas 3A terdapat 5 meja. Setiap meja memiliki 4 buku.

  • Jumlah buku seluruhnya:

  • Jika 6 buku dipinjam teman:

Jadi, buku yang masih ada adalah 14 buku.

C. Kegiatan Pembelajaran dengan Model PjBL

1. Pertanyaan Mendasar

Guru mengajukan pertanyaan: “Bagaimana cara menghitung jumlah benda dalam kelompok dengan cepat, lalu mengetahui sisanya setelah beberapa benda diambil?”

2. Merancang Proyek

Peserta didik merancang poster berjudul “Belajar Perkalian, Penjumlahan, dan Pengurangan” menggunakan gambar buah, pensil, buku, atau benda lainnya.

3. Membuat Proyek

Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menggambar benda, menuliskan penjumlahan berulang, bentuk perkalian, serta pengurangan untuk menghitung sisanya.

4. Mempresentasikan Hasil

Setiap kelompok menjelaskan poster dan cara menghitungnya di depan kelas.

5. Evaluasi dan Refleksi

Guru dan peserta didik memeriksa hasil proyek, memperbaiki kesalahan hitung, dan menyimpulkan hubungan ketiga operasi tersebut.

D. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Nama: ..........................................

Kelompok: ......................................

Buatlah poster sederhana dengan menyelesaikan tugas berikut.

  1. Gambarlah 3 piring. Setiap piring berisi 4 kue.

  2. Tuliskan penjumlahan berulang dari gambar tersebut.

  3. Tuliskan bentuk perkaliannya.

  4. Jika 5 kue dimakan, berapa kue yang tersisa?

  5. Warnai poster dan presentasikan hasilnya bersama kelompokmu.

Contoh jawaban LKPD

  • Penjumlahan:

  • Perkalian:

  • Pengurangan:

Jadi, kue yang tersisa adalah 7 kue.

E. Latihan Mandiri

Kerjakan soal berikut dengan teliti.

  1. dapat ditulis sebagai penjumlahan berulang, yaitu ....

  2. Ada 4 kotak. Setiap kotak berisi 6 pensil. Berapa jumlah pensil seluruhnya?

  3. Terdapat 5 keranjang. Setiap keranjang berisi 3 apel. Jika 4 apel diambil, berapa apel yang tersisa?

  4. Mengapa kita perlu bekerja sama dan saling menghargai saat membuat proyek kelompok?

Kunci Jawaban

  1. pensil.

  2. , lalu apel.

  3. Agar pekerjaan selesai dengan baik, semua anggota dapat berpartisipasi, dan tercipta sikap saling menghargai.

F. Kesimpulan Pembelajaran

  • Perkalian adalah penjumlahan berulang.

  • Penjumlahan membantu kita menghitung jumlah seluruh benda dalam kelompok.

  • Pengurangan membantu kita mengetahui sisa benda setelah sebagian diambil.

  • Proyek kelompok melatih kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

G. Refleksi Peserta Didik

Ayo, anak-anak, renungkan pembelajaran hari ini!

  • Apakah saya sudah memahami hubungan perkalian dengan penjumlahan?

  • Apakah saya dapat menggunakan pengurangan untuk menghitung sisa benda?

  • Apakah saya sudah bekerja sama, jujur, dan menghargai pendapat teman?

Pesan Ibu Guru: 🌷

Anak-anak hebat kelas 3A, teruslah semangat belajar. Matematika akan terasa mudah jika kita rajin berlatih, teliti menghitung, dan mau bekerja sama. Jadilah anak yang cerdas, kreatif, jujur, serta peduli terhadap sesama! 💖

Buatkan teks dengan mateti Mengenal Komponen Berbicara Santun (Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur

Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 SD

Mengenal Komponen Berbicara Santun

Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur

Estudiantes Niños Hablando Vector Dibujos Animados Vector de stock #649988610 de ©serkanavci
vector illustration of happy cute kids student talking | Vector illustration, Cute kids, Student cartoon
Cartoon school respectful Images - Free Download on Freepik

Pengertian Berbicara Santun

Berbicara santun adalah berbicara menggunakan kata-kata yang baik, suara yang sesuai, intonasi yang tepat, dan gerakan tubuh yang sopan sehingga orang lain merasa nyaman dan dihargai.

Kita harus berbicara santun di rumah, di sekolah, dan di lingkungan masyarakat.

C. Empat Komponen Berbicara Santun

Klien tidak didukung – Canva

1. Pilihan Kata

Pilihan kata adalah kata-kata yang kita gunakan ketika berbicara. Pilihlah kata yang sopan, baik, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

Contoh:

  • Santun: “Tolong, ambilkan buku itu, ya.”

  • Tidak santun: “Ambilkan buku itu sekarang!”

Biasakan mengucapkan tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

Parenting Tips Praktis: Melatih Anak Mandiri - Portal Pekalongan

2. Volume Suara

Volume adalah keras atau pelannya suara ketika berbicara.

Contoh:

  1. Writing

    🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

    Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

    Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

    ✨ Yuk, biasakan diri untuk:
    🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
    🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
    🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
    🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
    🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

    🌟 Motivasi hari ini:
    “Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

    Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

    Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Salam sayang,
    Ibu Guru Kelas 3A ❤️

    Buatkan materi ini Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

    Materi Matematika Kelas 3 SD

    Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

    Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) Mata Pelajaran: Matematika Kelas/Fase: III / Fase B Materi: Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

    1. Menjelaskan hubungan perkalian dengan penjumlahan berulang.

    2. Menyelesaikan pengurangan yang berkaitan dengan perkalian.

    3. Menyelesaikan soal cerita tentang perkalian, penjumlahan, dan pengurangan.

    4. Membuat proyek sederhana berupa poster atau gambar kelompok benda.

    5. Menunjukkan sikap kerja sama, jujur, peduli, dan bertanggung jawab.

    B. Ringkasan Materi

    1. Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan

    Perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Class 2 Maths Chapter 8 Grouping And Sharing

    Contoh 1

    Ada 3 kelompok apel. Setiap kelompok berisi 2 apel.

    Prime Numbers - Prime Numbers 1 to 100, Examples | Prime Numbers List

    Contoh 2

    Ada 4 kelompok jeruk. Setiap kelompok berisi 3 jeruk.

    Kesimpulan: Penjumlahan berulang dapat ditulis menjadi perkalian agar lebih singkat.

    2. Hubungan Perkalian dengan Pengurangan

    Pengurangan dapat digunakan untuk mengetahui sisa benda setelah sebagian benda diambil dari jumlah yang diperoleh melalui perkalian.

    Contoh:

    Ibu membeli 4 kantong permen. Setiap kantong berisi 5 permen.

    Jumlah permen seluruhnya:

    Kemudian, 7 permen dibagikan kepada teman.

    Jadi, sisa permen Ibu adalah 13 permen.

    3. Contoh Soal Cerita

    Di kelas 3A terdapat 5 meja. Setiap meja memiliki 4 buku.

    • Jumlah buku seluruhnya:

    • Jika 6 buku dipinjam teman:

    Jadi, buku yang masih ada adalah 14 buku.

    C. Kegiatan Pembelajaran dengan Model PjBL

    1. Pertanyaan Mendasar

    Guru mengajukan pertanyaan: “Bagaimana cara menghitung jumlah benda dalam kelompok dengan cepat, lalu mengetahui sisanya setelah beberapa benda diambil?”

    2. Merancang Proyek

    Peserta didik merancang poster berjudul “Belajar Perkalian, Penjumlahan, dan Pengurangan” menggunakan gambar buah, pensil, buku, atau benda lainnya.

    3. Membuat Proyek

    Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menggambar benda, menuliskan penjumlahan berulang, bentuk perkalian, serta pengurangan untuk menghitung sisanya.

    4. Mempresentasikan Hasil

    Setiap kelompok menjelaskan poster dan cara menghitungnya di depan kelas.

    5. Evaluasi dan Refleksi

    Guru dan peserta didik memeriksa hasil proyek, memperbaiki kesalahan hitung, dan menyimpulkan hubungan ketiga operasi tersebut.

    D. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

    Nama: ..........................................

    Kelompok: ......................................

    Buatlah poster sederhana dengan menyelesaikan tugas berikut.

    1. Gambarlah 3 piring. Setiap piring berisi 4 kue.

    2. Tuliskan penjumlahan berulang dari gambar tersebut.

    3. Tuliskan bentuk perkaliannya.

    4. Jika 5 kue dimakan, berapa kue yang tersisa?

    5. Warnai poster dan presentasikan hasilnya bersama kelompokmu.

    Contoh jawaban LKPD

    • Penjumlahan:

    • Perkalian:

    • Pengurangan:

    Jadi, kue yang tersisa adalah 7 kue.

    E. Latihan Mandiri

    Kerjakan soal berikut dengan teliti.

    1. dapat ditulis sebagai penjumlahan berulang, yaitu ....

    2. Ada 4 kotak. Setiap kotak berisi 6 pensil. Berapa jumlah pensil seluruhnya?

    3. Terdapat 5 keranjang. Setiap keranjang berisi 3 apel. Jika 4 apel diambil, berapa apel yang tersisa?

    4. Mengapa kita perlu bekerja sama dan saling menghargai saat membuat proyek kelompok?

    Kunci Jawaban

    1. pensil.

    2. , lalu apel.

    3. Agar pekerjaan selesai dengan baik, semua anggota dapat berpartisipasi, dan tercipta sikap saling menghargai.

    F. Kesimpulan Pembelajaran

    • Perkalian adalah penjumlahan berulang.

    • Penjumlahan membantu kita menghitung jumlah seluruh benda dalam kelompok.

    • Pengurangan membantu kita mengetahui sisa benda setelah sebagian diambil.

    • Proyek kelompok melatih kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

    G. Refleksi Peserta Didik

    Ayo, anak-anak, renungkan pembelajaran hari ini!

    • Apakah saya sudah memahami hubungan perkalian dengan penjumlahan?

    • Apakah saya dapat menggunakan pengurangan untuk menghitung sisa benda?

    • Apakah saya sudah bekerja sama, jujur, dan menghargai pendapat teman?

    Pesan Ibu Guru: 🌷

    Anak-anak hebat kelas 3A, teruslah semangat belajar. Matematika akan terasa mudah jika kita rajin berlatih, teliti menghitung, dan mau bekerja sama. Jadilah anak yang cerdas, kreatif, jujur, serta peduli terhadap sesama! 💖

    Buatkan teks dengan mateti Mengenal Komponen Berbicara Santun (Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur

    Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 SD

    Mengenal Komponen Berbicara Santun

    Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur

    Estudiantes Niños Hablando Vector Dibujos Animados Vector de stock #649988610 de ©serkanavci
    vector illustration of happy cute kids student talking | Vector illustration, Cute kids, Student cartoon
    Cartoon school respectful Images - Free Download on Freepik

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:

    1. Menjelaskan arti berbicara santun.

    2. Mengenal empat komponen berbicara santun.

    3. Mempraktikkan berbicara santun kepada guru, orang tua, dan teman.

    4. Menunjukkan sikap menghargai orang lain ketika berbicara dan mendengarkan.

    B. Pengertian Berbicara Santun

    Berbicara santun adalah berbicara menggunakan kata-kata yang baik, suara yang sesuai, intonasi yang tepat, dan gerakan tubuh yang sopan sehingga orang lain merasa nyaman dan dihargai.

    Kita harus berbicara santun di rumah, di sekolah, dan di lingkungan masyarakat.

    C. Empat Komponen Berbicara Santun

    Klien tidak didukung – Canva

    1. Pilihan Kata

    Pilihan kata adalah kata-kata yang kita gunakan ketika berbicara. Pilihlah kata yang sopan, baik, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

    Contoh:

    • Santun: “Tolong, ambilkan buku itu, ya.”

    • Tidak santun: “Ambilkan buku itu sekarang!”

    Biasakan mengucapkan tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

    Parenting Tips Praktis: Melatih Anak Mandiri - Portal Pekalongan

    2. Volume Suara

    Volume adalah keras atau pelannya suara ketika berbicara.

    Contoh:

    • Berbicara dengan suara yang jelas dan cukup terdengar saat berdiskusi.

    • Tidak berteriak ketika berbicara dengan teman.

    • Tidak berbicara terlalu pelan hingga sulit didengar.

    Gunakan volume suara sesuai tempat dan keadaan

    sesquipedalian - VDict

    3. Intonasi

    Intonasi adalah tinggi rendahnya nada suara ketika berbicara. Intonasi membantu orang lain memahami maksud dan perasaan kita.

    Contoh:

    • Berbicara dengan nada ramah saat menyapa teman.

    • Menggunakan nada bertanya ketika bertanya.

    • Tidak menggunakan nada mengejek atau

      The Power of Being Seen: Respect in Education

      4. Gestur atau Gerak Tubuh

      Gestur adalah gerakan tubuh yang menyertai pembicaraan, seperti ekspresi wajah, gerakan tangan, dan sikap tubuh.

      Contoh:

      • Tersenyum ketika menyapa.

      • Mengangguk saat memahami penjelasan.

      • Menghadap lawan bicara dan menunjukkan sikap mendengarkan.

      • Tidak menunjuk wajah teman dengan kasar atau memutar mata saat teman berbicara

    Contoh Percakapan Santun

    Situasi: Meminjam pensil kepada teman

    Dina: “Rani, bolehkah aku meminjam pensilmu?”

    Rani: “Tentu, Dina. Silakan.”

    Dina: “Terima kasih, Rani.”

    Rani: “Sama-sama.”

    Komponen berbicara santun dalam percakapan tersebut:

    • Pilihan kata: menggunakan kata “bolehkah”, “silakan”, dan “terima kasih”.

    • Volume: suara terdengar jelas dan tidak berteriak.

    • Intonasi: nada suara ramah dan bersahabat.

    • Gestur: tersenyum, menghadap teman, dan memberikan pensil dengan sopan

     Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran dapat disematkan di sini, misalnya video animasi pendek tentang anak yang berbicara santun di sekolah).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi berbicara santun

  • Gambar ilustrasi anak sedang berbicara dengan gestur yang sopan

  • Kartu kata ajaib (Tolong, Maaf, Terima Kasih)

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Sebutkan 4 komponen penting dalam berbicara santun!

  3. Mengapa kita harus menggunakan pilihan kata yang baik saat berbicara dengan teman?

  4. Bagaimana cara mengatur volume suara yang tepat saat berbicara di dalam kelas?

Latihan Peserta Didik

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan berbicara santun?

  2. Sebutkan empat komponen berbicara santun!

  3. Mengapa kita harus menggunakan pilihan kata yang baik?

  4. Bagaimana volume suara yang tepat ketika berbicara dengan teman di kelas?

  5. Sebutkan dua contoh gestur yang sopan ketika berbicara!

  6. Ubahlah kalimat berikut menjadi lebih santun: “Minggir, aku mau lewat!”

  7. Bagaimana intonasi yang baik ketika berbicara ? 

  8. Kunci Jawaban

    1. Berbicara menggunakan kata-kata dan cara penyampaian yang baik sehingga orang lain merasa dihargai.

    2. Pilihan kata, volume, intonasi, dan gestur.

    3. Agar tidak menyakiti perasaan orang lain dan tercipta hubungan yang baik.

    4. Jelas dan cukup terdengar, tidak berteriak.

    5. Tersenyum dan mengangguk saat mendengarkan.

    6. “Permisi, bolehkah saya lewat?”

    7. Menggunakan nada suara yang ramah, sopan, dan tidak membentak.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Berbicara santun tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita katakan, tetapi juga bagaimana cara kita menyampaikannya melalui pilihan kata yang sopan, volume suara yang jelas, intonasi yang ramah, serta gestur tubuh yang menghargai lawan bicara.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik antusias dan aktif saat menirukan contoh gestur dan intonasi berbicara yang santun.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih perlu dibiasakan untuk mengatur volume suara agar tidak terlalu pelan saat tampil di depan kelas.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat baik, terutama pada sesi praktik berpasangan menggunakan kartu kata ajaib.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan harian di kelas agar peserta didik selalu menerapkan kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih" dalam interaksi sehari-hari.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : 28 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 2 peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal dan latihan tambahan secara persuasif bagi peserta didik yang belum tuntas agar lebih percaya diri dalam mempraktikkan intonasi dan gestur santun.