RSS

Postingan 2_P.Pancasila, Kamis, 01 Oktober 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal: Kamis, 01 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Evaluasi dan Refleksi Pelaksanaan Aturan Sekolah Melalui Pembuatan Poster Kesepakatan Kelas

  6. Pertemuan Ke-: 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merefleksikan pelaksanaan hak dan kewajiban serta aturan yang berlaku di lingkungan sekolah, serta mampu menyampaikan gagasan secara kreatif melalui pembuatan poster "Kesepakatan Kelas" sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengevaluasi pelaksanaan aturan-aturan sekolah yang telah dijalankan selama ini.

    • Peserta didik dapat merumuskan poin-poin refleksi mengenai pentingnya menaati aturan demi kenyamanan bersama.

    • Peserta didik dapat membuat poster "Kesepakatan Kelas" yang kreatif dan menarik sebagai simbol komitmen bersama.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik merenungkan dan merefleksikan perilakunya sendiri secara jujur dalam mematuhi aturan sekolah.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa aturan bukan diciptakan untuk mengekang, melainkan untuk menjaga kebaikan, keselamatan, dan kedamaian seluruh warga sekolah.

    • Joyful (Joy): Peserta didik merasa gembira dan antusias saat menghias dan mewarnai poster kesepakatan kelas bersama teman sekelompok.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Refleksi dan diskusi terbimbing mengenai aturan sekolah yang sudah berjalan baik maupun yang masih sering dilanggar.

  2. Mengelompokkan aturan-aturan penting menjadi kesepakatan bersama kelas.

  3. Merancang tata letak, kalimat pesan, dan hiasan pada karya poster kesepakatan kelas.

  4. Membuat poster "Kesepakatan Kelas" secara bergotong royong dalam kelompok kecil.

  5. Presentasi singkat poster di depan kelas, pembacaan komitmen bersama, dan penempelan poster di dinding kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajak berdiskusi singkat: "Anak-anak, coba bayangkan jika di jalan raya tidak ada lampu lalu lintas, apa yang akan terjadi? Sama halnya dengan kelas kita, jika tidak ada aturan dan kesepakatan, apakah belajar bisa terasa nyaman?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya evaluasi aturan melalui poster kesepakatan kelas.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-Ma'idah Ayat 1:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji (kesepakatan) itu…”

    Keterkaitan: Allah Swt. memerintahkan umat-Nya untuk selalu menepati janji dan kesepakatan yang telah dibuat. Menjaga kesepakatan kelas adalah bagian dari menepati janji untuk saling menghargai.

  2. Penjabaran Materi

    • Evaluasi Aturan Sekolah: Kegiatan melihat kembali aturan mana yang sudah kita patuhi (seperti datang tepat waktu, memakai seragam rapi) dan mana yang perlu ditingkatkan (seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak memotong pembicaraan guru/teman).

    • Refleksi Diri: Memikirkan akibat dari tindakan kita. Jika kita tertib, kelas menjadi damai; jika kita melanggar, kegiatan belajar menjadi terganggu.

    • Poster Kesepakatan Kelas: Media visual berisi ajakan, pesan positif, atau janji bersama yang dibuat secara menarik agar selalu diingat dan dipatuhi oleh seluruh warga kelas.

    • Ciri Kalimat Kesepakatan yang Baik:

      • Menggunakan bahasa yang positif (Contoh: "Berbicara dengan santun" lebih baik daripada "Dilarang berkata kasar").

      • Singkat, jelas, dan mudah diingat.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video edukasi tentang cara membuat kesepakatan kelas dan poster ajakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Kertas karton manila / kertas gambar A3

    • Pensil warna, krayon, dan spidol warna-warni

    • PPT Interaktif "Contoh Poster Kesepakatan Kelas"

    • Stiker hiasan dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD Rancangan Poster)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Tujuan utama diperlukannya aturan dan kesepakatan di dalam kelas adalah …

      A. Supaya guru bisa menghukum siswa

      B. Mencegah siswa untuk bermain

      C. Serta menciptakan suasana belajar yang aman, tertib, dan nyaman

      D. Membuat suasana kelas menjadi tegang

    2. Contoh kalimat ajakan yang positif dan tepat untuk dituliskan pada poster kesepakatan kelas adalah …

      A. Dilarang keras ribut di kelas!

      B. Mari menjaga kebersihan dan kerapian kelas bersama!

      C. Jangan malas mengerjakan tugas!

      D. Dilarang datang terlambat!

    3. Musyawarah membuat kesepakatan kelas merupakan wujud penerapan Pancasila sila ke- …

      A. Kedua

      B. Ketiga

      C. Keempat

      D. Kelima

    4. Apa yang harus kita lakukan jika ada teman yang lupa atau melanggar kesepakatan kelas yang telah dibuat bersama?

      A. Dimusuhi dan dijauhi

      B. Diingatkan dengan cara yang sopan dan santun

      C. Dilaporkan ke kepala sekolah

      D. Dibiarkan saja agar tidak bertengkar

    5. Membuat poster kesepakatan kelas secara bersama-sama dalam kelompok melatih sikap …

      A. Mandiri dan individualis

      B. Gotong royong dan kerja sama

      C. Sombong dan acuh tak acuh

      D. Berani bertengkar

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Aturan yang dibuat berdasarkan hasil kesepakatan bersama harus dipatuhi oleh … warga kelas.

    2. Poster kesepakatan kelas yang dipajang di dinding bertujuan untuk selalu … kita agar bersikap tertib.

    3. Mengulurkan tangan dan mendengarkan ketika teman sedang berbicara di depan kelas adalah bentuk rasa …

    4. Menjaga kebersihan kelas dengan membuang sampah pada tempatnya merupakan contoh kewajiban di lingkungan …

    5. Saling membantu dan bekerja sama saat menghias poster adalah contoh pengamalan nilai-nilai …

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 3 (tiga) contoh poin kesepakatan kelas yang ingin kamu terapkan di kelasmu!

    2. Mengapa poster kesepakatan kelas sebaiknya dihias dengan warna dan gambar yang menarik? Jelaskan alasannya!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Evaluasi dan refleksi pelaksanaan aturan sekolah membantu kita menyadari pentingnya kedisiplinan. Dengan membuat poster Kesepakatan Kelas secara bergotong royong, peserta didik berkomitmen untuk menjalankan nilai-nilai Pancasila serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, tertib, dan menyenangkan.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat berdiskusi menentukan kalimat kesepakatan dan menuangkan ide kreatifnya pada poster.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa kelompok masih membutuhkan waktu agak lama dalam membagi tugas menggambar dan mewarnai.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, komunikatif, dan menunjukkan semangat kerja sama yang tinggi.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Menempelkan poster hasil karya di area yang mudah dilihat serta melakukan peninjauan (check-in) kesepakatan kelas setiap akhir pekan.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan khusus bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami perbedaan hak, kewajiban, dan aturan kelas.

    • Pengayaan: Memberikan tugas menjadi "Duta Ketertiban Kelas" bergantian mingguan untuk memantau pelaksanaan poster kesepakatan kelas.

Postingan 1_Ipas, Kamis, 01 Okt 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Puji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal: Kamis ,01 Okt 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Menyimpulkan Perubahan Wujud Zat (Mencair, Membeku, Menguap, Mengembun, Menyublim, dan Mengkristal)

  6. Pertemuan Ke: 5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyimpulkan proses perubahan wujud zat (padat, cair, dan gas) yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari akibat pelepasan atau penyerapan kalor (panas), serta mampu menjelaskan faktor penyebab terjadinya perubahan wujud tersebut secara bernalar kritis.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perubahan wujud zat berdasarkan wujud awal dan wujud akhirnya.

    • Peserta didik dapat menyimpulkan pengaruh suhu (pemanasan dan pendinginan) terhadap perubahan wujud zat.

    • Peserta didik dapat menganalisis contoh peristiwa perubahan wujud zat yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik mengamati perubahan wujud benda melalui simulasi/sederhana dengan teliti dan fokus.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa perubahan wujud zat sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi (seperti siklus air).

    • Joyful (Joy): Peserta didik berpartisipasi aktif dalam kegiatan eksperimen sederhana dan permainan tebak perubahan wujud zat dengan riang gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati benda-benda dengan wujud berbeda (padat, cair, gas) di sekitar kelas.

  2. Melakukan demonstrasi/diskusi mengenai perubahan wujud benda karena dipanaskan atau didinginkan.

  3. Menyimpulkan 6 jenis perubahan wujud zat (mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal).

  4. Menganalisis contoh peristiwa sehari-hari dan menghubungkannya dengan konsep perubahan wujud.

  5. Mengerjakan latihan soal pemahaman dan refleksi pembelajaran.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, pernahkah kalian melihat es batu yang ditinggalkan di luar gelas? Apa yang terjadi pada es tersebut? Mengapa es bisa berubah menjadi air?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi menyimpulkan perubahan wujud zat.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. An-Nur Ayat 43:

    “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertumpuk-tumpuk, maka engkau lihat hujan keluar dari celah-celah (awan) itu…”

    Keterkaitan: Proses terjadinya hujan merupakan bukti kebesaran Allah Swt. melalui perubahan wujud zat dari menguap (cair menjadi gas) hingga mengembun/mencair menjadi titik-titik air hujan.

  2. Penjabaran Materi

    Perubahan wujud zat terjadi ketika suatu benda menerima/mewajibkan panas (dipanaskan) atau melepaskan panas (didinginkan).

    • Jenis-Jenis Perubahan Wujud Zat:

      1. Mencair: Perubahan wujud dari padat menjadi cair (butuh panas).

        • Contoh: Es batu yang meleleh, mentega yang dipanaskan di wajan.

      2. Membeku: Perubahan wujud dari cair menjadi padat (melepas panas/didinginkan).

        • Contoh: Air yang dimasukkan ke dalam freezer menjadi es batu.

      3. Menguap: Perubahan wujud dari cair menjadi gas (butuh panas).

        • Contoh: Air yang direbus hingga mendidih, baju basah yang dijemur di bawah sinar matahari.

      4. Mengembun: Perubahan wujud dari gas menjadi cair (melepas panas/didinginkan).

        • Contoh: Titik-titik air di luar gelas berisi es, embun pagi di dedaunan.

      5. Menyublim: Perubahan wujud dari padat menjadi gas (butuh panas).

        • Contoh: Kapur barus (kamper) di dalam lemari yang lama-kelamaan mengecil dan habis.

      6. Mengkristal/Mengkristalisasi: Perubahan wujud dari gas menjadi padat (melepas panas/didinginkan).

        • Contoh: Pembentukan salju di awan, jelaga hitam di dasar panci.

    • Kesimpulan Utama:

      • Dipanaskan (Menerima Panas) $\rightarrow$ Mencair, Menguap, Menyublim.

      • Didinginkan (Melepas Panas) $\rightarrow$ Membeku, Mengembun, Mengkristal.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video animasi perubahan wujud zat)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif "Segitiga Perubahan Wujud Zat"

    • Es batu, air hangat, gelas transparan, dan kapur barus

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Ibu memanaskan mentega di atas wajan untuk menggoreng telur. Perubahan wujud yang terjadi pada mentega adalah …

      A. Membeku

      B. Mencair

      C. Menguap

      D. Mengembun

    2. Dinding luar gelas yang berisi es teh menjadi basah oleh titik-titik air. Peristiwa ini merupakan contoh dari …

      A. Menguap

      B. Menyublim

      C. Mengembun

      D. Membeku

    3. Kapur barus yang diletakkan di dalam lemari pakaian lama-kelamaan ukurannya akan mengecil dan habis. Perubahan wujud dari benda padat menjadi gas ini disebut …

      A. Menyublim

      B. Mengkristal

      C. Menguap

      D. Mencair

    4. Perubahan wujud benda yang membutuhkan panas (pemanasan) adalah …

      A. Membeku dan Mengembun

      B. Mencair dan Menguap

      C. Membeku dan Mengkristal

      D. Mengembun dan Mencair

    5. Baju basah yang dijemur di bawah terik matahari lama-kelamaan akan menjadi kering karena air dalam baju mengalami proses …

      A. Mengembun

      B. Menguap

      C. Membeku

      D. Menyublim

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Perubahan wujud dari zat cair menjadi zat padat disebut …

    2. Air mendidih yang mengeluarkan asap/uap menunjukkan terjadi peristiwa …

    3. Embun di pagi hari pada rumput dan daun merupakan contoh perubahan wujud dari … menjadi …

    4. Pembuatan es krim dari adonan cair yang didinginkan memanfaatkan proses perubahan wujud …

    5. Peristiwa perubahan wujud gas menjadi padat seperti pembentukan salju disebut …

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 2 (dua) contoh peristiwa perubahan wujud mencair yang dapat kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari!

    2. Mengapa air laut yang dijemur oleh petani garam lama-kelamaan berubah menjadi kristal-kristal garam? Jelaskan proses perubahan wujud zat yang terjadi!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Benda dapat mengalami perubahan wujud jika mendapat perlakuan pemanasan atau pendinginan. Enam jenis perubahan wujud zat meliputi mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal. Pemahaman konsep ini membantu kita menjelaskan berbagai fenomena alam di sekitar kita.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat aktif dan antusias saat mengamati percobaan titik-titik air di luar gelas berisi es.

    • Kendala yang ditemukan: Sebagian kecil peserta didik masih tertukar antara istilah menyublim dan mengkristal.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat baik, rasa ingin tahu tinggi, dan mampu menjawab pertanyaan pemantik dengan percaya diri.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Menggunakan alat peraga "Segitiga Perubahan Wujud Zat" interaktif pada pertemuan berikutnya untuk memperkuat pemahaman.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pembimbingan kembali tentang diagram perubahan wujud zat bagi siswa yang belum tuntas.

    • Pengayaan: Memberikan tugas analisis mengenai proses terjadinya hujan (siklus air) dan kaitannya dengan perubahan wujud zat bagi siswa yang telah tuntas.

Postingan 2_Matematika_ Rabu, 30 Sept 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Matematika

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 29 September 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Evaluasi Sumatif Harian Operasi Perkalian Sampai 100 (Pertemuan 1 - 5)

  6. Pertemuan Ke-: 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan menggunakan konsep penjumlahan berulang, tabel perkalian, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengukur dan menunjukkan pemahaman konsep dasar perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    • Peserta didik dapat menghitung hasil perkalian dasar sampai 100 dengan tepat.

    • Peserta didik dapat menyelesaikan soal cerita matematika yang melibatkan operasi hitung perkalian.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik fokus dan teliti dalam membaca serta menganalisis soal evaluasi secara mandiri.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik menyadari pentingnya kemampuan berhitung perkalian dalam menyelesaikan permasalahan praktis di kehidupan sehari-hari.

    • Joyful (Joy): Peserta didik mengerjakan evaluasi sumatif harian dengan rasa percaya diri, jujur, dan tenang tanpa merasa cemas.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Menyiapkan kondisi fisik dan mental peserta didik untuk mengikuti evaluasi harian.

  2. Mengulas secara singkat (brief review) konsep perkalian dari Pertemuan 1 sampai 5.

  3. Membagikan Lembar Soal Evaluasi Sumatif Harian.

  4. Mengerjakan soal evaluasi secara mandiri dan jujur.

  5. Mengumpulkan lembar jawaban serta melakukan refleksi kegiatan evaluasi.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan memberikan motivasi: "Anak-anak, hari ini kita akan mengukur sejauh mana pemahaman kita tentang perkalian dari pertemuan 1 sampai 5. Ingat, perkalian adalah penjumlahan berulang dari angka yang sama. Kerjakan dengan tenang, teliti, dan jujur ya!"

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-Baqarah Ayat 261:

    “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji…”

    Keterkaitan: Allah Swt. menggambarkan kelipatan pahala dengan konsep perkalian yang teratur dan melimpah, menunjukkan kerapian serta keindahan keteraturan bilangan dalam ciptaan-Nya.



  2. Penjabaran Materi

     

    Operasi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

    1. Perkalian sebagai penjumlahan berulang

    Perkalian adalah penjumlahan bilangan yang sama secara berulang.

    Contoh:
    3 × 4 = 4 + 4 + 4 = 12

    Artinya, ada 3 kelompok, setiap kelompok berisi 4 benda.


    2. Perkalian dengan gambar/kelompok

    🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎
    Ada 3 kelompok, setiap kelompok 3 apel.

    3 × 3 = 9


    3. Sifat komutatif (pertukaran)

    Urutan bilangan dalam perkalian dapat ditukar dan hasilnya tetap sama.

    Contoh:

    3 × 5 = 5 × 3

    15 = 15

    Jadi,
    a × b = b × a


    4. Perkalian dengan angka 1

    Setiap bilangan yang dikalikan 1 hasilnya adalah bilangan itu sendiri.

    Contoh:

    7 × 1 = 7
    1 × 9 = 9

    Setiap bilangan yang dikalikan 0 hasilnya adalah 0.

    Contoh:

    8 × 0 = 0
    0 × 6 = 0


    6. Perkalian bilangan sampai 100

    Contoh:

    12 × 3 = 12 + 12 + 12 = 36

    20 × 4 = 20 + 20 + 20 + 20 = 80

    25 × 4 = 100

    Jadi, hasil perkalian yang dipelajari dapat mencapai 100.


    ⭐ Cara Mudah Mengingat

    • Perkalian = penjumlahan berulang

    • 1 × bilangan = bilangan itu sendiri

    • 0 × bilangan = 0

    • Bilangan boleh ditukar tempatnya dalam perkalian.

    • Gunakan tabel perkalian untuk membantu menghitung.


    ✏️ Latihan Evaluasi Sumatif Harian

    Matematika Kelas 3 SD
    Materi: Operasi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

    A. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang benar!

    1. 4 × 3 = ....
      a. 7
      b. 12
      c. 14
      d. 16

    2. Bentuk penjumlahan berulang dari 5 × 2 adalah ....
      a. 5 + 5
      b. 2 + 2 + 2 + 2 + 2
      c. 5 + 2
      d. 2 + 5

    3. 6 × 4 = ....
      a. 20
      b. 22
      c. 24
      d. 26

    4. Hasil dari 7 × 5 adalah ....
      a. 30
      b. 35
      c. 40
      d. 45

    5. 8 × 1 = ....
      a. 0
      b. 1
      c. 8
      d. 9

    6. 9 × 0 = ....
      a. 0
      b. 1
      c. 9
      d. 10

    7. Hasil dari 3 × 9 sama dengan ....
      a. 3 × 8
      b. 9 × 3
      c. 9 × 4
      d. 8 × 3

    8. Ibu membeli 4 kantong jeruk. Setiap kantong berisi 6 jeruk. Jumlah jeruk seluruhnya adalah ....
      a. 10
      b. 20
      c. 24
      d. 30

    9. 10 × 5 = ....
      a. 15
      b. 40
      c. 50
      d. 100

    10. Rani memiliki 5 piring. Setiap piring berisi 8 kue. Jumlah kue Rani adalah ....
      a. 30
      b. 35
      c. 40
      d. 45

    B. Isian Singkat

    1. 6 × 7 = ....

    2. 8 × 5 = ....

    3. 9 × 4 = ....

    4. 10 × 10 = ....

    5. 25 × 4 = ....

    C. Soal Cerita

    1. Ayah membeli 3 kotak pensil. Setiap kotak berisi 8 pensil. Berapa jumlah pensil seluruhnya?

    2. Di kelas terdapat 5 meja. Setiap meja digunakan oleh 4 siswa. Berapa jumlah siswa yang dapat duduk di meja tersebut?

    3. Siti mempunyai 7 kantong permen. Setiap kantong berisi 6 permen. Berapa jumlah permen Siti?

    4. Pak Guru membagikan 9 kelompok. Setiap kelompok mendapat 5 buku. Berapa jumlah buku yang dibagikan?

    5. Di toko terdapat 4 rak. Setiap rak berisi 10 botol minuman. Berapa jumlah botol minuman seluruhnya?

    🔑 Kunci Jawaban

    Pilihan Ganda:

    1. B

    2. B

    3. C

    4. B

    5. C

    6. A

    7. B

    8. C

    9. C

    10. C

    Isian:
    11. 42
    12. 40
    13. 36
    14. 100
    15. 100

    Soal Cerita:
    16. 3 × 8 = 24 pensil
    17. 5 × 4 = 20 siswa
    18. 7 × 6 = 42 permen
    19. 9 × 5 = 45 buku
    20. 4 × 10 = 40 botol

    • 5. Perkalian dengan angka 0
  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video ulasan materi perkalian jika digunakan sebelum tes)

  4. Media / Alat Peraga

    • Lembar Soal Evaluasi Sumatif Harian

    • Papan Tulis / PPT (Ulasan Singkat)

    • Benda Konkret (Bila diperlukan untuk pendampingan)

  5. Post Test (Soal Evaluasi Sumatif Harian)

    1. 8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 8 jika ditulis dalam bentuk perkalian menjadi ……

    2. Hasil dari 9 x7 adalah …

    3. Ayah memasukkan kelereng ke dalam 6 wadah. Jika setiap wadah berisi 10 kelereng, maka jumlah kelereng Ayah seluruhnya adalah …

    4. Berapakah hasil dari 10 x 8? …

    5. 3 x.......= 27. Angka yang tepat untuk mengisi titik-titik adalah …

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Melalui evaluasi sumatif harian ini, dapat diukur pemahaman peserta didik mengenai konsep perkalian hingga 100, penggunaan sifat komutatif, serta penerapan perkalian dalam soal cerita sederhana secara lancar dan tepat.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Kondisi kelas tenang dan kondusif saat pelaksanaan evaluasi harian; sebagian besar peserta didik sudah memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum lancar dalam hafalan perkalian angka 7 dan 8 serta keliru membaca petunjuk pada soal cerita.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Mengerjakan soal dengan jujur, mandiri, dan tepat waktu.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan drill perkalian dasar 1–10 secara berkala di awal pembelajaran berikutnya.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pembimbingan kembali konsep dasar dan latihan perkalian berulang bagi peserta didik yang belum tuntas.

    • Pengayaan: Pemberian soal cerita perkalian dua langkah (multi-step) bagi peserta didik yang telah tuntas.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 3_Pak, Rabu, 30 Sept 2026





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 30 September 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Sikap Mandiri, Disiplin, dan Tanggung Jawab

  6. Pertemuan Ke-: 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai dasar antikorupsi, khususnya nilai mandiri, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat sebagai pembentukan karakter yang jujur dan berintegritas sejak dini.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan arti sikap mandiri, disiplin, dan tanggung jawab dengan benar.

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab di rumah dan sekolah.

    • Peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai antikorupsi (mandiri, disiplin, tanggung jawab) dalam aktivitas sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik menyimak cerita dan contoh perilaku dengan sadar serta fokus untuk membangun kebiasaan baik.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab adalah benteng diri dari perbuatan curang/korupsi.

    • Joyful (Joy): Peserta didik berpartisipasi aktif dalam permainan simulasi "Tebak Perilaku Terpuji" dengan penuh gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Pengenalan konsep 3 nilai antikorupsi (Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab).

  2. Membaca dan menganalisis cerita pendek bertema kejujuran dan disiplin.

  3. Mengelompokkan contoh-contoh tindakan ke dalam nilai antikorupsi yang sesuai.

  4. Mengerjakan ringkasan dan latihan soal pemahaman.

  5. Refleksi bersama mengenai komitmen penerapan nilai-nilai antikorupsi di kehidupan sehari-hari.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan bertanya: "Anak-anak, siapa di sini yang tadi pagi menyiapkan perlengkapan sekolahnya sendiri tanpa disuruh atau dibantu orang tua? Menyiapkan tas sendiri adalah salah satu contoh sikap mandiri dan bertanggung jawab. Mengapa kita harus membiasakan hal itu sejak kecil?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi Pendidikan Anti Korupsi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-Zalzalah Ayat 7–8:

    “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

    Keterkaitan: Setiap tindakan disiplin, mandiri, dan tanggung jawab sekecil apa pun bernilai kebaikan di sisi Allah Swt. Sebaliknya, sikap curang atau malas yang dibiarkan dapat membawa kita pada perbuatan yang merugikan orang lain.

  2. Penjabaran Materi

    a. Mandiri

    • Arti: Mampu melakukan tugas atau pekerjaan sendiri tanpa selalu bergantung pada orang lain.

    • Contoh di Sekolah/Rumah: Merapikan tempat tidur sendiri, menyiapkan seragam dan buku pelajaran, serta mengerjakan tugas sekolah sendiri tanpa menyontek.

    • Nilai Antikorupsi: Anak yang mandiri tidak akan meminta bantuan dengan cara yang curang.

    b. Disiplin

    • Arti: Taat dan patuh pada aturan serta menghargai waktu.

    • Contoh di Sekolah/Rumah: Datang ke sekolah tepat waktu, mengumpulkan tugas sesuai jadwal, dan berbaris dengan tertib.

    • Nilai Antikorupsi: Mencegah perilaku "korupsi waktu" atau menyepelekan aturan.

    c. Tanggung Jawab

    • Arti: Bersedia menerima akibat dari perbuatan yang dilakukan dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

    • Contoh di Sekolah/Rumah: Mengembalikan barang piket pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, dan mengakui kesalahan jika melakukan kekeliruan.

    • Nilai Antikorupsi: Menjadikan kita pribadi yang amanah dan dapat dipercaya.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video animasi karakter antikorupsi anak)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif "Karakter Hebat Antikorupsi"

    • Kartu Gambar Perilaku (Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Mengerjakan ujian sekolah secara jujur tanpa melihat jawaban teman adalah contoh sikap …

      A. Malas

      B. Mandiri dan Jujur

      C. Sombong

      D. Pemalu

    2. Boni selalu datang ke sekolah sebelum bel masuk berbunyi. Sikap Boni mencerminkan nilai …

      A. Disiplin

      B. Pemarah

      C. Hemat

      D. Mandiri

    3. Jika kamu tidak sengaja menjatuhkan pensil milik temanmu hingga patah, tindakan yang menunjukkan rasa tanggung jawab adalah …

      A. Pura-pura tidak tahu dan langsung pergi

      B. Menyalahkan teman lain

      C. Meminta maaf dan mengganti/memperbaikinya

      D. Menyerahkan pensil itu ke tempat sampah secara diam-diam

    4. Menyiapkan buku pelajaran dan jadwal sekolah sendiri di rumah merupakan penerapan sikap …

      A. Mandiri

      B. Disiplin waktu

      C. Gotong royong

      D. Toleransi

    5. Mengapa kita tidak boleh membiasakan diri bersikap curang sejak kecil?

      A. Karena bisa membuat kita disukai banyak orang

      B. Karena sikap curang adalah cikal bakal perbuatan korupsi

      C. Karena sikap curang itu menguntungkan semua orang

      D. Karena gurumu yang menyuruh

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Mengumpulkan tugas sekolah tepat waktu merupakan contoh sikap disiplin terhadap …

    2. Anak yang tidak pernah bergantung pada orang lain saat memakai sepatu sendiri disebut anak yang …

    3. Menjaga kebersihan meja belajar dan merapikan mainan setelah digunakan adalah bentuk rasa …

    4. Menyunting atau menyontek jawaban teman saat ulangan adalah perbuatan yang melanggar nilai …

    5. Jika piket kelas tidak dilaksanakan dengan baik, maka ruang kelas akan menjadi …

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 2 (dua) contoh sikap mandiri yang bisa kamu lakukan di rumah!

    2. Mengapa sikap disiplin dan tanggung jawab sangat penting untuk mencegah tindakan korupsi di masa depan? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Nilai antikorupsi seperti mandiri, disiplin, dan tanggung jawab adalah fondasi penting dalam membentuk karakter anak yang mulia, jujur, dan dapat dipercaya. Kebiasaan kecil seperti tepat waktu, mengerjakan tugas sendiri, dan berani bertanggung jawab akan menjaga kita dari perilaku curang.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias mengidentifikasi contoh-contoh tindakan mandiri dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih merasa ragu membedakan antara konsep mandiri dan tanggung jawab dalam situasi cerita.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif bertanya, komunikatif, serta berani menyampaikan contoh pengalaman pribadinya.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Pembiasaan Jurnal Karakter Harian untuk memantau kedisiplinan dan kemandirian siswa di rumah dan sekolah.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas:25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan bimbingan khusus melalui Kartu Pembiasaan Karakter Antikorupsi dan pendampingan cerita edukatif bergambar.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 1_Bahasa Indonesia_Rabu, 30 Sept 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Puji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 29 September 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Membaca Cerita Lucu/Anekdot (Menemukan Pesan Tersirat dan Unsur Humor dalam Anekdot Profesi)

  6. Pertemuan Ke-: 11

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami informasi dari bacaan dan merefleksi teks narasi/anekdot yang dibaca, serta mampu mengidentifikasi pesan tersirat, ide pokok, dan unsur humor yang terkandung dalam cerita lucu bertema profesi secara kritis dan kontekstual.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat membaca cerita humor/anekdot profesi dengan lancar.

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur humor (bagian yang lucu/menggelitik) dalam cerita anekdot.

    • Peserta didik dapat menemukan pesan tersirat atau sindiran positif/kebenaran yang disampaikan melalui cerita anekdot profesi.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik menyimak dan membaca cerita anekdot profesi secara fokus untuk mendalami makna tersirat di balik humor.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa kritik atau nasihat dapat disampaikan secara santun, bijak, dan humoris dalam kehidupan bermasyarakat.

    • Joyful (Joy): Peserta didik menikmati proses belajar membaca melalui kegiatan tebak bagian humor dan diskusi kelompok yang ceria.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Membaca teks cerita lucu/anekdot tentang profesi secara bersama-sama maupun mandiri.

  2. Mengidentifikasi struktur anekdot sederhana (krisis/puncak humor dan reaksi/penyelesaian).

  3. Menganalisis bagian teks yang mengandung unsur humor.

  4. Menemukan dan mendiskusikan pesan tersirat (kritik/nasihat moral) dari cerita anekdot tersebut.

  5. Mengoreksi dan menyimpulkan pemahaman bersama guru.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan memberikan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, siapa di sini yang suka mendengar cerita lucu? Apakah cerita lucu itu hanya untuk tertawa saja, atau ada pesan baik di dalamnya?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi anekdot profesi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. An-Nahl Ayat 125:

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…”

    Keterkaitan: Menyampaikan kebenaran atau nasihat (seperti dalam cerita anekdot) hendaknya dilakukan dengan cara yang santun, bijak, dan menyenangkan tanpa menyakiti perasaan orang lain.

  2. Penjabaran Materi

    • Pengertian Anekdot: Cerita singkat yang lucu, menarik, dan mengesankan, yang biasanya berisi sindiran atau nasihat tersirat mengenai kejadian nyata atau latar belakang profesi tertentu.

    • Unsur Humor: Bagian dalam cerita yang aneh, tidak terduga, atau konyol yang membuat pembaca tersenyum/tertawa.

    • Pesan Tersirat: Pesan atau nasihat moral yang tidak dituliskan secara langsung, melainkan harus dipahami dari isi cerita secara keseluruhan.

    Contoh Anekdot Profesi: "Kacamata Dokter"

    Seorang pasien datang ke dokter mata.

    Pasien: "Dok, setelah pakai kacamata ini, apakah saya bisa membaca?"

    Dokter: "Tentu saja, Pak! Kacamata ini sangat bagus."

    Pasien: "Wah, hebat sekali Dok! Padahal sebelumnya saya memang belum pernah belajar membaca!"

    • Unsur Humor: Jawaban pasien yang ternyata memang belum bisa membaca sejak awal, bukan karena matanya kabur.

    • Pesan Tersirat: Jangan menyalahkan atau mengandalkan alat/orang lain atas ketidakmampuan yang sebenarnya berasal dari diri sendiri yang kurang belajar.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: [https://www.youtube.com/watch?example_anekdot_profesi](https://www.youtube.com/watch?example_anekdot_profesi) (atau video animasi anekdot pilihan)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Materi Anekdot Profesi

    • Teks Cerita Anekdot (Printed/Buku)

    • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

    • Kartu Cerita Lucu

  5. Post Test

    Bacalah cerita anekdot singkat berikut lalu jawab pertanyaannya!

    • Cerita:

      Seorang pengacara bertanya kepada koki restoran, "Mengapa sup ini dingin sekali?"

      Koki menjawab, "Sesuai pesanan Anda Pak, bukankah Anda tadi minta sup dingin?"

      Pengacara menggeleng, "Maksud saya supnya terlambat datang, sampai-sampai yang tadinya panas jadi dingin!"

    • Soal:

      1. Tunjukkan bagian mana yang mengandung unsur humor dalam cerita di atas!

      2. Apa pesan tersirat yang ingin disampaikan dari cerita anekdot tersebut?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Anekdot bukan sekadar cerita humor biasa, melainkan cerita lucu yang menyimpan pesan tersirat berupa nasihat atau kritik positif. Mengidentifikasi unsur humor membantu kita menikmati cerita, sedangkan menemukan pesan tersirat melatih kita berpikir kritis.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan aktif saat membaca serta menebak bagian humor dalam cerita anekdot.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih kesulitan membedakan antara humor biasa dengan pesan tersirat/sindiran halus.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat ceria, fokus, dan terlibat aktif dalam diskusi kelompok.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pendampingan khusus pada kegiatan menganalisis pesan tersirat menggunakan teknik pemetaan pikiran (mind mapping).

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: …25  peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan individu (coaching) dan latihan tambahan berupa teks anekdot pendek bergambar untuk mempermudah menemukan pesan tersirat.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 1_ Bahasa Indonesia_Selasa, 29 September 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A!
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Selasa, 29 September 2026. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan untuk kita semua. 🤲🏻✨

💖 Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan niat yang baik dan semangat yang baru.

🌱 Mari selalu:
✨ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
✨ Peduli dan suka menolong teman.
✨ Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
✨ Disiplin dalam belajar dan mengikuti aturan.
✨ Rajin mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
✨ Melaksanakan salat Dhuha dan menjaga salat wajib. 🕌
✨ Jangan lupa murojaah surat-surat pendek. 📖
✨ Tebarkan kebaikan, berkata sopan, dan jangan menyakiti hati orang lain. 💕

🌟 Ingat, anak-anak:
Kejujuran membuat kita dipercaya, tanggung jawab membuat kita menjadi pribadi yang hebat, dan kebaikan yang kita lakukan akan menjadi pahala di sisi Allah. 🤍

💪 Semangat belajar hari ini!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Jadilah anak yang jujur, disiplin, mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik.

🌷 Kelas 3A hebat, kelas 3A sholih dan sholiha!
Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. 💪😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🏻


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 29 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Mengamati Poster tentang Jenis-Jenis Pakaian Profesi beserta Fungsinya

  6. Pertemuan Ke- : 10

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami informasi dari teks visual berupa poster, mengidentifikasi ide pokok serta detail spesifik mengenai jenis-jenis pakaian profesi dan fungsinya, serta menyampaikannya kembali secara lisan maupun tulisan dengan santun.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat menganalisis dan menjelaskan jenis-jenis pakaian profesi beserta fungsinya berdasarkan hasil pengamatan poster dengan cermat dan tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami bahwa setiap pakaian profesi dirancang khusus dengan fungsi tertentu untuk mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pekerjaan.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara fokus dan teliti mengamati setiap detail gambar, warna, simbol, dan teks penjelas yang ada pada poster pakaian profesi.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan antusias belajar melalui media poster bergambar yang interaktif dan diskusi kelompok yang menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati media poster visual tentang berbagai jenis pakaian profesi.

  2. Mengidentifikasi ciri-ciri khusus dan fungsi dari setiap pakaian profesi pada poster.

  3. Membedakan fungsi pakaian profesi satu sama lain dalam diskusi kelompok.

  4. Menyajikan/mempresentasikan hasil pengamatan poster di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menampilkan poster besar bergambar berbagai profesi di depan kelas. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak sholih dan sholiha, coba perhatikan gambar di poster ini! Mengapa pemadam kebakaran memakai jas tebal dan helm, sedangkan dokter memakai jas berwarna putih? Apakah pakaian mereka hanya sekadar hiasan atau ada fungsinya?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi pengamatan poster tentang fungsi pakaian profesi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-A'raf Ayat 26:

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan untuk perhiasan bagimu..."

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah Swt. memberikan petunjuk kepada manusia untuk menciptakan pakaian yang bermanfaat, tidak hanya untuk menutup aurat tetapi juga sebagai pelindung tubuh dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

  1. Penjabaran Materi

  • Langkah-Langkah Mengamati Poster:

    1. Memperhatikan Gambar: Amati bentuk, warna, dan atribut pakaian yang dikenakan pada poster.

    2. Membaca Teks/Keterangan: Tuliskan kata-kata kunci atau informasi penting yang menjelaskan fungsi pakaian.

    3. Menghubungkan Informasi: Pahami alasan mengapa profesi tersebut membutuhkan jenis pakaian khusus.

  • Contoh Jenis Pakaian Profesi dan Fungsinya dari Poster:

    • Pakaian Pemadam Kebakaran: Terbuat dari bahan tahan api dan dilengkapi rompi reflektif untuk melindungi diri dari panas api serta terlihat di tempat gelap.

    • Jas Dokter / Baju Hazmat: Berwarna putih/steril untuk menjaga kebersihan dan melindungi diri dari kuman atau penularan penyakit.

    • Seragam Polisi / TNI: Berbahan kuat dan dirancang agar pemakainya dapat bergerak gesit serta mudah dikenali oleh masyarakat saat bertugas.

    • Pocok / Celemek Koki (Apron): Melindungi pakaian utama dari percikan minyak atau noda makanan saat memasak.

  1. Video Pembelajaran
    Link Video Contoh Mengamati Poster Profesi: [https://www.youtube.com/watch?example_poster_pakaian_profesi](https://www.youtube.com/watch?example_poster_pakaian_profesi) (Silakan sesuaikan dengan link video yang digunakan)

  2. Media/Alat Peraga

  • Poster Cetak/Digital "Jenis-Jenis Pakaian Profesi dan Fungsinya"

  • Slide PPT interaktif

  • Lembar Pengamatan Poster (LKPD)

  • Kartu Gambar Pakaian Profesi

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan poster yang telah diamati!

  2. Sebutkan 3 jenis pakaian profesi yang terdapat pada poster beserta namanya!

  3. Mengapa pakaian seorang pemadam kebakaran dibuat dari bahan yang tebal dan tahan api? Jelaskan fungsinya!

  4. Apa fungsi celemek (apron) yang digunakan oleh seorang koki saat bekerja?

  5. Informasi apa saja yang dapat kita temukan saat mengamati sebuah poster profesi?

  6. Tuliskan satu pakaian profesi yang paling kamu sukai beserta alasan dan fungsinya!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Mengamati poster membantu kita memperoleh informasi visual secara cepat dan jelas. Setiap profesi memiliki jenis pakaian dengan fungsi khusus yang dirancang untuk melindungi tubuh, menjaga kebersihan, maupun menjadi identitas pekerjaan tersebut.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat tertarik mengamati desain poster yang penuh warna dan aktif menyebutkan jenis-jenis pakaian profesi.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih kesulitan menyampaikan alasan/fungsi teknis pakaian profesi menggunakan bahasa sendiri secara tertulis.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat antusias berdiskusi mengidentifikasi atribut-atribut unik pada poster.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Membimbing peserta didik menemukan kata kunci fungsi pakaian (seperti: melindungi, menjaga kebersihan, memudahkan bergerak) sebelum menuliskan jawaban lengkap.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas :25 peserta didik

    Jumlah peserta didik belum tuntas :0 peserta didik

Tindak lanjut :
Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan latihan tambahan berupa lembar kerja menguatkan pasangan gambar pakaian profesi dengan kartu fungsi yang sesuai (matching card).

Dokumentasi kegiatsn hari ini 

Postingan 1_Matematika_Selasa, 29 September 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, sholih dan sholiha kelas 3A!
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Selasa, 29 September 2026. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan untuk kita semua. 🤲🏻✨

💖 Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan niat yang baik dan semangat yang baru.

🌱 Mari selalu:
✨ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
✨ Peduli dan suka menolong teman.
✨ Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
✨ Disiplin dalam belajar dan mengikuti aturan.
✨ Rajin mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
✨ Melaksanakan salat Dhuha dan menjaga salat wajib. 🕌
✨ Jangan lupa murojaah surat-surat pendek. 📖
✨ Tebarkan kebaikan, berkata sopan, dan jangan menyakiti hati orang lain. 💕

🌟 Ingat, anak-anak:
Kejujuran membuat kita dipercaya, tanggung jawab membuat kita menjadi pribadi yang hebat, dan kebaikan yang kita lakukan akan menjadi pahala di sisi Allah. 🤍

💪 Semangat belajar hari ini!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik. Jadilah anak yang jujur, disiplin, mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan selalu berbuat baik.

🌷 Kelas 3A hebat, kelas 3A sholih dan sholiha!
Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. 💪😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🏻


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 29 September  2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Menyelesaikan Masalah Soal Cerita Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100 (Model PBL)

  6. Pertemuan Ke- : 5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat menganalisis dan menyelesaikan masalah soal cerita kontekstual yang berkaitan dengan perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan tepat melalui model Problem-Based Learning (PBL).

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami keterkaitan konsep perkalian dalam memecahkan masalah praktis kehidupan sehari-hari (seperti menghitung total belanjaan atau pembagian barang dalam kelompok).

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara cermat membaca, mengidentifikasi informasi penting (diketahui dan ditanyakan), serta menyusun kalimat matematika dari soal cerita secara runut.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan percaya diri berkolaborasi dalam kelompok kecil untuk memecahkan teka-teki masalah nyata menggunakan media konkret/gambar.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Membaca dan menganalisis informasi penting dari soal cerita perkalian sederhana.

  2. Mengubah narasi soal cerita menjadi bentuk/model matematika (kalimat perkalian).

  3. Menghitung hasil perkalian bilangan cacah sampai 100 menggunakan strategi penjumlahan berulang, tabel, atau susun pendek.

  4. Menyimpulkan dan menyajikan hasil penyelesaian masalah soal cerita di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menampilkan ilustrasi/cerita singkat di papan tulis: "Aisyah ingin mendonasikan buku ke 4 panti asuhan. Jika setiap panti asuhan mendapatkan 6 buku, berapa total buku yang disiapkan Aisyah?" Guru bertanya: "Informasi apa saja yang kita dapatkan dari cerita tadi? Operasi hitung apa yang paling tepat untuk menyelesaikannya dengan cepat?" Guru menghubungkan jawaban siswa dengan langkah pemecahan masalah perkalian.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-Baqarah Ayat 261:

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji..."

Ayat ini menggambarkan kelipatan kebaikan dan keberkahan infak yang dilipatgandakan oleh Allah Swt., memberikan gambaran nyata penerapan konsep perkalian dalam kebaikan.

  1. Penjabaran Materi (Model PBL)

  • Langkah Mengubah Soal Cerita ke Kalimat Matematika:

    1. Diketahui: Tentukan jumlah kelompok (banyaknya wadah/tempat) dan isi tiap kelompok.

    2. Ditanyakan: Tentukan total seluruh benda.

    3. Kalimat Matematika: $\text{Banyak Kelompok} \times \text{Isi Per Kelompok} = \text{Total Benda}$.

  • Contoh Penerapan PBL:

    • Masalah: Pak Ahmad memiliki 6 kandang ayam. Setiap kandang berisi 8 ekor ayam. Berapa jumlah seluruh ayam Pak Ahmad?

    • Penyelesaian:

      • Diketahui: 6 kandang (kelompok), tiap kandang berisi 8 ayam (isi).

      • Kalimat Matematika: $6 \times 8$

      • Hitung: $6 \times 8 = 8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 8 = 48$

      • Jadi: Jumlah seluruh ayam Pak Ahmad adalah 48 ekor.

  1. Video Pembelajaran
    Link Video Pembelajaran: [https://www.youtube.com/watch?example_perkalian_soal_cerita](https://www.youtube.com/watch?example_perkalian_soal_cerita) (Silakan sesuaikan dengan link video yang digunakan)

  2. Media/Alat Peraga

  • Lembar Masalah Kontekstual (Kartu Soal Cerita)

  • Benda konkret (stik es krim/kelereng dan wadah plastik)

  • Papan Flanel / Kartu Bergambar

  • PPT interaktif pemecahan masalah

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis PBL

  1. Post Test
    Selesaikan soal cerita berikut beserta langkah penyelesaiannya!

  2. Di perpustakaan sekolah terdapat 5 rak buku. Jika setiap rak berisi 9 buku cerita, berapa jumlah seluruh buku cerita di perpustakaan tersebut?

  3. Dalam acara santunan, SD Al Azhar 2 menyiapkan 7 bingkisan. Setiap bingkisan berisi 6 kemasan susu. Berapa total kemasan susu yang disiapkan?

  4. Sebuah toko roti menata donat ke dalam 8 kotak. Setiap kotak berisi 7 donat. Berapa banyak donat seluruhnya?

  5. Ibu membeli 10 kantong plastik. Jika masing-masing kantong berisi 5 buah apel, berapa total apel yang dibeli Ibu?

  6. Pak Umar menanam pohon pisang dalam 9 baris. Setiap baris terdiri dari 4 pohon. Berapa jumlah pohon pisang yang ditanam Pak Umar?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Menyelesaikan soal cerita perkalian dapat dilakukan lebih mudah dengan mengidentifikasi kelompok dan isinya terlebih dahulu, menyusunnya menjadi kalimat matematika ($\text{Kelompok} \times \text{Isi}$), lalu menghitung hasilnya secara teliti.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Sintaks model PBL membantu peserta didik lebih aktif berdiskusi kelompok dan saling membantu menerjemahkan soal cerita ke dalam model matematika.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih membutuhkan waktu lama untuk memahami maksud kalimat soal cerita yang panjang.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat antusias saat mempresentasikan hasil diskusi pemecahan masalah di depan kelas.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan kata kunci visual (highlight/penanda) pada soal cerita untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan literasi dasar.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

Tindak lanjut :
Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan kegiatan remedial berupa pendampingan membaca terbimbing pada soal cerita yang lebih sederhana dengan bantuan media konkret.

Dokumentasi kegiatan hari ini