🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholiha kelas 3A yang hebat dan membanggakan. 🌷
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar dengan penuh semangat. 😊
Anak-anak, jangan lupa untuk selalu rajin beribadah, melaksanakan salat tepat waktu, berdoa sebelum belajar, dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. 🤲
Mari kita biasakan menjadi anak yang jujur dalam perkataan dan perbuatan, selalu berbuat baik kepada teman, menghormati guru, menyayangi sesama, serta ringan tangan membantu orang lain. 💕
Hari ini, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Tidak apa-apa jika belum bisa, yang penting mau mencoba dan tidak mudah menyerah. Setiap usaha kecil yang kalian lakukan hari ini akan menjadi langkah menuju keberhasilan di masa depan. 🌟
Ingat ya, anak-anak:
🌱 Rajin beribadah
🌱 Jujur dan amanah
🌱 Suka berbuat baik
🌱 Hormat kepada guru dan orang tua
🌱 Sayang kepada teman
🌱 Semangat belajar dan pantang menyerah
Jadilah anak yang baik akhlaknya, kuat semangatnya, luas ilmunya, dan bermanfaat bagi orang lain. ❤️
Selamat belajar, sholih dan sholiha kelas 3A!
Semoga hari Selasa ini penuh keberkahan, ilmu yang bermanfaat, dan kebaikan. 🌈✨
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
A. Identitas
Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.
Hari/Tanggal: Selasa, 18 Agustus 2026
Kelas: 3B
Mata Pelajaran: Matematika
Materi: Bilangan Cacah – Pemecahan Masalah dan Soal Cerita
Pertemuan: Keempat
Alokasi Waktu: 2 × 35 menit
B. Apersepsi
Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak siswa mengingat kembali materi bilangan cacah yang telah dipelajari. Guru memberikan pertanyaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:
“Ibu mempunyai 125 buah pensil. Kemudian membeli lagi 75 pensil. Berapa jumlah pensil Ibu sekarang?”
Siswa diminta mengamati, memahami informasi dalam soal, kemudian menyampaikan cara untuk menemukan jawabannya.
Guru mengaitkan kegiatan tersebut dengan pentingnya kemampuan membaca dan memahami soal cerita matematika agar dapat menentukan operasi hitung yang tepat.
C. Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu memahami dan menggunakan bilangan cacah dalam berbagai situasi. Peserta didik mampu melakukan operasi hitung bilangan cacah serta menggunakan penalaran matematis untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
D. Tujuan Pembelajaran (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita.
Menentukan operasi hitung yang sesuai berdasarkan permasalahan.
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bilangan cacah dengan langkah yang benar.
E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
| Tahap | Alur Tujuan Pembelajaran | Kriteria Ketercapaian |
|---|
| 1 | Peserta didik memahami informasi dalam soal cerita. | Mampu menemukan minimal 2 informasi penting dalam soal. |
| 2 | Peserta didik menentukan hal yang ditanyakan. | Mampu menuliskan pertanyaan dari soal dengan tepat. |
| 3 | Peserta didik menentukan operasi hitung yang sesuai. | Mampu memilih penjumlahan atau pengurangan sesuai konteks soal. |
| 4 | Peserta didik membuat kalimat matematika. | Mampu menuliskan bentuk operasi dengan benar. |
| 5 | Peserta didik menghitung dan menemukan jawaban. | Mampu memperoleh hasil perhitungan dengan tepat. |
| 6 | Peserta didik menyimpulkan jawaban. | Mampu menuliskan jawaban dalam kalimat yang sesuai dengan konteks. |
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)
Metode:
Tanya jawab
Diskusi
Demonstrasi
Latihan soal
G. Media dan Sumber Belajar
Papan tulis
Kartu soal
Gambar benda dalam kehidupan sehari-hari
Lembar kerja peserta didik (LKPD)
Buku Matematika Kelas 3 SD
Benda konkret di sekitar kelas
H. Penjabaran Materi
1. Pengertian Soal Cerita
Soal cerita adalah soal matematika yang disajikan dalam bentuk cerita atau permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Untuk menyelesaikan soal cerita, kita tidak hanya menghitung, tetapi harus memahami isi cerita terlebih dahulu.
2. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita
Langkah 1 – Baca dan pahami soal.
Baca soal dengan teliti agar mengetahui permasalahan yang diberikan.
Langkah 2 – Tentukan yang diketahui.
Catat angka atau informasi penting yang terdapat dalam soal.
Langkah 3 – Tentukan yang ditanyakan.
Cari tahu apa yang harus kita tentukan atau hitung.
Langkah 4 – Tentukan operasi hitung.
Pilih operasi yang sesuai, misalnya:
Bertambah atau digabung → penjumlahan
Berkurang, diambil, atau selisih → pengurangan
Langkah 5 – Hitung dengan teliti.
Langkah 6 – Tuliskan kesimpulan.
Jawaban ditulis dalam kalimat sesuai dengan pertanyaan.
3. Contoh Soal
Contoh 1 – Penjumlahan
Di perpustakaan terdapat 235 buku. Sekolah mendapat sumbangan 145 buku lagi. Berapa jumlah buku di perpustakaan sekarang?
Diketahui:
Buku awal = 235
Buku tambahan = 145
Ditanyakan:
Jumlah buku seluruhnya.
Kalimat matematika:
235 + 145 = 380
Jawaban:
Jumlah buku di perpustakaan sekarang adalah 380 buku.
Contoh 2 – Pengurangan
Pak Budi mempunyai 500 buah bibit tanaman. Sebanyak 175 bibit telah ditanam. Berapa bibit yang belum ditanam?
Diketahui:
Jumlah bibit = 500
Bibit yang ditanam = 175
Ditanyakan:
Bibit yang belum ditanam.
Kalimat matematika:
500 − 175 = 325
Jawaban:
Bibit yang belum ditanam adalah 325 bibit.
Latihan Soal
Petunjuk: Bacalah soal dengan teliti, tentukan apa yang diketahui dan ditanyakan, kemudian hitunglah dengan benar!
Siti mempunyai 245 buah kelereng. Ayah memberikan lagi 125 buah kelereng. Berapa jumlah kelereng Siti sekarang?
Di perpustakaan terdapat 675 buku. Sebanyak 235 buku dipinjam siswa. Berapa buku yang masih ada di perpustakaan?
Pak Budi memanen 325 buah mangga pada hari Senin dan 275 buah mangga pada hari Selasa. Berapa jumlah mangga yang dipanen seluruhnya?
Sebuah toko memiliki 850 pensil. Dalam satu minggu terjual 325 pensil. Berapa pensil yang masih tersisa?
Ibu membeli 175 buah jeruk dan 225 buah apel. Berapa jumlah buah yang dibeli Ibu?
Kelas 3A mengumpulkan 425 botol plastik untuk didaur ulang. Kelas 3B mengumpulkan 350 botol plastik. Berapa selisih botol yang dikumpulkan kedua kelas?
Sebuah sekolah mempunyai 1.000 buku tulis. Sebanyak 450 buku dibagikan kepada siswa. Berapa buku yang belum dibagikan?
Rani memiliki 350 stiker. Ia membeli lagi 175 stiker, kemudian memberikan 100 stiker kepada adiknya. Berapa stiker Rani sekarang?
Di kebun sekolah terdapat 425 tanaman bunga. Kemudian ditanam lagi 275 tanaman. Jika 150 tanaman mati, berapa tanaman yang masih hidup?
Ayah mempunyai 750 buah bibit tanaman. Sebanyak 325 bibit ditanam di kebun depan dan 175 bibit ditanam di kebun belakang. Berapa bibit tanaman yang masih tersisa?
Kunci Jawaban
245 + 125 = 370 kelereng
675 − 235 = 440 buku
325 + 275 = 600 mangga
850 − 325 = 525 pensil
175 + 225 = 400 buah
425 − 350 = 75 botol
1.000 − 450 = 550 buku
350 + 175 − 100 = 425 stiker
425 + 275 − 150 = 550 tanaman
750 − 325 − 175 = 250 bibit
Tantangan untuk siswa:
Pada soal nomor 8–10, siswa perlu melakukan dua operasi hitung. Mintalah mereka menjelaskan langkah pengerjaannya, bukan hanya menuliskan jawabannya.
Penutup
Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran.
Guru memberikan beberapa soal evaluasi individu.
Siswa menyampaikan kesulitan atau pengalaman selama pembelajaran.
Guru memberikan apresiasi kepada siswa atas usaha dan keberaniannya.
Guru memberikan motivasi untuk selalu teliti dalam membaca soal.
Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
J. Kesimpulan
Soal cerita bilangan cacah harus diselesaikan dengan memahami isi permasalahan terlebih dahulu. Kita perlu mengetahui apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, operasi hitung yang digunakan, melakukan perhitungan dengan teliti, kemudian menuliskan kesimpulan.
Dengan membaca soal secara teliti, siswa akan lebih mudah menentukan cara yang tepat untuk memperoleh jawaban.
K. Refleksi Guru
Apakah siswa sudah mampu memahami informasi dalam soal cerita?
Apakah siswa mampu membedakan penggunaan penjumlahan dan pengurangan?
Apakah siswa sudah mampu menuliskan kalimat matematika?
Siswa mana yang masih membutuhkan pendampingan?
Apakah metode Problem Based Learning membantu siswa memahami pemecahan masalah?
Apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya?
L. Refleksi Peserta Didik
Siswa dapat menjawab pertanyaan berikut:
Apa yang saya pelajari hari ini?
Apakah saya sudah dapat menemukan informasi yang diketahui dan ditanyakan?
Apakah saya sudah dapat menentukan operasi hitung yang tepat?
Bagian mana yang masih terasa sulit?
Apa yang akan saya lakukan agar lebih teliti dalam mengerjakan soal cerita?
Motivasi:
“Anak-anak hebat, jangan takut menghadapi soal cerita. Bacalah dengan teliti, pahami masalahnya, kerjakan langkah demi langkah, dan yakinlah bahwa kalian pasti bisa. Belajar dengan tekun hari ini akan membuat kalian semakin pintar dan percaya diri.”
PENDIDIKAN PANCASILA
A. IDENTITAS PEMBELAJARAN
Nama Guru: Puji Lestari
Hari/Tanggal: Selasa, 18 Agustus 2026
Kelas: III SD
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Pertemuan: Kelima
Materi: Karakter Persatuan, Toleransi, dan Keadilan
Alokasi Waktu: 2 × 35 menit
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami pentingnya hidup rukun dalam keberagaman, menghargai perbedaan, menunjukkan sikap toleransi, persatuan, gotong royong, dan berlaku adil terhadap teman di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Memahami keberagaman latar belakang tokoh perumus Pancasila.
Menjelaskan pentingnya persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelaskan arti toleransi dengan bahasa sederhana.
Memberikan contoh sikap toleransi di lingkungan sekolah.
Menerapkan sikap persatuan dalam bekerja dan bermain bersama teman.
Menunjukkan perilaku adil kepada semua teman tanpa membeda-bedakan.
Meneladani sikap para tokoh perumus Pancasila yang mengutamakan persatuan bangsa.
D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal keberagaman → memahami perjuangan tokoh perumus Pancasila → memahami makna persatuan dan toleransi → mengenal perilaku adil → memberikan contoh dalam kehidupan sekolah → mempraktikkan sikap persatuan, toleransi, dan keadilan.
E. APERSEPSI
Guru mengawali pembelajaran dengan pertanyaan:
"Apakah semua teman di kelas kita memiliki kebiasaan yang sama?"
"Bagaimana jika teman kita berbeda suku, bahasa, kesukaan, atau kemampuan?"
"Apakah kita boleh memilih-milih teman?"
"Apa yang harus kita lakukan agar kelas kita tetap rukun?"
Guru kemudian menyampaikan:
"Anak-anak, Indonesia memiliki banyak perbedaan. Para tokoh perumus Pancasila juga memiliki latar belakang dan pemikiran yang beragam. Namun, mereka tetap mengutamakan persatuan dan kepentingan bangsa. Hari ini kita akan belajar bagaimana meneladani sikap tersebut dalam kehidupan kita di sekolah."
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model: Problem Based Learning (PBL)
Metode:
Tanya jawab
Diskusi kelompok
Mengamati gambar
Penugasan
Presentasi
Bermain peran
G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media:
Sumber belajar:
H. PENJABARAN MATERI
1. Keberagaman
Indonesia memiliki banyak keberagaman, seperti:
Perbedaan suku
Bahasa
Agama dan kepercayaan
Budaya
Makanan kesukaan
Hobi
Kemampuan
Kebiasaan
Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Kita harus saling menghargai dan hidup rukun.
2. Tokoh Perumus Pancasila
Beberapa tokoh yang berperan dalam proses perumusan dasar negara antara lain:
Mohammad Yamin
Prof. Dr. Soepomo
Ir. Soekarno
Mereka memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Namun, mereka sama-sama berusaha memberikan gagasan terbaik untuk Indonesia.
Sikap yang dapat kita teladani adalah berani menyampaikan pendapat, menghargai pendapat orang lain, bekerja sama, dan mengutamakan persatuan.
3. Makna Persatuan
Persatuan berarti hidup bersama dengan rukun walaupun memiliki perbedaan.
Contoh persatuan di sekolah:
Bermain bersama tanpa memilih-milih teman.
Bekerja sama membersihkan kelas.
Membantu teman yang kesulitan.
Melaksanakan tugas kelompok bersama-sama.
Tidak mengejek teman yang berbeda.
4. Makna Toleransi
Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.
Contoh:
Menghargai teman yang berbeda kebiasaan.
Tidak mengejek bahasa atau logat teman.
Memberikan kesempatan teman menyampaikan pendapat.
Menghormati teman ketika sedang beribadah.
Mau berteman dengan siapa saja.
5. Makna Keadilan
Keadilan berarti memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak pilih kasih.
Contoh:
Membagi tugas kelompok secara seimbang.
Bergantian menggunakan fasilitas kelas.
Tidak mengambil hak teman.
Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota kelompok.
I. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pendahuluan
Guru memberi salam dan mengajak peserta didik berdoa.
Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar.
Guru melakukan apersepsi tentang keberagaman.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan motivasi agar siswa belajar dengan semangat.
Kegiatan Inti – PBL
Tahap 1: Orientasi Masalah
Guru menunjukkan gambar anak-anak yang memiliki perbedaan.
Guru memberikan masalah:
"Dalam sebuah kelompok, ada seorang siswa yang tidak mau bekerja sama karena temannya berbeda kebiasaan. Menurut kalian, apakah sikap tersebut benar?"
Tahap 2: Mengorganisasi Peserta Didik
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.
Setiap kelompok mendiskusikan:
Apa masalah yang terjadi?
Apakah tindakan tersebut mencerminkan persatuan?
Bagaimana cara menyelesaikannya?
Tahap 3: Membimbing Penyelidikan
Peserta didik mencari contoh sikap:
Persatuan
Toleransi
Keadilan
di lingkungan sekolah.
Tahap 4: Menyajikan Hasil
Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.
Tahap 5: Evaluasi
Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa perbedaan harus dihargai dan persatuan harus dijaga.
J. KEGIATAN BERMAIN PERAN
Guru memberikan situasi:
Situasi 1: Temanmu berbeda daerah asal.
Situasi 2: Ada teman yang kesulitan mengerjakan tugas.
Situasi 3: Dalam kelompok, ada teman yang belum mendapatkan tugas.
Peserta didik memeragakan tindakan yang menunjukkan persatuan, toleransi, dan keadilan.
K. GAMBAR TOKOH DAN KEBERAGAMAN






Guru dapat meminta peserta didik mengamati gambar kemudian menjawab:
Siapa saja tokoh yang kalian lihat?
Apa yang dapat kita teladani dari para tokoh?
Mengapa kita harus menghargai perbedaan?
Bagaimana cara menjaga persatuan di kelas?
L. LATIHAN SOAL
Pilihan Ganda
1. Walaupun berbeda suku dan budaya, kita harus hidup ....
A. sendiri-sendiri
B. bermusuhan
C. rukun
D. saling mengejek
Jawaban: C
2. Sikap menghargai perbedaan disebut ....
A. toleransi
B. permusuhan
C. kesombongan
D. persaingan
Jawaban: A
3. Salah satu tokoh yang berperan dalam perumusan Pancasila adalah ....
A. Mohammad Yamin
B. R.A. Kartini
C. Ki Hajar Dewantara
D. Pattimura
Jawaban: A
4. Contoh menjaga persatuan di sekolah adalah ....
A. memilih-milih teman
B. mengejek teman
C. bekerja sama membersihkan kelas
D. bertengkar saat bermain
Jawaban: C
5. Membagi tugas kelompok secara seimbang merupakan contoh sikap ....
A. toleransi
B. keadilan
C. permusuhan
D. kesombongan
Jawaban: B
Isian Singkat
6. Sikap menghargai perbedaan disebut sikap ....
Jawaban: toleransi
7. Hidup rukun walaupun berbeda-beda merupakan contoh ....
Jawaban: persatuan
8. Salah satu tokoh perumus Pancasila adalah ....
Jawaban: Mohammad Yamin/Soepomo/Soekarno
Uraian
9. Sebutkan dua contoh sikap toleransi di sekolah!
Jawaban: Menghargai pendapat teman dan tidak mengejek teman yang berbeda.
10. Mengapa kita harus menjaga persatuan?
Jawaban: Agar hidup rukun, damai, saling membantu, dan tidak terjadi pertengkaran.
M. KESIMPULAN
Pancasila mengajarkan kita untuk hidup rukun dalam keberagaman. Kita harus menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bersikap toleran, dan berlaku adil kepada semua orang.
Para tokoh perumus Pancasila memiliki latar belakang dan pemikiran yang beragam, tetapi mereka tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan persatuan Indonesia.
Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan nilai tersebut dengan tidak memilih-milih teman, menghargai perbedaan, bekerja sama, membantu teman, dan berlaku adil.
N. REFLEKSI PESERTA DIDIK
Peserta didik menjawab:
Apa yang saya pelajari hari ini?
Apa arti toleransi menurut saya?
Apakah saya sudah mau berteman dengan semua teman?
Apa contoh persatuan yang akan saya lakukan di sekolah?
Bagaimana saya akan bersikap adil kepada teman?
Refleksi Guru
Apakah peserta didik memahami makna persatuan?
Apakah peserta didik mampu memberikan contoh toleransi?
Apakah peserta didik mampu memahami pentingnya keadilan?
Apakah peserta didik aktif dalam diskusi kelompok?
Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan bimbingan dan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari.
O. MOTIVASI
"Anak-anak hebat, perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Jadilah anak yang mau berteman dengan siapa saja, menghargai perbedaan, suka menolong, dan selalu menjaga persatuan. Karena dengan persatuan, kita menjadi kuat dan Indonesia menjadi hebat."
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas: III SD
Materi: Menemukan Kosakata dan Pesan Moral dari Tayangan Video
Topik Video: Belajar Meminta Maaf dan Berterima Kasih
Tema: Pertemanan dan Berbuat Baik
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu menyimak informasi dari berbagai media, termasuk tayangan audiovisual sederhana. Peserta didik dapat memahami informasi, menemukan kosakata baru, mengidentifikasi pesan atau nilai kebaikan dalam tayangan, serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dengan bahasa yang santun.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Menyimak tayangan video tentang pertemanan dengan baik.
Menemukan dan mencatat kosakata baru dari tayangan video.
Menjelaskan arti kosakata baru dengan bahasa sederhana.
Menyebutkan tokoh dan peristiwa dalam video.
Menemukan pesan moral atau pesan kebaikan dalam tayangan
D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Menyimak video → memahami isi tayangan → menemukan kosakata baru → mencari arti kosakata → mengidentifikasi peristiwa dan tokoh → menemukan pesan moral → menghubungkan pesan dengan kehidupan sehari-hari → menyampaikan hasil pemahaman.
E. APERSEPSI
Guru bertanya kepada peserta didik:
Pernahkah kalian melakukan kesalahan kepada teman?
Apa yang kalian lakukan setelah melakukan kesalahan?
Apa yang kalian katakan ketika ingin meminta maaf?
Kapan kita mengucapkan terima kasih?
Bagaimana perasaan kalian ketika teman meminta maaf kepada kalian?
Guru kemudian menyampaikan:
"Hari ini kita akan belajar melalui sebuah tayangan video tentang pertemanan. Kita akan mencari kosakata baru dan menemukan pesan kebaikan yang terdapat dalam video tersebut."
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL)
Metode
Menyimak
Tanya jawab
Diskusi
Mengamati tayangan
Mencatat kosakata
Penugasan
Presentasi sederhana
Media
G. PENJABARAN MATERI
1. Menyimak Tayangan Video
Menyimak adalah kegiatan mendengarkan dengan sungguh-sungguh untuk memahami informasi yang disampaikan.
Saat menonton video, kita harus:
Memperhatikan tayangan.
Mendengarkan percakapan tokoh.
Mencatat kata-kata yang belum kita ketahui.
Memperhatikan kejadian yang terjadi.
Mencari pesan atau kebaikan yang disampaikan.
2. Kosakata Baru
Kosakata adalah kumpulan kata yang kita gunakan dalam berkomunikasi.
Contoh kosakata yang dapat ditemukan dalam video:
| Kosakata | Arti |
|---|
| Maaf | Ucapan ketika melakukan kesalahan |
| Terima kasih | Ucapan sebagai bentuk penghargaan atas kebaikan orang lain |
| Menyesal | Merasa tidak senang karena telah melakukan kesalahan |
| Memaafkan | Tidak lagi menyimpan rasa marah terhadap kesalahan orang lain |
| Pertemanan | Hubungan antara satu teman dengan teman lainnya |
| Menolong | Membantu orang lain yang membutuhkan |
| Menghargai | Menghormati atau memberikan nilai baik kepada orang lain |
| Peduli | Memperhatikan dan mau membantu orang lain |
3. Belajar Meminta Maaf
Meminta maaf dilakukan ketika kita melakukan kesalahan.
Contoh:
"Maaf, aku tadi tidak sengaja menjatuhkan bukumu."
Meminta maaf harus dilakukan dengan:
4. Belajar Berterima Kasih
Berterima kasih dilakukan ketika seseorang memberikan bantuan atau kebaikan kepada kita.
Contoh:
"Terima kasih sudah membantuku mengerjakan tugas."
Kita harus membiasakan mengucapkan terima kasih kepada orang lain.
5. Pesan Moral
Pesan moral adalah pesan atau pelajaran baik yang dapat kita ambil dari sebuah cerita atau tayangan.
Contoh pesan moral dari video tentang pertemanan:
Kita harus berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Kita harus mau memaafkan teman.
Kita harus mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.
Kita harus saling menolong.
Kita harus menjaga perasaan teman.
Kita harus berbicara dengan sopan.
Kita harus menjaga persahabatan.
H. GAMBAR PEMBELAJARAN






Guru meminta siswa mengamati gambar kemudian menjawab:
Apa yang sedang dilakukan anak-anak?
Mengapa kita harus meminta maaf?
Kapan kita mengucapkan terima kasih?
Bagaimana cara menjaga pertemanan?
I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru memberi salam.
Guru mengajak siswa berdoa.
Guru mengecek kehadiran.
Guru memberikan apersepsi.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Tahap 1 – Mengamati
Guru memutar video tentang pertemanan, meminta maaf, dan berterima kasih.
Siswa menyimak video dengan tertib.
Tahap 2 – Menemukan Kosakata
Siswa mencatat kata-kata baru yang ditemukan dalam video.
Contoh:
maaf – terima kasih – menolong – peduli – memaafkan – menghargai
Tahap 3 – Diskusi
Siswa berdiskusi dalam kelompok:
Siapa tokoh dalam video?
Apa masalah yang terjadi?
Apa yang dilakukan tokoh?
Kosakata baru apa yang ditemukan?
Apa pesan moral dari video?
Tahap 4 – Menyampaikan Hasil
Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.
Tahap 5 – Penguatan Guru
Guru memberikan penguatan bahwa meminta maaf dan berterima kasih merupakan kebiasaan baik yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
J. LATIHAN SOAL
Pilihan Ganda
1. Ketika melakukan kesalahan kepada teman, sebaiknya kita mengucapkan ....
A. Selamat
B. Maaf
C. Permisi
D. Sampai jumpa
Jawaban:
2. Setelah mendapat bantuan dari teman, kita mengucapkan ....
A. Maaf
B. Tolong
C. Terima kasih
D. Selamat tinggal
Jawaban:
3. Pesan moral adalah ....
A. nama tokoh dalam cerita
B. tempat terjadinya cerita
C. pelajaran atau pesan kebaikan dalam cerita
D. judul cerita
Jawaban:
4. Sikap yang baik kepada teman adalah ....
A. mengejek
B. menolong
C. bertengkar
D. berbohong
Jawaban:
5. Orang yang meminta maaf dengan tulus menunjukkan sikap ....
A. sombong
B. berani mengakui kesalahan
C. malas
D. iri
Jawaban:
Isian
6. Kata yang diucapkan setelah menerima bantuan adalah ....
Jawaban: Terima kasih.
7. Ketika melakukan kesalahan, kita harus meminta ....
Jawaban:
8. Hubungan baik antara seseorang dengan temannya disebut ....
Jawaban:
Uraian
9. Sebutkan dua contoh sikap baik dalam pertemanan!
Jawaban: Saling menolong dan saling menghargai.
10. Apa pesan moral yang dapat kita ambil dari video tentang meminta maaf dan berterima kasih?
Jawaban:
K. KEGIATAN PENGAYAAN
Siswa membuat "Pohon Kata Kebaikan".
Setiap siswa menuliskan satu kosakata kebaikan pada kertas berbentuk daun, misalnya:
Maaf – Terima kasih – Tolong – Peduli – Jujur – Sopan – Menolong – Menghargai
Daun kemudian ditempelkan pada gambar pohon yang dibuat di kelas.
L. KESIMPULAN
Dari tayangan video tentang pertemanan, kita dapat belajar bahwa meminta maaf dan berterima kasih merupakan perilaku yang baik.
Kita harus berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan tidak malu mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan bantuan.
Dengan saling menghargai, menolong, memaafkan, dan berbicara dengan sopan, kita dapat memiliki pertemanan yang rukun dan menyenangkan.
M. REFLEKSI PESERTA DIDIK
Siswa menjawab pertanyaan berikut:
Apa yang saya pelajari hari ini?
Kosakata baru apa yang saya temukan?
Apa arti kata "memaafkan"?
Kapan saya harus meminta maaf?
Kapan saya harus mengucapkan terima kasih?
Apakah saya sudah menjadi teman yang baik?
Kebaikan apa yang akan saya lakukan kepada teman hari ini?
Refleksi Guru
Guru mengamati:
Kemampuan siswa menyimak video.
Kemampuan menemukan kosakata baru.
Kemampuan memahami isi tayangan.
Kemampuan menemukan pesan moral.
Keberanian siswa menyampaikan pendapat.
Penerapan sikap meminta maaf, memaafkan, dan berterima kasih dalam kehidupan sehari-hari.
N. MOTIVASI
"Anak-anak hebat, jadilah teman yang baik. Jangan malu meminta maaf ketika salah dan jangan lupa mengucapkan terima kasih ketika mendapat kebaikan. Kata-kata sederhana seperti 'maaf' dan 'terima kasih' dapat membuat hati teman menjadi bahagia." 🌷
Dokumentasi kegiatan hari ini :