RSS

Postingan 3_ Bahasa Indonesia, Selasa, 08 September 2026

 



 

🌸 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Selasa, 08 September 2026 🌷

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. 💕📚

Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan membiasakan diri menjadi anak yang:

Disiplin — datang tepat waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
Jujur — berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran, karena kejujuran adalah akhlak mulia.
Rajin beribadah — jangan lupa melaksanakan sholat Dhuha dan selalu menjaga sholat lima waktu. 🤲
Rajin murojaah — luangkan waktu untuk mengulang dan menghafalkan surat-surat pendek agar semakin lancar dan dekat dengan Al-Qur'an. 📖❤️

🌱 Ingat ya, anak-anak:
Disiplin membuat kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kejujuran membuat kita dipercaya.
Ibadah membuat hati menjadi tenang.
Belajar membuat kita semakin pintar dan memiliki masa depan yang cerah. 🌟

Mari hari ini kita belajar dengan semangat, tertib, saling menghargai, saling membantu, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun. 🥰

💖 Jadilah anak yang baik bukan hanya ketika dilihat oleh guru, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat, karena Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Be disciplined, be honest, be kind, and never stop learning! 🌈✨

🌷 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 08 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Membaca dan Memahami Puisi Bertema "Bekerja di Laut"

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada teman sebaya dan dewasa tentang teks naratif, informatif, dan puisi. Peserta didik mampu membaca dengan fasih, memahami pesan/isi teks puisi, serta membacakan puisi dengan intonasi, lafal, dan ekspresi yang sesuai.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

  • Peserta didik mampu membaca dan memahami isi teks puisi bertema "Bekerja di Laut".

  • Peserta didik mampu membacakan puisi tentang nelayan dan laut dengan intonasi, lafal, dan ekspresi yang sesuai.

  1. Tujuan Pembelajaran 

  • Mindful : Peserta didik fokus dan meresapi makna setiap bait puisi saat menyimak dan membaca.

  • Meaningful : Peserta didik memahami dan menghargai perjuangan serta kerja keras para nelayan yang bekerja di laut.

  • Joyful : Peserta didik dengan percaya diri dan gembira tampil membacakan puisi di depan kelas menggunakan ekspresi dan gestur tubuh yang menarik.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati gambar dan menyimak contoh pembacaan puisi bertema nelayan di laut.

  2. Menganalisis kata-kata baru dan memahami pesan yang terkandung dalam puisi.

  3. Berlatih membaca puisi secara berpasangan dengan memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi.

  4. Menampilkan pembacaan puisi di depan kelas dan memberikan apresiasi antar teman.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan memberikan pertanyaan pemantik:
"Anak-anak, siapa yang pernah pergi ke pantai atau melihat laut? Menurut kalian, siapa orang-orang gigih yang bekerja di tengah lautan luas untuk menangkap ikan? Bagaimana perasaan mereka saat menerjang ombak di malam hari?"
Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi membaca dan mengekspresikan puisi tentang nelayan.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
    QS. An-Nahl Ayat 14:
    "Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya..."
    Pesan Moral: Allah Swt. menciptakan lautan yang luas beserta rezeki di dalamnya. Kita patut bersyukur dan menghargai para nelayan yang bekerja keras mengarungi laut demi menyediakan bahan makanan bergizi bagi kita.

  2. Penjabaran Materi

Membaca dan Memahami Puisi: Nelayan dan Laut

Puisi adalah karangan indah yang terikat oleh bait dan baris. Untuk membaca puisi dengan baik, kita perlu memperhatikan tiga hal utama:

  • Lafal: Kejelasan dalam mengucapkan kata-kata.

  • Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara sesuai suasana puisi.

  • Ekspresi: Raut wajah dan penjiwaan yang menggambarkan isi puisi (semangat, haru, atau kagum).


Teks Puisi: Pahlawan Lautan

Pahlawan Lautan

Perahu kecil menari di atas gelombang

Ketika malam mulai membentang

Tanpa ragu engkau berlayar jauh

Menerjang angin dan dingin yang merengkuh

Wahai nelayan nan gigih berani

Menggulung jala di tengah sunyi

Demi rezeki halal untuk keluarga

Dan ikan segar bagi sesama

Lautan luas menjadi saksi

Perjuanganmu tulus tak pernah berhenti

Terima kasih pahlawan lautan

Kasih dan peluhmu takkan terhapuskan


Cara Membaca Puisi dengan Intonasi dan Ekspresi:

  • Bait 1: Dibaca dengan intonasi tenang namun mantap. Wajah menunjukkan ketakjuban pada keberanian nelayan.

  • Bait 2: Dibaca dengan nada penuh semangat. Tangan dapat diperagakan seolah sedang menarik jala. Wajah menunjukkan keteguhan hati.

  • Bait 3: Dibaca dengan nada lembut dan hangat. Wajah tersenyum penuh rasa hormat dan terima kasih.


  1. Media / Alat Peraga

  • Video Pembacaan Puisi "Pahlawan Lautan"

  • Gambar/Kartu Visual Profesi Nelayan dan Perahu

  • Teks Puisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  • Properti Sederhana (Topi caping / jala kecil untuk pemodelan)

  1. Latihan Soal / Diskusi

Latihan 1: Memahami Isi Puisi

  1. Siapa tokoh yang diceritakan dalam puisi "Pahlawan Lautan"?

  2. Kapan nelayan pada puisi di atas mulai berlayar ke laut?

  3. Mengapa nelayan disebut sebagai "Pahlawan Lautan"? Tuliskan alasanmu!

Latihan 2: Unjuk Kerja Pembacaan Puisi
Praktikkan membaca satu bait puisi "Pahlawan Lautan" di depan teman sebangkumu secara bergantian. Mintalah temanmu menilai kelancaran lafal dan ekspresi wajahmu!

  1. Post Test

  2. Sebutkan 3 hal yang harus diperhatikan saat membacakan puisi di depan kelas!

  3. Jika sebuah puisi menceritakan perjuangan nelayan menerjang ombak besar, ekspresi wajah yang sesuai saat membacanya adalah...

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Membaca puisi bertema nelayan membutuhkan pemahaman isi cerita agar dapat menyampaikan ekspresi, intonasi, dan lafal yang tepat. Melalui puisi ini, peserta didik tidak hanya belajar seni berbahasa tetapi juga menanamkan rasa hormat dan terima kasih atas jerih payah para nelayan yang bekerja di laut.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias mencoba menirukan gestur dan ekspresi membaca puisi di depan kelas.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih terburu-buru (membaca seperti membaca teks biasa) sehingga intonasinya kurang berirama.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif bertepuk tangan dan memberikan pujian kepada teman yang tampil.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan pernapasan dan pemenggalan kata (jeda) agar pembacaan puisi lebih teratur.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

Tindak Lanjut: Bimbingan khusus akan diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas melalui penentuan pemenggalan jeda garis miring (/ dan //) pada teks puisi untuk mempermudah intonasi membaca.

Postingan 2_ Pendidikan Pancasiala, Selasa, 08 September 2026




 

🌸 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Selasa, 08 September 2026 🌷

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. 💕📚

Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan membiasakan diri menjadi anak yang:

Disiplin — datang tepat waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
Jujur — berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran, karena kejujuran adalah akhlak mulia.
Rajin beribadah — jangan lupa melaksanakan sholat Dhuha dan selalu menjaga sholat lima waktu. 🤲
Rajin murojaah — luangkan waktu untuk mengulang dan menghafalkan surat-surat pendek agar semakin lancar dan dekat dengan Al-Qur'an. 📖❤️

🌱 Ingat ya, anak-anak:
Disiplin membuat kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kejujuran membuat kita dipercaya.
Ibadah membuat hati menjadi tenang.
Belajar membuat kita semakin pintar dan memiliki masa depan yang cerah. 🌟

Mari hari ini kita belajar dengan semangat, tertib, saling menghargai, saling membantu, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun. 🥰

💖 Jadilah anak yang baik bukan hanya ketika dilihat oleh guru, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat, karena Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Be disciplined, be honest, be kind, and never stop learning! 🌈✨

🌷 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 08 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Bahasa Indonesia sebagai Solusi Komunikasi di Lingkungan Sekitar

  6. Pertemuan Ke- 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan hasil identifikasi mengenai identitas diri, keluarga, dan masyarakat sekitar sesuai nilai-nilai Pancasila. Peserta didik dapat menunjukkan sikap menghargai keberagaman suku, budaya, dan bahasa di lingkungan sekitar serta menerapkannya sebagai persatuan bangsa.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

  • Peserta didik mampu menganalisis studi kasus permasalahan komunikasi di lingkungan sekitar yang beragam.

  • Peserta didik mampu mengidentifikasi peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan solusi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tujuan Pembelajaran 

  • Mindful : Peserta didik menyimak cerita studi kasus dengan penuh perhatian dan mampu mengenali perasaan serta kebutuhan tokoh dalam cerita.

  • Meaningful : Peserta didik memahami bahwa Bahasa Indonesia menyatukan perbedaan suku/bahasa daerah di lingkungan tempat tinggal (Sila ke-3 Pancasila).

  • Joyful : Peserta didik secara aktif dan gembira berdiskusi kelompok memperagakan peran dalam studi kasus komunikasi.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati studi kasus mengenai hambatan komunikasi antarwarga dari suku yang berbeda.

  2. Menganalisis penyebab terjadinya kesalahpahaman dalam studi kasus tersebut.

  3. Merumuskan solusi komunikasi menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan santun.

  4. Menyimpulkan pentingnya Bahasa Indonesia dalam menjaga persatuan di lingkungan sekitar.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan memberikan pertanyaan pemantik:
"Anak-anak, siapa di sini yang tetangganya berasal dari luar daerah atau memiliki suku yang berbeda? Jika tetangga kalian menggunakan bahasa daerah yang tidak kalian pahami, bagaimana cara kalian mengobrol dengannya?"
Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan fungsi Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa sesuai Sila ke-3 Pancasila.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
    QS. Al-Hujurat Ayat 13:
    "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal..."
    Pesan Moral: Allah Swt. menciptakan manusia dengan latar belakang dan bahasa yang beragam agar kita saling mengenal dan menghargai. Bahasa Indonesia hadir sebagai wadah untuk menjembatani silaturahmi antar sesama.

  2. Penjabaran Materi

Bahasa Indonesia: Jembatan Komunikasi di Lingkungan Kita

Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah. Di lingkungan sekitar tempat tinggal, kita sering bertemu tetangga atau teman yang memiliki asal-usul suku berbeda. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, kita membutuhkan satu bahasa bersama, yaitu Bahasa Indonesia.

Langkah Menganalisis Studi Kasus Komunikasi:

  • Identifikasi Masalah: Siapa saja yang berbicara dan apa hambatan bahasanya?

  • Cari Penyebab: Mengapa pesan tidak tersampaikan dengan jelas?

  • Tentukan Solusi: Bagaimana Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut?

Analisis Studi Kasus

Studi Kasus:
Di Desa Sukamaju, Pak Asep (berasal dari Sunda) baru saja pindah ke sebelah rumah Pak Budi (berasal dari Jawa). Saat bertemu di jalan, Pak Asep bertanya menggunakan bahasa daerahnya, sehingga Pak Budi merasa bingung dan hanya tersenyum tanpa paham maksudnya. Akibatnya, informasi tentang kerja bakti warga tidak tersampaikan dengan baik.

Hasil Analisis:

  • Masalah: Informasi kerja bakti tidak sampai karena perbedaan bahasa daerah.

  • Penyebab: Kedua warga menggunakan bahasa daerah masing-masing yang belum saling dipahami.

  • Solusi: Pak Asep dan Pak Budi sebaiknya berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia yang sopan dan ramah.

  • Kesimpulan: Dengan menggunakan Bahasa Indonesia, kedua warga dapat saling memahami informasi, tercipta rukun tetangga, dan kerja bakti dapat berjalan lancar.

  1. Media / Alat Peraga

  • PPT Interaktif "Petualangan Bahasa Pemersatu"

  • Kartu Studi Kasus Warga

  • Peta Keberagaman Indonesia

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Latihan Soal / Diskusi Kasus

Kasus 1:
Siti baru pindah dari daerah lain dan bergabung di kelompok belajar Komang. Siti kesulitan memahami saat Komang berbicara bahasa daerah Bali. Apa yang sebaiknya dilakukan Komang dan Siti agar diskusi belajar tetap berjalan lancar?

Kasus 2:
Ibu Murni ingin membeli sayur di pasar, namun penjual sayur tidak mengerti bahasa daerah Ibu Murni. Tuliskan usulan kalimat Bahasa Indonesia yang sopan yang bisa digunakan Ibu Murni!

  1. Post Test

  2. Mengapa kita perlu menggunakan Bahasa Indonesia saat berbicara dengan teman atau tetangga yang berbeda suku?

  3. Tuliskan satu contoh kejadian di sekitar rumahmu yang menunjukkan pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Bahasa Indonesia berperan penting sebagai alat pemersatu bangsa dan solusi komunikasi di lingkungan yang beragam. Menggunakan Bahasa Indonesia saat berinteraksi dengan warga yang berbeda suku dapat mencegah kesalahpahaman dan mempererat persatuan sesuai Sila ke-3 Pancasila.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat mendiskusikan studi kasus dan bermain peran.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih spontan menjawab menggunakan bahasa daerah sehari-hari.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif mengemukakan pendapat dan memberi usulan solusi.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan santun saat berinteraksi di kelas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

Tindak Lanjut: Bimbingan individual akan diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas melalui latihan analisis kasus sederhana menggunakan media gambar.

Postingan 1_matematika , Selasa, 08 Sept 2026




 

🌸 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Selasa, 08 September 2026 🌷

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. 💕📚

Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan membiasakan diri menjadi anak yang:

Disiplin — datang tepat waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
Jujur — berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran, karena kejujuran adalah akhlak mulia.
Rajin beribadah — jangan lupa melaksanakan sholat Dhuha dan selalu menjaga sholat lima waktu. 🤲
Rajin murojaah — luangkan waktu untuk mengulang dan menghafalkan surat-surat pendek agar semakin lancar dan dekat dengan Al-Qur'an. 📖❤️

🌱 Ingat ya, anak-anak:
Disiplin membuat kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kejujuran membuat kita dipercaya.
Ibadah membuat hati menjadi tenang.
Belajar membuat kita semakin pintar dan memiliki masa depan yang cerah. 🌟

Mari hari ini kita belajar dengan semangat, tertib, saling menghargai, saling membantu, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun. 🥰

💖 Jadilah anak yang baik bukan hanya ketika dilihat oleh guru, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat, karena Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Be disciplined, be honest, be kind, and never stop learning! 🌈✨

🌷 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 08 September  2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Penjumlahan Bilangan Cacah sampai 1.000 dengan kegiatan belanja 

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000 lebih. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan berbagai strategi penalaran, serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari berbentuk soal cerita.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik mampu menganalisis informasi dalam soal cerita matematika berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

    • Peserta didik mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan cacah hingga 1.000 (dengan teknik menyimpan maupun tanpa menyimpan) secara tepat.

  2. Tujuan Pembelajaran 

    • Mindful : Peserta didik menyimak cerita dengan penuh konsentrasi dan mampu mengidentifikasi hal yang diketahui serta ditanyakan pada soal.

    • Meaningful : Peserta didik memahami manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung barang belanjaan atau bersedekah.

    • Joyful : Peserta didik antusias mengikuti permainan kartu cerita belanja dan diskusi kelompok yang menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
  1. Mengidentifikasi kata kunci penjumlahan dalam soal cerita (seperti: membeli lagi, diberi, gabungan, jumlah seluruhnya).

  2. Mengubah kalimat cerita menjadi kalimat matematika (model matematika).

  3. Menghitung hasil penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan metode bersusun pendek.

  4. Memeriksa kembali jawaban dan menyimpulkan hasil perhitungan dalam kalimat lengkap.

E. APERSEPSI 
Guru mengawali kegiatan dengan menyapa murid dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Siapa yang tadi pagi sempat menabung atau membeli jajanan di kantin? Jika kalian punya 2500 rupiah lalu diberi lagi oleh ayah 5000 rupiah, uang kalian bertambah atau berkurang?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi penjumlahan soal cerita dalam kehidupan sehari-hari.

F. PEMBAHASAN SINGKAT
  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
    QS. Al-Baqarah Ayat 261:
    "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir100 biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki..."
    Pesan Moral: Allah Swt. menyukai hamba-Nya yang gemar berbuat kebaikan. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt., sebagaimana konsep penjumlahan matematika.

  2. Penjabaran Materi
  3. Penjabaran Materi: Penjumlahan Bilangan sampai 10.000

    1. Mengenal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari
    Penjumlahan digunakan untuk menghitung jumlah harga beberapa barang yang dibeli. Misalnya, saat membeli jajanan ringan di kantin atau toko.

    Contoh:

    • Keripik = Rp2.500

    • Biskuit = Rp3.000

    Jumlah uang yang harus dibayar:
    Rp2.500 + Rp3.000 = Rp5.500

    2. Menjumlahkan bilangan dengan cara bersusun ke bawah
    Untuk menjumlahkan bilangan, angka disusun berdasarkan nilai tempat:

    Ribuan – Ratusan – Puluhan – Satuan

    Contoh:

       2.500
       3.000
       ------
       5.500

    Jadi, harga kedua jajanan tersebut adalah Rp5.500.

    3. Penjumlahan dengan teknik menyimpan

    Contoh seorang siswa membeli:

    • Wafer = Rp3.750

    • Permen = Rp2.850

    Cara menghitung:

        3.750
        2.850
        ------
        6.600

    Penjumlahan dilakukan mulai dari satuan, kemudian puluhan, ratusan, dan ribuan. Jika hasil pada suatu tempat mencapai 10 atau lebih, dilakukan teknik menyimpan ke tempat nilai berikutnya.

    4. Penjumlahan beberapa harga jajanan

    Contoh:

    • Keripik = Rp2.500

    • Wafer = Rp3.500

    • Biskuit = Rp4.000

        2.500
        3.500
        4.000
        ------
       10.000

    Jadi, jumlah harga seluruh jajanan adalah Rp10.000.Contoh kegiatan pembelajaran

    Guru dapat membuat “Toko Jajanan Kelas 3”.
    Siswa diberikan daftar atau gambar jajanan beserta harganya. Siswa memilih 2–4 jajanan, kemudian menghitung jumlah seluruh harga dengan cara bersusun ke bawah.

    Contoh daftar harga:

    JajananHarga
    KebabRp8.450
    BurgerRp5.452
    PempekRp3.500
    Ice creamRp5.675
    pancakeRp8.905

    Tantangan:
    “Jika Rani membeli kebab, burger, dan pempek, berapa uang yang harus dibayar Rani?”

        8.450
        5.452
        3.500
        ------
        17.402

    Jadi, Rani harus membayar Rp17.500.

    Kesimpulan:
    Penjumlahan bilangan sampai 10.000 dan lebih dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya untuk menghitung jumlah uang saat membeli beberapa jajanan. Dalam menghitung, kita harus menyusun angka sesuai nilai tempat dan dapat menggunakan teknik tanpa menyimpan maupun dengan menyimpan.

  1. Media / Alat Peraga

    • Powerpoint (PPT) Interaktif

    • Media Kantong Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan)

    • Kartu Gambar Soal Cerita

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  2. Latihan Soal ( belanja makanan) 
  3. Post Test

    1. Ibu menyiapakan 4250 kue bolu dan 3500 kue lapis untuk acara pengajian sekolah. Berapa jumlah kue yang disiapkan Ibu seluruhnya?

    2. Sebuah perpustakaan SD Al Azhar 2 memiliki 5680buku pelajaran dan mendapat kiriman buku baru sebanyak 2850 buku. Berapa total buku di perpustakaan sekarang?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Menyelesaikan soal cerita penjumlahan dapat dilakukan dengan memahami cerita, menentukan kata kunci penjumlahan, membuat kalimat matematika, dan menghitungnya menggunakan cara bersusun pendek sesuai nilai tempatnya (ribuan, satuan, puluhan, ratusan).

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat aktif dan gembira saat menggunakan media peraga kantong nilai tempat.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih teliti dalam mengoperasikan penjumlahan dengan teknik menyimpan pada nilai puluhan.

    • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik menunjukkan ketertarikan tinggi saat bekerja dalam kelompok menyelesaikan kartu cerita.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pendampingan lebih bagi murid yang belum menguasai teknik menyimpan.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

    Tindak Lanjut:
    Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan individu (remedial) menggunakan alat peraga benda konkret serta latihan tambahan secara bertahap.

Postingan 3 _Matematika,Senin 07 September 2026

 



 

🌞 Ceria Pagi: Menebar Kebaikan, Kejujuran, dan Disiplin!


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi dan semangat pagi, anak-anak hebat Kelas 3!

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat yang melimpah untuk kita semua dalam memulai pekan yang baru ini.

Hari ini adalah hari Senin, 07 September 2026. Hari Senin selalu menjadi awal yang spesial untuk membuka lembaran baru, melangkah dengan cita-cita baru, dan meraih prestasi terbaik!

Agar pembelajaran dan aktivitas kita sepekan ke depan berjalan lancar serta membawa berkah, yuk kita ingat bersama 3 Kunci Karakter Anak Hebat:
  1. Selalu Menebar Kebaikan
    Mulailah hari dengan senyuman dan sapaan yang santun kepada guru, orang tua, dan teman-teman. Kebaikan kecil seperti membantu teman atau mendoakan orang lain akan membuat hati kita bahagia.

  2. Jujur dalam Setiap Tindakan
    Kejujuran adalah perhiasan terbaik anak soleh dan solehah. Berbicaralah yang benar, kerjakan tugas dengan mandiri, dan beranilah mengakui kesalahan jika berbuat salah. Anak yang jujur pasti disayangi Allah dan dipercaya oleh semua orang.

  3. Disiplin Menjaga Waktu dan Aturan
    Hadir tepat waktu, memakai seragam yang rapi, serta menyimak pelajaran dengan tertib adalah bentuk disiplin diri. Anak yang disiplin hari ini sedang membangun jalan menuju sukses di masa depan.

Motivasi Hari Ini:
"Keberhasilan tidak diraih secara kebetulan, melainkan hasil dari latihan, kerja keras, kejujuran, dan disiplin yang kita lakukan setiap hari."
Anak-anak hebat, mari kita jalani hari Senin ini dengan penuh antusias, rasa ingin tahu yang tinggi, dan semangat pantang menyerah. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian dalam setiap pelajaran hari ini!

Selamat belajar dan beraktivitas, anak-anak juara!


A. IDENTITAS
  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 3 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Menyelesaikan Masalah Soal Cerita Penjumlahan Bilangan Cacah Sampai 1000

  6. Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

  7. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000; melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 (tanpa menyimpan dan dengan menyimpan); serta menganalisis dan menyelesaikan masalah kontekstual berupa soal cerita dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum:
    Peserta didik mampu menganalisis masalah kontekstual sehari-hari dalam bentuk soal cerita dan melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000, baik tanpa menyimpan maupun dengan menyimpan, secara tepat dan mandiri.

  2. TP Mindful, Meaningful, Joyful:

  • Mindful: Peserta didik secara teliti membaca kalimat soal cerita, menentukan informasi penting (diketahui dan ditanya), serta menentukan operasi hitung yang sesuai.

  • Meaningful: Peserta didik memahami bahwa kemampuan menjumlahkan bilangan sampai 1.000 sangat berguna untuk menyelesaikan kegiatan sehari-hari, seperti menghitung tabungan, barang belanjaan, atau jumlah benda.

  • Joyful: Peserta didik merasa senang dan antusias memecahkan teka-teki soal cerita kontekstual melalui diskusi kelompok yang interaktif.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
  1. Menganalisis kalimat soal cerita kontekstual penjumlahan sampai 1.000 untuk menemukan informasi "Diketahui" dan "Ditanya".

  2. Mengubah kalimat cerita menjadi kalimat matematika (model matematika).

  3. Melakukan operasi hitung penjumlahan susun pendek bilangan cacah sampai 1.000 (teknik tanpa menyimpan dan teknik menyimpan).

  4. Menyusun kalimat kesimpulan ("Jadi...") dari hasil penyelesaian soal cerita dengan tepat.

E. APERSEPSI 
Guru menyapa siswa dan membacakan sebuah cerita singkat kontekstual:
"Anak-anak hebat, di perpustakaan sekolah kita ada 235 buku cerita dan 142 buku ilmu pengetahuan. Berapa ya jumlah seluruh buku yang ada di perpustakaan tersebut? Bagaimana cara kita menghitungnya?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi penyelesaian soal cerita penjumlahan hari ini.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

📚 Materi Penjumlahan Bilangan Cacah sampai 1.000

1. Penjumlahan dengan Teknik Susun ke Bawah

Penjumlahan susun ke bawah dilakukan dengan menyusun angka berdasarkan nilai tempatnya:

Ratusan – Puluhan – Satuan

Contoh:

  243
+ 125
-----
  368

Caranya:

  • Satuan: 3 + 5 = 8

  • Puluhan: 4 + 2 = 6

  • Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi, 243 + 125 = 368.

2. Penjumlahan dengan Teknik Menyimpan

Jika hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat 10 atau lebih, kita melakukan penyimpanan ke nilai tempat berikutnya.

Contoh:

    1  ← simpan
  278
+ 156
-----
  434

Caranya:

  • Satuan: 8 + 6 = 14 → tulis 4, simpan 1 ke puluhan.

  • Puluhan: 7 + 5 + 1 = 13 → tulis 3, simpan 1 ke ratusan.

  • Ratusan: 2 + 1 + 1 = 4.

Jadi, 278 + 156 = 434.

🧑‍🏫 Papan Soal

A. Tanpa Menyimpan

1.    234
    + 125
    -----

2.    421
    + 137
    -----

3.    312
    + 246
    -----

4.    503
    + 214
    -----

5.    640
    + 129
    -----

B. Dengan Teknik Menyimpan

6.    278
    + 156
    -----

7.    365
    + 248
    -----

8.    487
    + 236
    -----

9.    596
    + 187
    -----

10.   675
    + 248
    -----


  1. Langkah Aktivitas Pembelajaran

  • Diskusi Kelompok: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

  • Tantangan Detektif Matematika: Setiap kelompok mendapatkan amplop soal cerita kontekstual.

  • Pengerjaan & Diskusi: Peserta didik mendiskusikan langkah pengerjaan pada papan LKS.

  • Presentasi: Kelompok mempresentasikan langkah penyelesaian soal di depan kelas.

  1. Video Pembelajaran
  • Link Video Youtube: Cara Mudah Menyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan Kelas 3 SD (isi dengan URL video referensi)

  1. Media / Alat Peraga
  • Kartu Soal Cerita Kontekstual

  • Papan Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan)

  • Kantong Ajaib Penjumlahan (Media Menyimpan)

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
  1. Kesimpulan
    Menganalisis soal cerita dilakukan dengan mencari informasi yang diketahui dan ditanya. Penjumlahan bersusun pendek memudahkan kita menghitung bilangan cacah sampai 1.000, baik teknik tanpa menyimpan maupun teknik menyimpan.

  2. Refleksi
  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik antusias saat berdiskusi memecahkan soal cerita dalam kelompok.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih lupa menambahkan angka yang disimpan pada penjumlahan bersusun.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif bertanya saat menyusun kalimat kesimpulan "Jadi...".

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan rutin 2 soal cerita pemanasan sebelum memulai pelajaran Matematika.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
  • Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas :0 peserta didik

Tindak Lanjut: Bagi peserta didik yang belum tuntas diberikan remedial dengan media blok Dienes / papan nilai tempat. Bagi yang tuntas diberikan pengayaan berupa soal cerita bertingkat (penjumlahan 3 bilangan).
Dokumentasi kegiatan daring hari ini

Postingan 2_ Bahasa Indonesia , Senin 07 Sept 2026




 

🌞 Ceria Pagi: Menebar Kebaikan, Kejujuran, dan Disiplin!


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi dan semangat pagi, anak-anak hebat Kelas 3!

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat yang melimpah untuk kita semua dalam memulai pekan yang baru ini.

Hari ini adalah hari Senin, 07 September 2026. Hari Senin selalu menjadi awal yang spesial untuk membuka lembaran baru, melangkah dengan cita-cita baru, dan meraih prestasi terbaik!

Agar pembelajaran dan aktivitas kita sepekan ke depan berjalan lancar serta membawa berkah, yuk kita ingat bersama 3 Kunci Karakter Anak Hebat:

  1. Selalu Menebar Kebaikan
    Mulailah hari dengan senyuman dan sapaan yang santun kepada guru, orang tua, dan teman-teman. Kebaikan kecil seperti membantu teman atau mendoakan orang lain akan membuat hati kita bahagia.

  2. Jujur dalam Setiap Tindakan
    Kejujuran adalah perhiasan terbaik anak soleh dan solehah. Berbicaralah yang benar, kerjakan tugas dengan mandiri, dan beranilah mengakui kesalahan jika berbuat salah. Anak yang jujur pasti disayangi Allah dan dipercaya oleh semua orang.

  3. Disiplin Menjaga Waktu dan Aturan
    Hadir tepat waktu, memakai seragam yang rapi, serta menyimak pelajaran dengan tertib adalah bentuk disiplin diri. Anak yang disiplin hari ini sedang membangun jalan menuju sukses di masa depan.

Motivasi Hari Ini:

"Keberhasilan tidak diraih secara kebetulan, melainkan hasil dari latihan, kerja keras, kejujuran, dan disiplin yang kita lakukan setiap hari."

Anak-anak hebat, mari kita jalani hari Senin ini dengan penuh antusias, rasa ingin tahu yang tinggi, dan semangat pantang menyerah. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian dalam setiap pelajaran hari ini!

Selamat belajar dan beraktivitas, anak-anak juara!


A. IDENTITAS
  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 3 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Mengamati Gambar Ilustrasi Aktivitas di Laut & Mengidentifikasi Jenis Profesi

  6. Model Pembelajaran : Observation & Discussion (Pengamatan Gambar & Diskusi)

  7. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami informasi dari bacaan dan gambar ilustrasi tentang kehidupan sehari-hari dan profesi; mengidentifikasi detail informasi, ciri-ciri, serta jenis profesi yang beraktivitas di laut; serta mengomunikasikan hasil pengamatan secara lisan dan tertulis dengan santun.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. TP Umum:
    Peserta didik mampu mengidentifikasi detail jenis profesi dan bentuk aktivitas yang bekerja di laut melalui pengamatan gambar ilustrasi secara cermat dan santun.

  2. TP Mindful, Meaningful, Joyful:
  • Mindful: Peserta didik secara fokus dan teliti mengamati setiap elemen detail pada gambar ilustrasi (pakaian, alat kerja, dan objek sekitar).

  • Meaningful: Peserta didik memahami pentingnya peran setiap profesi di laut dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelestarian alam.

  • Joyful: Peserta didik merasa senang dan bersemangat saat melakukan kegiatan "Detektif Gambar" bersama teman-teman di kelas.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
  1. Mengamati gambar ilustrasi suasana dan aktivitas kerja di wilayah laut/pesisir.

  2. Mengidentifikasi ciri-ciri khusus, perlengkapan, dan jenis profesi yang bekerja di laut (seperti nelayan, nahkoda, penyelam/peneliti laut, dan penjaga pantai).

  3. Menyusun kalimat deskripsi sederhana tentang tugas masing-masing profesi berdasarkan hasil pengamatan gambar.

  4. Menceritakan kembali hasil identifikasi gambar profesi di depan kelas dengan bahasa yang santun dan jelas.

E. APERSEPSI 
Guru menampilkan sebuah gambar ilustrasi besar suasana laut yang ramai dengan kapal dan berbagai orang yang sedang bekerja, lalu bertanya:
"Anak-anak hebat, coba perhatikan gambar di papan tulis! Siapa saja ya orang-orang yang sedang bekerja di atas laut dan di dalam air itu? Apa saja alat yang mereka bawa?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi pengamatan gambar profesi laut.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. 🌊 Ringkasan Materi: Profesi yang Bekerja di Laut

    Laut merupakan tempat yang luas dan memiliki banyak sumber daya. Banyak orang bekerja di laut untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membantu masyarakat. Setiap profesi memiliki tugas, alat, dan tanggung jawab yang berbeda.

    1. Nelayan

    Nelayan adalah orang yang bekerja menangkap ikan dan hasil laut lainnya.

    Aktivitas: menangkap ikan, mencari kerang, dan mengambil hasil laut.
    Alat: perahu, jaring, pancing, ember, dan alat navigasi.

    2. Nakhoda

    Nakhoda adalah orang yang memimpin dan mengendalikan kapal.

    Aktivitas: mengemudikan kapal, menentukan arah perjalanan, dan menjaga keselamatan penumpang serta awak kapal.
    Alat: kemudi, peta laut, kompas, dan alat komunikasi.

    3. Penyelam

    Penyelam adalah orang yang melakukan kegiatan di bawah permukaan laut.

    Aktivitas: menyelam, mengamati kehidupan laut, mencari benda di bawah air, atau membantu pekerjaan tertentu.
    Alat: pakaian selam, masker, tabung oksigen, dan kaki katak.

    4. Petugas Penjaga Laut

    Petugas penjaga laut bertugas menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah laut.

    Aktivitas: melakukan patroli, membantu orang yang mengalami kecelakaan di laut, dan menjaga agar laut tetap aman.
    Alat: kapal patroli, pelampung, alat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan.

    5. Pentingnya Menghargai Profesi

    Setiap pekerjaan memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Kita harus menghargai semua profesi, termasuk orang-orang yang bekerja di laut. Kita dapat menghargainya dengan bersikap sopan, tidak meremehkan pekerjaan orang lain, dan mengucapkan terima kasih atas jasa mereka.

    ⭐ Kesimpulan

    Profesi yang bekerja di laut antara lain nelayan, nakhoda, penyelam, dan petugas penjaga laut. Mereka memiliki tugas dan perlengkapan yang berbeda. Semua pekerjaan tersebut penting dan harus kita hargai.

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Orang yang bekerja menangkap ikan di laut disebut ....
      a. nakhoda
      b. nelayan
      c. penyelam

    2. Orang yang memimpin sebuah kapal disebut ....
      a. nakhoda
      b. nelayan
      c. petugas keamanan

    3. Alat yang biasa digunakan nelayan untuk menangkap ikan adalah ....
      a. jaring
      b. pensil
      c. penggaris

    4. Penyelam melakukan aktivitas di ....
      a. udara
      b. bawah permukaan laut
      c. dalam kelas

    5. Salah satu perlengkapan penyelam adalah ....
      a. tabung oksigen
      b. payung
      c. buku tulis

    6. Tugas utama nakhoda adalah ....
      a. menangkap ikan
      b. mengemudikan dan memimpin kapal
      c. menjual ikan di pasar

    7. Petugas penjaga laut bertugas untuk ....
      a. menjaga keamanan laut
      b. membuat kapal mainan
      c. memasak di rumah

    8. Salah satu alat yang digunakan petugas penjaga laut adalah ....
      a. kapal patroli
      b. sepeda
      c. papan tulis

    9. Sikap kita terhadap orang yang bekerja di laut sebaiknya ....
      a. meremehkan
      b. menghargai
      c. mengejek

    10. Mengapa kita harus menghargai profesi yang bekerja di laut?
      a. Karena semua profesi memiliki manfaat bagi kehidupan.
      b. Karena semua orang harus bekerja di laut.
      c. Karena bekerja di laut itu mudah.


  2. Video Pembelajaran
  • Link Video Youtube: Mengenal Berbagai Profesi Hebat yang Bekerja di Laut (isi dengan URL video referensi)

  1. Media / Alat Peraga
  • Gambar Ilustrasi / Poster Besar "Aktivitas di Laut"

  • Lembar Kerja Pengamatan "Detektif Gambar"

  • Kartu Gambar Profesi & Kartu Alat Kerja

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
  1. Kesimpulan
    Mengamati gambar ilustrasi secara detail membantu kita memahami informasi tentang berbagai jenis profesi yang bekerja di laut beserta tugas dan perlengkapannya. Setiap profesi di laut memiliki peran penting yang harus kita hargai.

  2. Refleksi
  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias berperan menjadi "Detektif Gambar" dan teliti menemukan detail objek pada gambar.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih tertukar antara profesi penyelam tradisional dan peneliti bawah laut.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif berdiskusi dalam kelompok dan berebut ingin maju mempresentasikan hasil pengamatan.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Pajang lembar kerja "Detektif Gambar" hasil karya siswa di sudut baca kelas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
  • Jumlah peserta didik tuntas :25 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

Tindak Lanjut: Bagi peserta didik yang belum tuntas diberikan pendampingan mendeskripsikan gambar profesi secara individu. Bagi yang tuntas diberikan pengayaan berupa tugas mewarnai dan melengkapi cerita ilustrasi profesi cita-citaku.
Dokumentasi kegiatan hari ini :

Postingan 1 _ Seni Rupa, Senin 07 Sept 2026

 




 

🌞 Ceria Pagi: Menebar Kebaikan, Kejujuran, dan Disiplin!


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi dan semangat pagi, anak-anak hebat Kelas 3!

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat yang melimpah untuk kita semua dalam memulai pekan yang baru ini.

Hari ini adalah hari Senin, 07 September 2026. Hari Senin selalu menjadi awal yang spesial untuk membuka lembaran baru, melangkah dengan cita-cita baru, dan meraih prestasi terbaik!

Agar pembelajaran dan aktivitas kita sepekan ke depan berjalan lancar serta membawa berkah, yuk kita ingat bersama 3 Kunci Karakter Anak Hebat:
  1. Selalu Menebar Kebaikan
    Mulailah hari dengan senyuman dan sapaan yang santun kepada guru, orang tua, dan teman-teman. Kebaikan kecil seperti membantu teman atau mendoakan orang lain akan membuat hati kita bahagia.

  2. Jujur dalam Setiap Tindakan
    Kejujuran adalah perhiasan terbaik anak soleh dan solehah. Berbicaralah yang benar, kerjakan tugas dengan mandiri, dan beranilah mengakui kesalahan jika berbuat salah. Anak yang jujur pasti disayangi Allah dan dipercaya oleh semua orang.

  3. Disiplin Menjaga Waktu dan Aturan
    Hadir tepat waktu, memakai seragam yang rapi, serta menyimak pelajaran dengan tertib adalah bentuk disiplin diri. Anak yang disiplin hari ini sedang membangun jalan menuju sukses di masa depan.

Motivasi Hari Ini:
"Keberhasilan tidak diraih secara kebetulan, melainkan hasil dari latihan, kerja keras, kejujuran, dan disiplin yang kita lakukan setiap hari."
Anak-anak hebat, mari kita jalani hari Senin ini dengan penuh antusias, rasa ingin tahu yang tinggi, dan semangat pantang menyerah. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian dalam setiap pelajaran hari ini!

Selamat belajar dan beraktivitas, anak-anak juara!

A. IDENTITAS
  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 3 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Latihan Soal Gambar Cerita & Apresiasi Santun

  6. Model Pembelajaran : Evaluation & Reflection (Latihan Soal & Pembahasan)

  7. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami unsur-unsur gambar cerita, mengidentifikasi langkah-langkah mempresentasikan karya, serta menerapkan cara memberikan apresiasi yang santun dan positif terhadap karya teman sebaya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. TP Umum:
    Peserta didik mampu mengukur pemahaman materi gambar cerita dan keterampilan mengapresiasi karya melalui penyelesaian latihan soal secara jujur dan mandiri.

  2. TP Mindful, Meaningful, Joyful:
  • Mindful: Peserta didik secara teliti dan tenang membaca serta menganalisis setiap soal sebelum memilih jawaban.

  • Meaningful: Peserta didik memahami bahwa latihan soal membantu memperkuat ingatan tentang pentingnya bersikap santun saat menilai karya orang lain.

  • Joyful: Peserta didik merasa senang dan percaya diri dalam menyelesaikan soal-soal variatif yang dilengkapi gambar dan contoh situasi.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
  1. Menganalisis konsep gambar cerita, tokoh, dan pilihan warna melalui soal pilihan ganda.

  2. Mengidentifikasi kalimat presentasi dan kalimat apresiasi santun yang tepat berdasarkan situasi.

  3. Menyusun contoh kalimat apresiasi dan langkah presentasi secara tertulis pada soal uraian.

  4. Mengevaluasi hasil jawaban bersama guru dan merefleksikan sikap santun dalam mengapresiasi.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan memberikan kuis kilat lisan: "Anak-anak hebat, kalau gambar cerita teman kita sangat indah, apa yang sebaiknya kita ucapkan?" Guru mengaitkan respon siswa dengan kesiapan mereka dalam menghadapi latihan soal hari ini.

F. PEMBAHASAN 

🎨 Ringkasan Materi Seni Rupa 

Gambar Cerita

1. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menceritakan suatu kejadian atau peristiwa sehingga orang yang melihatnya dapat memahami isi cerita.

Contoh gambar cerita:

  • Gambar tentang kegiatan di sekolah.

  • Gambar anak sedang bermain.

  • Gambar tentang menjaga kebersihan.

  • Gambar cerita dalam buku dongeng atau komik.

2. Fungsi Gambar Cerita

Gambar cerita memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  1. Memperjelas isi cerita.

  2. Membuat cerita lebih menarik.

  3. Membantu pembaca memahami suatu peristiwa.

  4. Menghibur orang yang melihatnya.

  5. Menyampaikan pesan atau nasihat melalui gambar.

3. Ciri-Ciri Gambar Cerita

Gambar cerita biasanya:

  • Menggambarkan suatu peristiwa.

  • Memiliki tokoh.

  • Menunjukkan kegiatan atau kejadian.

  • Memiliki latar tempat atau suasana.

  • Disusun sesuai urutan cerita.

  • Dapat disertai tulisan atau dialog.

4. Langkah-Langkah Membuat Gambar Cerita

Berikut langkah mudah membuat gambar cerita:

1. Menentukan tema
Contoh: Menjaga Kebersihan Sekolah.

2. Menentukan cerita
Misalnya, siswa membersihkan kelas bersama-sama.

3. Membuat sketsa
Gambarkan tokoh, tempat, dan kegiatan menggunakan pensil.

4. Menyempurnakan gambar
Perjelas bentuk tokoh, benda, dan lingkungan.

5. Mewarnai gambar
Gunakan warna yang sesuai agar gambar terlihat menarik.

6. Menambahkan tulisan atau dialog jika diperlukan.

5. Contoh Urutan Gambar Cerita

Tema: Menolong Teman

🖼️ Gambar 1 → Seorang teman terjatuh.
🖼️ Gambar 2 → Temannya datang membantu.
🖼️ Gambar 3 → Mereka saling tersenyum.
🖼️ Gambar 4 → Mereka melanjutkan kegiatan bersama.

Pesan: Kita harus saling menolong dan peduli kepada teman.

 Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

1. Gambar yang digunakan untuk menceritakan suatu peristiwa disebut ....
A. gambar hias
B. gambar cerita
C. gambar pola
D. gambar dekorasi

2. Salah satu fungsi gambar cerita adalah ....
A. memperjelas isi cerita
B. membuat cerita menjadi sulit dipahami
C. menghilangkan tokoh
D. menghapus pesan cerita

3. Langkah pertama dalam membuat gambar cerita adalah ....
A. mewarnai
B. membuat bingkai
C. menentukan tema
D. menghapus gambar

4. Gambar cerita sebaiknya dibuat berdasarkan ....
A. urutan kejadian
B. warna kesukaan saja
C. ukuran kertas
D. alat gambar

5. Sebelum mewarnai, sebaiknya kita membuat ....
A. sketsa
B. bingkai
C. tulisan panjang
D. sampul

6. Tokoh dalam gambar cerita adalah ....
A. tempat terjadinya cerita
B. orang atau makhluk yang mengalami kejadian
C. warna gambar
D. alat menggambar

7. Agar gambar cerita terlihat menarik, kita dapat ....
A. menghapus semua gambar
B. memberikan warna yang sesuai
C. menggambar tanpa tema
D. menggunakan satu garis saja

8. Gambar cerita dapat ditemukan dalam ....
A. buku cerita
B. buku kosong
C. penggaris
D. tempat pensil

9. Gambar yang menunjukkan anak-anak sedang membersihkan kelas memiliki tema ....
A. olahraga
B. kebersihan
C. liburan
D. perdagangan

10. Pesan yang terdapat dalam sebuah gambar cerita disebut ....
A. amanat
B. sketsa
C. warna
D. Garis 

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
  1. Kesimpulan
    Mengerjakan latihan soal membantu mengukur sejauh mana peserta didik memahami unsur gambar cerita dan penerapan sikap santun dalam berinteraksi saat presentasi maupun apresiasi karya.

  2. Refleksi
  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik mengerjakan latihan soal dengan tertib dan tenang.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih perlu dibimbing dalam menyusun kalimat uraian yang lengkap dan runut.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik antusias saat mendiskusikan kunci jawaban bersama guru.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan umpan balik langsung pada lembar kerja siswa.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas :25 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas 0 peserta didik

Tindak Lanjut: Bagi peserta didik yang belum tuntas dilakukan remedial pendampingan kognitif. Bagi peserta didik yang tuntas diberikan pengayaan berupa tugas membuat 1 kartu apresiasi kreatif untuk teman.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 2 _ Seni Rupa , Jumat, 04 Sept 2026

 



 
Jumat Berkah: Menjaga Kebersihan, Menumbuhkan Kepedulian, dan Menyemai Nilai Ibadah!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi dan semangat pagi, anak-anak hebat Kelas 3!

Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena kita telah dipertemukan kembali dengan hari Jumat, 04 September 2026. Hari Jumat adalah Sayyidul Ayyam (penghulu segala hari) yang penuh keberkahan dan keutamaan bagi kita semua.

Untuk menyambut indahnya hari Jumat Berkah ini, yuk kita ingat bersama 4 Amalan dan Karakter Anak Soleh-Solehah:

  1. Menjaga Kebersihan Diri (Kuku & Gigi)
    Kesucian dan kebersihan adalah sebagian dari iman. Sebelum berangkat atau beraktivitas, pastikan kuku jari kita sudah dipotong rapi dan bersih, serta selalu rajin menggosok gigi agar mulut sehat dan napas terasa segar.

  2. Meningkatkan Kepedulian Sesama
    Hari Jumat adalah momen indah untuk berbagi dan peduli. Luangkan waktu untuk membantu teman, berbagi rezeki melalui infak/sedekah Jumat, dan senantiasa bersikap ramah kepada siapa saja.

  3. Menjaga Sholat & Istiqomah Murojaah
    Jangan lupa untuk selalu mendirikan sholat tepat waktu dan menyempatkan murojaah (mengulang hafalan) surah-surah pendek Al-Qur'an. Hati yang tertaut pada sholat dan Al-Qur'an akan selalu tenang dan berada dalam lindungan Allah SWT.

  4. Karakter Santun & Disiplin
    Tetap gunakan 4 kata ajaib (tolong, terima kasih, maaf, permisi) dalam berkomunikasi dan jaga kedisiplinan diri di mana pun berada.


Motivasi Hari Ini:

"Kebersihan mencerminkan jiwa yang mulia, sholat memancarkan cahaya di dalam dada, dan murojaah menjaga Al-Qur'an di dalam jiwa. Jadikan setiap detik di hari Jumat sebagai tabungan kebaikanmu."

Anak-anak hebat, mari kita isi hari Jumat ini dengan melipatgandakan ibadah, menebar senyum kepedulian, dan semangat menuntut ilmu. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi pencerah yang cerdas dan berakhlak mulia!

Selamat belajar dan meraih keberkahan, anak-anak juara!


A. IDENTITAS
  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 3 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Apresiasi Karya Gambar Cerita (Mempresentasikan & Mengapresiasi Karya Santun)

  6. Model Pembelajaran : Presentation & Peer Review (Presentasi & Unjuk Kerja)

  7. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan merespons unsur-unsur rupa pada karya gambar cerita; mempresentasikan hasil karya pribadi secara percaya diri; serta memberikan respon atau apresiasi yang positif, jujur, dan santun terhadap karya teman sebaya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. TP Umum:
    Peserta didik mampu mempresentasikan karya gambar cerita buatan sendiri di depan kelas serta memberikan apresiasi dan tanggapan secara santun kepada karya teman dengan rasa percaya diri.

  2. TP Mindful, Meaningful, Joyful:
  • Mindful: Peserta didik secara sadar memperhatikan detail karya teman dan memilih kata-kata pujian atau saran yang santun saat berbicara.

  • Meaningful: Peserta didik memahami bahwa mengapresiasi karya orang lain adalah bentuk penghormatan terhadap usaha, ide, dan kreativitas sesama teman.

  • Joyful: Peserta didik merasa gembira, dihargai, dan bangga saat memamerkan karya seni lukis/gambarnya di hadapan teman-teman.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
  1. Menganalisis unsur-unsur dalam gambar cerita (tokoh, alur cerita singkat, dan pilihan warna).

  2. Memeragakan cara mempresentasikan karya gambar cerita sendiri dengan kalimat yang jelas dan penuh percaya diri.

  3. Mengidentifikasi kalimat apresiasi yang santun ("Saya suka warnanya karena...", "Gambarmu bagus sekali pada bagian...").

  4. Menampilkan presentasi karya dan saling memberikan apresiasi positif antar teman di depan kelas.
E. APERSEPSI 
Guru menampilkan sebuah gambar cerita karya siswa dan mengajukan dua contoh kalimat tanggapan:
  • Kalimat 1: "Gambar kamu jelek, warnanya berantakan!"

  • Kalimat 2: "Gambarmu bagus sekali! Saya suka warna langitnya yang cerah. Mungkin lain kali gambarnya bisa ditambah pohon."
Guru bertanya: "Anak-anak hebat, jika kamu menjadi pembuat gambar, kalimat mana yang membuat hatimu senang dan bersemangat? Mengapa penting memberikan pujian dan saran yang santun kepada teman?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi apresiasi seni rupa.

F. PEMBAHASAN SINGKAT
  1. Pengertian Apresiasi Karya Seni Rupa
    Apresiasi adalah kegiatan menilai, menghargai, dan menikmati suatu karya seni. Dalam gambar cerita, apresiasi dilakukan dengan melihat kesesuaian gambar dengan cerita, keindahan warna, serta kebersihan karya.

  2. Tata Cara Mempresentasikan Gambar Cerita Sendiri
  • Salam & Perkenalan: Menyapa teman-teman dengan ramah.

  • Menceritakan Tokoh & Alur: Menjelaskan siapa tokoh dalam gambar dan apa yang sedang terjadi.

  • Menjelaskan Pilihan Warna: Menyebutkan alasan memilih warna tertentu.

  1. Cara Memberikan Apresiasi Santun kepada Teman

  • Pujian Jujur: Sebutkan bagian yang paling disukai (misal: "Saya suka cara kamu menggambar ekspresi tokohnya.").

  • Saran yang Membangun: Gunakan kata santun jika memberi masukan (misal: "Akan lebih bagus lagi kalau warnanya dipertebal sedikit.").

  • Ucapan Terima Kasih: Pemilik karya mengucapkan terima kasih atas tanggapan yang diberikan.
  1. Langkah Aktivitas Pembelajaran
  • Persiapan Pameran Mini: Peserta didik memajang karya gambar ceritanya di meja masing-masing.

  • Presentasi Singkat: Beberapa perwakilan peserta didik maju ke depan membawa gambarnya.

  • Sesi Tanggapan (Apresiasi): Teman sekelas memberikan tanggapan menggunakan "Kartu Bintang Apresiasi".

  • Refleksi Bersama: Guru memandu apresiasi umum dan memberikan penguatan.

  1. Video Pembelajaran
  • Link Video Youtube: Cara Mengapresiasi Karya Seni Rupa dengan Bahasa Santun (isi dengan URL video referensi)

  1. Media / Alat Peraga

  • Karya Gambar Cerita buatan peserta didik

  • Kartu Bintang Apresiasi / Sticker Smile

  • Papan Pajangan Karya (Display Board)

  1. Post Test (Soal Latihan)

A. Pilihan Ganda
  1. Ketika temanmu selesai mempresentasikan gambar ceritanya di depan kelas, sikap santun yang harus kita lakukan adalah...
    a. Tertawa keras
    b. Bertepuk tangan dan memberikan tanggapan yang sopan
    c. Mengkritik dengan kata-kata kasar
    d. Pura-pura tidak melihat

  2. Kalimat pujian santun yang tepat untuk gambar cerita teman yang warnanya sangat cerah adalah...
    a. "Gambarmu biasa saja, tidak ada yang spesial."
    b. "Wah, pemilihan warnanya sangat indah dan cerah! Saya suka sekali."
    c. "Kenapa kamu pakai warna itu? Kurang bagus."
    d. "Gambar saya jauh lebih bagus dari gambar ini."

  3. Sikap yang baik saat menerima kritik atau masukan santun dari teman adalah...
    a. Marah dan menangis
    b. Membalas mengejek karya teman
    c. Mengucapkan terima kasih atas masukannya
    d. Merobek gambar sendiri

B. Uraian
  1. Tuliskan 2 contoh kalimat apresiasi santun yang bisa kamu ucapkan kepada temanmu yang pandai menggambar!

  2. Sebutkan 3 hal yang perlu disampaikan saat kamu mempresentasikan karya gambar ceritamu sendiri!
G. KESIMPULAN / REFLEKSI
  1. Kesimpulan
    Mempresentasikan gambar cerita melatih keberanian dan rasa percaya diri. Sementara itu, memberikan apresiasi yang santun mengajarkan kita untuk saling menghargai karya orang lain dan menciptakan suasana kelas yang saling mendukung.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat bangga dan antusias saat menunjukkan karya gambarnya di depan kelas.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih canggung atau malu-malu saat harus memberikan tanggapan lisan kepada teman.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif memberikan sticker smile dan masukan positif pada karya temannya.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Menempelkan hasil karya dan kartu apresiasi di mading kelas sebagai bentuk penghargaan.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas :24 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 1… peserta didik

Tindak Lanjut: Bagi peserta didik yang belum tuntas/masih malu diberikan pendampingan khusus saat presentasi dalam kelompok kecil. Bagi yang tuntas diberikan peran sebagai "Duta Apresiasi" untuk memandu jalannya sesi diskusi karya.
Dokumebtasi kegiatan hari ini