RSS

Senin, 03 Ahustus 2026_3A


Hari : Senin, 3 Agustus 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat Kelas 3!

Hari Senin adalah awal dari perjalanan belajar kita minggu ini. Mari kita awali hari dengan senyum, doa, dan semangat. Datanglah ke sekolah tepat waktu, hormati guru, sayangi teman, dan ikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh.

Ingatlah, setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut jika belum bisa, karena anak yang hebat adalah anak yang mau belajar, berusaha, dan pantang menyerah.

Jangan lupa:
🌼 Beribadah dengan khusyuk.
🌼 Berkata jujur dan sopan kepada semua orang.
🌼 Rajin belajar dan mengerjakan tugas.
🌼 Menolong teman yang membutuhkan.
🌼 Selalu bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.

Pesan Hari Senin:

"Langkah kecil yang dilakukan setiap hari akan membawa kita menuju cita-cita yang besar. Belajarlah dengan hati, beribadahlah dengan ikhlas, dan berakhlaklah dengan baik. InsyaAllah, masa depan yang indah telah menanti."


Mapel Seni Rupa

Tujuan pembelajaran hari ini peserta didik mengamati karya dan mengenal warna primer sekunder dan tersier

1. Mengenal Warna

Warna membuat dunia di sekitar kita menjadi indah dan ceria! Dalam seni rupa, warna dibagi menjadi beberapa kelompok:

A. Warna Primer (Warna Dasar)

Warna primer adalah warna dasar yang tidak bisa dibuat dari campuran warna lain. Semua warna lain berasal dari warna primer.

  • Merah πŸ”΄

  • Kuning 🟑

  • Biru πŸ”΅

B. Warna Sekunder (Warna Campuran)

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan takaran yang sama.

  • Merah + Kuning = Jingga / Oranye 🟠

  • Kuning + Biru = Hijau 🟒

  • Biru + Merah = Ungu 🟣

2. Media Gambar dan Melukis

Media adalah alat dan bahan yang digunakan untuk membuat karya seni rupa. Media dibagi menjadi dua jenis berdasarkan sifat basah dan keringnya.

A. Media Kering

Media yang digunakan tanpa perlu dicampur dengan air atau minyak.

  • Pensil Warna: Cocok untuk menggambar detail kecil.

  • Krayon / Pas-tel: Memiliki warna yang pekat dan mudah dibaurkan.

  • Spidol: Memberikan garis yang tegas dan warna yang terang.

  • Kertas Gambar: Bidang datar tempat menggambar.

B. Media Basah

Media yang butuh cairan (air atau minyak) agar bisa digunakan.

  • Cat Air (Watercolour): Menggunakan air sebagai pengencernya, hasilnya halus.

  • Cat Asturo / Cat Poster: Warna lebih pekat dan tebal.

  • Kuas: Alat untuk mengaplikasikan cat ke media.

  • Palet: Wadah untuk menampung dan mencampur cat.

3. Metode dan Teknik Menggambar/Melukis

Ada banyak cara (metode) untuk menciptakan warna dan gambar yang menarik:

A. Teknik Usap Abur (Gradasi)

Mengusap warna krayon dari yang paling gelap ke warna yang lebih terang menggunakan jari.

  • Langkah: Warnai bagian pinggir dengan warna tua (misal: Merah), lalu sambung dengan warna muda (Kuning). Usap batas warnanya dengan jari agar menyatu dengan halus.

B. Teknik Percik (Cipratan)

Membuat efek bintik-bintik warna menggunakan sikat gigi bekas dan sisir.

  • Langkah: Celupkan sikat gigi bekas ke dalam cat air, lalu gesekkan sikat pada sisir di atas kertas.

C. Teknik Cetak / Cap (Fingerprint & Stamp)

Membuat gambar menggunakan cetakan dari bahan sekitar.

  • Bahan Alami: Pelepah pisang, kentang yang diukir, atau daun.

  • Bagian Tubuh: Jari tangan (finger painting).

Ringkasan Singkat

KategoriContoh
Warna PrimerMerah, Kuning, Biru
Warna SekunderHijau, Oranye, Ungu
Media KeringKrayon, Pensil Warna, Spidol
Media BasahCat Air, Cat Poster
Teknik KerenUsap Abur, Cipratan (Percik), Cap/Cetak


Mapel B. Indonesia 

Tujuan Pembelajaran hari ini kita akan belajar membaca teks secara fasih menemukan kosakata baru serta memahami arti dengan tepat

 Materi Pembelajaran: Bahasa Indonesia 

1. Membaca Teks Secara Fasih

Membaca fasih artinya membaca dengan ancar, jelas, tidak terbata-bata, serta memperhatikan  tanda baca dan intonasi yang tepat.

Aturan Membaca Fasih:

1. Lafal yang Jelas: Mengucapkan setiap kata dengan artikulasi yang benar.

2. Intonasi yang Sesuai:

* Tanda Titik (`.`): Berhenti agak lama.

* Tanda Koma (`,`): Berhenti sejenak untuk mengambil napas.

* Tanda Tanya (`?`): Membaca dengan nada bertanya.

* Tanda Seru (`!`): Membaca dengan nada tegas atau penuh semangat.


3. Kecepatan Membaca: Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

 2. Menemukan dan Memahami Kosakata Baru

Saat membaca cerita atau bacaan, kita sering menemukan **kata-kata baru** yang belum pernah kita dengar sebelumnya.

 Langkah Memahami Arti Kata Baru:

1. Tandai atau garis bawahi kata yang belum dipahami.

2. Bacalah kalimat di sekitar kata tersebut untuk menebak artinya.

3. Gunakan **Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)** atau tanyakan kepada guru/orang tua.

 3. Teks Bacaan

Mari membaca teks berikut dengan fasih!


>  Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

> Hari Sabtu, siswa kelas 3 SD Nusantara melaksanakan kegiatan kerja bakt. Mereka bekerja sama membersihkan halaman sekolah.

> Andi dan Budi bertugas menyapu dedaunan gugur yang berserakan. Siti dan Lani sibuk menyiram tanaman bunga agar tumbuh  subur. Sementara itu, Dedi mengumpulkan sampah organik dan anorganik lalu membuangnya ke tempat penampungan. 

> Setelah semua pekerjaan selesai, lingkungan sekolah menjadi sangat asridan bersih. Seluruh siswa merasa gembira karena dapat belajar di tempat yang nyaman.

 4. Kosakata Baru dan Artinya


Dari teks di atas, berikut adalah beberapa kosakata baru beserta artinya:

Kosakata Baru | Arti Kata / Makna 

| **Kerja Bakti** Kegiatan bekerja bersama-sama untuk kepentingan umum tanpa mendapat upah. 

| **Subur** | Dapat tumbuh dengan baik dan segar (tentang tanaman). 

| **Organik** | Sampah yang berasal dari makhluk hidup dan mudah membusuk (contoh: daun, sisa makanan). 

| **Anorganik** | Sampah yang tidak mudah membusuk (contoh: plastik, kaleng). 

| **Asri** | Indah, sedap dipandang mata, dan segar. 

 5. Media dan Metode Pembelajaran

 A. Media Pembelajaran

1. Kartu Kata (Flashcard):Kartu berisi kosakata baru di bagian depan dan artinya/gambarnya di bagian belakang.

2. **Teks Bacaan Berwarna (Color Coded Text):*Teks yang diberi warna berbeda pada tanda baca dan kosakata baru.

3. Kamus Anak / KBBI Digital: Alat bantu mencari arti kata secara interaktif.

B. Metode Pembelajaran

1. Metode *Read Aloud* (Membaca Nyaring):** Guru mencontohkan membaca fasih, kemudian siswa menirukan bersama-sama.

2. Metode *Round Robin* (Membaca Bergiliran):Tiap siswa membaca satu kalimat secara bergantian sesuai urutan duduk.

3. Permainan "Detektif Kata": Siswa diminta mencari kata rahasia (kosakata baru) di dalam teks dan menebak artinya secara berpasangan.


6. Latihan Soal

 Pilihan Ganda

*Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Saat menemukan tanda koma (`,`) dalam bacaan, sikap kita yang benar adalah ...

* a. Berhenti lama

* b. Berhenti sejenak

* c. Membaca lebih cepat

* d. Terus membaca tanpa berhenti


2. Lingkungan sekolah terasa sangat asri setelah dibersihkan. Arti kata asri adalah ...

* a. Kotor dan berdebu

* b. Indah, segar, dan sedap dipandang

* c. Gelap dan menakutkan

* d. Panas dan gersang

3. Contoh sampah **organik** adalah ...

* a. Botol plastik

* b. Kaleng bekas

* c. Daun kering

* d. Kantong kresek

4. Kegiatan bekerja bersama-sama untuk kepentingan bersama tanpa mengharapkan imbalan dinamakan ...

* a. Kerja bakti

* b. Pameran

* c. Ujian

* d. Pentas seni

5. Tanaman yang diberi pupuk dan disiram secara teratur akan tumbuh dengan subur. Kata subur  berarti ...

* a. Layu dan kering

* b. Tumbuh dengan baik dan segar

* c. Berwarna kuning

* d. Mati dan membusuk

 Bagian B: Isian

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

1. Agar dapat memahami arti dari kosakata baru, kita bisa mencarinya di dalam buku ...

2. Apabila membaca kalimat yang diakhiri tanda tanya (`?`), kita membaca dengan nada ...

3. Sampah plastik dan kaleng termasuk dalam jenis sampah ...

4. Membaca secara lancar, jelas, dan memperhatikan tanda baca disebut membaca secara ...

5. Sebutkan 1 contoh kegiatan kerja bakti di lingkungan sekolahmu!


Mapel Matematika 

Tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat menentukan nilai tempat ratusan puluhan satuan serta nilai angka dari bilangan sampai 1000


Tujuan Pembelajaran

  1. Menentukan nilai tempat (ratusan, puluhan, dan satuan) pada bilangan sampai 1.000 dengan tepat.

  2. Menentukan nilai angka setiap digit pada bilangan sampai 1.000 dengan benar. 

Media Pembelajaran

  • Kartu angka (0–9).

  • Blok Dienes atau stik es krim (ikat ratusan, puluhan, dan satuan).

  • Papan nilai tempat (ratusan–puluhan–satuan).

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • Spidol dan papan tulis.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Diskusi kelompok

  • Latihan (drill)

  • Permainan edukatif (menyusun kartu angka pada papan nilai tempat

A. Pengertian Nilai Tempat

Nilai tempat adalah letak suatu angka dalam sebuah bilangan.

Pada bilangan sampai 1.000, terdapat tiga nilai tempat, yaitu:

Nilai TempatLetak Angka
RatusanAngka ketiga dari kanan
PuluhanAngka kedua dari kanan
SatuanAngka pertama dari kanan

Contoh:

548

RatusanPuluhanSatuan
548

Artinya:

  • 5 menempati ratusan

  • 4 menempati puluhan

  • 8 menempati satuan

B. Pengertian Nilai Angka

Nilai angka adalah nilai suatu angka sesuai dengan tempatnya.

Contoh:

Bilangan 548

  • Angka 5 nilainya 500

  • Angka 4 nilainya 40

  • Angka 8 nilainya 8

Jadi,

548 = 500 + 40 + 8

Untuk membantu siswa memahami konsep nilai tempat secara visual, gunakan media berikut.


C. Contoh Menentukan Nilai Tempat dan Nilai Angka

Contoh 1

Bilangan 372

AngkaNilai TempatNilai Angka
3Ratusan300
7Puluhan70
2Satuan2

Bentuk uraian:

372 = 300 + 70 + 2

Contoh 2

Bilangan 816

AngkaNilai TempatNilai Angka
8Ratusan800
1Puluhan10
6Satuan6

Bentuk uraian:

816 = 800 + 10 + 6

Contoh 3

Bilangan 905

AngkaNilai TempatNilai Angka
9Ratusan900
0Puluhan0
5Satuan5

Bentuk uraian:

905 = 900 + 0 + 5


D. Langkah Menentukan Nilai Tempat

  1. Perhatikan bilangan.

  2. Mulailah membaca dari kanan.

  3. Tentukan angka satuan, puluhan, dan ratusan.

  4. Tentukan nilai masing-masing angka.

E. Contoh Soal dan Pembahasan

Soal 1

Perhatikan bilangan 684.

a. Angka berapakah yang menempati ratusan?

b. Berapa nilai angka 8?

Jawaban

a. 6

b. 80

Soal 2

Tuliskan bentuk uraian dari 529.

Jawaban

529 = 500 + 20 + 9

Soal 3

Pada bilangan 741, angka 4 menempati nilai tempat ....

Jawaban

Puluhan

Soal 4

Berapa nilai angka 3 pada bilangan 931?

Jawaban


Soal 5

Bilangan 468 terdiri atas ....

Jawaban

  • 4 ratusan

  • 6 puluhan

  • 8 satuan                                        

  • Latihan Soal

A. Isian

  1. Pada bilangan 257, angka 2 berada pada nilai tempat ....

  2. Nilai angka 6 pada bilangan 468 adalah ....

  3. Bilangan 835 terdiri atas .... ratusan, .... puluhan, dan .... satuan.

  4. Bentuk uraian dari 972 adalah ....

  5. Pada bilangan 509, angka 9 berada pada nilai tempat ....

B. Pilihan Ganda

  1. Nilai angka 5 pada bilangan 451 adalah ....

    • a. 5

    • b. 50

    • c. 500

    • d. 450

  2. Angka yang menempati puluhan pada bilangan 683 adalah ....

    • a. 6

    • b. 8

    • c. 3

    • d. 0

  3. Bentuk uraian bilangan 726 adalah ....

    • a. 700 + 20 + 6

    • b. 700 + 2 + 60

    • c. 70 + 20 + 6

    • d. 700 + 26

  4. Nilai angka 9 pada bilangan 194 adalah ....

    • a. 9

    • b. 90

    • c. 900

    • d. 9000

  5. Bilangan yang terdiri atas 5 ratusan, 8 puluhan, dan 2 satuan adalah ....

    • a. 528

    • b. 582

    • c. 852

    • d. 825

G. Kunci Jawaban

Isian

  1. Ratusan

  2. 60

  3. 8 ratusan, 3 puluhan, 5 satuan

  4. 900 + 70 + 2

  5. Satuan

Pilihan Ganda

  1. c. 500

  2. b. 8

  3. a. 700 + 20 + 6

  4. b. 90

  5. b. 582

Penutup

Kesimpulan:

  • Nilai tempat menunjukkan letak suatu angka dalam bilangan (ratusan, puluhan, satuan).

  • Nilai angka adalah nilai suatu angka sesuai dengan letaknya.

  • Bilangan dapat ditulis dalam bentuk uraian, misalnya 684 = 600 + 80 + 4.

Pesan Motivasi:
"Belajar matematika menjadi mudah jika kita memahami konsepnya. Teruslah berlatih, karena semakin sering berlatih, semakin pintar kita menghitung!" 🌟

Jumat, 31 Juli 2026_3A



Hari : Jumat, 31 Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

🌸 Selamat Pagi, Sholih sholiha Hebat Kelas 3 Billal bin Rabbah 🌸

Selamat pagi, anak-anak yang Ibu banggakan. Semoga hari ini kalian selalu sehat, bahagia, dan penuh semangat.

Awalilah hari dengan berdoa, karena doa adalah kunci keberkahan. Jangan lupa beribadah dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua, menyayangi teman, dan mendengarkan nasihat guru.

Ingatlah, belajar adalah jalan menuju masa depan yang cerah. Tidak apa-apa jika hari ini belum bisa, yang penting terus berusaha dan tidak mudah menyerah. Setiap langkah kecil yang kalian lakukan akan membawa kalian menjadi anak yang cerdas dan sukses.

Jadilah anak yang berakhlak mulia:

  • Berkata jujur.

  • Bersikap sopan dan santun.

  • Rajin membantu sesama.

  • Bertanggung jawab terhadap tugas.

  • Menjaga kebersihan dan menghargai perbedaan.

Anak-anak hebat, ilmu akan bermanfaat jika disertai akhlak yang baik. Jadilah pribadi yang pintar, rendah hati, dan selalu menebarkan kebaikan kepada siapa pun.

🌼 Motivasi Hari Ini:
"Kesuksesan bukan milik orang yang paling pintar, tetapi milik mereka yang rajin belajar, berani mencoba, tidak mudah menyerah, serta selalu berdoa kepada Allah SWT."

Selamat belajar, tetap semangat, teruslah berkarya, dan jadilah kebanggaan keluarga, sekolah, bangsa, dan agama. ❤️


Materi IPAS Kelas 3 

Mengenal Bentuk dan Fungsi Lidah

Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal bentuk dan bagian-bagian lidah.

  2. Menjelaskan fungsi lidah sebagai indera pengecap.

  3. Menyebutkan jenis-jenis rasa yang dapat dikenali lidah.

  4. Menjelaskan cara menjaga kesehatan lidah.

Materi Pembelajaran

A. Pengertian Lidah

Lidah adalah salah satu panca indera manusia yang berfungsi sebagai indera pengecap. Lidah berada di dalam mulut dan tersusun dari otot yang kuat sehingga dapat bergerak ke berbagai arah.

B. Bentuk Lidah

Lidah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berbentuk memanjang dan pipih.

  • Berwarna merah muda.

  • Permukaannya memiliki bintik-bintik kecil yang disebut papila.

  • Di dalam papila terdapat kuncup pengecap yang membantu merasakan berbagai rasa.

C. Fungsi Lidah

Lidah memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:

  1. Mengecap rasa makanan dan minuman

    • Manis 🍬

    • Asin πŸ§‚

    • Asam πŸ‹

    • Pahit ☕

    • Gurih (umami) 🍜

  2. Membantu mengunyah makanan

    • Mendorong makanan agar mudah dikunyah oleh gigi.

  3. Membantu menelan makanan

    • Mengarahkan makanan menuju kerongkongan.

  4. Membantu berbicara

    • Lidah membantu mengucapkan huruf dan kata dengan jelas.

  5. Menjaga kebersihan mulut

    • Lidah membantu membersihkan sisa makanan bersama air liur.

D. Jenis Rasa yang Dapat Dikenali Lidah

Jenis RasaContoh Makanan
ManisPermen, gula, madu
AsinGaram, kerupuk
AsamJeruk, lemon
PahitPare, kopi
GurihKaldu, keju, mi

Tahukah kamu?
Semua bagian lidah dapat merasakan berbagai jenis rasa, hanya saja ada bagian yang lebih peka terhadap rasa tertentu.

E. Cara Menjaga Kesehatan Lidah

  • Menyikat gigi dan membersihkan lidah setiap hari.

  • Minum air putih yang cukup.

  • Mengonsumsi makanan bergizi.

  • Tidak makan makanan yang terlalu panas.

  • Memeriksa kesehatan gigi dan mulut secara berkala.

Contoh Kegiatan Pembelajaran

Ayo Mencoba!
Guru menyediakan beberapa bahan makanan:

  • Gula

  • Garam

  • Air jeruk

  • Pare (atau makanan pahit yang aman)

Siswa mencoba mencicipi sedikit setiap bahan, kemudian mengisi tabel hasil pengamatan.

MakananRasa
GulaManis
GaramAsin
JerukAsam
ParePahit

Media Pembelajaran

  • Gambar atau poster lidah dan bagian-bagiannya.

  • Model mulut atau video pembelajaran tentang indera pengecap.

  • Bahan uji rasa (gula, garam, jeruk, pare, kaldu).

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • LCD/proyektor (jika tersedia).

Metode Pembelajaran

  • Diskusi kelompok.

  • Tanya jawab.

  • Demonstrasi menggunakan bahan uji rasa.

  • Eksperimen sederhana mencicipi berbagai rasa.

  • Presentasi hasil pengamatan.

Penilaian

A. Pengetahuan

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa fungsi utama lidah?

  2. Sebutkan lima rasa yang dapat dikenali lidah!

  3. Mengapa kita harus membersihkan lidah?

  4. Apa nama bintik-bintik kecil pada permukaan lidah?

  5. Selain mengecap rasa, apa lagi fungsi lidah?

B. Keterampilan

  • Mengelompokkan makanan berdasarkan rasanya.

  • Menyampaikan hasil pengamatan di depan kelas.

C. Sikap

Guru mengamati:

  • Keberanian mencoba.

  • Kerja sama dalam kelompok.

  • Menjaga kebersihan saat praktik.

Kesimpulan

Lidah merupakan salah satu panca indera yang berfungsi sebagai indera pengecap. Lidah membantu kita mengenali rasa makanan, berbicara, mengunyah, dan menelan makanan. Oleh karena itu, kesehatan lidah perlu dijaga dengan membersihkan lidah setiap hari, makan makanan bergizi, dan menjaga kebersihan mulut.

Materi Seni Rupa 


Materi: Garis dan Bentuk dalam Seni Rupa dan Sumatif Harian 1

Tujuan Pembelajaran

  1. Mengulas kembali pengertian garis dan bentuk dalam karya seni rupa dan mengapresiasi karya nya

  2. Sumatif Harian 1

Materi Pembelajaran

A. Pengertian Presentasi Karya Seni

Presentasi karya seni adalah kegiatan memperlihatkan dan menjelaskan hasil karya yang telah dibuat kepada orang lain.

Saat presentasi, siswa dapat menjelaskan:

  • Judul karya.

  • Garis yang digunakan.

  • Bentuk yang dibuat.

  • Alat dan bahan yang digunakan.

  • Makna atau cerita dari karya tersebut.

Contoh:

"Judul karya saya adalah Rumah Impian. Saya menggunakan garis lurus, garis lengkung, dan bentuk persegi, segitiga, serta lingkaran. Saya mewarnainya dengan warna-warna cerah agar terlihat indah."

B. Pengertian Apresiasi Karya Seni

Apresiasi karya seni adalah kegiatan melihat, mengamati, menghargai, dan memberikan tanggapan terhadap karya seni orang lain dengan sopan.

Saat mengapresiasi karya teman, kita dapat mengatakan:

  • "Karyamu sangat rapi."

  • "Perpaduan warnanya bagus."

  • "Bentuk yang kamu buat menarik."

  • "Aku suka gambar pohonnya."

Ingat!
Apresiasi bukan untuk mengejek atau membandingkan, tetapi untuk menghargai hasil karya teman.

C. Mengingat Kembali Unsur Garis

Macam-macam garis:

  • Garis lurus

  • Garis lengkung

  • Garis zig-zag

  • Garis bergelombang

  • Garis putus-putus

Fungsi garis:

  • Membentuk gambar.

  • Memberi arah.

  • Memberi kesan gerak.

  • Menambah keindahan karya.

D. Mengingat Kembali Unsur Bentuk

Bentuk dibedakan menjadi dua.

1. Bentuk Geometris

  • Lingkaran

  • Persegi

  • Persegi panjang

  • Segitiga

  • Oval

2. Bentuk Organik (Bebas)

  • Daun

  • Bunga

  • Hewan

  • Pohon

  • Awan

  • Gunung

Bentuk digunakan untuk menyusun objek sehingga menjadi sebuah gambar yang utuh.

E. Langkah-Langkah Presentasi Karya

  1. Berdiri dengan percaya diri.

  2. Menunjukkan hasil karya kepada teman.

  3. Menjelaskan isi karya secara singkat.

  4. Menjawab pertanyaan guru atau teman.

  5. Mengucapkan terima kasih setelah selesai.

F. Cara Memberikan Apresiasi

Saat teman presentasi:

  • Dengarkan dengan baik.

  • Berikan tepuk tangan.

  • Sampaikan pujian yang sopan.

  • Berikan saran dengan bahasa yang santun.

Contoh saran:

"Mungkin lain kali warnanya bisa dibuat lebih cerah agar lebih menarik."

Kegiatan Pembelajaran

Ayo Berkarya

Tema: Pemandangan Alam

Langkah kegiatan:

  1. Buat gambar menggunakan berbagai jenis garis.

  2. Tambahkan bentuk geometris dan bentuk bebas.

  3. Warnai gambar hingga selesai.

  4. Presentasikan hasil karya selama 2–3 menit.

  5. Teman memberikan apresiasi terhadap karya yang dipresentasikan.

Media Pembelajaran

  • Contoh gambar yang menggunakan berbagai garis dan bentuk.

  • LCD atau poster (jika tersedia).

  • Naskah soal sumatif 

Metode Pembelajaran

  • Diskusi.

  • Tanya jawab.

  • Apresiasi karya 

  • Mengerjakan sumatif secara Individu 

Kesimpulan

Garis dan bentuk merupakan unsur dasar dalam seni rupa. Dengan memanfaatkan berbagai jenis garis dan bentuk, kita dapat menghasilkan karya yang indah dan kreatif. Setelah berkarya, kita perlu mempresentasikan hasil karya dengan percaya diri serta memberikan apresiasi kepada karya teman dengan sikap yang santun dan saling menghargai.

Kamis, 30 Juli 2026_3A



Hari : Kamis , 30 Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

🌸 Selamat Pagi, Sholih sholiha Hebat Kelas 3 Bilal bin Rabah🌸

Selamat pagi, anak-anak yang Ibu banggakan. Semoga hari ini kalian selalu sehat, bahagia, dan penuh semangat.

Awalilah hari dengan berdoa, karena doa adalah kunci keberkahan. Jangan lupa beribadah dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua, menyayangi teman, dan mendengarkan nasihat guru.

Ingatlah, belajar adalah jalan menuju masa depan yang cerah. Tidak apa-apa jika hari ini belum bisa, yang penting terus berusaha dan tidak mudah menyerah. Setiap langkah kecil yang kalian lakukan akan membawa kalian menjadi anak yang cerdas dan sukses.

Jadilah anak yang berakhlak mulia:

  • Berkata jujur.

  • Bersikap sopan dan santun.

  • Rajin membantu sesama.

  • Bertanggung jawab terhadap tugas.

  • Menjaga kebersihan dan menghargai perbedaan.

Anak-anak hebat, ilmu akan bermanfaat jika disertai akhlak yang baik. Jadilah pribadi yang pintar, rendah hati, dan selalu menebarkan kebaikan kepada siapa pun.

🌼 Motivasi Hari Ini:
"Kesuksesan bukan milik orang yang paling pintar, tetapi milik mereka yang rajin belajar, berani mencoba, tidak mudah menyerah, serta selalu berdoa kepada Allah SWT."

Selamat belajar, tetap semangat, teruslah berkarya, dan jadilah kebanggaan keluarga, sekolah, bangsa, dan agama. ❤️


Mapel Ipas 

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
Mengidentifikasi panca indera lidah beserta bagian-bagiannya dengan benar.
Menganalisis fungsi lidah sebagai indera pengecap dalam kehidupan sehari-hari.
Memetakan area kepekaan rasa pada lidah (manis, asin, asam, pahit).
Menjelaskan cara merawat kesehatan lidah dengan baik.

2. Media dan Metode Pembelajaran
Media Pembelajaran:
Visual: Gambar poster/diagram bagian-bagian lidah dan pancingan ilustrasi visual.
Konkret (Bahan Nyata): Air gula (manis), garam/keripik asin (asin), perasaan jeruk nipis (asam), dan bubuk kopi/teh pahit tanpa gula (pahit).
Alat Pendukung: Cermin kecil, cutton bud, dan kaca pembesar (lensa pembesar/lup jika ada).
Metode Pembelajaran:
Metode Praktikum / Eksperimen Sederhana: Siswa mencicipi rasa dan menunjuk letak kepekaan rasa di lidah.
Pengamatan Langsung: Siswa melihat permukaan lidah sendiri di depan cermin.
Tanya Jawab & Diskusi: Menggali pengetahuan awal siswa dan merefleksikan rasa.

3. Materi Pembelajaran: Mengenal Lidah si Indera Pengecap

Apa itu Lidah?
Lidah adalah organ tubuh yang berada di dalam mulut. Lidah merupakan indera pengecap yang membantu kita mengenali berbagai rasa makanan dan minuman. Tanpa lidah, kita tidak bisa membedakan mana makanan yang lezat atau yang sudah basi!
Bagian-Bagian Lidah
Permukaan lidah kita tidak mulus, melainkan berbintik-bintik halus. Bintik-bintik kecil ini disebut Papila. Di dalam papila terdapat saraf-saraf penerima rasa (tunas pengecap).

                  [ Ujung Belakang ]
                     ( Rasa PAHIT )
                      \        /
                       \      /
     ( Rasa ASAM ) ----|      |---- ( Rasa ASAM )
                       |      |
     ( Rasa ASIN ) ----|      |---- ( Rasa ASIN )
                       \      /
                        \____/
                     ( Rasa MANIS )
                   [ Ujung Depan ]

> Denah Area Kepekaan Rasa pada Lidah:
>   Ujung Depan Lidah: Sangat peka terhadap rasa Manis (seperti es krim dan permen).
>  Samping Depan (Kiri & Kanan): Peka terhadap rasa Asin (seperti garam dan keripik).
>  Samping Belakang (Kiri & Kanan): Peka terhadap rasa Asam (seperti buah lemon atau jeruk nipis).
>  Pangkal / Belakang Lidah: Peka terhadap rasa Pahit (seperti kopi atau obat).
Fungsi Utama Lidah
 * Pengecap Rasa: Membantu membedakan rasa manis, asin, asam, dan pahit (serta rasa gurih/umami).
 * Membantu Mengunyah & Menelan: Mendorong makanan ke kanan, kiri, dan ke tenggorokan.
 * Membantu Berbicara: Membantu kita mengucapkan kata-kata dengan jelas.
 * Pembersih Mulut Sederhana: Membantu membersihkan sisa makanan di selipan gigi.

Cara Merawat Kesehatan Lidah
 Menggosok Lidah: Membersihkan permukaan lidah secara perlahan menggunakan pembersih khusus lidah atau bagian belakang sikat gigi saat menggosok gigi.
 Hindari Makanan / Minuman Terlalu Panas: Makanan panas bisa membakar papila dan membuat lidah mati rasa sementara.
 Banyak Minum Air Putih: Mencegah mulut dan lidah kering.
 Makan Buah Kaya Vitamin C: Mencegah terjadinya sariawan pada lidah.

4. Lembar Aktivitas Eksperimen (LKS Sederhana)
Nama Siswa: .....................................
Kelas: 3 SD
Langkah Kegiatan:
Siapkan cermin kecil, amati permukaan lidahmu. Apakah kamu melihat bintik-bintik halus (papila)?
 Uji rasa menggunakan cutton bud yang dicelupkan sedikit ke bahan uji, lalu tempelkan di area lidah yang ditentukan.
 silah tabel pengamatan di bawah ini!

No. Bahan yang Dicicipi  Rasa yang Dirasakan  Area Lidah yang Paling Peka 

1 Air Gula ................... Ujung Depan 
2  Garam .................... Samping Depan 
3  Air Jeruk Nipis .................... Samping Belakang 

 4 Kopi Tanpa Gula ................... Pangkal Belakang 





Materi Pendidikan Pancasila Kelas 3 

Materi: Penerapan Sila Kelima Pancasila

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan bunyi sila kelima Pancasila.

  2. Memahami makna sila kelima dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Memberikan contoh perilaku yang mencerminkan sila kelima di rumah, sekolah, dan masyarakat.

  4. Membiasakan sikap adil, menghargai hak orang lain, dan suka berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

Bunyi Sila Kelima Pancasila

"Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia."

Lambang: Padi dan Kapas.

Makna Lambang:

  • Padi melambangkan kebutuhan pangan.

  • Kapas melambangkan kebutuhan sandang (pakaian).

  • Keduanya menunjukkan bahwa setiap orang berhak memperoleh kehidupan yang layak dan diperlakukan secara adil.

Makna Sila Kelima

Sila kelima mengajarkan kita untuk:

  • Bersikap adil kepada siapa saja.

  • Tidak membeda-bedakan teman.

  • Menghargai hak orang lain.

  • Suka berbagi dan saling membantu.

  • Bekerja sama demi kebaikan bersama.

Contoh Penerapan Sila Kelima

A. Di Rumah

  • Berbagi makanan dengan saudara.

  • Bergantian menggunakan mainan.

  • Membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah.

  • Tidak memilih-milih pekerjaan rumah.

B. Di Sekolah

  • Bermain dengan semua teman tanpa membeda-bedakan.

  • Bergiliran menggunakan alat tulis atau alat olahraga.

  • Membagi tugas piket secara adil.

  • Menghargai pendapat teman saat diskusi.

C. Di Lingkungan Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.

  • Membantu tetangga yang membutuhkan.

  • Berbagi kepada orang yang kurang mampu.

  • Menjaga fasilitas umum bersama-sama.

Contoh Sikap yang Tidak Sesuai

  • Mengejek teman.

  • Pilih kasih terhadap teman.

  • Tidak mau berbagi.

  • Merebut hak orang lain.

  • Curang saat bermain atau belajar.

  • Berdoa.

Gambar sesuai penerapan sila ke 5

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Berikut beberapa contoh gambar penerapan sila ke-5 Pancasila (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) 

  1. Berbagi alat tulis dengan teman yang membutuhkan.

  2. Bermain secara bergiliran, misalnya menggunakan bola atau ayunan.

  3. Melaksanakan piket kelas bersama dan membagi tugas secara adil.

  4. Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar atau membawa barang.

  5. Membagikan makanan secara merata kepada semua teman.

Pesan yang dapat disampaikan kepada siswa:

"Sila ke-5 mengajarkan kita untuk bersikap adil, tidak pilih kasih, menghargai hak orang lain, dan mau berbagi agar semua orang merasakan keadilan."


Media Pembelajaran

  • Gambar lambang Pancasila.

  • Poster kegiatan berbagi dan gotong royong.

  • Video pendek tentang sikap adil.

  • Kartu bergambar contoh perilaku.

  • LCD/Proyektor (jika tersedia).

  • Buku Pendidikan Pancasila Kelas III.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi kelompok.

  • Bermain peran (Role Play).

  • Demonstrasi.

  • Penugasan.

Evaluasi

A. Pilihan Ganda

  1. Bunyi sila kelima Pancasila adalah ....
    a. Persatuan Indonesia
    b. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
    c. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
    d. Ketuhanan Yang Maha Esa

  2. Lambang sila kelima adalah ....
    a. Bintang
    b. Pohon Beringin
    c. Kepala Banteng
    d. Padi dan Kapas

B. Soal HOTS

  1. Saat jam istirahat, hanya ada satu bola di sekolah. Semua teman ingin memainkannya. Apa yang sebaiknya dilakukan agar sesuai dengan sila kelima Pancasila? Jelaskan alasanmu!

  2. Kamu melihat temanmu tidak membawa bekal, sedangkan kamu membawa makanan lebih. Apa yang akan kamu lakukan? Mengapa?

  3. Mengapa kita tidak boleh membeda-bedakan teman saat bermain dan belajar?


Kunci Jawaban 

  • Bergiliran menggunakan bola agar semua mendapat kesempatan yang sama.

  • Berbagi bekal kepada teman karena merupakan sikap adil, peduli, dan menghargai hak orang lain.

  • Karena semua teman memiliki hak yang sama untuk dihargai dan diperlakukan dengan adil.

Refleksi dan dokumentasi kegiatan hari ini


Rabu, 29 Juli 2026_3A



Hari : Rabu , 29 Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, sholih sholiha yang hebat.

Selamat datang di hari pertama sekolah. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan ilmu, pengalaman, persahabatan, dan impian yang akan kita raih bersama.

Ibu Guru mengucapkan selamat datang kembali. Semoga kalian hadir dengan hati yang gembira, semangat yang baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan di masa depan. Jangan takut untuk mencoba, jangan malu untuk bertanya, dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kesalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Tidak perlu menjadi yang paling hebat hari ini, tetapi teruslah menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya.

Mari kita awali tahun pelajaran ini dengan senyuman, semangat, disiplin, dan rasa syukur. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita.

Selamat belajar, selamat mengukir prestasi, dan selamat meraih cita-cita. Hari ini adalah awal yang indah untuk masa depan yang gemilang.  

 Matematika Kelas 3

Materi: Bilangan Cacah 1–10.000

Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal dan membaca bilangan cacah sampai 10.000.

  2. Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan).

  3. Membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 10.000.

  4. Menyelesaikan soal sederhana yang berkaitan dengan bilangan cacah.

Media Pembelajaran

  • Kartu angka (0–9)

  • Kartu bilangan 1–10.000

  • Sedotan atau stik es krim sebagai alat hitung

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  • PowerPoint/video singkat

  • Hadiah kecil atau stiker bintang

Metode Pembelajaran

  • Bermain sambil belajar (Game Based Learning)

  • Diskusi kelompok

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Guru melakukan ice breaking, misalnya berhitung bersama dari 1 sampai 20.

  • Guru menunjukkan gambar harga sepeda (Rp3.250), televisi (Rp7.890), dan tas (Rp1.450).

  • Guru bertanya:

    • "Siapa yang bisa membaca angka ini?"

    • "Mana yang paling besar?"

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

A. Game "Berburu Angka" (15 menit)

Cara Bermain

  • Guru menyembunyikan kartu bilangan di beberapa sudut kelas.

  • Setiap kelompok mencari 3–5 kartu.

  • Setelah menemukan, siswa membaca bilangan tersebut dengan lantang.

  • Kelompok lain memberikan tepuk tangan jika benar.

Contoh kartu

  • 2.350

  • 8.765

  • 1.024

  • 9.999

  • 4.501

B. Susun Bilangan Raksasa 

Guru membagikan kartu angka 0–9.

Setiap kelompok diminta:

  • Menyusun bilangan terbesar.

  • Menyusun bilangan terkecil.

  • Membaca hasilnya.

  • Menjelaskan nilai tempat setiap angka.

Contoh:

6 2 9 4

Hasil:

  • Terbesar = 9.642

  • Terkecil = 2.469

C. Estafet Nilai Tempat 

Guru menulis bilangan di papan.

Contoh:
7.438

Empat siswa maju bergantian.

Siswa pertama:

Angka ribuan = 7

Siswa kedua:

Angka ratusan = 4

Siswa ketiga:

Angka puluhan = 3

Siswa keempat:

Angka satuan = 8

Kelompok tercepat mendapat poin.

D. Game "Urutkan Aku!" (10 menit)

Guru memberikan lima kartu bilangan.

Contoh:

  • 6.350

  • 2.875

  • 8.010

  • 1.999

  • 5.460

Kelompok diminta mengurutkan dari:

  • Terkecil ke terbesar

  • Terbesar ke terkecil

Kelompok tercepat memperoleh bintang.

3. Kegiatan Penutup 

  • Guru dan siswa menyimpulkan materi.

  • Refleksi:

    • Apa yang dipelajari hari ini?

    • Permainan mana yang paling disukai?

  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik.

  • Berdoa dan salam.

Contoh Evaluasi

  1. Bacalah bilangan 7.845.

  2. Tuliskan nilai tempat pada bilangan 5.329.

  3. Manakah yang lebih besar, 4.785 atau 4.758?

  4. Urutkan bilangan berikut dari yang terkecil:

    • 8.200

    • 5.678

    • 2.345

    • 9.001

  5. Susun bilangan terbesar dari angka 8, 1, 5, dan 0.

Penilaian

  • Sikap: Kerja sama, percaya diri, disiplin.

  • Pengetahuan: Hasil evaluasi dan tanya jawab.

  • Keterampilan: Kemampuan membaca, menyusun, membandingkan, dan mengurutkan bilangan melalui permainan.

Dengan kegiatan yang dikemas dalam bentuk permainan, siswa kelas III akan lebih aktif, antusias, dan mudah memahami konsep bilangan cacah sampai 10.000


 

Materi Bahasa Indonesia Kelas III 

Materi: Menyimak Teks Aural

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)

Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak teks aural dengan penuh perhatian.

  2. Mengidentifikasi tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa dalam teks yang didengar.

  3. Menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks aural.

  4. Menyampaikan kembali isi teks secara lisan menggunakan kalimat sederhana.

Pengertian Teks Aural

Teks aural adalah teks yang diterima melalui pendengaran, bukan melalui membaca. Teks aural dapat berupa cerita, dongeng, pengumuman, percakapan, berita sederhana, atau pengalaman yang dibacakan oleh guru maupun diperdengarkan melalui audio.

Saat menyimak, kita harus:

  • Duduk dengan tenang.

  • Mendengarkan hingga selesai.

  • Tidak berbicara sendiri.

  • Memperhatikan isi cerita.

Contoh Teks Aural

"Menanam Pohon Mangga"

Hari Minggu pagi, Rani dan ayah pergi ke halaman rumah. Mereka membawa bibit pohon mangga, cangkul, dan ember berisi air. Ayah mengajari Rani cara menggali tanah dan menanam pohon dengan benar. Setelah selesai menanam, mereka menyiram pohon hingga tanah menjadi basah. Rani sangat senang karena dapat membantu ayah menjaga lingkungan agar menjadi lebih hijau.

Unsur yang Disimak

  • Tokoh: Rani dan Ayah

  • Tempat: Halaman rumah

  • Waktu: Hari Minggu pagi

  • Peristiwa: Menanam dan menyiram pohon mangga.

  • Pesan: Menjaga lingkungan dapat dimulai dengan menanam pohon.

Langkah-Langkah Pembelajaran Menggunakan Model PBL

1. Orientasi pada Masalah 

Guru memutarkan atau membacakan teks aural tanpa menunjukkan teks tertulis.

Guru bertanya:

  • Mengapa Rani menanam pohon?

  • Apa yang akan terjadi jika tidak ada yang menanam pohon?

Siswa mulai berpikir mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

2. Mengorganisasi Peserta Didik 

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok memperoleh LKPD berisi pertanyaan, misalnya:

  • Siapa tokohnya?

  • Di mana peristiwanya terjadi?

  • Kapan peristiwa itu terjadi?

  • Apa masalah yang terdapat dalam cerita?

  • Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut?

3. Membimbing Penyelidikan 

Kelompok mendiskusikan jawaban berdasarkan cerita yang telah disimak.

Guru membimbing siswa agar dapat menemukan informasi penting dalam teks.

4. Menyajikan Hasil 

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.

Kelompok lain memberikan tanggapan atau menambahkan informasi.

5. Analisis dan Evaluasi 

Guru bersama siswa menyimpulkan isi cerita.

Guru memberikan penguatan bahwa menyimak dengan baik membantu memahami informasi secara benar.

Media Pembelajaran

  • Audio cerita atau suara guru membacakan cerita.

  • Speaker aktif.

  • PowerPoint bergambar.

  • Gambar tokoh dan latar cerita.

Metode Pembelajaran

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Diskusi kelompok

  • Tanya jawab

  • Penugasan

  • Presentasi

Evaluasi

A. Pilihan Ganda

  1. Siapa tokoh dalam cerita?
    a. Rani dan Ibu
    b. Rani dan Ayah
    c. Ayah dan Kakek

  2. Kapan Rani menanam pohon?
    a. Hari Senin
    b. Hari Minggu pagi
    c. Hari Sabtu malam

  3. Di mana Rani menanam pohon?
    a. Sekolah
    b. Kebun
    c. Halaman rumah

B. Isian

  1. Apa yang ditanam Rani?

  2. Mengapa pohon perlu disiram?

  3. Apa pesan yang kamu peroleh dari cerita tersebut?

C. Penilaian Keterampilan

Siswa diminta menceritakan kembali isi teks menggunakan bahasa sendiri dalam 3–5 kalimat.

Penilaian

Sikap

  • Disiplin saat menyimak.

  • Percaya diri.

  • Kerja sama dalam kelompok.

Pengetahuan

  • Ketepatan menjawab pertanyaan berdasarkan teks aural.

Keterampilan

  • Kemampuan menyampaikan kembali isi cerita secara lisan dengan runtut dan jelas.

Materi Pendidikan Anti Korupsi Kelas III 

Tema: Kejujuran

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan pengertian kejujuran.

  2. Menyebutkan manfaat bersikap jujur di rumah, sekolah, dan masyarakat.

  3. Menerapkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Menunjukkan sikap menolak segala bentuk kecurangan sebagai bagian dari pendidikan antikorupsi.

Pengertian Kejujuran

Kejujuran adalah sikap mengatakan dan melakukan sesuatu sesuai dengan kenyataan tanpa berbohong, menipu, atau mengambil hak orang lain.

Kejujuran merupakan salah satu nilai utama dalam Pendidikan Antikorupsi. Anak yang terbiasa jujur akan tumbuh menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab.

Mengapa Kita Harus Jujur?

Manfaat bersikap jujur:

  • Dipercaya oleh guru, orang tua, dan teman.

  • Memiliki banyak teman.

  • Hati menjadi tenang.

  • Terhindar dari masalah.

  • Menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Contoh Sikap Jujur

Di Rumah

  • Mengakui jika memecahkan gelas.

  • Mengembalikan uang belanja yang tersisa kepada orang tua.

  • Tidak mengambil barang milik saudara tanpa izin.

Di Sekolah

  • Tidak menyontek saat ulangan.

  • Mengembalikan pensil teman yang tertinggal.

  • Mengakui jika belum mengerjakan PR.

  • Berkata jujur kepada guru.

Di Masyarakat

  • Mengembalikan dompet yang ditemukan.

  • Tidak mengambil barang yang bukan miliknya.

  • Bermain dengan sportif dan menaati aturan.

Contoh Sikap Tidak Jujur

  • Berbohong kepada orang tua.

  • Menyontek saat ulangan.

  • Mengambil barang teman.

  • Mengaku hasil pekerjaan orang lain sebagai miliknya.

  • Meminta teman berbohong.

Nilai-Nilai Antikorupsi yang Berkaitan dengan Kejujuran

  1. Jujur

  2. Disiplin

  3. Tanggung jawab

  4. Peduli

  5. Berani berkata benar

  6. Sederhana

  7. Adil

Kegiatan Pembelajaran

Ayo Bermain Peran!

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok memerankan salah satu situasi berikut:

  • Menemukan uang di halaman sekolah.

  • Teman mengajak menyontek saat ulangan.

  • Tidak sengaja memecahkan pot bunga kelas.

  • Menemukan penghapus milik teman.

Setelah bermain peran, siswa mendiskusikan:

  • Apa tindakan yang paling jujur?

  • Mengapa tindakan tersebut baik?

Soal HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Saat ulangan, Rani melihat jawaban temannya. Temannya mengajak Rani menyalin jawabannya agar mendapat nilai tinggi. Jika kamu menjadi Rani, tindakan yang paling tepat adalah ....

a. Menyalin jawaban teman agar nilainya bagus.

b. Menolak ajakan teman dan mengerjakan soal sendiri.

c. Diam saja sambil melihat jawaban teman.

d. Menunggu teman selesai lalu menyalin jawabannya.

Jawaban: b

2. Beni menemukan uang Rp20.000 di halaman sekolah. Tidak ada orang di sekitarnya. Apa yang sebaiknya dilakukan Beni?

a. Menyimpannya untuk membeli jajan.

b. Memberikan kepada teman.

c. Menyerahkan kepada guru agar pemiliknya dapat ditemukan.

d. Membiarkannya di halaman.

Jawaban: c

B. Uraian HOTS

1. Kamu tidak sengaja memecahkan vas bunga di kelas ketika bermain. Apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan alasanmu!

Kunci jawaban: Mengakui perbuatan kepada guru, meminta maaf, dan bertanggung jawab karena kejujuran membuat orang lain percaya.

2. Mengapa menyontek dapat merugikan diri sendiri meskipun memperoleh nilai yang tinggi?

Kunci jawaban: Karena tidak belajar dengan sungguh-sungguh, tidak mengetahui kemampuan sendiri, dan kehilangan kepercayaan dari guru maupun teman jika ketahuan.

3. Ceritakan pengalamanmu ketika pernah berkata jujur meskipun terasa sulit. Apa manfaat yang kamu rasakan?

Jawaban: Disesuaikan dengan pengalaman siswa. Penilaian berdasarkan kemampuan memberikan alasan dan menunjukkan nilai kejujuran.

Penilaian

Pengetahuan

  • Menjawab soal tentang kejujuran.

  • Menjelaskan manfaat bersikap jujur.

Keterampilan

  • Bermain peran tentang sikap jujur.

  • Menceritakan pengalaman menerapkan kejujuran.

Sikap

  • Berkata jujur selama pembelajaran.

  • Bertanggung jawab terhadap tugas.

  • Berani mengakui kesalahan.

  • Menghargai hak milik orang lain.

Pesan Moral: Kejujuran adalah kebiasaan baik yang harus dilatih setiap hari. Anak yang jujur akan dipercaya, disayangi, dan menjadi pribadi yang berintegritas sehingga ikut mencegah perilaku korupsi sejak dini.

Refleksi dan dokumentasi kegiatan hari ini : 


selasa, 28 Juli 2026-3A



Hari : Selasa , 28 Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, sholih sholiha yang hebat.

Selamat datang di hari pertama sekolah. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan ilmu, pengalaman, persahabatan, dan impian yang akan kita raih bersama.

Ibu Guru mengucapkan selamat datang kembali. Semoga kalian hadir dengan hati yang gembira, semangat yang baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan di masa depan. Jangan takut untuk mencoba, jangan malu untuk bertanya, dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kesalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Tidak perlu menjadi yang paling hebat hari ini, tetapi teruslah menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya.

Mari kita awali tahun pelajaran ini dengan senyuman, semangat, disiplin, dan rasa syukur. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita.

Selamat belajar, selamat mengukir prestasi, dan selamat meraih cita-cita. Hari ini adalah awal yang indah untuk masa depan yang gemilang.  


Materi Matematika Kelas 3 

Nilai Tempat dan Intuisi Bilangan Cacah Sampai 1.000

Tujuan Pembelajaran

  1. Menunjukkan pemahaman tentang bilangan cacah sampai 1.000.

  2. Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan) pada bilangan cacah sampai 1.000.

  3. Mengembangkan intuisi bilangan dengan membandingkan, mengurutkan, dan menyusun bilangan sampai 1.000.

Materi Pembelajaran

A. Pengertian Bilangan Cacah

Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0, 1, 2, 3, 4, ... dan seterusnya.

Contoh bilangan cacah sampai 1.000:

  • 25

  • 178

  • 560

  • 999

  • 1.000


B. Nilai Tempat Bilangan

Perhatikan bilangan 472.

genui{"integer_number_operations_learning_block":{"type_id":"PLACE_VALUE"}}

Bilangan 472 terdiri atas:

AngkaNilai TempatNilainya
4Ratusan400
7Puluhan70
2Satuan2

Sehingga:

472 = 400 + 70 + 2

Contoh lain:

835

  • 8 ratusan = 800

  • 3 puluhan = 30

  • 5 satuan = 5

Maka:

835 = 800 + 30 + 5


C. Intuisi Bilangan

Intuisi bilangan adalah kemampuan memahami besar-kecilnya suatu bilangan tanpa harus selalu menghitung.

Contohnya:

  • Bilangan yang lebih besar antara 675 dan 657 adalah 675.

  • Urutkan dari yang terkecil:
    340, 198, 501, 420

Jawaban:
198, 340, 420, 501


D. Contoh Soal

1. Tentukan nilai tempat bilangan 689!

Jawab:

  • 6 ratusan = 600

  • 8 puluhan = 80

  • 9 satuan = 9

689 = 600 + 80 + 9


2. Manakah yang lebih besar?

458 atau 485

Jawab:
485 lebih besar daripada 458.


3. Susunlah bilangan berikut dari yang terbesar!

215, 540, 389, 700

Jawab:
700, 540, 389, 215

Media Pembelajaran

  • Kartu angka 0–9.

  • Blok nilai tempat (base ten blocks) atau sedotan yang diikat menjadi puluhan dan ratusan.

  • Papan nilai tempat.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • PowerPoint atau video pembelajaran.

  • Permainan menyusun kartu angka.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif untuk menjelaskan konsep nilai tempat.

  • Diskusi kelompok untuk menyusun dan membandingkan bilangan.

  • Permainan edukatif seperti "Tebak Nilai Tempat" atau "Susun Bilangan Terbesar".

  • Latihan dan tanya jawab untuk memperkuat pemahaman.

Latihan

A. Isilah dengan benar!

  1. Bilangan 562 terdiri dari ....

  2. Nilai angka 8 pada bilangan 786 adalah ....

  3. Nilai angka 4 pada bilangan 942 adalah ....

  4. Bilangan yang lebih besar dari 598 adalah ....

  5. Urutkan dari yang terkecil:
    765, 543, 698, 489

B. Jawaban Singkat

  1. 562 = ____ + ____ + ____

  2. 786 = ____ + ____ + ____

  3. 942 = ____ + ____ + ____

Penilaian

Pengetahuan

  • Menentukan nilai tempat bilangan.

  • Menguraikan bilangan menjadi ratusan, puluhan, dan satuan.

  • Membandingkan dan mengurutkan bilangan.

Keterampilan

  • Menyusun kartu angka menjadi bilangan tertentu.

  • Menjelaskan nilai tempat di depan kelas.

  • Menyelesaikan soal secara mandiri.

Sikap

  • Aktif bertanya.

  • Teliti saat menghitung.

  • Bekerja sama dalam kelompok.


Materi Pendidikan Pancasila Kelas 3 

Makna Sila Keempat Pancasila

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan bunyi sila keempat Pancasila.

  2. Memahami makna sila keempat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Memberikan contoh sikap yang mencerminkan sila keempat di rumah, sekolah, dan masyarakat.

  4. Menerapkan sikap bermusyawarah untuk mencapai mufakat dalam kehidupan sehari-hari.

A. Bunyi Sila Keempat Pancasila

"Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan."

Lambang sila keempat adalah Kepala Banteng.

Makna Lambang Kepala Banteng

  • Banteng adalah hewan yang suka hidup berkelompok.

  • Lambang ini mengajarkan bahwa manusia juga hidup bersama orang lain.

  • Setiap keputusan sebaiknya diambil melalui musyawarah, bukan dengan memaksakan kehendak.

B. Makna Sila Keempat

Sila keempat mengajarkan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat dengan sopan. Apabila ada perbedaan pendapat, kita menyelesaikannya melalui musyawarah agar memperoleh mufakat atau keputusan bersama.

Arti Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan berdiskusi bersama untuk mencari solusi atau keputusan terbaik.

Arti Mufakat

Mufakat adalah keputusan yang disetujui bersama oleh semua peserta musyawarah.

C. Contoh Penerapan Sila Keempat

Di Rumah

  • Bermusyawarah menentukan tujuan liburan keluarga.

  • Berdiskusi dalam membagi tugas membersihkan rumah.

  • Mendengarkan pendapat semua anggota keluarga.

Di Sekolah

  • Memilih ketua kelas melalui musyawarah atau pemungutan suara.

  • Berdiskusi saat mengerjakan tugas kelompok.

  • Menghargai pendapat teman walaupun berbeda.

Di Masyarakat

  • Mengikuti rapat warga.

  • Bermusyawarah menentukan kegiatan kerja bakti.

  • Tidak memaksakan pendapat kepada orang lain.

D. Sikap yang Sesuai dengan Sila Keempat

  • Gemar bermusyawarah.

  • Menghargai pendapat orang lain.

  • Berani menyampaikan pendapat dengan sopan.

  • Menerima hasil keputusan bersama.

  • Bertanggung jawab melaksanakan hasil musyawarah.

E. Sikap yang Tidak Sesuai

  • Memaksakan kehendak sendiri.

  • Mengejek pendapat teman.

  • Tidak mau mengikuti hasil musyawarah.

  • Marah ketika pendapatnya tidak diterima.

  • Mengganggu jalannya musyawarah.

F. Contoh Cerita

Musyawarah Memilih Ketua Kelompok

Bu Guru meminta setiap kelompok memilih ketua. Semua anggota menyampaikan pendapat dengan sopan. Setelah berdiskusi, mereka sepakat memilih Sinta sebagai ketua kelompok. Walaupun ada yang memilih teman lain, semua menerima hasil keputusan dengan lapang dada dan bekerja sama menyelesaikan tugas.

Pesan cerita: Musyawarah membantu kita mengambil keputusan yang adil dan mengutamakan kepentingan bersama.

Media Pembelajaran

  • Gambar lambang Garuda Pancasila.

  • Gambar kepala banteng.

  • Video tentang musyawarah.

  • Kartu bergambar contoh perilaku sesuai dan tidak sesuai sila keempat.

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi kelompok.

  • Bermain peran (role play) musyawarah.

  • Penugasan dan presentasi.

Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

  1. Bunyi sila keempat Pancasila adalah ....
    a. Ketuhanan Yang Maha Esa
    b. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
    c. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
    d. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  2. Lambang sila keempat adalah ....
    a. Bintang
    b. Pohon Beringin
    c. Kepala Banteng
    d. Padi dan Kapas

  3. Saat menentukan ketua kelas, sebaiknya dilakukan dengan ....
    a. Bertengkar
    b. Musyawarah
    c. Memaksa teman
    d. Berteriak

  4. Sikap yang sesuai dengan sila keempat adalah ....
    a. Menghargai pendapat teman
    b. Mengejek teman
    c. Memaksakan kehendak
    d. Tidak mau mendengar pendapat orang lain

  5. Tujuan musyawarah adalah ....
    a. Menang sendiri
    b. Mendapatkan keputusan bersama
    c. Mencari musuh
    d. Bertengkar

B. Uraian

  1. Tuliskan bunyi sila keempat Pancasila!

  2. Apa yang dimaksud dengan musyawarah?

  3. Sebutkan tiga contoh penerapan sila keempat di sekolah!

  4. Mengapa kita harus menghargai pendapat orang lain?

  5. Apa yang harus dilakukan setelah musyawarah menghasilkan keputusan?

Penilaian

Pengetahuan

  • Menjelaskan bunyi dan makna sila keempat.

  • Menyebutkan contoh penerapan sila keempat.

Keterampilan

  • Mempraktikkan musyawarah melalui bermain peran.

  • Menyampaikan pendapat dengan sopan.

Sikap

  • Menghargai pendapat orang lain.

  • Mau bekerja sama.

  • Menerima hasil keputusan bersama dengan tanggung jawab.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 

Materi: Menyimpulkan Isi Teks Aural (Teks yang Didengar)

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)

Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak teks aural dengan penuh perhatian.

  2. Mengidentifikasi informasi penting dari teks yang didengar.

  3. Menyimpulkan isi teks aural menggunakan kalimat sendiri dengan tepat

Materi Pembelajaran

A. Pengertian Teks Aural

Teks aural adalah teks yang diperoleh melalui kegiatan mendengarkan atau menyimak, bukan membaca.

Contoh teks aural:

  • Cerita yang dibacakan guru.

  • Dongeng.

  • Pengumuman.

  • Berita sederhana.

  • Percakapan.


B. Cara Menyimpulkan Isi Teks Aural

Saat mendengarkan teks, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Dengarkan dengan saksama.

  2. Catat informasi penting.

  3. Tentukan tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa.

  4. Temukan pesan atau inti cerita.

  5. Tuliskan simpulan menggunakan kalimat sendiri.

C. Contoh Teks Aural

"Menjaga Kebersihan Kelas"

"Setiap hari Jumat, siswa kelas 3 melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Mereka menyapu lantai, menghapus papan tulis, merapikan meja, dan membuang sampah pada tempatnya. Setelah selesai bekerja sama, kelas menjadi bersih dan nyaman untuk belajar."

Informasi Penting

  • Kegiatan: Jumat Bersih.

  • Pelaku: Siswa kelas 3.

  • Tempat: Kelas.

  • Hasil: Kelas menjadi bersih dan nyaman.

Simpulan

Siswa kelas 3 bekerja sama membersihkan kelas setiap hari Jumat agar kelas menjadi bersih dan nyaman digunakan untuk belajar.

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

1. Orientasi pada Masalah

Guru memutarkan rekaman atau membacakan cerita.

Guru bertanya:

"Mengapa kita harus mendengarkan cerita dengan baik agar dapat mengetahui isi cerita?"

2. Mengorganisasi Peserta Didik 

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi pertanyaan:

  • Siapa tokohnya?

  • Apa yang terjadi?

  • Di mana peristiwanya?

  • Apa pesan ceritanya?

3. Membimbing Penyelidikan 

Setiap kelompok mendengarkan teks sekali lagi.

Kemudian mereka:

  • Menentukan informasi penting.

  • Berdiskusi menyusun simpulan.

Guru membimbing apabila ada kelompok yang mengalami kesulitan.

4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil 

Perwakilan kelompok membacakan simpulan hasil diskusi.

Kelompok lain memberikan tanggapan.

5. Menganalisis dan Mengevaluasi 

Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi.

Guru memberikan penguatan bahwa simpulan harus memuat inti cerita dengan bahasa yang singkat dan jelas.

Media Pembelajaran

  • Rekaman audio cerita.

  • Speaker.

  • Buku cerita.

  • Gambar sesuai isi cerita.

  • LKPD.

  • Papan tulis.

  • LCD/PowerPoint (jika tersedia).

Metode Pembelajaran

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Diskusi kelompok

  • Menyimak

  • Tanya jawab

  • Presentasi

  • Penugasan

Penilaian

1. Sikap

  • Disiplin saat menyimak.

  • Kerja sama dalam kelompok.

  • Percaya diri saat presentasi.

2. Pengetahuan

  • Menjawab pertanyaan tentang isi teks.

  • Menentukan informasi penting.

  • Menyusun simpulan.

3. Keterampilan

  • Menyampaikan simpulan secara lisan.

  • Menulis simpulan dengan bahasa sendiri.

Latihan Soal

Guru membacakan teks berikut.

"Minggu pagi, Rani dan ayah menanam bunga di halaman rumah. Setelah selesai menanam, mereka menyiram tanaman agar tumbuh subur. Halaman rumah menjadi indah dan asri."

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Siapa tokoh dalam cerita?

  2. Apa kegiatan yang dilakukan?

  3. Di mana kegiatan berlangsung?

  4. Mengapa tanaman disiram?

  5. Tuliskan simpulan isi cerita dengan bahasamu sendiri!

 Simpulan

Rani dan ayah menanam serta menyiram bunga di halaman rumah agar tanaman tumbuh subur dan halaman menjadi indah.

Dokumentasi kegiatan hari ini 




Senin, 27 Juli 2026 - 3A


Hari : Senin , 27 Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, sholih sholiha yang hebat.

Selamat datang di hari pertama sekolah. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan ilmu, pengalaman, persahabatan, dan impian yang akan kita raih bersama.

Ibu Guru mengucapkan selamat datang kembali. Semoga kalian hadir dengan hati yang gembira, semangat yang baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan di masa depan. Jangan takut untuk mencoba, jangan malu untuk bertanya, dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kesalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Tidak perlu menjadi yang paling hebat hari ini, tetapi teruslah menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya.

Mari kita awali tahun pelajaran ini dengan senyuman, semangat, disiplin, dan rasa syukur. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita.

Selamat belajar, selamat mengukir prestasi, dan selamat meraih cita-cita. Hari ini adalah awal yang indah untuk masa depan yang gemilang.  

Materi Seni Rupa Kelas 3 

Materi: Menerapkan Unsur Garis dan Bentuk dalam Karya Seni Rupa

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi berbagai jenis garis dan bentuk di lingkungan sekitar.

  2. Menerapkan unsur garis dan bentuk dalam membuat karya seni rupa sederhana.

Materi Pembelajaran

A. Pengertian Garis

Garis adalah goresan yang memanjang dari satu titik ke titik lainnya. Garis merupakan unsur dasar dalam seni rupa yang digunakan untuk membuat gambar atau membentuk suatu objek.

Jenis-Jenis Garis

Image

Image

Image

Image

  1. Garis lurus (horizontal, vertikal, diagonal)

  2. Garis lengkung

  3. Garis zig-zag

  4. Garis bergelombang

  5. Garis putus-putus

  6. Garis spiral

Fungsi garis:

  • Membentuk gambar.

  • Memberikan arah.

  • Menunjukkan gerak.

  • Menghias karya seni.

B. Pengertian Bentuk

Bentuk adalah wujud suatu benda yang dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan rupa atau tampilannya.

Jenis Bentuk

Image

Image

Image

Image

Image

Image

1. Bentuk Geometris

Bentuk yang beraturan dan dapat diukur.
Contoh:

  • Lingkaran

  • Persegi

  • Persegi panjang

  • Segitiga

  • Oval

2. Bentuk Bebas (Organik)

Bentuk yang tidak beraturan dan banyak ditemukan di alam.

Contoh:

  • Daun

  • Awan

  • Bunga

  • Batu

  • Pohon

C. Penerapan Garis dan Bentuk dalam Karya Seni

Contoh karya yang dapat dibuat:

  • Gambar rumah (garis lurus dan bentuk persegi, segitiga).

  • Gambar bunga (garis lengkung dan lingkaran).

  • Gambar pemandangan.

  • Gambar robot dari bentuk-bentuk geometri.

Langkah-langkah:

  1. Siapkan kertas gambar.

  2. Buat sketsa menggunakan berbagai jenis garis.

  3. Susun berbagai bentuk menjadi sebuah gambar.

  4. Tebalkan garis.

  5. Warnai hasil karya agar lebih menarik.

Media Pembelajaran

  • Buku paket Seni Rupa Kelas 3.

  • Gambar contoh garis dan bentuk.

  • Kertas gambar.

  • Pensil.

  • Penghapus.

  • Pensil warna atau krayon.

  • Spidol.

  • Benda di sekitar kelas (kotak, bola, botol, buku) sebagai contoh bentuk.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif untuk menjelaskan materi.

  • Tanya jawab untuk menggali pemahaman siswa. 

  • Praktik membuat karya seni rupa secara mandiri.

  • Diskusi sederhana untuk saling mengamati hasil karya teman.

Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan

  • Berdoa.

  • Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di kelas.

  • Guru bertanya, "Bentuk apa yang kalian lihat pada papan tulis, jam dinding, dan bola?"

Kegiatan Inti

  • Mengamati contoh berbagai garis dan bentuk.

  • Menjelaskan pengertian garis dan bentuk.

  • Mengidentifikasi garis dan bentuk pada benda sekitar.

  • Membuat gambar menggunakan berbagai jenis garis dan bentuk.

  • Mewarnai hasil karya.

Penutup

  • Peserta didik mempresentasikan hasil gambarnya.

  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik.

  • Menyimpulkan bahwa garis dan bentuk merupakan unsur penting dalam karya seni rupa.

Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Garis yang berbentuk seperti ombak disebut ....
    a. Garis lurus
    b. Garis zig-zag
    c. Garis bergelombang
    d. Garis putus-putus

  2. Bentuk persegi termasuk bentuk ....
    a. Bebas
    b. Geometris
    c. Organik
    d. Alam

  3. Bola memiliki bentuk ....
    a. Persegi
    b. Segitiga
    c. Bulat
    d. Oval

  4. Unsur seni rupa yang berupa goresan memanjang disebut ....
    a. Warna
    b. Garis
    c. Tekstur
    d. Ruang

  5. Alat yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar adalah ....
    a. Penggaris
    b. Penghapus
    c. Krayon
    d. Gunting

B. Tugas Praktik

Buatlah sebuah gambar bertema "Rumah Impianku" menggunakan:

  • Minimal 3 jenis garis.

  • Minimal 5 bentuk (lingkaran, persegi, segitiga, dan lainnya).

  • Warnailah gambar agar tampak indah dan rapi.

Matematika 

Materi Pembelajaran

A. Pengertian Intuisi Bilangan

Intuisi bilangan adalah kemampuan memahami nilai suatu bilangan tanpa harus selalu menghitung satu per satu. Dengan intuisi bilangan, kita dapat:

  • Membandingkan bilangan.

  • Mengurutkan bilangan.

  • Memperkirakan hasil penjumlahan atau pengurangan.

  • Menentukan bilangan yang lebih besar atau lebih kecil.

Contoh

  • 785 lebih besar daripada 758 karena angka puluhannya lebih besar.

  • 490 lebih dekat ke 500 daripada ke 400.

  • 398 hampir sama dengan 400.

B. Membandingkan Bilangan

Gunakan tanda:

  • > (lebih besar)

  • < (lebih kecil)

  • = (sama dengan)

Contoh:

  • 675 > 657

  • 412 < 421

  • 890 = 890

C. Mengurutkan Bilangan

Dari yang terkecil

540, 567, 589, 612

Dari yang terbesar

945, 910, 876, 820

D. Memperkirakan Bilangan

Bilangan dapat dibulatkan ke ratusan terdekat.

Contoh:

348 ≈ 300

672 ≈ 700

498 ≈ 500

Perkiraan Penjumlahan

324 + 281

≈ 300 + 300

600

Hasil sebenarnya = 605

E. Menyelesaikan Masalah Bilangan

Contoh 1

Di perpustakaan terdapat 365 buku cerita. Kemudian datang lagi 220 buku baru.

Berapa jumlah seluruh buku?

Penyelesaian

365 + 220 = 585 buku

Contoh 2

Ibu mempunyai 850 buah jeruk. Sebanyak 235 jeruk dijual.

Berapa sisa jeruk?

Penyelesaian

850 − 235 = 615 jeruk

Contoh 3

Sekolah mengumpulkan 420 botol plastik pada hari Senin dan 315 botol pada hari Selasa.

Jumlah seluruh botol adalah:

420 + 315 = 735 botol

  1. Berdiskusi menyelesaikan soal cerita.

  2. Mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok.

  3. Menyimpulkan cara menggunakan intuisi bilangan.

Penutup

  • Refleksi pembelajaran.

  • Guru memberikan penguatan.

  • Peserta didik mengerjakan latihan.

Media Pembelajaran

  • Kartu angka 0–9.

  • Garis bilangan.

  • Balok nilai tempat (ratusan, puluhan, satuan).

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • Papan tulis dan spidol.

  • Buku Matematika Kelas III.

  • Gambar situasi sehari-hari (belanja, jumlah buku, buah, atau mainan).

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Diskusi kelompok

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Latihan (Drill)

  • Penugasan

Latihan Soal

A. Pilihan Singkat

  1. Manakah yang lebih besar?

    • 675 … 657

  2. Urutkan dari yang terkecil:

    • 456, 423, 478, 410

  3. Bulatkan 683 ke ratusan terdekat.

  4. Hitung:

    • 458 + 231 = …

  5. Hitung:

    • 900 − 275 = …

B. Soal Cerita

  1. Rina memiliki 245 stiker. Ia membeli lagi 365 stiker. Berapa jumlah stiker Rina sekarang?

  2. Sekolah memiliki 980 kursi. Sebanyak 145 kursi dipindahkan ke aula. Berapa kursi yang tersisa?

  3. Pak Budi memanen 425 buah mangga pada hari pertama dan 318 buah pada hari kedua. Berapa jumlah seluruh mangga?

Kunci Jawaban

A.

  1. 675 > 657

  2. 410, 423, 456, 478

  3. 700

  4. 689

  5. 625

B.

  1. 610 stiker

  2. 835 kursi

  3. 743 mangga

Penilaian

Pengetahuan: Menjawab soal tentang membandingkan, mengurutkan, memperkirakan, dan menyelesaikan masalah bilangan sampai 1.000.

Keterampilan: Mengerjakan soal cerita dengan langkah penyelesaian yang benar.

Sikap: Teliti, percaya diri, aktif bertanya, dan mampu bekerja sama dalam kelompok.


Materi Bahasa Indonesia Kelas III 

Mengidentifikasi Tokoh, Latar, dan Peristiwa pada Teks "Tempat Bermain yang Aman"

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi peristiwa yang terjadi dalam cerita.

  2. Menjelaskan pentingnya memilih tempat bermain yang aman.

  3. Menceritakan kembali isi cerita dengan bahasa sendiri secara sederhana.

Materi Pembelajaran

A. Pengertian Tokoh

Tokoh adalah pelaku atau orang yang ada di dalam cerita.

Contoh tokoh:

  • Beni

  • Siti

  • Ayah

  • Ibu

  • Teman-teman

Tokoh dapat memiliki sifat, misalnya:

  • Rajin

  • Jujur

  • Berani

  • Peduli

  • Hati-hati

B. Pengertian Latar

Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana dalam cerita.

Jenis Latar

1. Latar Tempat
Menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa.
Contoh:

  • Halaman sekolah

  • Taman bermain

  • Lapangan

  • Rumah

2. Latar Waktu
Menunjukkan kapan peristiwa terjadi.
Contoh:

  • Pagi hari

  • Siang hari

  • Sore hari

3. Latar Suasana
Menunjukkan keadaan dalam cerita.
Contoh:

  • Gembira

  • Aman

  • Ramai

  • Menyenangkan

C. Pengertian Peristiwa

Peristiwa adalah kejadian yang dialami tokoh dalam cerita.

Contoh:

  • Bermain lompat tali.

  • Bermain di taman.

  • Membersihkan tempat bermain.

  • Menolong teman yang terjatuh.

Contoh Teks Bacaan

Tempat Bermain yang Aman

Pada hari Minggu pagi, Beni dan teman-temannya pergi bermain di taman dekat rumah. Taman itu bersih, memiliki ayunan, perosotan, dan rumput yang terawat. Sebelum bermain, mereka memastikan tidak ada sampah atau benda tajam di sekitar taman.

Mereka bermain dengan hati-hati dan saling bergantian menggunakan permainan. Ketika salah satu teman hampir terjatuh, Beni segera membantu. Setelah selesai bermain, mereka membuang sampah pada tempatnya dan pulang dengan gembira.

Mengidentifikasi Unsur Cerita

Tokoh

  • Beni

  • Teman-teman Beni

Latar Tempat

  • Taman dekat rumah

Latar Waktu

  • Hari Minggu pagi

Latar Suasana

  • Aman, bersih, dan menyenangkan

Peristiwa

  • Bermain di taman.

  • Memastikan tempat bermain aman.

  • Bermain secara bergantian.

  • Menolong teman.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

Pentingnya Tempat Bermain yang Aman

Tempat bermain yang aman memiliki ciri-ciri:

  • Bersih dari sampah.

  • Tidak ada benda tajam.

  • Tidak berada di dekat jalan raya.

  • Permainan dalam kondisi baik.

  • Ada pengawasan orang dewasa jika diperlukan.

Dengan bermain di tempat yang aman, kita terhindar dari kecelakaan dan dapat bermain dengan nyaman.

Penutup

  • Guru dan peserta didik menyimpulkan materi.

  • Refleksi pembelajaran.

  • Pemberian tugas sederhana.

Media Pembelajaran

  • Buku Bahasa Indonesia Kelas III.

  • Teks bacaan "Tempat Bermain yang Aman".

  • Gambar taman bermain, halaman sekolah, dan lapangan.

  • Kartu tokoh, latar, dan peristiwa.

  • LCD/PowerPoint (jika tersedia).

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif

  • Tanya jawab

  • Membaca nyaring (Reading Aloud)

  • Diskusi kelompok

  • Penugasan

  • Presentasi

  • Problem Based Learning (PBL)

Latihan Soal

A. Pilihan Singkat

  1. Siapa tokoh utama dalam cerita?

  2. Di mana Beni dan teman-temannya bermain?

  3. Kapan mereka bermain?

  4. Apa yang dilakukan Beni sebelum bermain?

  5. Mengapa kita harus bermain di tempat yang aman?

B. Isian

  1. Tokoh dalam cerita adalah __________.

  2. Latar tempat cerita adalah __________.

  3. Latar waktu cerita adalah __________.

  4. Salah satu peristiwa dalam cerita adalah __________.

  5. Setelah bermain, Beni dan teman-temannya __________.

Kunci Jawaban

Pilihan Singkat

  1. Beni.

  2. Di taman dekat rumah.

  3. Hari Minggu pagi.

  4. Memastikan tempat bermain bersih dan aman.

  5. Agar terhindar dari bahaya atau kecelakaan saat bermain.

Isian

  1. Beni dan teman-temannya.

  2. Taman dekat rumah.

  3. Hari Minggu pagi.

  4. Bermain dengan hati-hati dan saling bergantian menggunakan permainan.

  5. Membuang sampah pada tempatnya.

Penilaian

Pengetahuan: Mengidentifikasi tokoh, latar, dan peristiwa dalam teks.

Keterampilan: Menceritakan kembali isi teks dengan menggunakan bahasa sendiri.

Sikap: Menunjukkan sikap peduli, bekerja sama, menjaga kebersihan, dan memilih tempat bermain yang aman.

Dokumentasi kegiatan hari ini