RSS

Postingan 1 _Seni Rupa _Jumat, 25 September 2026





๐ŸŒธ Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒธ

๐Ÿ’ Selamat pagi, sholih sholiha kelas 3A yang hebat dan luar biasa! ๐Ÿ’

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. ๐Ÿคฒ✨

Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu menjadi anak yang:

๐ŸŒŸ Bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.
๐Ÿ’— Peduli dan suka menolong teman serta orang di sekitar.
๐Ÿค Jujur dalam perkataan dan perbuatan, karena Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.
๐Ÿ•Œ Jangan lupa sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
๐Ÿ“– Murojaah surat-surat pendek agar hafalan semakin lancar dan hati semakin dekat dengan Allah.

Ingat ya, anak-anak… kesuksesan tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. ๐ŸŒท

๐Ÿ’ช Tetap semangat belajar!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.
Jadilah anak yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

✨ “Aku anak hebat, aku anak jujur, aku bertanggung jawab, aku peduli kepada sesama, dan aku selalu semangat belajar!” ✨

๐ŸŒท Semangat terus, sholih sholiha kelas 3A!
Semoga hari ini penuh ilmu, kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan. Aamiin ๐Ÿคฒ

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐Ÿ’•


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 25 September  2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Pewarnaan Gambar Ekspresif (Emosional dan Gradasi)/ ilustrasi 

  6. Pertemuan Ke- : 5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi, mengolah, dan mengaplikasikan unsur-unsur rupa seperti garis, bentuk, tekstur, dan warna dalam karya seni rupa 2 dimensi. Peserta didik mampu mengekspresikan perasaan, ide, dan emosi secara kreatif melalui pemilihan warna dasar, warna sekunder, serta teknik pewarnaan gradasi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat memahami konsep warna ekspresif/emosional dan teknik gradasi warna.

    • Peserta didik dapat membandingkan kesan visual antara gambar berwarna monoton dengan gambar berwarna penuh gradasi.

    • Peserta didik mampu mewarnai sketsa gambar menggunakan teknik gradasi untuk menyampaikan emosi tertentu secara kreatif.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Meaningful, Mindful, Joyful)

    • Meaningful (Bermakna): Peserta didik memahami bahwa warna bukan sekadar hiasan, melainkan media untuk menyampaikan perasaan dan rasa syukur atas keindahan alam ciptaan Allah Swt.

    • Mindful (Bermakna secara Kesadaran): Peserta didik secara fokus dan sabar melembutkan transisi warna (gradasi) menggunakan alat warna (krayon/pensil warna).

    • Joyful (Menyenangakan): Peserta didik merasa gembira dan bebas mengekspresikan imajinasi serta emosi diri melalui pencampuran warna-warni yang cerah dan indah.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati perbandingan dua gambar serupa (satu berwarna monoton/satu warna dan satu berwarna penuh gradasi emosional).

  2. Mendiskusikan perasaan/emosi yang ditimbulkan dari masing-masing gambar tersebut.

  3. Memahami konsep warna emosional (warna hangat vs warna dingin) dan teknik dasar pencampuran gradasi warna.

  4. Berlatih membuat gradasi warna sederhana dari warna gelap ke warna terang.

  5. Mewarnai karya gambar ekspresif dengan menerapkan teknik gradasi sesuai dengan emosi yang ingin disampaikan.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa siswa dengan hangat, lalu menunjukkan sebuah objek (misalnya pemandangan atau karakter kartun). Guru menanyakan kepada siswa: "Anak-anak, pernahkah kalian melihat langit saat matahari terbenam? Warna apa saja yang kalian lihat di langit? Apakah warnanya cuma satu, atau ada perpaduan warna yang sangat cantik?"

Guru kemudian mengaitkan jawaban siswa dengan perasaan mereka hari ini dan bagaimana warna dapat mewakili perasaan gembira, tenang, atau semangat.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Keterkaitan materi dengan QS. An-Nahl Ayat 13:

    “Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan beraneka ragam warna. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.”

    Allah Swt. menciptakan alam semesta dengan beraneka ragam warna yang indah. Gradasi warna di alam (seperti warna pelangi, daun yang berganti musim, atau langit sore) adalah bukti keagungan penciptaan-Nya yang patut kita syukuri dan pelajari.

  2. Penjabaran Materi

    • Gambar Ekspresif & Emosional: Gambar yang dibuat untuk menyampaikan perasaan pembuatnya (senang, tenang, sedih, atau semangat) melalui garis dan pilihan warna.

      • Warna Hangat (Semangat/Ceria): Merah, Kuning, Jingga.

      • Warna Dingin (Tenang/Damai): Biru, Hijau, Ungu Muda.

    • Gradasi Warna: Perubahan atau tingkatan warna secara perlahan-lahan dari warna gelap ke warna terang (atau sebaliknya), sehingga gambar terlihat lebih hidup, berdimensi, dan menyatu.

    Perbandingan Visual Dua Gambar Serupa:

    Aspek PerbandinganGambar A (Monoton)Gambar B (Berwarna Penuh Gradasi)
    Teknik PewarnaanMenggunakan 1 warna saja (misal: hanya hitam-putih atau hanya warna biru tua rata).Menggunakan kombinasi warna bertingkat (misal: Biru Tua $\rightarrow$ Biru Muda $\rightarrow$ Putih).
    Kesan VisualTerlihat datar, kaku, sepi, dan kurang bernyawa.Terlihat hidup, bervolume, nyata, dan menarik perhatian.
    Kesan EmosionalTerasa bosan, sedih, atau monoton.Terasa dinamis, penuh energi, gembira, atau tenang mendalam.
  3. Video Pembelajaran

    • Link Video Tutorial Gradasi Krayon/Pensil Warna: [Masukan Link Video YouTube Tutorial Gradasi]

  4. Media / Alat Peraga

    • Gambar Perbandingan A (Monoton) & Gambar B (Gradasi)

    • PPT Materi Warna Ekspresif & Gradasi

    • Krayon / Pensil Warna / Oil Pastel

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kertas Gambar Sketsa

  5. Post Test

    • Soal 1 (Pilihan Ganda): Perubahan warna secara perlahan dan halus dari warna gelap ke warna terang disebut...

      a) Mewarnai Polos

      b) Gradasi Warna

      c) Sketsa Gambar

    • Soal 2 (Isian): Warna merah dan kuning memberikan kesan perasaan yang... (Semangat / Sedih)

    • Tugas Praktik (LKPD): Warnailah sketsa gambar pemandangan/buah berikut menggunakan minimal 3 gradasi warna (gelap, sedang, terang) untuk menunjukkan kesan hidup dan beremosi!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Pewarnaan gambar ekspresif dengan teknik gradasi membuat karya seni rupa menjadi lebih bernyawa, indah, dan kaya akan emosi dibandingkan dengan pewarnaan monoton. Warna merupakan karunia Allah Swt. yang dapat kita gunakan untuk mengekspresikan keindahan dan perasaan kita.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: [Tuliskan perkembangan positif saat pembelajaran berlangsung]

    • Kendala yang ditemukan: [Tuliskan hambatan siswa, misal: kesulitan menyatukan batas warna krayon]

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: [Tuliskan antusiasme dan keaktifan siswa selama praktik]

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pendampingan teknik smudging (pembauran warna) pada pertemuan berikutnya.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : …… peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : …… peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan individu (remedial) dalam teknik pencampuran warna dasar menggunakan gradasi 2 warna terlebih dahulu (gelap ke terang) sebelum masuk ke 3 warna.

Postingan 2_IPAS, Jumat, 25 September 2026

 




๐ŸŒธ Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒธ

๐Ÿ’ Selamat pagi, sholih sholiha kelas 3A yang hebat dan luar biasa! ๐Ÿ’

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. ๐Ÿคฒ✨

Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu menjadi anak yang:

๐ŸŒŸ Bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.
๐Ÿ’— Peduli dan suka menolong teman serta orang di sekitar.
๐Ÿค Jujur dalam perkataan dan perbuatan, karena Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.
๐Ÿ•Œ Jangan lupa sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
๐Ÿ“– Murojaah surat-surat pendek agar hafalan semakin lancar dan hati semakin dekat dengan Allah.

Ingat ya, anak-anak… kesuksesan tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. ๐ŸŒท

๐Ÿ’ช Tetap semangat belajar!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.
Jadilah anak yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

✨ “Aku anak hebat, aku anak jujur, aku bertanggung jawab, aku peduli kepada sesama, dan aku selalu semangat belajar!” ✨

๐ŸŒท Semangat terus, sholih sholiha kelas 3A!
Semoga hari ini penuh ilmu, kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan. Aamiin ๐Ÿคฒ

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐Ÿ’•

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 25 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Perubahan Wujud Benda (Menyublim dan Mengkristal)

  6. Pertemuan Ke- : 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi proses perubahan wujud zat yang terjadi karena pengaruh suhu serta menganalisis ragam perubahan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan proses perubahan wujud benda menyublim (padat ke gas) dan mengkristal (gas ke padat) dengan benar.

    • Peserta didik dapat menunjukkan dan memberikan contoh peristiwa menyublim dan mengkristal dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful) : Peserta didik memahami bahwa perubahan wujud benda menyublim dan mengkristal menunjukkan keteraturan alam dan keagungan penciptaan-Nya.

    • Mi (Mindful) : Peserta didik bersikap cermat, aman, dan penuh perhatian saat mengamati eksperimen perubahan wujud benda padat dan gas.

    • Joy (Joyful) : Peserta didik merasa takjub dan gembira saat melihat kapur barus yang dipanaskan membentuk kristal-kristal indah di bawah piring seng/es.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati kapur barus (kamper) di dalam lemari atau alat percobaan sederhana.

  2. Mendiskusikan proses perubahan wujud dari padat ke gas (menyublim) dan gas ke padat (mengkristal).

  3. Mengidentifikasi contoh peristiwa menyublim dan mengkristal di lingkungan sekitar.

  4. Menyelesaikan lembar pengamatan kelompok dan menjawab soal latihan/post test sederhana.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan membawa satu bungkus kapur barus (kamper) wangi ke depan kelas.

Guru bertanya: "Anak-anak, siapa yang di rumahnya pernah menaruh kapur barus di dalam lemari baju? Mengapa kapur barus yang tadinya padat dan besar, lama-kelamaan makin mengecil dan habis, tetapi lemarinya jadi berbau wangi?"

Guru menghubungkan jawaban siswa dengan materi menyublim dan mengkristal.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT menciptakan alam semesta dengan segala keteraturannya, termasuk pembentukan salju dan kristal es dari uap udara, sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nur ayat 43:

    "...dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari gumpalan-gumpalan awan seperti gunung-gunung..."

    Peristiwa ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah yang mengatur setiap perubahan wujud benda untuk keseimbangan alam.

  2. Penjabaran Materi & Contoh Percakapan/Soal

    • Konsep Menyublim dan Mengkristal:

      • Menyublim: Perubahan wujud benda dari padat menjadi gas. Terjadi karena benda menyerap panas (kalor).

        • Contoh sehari-hari: Kapur barus/kamper yang makin mengecil di dalam lemari, es kering (dry ice) yang berubah menjadi asap uap saat dibiarkan di udara terbuka.

      • Mengkristal (Terdeposisikan): Perubahan wujud benda dari gas menjadi padat. Terjadi karena uap/gas mengalami pelepasan panas (pendinginan secara drastis).

        • Contoh sehari-hari: Pembentukan salju di awan, pembentukan kristal es pada dinding freezer kulkas, pembentukan kristal kapur barus di balik tutup piring es saat percobaan.

    • CONTOH DIALOG PEMBELAJARAN SINGKAT

      • Tokoh: Ibu Guru & Siti

      • Ibu Guru: "Siti, coba perhatikan bagian bawah piring seng yang berisi batu es di atas kaleng percobaan kapur barus tadi. Ada apa di sana?"

      • Siti: "Wah, ada butiran-butiran putih berbentuk kristal yang menempel, Bu!"

      • Ibu Guru: "Luar biasa! Dari mana asal butiran kristal putih itu?"

      • Siti: "Apakah uap kapur barus yang panas tadi berubah jadi padat lagi karena kena dinginnya es di atas piring, Bu?"

      • Ibu Guru: "Tepat sekali, Siti! Perubahan dari uap/gas kapur barus menjadi kristal padat itulah yang disebut mengkristal."

  3. Video Pembelajaran

    • Link Video : [Video Pembelajaran IPAS: Perubahan Wujud Menyublim dan Mengkristal Kelas 3 SD]


  4. Media / Alat Peraga

    • Kaleng bekas/gelas kimia, kapur barus, piring seng/kaca, dan batu es (Media Percobaan Sederhana).

    • Gambar/Infografis Perubahan Wujud Benda.

    • LKPD (Lembar Kerja Pengamatan Kelompok).

  5. Post Test

    • Bentuk : Isian Singkat & Analisis Singkat

    • Soal :

      1. Perubahan wujud benda dari padat menjadi gas disebut .....

      2. Tuliskan 2 contoh peristiwa menyublim atau mengkristal yang pernah kamu temui di kehidupan sehari-hari!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Menyublim adalah perubahan wujud benda dari padat menjadi gas karena menyerap panas, contohnya kapur barus di lemari. Sedangkan mengkristal adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat karena pelepasan panas/pendinginan, contohnya pembentukan salju atau kristal es di kulkas.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik : Peserta didik sangat antusias dan terkagum-kagum saat melihat terbentuknya kristal kapur barus di balik piring es.

    • Kendala yang ditemukan : Beberapa peserta didik masih tertukar menyebut istilah mengkristal dengan membeku.

    • Respons/keterlibatan peserta didik : Peserta didik aktif bertanya dan bekerja sama dalam kelompok pengamatan.

    • Tindak lanjut pembelajaran : Memberikan bagan rangkuman 6 jenis perubahan wujud benda untuk memantapkan pemahaman peserta didik.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

    Tindak Lanjut : Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan ulang menggunakan kartu bergambar siklus perubahan wujud benda.

Postingan 2_Pendidikan Pancasila_Kamis,24 September 2026

 




๐ŸŒธ Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒธ

๐Ÿ’ Selamat pagi, sholih sholiha kelas 3A yang hebat dan luar biasa! ๐Ÿ’

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. ๐Ÿคฒ✨

Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu menjadi anak yang:

๐ŸŒŸ Bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.
๐Ÿ’— Peduli dan suka menolong teman serta orang di sekitar.
๐Ÿค Jujur dalam perkataan dan perbuatan, karena Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.
๐Ÿ•Œ Jangan lupa sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
๐Ÿ“– Murojaah surat-surat pendek agar hafalan semakin lancar dan hati semakin dekat dengan Allah.

Ingat ya, anak-anak… kesuksesan tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. ๐ŸŒท

๐Ÿ’ช Tetap semangat belajar!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.
Jadilah anak yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

✨ “Aku anak hebat, aku anak jujur, aku bertanggung jawab, aku peduli kepada sesama, dan aku selalu semangat belajar!” ✨

๐ŸŒท Semangat terus, sholih sholiha kelas 3A!
Semoga hari ini penuh ilmu, kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan. Aamiin ๐Ÿคฒ

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐Ÿ’•

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 24 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Menganalisis Manfaat Mematuhi Aturan Sekolah dan Akibat Melanggarnya

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu menganalisis manfaat mematuhi aturan serta merinci akibat dari melanggar aturan di lingkungan sekolah, serta menampilkan sikap patuh dan bertanggung jawab sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat menganalisis berbagai manfaat dari mematuhi aturan sekolah serta mengidentifikasi dampak/akibat jika melanggar aturan tersebut secara kritis dan tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami pentingnya aturan sebagai pedoman bersama yang menciptakan rasa aman, adil, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara sadar dan cermat menimbang akibat dari setiap tindakan yang dilakukan sebelum bertindak di lingkungan sekolah.

  • Joyful (Joy): Peserta didik antusias dan gembira mengikuti diskusi kelompok serta permainan kuis sebab-akibat (cause and effect card game).

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati studi kasus atau ilustrasi tentang situasi sekolah yang tertib versus situasi yang kacau.

  2. Menganalisis manfaat yang dirasakan ketika mematuhi aturan sekolah.

  3. Merinci akibat atau kerugian yang timbul bagi diri sendiri dan orang lain jika melanggar aturan sekolah.

  4. Menyajikan tabel analisis "Sebab-Akibat Aturan Sekolah" dalam diskusi dan pameran karya kelompok (gallery walk).

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menceritakan sebuah cerita pendek: "Budi terburu-buru dan berlari di koridor sekolah yang licin hingga menabrak Lani yang sedang membawa air minum." Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Anak-anak sholih dan sholiha, mengapa kejadian tersebut bisa terjadi? Aturan apa yang dilanggar Budi? Apa akibatnya bagi Lani dan Budi?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi manfaat mematuhi aturan dan akibat melanggarnya.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    QS. Al-A'raf Ayat 56:

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik..."

Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga ketertiban dan lingkungan sekitar. Melanggar aturan dapat menimbulkan kerugian serta kerusakan suasana kedamaian yang sudah tertata dengan baik.

  1. Penjabaran Materi

  • Manfaat Mematuhi Aturan Sekolah:

    • Suasana Belajar Nyaman: Kelas menjadi tenang sehingga semua siswa dapat fokus belajar.

    • Menjaga Keselamatan: Terhindar dari bahaya kecelakaan (misal: tidak berlarian di tangga/koridor).

    • Melatih Kedisiplinan & Tanggung Jawab: Membentuk karakter anak sholih dan sholiha yang dapat dipercaya.

    • Menciptakan Kerukunan: Menghindari perselisihan atau pertengkaran antarteman.

  • Akibat Melanggar Aturan Sekolah:

    • Merugikan Diri Sendiri: Tertinggal pelajaran (jika terlambat), mendapat sanksi/teguran, atau terluka.

    • Merugikan Orang Lain: Mengganggu konsentrasi teman belajar atau membuat orang lain cedera/terganggu.

    • Lingkungan Menjadi Kotor/Kacau: Sampah menumpuk jika tidak dibuang pada tempatnya.

  • Tabel Analisis Perbandingan:

Perilaku AturanManfaat MematuhiAkibat Melanggar
Datang tepat waktuDapat mengikuti pelajaran dari awal dengan tenangTertinggal materi dan merasa panik/malu
Buang sampah di tempatnyaLingkungan sekolah bersih, sehat, dan asriSekolah menjadi kotor, berbau, dan jadi sarang penyakit
Mengantre saat di kantinSemua siswa melayani dengan adil dan tertibTerjadi keributan, makanan tumpah, dan tidak adil
  1. Video Pembelajaran
    Link Video Pembelajaran Manfaat & Akibat Aturan: [https://www.youtube.com/watch?example_manfaat_akibat_aturan_sd](https://www.youtube.com/watch?example_manfaat_akibat_aturan_sd) (Silakan sesuaikan dengan link video yang digunakan)

  2. Media/Alat Peraga

  • Kartu Kasus "Sebab - Akibat"

  • Papan Pohon Solusi (Pohon Manfaat vs Pohon Dampak)

  • Slide PPT Interaktif

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Analisis

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat!

  2. Tuliskan 2 manfaat yang kamu rasakan jika selalu mematuhi aturan di dalam kelas!

  3. Ahmad suka membuang bungkus makanannya di bawah meja kelas. Apa akibat perbuatan Ahmad bagi teman-teman sekelasnya?

  4. Mengapa berjalan tertib di tangga sekolah lebih aman daripada berlarian? Jelaskan alasannya!

  5. Sebutkan akibat jika peserta didik tidak mematuhi jadwal piket kelas yang telah disepakati!

  6. Tuliskan satu pengalamanmu saat mematuhi aturan sekolah dan manfaat yang kamu dapatkan!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Mematuhi aturan sekolah memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan orang lain, seperti menciptakan suasana aman, tertib, dan harmonis. Sebaliknya, melanggar aturan akan membawa dampak buruk, merugikan kenyamanan bersama, serta merusak ketertiban lingkungan sekolah.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik dapat menganalisis dampak melanggar aturan secara kritis melalui simulasi studi kasus pendek.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum fokus membedakan akibat yang berdampak pada diri sendiri dan yang berdampak pada orang lain.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat aktif berdiskusi dalam kelompok saat mencocokkan kartu sebab-akibat.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan bimbingan pengelompokan dampak (dampak personal vs dampak sosial) pada pertemuan berikutnya.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : 24 peserta didik

    Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

Tindak lanjut :
Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan belajar tambahan (remedial) menggunakan gambar komik sederhana mengenai pilihan sikap dan dampaknya di sekolah.

Dokumentasi kegiatan hari ini :

Postingan 1_Ipas, Kamis, 24 September 2026





๐ŸŒธ Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒธ

๐Ÿ’ Selamat pagi, sholih sholiha kelas 3A yang hebat dan luar biasa! ๐Ÿ’

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. ๐Ÿคฒ✨

Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu menjadi anak yang:

๐ŸŒŸ Bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.
๐Ÿ’— Peduli dan suka menolong teman serta orang di sekitar.
๐Ÿค Jujur dalam perkataan dan perbuatan, karena Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.
๐Ÿ•Œ Jangan lupa sholat Dhuha sebelum memulai aktivitas.
๐Ÿ“– Murojaah surat-surat pendek agar hafalan semakin lancar dan hati semakin dekat dengan Allah.

Ingat ya, anak-anak… kesuksesan tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi anak yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. ๐ŸŒท

๐Ÿ’ช Tetap semangat belajar!
Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita belajar menjadi lebih baik.
Jadilah anak yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

✨ “Aku anak hebat, aku anak jujur, aku bertanggung jawab, aku peduli kepada sesama, dan aku selalu semangat belajar!” ✨

๐ŸŒท Semangat terus, sholih sholiha kelas 3A!
Semoga hari ini penuh ilmu, kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan. Aamiin ๐Ÿคฒ

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐Ÿ’•



A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 24 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Perubahan Wujud Benda (Menguap dan Mengembun)

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi proses perubahan wujud zat yang terjadi karena pengaruh suhu serta menganalisis ragam perubahan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan proses perubahan wujud benda menguap (cair ke gas) dan mengembun (gas ke cair) dengan benar.

    • Peserta didik dapat menunjukkan dan memberikan contoh peristiwa menguap dan mengembun dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful) : Peserta didik memahami bahwa perubahan wujud benda merupakan siklus alamiah yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi.

    • Mi (Mindful) : Peserta didik bersikap cermat dan fokus saat melakukan pengamatan langsung pada percobaan sederhana perubahan wujud benda.

    • Joy (Joyful) : Peserta didik merasa senang dan penasaran saat menyaksikan munculnya titik-titik air di luar gelas es atau uap air panas secara langsung.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati media konkret berupa gelas berisi air es dan air panas yang ditutup.

  2. Mendiskusikan proses perubahan wujud benda dari cair ke gas (menguap) dan gas ke cair (mengembun).

  3. Mengidentifikasi contoh-contoh peristiwa menguap dan mengembun di lingkungan sekitar.

  4. Menyelesaikan lembar pengamatan dan menjawab soal latihan/post test sederhana.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan membawa dua benda ke depan kelas: satu gelas air dingin berisi batu es dan pakaian basah yang baru dicuci.

Guru bertanya: "Anak-anak, coba perhatikan dinding luar gelas es ini! Mengapa basah dan ada titik-titik airnya padahal air di dalam tidak tumpah? Dan ke mana perginya air di pakaian basah setelah dijemur di bawah sinar matahari?"

Guru menghubungkan jawaban siswa dengan materi menguap dan mengembun.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT mengatur siklus air di bumi melalui proses penguapan dan pengembunan, sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nur ayat 43:

    "Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya..."

    Proses penguapan dan pengembunan adalah bentuk kasih sayang Allah agar air terus berputar dan memberikan kehidupan di bumi.

  2. Penjabaran Materi 
      Hari Minggu yang cerah, Ibu mengajak Rani membuat es buah segar di dapur. Ibu mengeluarkan satu mangkuk es batu dari dalam kulkas. Rani meletakkan beberapa potong es batu di atas piring kecil di meja makan. 
    Setelah ditinggal sebentar membantu Ibu memotong buah, Rani kembali ke meja makan. Ia melihat ukuran es batu mengecil dan mengeluarkan banyak air di piring.
    Sementara itu, di kompor, Ibu sedang merebus air dalam panci untuk membuat air gula. Lama-kelamaan, air di dalam panci mendidih dan terlihat uap air mengepul ke udara. 1.Peristiwa es batu yang diletakkan di meja lama-kelamaan berubah menjadi air menunjukkan perubahan wujud zat yang disebut ... 
    • A. Membeku
    • B. Mencair
    • C. Menguap
    • D. Mengembun 
    Soal 2 (Pilihan Ganda)
    Berdasarkan cerita di atas, peristiwa air yang mendidih di atas kompor dan menghasilkan uap air merupakan contoh perubahan wujud dari zat cair menjadi ...
    • A. Padat
    • B. Gas
    • C. Tetap
    • D. Beku
    Soal 3 
    Sebutkan wujud awal dari es batu sebelum diletakkan di atas piring dan mencair!
    Soal 4 
    Mengapa es batu yang diletakkan di meja makan lama-kelamaan bisa berubah menjadi air? Jelaskan alasannya berdasarkan kejadian pada stimulus!

      


     

    ๐ŸŒˆ Perubahan Wujud Zat: Menguap dan Mengembun

    1. ๐Ÿ’จ Menguap

    Menguap adalah perubahan wujud benda dari cair menjadi gas.

    Menguap terjadi ketika benda cair mendapatkan panas.

    Contoh:

    • Air yang direbus lama-kelamaan menjadi uap.

    • Pakaian basah menjadi kering ketika dijemur.

    • Air di lantai yang terkena sinar matahari lama-kelamaan menghilang.

    • Air laut menguap karena panas matahari.

    Gambar sederhana:

    ☀️ Panas Matahari
    ⬇️
    ๐Ÿ’ง Air → ๐Ÿ’จ Uap air

    Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

    ๐Ÿงบ Pakaian basah → ☀️ dijemur → ๐Ÿ‘• Pakaian kering


    2. ๐Ÿ’ง Mengembun

    Mengembun adalah perubahan wujud benda dari gas menjadi cair.

    Mengembun terjadi ketika uap air mengalami pendinginan.

    Contoh:

    • Permukaan luar gelas berisi es menjadi basah.

    • Embun muncul di daun pada pagi hari.

    • Tutup panci menjadi basah setelah digunakan memasak.

    • Kaca jendela dapat menjadi berembun ketika udara dingin.

    Gambar sederhana:

    ๐Ÿ’จ Uap air → ❄️ Dingin → ๐Ÿ’ง Titik-titik air

    ๐Ÿฅค Contoh Gelas Berisi Es

    ๐ŸงŠ + ๐Ÿ’ง Air es
    ⬇️
    Udara di sekitar gelas mengandung uap air
    ⬇️
    Uap air terkena permukaan gelas yang dingin
    ⬇️
    ๐Ÿ’ง Terbentuk titik-titik air

    Ingat ya, anak-anak!

    ๐Ÿ’ง Menguap: cair → gas
    ๐Ÿ’ง Mengembun: gas → cair

    ๐Ÿ“Œ Ringkasan

    PerubahanDariMenjadiContoh
    MenguapCair ๐Ÿ’งGas ๐Ÿ’จPakaian dijemur menjadi kering
    MengembunGas ๐Ÿ’จCair ๐Ÿ’งTitik air pada gelas berisi es

    Kesimpulan:

    Perubahan wujud zat dapat terjadi karena adanya perubahan panas atau suhu. Menguap membutuhkan panas, sedangkan mengembun terjadi ketika uap air mengalami pendinginan. Sholih sholiha Di sekitar kita, benda-benda bisa berubah bentuk atau wujud, lho. Perubahan ini terjadi karena benda tersebut menerima panas (menjadi panas) atau melepaskan panas (menjadi dingin).
    Hari ini kita akan belajar dua perubahan wujud yang hebat: Menguap dan Mengembun.
    Menguap adalah perubahan wujud benda dari cair menjadi benda gas (tidak terlihat).
    • Mengapa bisa terjadi? Karena benda cair tersebut dipanaskan atau menyerap panas dari sekitarnya (seperti sinar matahari atau api kompor).
    • Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
      • ๐Ÿ‘• Menjemur baju basah: Air di dalam baju yang basah terserap oleh panas matahari dan berubah menjadi uap ke udara, sehingga baju menjadi kering.
      • ☕ Air mendidih: Saat memasak air, lama-kelamaan air di panci akan berkurang karena sebagian air berubah menjadi uap air yang membubung ke atas.
      • ๐ŸŒŠ Genangan air jalanan: Setelah hujan, genangan air di jalanan akan hilang dan mengering sendiri saat matahari mulai terik.

      • 2. Mengembun (Gas ➡️ Cair)
    Mengembun adalah perubahan wujud benda dari gas menjadi benda cair.
    • Mengapa bisa terjadi? Karena benda gas tersebut didinginkan atau melepaskan panas ke udara sekitar yang lebih dingin.
    • Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
      • ๐ŸงŠ Gelas berisi es: Dinding luar gelas yang berisi air es akan menjadi basah dan penuh dengan tetesan air, padahal gelasnya tidak bocor. Itu karena uap air di udara menempel pada gelas yang dingin.
      • ๐Ÿƒ Embun pagi hari: Pagi-pagi sekali, daun-daun di depan rumah terlihat basah padahal malam harinya tidak ada hujan.
      • ๐Ÿš— Kaca mobil saat hujan: Bagian dalam kaca mobil menjadi buram dan basah ketika cuaca di luar sedang hujan deras.         ๐Ÿ“ Ringkasan Kilat
    Petunjuk:
    Ingat kembali peristiwa saat air direbus lama-kelamaan akan berkurang karena berubah menjadi uap. Apa nama proses perubahan wujud tersebut?
    Ibu menjemur pakaian basah di bawah terik matahari. Lama-kelamaan pakaian tersebut menjadi kering karena air di pakaian hilang ke udara. Peristiwa ini menunjukkan terjadinya...

    1. Menguap
      Air yang ada di dalam pakaian basah menerima panas dari matahari, sehingga air tersebut menguap (berubah menjadi gas/uap air) dan pakaian pun menjadi kering.
    2. Mengembun
       Mengembun menghasilkan titik-titik air, sedangkan menjemur pakaian membuat air di kain hilang ke udara karena panas matahari.
    3. Membeku
      Membeku terjadi pada suhu dingin untuk mengubah cair menjadi padat, bukan menghilangkan air dengan panas matahari.
    4. Mencair
       Mencair adalah perubahan padat ke cair, sedangkan pakaian basah yang dijemur justru kehilangan air menjadi gas.
    Petunjuk:
    Pikirkan apa yang terjadi pada air di baju basah saat terkena panas dari matahari secara terus-menerus.
    Perubahan wujud benda gas atau uap air menjadi titik-titik air (benda cair) disebut...

    1. Mencair
       Mencair adalah perubahan wujud dari padat ke cair.
    2. Membeku
      Incorrect. Membeku adalah perubahan wujud dari cair ke padat.
    3. Menguap
      Menguap adalah perubahan wujud dari cair ke gas.
    4. Mengembun
      Mengembun adalah kebalikan dari menguap, yaitu ketika uap air (gas) bersentuhan dengan permukaan yang lebih dingin sehingga berubah kembali menjadi wujud cair.
    Petunjuk:
    Proses ini bisa kamu lihat pada titik-titik air di rumput saat pagi hari atau di bagian luar gelas berisi es.
    Saat kita menuangkan air es ke dalam gelas kaca, beberapa menit kemudian bagian luar gelas menjadi basah atau berair. Air pada permukaan luar gelas ini berasal dari...

    1. Penguapan air di dalam gelas
      . Air di dalam gelas adalah air dingin/es, bukan menguap keluar menembus gelas.
    2. Pengembunan uap air di udara sekitar gelas yang dingin, Gelas yang dingin membuat uap air yang ada di udara luar di sekitar gelas mengalami pendinginan dan mengembun menjadi butiran air di luar gelas.
    3. Air es yang meresap melalui dinding gelas kaca
      . Gelas kaca bersifat kedap air, sehingga air di dalam gelas tidak bisa meresap keluar melewati dinding kaca.
    4. Air dari udara yang membeku karena dingin
      . Air di luar gelas berwujud cair (titik-titik air), bukan es padat, sehingga prosesnya adalah mengembun, bukan membeku.
    Petunjuk:
    Gelasnya menjadi dingin karena air es di dalamnya. Udara di luar mengandung uap air yang tidak terlihat. Ketika uap air itu menyentuh gelas yang dingin, wujudnya berubah.
    Peristiwa menguap memerlukan tambahan panas atau kalor, sedangkan peristiwa mengembun terjadi karena adanya...
    1. Pemanasan yang sangat tinggi
      Incorrect. Pemanasan yang tinggi justru memicu terjadinya penguapan, bukan pengembunan.
    2. Penambahan zat cair ke udara
      Incorrect. Pengembunan terjadi karena perubahan suhu, bukan karena penambahan zat cair secara langsung.
    3. Pendinginan atau suhu yang lebih dingin
      Correct! Mengembun memerlukan pelepasan panas atau suhu lingkungan yang lebih dingin agar uap air (gas) berubah kembali menjadi titik-titik air (cair).
    4. Pengeringan menggunakan kipas angin
      Incorrect. Kipas angin membantu mempercepat penguapan karena mengalirkan udara, bukan menyebabkan embun.
    Petunjuk:
    Perhatikan mengapa embun pagi bisa ada di dedaunan. Udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih apa dibandingkan siang hari?
    Kuis IPAS Kelas 3: Menguap dan Mengembun


    • Konsep Menguap dan Mengembun:

      • Menguap: Perubahan wujud benda dari cair menjadi gas. Terjadi karena benda menyerap panas (kalor).

        • Contoh sehari-hari: Pakaian basah yang dijemur menjadi kering, air yang dimasak lama-lama berkurang, parfum yang disemprotkan.

      • Mengembun: Perubahan wujud benda dari gas menjadi cair. Terjadi karena udara/gas mengalami pelepasan panas (pendinginan).

        • Contoh sehari-hari: Titik air (embun) di dedaunan pada pagi hari, bagian luar gelas berisi air es menjadi basah, titik air di tutup panci saat memasak air.

    •  PEMBELAJARAN SINGKAT

      • Tokoh: Ibu Guru & Edo

      • Ibu Guru: "Edo, coba perhatikan tutup panci yang baru diangkat dari air mendidih. Apa yang kamu lihat di balik tutupnya?"

      • Edo: "Ada banyak tetesan air, Bu!"

      • Ibu Guru: "Betul sekali! Dari mana asal tetesan air itu?"

      • Edo: "Apakah itu uap air panas yang berubah jadi air lagi karena menyentuh tutup panci yang dingin, Bu?"

      • Ibu Guru: "Luar biasa, Edo! Uap air (gas) yang berubah menjadi titik-titik air (cair) itulah yang kita sebut dengan mengembun."
        1. Menguap (Cair ➡️ Gas)๐ŸŒค️  Menguap dan Mengembun
  3. Video Pembelajaran

    • Link Video : [Video Pembelajaran IPAS: Perubahan Wujud Menguap dan Mengembun Kelas 3 SD]

  4. Media / Alat Peraga

    • Gelas transparan, batu es, dan air hangat beserta tutupnya.

    • Gambar/Infografis Siklus Hujan sederhana.

    • LKPD (Lembar Kerja Pengamatan Kelompok).

  5. Post Test

    • Bentuk : Isian Singkat & Analisis Singkat

    • Soal :

      1. Perubahan wujud benda dari cair menjadi gas disebut .....

      2. Tuliskan 2 contoh peristiwa mengembun yang pernah kamu temui di lingkungan rumahmu!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Menguap adalah perubahan wujud dari cair ke gas karena dipanaskan, sedangkan mengembun adalah perubahan wujud dari gas ke cair karena didinginkan. Kedua proses ini sangat mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti pada jemuran basah dan es dalam gelas.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik : Peserta didik sangat aktif dan antusias saat mengamati embun di luar gelas es secara langsung.

    • Kendala yang ditemukan : Beberapa peserta didik masih tertukar antara istilah menguap dan menyublim.

    • Respons/keterlibatan peserta didik : Sebagian besar peserta didik mampu menyebutkan contoh penguapan di rumah dengan percaya diri.

    • Tindak lanjut pembelajaran : Memberikan latihan visual sederhana untuk membedakan arah perubahan wujud (cair $\rightarrow$ gas dan gas $\rightarrow$ cair).

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas :24 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

    Tindak Lanjut : Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan ulang melalui percobaan mandiri sederhana di meja guru.
Dokumentasi kegiatan hari ini :

Postingan 2_Matematika, Rabu, 23 Sept 2026

 




๐ŸŒท Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒท

Selamat pagi sholih sholiha kelas 3A ๐ŸŒž๐Ÿ’

Alhamdulillah, hari ini Rabu, 23 September 2026. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, semangat, dan kemudahan dalam belajar. ๐Ÿคฒ✨

๐Ÿ’– Jangan lupa hari ini:
๐Ÿ“– Murojaah surat-surat pendek
๐Ÿค Selalu berbuat baik kepada siapa pun
๐ŸŒŸ Biasakan berkata dan bertindak jujur
๐Ÿ˜Š Saling menyayangi, menghormati, dan membantu
๐Ÿ“š Tetap semangat belajar dan jangan mudah menyerah!

Ingat ya, anak-anak hebat…
Kejujuran membuat kita dipercaya, kebaikan membuat kita disayangi, dan semangat membuat kita semakin dekat dengan cita-cita. ๐ŸŒˆ✨

Mari awali hari ini dengan Bismillah, hati yang ceria, dan niat untuk menjadi anak yang lebih baik. ๐Ÿ’ช๐Ÿฅฐ

๐ŸŒธ Semangat belajar, sholih sholiha kelas 3A!
Kalian hebat, kalian bisa! ๐Ÿ’•✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Rabu,23 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Sifat Komutatif (Pertukaran) pada Perkalian

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000, serta dapat melakukan dan menerapkan operasi perkalian menggunakan sifat komutatif (pertukaran) untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat memahami konsep sifat komutatif (pertukaran) pada operasi hitung perkalian.

    • Peserta didik dapat menerapkan sifat komutatif perkalian untuk menyelesaikan soal latihan dan permasalahan sehari-hari dengan tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful): Peserta didik memahami bahwa penataan atau pengelompokan benda yang berbeda posisi tetap menghasilkan jumlah keseluruhan yang sama.

    • Mi (Mindful): Peserta didik fokus dan teliti dalam mengamati perubahan posisi angka (posisi baris/kolom) serta hasil perkaliannya.

    • Joy (Joyful): Peserta didik aktif dan gembira dalam meng eksplorasi sifat pertukaran menggunakan media konkret seperti biji-bijian, stik es krim, atau wadah makanan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati demonstrasi pengelompokan benda konkret dalam wadah yang berbeda jumlahnya.

  2. Menyusun kalimat matematika perkalian dari posisi benda sebelum dan sesudah ditukar.

  3. Menganalisis dan menyimpulkan konsep sifat komutatif perkalian $a \times b = b \times a$.

  4. Menyelesaikan soal latihan penerapan sifat pertukaran perkalian secara mandiri dan berkelompok.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa siswa lalu membawa dua kelompok wadah: 3 piring berisi masing-masing 4 kue, dan 4 piring berisi masing-masing 3 kue. Guru bertanya: "Anak-anak, jika jumlah wadah dan isinya dibalik seperti ini, apakah total seluruh kuenya tetap sama?" Guru kemudian mengaitkan jawaban siswa dengan materi sifat pertukaran pada perkalian.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT menciptakan segala sesuatu di alam semesta dengan penuh keteraturan dan keseimbangan, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Qamar ayat 49:

    "Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."

    Sifat pertukaran dalam matematika mengajarkan kita tentang ketetapan, keadilan, dan keseimbangan dalam hitungan.

  2. Penjabaran Materi & Contoh Percakapan/Soal.

๐Ÿ“š MATEMATIKA KELAS 3 

Sifat Komutatif (Pertukaran) pada Perkalian

๐ŸŒŸ Apa itu Sifat Komutatif?

Sifat komutatif adalah sifat pada perkalian yang menunjukkan bahwa pertukaran letak bilangan tidak mengubah hasil perkalian.

๐Ÿ‘‰ Rumus:

a × b = b × a

Artinya, bilangan yang dikalikan boleh ditukar tempatnya, tetapi hasilnya tetap sama.

✏️ Contoh 1

3 × 4 = 12

Jika ditukar:

4 × 3 = 12

Jadi:

3 × 4 = 4 × 3

Hasilnya tetap 12.

๐ŸŽ Contoh dengan benda

Bayangkan ada 3 piring, setiap piring berisi 4 apel.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ
๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ
๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

3 × 4 = 12 apel

Jika kita susun menjadi 4 kelompok, masing-masing berisi 3 apel:

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ
๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ
๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ
๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

4 × 3 = 12 apel

Jadi, 3 × 4 = 4 × 3 = 12.

๐Ÿ’ก Ingat!

Dalam perkalian:

  • 2 × 5 = 5 × 2 = 10

  • 4 × 6 = 6 × 4 = 24

  • 7 × 3 = 3 × 7 = 21

  • 8 × 5 = 5 × 8 = 40

๐Ÿ“Œ Kesimpulan:
Sifat komutatif pada perkalian adalah pertukaran posisi faktor yang tidak mengubah hasil perkalian.

๐Ÿ“ Latihan Soal

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. 3 × 5 = ... × 3

  2. 4 × 6 = 6 × ...

  3. 7 × 2 = ... × 7

  4. 8 × 4 = 4 × ...

  5. 9 × 3 = ... × 9

B. Hitunglah!

  1. 2 × 6 = ...

  2. 6 × 2 = ...

  3. 4 × 7 = ...

  4. 7 × 4 = ...

  5. 5 × 8 = ...

  6. 8 × 5 = ...

C. Lengkapi pasangan perkalian berikut!

  1. 3 × 8 = 8 × ... = ...

  2. 6 × 5 = 5 × ... = ...

  3. 7 × 4 = 4 × ... = ...

  4. 9 × 2 = 2 × ... = ...

D. Soal Cerita

  1. Ibu mempunyai 3 piring. Setiap piring berisi 5 kue.
    Berapa jumlah seluruh kue?

  2. Rani mempunyai 4 kotak pensil. Setiap kotak berisi 6 pensil.
    Tuliskan perkalian dan gunakan sifat komutatif untuk menunjukkan perkalian yang setara.

  3. Di kelas terdapat 5 baris kursi. Setiap baris terdiri dari 7 kursi.
    Berapa jumlah seluruh kursi? Tuliskan juga perkalian pertukarannya.

๐Ÿ”‘ Kunci Jawaban

  1. 5

  2. 4

  3. 2

  4. 8

  5. 3

  6. 12

  7. 12

  8. 28

  9. 28

  10. 40

  11. 40

  12. 3 × 8 = 8 × 3 = 24

  13. 6 × 5 = 5 × 6 = 30

  14. 7 × 4 = 4 × 7 = 28

  15. 9 × 2 = 2 × 9 = 18

  16. 3 × 5 = 15 kue

  17. 4 × 6 = 6 × 4 = 24 pensil

  18. 5 × 7 = 7 × 5 = 35 kursi

  1. Video Pembelajaran

    • Link Video: matematika kelas 3


  2. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif (Animasi Pengelompokan Benda & Pola Pertukaran)

    • Benda Konkret (Wadah plastik, biji dakon/stik es krim/kelereng)

    • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  3. Post Tes     

    ๐Ÿ“ Post-Test Matematika 

    Materi: Sifat Komutatif (Pertukaran) pada Perkalian

    1. Lengkapilah: 3 × 5 = 5 × ...
      a. 2
      b. 3
      c. 4
      d. 5

    2. Hasil dari 4 × 6 adalah …
      a. 20
      b. 24
      c. 26
      d. 28

    3. Pasangan perkalian yang menunjukkan sifat komutatif adalah …
      a. 3 × 4 = 3 × 5
      b. 5 × 2 = 2 × 5
      c. 6 × 3 = 6 + 3
      d. 4 × 2 = 4 + 2

    4. Lengkapilah: 7 × 3 = 3 × ... = ...

    5. Siti memiliki 4 kotak. Setiap kotak berisi 5 pensil. Tuliskan perkalian untuk menghitung jumlah pensil dan gunakan sifat komutatifnya!

    Kunci Jawaban

    1. b. 3

    2. b. 24

    3. b. 5 × 2 = 2 × 5

    4. 7 × 3 = 3 × 7 = 21

    5. 4 × 5 = 5 × 4 = 20 pensil

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Sifat komutatif (pertukaran) pada perkalian menyatakan bahwa hasil kali dua bilangan akan tetap sama meskipun urutan kedua bilangan tersebut ditukar (ax b = b x a).

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat terbantu memahami konsep pertukaran saat mempraktikkan langsung pemindahan benda konkret ke dalam wadah.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih tertukar antara konsep penulisan wadah isi pada perkalian awal sebelum ditukar.

    • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik antusias saat mencoba menjawab tantangan soal pertukaran di papan tulis.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan rutin pengelompokan gambar untuk memperkuat pemahaman bentuk perkalian dasar.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 24 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 1 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan khusus (remedial) menggunakan media peraga konkret hingga dapat menuliskan bentuk pertukaran perkalian secara tepat.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 1_Bahasa Indonesia, 23 September 2026




 

๐ŸŒท Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒท

Selamat pagi sholih sholiha kelas 3A ๐ŸŒž๐Ÿ’

Alhamdulillah, hari ini Rabu, 23 September 2026. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, semangat, dan kemudahan dalam belajar. ๐Ÿคฒ✨

๐Ÿ’– Jangan lupa hari ini:
๐Ÿ“– Murojaah surat-surat pendek
๐Ÿค Selalu berbuat baik kepada siapa pun
๐ŸŒŸ Biasakan berkata dan bertindak jujur
๐Ÿ˜Š Saling menyayangi, menghormati, dan membantu
๐Ÿ“š Tetap semangat belajar dan jangan mudah menyerah!

Ingat ya, anak-anak hebat…
Kejujuran membuat kita dipercaya, kebaikan membuat kita disayangi, dan semangat membuat kita semakin dekat dengan cita-cita. ๐ŸŒˆ✨

Mari awali hari ini dengan Bismillah, hati yang ceria, dan niat untuk menjadi anak yang lebih baik. ๐Ÿ’ช๐Ÿฅฐ

๐ŸŒธ Semangat belajar, sholih sholiha kelas 3A!
Kalian hebat, kalian bisa! ๐Ÿ’•✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 23 Sept 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Merancang Teks Percakapan Bermain Peran Macam-Macam Profesi

  6. Pertemuan Ke- : 8

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menulis teks narasi dan teks deskripsi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam, menunjukkan keterampilan menulis yang baik, serta menyusun teks percakapan sederhana berdasarkan topik peran/profesi yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat merancang teks percakapan sederhana tentang berbagai macam profesi dengan struktur dan tanda baca yang tepat.

    • Peserta didik dapat mensimulasikan teks percakapan melalui kegiatan bermain peran (role play) di depan kelas.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful): Peserta didik memahami pentingnya menghargai dan mengenal peran berbagai profesi di lingkungan sekitar.

    • Mi (Mindful): Peserta didik fokus dan cermat dalam menentukan pilihan kata, kalimat sapaan, serta tanda baca saat merancang dialog.

    • Joy (Joyful): Peserta didik merasa senang dan percaya diri berinteraksi dengan teman melalui aktivitas bermain peran secara kolaboratif.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Menganalisis contoh teks percakapan sederhana tema profesi.

  2. Mengidentifikasi ragam profesi dan tugas-tugasnya.

  3. Merancang draf teks percakapan bersama kelompok (2–3 peserta didik).

  4. Mempraktikkan percakapan/bermain peran di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa siswa, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: "Siapa yang tahu tugas seorang dokter atau pemadam kebakaran? Jika kalian bertemu mereka, kalimat sapaan apa yang akan kalian ucapkan?" Guru kemudian menghubungkan jawaban siswa dengan materi merancang percakapan profesi hari ini.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT menciptakan manusia dengan keberagaman keahlian dan peran untuk saling membantu dalam kebaikan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ma'idah ayat 2:

    "...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa..."

    Setiap profesi yang halal merupakan bentuk ibadah dan kontribusi nyata untuk kemaslahatan bersama.

  2. Penjabaran Materi

    • Percakapan (Dialog): Percakapan adalah pembicaraan antara dua orang atau lebih.

    • Langkah Merancang Teks Percakapan:

      • Tentukan tokoh dan profesinya (contoh: Dokter dan Pasien, Guru dan Siswa, Polisi dan Pengendara).

      • Tentukan topik/tema pembicaraan.

      • Gunakan kata sapaan yang sopan (Contoh: "Selamat pagi, Pak Dokter", "Ada yang bisa saya bantu, Bu?").

      • Gunakan tanda baca yang benar (tanda titik untuk kalimat berita, tanda tanya untuk pertanyaan, tanda seru untuk perintah).

    • CONTOH TEKS PERCAKAPAN 1

      Tema: Dokter dan Pasien

      Tokoh: Dokter Asep & Alif (Sakit Perut)

      • Dokter Asep: "Selamat pagi, Alif. Apa yang kamu rasakan hari ini?"

      • Alif: "Selamat pagi, Pak Dokter. Perut saya terasa sakit sekali sejak tadi pagi."

      • Dokter Asep: "Coba Pak Dokter periksa dulu, ya. Apakah kamu kemarin makan makanan yang pedas?"

      • Alif: "Iya, Pak Dokter. Kemarin sore saya makan bakso pedas."

      • Dokter Asep: "Baiklah, ini resep obatnya. Minum tiga kali sehari dan kurangi makanan pedas dulu, ya."

      • Alif: "Baik, Pak Dokter. Terima kasih banyak!"

      CONTOH TEKS PERCAKAPAN 2

      Tema: Polisi Lalu Lintas dan Pengendara

      Tokoh: Pak Polisi Rudi & Bu Siti

      • Pak Polisi Rudi: "Selamat pagi, Bu. Boleh saya lihat SIM dan STNK Kendaraannya?"

      • Bu Siti: "Selamat pagi, Pak Polisi. Ini surat-surat kendaraan saya."

      • Pak Polisi Rudi: "Terima kasih, Bu. Mengapa Ibu tidak memakai helm saat mengendarai motor?"

      • Bu Siti: "Maafkan saya, Pak. Rumah saya dekat, jadi saya lupa memakai helm."

      • Pak Polisi Rudi: "Helm sangat penting untuk keselamatan kepala Ibu, meskipun jaraknya dekat. Mohon selalu dipakai, ya."

      • Bu Siti: "Baik, Pak Polisi. Terima kasih sudah mengingatkan. Saya tidak akan mengulanginya lagi."

      • video pembelajaran :

  3. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif (GambarProfesi & Pola Teks Percakapan)

    • Kartu Peran / Aksesori Profesi (Stetoskop mainan, topi polisi, dll.)

    • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Merancang Teks Percakapan

  4. Post Test

    • Bentuk: Lembar Kerja Kelompok & Unjuk Kerja (Bermain Peran).

    • Tugas: Buatlah teks percakapan singkat (4–6 kalimat) antara 2 tokoh dengan profesi berbeda, lalu tampilkan di depan kelas secara berpasangan!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Merancang teks percakapan profesi membantu kita melatih kemampuan berbahasa, memahami peran/tugas berbagai pekerjaan di masyarakat, serta menumbuhkan rasa saling menghargai antarsesama.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik antusias saat memilih peran profesi dan berani maju ke depan kelas.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum konsisten dalam menggunakan tanda baca (tanda tanya dan tanda titik) pada teks naskah dialog.

    • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, responsif, dan menikmati sesi bermain peran bersama teman.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan tambahan pembuatan kalimat tanya dan sapaan yang santun.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 24 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 1 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan khusus (coaching) dalam menyusun kalimat sapaan dan latihan terbimbing dalam kelompok kecil.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 3_PAK, Rabu, 23 September 2026

 



 

๐ŸŒท Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒท

Selamat pagi sholih sholiha kelas 3A ๐ŸŒž๐Ÿ’

Alhamdulillah, hari ini Rabu, 23 September 2026. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, semangat, dan kemudahan dalam belajar. ๐Ÿคฒ✨

๐Ÿ’– Jangan lupa hari ini:
๐Ÿ“– Murojaah surat-surat pendek
๐Ÿค Selalu berbuat baik kepada siapa pun
๐ŸŒŸ Biasakan berkata dan bertindak jujur
๐Ÿ˜Š Saling menyayangi, menghormati, dan membantu
๐Ÿ“š Tetap semangat belajar dan jangan mudah menyerah!

Ingat ya, anak-anak hebat…
Kejujuran membuat kita dipercaya, kebaikan membuat kita disayangi, dan semangat membuat kita semakin dekat dengan cita-cita. ๐ŸŒˆ✨

Mari awali hari ini dengan Bismillah, hati yang ceria, dan niat untuk menjadi anak yang lebih baik. ๐Ÿ’ช๐Ÿฅฐ

๐ŸŒธ Semangat belajar, sholih sholiha kelas 3A!
Kalian hebat, kalian bisa! ๐Ÿ’•✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 23  September 2026

  4. Fase/Kelas : B / 3 (Tiga)

  5. Materi : Nilai Anti Korupsi – Tanggung Jawab

  6. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai karakter anti korupsi, khususnya nilai Tanggung Jawab, dalam melaksanakan kewajiban pribadi, tugas sekolah, serta aturan di lingkungan keluarga dan masyarakat sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat memahami arti penting sikap tanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya.

    • Peserta didik dapat menunjukkan perilaku bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sekolah dan menjaga barang milik pribadi/bersama.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Ma (Meaningful) : Peserta didik memahami bahwa setiap tindakan atau amanah yang diberikan memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan.

    • Mi (Mindful) : Peserta didik bersikap teliti, disiplin, dan bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan setiap tugas hingga selesai tanpa menunda-nunda.

    • Joy (Joyful) : Peserta didik merasa bangga dan gembira saat berhasil menyelesaikan tugasnya sendiri secara mandiri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati gambar/cerita bertema pelaksanaan tugas dan kewajiban anak di sekolah.

  2. Menganalisis perbedaan antara anak yang bertanggung jawab dan yang abai terhadap tugasnya.

  3. Menyimpulkan pentingnya nilai tanggung jawab sebagai fondasi karakter anti korupsi sejak dini.

  4. Menyelesaikan lembar aksi diri dan simulasi peran bersikap bertanggung jawab di kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa siswa dan memperlihatkan dua kondisi meja belajar: satu meja rapi dengan buku terpajang teratur, dan satu meja acak-acakan dengan sampah pensil serta buku berserakan.

Guru bertanya: "Anak-anak, jika kalian diberi tugas merapikan meja setelah belajar, meja mana yang menunjukkan anak yang bertanggung jawab? Apa akibatnya jika kita meninggalkan tugas kita begitu saja?"

Guru kemudian mengaitkan jawaban siswa dengan pentingnya sikap tanggung jawab.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    Allah SWT mengingatkan manusia bahwa setiap perbuatan dan amanah akan dipertanggungjawabkan, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Isra' ayat 36:

    "Sungguh, pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."

    Sikap tanggung jawab menjaga kita dari sifat curang, malas, dan menyalahgunakan kepercayaan orang lain.

  2. Penjabaran Materi & Contoh Percakapan/Soal

    • Konsep Sikap Tanggung Jawab:

      • Pengertian: Tanggung jawab adalah kewajiban untuk menanggung dan menyelesaikan segala sesuatu yang telah dipercayakan kepada kita dengan jujur dan sungguh-sungguh.

      • Ciri-ciri Anak Bertanggung Jawab:

        • Mengerjakan piket kelas sesuai jadwal tanpa harus disuruh berulang kali.

        • Mengerjakan PR/tugas sekolah tepat waktu.

        • Merapikan kembali alat tulis dan mainan setelah digunakan.

        • Berani mengakui kesalahan jika melakukan kekeliruan.

    • CONTOH DIALOG PEMBELAJARAN SINGKAT

      • Tokoh: Ibu Guru & Lani

      • Ibu Guru: "Lani, hari ini kamu bertugas piket menyapu kelas. Apakah kamu sudah menyelesaikannya?"

      • Lani: "Sudah, Bu! Lani menyapu dari depan sampai belakang bersama kelompok piket Lani."

      • Ibu Guru: "Hebat sekali! Kenapa Lani mau melaksanakannya dengan sungguh-sungguh?"

      • Lani: "Karena itu tugas Lani, Bu. Kalau tidak disapu, kelas jadi kotor dan teman-teman tidak nyaman belajar."

      • Ibu Guru: "Pintar! Menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh adalah bukti anak yang bertanggung jawab."

  3. Video Pembelajaran

    • Link Video : [Video Pembelajaran PAK: Sikap Tanggung Jawab Anak SD]



  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif (Cerita Bergambar "Anak yang Bertanggung Jawab")

    • Kartu Peran (Role Play Card: Kasus Sikap Tanggung Jawab vs Abai)

    • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  5. Post Test

    • Bentuk : Isian Singkat & Analisis Kasus

    • Soal :

      1. Tuliskan 2 contoh sikap tanggung jawab yang bisa kamu lakukan di lingkungan sekolah!

      2. Budi meminjam pensil warna milik Siti, namun pensil tersebut hilang karena Budi lupa menyimpannya kembali. Menurutmu, apa bentuk tanggung jawab yang harus dilakukan Budi kepada Siti?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Tanggung jawab adalah sikap mau melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh serta berani menanggung segala akibat dari perbuatannya. Anak yang bertanggung jawab akan dipercaya oleh teman, guru, dan orang tua.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik : Peserta didik antusias saat bermain peran (role-play) membedakan tindakan bertanggung jawab dan tindakan abai.

    • Kendala yang ditemukan : Beberapa peserta didik masih menganggap tanggung jawab hanya sebatas mengerjakan PR, belum memahami tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

    • Respons/keterlibatan peserta didik : Peserta didik aktif berdiskusi menentukan solusi dari studi kasus yang diberikan.

    • Tindak lanjut pembelajaran : Membuat "Jurnal Tanggung Jawab Harian" sederhana yang diisi peserta didik di rumah dan di sekolah.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 24 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

    Tindak Lanjut : Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan khusus melalui pembiasaan peran (peer-mentoring) dan bimbingan sikap tanggung jawab pada aktivitas harian kelas.
Dokumentasi kegiatan hari ini