RSS

Postingan 1_Bahasa Indonesia, Rabu, 28 Oktober 2026






🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 28 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Olah Vokal (Volume dan Intonasi Suara Sesuai Konteks)

  6. Pertemuan Ke- : 3 (Ketiga)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu mengatur volume dan intonasi suara secara tepat saat berbicara atau membacakan teks lisan, serta menyesuaikannya dengan konteks situasi dan kepada siapa mereka berbicara.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat memahami dan mempraktikkan cara mengatur volume (keras-lemahnya suara) serta intonasi (tinggi-rendahnya nada suara) yang sesuai dengan berbagai konteks situasi.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan bermain peran situasi sosial (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat berlatih menyesuaikan volume dan intonasi suara saat berbicara di perpustakaan, di lapangan sekolah, maupun saat berdialog dengan guru secara menyenangkan dan percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang perbedaan situasi saat berbicara (misalnya berbicara di tempat sepi vs tempat ramai).

  2. Peserta didik mengenal konsep volume (suara keras, sedang, dan pelan) serta intonasi (nada datar, bertanya, dan berseru).

  3. Peserta didik melakukan latihan pemanasan vokal sederhana bersama-sama di kelas.

  4. Peserta didik mempraktikkan penyesuaian volume dan intonasi suara berdasarkan kartu peran situasi tertentu secara berpasangan.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan memberikan ilustrasi suara: "Anak-anak, apakah boleh kita berteriak-teriak saat berada di dalam perpustakaan? Atau sebaliknya, apakah boleh kita berbisik-bisik saat menjawab pertanyaan guru di depan kelas yang ramai?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya menyesuaikan volume dan intonasi suara agar sesuai dengan tempat dan keadaan (konteks).

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 19:

"...Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
Keterkaitan: Melalui materi olah vokal ini, peserta didik diajarkan untuk mengatur nada dan volume suara agar tidak berlebihan, bersikap tenang, serta berbicara dengan cara yang nyaman didengar oleh orang lain sebagai wujud adab islami.

  1. Penjabaran Materi Olah vokal adalah cara kita melatih dan menggunakan suara dengan baik. Dalam berbicara, kita harus menyesuaikan volume dan intonasi dengan konteks situasi:

    Olah Vokal: Volume dan Intonasi Suara Sesuai Konteks

    15 Contoh Pidato Persuasif Singkat dengan Beragam Tema


    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Ananda sholih-sholiha kelas 3A yang hebat, sebelum belajar, mari kita berdoa terlebih dahulu. Hari ini kita akan belajar menggunakan suara dengan baik ketika berbicara.

    Pernahkah kalian berbicara terlalu keras di perpustakaan? Atau berbicara terlalu pelan ketika presentasi di depan kelas?

    Nah, kita perlu belajar mengatur volume dan intonasi suara agar orang lain dapat memahami perkataan kita dengan nyaman.

    C. Ringkasan Materi

    1. Pengertian Olah Vokal

    Olah vokal adalah latihan menggunakan suara agar kita dapat berbicara dengan jelas, tepat, dan mudah dipahami oleh orang lain.

    Dalam olah vokal, kita perlu memperhatikan volume suara dan intonasi.

    2. Volume Suara

    Volume suara adalah tingkat keras atau pelannya suara ketika berbicara.

    Pupils whispering secrets during class

    Tambahkan ke Favorit

    a. Suara pelan

    Digunakan ketika berbisik, berbicara di perpustakaan, atau berbicara agar tidak mengganggu orang lain.

    Spartan Alumni Follow Thousands of Paths | Spartan Magazine | Michigan State University

    Tambahkan ke Favorit

    b. Suara sedang

    Digunakan ketika mengobrol dengan teman atau berbicara dalam kelompok kecil.

    10 Contoh pidato 17 Agustus untuk anak SD singkat, mudah dihafal, dan penuh semangat

    Tambahkan ke Favorit

    c. Suara lantang

    Digunakan ketika presentasi di depan kelas atau berbicara kepada banyak orang. Suara harus jelas, tetapi tidak berteriak.

    Ingat! Volume suara harus disesuaikan dengan tempat, situasi, dan orang yang diajak berbicara.

    3. Intonasi Suara

    Intonasi adalah perubahan tinggi dan rendahnya nada suara ketika berbicara.

    Intonasi membantu pendengar memahami maksud dan perasaan pembicara.

    Contoh penggunaan intonasi:

    - Kalimat berita: nada cenderung turun pada akhir kalimat.

    Contoh: “Hari ini kami belajar Bahasa Indonesia.”

    - Kalimat tanya: nada dapat naik pada akhir kalimat, terutama pada pertanyaan ya atau tidak.

    Contoh: “Apakah kamu sudah mengerjakan tugas?”

    - Kalimat perintah: diucapkan dengan tegas dan jelas, tetapi tetap santun.

    Contoh: “Tolong rapikan meja belajarmu!”

    - Kalimat kagum: diucapkan dengan nada yang menunjukkan rasa kagum.

    Contoh: “Wah, indah sekali lukisanmu!”

    4. Volume dan Intonasi Sesuai Konteks

    SituasiVolume suaraIntonasi
    Membaca di perpustakaanPelanTenang
    Berdiskusi dengan temanSedangWajar
    Presentasi di depan kelasLantang dan jelasTegas
    Bertanya kepada guruSedangSopan
    Bercerita tentang pengalaman menyenangkanSedang atau lantangCeria

    5. Cara Berbicara yang Baik

    Agar berbicara menjadi lebih baik, lakukan hal-hal berikut:

    1. Ucapkan kata-kata dengan jelas.

    2. Atur napas sebelum berbicara.

    3. Gunakan volume suara sesuai keadaan.

    4. Atur intonasi agar tidak terdengar monoton.

    5. Pandanglah lawan bicara dengan sopan.

    6. Hindari berteriak atau berbicara terlalu pelan.

    7. Gunakan kata-kata yang santun.

    D. Kegiatan Praktik Olah Vokal

    6 Classroom Tips to Engage Your Students

    Tambahkan ke Favorit

    Petunjuk kegiatan:

    Bacalah kalimat berikut dengan volume dan intonasi yang sesuai!

    1. “Selamat pagi, Bu Guru!” — ucapkan dengan suara jelas dan ramah.

    2. “Apakah kamu sudah makan?” — ucapkan seperti sedang bertanya.

    3. “Tolong buang sampah pada tempatnya!” — ucapkan dengan tegas dan santun.

    4. “Wah, pemandangannya sangat indah!” — ucapkan dengan penuh kekaguman.

    5. “Mohon tenang, teman-teman sedang membaca.” — ucapkan dengan suara sedang dan sopan.

    Setelah berlatih, mintalah teman untuk memberikan penilaian sederhana terhadap kejelasan suara, ketepatan intonasi, dan kesantunan berbicara.

    E. Latihan Soal

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Tingkat keras atau pelannya suara disebut ....

    • A. gerakan

    • B. volume

    • C. tulisan

    • D. ekspresi

    2. Ketika berada di perpustakaan, sebaiknya kita berbicara dengan suara ....

    • A. berteriak

    • B. sangat keras

    • C. pelan

    • D. lantang

    3. Intonasi adalah ....

    • A. perubahan tinggi dan rendah nada suara

    • B. gerakan kaki ketika berbicara

    • C. kerasnya tepukan tangan

    • D. cepatnya seseorang berjalan

    4. Ketika melakukan presentasi di depan kelas, kita sebaiknya berbicara dengan suara ....

    • A. tidak terdengar

    • B. jelas dan lantang

    • C. selalu berbisik

    • D. sambil berteriak

    5. Kalimat yang menunjukkan kekaguman adalah ....

    • A. Siapa namamu?

    • B. Tutup pintu itu!

    • C. Wah, bagus sekali gambarmu!

    • D. Saya pergi ke sekolah.

    II. Isian Singkat

    6. Tingkat keras dan pelannya suara disebut ....

    7. Saat bertanya kepada guru, kita menggunakan intonasi yang ....

    8. Ketika berbicara di depan kelas, suara harus terdengar ....

    9. Berbicara dengan berteriak dapat membuat orang lain merasa ....

    10. Selain volume, kita perlu memperhatikan ... suara ketika berbicara.

    III. Praktik Berbicara

    11. Ucapkan kalimat “Selamat pagi, teman-teman!” dengan suara ramah dan jelas.

    12. Ucapkan kalimat “Apakah kamu membawa buku?” dengan intonasi bertanya.

    13. Ucapkan kalimat “Tolong antre dengan tertib!” dengan tegas dan santun.

    F. Kunci Jawaban

    Pilihan ganda:

    1. B

    2. C

    3. A

    4. B

    5. C

    Isian singkat:

    1. Volume suara.

    2. Sopan.

    3. Jelas dan lantang.

    4. Terganggu atau tidak nyaman.

    5. Intonasi.

    Praktik berbicara: Dinilai berdasarkan kejelasan pengucapan, ketepatan volume, intonasi, dan kesantunan.

    G. Kesimpulan

    Olah vokal membantu kita berbicara dengan jelas dan mudah dipahami. Volume adalah keras atau pelannya suara, sedangkan intonasi adalah perubahan tinggi dan rendah nada suara. Keduanya harus disesuaikan dengan situasi agar komunikasi berlangsung dengan baik dan santun.

    H. Refleksi Pembelajaran

    Ananda sholih-sholiha, jawablah pertanyaan berikut!

    1. Apa perbedaan volume dan intonasi suara?

    2. Mengapa kita tidak boleh berteriak ketika berbicara?

    3. Bagaimana cara berbicara yang baik ketika presentasi di depan kelas?


  2. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai teknik olah vokal dan pengaturan suara dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi olah vokal dan konteks berbicara

  • Kartu situasi peran (Perpustakaan, Lapangan Sekolah, Ruang Kelas)

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Kapan waktu yang tepat kita menggunakan volume suara yang pelan atau berbisik?

  3. Mengapa kita tidak boleh berbicara dengan suara terlalu keras di dalam perpustakaan?

  4. Apa manfaat mengatur intonasi suara saat kita sedang bercerita di depan kelas?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :
  1. G. Kesimpulan

    Olah vokal membantu kita berbicara dengan jelas dan mudah dipahami. Volume adalah keras atau pelannya suara, sedangkan intonasi adalah perubahan tinggi dan rendah nada suara. Keduanya harus disesuaikan dengan situasi agar komunikasi berlangsung dengan baik dan santun.

    H. Refleksi Pembelajaran

    Ananda sholih-sholiha, jawablah pertanyaan berikut!

    1. Apa perbedaan volume dan intonasi suara?

    2. Mengapa kita tidak boleh berteriak ketika berbicara?

    3. Bagaimana cara berbicara yang baik ketika presentasi di depan kelas?

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias memperagakan perbedaan suara saat bermain peran menjadi anak di perpustakaan dan anak di lapangan.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih terbawa suasana ramai sehingga volume suaranya sulit dikontrol saat sesi latihan kelompok.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Aktif, ceria, dan sangat menikmati simulasi berbagai situasi peran yang diberikan guru.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan kedisiplinan suara (quiet vs active voice) di dalam kelas agar siswa terbiasa mengontrol volume suara sesuai situasi pembelajaran.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas :  peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan pendampingan tambahan secara personal agar siswa yang belum tuntas lebih peka dalam mengenali perbedaan situasi dan cara mengatur volumenya.

Postingan 2_Matematika, Rabu, 28 Oktober 2026




Writing

🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 28 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Rangkuman Sumatif Harian 3 (Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100)

  6. Pertemuan Ke- : Persiapan Sumatif Harian

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami, menguasai, dan menerapkan konsep dasar operasi perkalian serta pembagian bilangan cacah sampai 100 dalam penyelesaian masalah perhitungan sehari-hari maupun soal cerita secara tepat dan teliti.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mereview kembali materi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 sebagai persiapan menghadapi sumatif harian.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan kuis kilat interaktif dan permainan tebak angka berhitung (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat mengulang kembali pemahaman konsep perkalian dan pembagian secara menyenangkan, percaya diri, dan penuh semangat.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak kilas balik materi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 yang disampaikan oleh guru.

  2. Peserta didik membahas kembali contoh-contoh soal perkalian berulang dan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang.

  3. Peserta didik berlatih mengerjakan beberapa contoh soal latihan campuran (perkalian dan pembagian).

  4. Peserta didik melakukan tanya jawab untuk memantapkan pemahaman sebelum pelaksanaan sumatif harian.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan memberikan tebak-tebakan ringan: "Anak-anak, jika ibu mempunyai 12 buah permen lalu dibagikan sama rata kepada 3 orang anak, berapa permen yang didapat setiap anak?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya menguasai materi perkalian dan pembagian sebagai bekal untuk menghadapi sumatif harian ke-3.

F. PEMBAHASAN SINGKAT / RANGKUMAN MATERI

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An'am ayat 160:

"Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalannya..."
Keterkaitan: Melalui pembelajaran matematika tentang perkalian dan pembagian, peserta didik diajarkan nilai keteraturan, keadilan dalam membagi sesuatu, serta melatih kejujuran dan ketelitian.

  1. Penjabaran Materi 

    Rangkuman Sumatif Harian 3

    Materi: Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

    Basic Operations Math Classroom Poster - Learning Addition Subtraction Multiplication Division Poster - Math Class Decor - Walmart.com


    B. Rangkuman Materi

    1. Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang

    Perkalian adalah penjumlahan bilangan yang sama secara berulang.

    Contoh:

    Ada 4 piring. Setiap piring berisi 3 buah jeruk.

    Piring 1

    Yummy.com

    Tambahkan ke Favorit

    Piring 2

    Yummy.com

    Tambahkan ke Favorit

    Piring 3

    Yummy.com

    Tambahkan ke Favorit

    Piring 4

    Yummy.com

    Tambahkan ke Favorit

    Penjumlahan berulang:

    3+3+3+3=123+3+3+3=123+3+3+3=12

    Bentuk perkalian:

    4×3=124\times3=124×3=12

    Jadi, jumlah seluruh jeruk adalah 12 buah.

    2. Menghitung Perkalian

    Contoh:

    • 2×5=102\times5=102×5=10

    • 4×6=244\times6=244×6=24

    • 7×8=567\times8=567×8=56

    • 9×9=819\times9=819×9=81

    • 10×10=10010\times10=10010×10=100

    Ingat! Tanda ×\times× dibaca kali.

    3. Sifat Komutatif Perkalian

    Sifat komutatif berarti urutan bilangan yang dikalikan dapat ditukar, tetapi hasilnya tetap sama.

    Contoh:

    3×4=123\times4=123×4=12

    4×3=124\times3=124×3=12

    Jadi, 3×4=4×33\times4=4\times33×4=4×3.

    4. Pembagian sebagai Membagi Sama Banyak

    Pembagian adalah kegiatan membagi suatu jumlah menjadi beberapa kelompok yang sama banyak.

    Contoh:

    Ada 12 buah apel yang dibagikan kepada 3 anak sama banyak.

    Division Infographic | LivePhysics™

    Tambahkan ke Favorit

    Perhitungannya:

    12÷3=412\div3=412÷3=4

    Jadi, setiap anak mendapat 4 buah apel.

    5. Pembagian sebagai Pengurangan Berulang

    Contoh:

    15÷3=515\div3=515÷3=5

    Pengurangan berulang:

    • 15−3=1215-3=1215−3=12

    • 12−3=912-3=912−3=9

    • 9−3=69-3=69−3=6

    • 6−3=36-3=36−3=3

    • 3−3=03-3=03−3=0

    Ada 5 kali pengurangan, jadi 15÷3=515\div3=515÷3=5.

    6. Hubungan Perkalian dan Pembagian

    Perkalian dan pembagian merupakan operasi yang saling berkebalikan.

    Contoh:

    4×5=204\times5=204×5=20

    Maka:

    • 20÷4=520\div4=520÷4=5

    • 20÷5=420\div5=420÷5=4

    Cara mudah mengingat: Jika a×b=ca\times b=ca×b=c, maka c÷a=bc\div a=bc÷a=b dan c÷b=ac\div b=ac÷b=a, selama pembaginya bukan nol.

    7. Soal Cerita

    Ibu membeli 6 kantong permen. Setiap kantong berisi 8 permen. Berapa jumlah seluruh permen?

    Diketahui: 6 kantong, setiap kantong berisi 8 permen.

    Kalimat matematika:

    6×8=486\times8=486×8=48

    Jawaban: Jumlah seluruh permen adalah 48 buah.

    Contoh pembagian:

    Pak Guru mempunyai 36 pensil yang akan dibagikan kepada 4 kelompok sama banyak. Berapa pensil yang diterima setiap kelompok?

    Kalimat matematika:

    36÷4=936\div4=936÷4=9

    Jawaban: Setiap kelompok mendapat 9 pensil.

    C. Latihan Sumatif Harian 3

    Pilih satu jawaban yang paling tepat. Kerjakan sendiri sebelum memeriksa hasilnya.

    1. Hasil dari 7 × 6 adalah ....

    A. 36

    B. 42

    C. 48

    D. 56

    1. Bentuk perkalian dari 5 + 5 + 5 + 5 adalah ....

    A. 4 × 5

    B. 5 × 5

    C. 4 + 5

    D. 5 × 4 × 5

    1. Hasil dari 9 × 8 adalah ....

    A. 63

    B. 72

    C. 81

    D. 89

    1. Hasil dari 56 ÷ 7 adalah ....

    A. 6

    B. 7

    C. 8

    D. 9

    1. Hasil dari 45 ÷ 5 adalah ....

    A. 5

    B. 8

    C. 9

    D. 10

    1. Bentuk pembagian dari 6 × 4 = 24 adalah ....

    A. 24 ÷ 6 = 4

    B. 24 ÷ 4 = 8

    C. 6 ÷ 4 = 24

    D. 24 × 6 = 4

    1. Ada 8 kotak. Setiap kotak berisi 5 kue. Jumlah seluruh kue adalah ....

    A. 13

    B. 35

    C. 40

    D. 45

    1. Sebanyak 42 buku dibagikan kepada 6 anak sama banyak. Setiap anak mendapat ....

    A. 6 buku

    B. 7 buku

    C. 8 buku

    D. 9 buku

    1. Hasil dari 10 × 9 adalah ....

    A. 19

    B. 80

    C. 90

    D. 100

    1. Hasil dari 64 ÷ 8 adalah ....

    A. 6

    B. 7

    C. 8

    D. 9

    Periksa Jawaban

    Sudah dijawab: 0 dari 10 soal.

    D. Soal Isian Singkat

    1. 8×7=…8\times7=\ldots8×7=…

    2. 63÷9=…63\div9=\ldots63÷9=…

    3. 6+6+6+6+6=…×…6+6+6+6+6=\ldots\times\ldots6+6+6+6+6=…×…

    4. 5×8=405\times8=405×8=40, maka 40÷5=…40\div5=\ldots40÷5=…

    5. Sebanyak 32 jeruk dimasukkan ke dalam 4 keranjang sama banyak. Setiap keranjang berisi ... jeruk.

    E. Kunci Jawaban Isian

    1. 56

    2. 7

    3. 5×65\times65×6 atau 6×56\times56×5

    4. 8

    5. 8 jeruk

     

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video ringkasan materi perkalian dan pembagian untuk persiapan sumatif dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) rangkuman materi sumatif

  • Kartu angka perkalian dan pembagian

  • Kisi-kisi soal sumatif harian

  1. Latihan Soal / Latihan Mandiri Selesaikan soal-soal berikut dengan teliti!

  2. Hasil dari $7 \times 8$ adalah...

  3. Ibu mempunyai 30 buah permen cokelat. Permen tersebut dibagikan kepada 5 orang anaknya sama rata. Berapa banyak permen cokelat yang diterima oleh setiap anak?

  4. Hasil dari $56 \div 7$ adalah...

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Perkalian adalah penjumlahan berulang, sedangkan pembagian adalah pengurangan berulang. Kedua konsep ini sangat penting dikuasai sampai batas angka 100 agar peserta didik lancar menyelesaikan soal latihan maupun sumatif harian.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik aktif mengikuti sesi tanya jawab dan antusias mereview kembali materi perkalian serta pembagian.

  • Kendala yang ditemukan: Masih ada beberapa siswa yang perlu diingatkan kembali tentang kebalikan antara operasi perkalian dan pembagian.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat kooperatif, antusias, dan siap menghadapi evaluasi sumatif.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan waktu belajar mandiri di rumah serta mendampingi siswa yang masih perlu penguatan hafalan perkalian dasar.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan tambahan dan latihan soal ringan bagi peserta didik yang belum sepenuhnya menguasai konsep pembagian agar siap mengikuti sumatif harian.

Postingan 2_ P.Pancasila, Selasa 27 Oktober 2026





🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 27 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Memahami Konsep Hak (Hak Anak sebagai Warga Sekolah)

  6. Pertemuan Ke- : 2 (Kedua)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan konsep hak, serta mengenali bentuk-bentuk hak anak sebagai warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi makna hak secara sederhana dan menyebutkan contoh hak-hak mereka sebagai warga sekolah dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan bermain peran situasi sekolah dan diskusi kelompok (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat memahami hak-hak yang dimiliki di sekolah secara menyenangkan, aktif, dan penuh rasa percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai arti penting memahami hak diri sendiri di lingkungan sekolah.

  2. Peserta didik mengenal berbagai contoh hak anak sebagai warga sekolah (misalnya hak mendapatkan ilmu, menggunakan fasilitas sekolah, dan diperlakukan dengan adil).

  3. Peserta didik berlatih menyebutkan hak-hak yang mereka peroleh selama berada di sekolah melalui tanya jawab interaktif.

  4. Peserta didik mengerjakan latihan mandiri (post test) untuk menguji pemahaman tentang konsep hak di sekolah.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, ketika kalian datang ke sekolah, apa saja fasilitas atau perlakuan baik yang kalian terima dari guru dan sekolah?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan konsep hak sebagai sesuatu yang menjadi milik atau kewenangan kita untuk diterima.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 110:

"...Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan untuk dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya di sisi Allah..."
Keterkaitan: Melalui materi hak anak ini, peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa mendapatkan pendidikan, kasih sayang, dan fasilitas belajar adalah bagian dari karunia serta hak yang harus disyukuri dengan cara belajar bersungguh-sungguh.

  1. Penjabaran Materi Hak adalah segala sesuatu yang mutlak menjadi milik kita atau sesuatu yang harus kita terima. Sebagai seorang anak di sekolah (warga sekolah), kita memiliki beberapa hak penting, antara lain:

  • Hak Mendapatkan Pendidikan dan Ilmu: Menerima penjelasan pelajaran dari guru dan bertanya jika belum paham.

  • Hak Menggunakan Fasilitas Sekolah: Meminjam buku di perpustakaan, bermain di halaman sekolah, serta menggunakan meja dan kursi yang bersih.

  • Hak Mendapatkan Perlakuan Adil: Diperlakukan dengan baik, aman, dan tanpa diskriminasi oleh guru maupun teman.

  • Hak Mendapatkan Perlindungan: Merasa aman dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai hak anak di sekolah dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi hak anak sebagai warga sekolah

  • Kartu ilustrasi hak anak di sekolah

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa arti dari hak?

  3. Sebutkan dua contoh hak yang kamu miliki sebagai siswa di sekolah!

  4. Mengapa setiap anak berhak mendapatkan perlakuan yang adil di sekolah?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Hak adalah sesuatu yang harus kita terima. Sebagai warga sekolah, peserta didik memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, menggunakan fasilitas sekolah, serta memperoleh perlakuan yang adil dan aman.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias menyebutkan berbagai hak yang mereka rasakan dan nikmati setiap hari di lingkungan sekolah.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dibimbing untuk membedakan antara pengertian hak dan kewajiban.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, ceria, dan interaktif selama sesi tanya jawab berlangsung.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan penguatan materi pada pertemuan berikutnya mengenai keseimbangan antara hak dan kewajiban agar pemahaman siswa semakin utuh.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : .23 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... 2 peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta penjelasan sederhana menggunakan contoh konkret agar peserta didik yang belum tuntas lebih memahami hak-hak mereka di sekolah.

Postingan 1_Matematika ,Selasa, 27 Oktober 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 27 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Aplikasi dan Penyelesaian Masalah Perkalian Sampai 100 (Penyelesaian Soal Cerita dan Evaluasi Perkalian)

  6. Pertemuan Ke- : 3 (Ketiga)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari (soal cerita) yang berkaitan dengan operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 secara tepat serta menunjukkan ketelitian dalam evaluasi pembelajaran.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur dalam soal cerita perkalian, mengubahnya ke dalam kalimat matematika, dan menyelesaikan perhitungan perkalian sampai 100 dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan permainan kelompok "Toko Angka Ceria" dan kuis interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat berlatih menyelesaikan soal cerita perkalian secara antusias, bekerja sama, dan percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai cara membaca dan memahami kalimat matematika dalam soal cerita perkalian.

  2. Peserta didik mengenal langkah-langkah pemecahan masalah (mengetahui yang diketahui, ditanyakan, hingga cara penyelesaiannya).

  3. Peserta didik berlatih mengerjakan soal cerita perkalian secara bersama-sama di papan tulis.

  4. Peserta didik mengerjakan evaluasi (post test) secara mandiri untuk mengukur pemahaman materi perkalian sampai 100.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan membawa beberapa kantong berisi kelereng atau buah tiruan, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: "Ibu mempunyai 4 kantong buah jeruk. Setiap kantong berisi 5 buah jeruk. Berapa jumlah seluruh buah jeruk Ibu?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan penerapan konsep perkalian dalam kehidupan sehari-hari melalui soal cerita.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An'am ayat 160:

"Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalannya..."
Keterkaitan: Melalui materi perkalian, peserta didik diajarkan tentang kelipatan kebaikan dan keteraturan ciptaan Allah SWT dalam matematika, serta melatih ketelitian dan kejujuran dalam menghitung.

  1. Penjabaran Materi Penyelesaian soal cerita perkalian memerlukan langkah-langkah yang sistematis agar mudah dipahami:

  • Langkah Memahami Soal Cerita:

    1. Diketahui: Apa saja angka atau informasi yang sudah ada di dalam soal.

    2. Ditanyakan: Apa yang dicari atau ingin diselesaikan dari soal tersebut.

    3. Penyelesaian: Mengubah informasi ke dalam bentuk kalimat matematika perkalian (contoh: $4 \times 5 = 20$).

  • Contoh Soal Cerita:Ibu membeli 3 kotak pensil. Setiap kotak berisi 6 buah pensil. Berapa jumlah seluruh pensil yang dibeli Ibu?Penyelesaian: $3 \times 6 = 18$ buah pensil.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif cara mudah menyelesaikan soal cerita perkalian dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi soal cerita perkalian

  • Benda konkret (biji-bijian, kelereng, atau statistik kantong kelompok)

  • Lembar Evaluasi / Soal Post Test

  1. Post Test / Evaluasi Perkalian Selesaikan soal cerita berikut dengan tepat!

  2. Andi memiliki 4 keranjang buah. Setiap keranjang berisi 7 buah apel. Berapa jumlah seluruh buah apel Andi?

  3. Di sebuah kelas terdapat 5 baris meja. Setiap baris diisi oleh 4 siswa. Berapa jumlah seluruh siswa di kelas tersebut?

  4. Hasil dari $8 \times 7$ adalah...

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Penyelesaian masalah perkalian dalam soal cerita dapat dilakukan dengan mudah jika kita teliti membaca informasi, menentukan bentuk perkalian yang tepat, dan menghitung hasilnya sampai 100 dengan cermat.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat mengerjakan simulasi soal cerita menggunakan benda konkret di depan kelas.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu bimbingan dalam menerjemahkan kalimat cerita ke dalam bentuk kalimat matematika perkalian.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Aktif, interaktif, dan penuh semangat saat mengikuti evaluasi kelompok.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan penguatan (drill soal cerita sederhana) bagi peserta didik yang masih keliru dalam memahami kalimat matematika.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : .23  peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ...2  peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta latihan tambahan secara persuasif agar siswa yang belum tuntas semakin mahir memahami soal cerita perkalian.

Postingan 3_Bahasa Indonesia, Selasa 27 Oktober 2026





🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 27 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Menyampaikan Pendapat (Topik: Kosakata "Menurut Saya" dan "Saya Setuju")

  6. Pertemuan Ke- : 2 (Kedua)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu menyampaikan pendapat, ide, atau tanggapan secara lisan dengan santun menggunakan pilihan kosakata yang tepat seperti "menurut saya" dan "saya setuju" dalam proses diskusi atau komunikasi sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat memahami cara menyampaikan pendapat dan merespons pendapat teman dengan menggunakan kosakata yang santun dan runtut.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan diskusi kelompok dan bermain peran interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat berlatih mengungkapkan gagasan pribadi menggunakan frasa "menurut saya" serta menyatakan kesepakatan dengan frasa "saya setuju" secara percaya diri dan menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai pentingnya menghargai pendapat orang lain.

  2. Peserta didik mengenal dan memahami penggunaan kosakata khusus dalam berpendapat, yaitu frasa "menurut saya" dan "saya setuju".

  3. Peserta didik berlatih membuat kalimat sederhana untuk menyampaikan ide atau menyetujui pendapat teman.

  4. Peserta didik mempraktikkan cara berdiskusi kecil secara berpasangan di depan kelas dengan santun.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan cerita pendek tentang dua orang anak yang sedang memilih warna kesukaan untuk kerja kelompok. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memberitahu teman tentang ide kita tanpa membuat mereka tersinggung?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan penggunaan kalimat yang baik menggunakan kata kunci "menurut saya" dan "saya setuju".

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Ali 'Imran ayat 159:

"...Dan bermusyawahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah..."
Keterkaitan: Melalui pembelajaran menyampaikan pendapat, peserta didik diajak untuk belajar bermusyawarah, saling mendengarkan, serta menghargai ide orang lain dengan cara yang santun sebagai bagian dari adab islami.

  1. Penjabaran Materi Menyampaikan pendapat adalah cara kita mengutarakan ide, gagasan, atau perasaan kepada orang lain. Dalam berbicara santun, kita perlu menggunakan kosakata yang baik agar pendengar merasa dihargai. Kosakata utama yang dipelajari meliputi:

  • "Menurut Saya...": Digunakan saat kita ingin menyampaikan ide, gagasan, atau pandangan pribadi secara sopan. (Contoh: "Menurut saya, gambar ini lebih bagus diberi warna biru.")

  • "Saya Setuju...": Digunakan saat kita sependapat atau mendukung ide yang disampaikan oleh teman. (Contoh: "Saya setuju dengan pendapatmu karena alasannya sangat jelas.")

  • Selain itu, penting juga untuk mendengarkan teman yang sedang berbicara sampai selesai tanpa memotong pembicaraan.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai cara anak-anak menyampaikan pendapat di kelas dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi cara berpendapat

  • Kartu ungkapan ("Menurut saya..." dan "Saya setuju...")

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Kapan waktu yang tepat menggunakan frasa "menurut saya"?

  3. Tuliskan contoh kalimat persetujuan menggunakan frasa "saya setuju"!

  4. Bagaimana sikap kita yang baik saat teman sedang menyampaikan pendapat?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Menyampaikan pendapat di depan umum atau saat berdiskusi harus dilakukan dengan sopan menggunakan kosakata yang tepat, seperti mengawali ide dengan "menurut saya" dan mengapresiasi pendapat teman dengan "saya setuju".

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik antusias mencoba menggunakan kartu ungkapan saat berdiskusi kelompok kecil.

  • Kendala yang ditemukan: Masih ada beberapa siswa yang berbicara bersamaan sehingga perlu diingatkan untuk bergantian mendengarkan.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif dan interaktif saat bermain peran menyampaikan pendapat di depan kelas.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Membiasakan budaya diskusi mini di setiap awal pembelajaran agar keberanian dan kesantunan siswa semakin meningkat.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : 23 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 2 peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan khusus dan kesempatan berbicara lebih awal pada sesi tanya jawab berikutnya agar siswa yang belum tuntas semakin percaya diri.

Postingan 1_ Seni Rupa_Senin, 26 Oktober 2026






🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Senin, 26 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Prinsip Komposisi Irama dan Pengulangan Pola

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenali, memahami, dan mengaplikasikan prinsip dasar tata letak atau komposisi seni rupa, khususnya prinsip irama (rhythm) melalui pengulangan bentuk, garis, atau warna secara teratur dalam sebuah karya seni.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat memahami konsep irama dalam seni rupa serta mampu membuat pola hias atau gambar dekoratif dengan unsur pengulangan yang teratur dan rapi.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Mandiri, Menyenangkan, dan Joyful)

    Peserta didik mampu menyusun pola berulang secara mandiri serta menikmati proses berkarya seni rupa yang kreatif, penuh warna, dan menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati contoh-contoh pola berulang di lingkungan sekitar (seperti motif pada kain batik, pagar rumah, atau ubin lantai).

  2. Memahami arti irama dalam seni rupa, yaitu kesan gerak yang timbul dari pengulangan unsur-unsur rupa (garis, bentuk, atau warna) secara teratur.

  3. Merancang dan menggambar karya seni dekoratif dengan menerapkan prinsip pengulangan pola.

  4. Mewarnai dan menyimpulkan hasil karya seni bersama teman sekelas.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan ceria dan penuh semangat. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

“Anak-anak hebat, pernahkah kalian memperhatikan motif pada kain batik atau keramik lantai di rumah? Mengapa bentuknya terlihat berulang-ulang dan enak dipandang? Mari kita pelajari bagaimana membuat gambar yang memiliki irama dan pola yang indah!”

Peserta didik diajak mengamati pola berulang yang ada di pakaian atau benda-benda di dalam kelas.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan bumi, bagaimana Kami menumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang indah?” (QS. Al-Syu'ara: 7)

    Ayat ini mengajak kita untuk mengagumi keindahan ciptaan Allah di alam, di mana pola-pola daun, kelopak bunga, dan gelombang air tersusun secara teratur dan berirama.

  2. Penjabaran Materi

    • Prinsip Irama dalam Seni Rupa: Irama (rhythm) adalah kesan gerak yang dihasilkan dari pengulangan satu atau lebih unsur rupa secara teratur dan terus-menerus.

    • Pengulangan Pola:

      • Pengulangan bentuk (misalnya: susunan segitiga, lingkaran, atau bintang secara bergantian).

      • Pengulangan warna (misalnya: kombinasi warna merah, kuning, merah, kuning secara selang-seling).

    • Contoh Penerapan: Motif hias pada pinggir buku, hiasan dinding kelas, atau ragam hias kain tradisional.

  3. Video Pembelajaran

    (Cantumkan tautan video pembelajaran seni rupa tentang pola berulang dan irama di sini jika digunakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Contoh gambar motif berirama atau kain batik sederhana

    • Buku gambar, pensil, penggaris, dan alat mewarnai (crayon/pensil warna)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test

    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

    1. Apa yang dimaksud dengan prinsip irama atau pengulangan pola dalam karya seni rupa?

    2. Buatlah contoh susunan pola pengulangan bentuk (misalnya: lingkaran, kotak, lingkaran, kotak) di buku latihanmu!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan / Refleksi:

  1. Kesimpulan

    Irama dalam seni rupa diciptakan melalui pengulangan bentuk, garis, atau warna secara teratur. Pengulangan pola ini membuat sebuah karya seni terlihat harmonis, indah, dan menarik.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias membuat garis dan bentuk berulang untuk menghasilkan pola hias yang cantik.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu bimbingan dalam menjaga jarak atau ukuran pola agar tetap rapi dan konsisten.

    • Respons / Keterlibatan peserta didik: Kreatif, aktif, dan sangat gembira saat mewarnai pola karya seni mereka.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan apresiasi atas kerapian pola siswa dan memajang hasil karya terbaik di papan galeri kelas.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 23 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 2peserta didik

    • Tindak lanjut: Mempertahankan semangat belajar siswa dan memberikan pujian atas kreativitas mereka dalam membuat karya seni rupa bermotif teratur.

Postingan 1_Bahasa Indonesia Senin, 26 Oktober 2026

 



🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Senin, 26 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Mengenal Komponen Berbicara Santun (Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur)

  6. Pertemuan Ke- : 1 (Pertama)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu berbicara dengan santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks, serta memperhatikan pilihan kata dan gerak tubuh (gestur) yang baik saat berkomunikasi dengan teman, guru, maupun orang lain di lingkungan sekitar.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat memahami dan mempraktikkan komponen berbicara santun yang meliputi pilihan kata (diksi), volume suara, intonasi, dan gestur tubuh dalam berkomunikasi sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan bercerita dan bermain peran interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat menunjukkan sikap santun dalam berbicara menggunakan pilihan kata yang baik serta gestur tubuh yang percaya diri dan menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik mengamati contoh cara berbicara santun yang diperagakan oleh guru.

  2. Peserta didik mengenal empat komponen utama berbicara santun (pilihan kata, volume, intonasi, dan gestur).

  3. Peserta didik berlatih mengucapkan kalimat sapaan dan permintaan tolong dengan volume serta intonasi yang tepat.

  4. Peserta didik melakukan praktik sederhana secara berpasangan dengan menerapkan gestur tubuh yang sopan.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru menyapa peserta didik dengan ramah dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, bagaimana rasanya jika teman berbicara kepada kalian dengan suara yang membentak? Atau sebaliknya, bagaimana perasaan kalian jika disapa dengan senyuman dan suara yang lembut?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya berbicara santun menggunakan pilihan kata yang baik, volume yang terdengar jelas, intonasi yang ramah, serta gestur tubuh yang menghargai lawan bicara.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra' ayat 53:

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka'."
Keterkaitan: Melalui materi ini, peserta didik diajak untuk menyadari bahwa kemampuan berbicara dengan santun, memilih kata yang baik, dan mengatur nada suara adalah wujud syukur atas nikmat lisan yang diberikan oleh Allah SWT sekaligus cara menjaga kedamaian antar sesama manusia.

  1. Penjabaran Materi Berbicara santun adalah cara menyampaikan pesan dengan sopan dan menghargai orang lain. Empat komponen penting dalam berbicara santun meliputi:

  • Pilihan Kata (Diksi): Menggunakan kata-kata yang baik, sopan, dan tidak kasar (contoh: menggunakan kata tolong, terima kasih, dan maaf).

  • Volume Suara: Besar kecilnya suara yang dikeluarkan harus pas—tidak terlalu kecil hingga tidak terdengar, dan tidak terlalu keras hingga seperti berteriak.

  • Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara saat berbicara agar kalimat terdengar ramah, jelas, dan sesuai dengan isi pesan.

  • Gestur (Gerak Tubuh): Gerakan tubuh, mimik wajah, dan kontak mata yang mendukung kesopanan (contoh: tersenyum, berdiri tegak, dan mendengarkan saat orang lain berbicara).

Writing

🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

Buatkan materi ini Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

Materi Matematika Kelas 3 SD

Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

Soal Perkalian dan Pembagian Buah | PDF | Memasak, Makanan, & Anggur

Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) Mata Pelajaran: Matematika Kelas/Fase: III / Fase B Materi: Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan hubungan perkalian dengan penjumlahan berulang.

  2. Menyelesaikan pengurangan yang berkaitan dengan perkalian.

  3. Menyelesaikan soal cerita tentang perkalian, penjumlahan, dan pengurangan.

  4. Membuat proyek sederhana berupa poster atau gambar kelompok benda.

  5. Menunjukkan sikap kerja sama, jujur, peduli, dan bertanggung jawab.

B. Ringkasan Materi

1. Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan

Perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

Class 2 Maths Chapter 8 Grouping And Sharing

Contoh 1

Ada 3 kelompok apel. Setiap kelompok berisi 2 apel.

Prime Numbers - Prime Numbers 1 to 100, Examples | Prime Numbers List

Contoh 2

Ada 4 kelompok jeruk. Setiap kelompok berisi 3 jeruk.

Kesimpulan: Penjumlahan berulang dapat ditulis menjadi perkalian agar lebih singkat.

2. Hubungan Perkalian dengan Pengurangan

Pengurangan dapat digunakan untuk mengetahui sisa benda setelah sebagian benda diambil dari jumlah yang diperoleh melalui perkalian.

Contoh:

Ibu membeli 4 kantong permen. Setiap kantong berisi 5 permen.

Jumlah permen seluruhnya:

Kemudian, 7 permen dibagikan kepada teman.

Jadi, sisa permen Ibu adalah 13 permen.

3. Contoh Soal Cerita

Di kelas 3A terdapat 5 meja. Setiap meja memiliki 4 buku.

  • Jumlah buku seluruhnya:

  • Jika 6 buku dipinjam teman:

Jadi, buku yang masih ada adalah 14 buku.

C. Kegiatan Pembelajaran dengan Model PjBL

1. Pertanyaan Mendasar

Guru mengajukan pertanyaan: “Bagaimana cara menghitung jumlah benda dalam kelompok dengan cepat, lalu mengetahui sisanya setelah beberapa benda diambil?”

2. Merancang Proyek

Peserta didik merancang poster berjudul “Belajar Perkalian, Penjumlahan, dan Pengurangan” menggunakan gambar buah, pensil, buku, atau benda lainnya.

3. Membuat Proyek

Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menggambar benda, menuliskan penjumlahan berulang, bentuk perkalian, serta pengurangan untuk menghitung sisanya.

4. Mempresentasikan Hasil

Setiap kelompok menjelaskan poster dan cara menghitungnya di depan kelas.

5. Evaluasi dan Refleksi

Guru dan peserta didik memeriksa hasil proyek, memperbaiki kesalahan hitung, dan menyimpulkan hubungan ketiga operasi tersebut.

D. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Nama: ..........................................

Kelompok: ......................................

Buatlah poster sederhana dengan menyelesaikan tugas berikut.

  1. Gambarlah 3 piring. Setiap piring berisi 4 kue.

  2. Tuliskan penjumlahan berulang dari gambar tersebut.

  3. Tuliskan bentuk perkaliannya.

  4. Jika 5 kue dimakan, berapa kue yang tersisa?

  5. Warnai poster dan presentasikan hasilnya bersama kelompokmu.

Contoh jawaban LKPD

  • Penjumlahan:

  • Perkalian:

  • Pengurangan:

Jadi, kue yang tersisa adalah 7 kue.

E. Latihan Mandiri

Kerjakan soal berikut dengan teliti.

  1. dapat ditulis sebagai penjumlahan berulang, yaitu ....

  2. Ada 4 kotak. Setiap kotak berisi 6 pensil. Berapa jumlah pensil seluruhnya?

  3. Terdapat 5 keranjang. Setiap keranjang berisi 3 apel. Jika 4 apel diambil, berapa apel yang tersisa?

  4. Mengapa kita perlu bekerja sama dan saling menghargai saat membuat proyek kelompok?

Kunci Jawaban

  1. pensil.

  2. , lalu apel.

  3. Agar pekerjaan selesai dengan baik, semua anggota dapat berpartisipasi, dan tercipta sikap saling menghargai.

F. Kesimpulan Pembelajaran

  • Perkalian adalah penjumlahan berulang.

  • Penjumlahan membantu kita menghitung jumlah seluruh benda dalam kelompok.

  • Pengurangan membantu kita mengetahui sisa benda setelah sebagian diambil.

  • Proyek kelompok melatih kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

G. Refleksi Peserta Didik

Ayo, anak-anak, renungkan pembelajaran hari ini!

  • Apakah saya sudah memahami hubungan perkalian dengan penjumlahan?

  • Apakah saya dapat menggunakan pengurangan untuk menghitung sisa benda?

  • Apakah saya sudah bekerja sama, jujur, dan menghargai pendapat teman?

Pesan Ibu Guru: 🌷

Anak-anak hebat kelas 3A, teruslah semangat belajar. Matematika akan terasa mudah jika kita rajin berlatih, teliti menghitung, dan mau bekerja sama. Jadilah anak yang cerdas, kreatif, jujur, serta peduli terhadap sesama! 💖

Buatkan teks dengan mateti Mengenal Komponen Berbicara Santun (Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur

Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 SD

Mengenal Komponen Berbicara Santun

Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur

Estudiantes Niños Hablando Vector Dibujos Animados Vector de stock #649988610 de ©serkanavci
vector illustration of happy cute kids student talking | Vector illustration, Cute kids, Student cartoon
Cartoon school respectful Images - Free Download on Freepik

Pengertian Berbicara Santun

Berbicara santun adalah berbicara menggunakan kata-kata yang baik, suara yang sesuai, intonasi yang tepat, dan gerakan tubuh yang sopan sehingga orang lain merasa nyaman dan dihargai.

Kita harus berbicara santun di rumah, di sekolah, dan di lingkungan masyarakat.

C. Empat Komponen Berbicara Santun

Klien tidak didukung – Canva

1. Pilihan Kata

Pilihan kata adalah kata-kata yang kita gunakan ketika berbicara. Pilihlah kata yang sopan, baik, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

Contoh:

  • Santun: “Tolong, ambilkan buku itu, ya.”

  • Tidak santun: “Ambilkan buku itu sekarang!”

Biasakan mengucapkan tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

Parenting Tips Praktis: Melatih Anak Mandiri - Portal Pekalongan

2. Volume Suara

Volume adalah keras atau pelannya suara ketika berbicara.

Contoh:

  1. Writing

    🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

    Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

    Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

    ✨ Yuk, biasakan diri untuk:
    🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
    🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
    🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
    🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
    🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

    🌟 Motivasi hari ini:
    “Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

    Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

    Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Salam sayang,
    Ibu Guru Kelas 3A ❤️

    Buatkan materi ini Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

    Materi Matematika Kelas 3 SD

    Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

    Soal Perkalian dan Pembagian Buah | PDF | Memasak, Makanan, & Anggur

    Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) Mata Pelajaran: Matematika Kelas/Fase: III / Fase B Materi: Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

    1. Menjelaskan hubungan perkalian dengan penjumlahan berulang.

    2. Menyelesaikan pengurangan yang berkaitan dengan perkalian.

    3. Menyelesaikan soal cerita tentang perkalian, penjumlahan, dan pengurangan.

    4. Membuat proyek sederhana berupa poster atau gambar kelompok benda.

    5. Menunjukkan sikap kerja sama, jujur, peduli, dan bertanggung jawab.

    B. Ringkasan Materi

    1. Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan

    Perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Class 2 Maths Chapter 8 Grouping And Sharing

    Contoh 1

    Ada 3 kelompok apel. Setiap kelompok berisi 2 apel.

    Prime Numbers - Prime Numbers 1 to 100, Examples | Prime Numbers List

    Contoh 2

    Ada 4 kelompok jeruk. Setiap kelompok berisi 3 jeruk.

    Kesimpulan: Penjumlahan berulang dapat ditulis menjadi perkalian agar lebih singkat.

    2. Hubungan Perkalian dengan Pengurangan

    Pengurangan dapat digunakan untuk mengetahui sisa benda setelah sebagian benda diambil dari jumlah yang diperoleh melalui perkalian.

    Contoh:

    Ibu membeli 4 kantong permen. Setiap kantong berisi 5 permen.

    Jumlah permen seluruhnya:

    Kemudian, 7 permen dibagikan kepada teman.

    Jadi, sisa permen Ibu adalah 13 permen.

    3. Contoh Soal Cerita

    Di kelas 3A terdapat 5 meja. Setiap meja memiliki 4 buku.

    • Jumlah buku seluruhnya:

    • Jika 6 buku dipinjam teman:

    Jadi, buku yang masih ada adalah 14 buku.

    C. Kegiatan Pembelajaran dengan Model PjBL

    1. Pertanyaan Mendasar

    Guru mengajukan pertanyaan: “Bagaimana cara menghitung jumlah benda dalam kelompok dengan cepat, lalu mengetahui sisanya setelah beberapa benda diambil?”

    2. Merancang Proyek

    Peserta didik merancang poster berjudul “Belajar Perkalian, Penjumlahan, dan Pengurangan” menggunakan gambar buah, pensil, buku, atau benda lainnya.

    3. Membuat Proyek

    Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menggambar benda, menuliskan penjumlahan berulang, bentuk perkalian, serta pengurangan untuk menghitung sisanya.

    4. Mempresentasikan Hasil

    Setiap kelompok menjelaskan poster dan cara menghitungnya di depan kelas.

    5. Evaluasi dan Refleksi

    Guru dan peserta didik memeriksa hasil proyek, memperbaiki kesalahan hitung, dan menyimpulkan hubungan ketiga operasi tersebut.

    D. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

    Nama: ..........................................

    Kelompok: ......................................

    Buatlah poster sederhana dengan menyelesaikan tugas berikut.

    1. Gambarlah 3 piring. Setiap piring berisi 4 kue.

    2. Tuliskan penjumlahan berulang dari gambar tersebut.

    3. Tuliskan bentuk perkaliannya.

    4. Jika 5 kue dimakan, berapa kue yang tersisa?

    5. Warnai poster dan presentasikan hasilnya bersama kelompokmu.

    Contoh jawaban LKPD

    • Penjumlahan:

    • Perkalian:

    • Pengurangan:

    Jadi, kue yang tersisa adalah 7 kue.

    E. Latihan Mandiri

    Kerjakan soal berikut dengan teliti.

    1. dapat ditulis sebagai penjumlahan berulang, yaitu ....

    2. Ada 4 kotak. Setiap kotak berisi 6 pensil. Berapa jumlah pensil seluruhnya?

    3. Terdapat 5 keranjang. Setiap keranjang berisi 3 apel. Jika 4 apel diambil, berapa apel yang tersisa?

    4. Mengapa kita perlu bekerja sama dan saling menghargai saat membuat proyek kelompok?

    Kunci Jawaban

    1. pensil.

    2. , lalu apel.

    3. Agar pekerjaan selesai dengan baik, semua anggota dapat berpartisipasi, dan tercipta sikap saling menghargai.

    F. Kesimpulan Pembelajaran

    • Perkalian adalah penjumlahan berulang.

    • Penjumlahan membantu kita menghitung jumlah seluruh benda dalam kelompok.

    • Pengurangan membantu kita mengetahui sisa benda setelah sebagian diambil.

    • Proyek kelompok melatih kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

    G. Refleksi Peserta Didik

    Ayo, anak-anak, renungkan pembelajaran hari ini!

    • Apakah saya sudah memahami hubungan perkalian dengan penjumlahan?

    • Apakah saya dapat menggunakan pengurangan untuk menghitung sisa benda?

    • Apakah saya sudah bekerja sama, jujur, dan menghargai pendapat teman?

    Pesan Ibu Guru: 🌷

    Anak-anak hebat kelas 3A, teruslah semangat belajar. Matematika akan terasa mudah jika kita rajin berlatih, teliti menghitung, dan mau bekerja sama. Jadilah anak yang cerdas, kreatif, jujur, serta peduli terhadap sesama! 💖

    Buatkan teks dengan mateti Mengenal Komponen Berbicara Santun (Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur

    Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 SD

    Mengenal Komponen Berbicara Santun

    Pilihan Kata, Volume, Intonasi, dan Gestur

    Estudiantes Niños Hablando Vector Dibujos Animados Vector de stock #649988610 de ©serkanavci
    vector illustration of happy cute kids student talking | Vector illustration, Cute kids, Student cartoon
    Cartoon school respectful Images - Free Download on Freepik

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:

    1. Menjelaskan arti berbicara santun.

    2. Mengenal empat komponen berbicara santun.

    3. Mempraktikkan berbicara santun kepada guru, orang tua, dan teman.

    4. Menunjukkan sikap menghargai orang lain ketika berbicara dan mendengarkan.

    B. Pengertian Berbicara Santun

    Berbicara santun adalah berbicara menggunakan kata-kata yang baik, suara yang sesuai, intonasi yang tepat, dan gerakan tubuh yang sopan sehingga orang lain merasa nyaman dan dihargai.

    Kita harus berbicara santun di rumah, di sekolah, dan di lingkungan masyarakat.

    C. Empat Komponen Berbicara Santun

    Klien tidak didukung – Canva

    1. Pilihan Kata

    Pilihan kata adalah kata-kata yang kita gunakan ketika berbicara. Pilihlah kata yang sopan, baik, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

    Contoh:

    • Santun: “Tolong, ambilkan buku itu, ya.”

    • Tidak santun: “Ambilkan buku itu sekarang!”

    Biasakan mengucapkan tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

    Parenting Tips Praktis: Melatih Anak Mandiri - Portal Pekalongan

    2. Volume Suara

    Volume adalah keras atau pelannya suara ketika berbicara.

    Contoh:

    • Berbicara dengan suara yang jelas dan cukup terdengar saat berdiskusi.

    • Tidak berteriak ketika berbicara dengan teman.

    • Tidak berbicara terlalu pelan hingga sulit didengar.

    Gunakan volume suara sesuai tempat dan keadaan

    sesquipedalian - VDict

    3. Intonasi

    Intonasi adalah tinggi rendahnya nada suara ketika berbicara. Intonasi membantu orang lain memahami maksud dan perasaan kita.

    Contoh:

    • Berbicara dengan nada ramah saat menyapa teman.

    • Menggunakan nada bertanya ketika bertanya.

    • Tidak menggunakan nada mengejek atau

      The Power of Being Seen: Respect in Education

      4. Gestur atau Gerak Tubuh

      Gestur adalah gerakan tubuh yang menyertai pembicaraan, seperti ekspresi wajah, gerakan tangan, dan sikap tubuh.

      Contoh:

      • Tersenyum ketika menyapa.

      • Mengangguk saat memahami penjelasan.

      • Menghadap lawan bicara dan menunjukkan sikap mendengarkan.

      • Tidak menunjuk wajah teman dengan kasar atau memutar mata saat teman berbicara

    Contoh Percakapan Santun

    Situasi: Meminjam pensil kepada teman

    Dina: “Rani, bolehkah aku meminjam pensilmu?”

    Rani: “Tentu, Dina. Silakan.”

    Dina: “Terima kasih, Rani.”

    Rani: “Sama-sama.”

    Komponen berbicara santun dalam percakapan tersebut:

    • Pilihan kata: menggunakan kata “bolehkah”, “silakan”, dan “terima kasih”.

    • Volume: suara terdengar jelas dan tidak berteriak.

    • Intonasi: nada suara ramah dan bersahabat.

    • Gestur: tersenyum, menghadap teman, dan memberikan pensil dengan sopan

     Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran dapat disematkan di sini, misalnya video animasi pendek tentang anak yang berbicara santun di sekolah).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi berbicara santun

  • Gambar ilustrasi anak sedang berbicara dengan gestur yang sopan

  • Kartu kata ajaib (Tolong, Maaf, Terima Kasih)

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Sebutkan 4 komponen penting dalam berbicara santun!

  3. Mengapa kita harus menggunakan pilihan kata yang baik saat berbicara dengan teman?

  4. Bagaimana cara mengatur volume suara yang tepat saat berbicara di dalam kelas?

Latihan Peserta Didik

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan berbicara santun?

  2. Sebutkan empat komponen berbicara santun!

  3. Mengapa kita harus menggunakan pilihan kata yang baik?

  4. Bagaimana volume suara yang tepat ketika berbicara dengan teman di kelas?

  5. Sebutkan dua contoh gestur yang sopan ketika berbicara!

  6. Ubahlah kalimat berikut menjadi lebih santun: “Minggir, aku mau lewat!”

  7. Bagaimana intonasi yang baik ketika berbicara ? 

  8. Kunci Jawaban

    1. Berbicara menggunakan kata-kata dan cara penyampaian yang baik sehingga orang lain merasa dihargai.

    2. Pilihan kata, volume, intonasi, dan gestur.

    3. Agar tidak menyakiti perasaan orang lain dan tercipta hubungan yang baik.

    4. Jelas dan cukup terdengar, tidak berteriak.

    5. Tersenyum dan mengangguk saat mendengarkan.

    6. “Permisi, bolehkah saya lewat?”

    7. Menggunakan nada suara yang ramah, sopan, dan tidak membentak.

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Berbicara santun tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita katakan, tetapi juga bagaimana cara kita menyampaikannya melalui pilihan kata yang sopan, volume suara yang jelas, intonasi yang ramah, serta gestur tubuh yang menghargai lawan bicara.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik antusias dan aktif saat menirukan contoh gestur dan intonasi berbicara yang santun.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih perlu dibiasakan untuk mengatur volume suara agar tidak terlalu pelan saat tampil di depan kelas.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat baik, terutama pada sesi praktik berpasangan menggunakan kartu kata ajaib.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan harian di kelas agar peserta didik selalu menerapkan kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih" dalam interaksi sehari-hari.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : 23 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 2 peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal dan latihan tambahan secara persuasif bagi peserta didik yang belum tuntas agar lebih percaya diri dalam mempraktikkan intonasi dan gestur santun.