RSS

Postingan 3 _ Bahasa Indonesia, Senin, 31 Agustus 2026_3A




 

🌞 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 🤗💐

Bagaimana kabarnya pagi ini? Semoga semuanya sehat, ceria, semangat, dan siap belajar ya. 💪😊

Anak-anak, mari kita awali hari Senin ini dengan niat yang baik dan hati yang penuh semangat. Jangan lupa untuk selalu:
🌷 Berbuat kebaikan kepada siapa pun.
🌷 Berkata jujur dan menjaga amanah.
🌷 Bersikap sopan dan saling menyayangi.
🌷 Rajin sekolah dan rajin belajar.
🌷 Jangan lupa melaksanakan salat lima waktu.
🌷 Selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. 🤲

Ingatlah, anak-anak:
"Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau terus belajar, berusaha, dan menjadi lebih baik setiap harinya."

📚 Pembelajaran hari ini:

📖 Bahasa Indonesia
Kita akan belajar tentang kosakata. Yuk, perkaya kata-kata yang kita ketahui agar semakin pandai berbicara dan menulis. ✍️📚

🌟 Motivasi hari ini:
"Mulailah hari ini dengan senyuman, belajar dengan sungguh-sungguh, berbuat baik dengan ikhlas, dan jangan pernah takut mencoba. Kesalahan bukan alasan untuk menyerah, tetapi kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik."

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A! ❤️
Jadilah anak yang cerdas, jujur, disiplin, rajin beribadah, dan selalu berbuat kebaikan.

💖 Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
💖 Aku bisa! Aku hebat! Aku anak yang rajin dan pantang menyerah!

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈📚
Tetap semangat dan jangan lupa tersenyum. 😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🌷

Bahasa Indonesia 

IDENTITAS PEMBELAJARAN

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

  • Fase: B  /Kelas: III (Tiga)

  • Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  • Materi: Praktik Kerja Sama dan Menyusun Kalimat

  • Pertemuan: Ke-3

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan menyapa peserta didik dan mengajak mereka mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang kebersamaan, kerja sama, dan menyusun kalimat.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • “Siapa yang pernah bekerja sama dengan teman?”

  • “Apa yang terjadi jika dalam kelompok hanya satu orang yang bekerja?”

  • “Bagaimana cara kita menyusun kata-kata menjadi kalimat yang baik?”

Motivasi:
"Anak-anak, setiap gambar dapat menceritakan sebuah kisah. Melalui gambar, kita dapat menyampaikan ide, perasaan, dan imajinasi. Tidak perlu takut salah dalam menggambar. Yang penting kita berani mencoba, teliti, rapi, dan menyelesaikan karya dengan penuh percaya diri. Jadikan setiap goresan sebagai karya terbaik kalian!"

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengembangkan dan menciptakan karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengalaman, imajinasi, dan gagasan sederhana. Peserta didik mampu menggunakan unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, dan komposisi serta menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, rapi, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan karya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenali dan memahami kosakata baru yang berkaitan dengan kerja sama.

  2. Menyusun kalimat efektif menggunakan kosakata baru dengan tepat.

  3. Menyampaikan kalimat secara lisan dengan jelas dan santun.

  4. Menyelesaikan tantangan kerja sama dalam kelompok.

  5. Menunjukkan sikap saling membantu, menghargai pendapat, bertanggung jawab, dan bekerja sama.

ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

  1. Peserta didik mengidentifikasi kosakata baru yang berkaitan dengan kegiatan kerja sama.

  2. Peserta didik memahami makna kosakata baru melalui contoh kalimat dan kegiatan sehari-hari.

  3. Peserta didik menyusun kata-kata acak menjadi kalimat yang benar.

  4. Peserta didik menyusun kalimat efektif menggunakan kosakata baru.

  5. Peserta didik melakukan praktik kerja sama melalui tantangan kelompok.

  6. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok.

  7. Peserta didik melakukan refleksi terhadap kemampuan menyusun kalimat dan pengalaman bekerja sama.

MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran:

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Cooperative Learning

Metode:

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Demonstrasi

  • Permainan/tantangan kelompok

  • Praktik

  • Presentasi

  • Refleksi

PENJABARAN MATERI

1. Kosakata tentang kerja sama

Contoh kosakata:

  • bekerja sama

  • membantu

  • kelompok

  • berdiskusi

  • berbagi

  • tanggung jawab

  • kompak

  • menghargai

  • bergotong royong

  • menyelesaikan

2. Menyusun kalimat

Peserta didik belajar menyusun kata-kata menjadi kalimat yang benar.

Contoh:

Kata acak:
bersama – membersihkan – kami – kelas

Kalimat:
Kami membersihkan kelas bersama.

Contoh lainnya:

Kata acak:
teman – membantu – saya

Kalimat:
Saya membantu teman.

3. Kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang jelas, singkat, mudah dipahami, dan sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.

Contoh:

  • Tidak efektif: Saya dan teman-teman bersama-sama bekerja bersama.

  • Efektif: Saya bekerja sama dengan teman-teman.

4. Praktik kerja sama

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan sebuah tantangan, misalnya:

Tantangan “Susun Kalimat Bersama”

  • Setiap kelompok memperoleh kartu-kartu kata.

  • Anggota kelompok berdiskusi.

  • Mereka menyusun kartu menjadi kalimat yang benar.

  • Setelah selesai, kelompok membuat satu kalimat baru menggunakan kosakata yang tersedia.

  • Kelompok membacakan hasilnya di depan kelas.

Dalam kegiatan tersebut peserta didik belajar bahwa keberhasilan kelompok membutuhkan komunikasi, pembagian tugas, saling membantu, dan menghargai pendapat teman.

KESIMPULAN

Hari ini kita belajar bahwa menyusun kalimat membutuhkan kata-kata yang tepat dan urutan yang benar. Kalimat yang baik harus jelas, mudah dipahami, dan sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.

Kita juga belajar bahwa kerja sama membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Dengan saling membantu, berdiskusi, berbagi tugas, menghargai pendapat, dan bertanggung jawab, tantangan kelompok dapat diselesaikan dengan baik.


Guru mengajak peserta didik menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa kosakata baru yang kamu pelajari hari ini?

  2. Apakah kamu sudah dapat menyusun kalimat efektif?

  3. Apa yang kamu lakukan saat bekerja sama dengan kelompok?

  4. Apakah kamu sudah mendengarkan dan menghargai pendapat teman?

  5. Apa kesulitan yang kamu alami hari ini?

  6. Apa hal baik yang akan kamu lakukan pada kerja kelompok berikutnya?


Guru mengamati kemampuan peserta didik dalam menyusun kalimat, penggunaan kosakata baru, keaktifan berdiskusi, serta sikap kerja sama. Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan bimbingan dan latihan menyusun kalimat secara bertahap.

Postingan 2_Matematika , 31 Agustus 2026




 

🌷 🌞 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 🤗💐

Bagaimana kabarnya pagi ini? Semoga semuanya sehat, ceria, semangat, dan siap belajar ya. 💪😊

Anak-anak, mari kita awali hari Senin ini dengan niat yang baik dan hati yang penuh semangat. Jangan lupa untuk selalu:
🌷 Berbuat kebaikan kepada siapa pun.
🌷 Berkata jujur dan menjaga amanah.
🌷 Bersikap sopan dan saling menyayangi.
🌷 Rajin sekolah dan rajin belajar.
🌷 Jangan lupa melaksanakan salat lima waktu.
🌷 Selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. 🤲

Ingatlah, anak-anak:
"Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau terus belajar, berusaha, dan menjadi lebih baik setiap harinya."

📚 Pembelajaran hari ini:

🎨 Seni Rupa
Kita akan belajar menggambar cerita dalam bentuk komik atau kartun. Yuk, gunakan imajinasi dan kreativitas kalian! 🖍️📝

🔢 Matematika
Kita akan belajar penjumlahan bilangan cacah 1 sampai 1.000. Jangan takut dengan angka, karena dengan latihan dan ketelitian pasti bisa! 💪

🌟 Motivasi hari ini:
"Mulailah hari ini dengan senyuman, belajar dengan sungguh-sungguh, berbuat baik dengan ikhlas, dan jangan pernah takut mencoba. Kesalahan bukan alasan untuk menyerah, tetapi kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik."

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A! ❤️
Jadilah anak yang cerdas, jujur, disiplin, rajin beribadah, dan selalu berbuat kebaikan.

💖 Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
💖 Aku bisa! Aku hebat! Aku anak yang rajin dan pantang menyerah!

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈📚
Tetap semangat dan jangan lupa tersenyum. 😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🌷

MATEMATIKA

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Satuan Pendidikan: Sekolah Dasar

  • Fase: B  /Kelas: III

  • Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

  • Mata Pelajaran: Matematika

  • Materi: Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah 1–1000

  • Submateri: Penjumlahan tanpa menyimpan dan dengan menyimpan

  • Pertemuan: Ke-1

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. Apersepsi

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat kembali nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan.

Guru memberikan pertanyaan sederhana:

  1. "Angka 5 pada bilangan 352 menempati nilai tempat apa?"

  2. "Berapakah nilai angka 3 pada bilangan 352?"

  3. "Jika kita memiliki 125 pensil dan mendapat tambahan 23 pensil, berapa jumlah pensil semuanya?"

  4. "Pernahkah kalian menjumlahkan uang atau benda yang kalian miliki?"

Guru kemudian menuliskan contoh:

123 + 245 = ...

Peserta didik diajak menjumlahkan mulai dari satuan, puluhan, kemudian ratusan.

Guru menyampaikan motivasi:

"Anak-anak, hari ini kita akan belajar menjumlahkan bilangan sampai 1000. Matematika ada di sekitar kita. Ketika menghitung uang, jumlah buku, buah, atau mainan, kita menggunakan penjumlahan. Jadi, mari belajar dengan teliti, tidak mudah menyerah, dan berani mencoba. Kesalahan bukan alasan untuk berhenti belajar, tetapi kesempatan untuk menjadi lebih pintar."

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu melakukan operasi hitung bilangan cacah sampai 1000 dengan menggunakan pemahaman nilai tempat dan strategi yang sesuai. Peserta didik dapat melakukan penjumlahan secara tepat serta menerapkannya dalam permasalahan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan pada bilangan sampai 1000.

  2. Menjelaskan konsep penjumlahan bilangan cacah.

  3. Melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1000 tanpa menyimpan dengan teknik yang tepat.

  4. Melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1000 dengan menyimpan dengan teknik yang tepat.

  5. Menyusun bilangan secara bersusun sesuai nilai tempat.

  6. Menyelesaikan soal cerita sederhana yang berkaitan dengan penjumlahan.

  7. Menunjukkan sikap teliti, percaya diri, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah.

F. Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning

1. Mindful Learning – Belajar dengan Kesadaran

Guru mengajak peserta didik:

  • Duduk dengan posisi nyaman dan tenang.

  • Menarik napas sebelum mulai mengerjakan.

  • Memusatkan perhatian pada angka yang sedang dihitung.

  • Tidak terburu-buru dalam menyusun bilangan.

  • Memeriksa kembali jawaban sebelum dikumpulkan.

  • Berani memperbaiki kesalahan.

Kalimat penguatan:
"Kerjakan dengan tenang. Perhatikan setiap angka. Satuan dengan satuan, puluhan dengan puluhan, dan ratusan dengan ratusan."

2. Meaningful Learning – Belajar Bermakna

Penjumlahan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Contoh:

"Di perpustakaan terdapat 235 buku. Kemudian sekolah mendapatkan tambahan 124 buku. Berapa jumlah buku sekarang?"

Peserta didik memahami bahwa penjumlahan digunakan untuk menghitung jumlah benda, uang, buku, buah, siswa, dan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari.

3. Joyful Learning – Belajar Menyenangkan

Guru menggunakan permainan "Detektif Angka".

  • Guru menyiapkan beberapa kartu bilangan.

  • Peserta didik mengambil dua kartu.

  • Peserta didik menjumlahkan kedua bilangan tersebut.

  • Jawaban ditulis di papan atau buku.

  • Peserta didik yang selesai lebih cepat dan benar mendapatkan apresiasi.

Guru dapat memberikan yel-yel:

Guru: "Matematika?"
Siswa: "Mudah dan menyenangkan!"
Guru: "Hitung dengan?"
Siswa: "Teliti dan percaya diri!"

G. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL)

Peserta didik diberikan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

Metode Pembelajaran

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Ceramah interaktif

  • Latihan terbimbing

  • Permainan edukatif

  • Diskusi

  • Penugasan

  • Refleksi

Media Pembelajaran

Media Pembelajaran

  • Papan tulis

  • Kartu bilangan

  • Stik es krim atau benda konkret

  • Blok nilai tempat jika tersedia

  • Buku tulis

  • Lembar latihan

H. Penjabaran Materi

1. Pengertian Penjumlahan

Penjumlahan adalah operasi hitung untuk menggabungkan dua bilangan atau lebih sehingga diperoleh jumlah keseluruhan.

Contoh:

125 + 234 = 359

2. Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Penjumlahan tanpa menyimpan terjadi apabila hasil penjumlahan setiap nilai tempat kurang dari 10.

Contoh:

  243
+ 125
------
  368

Caranya:

  • Satuan: 3 + 5 = 8

  • Puluhan: 4 + 2 = 6

  • Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi:

243 + 125 = 368

3. Penjumlahan dengan Menyimpan

Penjumlahan dengan menyimpan terjadi apabila hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat 10 atau lebih.

Contoh:

  276
+ 158
------
  434

Caranya:

  • Satuan: 6 + 8 = 14 → tulis 4, simpan 1.

  • Puluhan: 7 + 5 + 1 = 13 → tulis 3, simpan 1.

  • Ratusan: 2 + 1 + 1 = 4.

Jadi:

276 + 158 = 434

Hal yang Harus Diingat

Satuan → Puluhan → Ratusan

Pastikan bilangan ditulis bersusun sesuai nilai tempatnya.

I. Latihan Soal

A. Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Hitunglah!

  1. 123 + 245 = ....

  2. 214 + 135 = ....

  3. 302 + 147 = ....

  4. 421 + 238 = ....

  5. 150 + 326 = ....

B. Penjumlahan dengan Menyimpan

  1. 125 + 178 = ....

  2. 246 + 187 = ....

  3. 357 + 268 = ....

  4. 475 + 186 = ....

  5. 568 + 247 = ....

C. Soal Cerita

  1. Ibu memiliki 125 buah jeruk. Kemudian membeli lagi 136 buah jeruk. Berapa jumlah jeruk Ibu seluruhnya?

  2. Perpustakaan memiliki 245 buku. Sekolah membeli lagi 178 buku. Berapa jumlah buku di perpustakaan sekarang?

  3. Rani mempunyai 326 manik-manik. Ia mendapat tambahan 145 manik-manik dari kakaknya. Berapa jumlah manik-manik Rani sekarang?

  4. Di kebun terdapat 234 pohon mangga dan 125 pohon jambu. Berapa jumlah seluruh pohon?

  5. Sebuah toko memiliki 475 pensil. Kemudian datang kiriman 236 pensil. Berapa jumlah pensil sekarang?

J. Kunci Jawaban

  1. 368

  2. 349

  3. 449

  4. 659

  5. 476

  6. 303

  7. 433

  8. 625

  9. 661

  10. 815

  11. 261 buah jeruk

  12. 423 buku

  13. 471 manik-manik

  14. 359 pohon

  15. 711 pensil

K. Kesimpulan

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.

Dalam melakukan penjumlahan bilangan cacah sampai 1000, kita harus memperhatikan nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan.

  • Tanpa menyimpan: hasil pada setiap nilai tempat kurang dari 10.

  • Dengan menyimpan: jika hasil pada suatu nilai tempat 10 atau lebih, kita menuliskan angka satuannya dan menyimpan 1 ke nilai tempat berikutnya.

Kunci keberhasilan:
👉 Susun angka dengan benar.
👉 Hitung dari satuan.
👉 Perhatikan proses menyimpan.
👉 Teliti dan periksa kembali jawaban.


"Pada pembelajaran hari ini, peserta didik terlihat antusias mengikuti kegiatan penjumlahan bilangan cacah. Sebagian besar peserta didik sudah mampu melakukan penjumlahan tanpa menyimpan dengan baik. Beberapa peserta didik masih membutuhkan bimbingan dalam melakukan penjumlahan dengan menyimpan, terutama ketika menyimpan angka dari satuan ke puluhan dan dari puluhan ke ratusan. Guru akan memberikan latihan secara bertahap dan menggunakan benda konkret atau media nilai tempat agar konsep menyimpan semakin mudah dipahami. Pembelajaran berikutnya diharapkan peserta didik semakin teliti, percaya diri, dan mampu menyelesaikan penjumlahan secara mandiri."


  • Apa yang sudah saya pahami hari ini?

  • Apakah saya sudah bisa menjumlahkan tanpa menyimpan?

  • Apakah saya sudah bisa menjumlahkan dengan menyimpan?

  • Bagian mana yang masih sulit?

  • Apakah saya sudah mengerjakan dengan teliti?


Postingan 1 _Seni Rupa,Senin, 31 Agustus 2026_3A




 

🌷Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat dan luar biasa! 🤗💐

Bagaimana kabarnya pagi ini? Semoga semuanya sehat, ceria, semangat, dan siap belajar ya. 💪😊

Anak-anak, mari kita awali hari Senin ini dengan niat yang baik dan hati yang penuh semangat. Jangan lupa untuk selalu:
🌷 Berbuat kebaikan kepada siapa pun.
🌷 Berkata jujur dan menjaga amanah.
🌷 Bersikap sopan dan saling menyayangi.
🌷 Rajin sekolah dan rajin belajar.
🌷 Jangan lupa melaksanakan salat lima waktu.
🌷 Selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. 🤲

Ingatlah, anak-anak:
"Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau terus belajar, berusaha, dan menjadi lebih baik setiap harinya."

📚 Pembelajaran hari ini:

🎨 Seni Rupa
Kita akan belajar menggambar cerita dalam bentuk komik atau kartun. Yuk, gunakan imajinasi dan kreativitas kalian! 🖍️📝

🌟 Motivasi hari ini:
"Mulailah hari ini dengan senyuman, belajar dengan sungguh-sungguh, berbuat baik dengan ikhlas, dan jangan pernah takut mencoba. Kesalahan bukan alasan untuk menyerah, tetapi kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik."

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A! ❤️
Jadilah anak yang cerdas, jujur, disiplin, rajin beribadah, dan selalu berbuat kebaikan.

💖 Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
💖 Aku bisa! Aku hebat! Aku anak yang rajin dan pantang menyerah!

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈📚
Tetap semangat dan jangan lupa tersenyum. 😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲🌸 

SENI RUPA

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Satuan Pendidikan: Sekolah Dasar

  • Fase: B / Kelas: III A

  • Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

  • Mata Pelajaran: Seni Rupa

  • Materi: Menggambar Cerita dan Pewarnaannya

  • Pertemuan: Ketiga

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. Apersepsi

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang sketsa atau gambar rancangan awal.

Guru bertanya:

  1. "Apa yang dimaksud dengan sketsa?"

  2. "Mengapa sebelum menggambar cerita kita perlu membuat sketsa?"

  3. "Alat apa saja yang dapat kita gunakan untuk mewarnai gambar?"

  4. "Bagaimana agar gambar terlihat rapi dan menarik?"

Guru menunjukkan contoh gambar cerita yang sudah diberi warna. Peserta didik mengamati gambar dan menyampaikan pendapat tentang isi cerita, penggunaan warna, serta kerapian gambar.

Motivasi:
"Anak-anak, setiap gambar dapat menceritakan sebuah kisah. Melalui gambar, kita dapat menyampaikan ide, perasaan, dan imajinasi. Tidak perlu takut salah dalam menggambar. Yang penting kita berani mencoba, teliti, rapi, dan menyelesaikan karya dengan penuh percaya diri. Jadikan setiap goresan sebagai karya terbaik kalian!"

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengembangkan dan menciptakan karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengalaman, imajinasi, dan gagasan sederhana. Peserta didik mampu menggunakan unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, dan komposisi serta menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, rapi, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan karya.

D. Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan pengertian sederhana gambar cerita.

  2. Mengembangkan ide menjadi sebuah sketsa gambar cerita.

  3. Mendapatkan dan menyelesaikan sketsa gambar cerita dengan baik.

  4. Menyelesaikan pewarnaan gambar cerita menggunakan kombinasi alat dan media pewarna, seperti pensil warna, krayon, atau spidol.

  5. Menggunakan warna yang sesuai dengan objek dan suasana cerita.

  6. Menggambar dan mewarnai secara rapi, ekspresif, kreatif, dan percaya diri.

E. ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Mengamati → Menentukan Ide → Membuat Sketsa → Mengembangkan Gambar → Mewarnai → Menyelesaikan Karya → Mempresentasikan

  1. Peserta didik mengamati berbagai contoh gambar cerita.

  2. Peserta didik mengidentifikasi tokoh, tempat, objek, dan suasana dalam gambar cerita.

  3. Peserta didik menentukan ide atau tema gambar cerita berdasarkan pengalaman dan imajinasi.

  4. Peserta didik membuat sketsa gambar cerita menggunakan garis dan bentuk sederhana.

  5. Peserta didik mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita yang lebih lengkap.

  6. Peserta didik melakukan pewarnaan menggunakan kombinasi alat pewarna.

  7. Peserta didik memperhatikan kerapian, komposisi, dan ekspresi dalam karya.

  8. Peserta didik menyelesaikan dan menunjukkan hasil karya kepada teman dan guru.

  9. Peserta didik mampu menceritakan secara sederhana isi gambar yang dibuat.

F. Meaningful Learning & Mindful Learning

1. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru menghubungkan kegiatan menggambar dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Contoh:

  • Menggambar pengalaman menolong teman.

  • Menggambar kegiatan bermain bersama keluarga.

  • Menggambar menjaga kebersihan lingkungan.

  • Menggambar pengalaman bekerja sama dengan teman.

Peserta didik memahami bahwa menggambar bukan hanya menghasilkan gambar yang indah, tetapi juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dan pengalaman.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik:

  • Duduk dengan tenang sebelum mulai menggambar.

  • Mengatur napas dan memusatkan perhatian.

  • Menggambar dengan sabar dan tidak terburu-buru.

  • Memperhatikan setiap garis dan warna yang digunakan.

  • Menghargai karya sendiri dan karya teman.

  • Tidak mengejek gambar teman karena setiap anak memiliki kreativitas yang berbeda.

G. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran

Project Based Learning (PjBL)

Peserta didik membuat sebuah proyek berupa karya gambar cerita yang lengkap dengan pewarnaannya.

Metode

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Observasi

  • Praktik langsung

  • Penugasan/proyek

  • Presentasi

  • Refleksi

H. Penjabaran Materi

1. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang dibuat untuk menggambarkan suatu peristiwa atau cerita sehingga orang yang melihatnya dapat memahami isi cerita melalui gambar.

2. Unsur Gambar Cerita

Gambar cerita dapat memiliki:

  • Tokoh, misalnya anak, ibu, ayah, guru, atau hewan.

  • Tempat, misalnya rumah, sekolah, taman, atau lingkungan sekitar.

  • Kegiatan/peristiwa, misalnya belajar, bermain, menolong, atau bekerja sama.

  • Ekspresi, seperti senang, sedih, terkejut, atau bersemangat.

  • Warna, untuk memperjelas objek dan suasana.

3. Langkah-Langkah Menggambar Cerita

Langkah 1 – Menentukan tema
Contoh: Menolong Teman.

Langkah 2 – Membuat sketsa
Menggambar bentuk dasar tokoh, benda, dan tempat menggunakan pensil secara tipis.

Langkah 3 – Melengkapi gambar
Menambahkan detail seperti wajah, pakaian, pohon, meja, rumah, dan sebagainya.

Langkah 4 – Menebalkan garis
Garis yang sudah benar dapat ditebalkan agar gambar terlihat jelas.

Langkah 5 – Mewarnai
Gunakan kombinasi alat pewarna, misalnya:

  • Pensil warna untuk detail.

  • Krayon untuk bidang yang lebih luas.

  • Spidol untuk menegaskan bagian tertentu.

Langkah 6 – Merapikan karya
Pastikan warna tidak banyak keluar garis dan semua bagian gambar sudah selesai.

I. Contoh Ide Gambar Cerita

Tema: Menolong Teman

Adegan:
Seorang anak melihat temannya terjatuh di halaman sekolah. Ia segera membantu temannya berdiri. Teman-teman yang lain ikut membantu.

Pesan cerita:
"Kita harus saling menolong dan peduli kepada teman."

Contoh tema lainnya:

  1. Bermain Bersama Keluarga

  2. Menjaga Kebersihan Sekolah

  3. Menanam Pohon

  4. Bekerja Sama Membersihkan Kelas

  5. Menolong Hewan

  6. Rajin Belajar

  7. Berbagi dengan Teman

Image

Image

Image

Image

Penutup

  • Guru memberikan apresiasi terhadap karya peserta didik.

  • Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.

  • Melakukan refleksi.

  • Memberikan penguatan agar peserta didik selalu percaya diri dalam berkarya.

  • Doa dan salam.

K. Kesimpulan

Gambar cerita merupakan gambar yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita, pengalaman, gagasan, atau pesan. Dalam membuat gambar cerita, kita dapat memulai dengan membuat sketsa, kemudian mengembangkan gambar dan memberikan warna.

Pewarnaan dapat menggunakan berbagai alat, seperti pensil warna, krayon, dan spidol. Gambar yang baik tidak hanya indah, tetapi juga dibuat dengan rapi, kreatif, ekspresif, dan penuh percaya diri.

Setelah pembelajaran, guru melakukan refleksi:

  1. Apakah peserta didik mampu memahami pengertian gambar cerita?

  2. Apakah peserta didik mampu menentukan ide dan membuat sketsa?

  3. Apakah peserta didik mampu menyelesaikan pewarnaan dengan baik?

  4. Apakah kombinasi alat pewarna dapat digunakan dengan tepat?

  5. Apakah peserta didik menggambar dengan rapi dan ekspresif?

  6. Peserta didik mana yang masih membutuhkan bimbingan?

  7. Apakah kegiatan pembelajaran sudah membuat peserta didik aktif, kreatif, dan percaya diri?


"Pada pembelajaran hari ini, sebagian besar peserta didik mampu mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita dan menyelesaikan pewarnaannya. Peserta didik terlihat antusias dan kreatif dalam memilih tema serta warna. Beberapa peserta didik masih perlu diberikan bimbingan dalam menjaga kerapian saat mewarnai dan mengembangkan detail gambar. Pada pembelajaran berikutnya, guru akan memberikan contoh dan latihan tambahan agar peserta didik semakin terampil, teliti, dan percaya diri dalam berkarya."







 



Jumat, 28 Agustus 2026_3A




 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholiha kelas 3A yang hebat dan ceria. 🌞🌷

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama di hari Jumat yang penuh keberkahan. Mari kita awali hari ini dengan senyum, doa, dan hati yang penuh rasa syukur. 🤲

Anak-anak, ingatlah bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Kalau kemarin kita masih melakukan kesalahan, hari ini kita belajar memperbaikinya. Kalau kemarin belum rajin, hari ini kita berusaha lebih rajin. Kalau kemarin lupa berbuat baik, hari ini jangan lupa untuk menebarkan kebaikan. 🌱

Jadilah anak yang selalu berkata jujur, suka menolong, sopan, dan peduli kepada orang lain.
Ketika ada teman yang kesulitan, bantulah. Ketika ada yang membutuhkan, jangan ragu untuk menolong. Karena kebaikan sekecil apa pun akan menjadi sesuatu yang berarti.

Jangan lupa juga untuk selalu beribadah kepada Allah, melaksanakan salat wajib dan salat sunah, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta mengamalkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. 🕌📖

🌟 Motivasi Hari Ini

“Jangan menunggu menjadi hebat untuk berbuat baik. Mulailah dari hal kecil, karena kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan membuat hati menjadi indah.”

Anak-anak hebat, hari ini kita akan belajar dengan semangat, rasa ingin tahu, dan hati yang gembira. Jangan takut bertanya, jangan takut mencoba, dan jangan takut salah. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. 💪😊

📚 Pembelajaran hari ini:

🦋 IPAS/IPS – Siklus Hidup Makhluk Hidup
Kita akan mempelajari metamorfosis sempurna pada hewan, seperti siklus hidup kupu-kupu:
telur → larva/ulat → pupa/kepompong → kupu-kupu dewasa.

🎨 Seni Rupa
Kita juga akan belajar membuat sketsa cerita, yaitu membuat rancangan gambar berdasarkan cerita, pengalaman, atau imajinasi kita sendiri.

Mari kita belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja sama, saling membantu, dan menghargai karya teman.

🌼 Pesan Ibu Guru untuk hari ini:

Jujur dalam perkataan.
Baik dalam perbuatan.
Rajin dalam belajar.
Taat dalam beribadah.
Suka menolong dan berbagi.
Dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Semoga hari Jumat ini menjadi hari yang penuh ilmu, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan untuk kita semua.

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈📚
Tetap semangat, tetap ceria, dan jangan lupa berbuat baik hari ini. ❤️

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

MAPEL SENI RUPA  

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Puji Lestari, S.Pd
Hari/Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
Fase: B
Kelas: III A
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Mengenal Gambar Cerita dan Merancang Sketsa
Pertemuan: Kedua

B. APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan menunjukkan beberapa gambar yang memiliki alur cerita sederhana, misalnya gambar anak sedang menanam bunga, bermain bersama teman, atau membantu orang tua.

Guru mengajukan pertanyaan:

  1. Anak-anak, apa yang kalian lihat pada gambar?

  2. Menurut kalian, apakah gambar tersebut mempunyai cerita?

  3. Bagaimana kita dapat menggambarkan sebuah cerita melalui gambar?

  4. Pernahkah kalian membuat gambar berdasarkan pengalaman sendiri?

  5. Sebelum membuat gambar yang lengkap, menurut kalian apa yang sebaiknya kita buat terlebih dahulu?

Guru menjelaskan:

“Hari ini kita akan belajar bahwa sebuah cerita dapat disampaikan melalui gambar. Sebelum membuat gambar yang lebih lengkap, kita dapat membuat sketsa terlebih dahulu sebagai rancangan awal.”

Guru memberikan motivasi:

“Tidak perlu takut salah saat membuat sketsa. Setiap gambar berawal dari sebuah ide. Gunakan imajinasi kalian dan buatlah karya dengan percaya diri.”

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenali dan mengeksplorasi unsur-unsur seni rupa melalui kegiatan mengamati, menggambar, dan membuat karya berdasarkan pengalaman serta ide dari lingkungan sekitar.

Peserta didik mampu menggunakan garis dan bentuk sederhana untuk menuangkan gagasan atau cerita ke dalam karya gambar serta menunjukkan keberanian dalam berekspresi dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Memahami pengertian gambar cerita.

  2. Menjelaskan fungsi gambar cerita dalam menyampaikan suatu peristiwa atau cerita.

  3. Mengenali unsur-unsur sederhana dalam gambar cerita.

  4. Memahami pengertian sketsa.

  5. Menentukan ide cerita berdasarkan pengalaman atau imajinasi diri sendiri.

  6. Merancang sketsa sederhana berdasarkan ide cerita yang telah dipilih.

  7. Menunjukkan sikap percaya diri, kreatif, dan menghargai karya teman.

Tujuan utama pembelajaran:

Peserta didik mampu memahami konsep gambar cerita dan merancang sketsa dengan cerita berdasarkan ide dari diri sendiri.

E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

1. Meaningful – Menghubungkan dengan Pengalaman

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman sehari-hari.

Contoh pertanyaan:

  • Pernahkah kalian membantu ibu atau ayah di rumah?

  • Pernahkah kalian bermain bersama teman?

  • Pernahkah kalian pergi berlibur?

  • Pengalaman apa yang paling kalian sukai?

Peserta didik memilih salah satu pengalaman yang dapat dijadikan ide gambar cerita.

Makna pembelajaran:
Peserta didik memahami bahwa pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber ide untuk membuat karya seni.

2. Meaningful – Memahami dan Merancang

Peserta didik mengamati contoh gambar cerita dan memahami bahwa gambar dapat membantu menyampaikan sebuah peristiwa.

Selanjutnya peserta didik:

  1. Menentukan ide cerita.

  2. Menentukan tokoh atau objek yang akan digambar.

  3. Menentukan tempat atau latar.

  4. Membuat garis-garis sederhana.

  5. Menyusun objek menjadi sebuah sketsa.

Guru membimbing peserta didik agar tidak terlalu fokus pada kesempurnaan gambar, tetapi pada kemampuan menuangkan ide.

3. Joyful – Berkarya dengan Menyenangkan

Peserta didik melakukan kegiatan “Sketsaku, Ceritaku”.

Setiap peserta didik membuat sketsa berdasarkan pengalaman atau imajinasi sendiri.

Contoh tema:

  • Bermain bersama teman.

  • Menanam bunga.

  • Membantu orang tua.

  • Pergi ke taman.

  • Bermain dengan hewan peliharaan.

  • Menjaga kebersihan lingkungan.

Setelah selesai, beberapa peserta didik diberi kesempatan menunjukkan sketsanya dan menceritakan secara singkat ide di balik gambarnya.

Guru memberikan apresiasi:

“Setiap karya itu istimewa karena setiap anak mempunyai ide dan imajinasi yang berbeda.”

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Project Based Learning sederhana.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Pengamatan

  • Diskusi

  • Praktik menggambar

  • Presentasi

  • Apresiasi karya

G. MEDIA DAN ALAT

Media:

  • Contoh gambar cerita.

  • Contoh sketsa.

  • Papan tulis.

  • LKPD.

  • Video/gambar pembelajaran.

Alat dan bahan:

  • Buku gambar/kertas gambar.

  • Pensil.

  • Penghapus.

  • Penggaris jika diperlukan.

  • Pensil warna atau krayon untuk tahap pengembangan berikutnya.

H. PENJABARAN MATERI

1. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menggambarkan atau menyampaikan suatu cerita, kejadian, atau peristiwa.

Gambar cerita dapat membantu orang lain memahami isi cerita melalui gambar.

Contohnya:

  • Gambar anak sedang membantu ibu.

  • Gambar anak bermain bersama teman.

  • Gambar kegiatan menanam pohon.

  • Gambar suasana sekolah.

2. Fungsi Gambar Cerita

Gambar cerita berfungsi untuk:

  1. Menjelaskan suatu cerita.

  2. Menggambarkan suatu kejadian.

  3. Membantu pembaca memahami isi cerita.

  4. Membuat cerita menjadi lebih menarik.

  5. Menyampaikan pesan melalui gambar.

3. Unsur Sederhana dalam Gambar Cerita

Dalam membuat gambar cerita, kita dapat menggunakan:

a. Tokoh

Orang, hewan, atau karakter yang ada dalam cerita.

b. Latar

Tempat terjadinya cerita.

Contoh:

  • Rumah

  • Sekolah

  • Taman

  • Lapangan

c. Peristiwa

Kegiatan atau kejadian yang dilakukan oleh tokoh.

d. Ekspresi

Ekspresi dapat menunjukkan perasaan tokoh, seperti senang, sedih, takut, atau terkejut.

I. PENGERTIAN SKETSA

Sketsa adalah gambar awal atau rancangan sederhana sebelum membuat gambar yang lebih lengkap.

Sketsa biasanya dibuat menggunakan garis-garis sederhana.

Sketsa tidak harus sempurna.

Tujuan membuat sketsa adalah:

  • Merencanakan gambar.

  • Menentukan posisi objek.

  • Menentukan ukuran objek.

  • Memudahkan proses menggambar.

  • Mengembangkan ide menjadi sebuah karya.

J. LANGKAH-LANGKAH MERANCANG SKETSA

Langkah 1 – Menentukan Ide

Pilih cerita atau pengalaman yang ingin digambarkan.

Contoh:

“Aku membantu ibu menyiram tanaman.”

Langkah 2 – Menentukan Tokoh

Tokoh:

  • Aku

  • Ibu

Langkah 3 – Menentukan Latar

Latar:

  • Halaman rumah.

Langkah 4 – Membuat Bentuk Dasar

Gunakan bentuk sederhana seperti:

  • Lingkaran untuk kepala.

  • Garis untuk tubuh dan tangan.

  • Persegi atau bentuk sederhana untuk benda.

  • Garis melengkung untuk tanaman.

Langkah 5 – Menambahkan Detail

Tambahkan:

  • Tanaman.

  • Pot bunga.

  • Selang atau alat penyiram.

  • Rumah.

  • Matahari.

  • Awan.

Langkah 6 – Memeriksa Sketsa

Lihat kembali apakah gambar sudah sesuai dengan ide cerita.

K. CONTOH SKETSA SEDERHANA

Tema: Menanam Bunga

Ide cerita:
“Aku menanam bunga bersama ibu.”

Tokoh: Aku dan ibu.

Latar: Halaman rumah.

Objek: Pot bunga, tanaman, sekop, rumah, matahari.

Contoh rancangan sederhana:

             ☀
        ☁           ☁

              /\ 
             /  \       Rumah
            /____\

       O                 O
      /|\               /|\
      / \               / \
     IBU                 AKU

       🌱     🪴     🌱
          \   |   /
           \  |  /
          Tanaman

Sketsa di atas hanyalah contoh rancangan sederhana. Peserta didik bebas mengembangkan bentuk, tokoh, latar, dan objek sesuai ide masing-masing.

L. KEGIATAN PRAKTIK

“SKETSAKU, CERITAKU”

Buatlah sebuah sketsa berdasarkan pengalaman atau imajinasi kalian sendiri.

Pilih salah satu tema:

  1. Aku bermain bersama teman.

  2. Aku membantu ibu.

  3. Aku menanam bunga.

  4. Aku bermain dengan hewan peliharaan.

  5. Aku menjaga kebersihan sekolah.

  6. Aku pergi ke taman.

Ketentuan:

  • Tentukan satu ide cerita.

  • Tentukan tokoh.

  • Tentukan tempat/latar.

  • Buat sketsa menggunakan pensil.

  • Gunakan garis sederhana.

  • Tambahkan beberapa objek pendukung.

  • Berikan judul pada sketsa.

M. LATIHAN SOAL

A. Pilihan Ganda

1. Gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita disebut ....

A. gambar hias
B. gambar cerita
C. gambar pola
D. gambar bentuk

2. Sebelum membuat gambar yang lengkap, sebaiknya kita membuat ....

A. sketsa
B. bingkai
C. tulisan
D. warna

3. Sketsa merupakan ....

A. gambar akhir
B. gambar awal atau rancangan
C. gambar yang sudah diwarnai
D. gambar yang harus sempurna

4. Salah satu fungsi gambar cerita adalah ....

A. membuat cerita sulit dipahami
B. menyembunyikan cerita
C. membantu menyampaikan cerita
D. menghapus cerita

5. Tokoh dalam gambar cerita dapat berupa ....

A. orang atau hewan
B. warna saja
C. garis saja
D. kertas

6. Tempat terjadinya suatu cerita disebut ....

A. tokoh
B. latar
C. judul
D. warna

7. Saat membuat sketsa, kita sebaiknya menggunakan ....

A. garis sederhana
B. cat tembok
C. gunting
D. lem

8. Ide gambar cerita dapat berasal dari ....

A. pengalaman dan imajinasi
B. penghapus saja
C. meja
D. pensil saja

9. Jika ingin menggambar cerita tentang “bermain di taman”, latarnya dapat berupa ....

A. dapur
B. kamar mandi
C. taman
D. kelas

10. Saat melihat karya teman, sikap kita sebaiknya ....

A. mengejek
B. merusak
C. menghargai
D. menyembunyikan

N. SOAL ISIAN

1. Gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita disebut gambar __________.

2. Gambar awal sebelum membuat gambar lengkap disebut __________.

3. Tempat terjadinya suatu cerita disebut __________.

4. Sebuah sketsa dapat dibuat menggunakan garis-garis __________.

5. Ide gambar dapat berasal dari pengalaman dan __________.

P. KESIMPULAN

Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita atau peristiwa.

Sebelum membuat gambar cerita secara lengkap, kita dapat membuat sketsa terlebih dahulu. Sketsa merupakan rancangan awal yang dibuat menggunakan garis-garis sederhana.

Dalam membuat sketsa, kita perlu menentukan:

Ide → Tokoh → Latar → Objek → Sketsa

Ide gambar dapat berasal dari pengalaman sehari-hari maupun imajinasi.

Setiap peserta didik memiliki ide dan imajinasi yang berbeda. Oleh karena itu, setiap karya dapat menjadi karya yang unik dan menarik.



Image

Image

Image

Image

Image

 IPAS KELAS 3

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd
Hari/Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
Fase: B
Kelas: III A
Mata Pelajaran: IPS
Materi: Siklus Hidup Makhluk Hidup – Siklus Hidup Hewan dengan Metamorfosis Sempurna
Pertemuan: Keempat
Topik: Metamorfosis Sempurna pada Kupu-kupu

B. APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat kembali materi siklus hidup makhluk hidup.

Guru bertanya:

  1. Anak-anak, apakah kalian pernah melihat kupu-kupu?

  2. Menurut kalian, dari mana kupu-kupu berasal?

  3. Apakah kupu-kupu sejak kecil sudah memiliki bentuk seperti kupu-kupu?

  4. Pernahkah kalian melihat ulat di daun?

  5. Menurut kalian, apakah ulat dapat berubah menjadi kupu-kupu?

Guru menunjukkan gambar siklus hidup kupu-kupu dan mengajak peserta didik mengamati perubahan bentuknya.

Motivasi:
“Setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perubahan. Kita pun dahulu kecil dan sekarang terus tumbuh menjadi lebih besar. Karena itu, mari kita belajar dengan rasa ingin tahu dan selalu bersyukur atas ciptaan Allah.”

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami siklus hidup makhluk hidup serta mengidentifikasi tahapan pertumbuhan dan perkembangan hewan. Peserta didik dapat menjelaskan perubahan bentuk pada hewan yang mengalami metamorfosis serta menunjukkan sikap peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian metamorfosis sempurna dengan benar.

  2. Menyebutkan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

  3. Menjelaskan tahapan telur, larva, pupa, dan kupu-kupu dewasa.

  4. Mengurutkan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

  5. Menyebutkan contoh hewan lain yang mengalami metamorfosis sempurna.

  6. Menunjukkan sikap peduli dan menyayangi makhluk hidup.

Tujuan utama:
Peserta didik mampu menjelaskan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

1. Mindful – Mengamati dan Menyadari

Guru mengajak peserta didik duduk dengan tenang, menarik napas, kemudian mengamati gambar kupu-kupu, ulat, telur, dan kepompong.

Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki siklus hidup dan perubahan yang berbeda-beda.

Pertanyaan pemantik:

  • Apa yang kalian lihat?

  • Apakah bentuk ulat sama dengan kupu-kupu?

  • Perubahan apa yang terjadi?

2. Meaningful – Menghubungkan dengan Kehidupan

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, misalnya pernah melihat ulat di daun atau kupu-kupu di taman.

Peserta didik memahami bahwa ulat dan kupu-kupu merupakan bagian dari satu siklus hidup yang sama.

3. Meaningful – Memahami dan Menjelaskan

Peserta didik mempelajari empat tahapan metamorfosis sempurna:

Telur → Larva → Pupa → Dewasa

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengurutkan gambar dan menjelaskan ciri setiap tahapan.

4. Joyful – Belajar dengan Menyenangkan

Peserta didik bermain “Susun Siklus Kupu-kupu”.

Setiap kelompok memperoleh kartu gambar:

  • Telur

  • Larva/ulat

  • Pupa/kepompong

  • Kupu-kupu dewasa

Kelompok berlomba menyusun kartu sesuai urutan yang benar dan menjelaskan setiap tahapannya.

Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang bekerja sama dengan baik.

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran kooperatif.

Metode:

  • Tanya jawab

  • Observasi

  • Diskusi kelompok

  • Penjelasan/interaktif

  • Permainan menyusun kartu

  • Penugasan

  • Presentasi

G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media:

  1. Gambar siklus hidup kupu-kupu.

  2. Kartu tahapan metamorfosis.

  3. Video pembelajaran.

  4. LKPD.

  5. Papan tulis/spidol.

Sumber belajar:

  • Buku IPAS/IPS Kelas 3.

  • Lingkungan sekitar.

  • Gambar dan video pembelajaran tentang metamorfosis.

H. PENJABARAN MATERI

1. Pengertian Metamorfosis

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya hingga menjadi hewan dewasa.

Metamorfosis sempurna memiliki empat tahapan, yaitu:

Telur → Larva → Pupa → Dewasa (Imago). (Eprints UNY)

2. Metamorfosis Sempurna pada Kupu-kupu

a. Telur

Kupu-kupu betina bertelur. Telur biasanya diletakkan pada permukaan atau bagian tanaman yang sesuai.

Telur kemudian menetas menjadi larva atau ulat.

b. Larva atau Ulat

Larva kupu-kupu disebut ulat.

Ulat banyak makan daun untuk tumbuh dan menyimpan energi. Bentuk ulat sangat berbeda dengan kupu-kupu dewasa.

c. Pupa atau Kepompong

Setelah cukup besar, ulat berubah menjadi pupa atau kepompong.

Di dalam kepompong terjadi perubahan besar pada tubuh ulat hingga terbentuk kupu-kupu.

d. Kupu-kupu Dewasa

Setelah perubahan selesai, kupu-kupu keluar dari kepompong.

Kupu-kupu dewasa kemudian tumbuh dan berkembang biak dengan menghasilkan telur kembali.

Dengan demikian, siklusnya berlangsung terus:

Telur → Ulat/Larva → Kepompong/Pupa → Kupu-kupu Dewasa → Telur kembali. (Kemendikdasmen Repository)

3. Contoh Hewan yang Mengalami Metamorfosis Sempurna

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain:

  • Kupu-kupu

  • Nyamuk

  • Lalat

  • Kumbang

Pada hewan-hewan tersebut terdapat tahap pupa/kepompong dalam siklus hidupnya. (AnyFlip)

I. KEGIATAN PESERTA DIDIK

Aktivitas 1 – Amati!

Perhatikan gambar metamorfosis kupu-kupu.

Tuliskan nama setiap tahap:





Aktivitas 2 – Urutkan!

Susun tahapan berikut menjadi urutan yang benar:

Pupa – Dewasa – Telur – Larva

Jawaban:

__________ → __________ → __________ → __________

Aktivitas 3 – Diskusi Kelompok

Diskusikan bersama teman:

Mengapa metamorfosis kupu-kupu disebut metamorfosis sempurna?

Tuliskan jawaban kelompokmu:

J. LATIHAN SOAL

Pilihan Ganda

1. Proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan disebut ....

A. perkembangbiakan
B. metamorfosis
C. pernapasan
D. pertumbuhan

2. Tahapan pertama metamorfosis kupu-kupu adalah ....

A. larva
B. pupa
C. telur
D. dewasa

3. Larva kupu-kupu disebut ....

A. nimfa
B. ulat
C. jentik
D. kepompong

4. Setelah menjadi ulat, kupu-kupu mengalami tahap ....

A. telur
B. pupa
C. dewasa
D. nimfa

5. Pupa pada kupu-kupu disebut juga ....

A. telur
B. ulat
C. kepompong
D. kupu-kupu muda

6. Urutan metamorfosis sempurna yang benar adalah ....

A. telur – pupa – larva – dewasa
B. larva – telur – pupa – dewasa
C. telur – larva – pupa – dewasa
D. telur – dewasa – larva – pupa

7. Hewan berikut yang mengalami metamorfosis sempurna adalah ....

A. belalang
B. kupu-kupu
C. ayam
D. kucing

8. Pada tahap larva, ulat banyak makan untuk ....

A. tidur
B. tumbuh dan berkembang
C. bertelur
D. terbang

9. Tahap setelah pupa adalah ....

A. telur
B. larva
C. kupu-kupu dewasa
D. jentik

10. Salah satu ciri metamorfosis sempurna adalah ....

A. tidak mengalami perubahan bentuk
B. memiliki tahap pupa
C. hanya memiliki dua tahap
D. tidak mengalami pertumbuhan

L. KESIMPULAN

Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya.

Metamorfosis sempurna memiliki empat tahapan, yaitu:

Telur → Larva → Pupa → Dewasa (Imago).

Kupu-kupu merupakan salah satu contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Telur menetas menjadi ulat, ulat berubah menjadi kepompong, kemudian menjadi kupu-kupu dewasa. Kupu-kupu dewasa kemudian menghasilkan telur kembali sehingga siklus hidupnya berulang. 

Dokumentasi kegiatan hari ini :



Kamis, 27 Agustus 2026




 

🌷🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sholih dan Sholiha Kelas 3A 🌸

Selamat pagi anak-anak hebat! 😊
Semoga hari ini kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat untuk belajar.

🌷 Jangan lupa untuk selalu berbuat baik, berkata jujur, membantu teman, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga sikap dan ucapan. Kebaikan sekecil apa pun yang kita lakukan dengan ikhlas akan menjadi amal yang berharga.

🤲 Jangan lupa beribadah:
✨ Melaksanakan salat wajib tepat waktu
✨ Membaca Al-Qur’an dan surat-surat pendek
✨ Berdoa sebelum dan sesudah belajar
✨ Bersyukur atas nikmat Allah
✨ Memperbanyak kebaikan dan menjauhi perbuatan yang tidak baik

📚 Hari ini kita akan belajar:
🔬 IPAS: Siklus hidup makhluk hidup dan keberagaman makhluk hidup. Kita akan mengenal bagaimana makhluk hidup tumbuh, berkembang, dan mengalami perubahan dalam kehidupannya.

🇮🇩 Pendidikan Pancasila: Kita belajar tentang keberagaman. Setiap manusia memiliki perbedaan suku, budaya, bahasa, agama, kesukaan, dan kemampuan. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekayaan yang harus kita syukuri. Mari belajar saling menghargai, menyayangi, dan hidup rukun.

💖 Motivasi hari ini:
"Jadilah anak yang baik bukan karena ingin dipuji, tetapi karena kebaikan adalah pilihan yang membuat hidup menjadi lebih indah."

🌟 Ingat anak-anak:
Belajar dengan sungguh-sungguh, beribadah dengan ikhlas, berbuat baik dengan tulus, dan hormati setiap perbedaan. Kalian mungkin berbeda satu sama lain, tetapi bersama-sama kalian bisa menjadi hebat! 💪✨

Semangat belajar, Sholih dan Sholiha!
Jadilah anak yang cerdas, jujur, mandiri, santun, dan berakhlak mulia. 🌷

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲


Image

Image

Image

Image

 IPAS KELAS 3

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Pujilestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026

  • Fase: B

  • Kelas: III A

  • Mata Pelajaran: IPS

  • Materi: Siklus Hidup Hewan Tanpa Metamorfosis

  • Pertemuan: Ketiga

B. Apersepsi

Guru mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan mengajak peserta didik bersyukur kepada Allah Swt. atas berbagai makhluk hidup yang ada di sekitar kita.

Guru bertanya:

  1. Siapa yang pernah melihat ayam bertelur?

  2. Dari mana anak ayam berasal?

  3. Apakah anak ayam bentuknya sangat berbeda dengan ayam dewasa?

  4. Apakah anak kucing akan berubah menjadi hewan yang bentuknya berbeda ketika dewasa?

  5. Apa saja hewan yang pernah kalian lihat tumbuh dari kecil hingga dewasa?

Guru menyampaikan bahwa setiap makhluk hidup memiliki siklus hidup, yaitu tahapan kehidupan sejak lahir atau menetas hingga menjadi dewasa dan berkembang biak.

Landasan Al-Qur'an

Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nur ayat 45 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan berbagai macam hewan dan setiap makhluk memiliki ketentuan serta proses kehidupannya.

Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa keberagaman hewan merupakan tanda kebesaran Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus menyayangi, menjaga, dan tidak menyakiti hewan.

Hadis

Rasulullah saw. mengajarkan bahwa pada setiap makhluk hidup terdapat pahala ketika kita berbuat baik kepadanya (HR. Bukhari dan Muslim).

Guru mengaitkan hadis tersebut dengan sikap menyayangi hewan, misalnya memberi makan hewan dengan baik, tidak menyiksa, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat hidupnya.

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengenali dan menjelaskan perubahan serta perkembangan makhluk hidup di lingkungan sekitar, termasuk memahami tahapan siklus hidup beberapa jenis hewan serta menunjukkan sikap peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungannya.

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian siklus hidup hewan.

  2. Menjelaskan pengertian hewan yang tidak mengalami metamorfosis.

  3. Mengidentifikasi tahapan siklus hidup hewan tanpa metamorfosis.

  4. Menyebutkan contoh hewan yang tidak mengalami metamorfosis.

  5. Mengurutkan tahapan siklus hidup ayam, kucing, dan kambing.

  6. Menjelaskan perbedaan sederhana antara hewan yang mengalami metamorfosis dan yang tidak mengalami metamorfosis.

  7. Menunjukkan sikap menyayangi dan menjaga hewan sebagai ciptaan Allah Swt.

E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1. Mindful Learning – Belajar dengan Kesadaran

Peserta didik diajak mengamati gambar atau video beberapa hewan seperti ayam, kucing, dan kambing.

Guru mengajak peserta didik memperhatikan:

  • bentuk tubuh hewan ketika masih kecil;

  • bentuk tubuh ketika dewasa;

  • makanan dan tempat hidupnya;

  • perubahan ukuran tubuhnya.

Peserta didik menyadari bahwa setiap hewan tumbuh dan berkembang melalui tahapan tertentu.

2. Meaningful Learning – Belajar Bermakna

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.

Contoh:

  • Pernahkah kalian melihat anak ayam?

  • Apakah anak ayam berubah menjadi hewan lain?

  • Pernahkah kalian melihat anak kucing?

  • Apa perbedaan anak kucing dan kucing dewasa?

  • Pernahkah kalian melihat anak kambing?

Peserta didik menyimpulkan bahwa hewan seperti ayam, kucing, dan kambing tumbuh menjadi dewasa tanpa mengalami perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda.

3. Joyful Learning – Belajar Menyenangkan

Peserta didik melakukan permainan "Urutkan Siklus Hidup Hewan".

Guru menyediakan gambar:

  • telur ayam;

  • anak ayam;

  • ayam muda;

  • ayam dewasa.

Peserta didik bekerja secara berkelompok untuk mengurutkan gambar dengan benar.

Kelompok yang selesai dapat menjelaskan urutan siklus hidup di depan kelas.

F. Penjabaran Materi

1. Pengertian Siklus Hidup

Siklus hidup adalah tahapan kehidupan makhluk hidup sejak lahir atau menetas, tumbuh, menjadi dewasa, berkembang biak, hingga menghasilkan keturunan.

Setiap hewan mempunyai siklus hidup yang berbeda.

2. Hewan Tanpa Metamorfosis

Hewan tanpa metamorfosis adalah hewan yang ketika tumbuh menjadi dewasa tidak mengalami perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda.

Anak hewan umumnya memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan hewan dewasa, hanya ukuran tubuhnya yang berbeda.

Contohnya:

  • ayam;

  • kucing;

  • kambing;

  • sapi;

  • kelinci;

  • anjing.

3. Siklus Hidup Ayam

Tahapan siklus hidup ayam:

Telur → anak ayam → ayam muda → ayam dewasa → bertelur kembali

Anak ayam memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan ayam dewasa. Perbedaannya terutama pada ukuran tubuh dan perkembangan bulunya.

4. Siklus Hidup Kucing

Tahapan siklus hidup kucing:

Anak kucing → kucing muda → kucing dewasa → berkembang biak → anak kucing

Anak kucing memiliki bentuk dasar tubuh yang sama dengan kucing dewasa. Tubuhnya hanya lebih kecil dan masih mengalami pertumbuhan.

5. Siklus Hidup Kambing

Tahapan siklus hidup kambing:

Anak kambing → kambing muda → kambing dewasa → berkembang biak → anak kambing

Anak kambing mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai kambing dewasa. Setelah tumbuh, ukuran tubuhnya menjadi lebih besar dan siap berkembang biak.

6. Ciri-Ciri Hewan Tanpa Metamorfosis

  • Bentuk tubuh anak mirip dengan bentuk tubuh induknya.

  • Mengalami pertumbuhan ukuran tubuh.

  • Tidak mengalami perubahan bentuk tubuh yang drastis.

  • Setelah dewasa dapat berkembang biak.

  • Contohnya ayam, kucing, kambing, sapi, kelinci, dan anjing.

G. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

  1. Guru memberi salam.

  2. Peserta didik berdoa.

  3. Guru mengecek kehadiran.

  4. Guru melakukan apersepsi.

  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

  6. Guru mengaitkan pembelajaran dengan ciptaan Allah Swt.

Kegiatan Inti

Mengamati

  • Peserta didik mengamati gambar siklus hidup ayam, kucing, dan kambing.

  • Peserta didik memperhatikan perubahan yang terjadi dari kecil hingga dewasa.

Menanya

  • Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang siklus hidup hewan.

  • Guru membimbing peserta didik menemukan jawaban.

Mencoba

  • Peserta didik mengurutkan gambar tahapan siklus hidup ayam.

  • Peserta didik mengelompokkan hewan yang tidak mengalami metamorfosis.

Mengomunikasikan

  • Setiap kelompok menjelaskan hasil pengamatannya.

  • Guru memberikan penguatan dan meluruskan jawaban yang kurang tepat.

Kegiatan Penutup

  1. Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan.

  2. Peserta didik mengerjakan latihan.

  3. Guru memberikan penguatan tentang menyayangi hewan.

  4. Peserta didik melakukan refleksi.

  5. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

H. Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Tahapan kehidupan hewan dari lahir atau menetas sampai dewasa disebut ....
    a. habitat
    b. siklus hidup
    c. makanan
    d. perkembangbiakan

  2. Hewan yang tidak mengalami metamorfosis adalah ....
    a. kupu-kupu
    b. katak
    c. ayam
    d. nyamuk

  3. Tahap pertama dalam siklus hidup ayam adalah ....
    a. ayam dewasa
    b. anak ayam
    c. telur
    d. ayam muda

  4. Setelah menetas dari telur, ayam akan menjadi ....
    a. anak ayam
    b. kupu-kupu
    c. berudu
    d. katak

  5. Anak kucing akan tumbuh menjadi ....
    a. anak ayam
    b. kucing dewasa
    c. kambing
    d. kelinci

  6. Hewan yang bentuk anaknya mirip dengan induknya adalah ....
    a. ayam
    b. kupu-kupu
    c. nyamuk
    d. katak

  7. Urutan siklus hidup ayam yang benar adalah ....
    a. telur – ayam dewasa – anak ayam – ayam muda
    b. anak ayam – telur – ayam dewasa – ayam muda
    c. telur – anak ayam – ayam muda – ayam dewasa
    d. ayam dewasa – telur – ayam muda – anak ayam

  8. Contoh hewan lain yang tidak mengalami metamorfosis adalah ....
    a. kelinci
    b. kupu-kupu
    c. nyamuk
    d. katak

  9. Ketika masih kecil, tubuh anak kambing ....
    a. sangat berbeda dengan kambing dewasa
    b. mirip dengan kambing dewasa
    c. berubah menjadi hewan lain
    d. tidak mengalami pertumbuhan

  10. Sikap yang tepat terhadap hewan adalah ....
    a. menyiksa hewan
    b. mengganggu hewan
    c. menyayangi dan merawat hewan
    d. merusak tempat hidup hewan

B. Isian

  1. Anak ayam berasal dari ....

  2. Hewan yang tumbuh tanpa perubahan bentuk tubuh yang drastis disebut hewan tanpa ....

  3. Anak kucing akan tumbuh menjadi kucing ....

  4. Anak kambing akan tumbuh menjadi kambing ....

  5. Hewan merupakan salah satu ciptaan ....

 Kesimpulan

Siklus hidup adalah tahapan kehidupan makhluk hidup sejak lahir atau menetas hingga menjadi dewasa dan berkembang biak.

Hewan yang tidak mengalami metamorfosis mengalami pertumbuhan tanpa perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda.

Contohnya adalah ayam, kucing, kambing, sapi, kelinci, dan anjing.

Contoh siklus hidup ayam:

Telur → anak ayam → ayam muda → ayam dewasa → bertelur kembali.

Kita harus menyayangi dan merawat hewan karena hewan adalah ciptaan Allah Swt.

 Refleksi Peserta Didik

Berilah tanda centang (✓) sesuai dengan keadaanmu!

  • Saya sudah memahami pengertian siklus hidup hewan.

  • Saya dapat menyebutkan contoh hewan tanpa metamorfosis.

  • Saya dapat mengurutkan siklus hidup ayam.

  • Saya dapat menjelaskan siklus hidup kucing dan kambing.

  • Saya akan menyayangi dan menjaga hewan.

Pertanyaan Refleksi

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Hewan apa yang paling mudah kamu pahami siklus hidupnya?

  3. Mengapa ayam disebut hewan yang tidak mengalami metamorfosis?

  4. Bagaimana cara kita menyayangi hewan?

  5. Apa hal yang masih belum kamu pahami?




Image

Image

Image

Image

Image

 PENDIDIKAN PANCASILA 

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Fujilestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026

  • Fase/Kelas:  B/III A

  • Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

  • Materi: Keberagaman Suku dan Pentingnya Bahasa Persatuan

  • Pertemuan: 1

B. Apersepsi

Guru mengawali pembelajaran dengan salam, doa, dan mengajak peserta didik bersyukur kepada Allah Swt. atas keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Guru memperlihatkan gambar anak-anak dengan pakaian adat yang berbeda dan bertanya:

  1. Anak-anak, apakah semua orang di Indonesia berasal dari suku yang sama?

  2. Apakah bahasa daerah di Indonesia semuanya sama?

  3. Bahasa apa yang dapat digunakan ketika kita berbicara dengan teman yang berbeda daerah?

  4. Pernahkah kalian bertemu teman yang menggunakan bahasa daerah yang berbeda?

  5. Mengapa kita membutuhkan bahasa yang dapat dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia?

Guru menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak suku dan bahasa daerah. Walaupun berbeda-beda, kita tetap dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Landasan Al-Qur'an

Allah Swt. berfirman:

"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal."
(QS. Al-Hujurat: 13)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa perbedaan suku dan bangsa merupakan ketetapan Allah Swt. Perbedaan bukan alasan untuk saling mengejek, tetapi menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghargai, dan hidup rukun.

Hadis

Rasulullah saw. mengajarkan:

"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Guru mengaitkan hadis dengan kehidupan sehari-hari. Walaupun teman memiliki suku, bahasa, adat, atau kebiasaan yang berbeda, kita harus tetap menghargai dan menyayangi mereka.

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengenal dan menghargai keberagaman identitas diri, keluarga, dan lingkungan sekitar serta menunjukkan sikap menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik memahami bahwa keberagaman suku, budaya, dan bahasa merupakan kekayaan bangsa Indonesia serta mampu menunjukkan perilaku hidup rukun dalam keberagaman.

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian keberagaman suku dan bahasa.

  2. Menyebutkan contoh keberagaman suku di Indonesia.

  3. Menyebutkan contoh bahasa daerah yang ada di Indonesia.

  4. Memahami bahwa setiap daerah memiliki bahasa daerah yang beragam.

  5. Menjelaskan pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

  6. Menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda suku dan bahasa.

  7. Mempraktikkan penggunaan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan teman yang berbeda daerah.

E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1. Mindful Learning – Belajar dengan Kesadaran

Peserta didik mengamati gambar berbagai suku dan budaya Indonesia dengan tenang dan penuh perhatian.

Guru mengajak peserta didik menyadari:

"Kita mungkin berbeda suku dan bahasa, tetapi kita tetap satu bangsa Indonesia."

Peserta didik menyebutkan perbedaan yang mereka lihat, seperti:

  • pakaian adat;

  • rumah adat;

  • bahasa daerah;

  • makanan khas;

  • kebiasaan dan tradisi.

Peserta didik diajak memahami bahwa keberagaman merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri.

2. Meaningful Learning – Belajar Bermakna

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.

Guru memberikan situasi:

"Bayangkan ada teman baru dari Papua, Bali, Jawa, Sumatra, atau Kalimantan yang belum memahami bahasa daerahmu. Bahasa apa yang dapat kalian gunakan untuk berkomunikasi?"

Peserta didik memahami bahwa Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi bersama meskipun setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda.

Peserta didik kemudian berdiskusi tentang pengalaman bertemu orang yang menggunakan bahasa daerah berbeda.

3. Joyful Learning – Belajar Menyenangkan

Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Suku dan Bahasa".

Guru menampilkan gambar pakaian adat atau daerah tertentu.

Peserta didik secara berkelompok menebak:

  • nama suku atau daerah;

  • contoh bahasa daerah;

  • contoh budaya yang dimiliki.

Dilanjutkan permainan "Bahasa Kita, Bahasa Indonesia".

Peserta didik berpasangan. Satu siswa berpura-pura berasal dari daerah berbeda dan menggunakan bahasa daerah sederhana, sedangkan siswa lainnya menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi.

Tujuannya agar peserta didik memahami bahwa Bahasa Indonesia dapat menyatukan masyarakat yang memiliki bahasa daerah berbeda.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran kooperatif.

Metode

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Pengamatan gambar

  • Bermain peran

  • Permainan edukatif

  • Presentasi

  • Penugasan

Media Pembelajaran

  • Gambar keberagaman suku

  • Gambar pakaian adat

  • Peta Indonesia

  • Kartu nama suku dan bahasa daerah

  • Video pembelajaran

  • LKPD

G. Penjabaran Materi

1. Keberagaman Suku di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku bangsa.

Contoh suku yang ada di Indonesia antara lain:

No.SukuDaerah
1JawaJawa
2SundaJawa Barat
3BatakSumatra Utara
4MinangkabauSumatra Barat
5BaliBali
6DayakKalimantan
7BugisSulawesi
8SasakNusa Tenggara Barat
9AsmatPapua
10BetawiDKI Jakarta

Image

Image

Image

Image

Image

Image

2. Keberagaman Bahasa Daerah

Setiap suku dapat memiliki bahasa daerah sendiri.

Contohnya:

  • Suku Jawa menggunakan Bahasa Jawa.

  • Suku Sunda menggunakan Bahasa Sunda.

  • Masyarakat Bali menggunakan Bahasa Bali.

  • Masyarakat Minangkabau menggunakan Bahasa Minangkabau.

  • Masyarakat Bugis menggunakan Bahasa Bugis.

  • Masyarakat Batak memiliki beberapa bahasa daerah Batak.

Bahasa daerah merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus kita jaga.

3. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan

Walaupun Indonesia memiliki banyak bahasa daerah, masyarakat Indonesia memiliki Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Bahasa Indonesia digunakan untuk:

  • berkomunikasi dengan orang dari daerah lain;

  • belajar di sekolah;

  • berkomunikasi dalam kegiatan resmi;

  • menyampaikan informasi kepada masyarakat;

  • mempererat persatuan bangsa.

Contoh:

Ani berasal dari Jawa dan berbicara Bahasa Jawa.

Budi berasal dari Sunda dan berbicara Bahasa Sunda.

Ketika Ani dan Budi berkomunikasi, mereka dapat menggunakan Bahasa Indonesia agar keduanya saling memahami.

4. Mengapa Bahasa Indonesia Penting?

Bahasa Indonesia penting karena:

  1. Menjadi bahasa persatuan bangsa.

  2. Memudahkan komunikasi antarsuku.

  3. Menyatukan masyarakat yang berbeda daerah.

  4. Digunakan dalam pendidikan.

  5. Membantu menjaga persatuan dan kesatuan.

  6. Menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Semboyan bangsa Indonesia adalah:

Bhinneka Tunggal Ika

Artinya:

"Berbeda-beda tetapi tetap satu."

Walaupun kita berbeda suku dan bahasa daerah, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

H. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan

  1. Salam dan doa.

  2. Mengecek kehadiran.

  3. Menyampaikan apersepsi.

  4. Mengamati gambar keberagaman.

  5. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti

Mengamati

Peserta didik mengamati gambar berbagai suku dan pakaian adat.

Menanya

Peserta didik bertanya tentang perbedaan suku dan bahasa.

Mengumpulkan Informasi

Peserta didik mencari informasi tentang suku dan bahasa daerah melalui buku, gambar, atau kartu informasi.

Berdiskusi

Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk memasangkan:
suku – daerah – bahasa daerah.

Bermain Peran

Peserta didik mempraktikkan percakapan menggunakan Bahasa Indonesia dengan teman yang berasal dari daerah berbeda.

Presentasi

Kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.

Penutup

  1. Guru memberikan penguatan.

  2. Peserta didik menyampaikan kesimpulan.

  3. Peserta didik mengerjakan latihan.

  4. Peserta didik melakukan refleksi.

  5. Guru mengajak peserta didik berdoa.

I. Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Indonesia memiliki banyak ....
    a. satu suku
    b. suku dan budaya
    c. satu bahasa daerah
    d. satu kebiasaan

  2. Contoh suku yang berasal dari Jawa Barat adalah ....
    a. Sunda
    b. Batak
    c. Bugis
    d. Asmat

  3. Bahasa daerah masyarakat Jawa adalah ....
    a. Bahasa Sunda
    b. Bahasa Jawa
    c. Bahasa Bali
    d. Bahasa Bugis

  4. Bahasa yang digunakan sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah ....
    a. Bahasa Jawa
    b. Bahasa Sunda
    c. Bahasa Indonesia
    d. Bahasa Bali

  5. Bahasa Indonesia digunakan untuk ....
    a. memisahkan suku
    b. memudahkan komunikasi antarsuku
    c. menghilangkan bahasa daerah
    d. mengejek bahasa daerah

  6. Semboyan bangsa Indonesia adalah ....
    a. Tut Wuri Handayani
    b. Bhinneka Tunggal Ika
    c. Ing Ngarsa Sung Tuladha
    d. Garuda Pancasila

  7. Arti Bhinneka Tunggal Ika adalah ....
    a. Bersatu kita teguh
    b. Berbeda-beda tetapi tetap satu
    c. Satu bahasa satu budaya
    d. Hidup bersama-sama

  8. Jika memiliki teman yang berbeda suku, sikap kita sebaiknya ....
    a. mengejek
    b. menjauhi
    c. menghargai
    d. memusuhi

  9. Bahasa daerah merupakan ....
    a. kekayaan budaya bangsa
    b. penyebab perpecahan
    c. sesuatu yang harus dihilangkan
    d. bahasa yang tidak penting

  10. Ketika berbicara dengan teman dari daerah yang berbeda dan tidak memahami bahasa daerahnya, sebaiknya menggunakan ....
    a. Bahasa Indonesia
    b. bahasa isyarat saja
    c. bahasa daerah sendiri
    d. diam saja

B. Isian

  1. Indonesia memiliki banyak suku dan ....

  2. Bahasa Indonesia merupakan bahasa ....

  3. Suku Sunda berasal dari daerah ....

  4. Suku Jawa menggunakan Bahasa ....

  5. Berbeda-beda tetapi tetap satu disebut ....

C. Uraian

  1. Sebutkan tiga contoh suku yang ada di Indonesia!

  2. Sebutkan tiga contoh bahasa daerah!

  3. Mengapa Bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa persatuan?

  4. Bagaimana sikap kita terhadap teman yang berbeda suku?

  5. Apa arti Bhinneka Tunggal Ika?


K. Kesimpulan

Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, adat istiadat, dan bahasa daerah.

Keberagaman merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri dan jaga.

Walaupun setiap daerah mempunyai bahasa yang berbeda, kita memiliki Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Dengan menggunakan Bahasa Indonesia, masyarakat dari berbagai suku dapat saling berkomunikasi dan memahami.

Kita harus menghargai perbedaan dan tidak boleh mengejek suku, bahasa, budaya, atau adat istiadat orang lain.

Ingatlah:

"Berbeda suku, berbeda bahasa daerah, tetapi kita tetap satu Indonesia."

L. Refleksi Peserta Didik

Berilah tanda ✓ sesuai dengan keadaanmu.

  • Saya mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak suku.

  • Saya dapat menyebutkan contoh suku di Indonesia.

  • Saya mengetahui contoh bahasa daerah.

  • Saya memahami pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

  • Saya mau menghargai teman yang berbeda suku dan bahasa.

  • Saya bangga menjadi anak Indonesia.

Pertanyaan Refleksi

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Sebutkan satu suku dan bahasa daerah yang kamu ketahui!

  3. Mengapa kita membutuhkan Bahasa Indonesia?

  4. Bagaimana sikapmu jika memiliki teman yang berbeda suku?

  5. Apa arti Bhinneka Tunggal Ika?

Dokumentasi kegiatan hari ini