RSS

Postingan 2_Ipas, Jumat. 02 Okt 2026





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷



A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal: Jumat, 02 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Sumber dan Bentuk Energi di Sekitar Kita

  6. Pertemuan Ke-: 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber-sumber energi dalam kehidupan sehari-hari, memahami berbagai bentuk energi (energi panas, cahaya, bunyi, listrik, dan gerak), serta menjelaskan manfaat sumber energi bagi kehidupan manusia secara bernalar kritis.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menyebutkan macam-macam sumber energi utama di bumi (matahari, makanan, angin, air, listrik).

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk energi yang dihasilkan oleh benda-benda di sekitar sekolah dan rumah.

    • Peserta didik dapat menjelaskan manfaat sumber energi dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik fokus dan cermat saat mengamati benda-benda di sekitar kelas untuk mengenali bentuk energi yang dihasilkannya.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik menyadari bahwa energi adalah karunia Allah Swt. yang harus dimanfaatkan dengan bijak dan hemat.

    • Joyful (Joy): Peserta didik berpartisipasi aktif dalam permainan detektif energi dan bernyanyi bersama tentang "Sumber Energi".

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Pengenalan konsep dasar energi dan sumber energi melalui kegiatan apersepsi.

  2. Mengidentifikasi Matahari sebagai sumber energi terbesar di bumi beserta manfaatnya.

  3. Menjelaskan bentuk-bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, listrik, gerak) beserta contoh benda penghasilnya.

  4. Menganalisis manfaat energi melalui diskusi kelompok dan pengamatan di sekitar kelas.

  5. Mengerjakan latihan soal pemahaman dan melakukan refleksi pembelajaran.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, mengapa saat pagi hari kelas kita menjadi terang tanpa menyalakan lampu? Dari manakah cahaya itu berasal? Lalu, apa yang terjadi jika kalian tidak sarapan di pagi hari?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi sumber dan bentuk energi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Yunus Ayat 5:

    “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya…”

    Keterkaitan: Allah Swt. menciptakan matahari sebagai sumber energi terbesar yang memancarkan cahaya dan panas tanpa pernah habis untuk menerangi serta menghangatkan bumi beserta isinya.

  2. Penjabaran Materi

    Sumber dan Bentuk Energi di Sekitar Kita

    A. Pengertian Energi

    Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan atau menyebabkan perubahan.

    Kita membutuhkan energi untuk belajar, bermain, berjalan, memasak, menyalakan lampu, dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.

    Sumber energi adalah sesuatu yang menghasilkan atau menyediakan energi.

    Beberapa sumber energi yang ada di sekitar kita:

    1. ☀️ Matahari

      • Merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi.

      • Menghasilkan energi cahaya dan panas.

      • Contoh: menjemur pakaian dan membantu tumbuhan membuat makanan.

    2. 🍚 Makanan

      • Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh.

      • Energi dari makanan digunakan untuk bergerak, berpikir, belajar, dan bermain.

      • Contoh: nasi, sayur, buah, telur, ikan, dan daging.

    3. 💧 Air

      • Air yang mengalir dapat menghasilkan energi.

      • Digunakan untuk membantu menghasilkan listrik di pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

    4. 🌬️ Angin

      • Angin memiliki energi gerak.

      • Dapat digunakan untuk menggerakkan kincir angin dan membantu menghasilkan listrik.

    5. ⛽ Bahan bakar

      • Contohnya bensin, solar, dan gas.

      • Digunakan untuk kendaraan dan kegiatan memasak.

      • Bahan bakar termasuk sumber energi yang jumlahnya terbatas.


    C. Bentuk-Bentuk Energi

    Energi dapat ditemukan dalam berbagai bentuk.

    1. Energi Cahaya 💡

    Energi yang menghasilkan cahaya sehingga kita dapat melihat.

    Contoh:

    • Cahaya matahari

    • Lampu

    • Senter

    2. Energi Panas 🔥

    Energi yang dapat menyebabkan benda menjadi panas.

    Contoh:

    • Panas matahari

    • Api

    • Kompor

    3. Energi Gerak 🚲

    Energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak.

    Contoh:

    • Sepeda yang berjalan

    • Kipas angin berputar

    • Air mengalir

    • Angin yang bertiup

    4. Energi Bunyi 🔔

    Energi yang menghasilkan suara dan dapat didengar oleh telinga.

    Contoh:

    • Suara manusia

    • Bel sekolah

    • Radio

    • Alat musik

    5. Energi Listrik ⚡

    Energi yang dapat digunakan untuk menjalankan berbagai peralatan.

    Contoh:

    • Televisi

    • Kipas angin

    • Lampu

    • Kulkas

    6. Energi Kimia 🥗

    Energi yang tersimpan di dalam suatu bahan.

    Contoh:

    • Makanan menyimpan energi kimia untuk tubuh.

    • Baterai menyimpan energi kimia yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik.


    D. Perubahan Bentuk Energi

    Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

    Contoh:

    ☀️ Matahari
    Energi cahaya → energi panas

    💡 Lampu
    Energi listrik → energi cahaya dan panas

    🌀 Kipas angin
    Energi listrik → energi gerak

    🔊 Radio
    Energi listrik → energi bunyi

    🔦 Senter
    Energi kimia (baterai) → energi listrik → energi cahaya

    🍚 Makanan
    Energi kimia → energi gerak untuk melakukan aktivitas


    E. Kesimpulan

    • Energi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

    • Sumber energi antara lain matahari, makanan, air, angin, dan bahan bakar.

    • Bentuk energi antara lain energi cahaya, panas, gerak, bunyi, listrik, dan kimia.

    • Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

    • Kita harus menggunakan energi dengan hemat dan bijaksana.

    F. Sikap Hemat Energi

    Mari kita menghemat energi dengan cara:

    1. Mematikan lampu ketika tidak digunakan.

    2. Mematikan televisi setelah selesai menonton.

    3. Mencabut charger setelah digunakan.

    4. Menggunakan air secukupnya.

    5. Memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.

    6. Menggunakan kendaraan seperlunya.


    Latihan

    A. Pilihlah jawaban yang benar!

    1. Sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi adalah ....
      a. angin
      b. matahari
      c. baterai

    2. Energi yang dihasilkan oleh lampu adalah energi ....
      a. cahaya
      b. bunyi
      c. gerak

    3. Kipas angin mengubah energi listrik menjadi energi ....
      a. bunyi
      b. gerak
      c. kimia

    4. Energi yang tersimpan dalam makanan disebut energi ....
      a. kimia
      b. cahaya
      c. bunyi

    5. Contoh sumber energi yang dapat menggerakkan kincir adalah ....
      a. angin
      b. makanan
      c. lampu

    B. Isilah titik-titik berikut!

    1. Kemampuan untuk melakukan kegiatan disebut ....

    2. Matahari menghasilkan energi cahaya dan ....

    3. Suara manusia merupakan contoh energi ....

    4. Energi listrik pada kipas berubah menjadi energi ....

    5. Kita harus menggunakan energi secara ....

    Kunci Jawaban

    Pilihan Ganda:

    1. b

    2. a

    3. b

    4. a

    5. a

    Isian:

    1. energi

    2. panas

    3. bunyi

    4. gerak

    5. hemat/bijaksana

    • Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kegiatan. Tanpa energi, kita dan benda-benda tidak dapat bergerak atau berfungsi.

    • Sumber Energi Utama:

      1. Matahari: Sumber energi terbesar di bumi (menghasilkan panas dan cahaya).

      2. Makanan: Sumber energi bagi tubuh manusia dan hewan untuk beraktivitas.

      3. Angin & Air: Sumber energi untuk menggerakkan kincir dan membangkitkan listrik.

      4. Baterai & Listrik: Sumber energi untuk menyalakan alat-alat elektronik.

    • Bentuk-Bentuk Energi di Sekitar Kita:

      • Energi Cahaya: Energi yang membuat kita bisa melihat (Contoh: Lampu, matahari, senter).

      • Energi Panas: Energi yang menghasilkan rasa hangat/panas (Contoh: Api, matahari, setrika).

      • Energi Bunyi: Energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar/bersuara (Contoh: Radio, gitar, bel sekolah).

      • Energi Gerak: Energi yang dimiliki oleh benda yang berpindah tempat atau bergerak (Contoh: Kipas angin berputar, air mengalir).

      • Energi Listrik: Energi yang berasal dari arus listrik untuk mengoperasikan alat elektronik.
        B. Sumber Energi
  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video edukasi tentang sumber dan bentuk energi)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif "Petualangan Energi"

    • Benda konkret di kelas (Bel sekolah, kipas angin, senter, radio)

    • Gambar-gambar sumber energi

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Sumber energi terbesar bagi kehidupan di bumi adalah …

      A. Air

      B. Matahari

      C. Angin

      D. Baterai

    2. Manusia mendapatkan energi untuk berlari dan belajar dari …

      A. Sinar matahari

      B. Baterai

      C. Makanan dan minuman

      D. Arus listrik

    3. Gitar yang dipetik oleh Ayah menghasilkan bentuk energi …

      A. Panas

      B. Cahaya

      C. Bunyi

      D. Gerak

    4. Lampu meja yang dinyalakan di kamar dapat mengubah energi listrik menjadi energi …

      A. Bunyi

      B. Cahaya

      C. Gerak

      D. Kimia

    5. Benda berikut yang memanfaatkan energi gerak dari angin adalah …

      A. Setrika listrik

      B. Layang-layang

      C. Radio

      D. Senter

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Sinar matahari dapat dimanfaatkan oleh ibu untuk memeringkan baju yang basah karena menghasilkan energi …

    2. Kipas angin yang terhubung ke stopkontak dapat berputar karena memanfaatkan energi …

    3. Bunyi bel sekolah dihasilkan dari benda yang …

    4. Baterai pada mainan mobil-mobilan berfungsi sebagai sumber …

    5. Tumbuhan menggunakan energi cahaya matahari untuk membuat … sendiri.

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 3 (tiga) contoh benda di dalam kelasmu beserta bentuk energi yang dihasilkannya!

    2. Mengapa tubuh kita merasa lemas jika tidak makan? Hubungkan jawabanmu dengan konsep sumber energi!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Energi merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kehidupan. Matahari adalah sumber energi utama yang memancarkan panas dan cahaya. Benda-benda di sekitar kita dapat menghasilkan berbagai jenis energi seperti energi panas, cahaya, bunyi, gerak, dan listrik yang membantu pekerjaan manusia sehari-hari.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat mengidentifikasi bentuk-bentuk energi dari benda-benda yang ada di dalam kelas.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih bingung membedakan antara sumber energi dan bentuk energi.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif, responsif, dan ceria saat berdiskusi serta menjawab pertanyaan.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan penekanan konsep perbedaan "sumber" dan "bentuk" energi melalui contoh konkret pada pertemuan berikutnya.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas:0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan khusus dengan menggunakan kartu bergambar (Flashcard) untuk membedakan sumber dan bentuk energi.

    • Pengayaan: Memberikan tugas pengamatan sederhana mengenai sumber energi yang ada di rumah beserta kegunaannya.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 1_Seni Rupa_Jumat, 2 Okt 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷



A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal: Jumat, 02 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Menata Meja Kelas Menjadi Ruang Galeri Seni Mini (Apresiasi dan Pameran Karya Seni Rupa)

  6. Pertemuan Ke-: 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu merespons, mengapresiasi, dan memamerkan karya seni rupa dua atau tiga dimensi hasil buatannya sendiri dan teman-temannya melalui kegiatan merancang dan menata ruang galeri seni mini di kelas secara kreatif, rapi, dan bergotong royong.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat memahami konsep dasar pameran dan galeri seni secara sederhana.

    • Peserta didik dapat merancang dan menata susunan meja kelas menjadi display/pameran galeri seni mini.

    • Peserta didik dapat memberikan apresiasi dan tanggapan positif terhadap karya seni rupa yang dipamerkan.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik berhati-hati dan penuh kesadaran saat memegang, meletakkan, serta merawat karya seni agar tidak rusak.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa karya seni dibuat untuk dinikmati, dihargai, dan memberi keindahan serta kebahagiaan bagi orang lain.

    • Joyful (Joy): Peserta didik merasa bangga dan gembira saat memamerkan karya seninya dan mengelilingi galeri mini bersama teman-teman.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Pengenalan fungsi galeri seni dan cara memamerkan karya seni rupa.

  2. Mengelompokkan jenis karya seni rupa peserta didik (gambar/lukisan dan kerajinan/patung kecil).

  3. Merancang tata letak meja kelas menjadi jalur pengunjung galeri (gallery walk).

  4. Menata karya seni di atas meja pameran dilengkapi dengan label nama karya dan pembuatnya.

  5. Kegiatan apresiasi karya (mengunjungi galeri mini) dan mengisi lembar apresiasi sederhana.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan bertanya: "Anak-anak, siapa di sini yang pernah berkunjung ke museum atau pameran seni? Bagaimana cara mereka menyusun benda-benda indah tersebut agar terlihat rapi dan menarik? Hari ini kita akan menyulap meja kelas kita menjadi galeri seni mini!" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi pameran karya seni rupa.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-A'raf Ayat 31:

    “Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan…”

    Keterkaitan: Allah Swt. menyukai keindahan, kerapian, dan keteraturan. Menata karya seni secara rapi dan indah di pameran kelas merupakan cermin dari sikap mencintai keindahan dan kerapian.

  2. Penjabaran Materi

    • Galeri Seni Mini: Tempat sederhana di dalam kelas yang digunakan untuk memajang dan memamerkan karya seni hasil buatan peserta didik.

    • Langkah Menata Meja Kelas Menjadi Galeri Mini:

      1. Mengatur Posisi Meja: Menyusun meja membentuk huruf U atau jalur melingkar agar penonton nyaman berjalan mengelilingi pameran.

      2. Alas Pameran: Melapisi meja dengan kain polos atau kertas manila agar warna karya lebih menonjol.

      3. Pemberian Label (Caption): Meletakkan kartu informasi kecil di dekat karya (Judul Karya, Nama Pembuat, Kelas).

      4. Pencahayaan & Kerapian: Memastikan karya tidak menumpuk dan berada di area yang terang.

    • Sikap Saat Memasuki Galeri Seni:

      • Berjalan dengan tertib dan santun.

      • Tidak menyentuh karya tanpa izin jika rentan rusak.

      • Memberikan pujian atau masukan yang membangun.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video tentang tata cara pameran seni rupa kelas)

  4. Media / Alat Peraga

    • Meja dan kursi kelas

    • Kain alas / kertas manila warna netral

    • Kartu label nama karya (Kertas kecil & spidol)

    • Karya-karya seni rupa buatan siswa (gambar, kolase, atau patung plastisin)

    • Lembar Apresiasi Seni (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Tempat yang digunakan untuk memajang dan memamerkan karya seni agar dapat dilihat orang lain disebut …

      A. Lapangan

      B. Galeri / Pameran seni

      C. Gudang

      D. Perpustakaan

    2. Mengapa susunan meja untuk pameran sebaiknya diatur dengan rapi dan berjarak?

      A. Supaya siswa bisa berlarian

      B. Agar pengunjung nyaman berjalan dan melihat karya

      C. Agar kelas terlihat penuh dan sempit

      D. Supaya meja tidak dipakai belajar

    3. Kartu kecil yang diletakkan di samping karya seni saat pameran berisi informasi tentang …

      A. Harga meja dan kursi

      B. Judul karya dan nama pembuat

      C. Jadwal pelajaran sekolah

      D. Nama guru piket

    4. Sikap terpuji yang harus kita tunjukkan saat mengunjungi pameran karya teman adalah …

      A. Merusak karya yang tidak disukai

      B. Mengkritik dengan kata-kata kasar

      C. Menjaga kerapian dan memberikan pujian yang baik

      D. Mengambil karya teman untuk dibawa pulang

    5. Melapisi meja pameran dengan kain polos bertujuan untuk …

      A. Mengotori meja kelas

      B. Membuat tampilan karya seni terlihat lebih menonjol dan rapi

      C. Menyembunyikan karya seni

      D. Menutup seluruh pemandangan kelas

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Kegiatan menilai dan menghargai keindahan suatu karya seni disebut …

    2. Agar tidak membingungkan pengunjung, di dekat karya seni harus diberi label yang mencantumkan nama …

    3. Menyusun meja pameran secara bergotong royong merupakan cerminan pengamalan Pancasila sila ke- …

    4. Karya seni dua dimensi seperti gambar atau lukisan dapat dipajang di meja menggunakan …

    5. Saat berjalan mengelilingi galeri mini kelas, kita tidak boleh saling … agar karya tidak terjatuh.

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 3 (tiga) langkah sederhana untuk mengubah meja kelas menjadi tempat pameran seni mini!

    2. Bagaimana perasaanmu ketika karya senimu dipajang di galeri mini kelas dan dipuji oleh teman-temanmu? Jelaskan alasannya!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Menata meja kelas menjadi ruang galeri seni mini mengajarkan peserta didik cara menghargai dan memamerkan hasil karya seni secara rapi dan estetis. Kegiatan ini juga melatih rasa percaya diri, kerja sama, dan sikap saling mengapresiasi antar sesama teman.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat bangga dan antusias saat menyusun karya buatannya di atas meja pameran.

    • Kendala yang ditemukan: Ruang kelas yang terbatas membutuhkan pengaturan ulang posisi meja yang agak ekstra agar jalur jalan tidak sempit.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif, kreatif dalam menghias kartu label karya, serta santun saat mengelilingi pameran.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Mengundang guru atau kelas lain untuk berkunjung ke galeri mini kelas sebagai wujud apresiasi yang lebih luas.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan khusus bagi peserta didik yang masih malu atau kurang percaya diri memajang karyanya.

    • Pengayaan: Memberikan tugas menjadi "Pemandu Galeri" (Tour Guide) yang bertugas menjelaskan karya-karya di pameran kepada pengunjung.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 2_P.Pancasila, Kamis, 01 Oktober 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal: Kamis, 01 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Evaluasi dan Refleksi Pelaksanaan Aturan Sekolah Melalui Pembuatan Poster Kesepakatan Kelas

  6. Pertemuan Ke-: 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merefleksikan pelaksanaan hak dan kewajiban serta aturan yang berlaku di lingkungan sekolah, serta mampu menyampaikan gagasan secara kreatif melalui pembuatan poster "Kesepakatan Kelas" sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengevaluasi pelaksanaan aturan-aturan sekolah yang telah dijalankan selama ini.

    • Peserta didik dapat merumuskan poin-poin refleksi mengenai pentingnya menaati aturan demi kenyamanan bersama.

    • Peserta didik dapat membuat poster "Kesepakatan Kelas" yang kreatif dan menarik sebagai simbol komitmen bersama.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik merenungkan dan merefleksikan perilakunya sendiri secara jujur dalam mematuhi aturan sekolah.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa aturan bukan diciptakan untuk mengekang, melainkan untuk menjaga kebaikan, keselamatan, dan kedamaian seluruh warga sekolah.

    • Joyful (Joy): Peserta didik merasa gembira dan antusias saat menghias dan mewarnai poster kesepakatan kelas bersama teman sekelompok.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Refleksi dan diskusi terbimbing mengenai aturan sekolah yang sudah berjalan baik maupun yang masih sering dilanggar.

  2. Mengelompokkan aturan-aturan penting menjadi kesepakatan bersama kelas.

  3. Merancang tata letak, kalimat pesan, dan hiasan pada karya poster kesepakatan kelas.

  4. Membuat poster "Kesepakatan Kelas" secara bergotong royong dalam kelompok kecil.

  5. Presentasi singkat poster di depan kelas, pembacaan komitmen bersama, dan penempelan poster di dinding kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajak berdiskusi singkat: "Anak-anak, coba bayangkan jika di jalan raya tidak ada lampu lalu lintas, apa yang akan terjadi? Sama halnya dengan kelas kita, jika tidak ada aturan dan kesepakatan, apakah belajar bisa terasa nyaman?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya evaluasi aturan melalui poster kesepakatan kelas.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-Ma'idah Ayat 1:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji (kesepakatan) itu…”

    Keterkaitan: Allah Swt. memerintahkan umat-Nya untuk selalu menepati janji dan kesepakatan yang telah dibuat. Menjaga kesepakatan kelas adalah bagian dari menepati janji untuk saling menghargai.

  2. Penjabaran Materi

    • Evaluasi Aturan Sekolah: Kegiatan melihat kembali aturan mana yang sudah kita patuhi (seperti datang tepat waktu, memakai seragam rapi) dan mana yang perlu ditingkatkan (seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak memotong pembicaraan guru/teman).

    • Refleksi Diri: Memikirkan akibat dari tindakan kita. Jika kita tertib, kelas menjadi damai; jika kita melanggar, kegiatan belajar menjadi terganggu.

    • Poster Kesepakatan Kelas: Media visual berisi ajakan, pesan positif, atau janji bersama yang dibuat secara menarik agar selalu diingat dan dipatuhi oleh seluruh warga kelas.

    • Ciri Kalimat Kesepakatan yang Baik:

      • Menggunakan bahasa yang positif (Contoh: "Berbicara dengan santun" lebih baik daripada "Dilarang berkata kasar").

      • Singkat, jelas, dan mudah diingat.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video edukasi tentang cara membuat kesepakatan kelas dan poster ajakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Kertas karton manila / kertas gambar A3

    • Pensil warna, krayon, dan spidol warna-warni

    • PPT Interaktif "Contoh Poster Kesepakatan Kelas"

    • Stiker hiasan dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD Rancangan Poster)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Tujuan utama diperlukannya aturan dan kesepakatan di dalam kelas adalah …

      A. Supaya guru bisa menghukum siswa

      B. Mencegah siswa untuk bermain

      C. Serta menciptakan suasana belajar yang aman, tertib, dan nyaman

      D. Membuat suasana kelas menjadi tegang

    2. Contoh kalimat ajakan yang positif dan tepat untuk dituliskan pada poster kesepakatan kelas adalah …

      A. Dilarang keras ribut di kelas!

      B. Mari menjaga kebersihan dan kerapian kelas bersama!

      C. Jangan malas mengerjakan tugas!

      D. Dilarang datang terlambat!

    3. Musyawarah membuat kesepakatan kelas merupakan wujud penerapan Pancasila sila ke- …

      A. Kedua

      B. Ketiga

      C. Keempat

      D. Kelima

    4. Apa yang harus kita lakukan jika ada teman yang lupa atau melanggar kesepakatan kelas yang telah dibuat bersama?

      A. Dimusuhi dan dijauhi

      B. Diingatkan dengan cara yang sopan dan santun

      C. Dilaporkan ke kepala sekolah

      D. Dibiarkan saja agar tidak bertengkar

    5. Membuat poster kesepakatan kelas secara bersama-sama dalam kelompok melatih sikap …

      A. Mandiri dan individualis

      B. Gotong royong dan kerja sama

      C. Sombong dan acuh tak acuh

      D. Berani bertengkar

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Aturan yang dibuat berdasarkan hasil kesepakatan bersama harus dipatuhi oleh … warga kelas.

    2. Poster kesepakatan kelas yang dipajang di dinding bertujuan untuk selalu … kita agar bersikap tertib.

    3. Mengulurkan tangan dan mendengarkan ketika teman sedang berbicara di depan kelas adalah bentuk rasa …

    4. Menjaga kebersihan kelas dengan membuang sampah pada tempatnya merupakan contoh kewajiban di lingkungan …

    5. Saling membantu dan bekerja sama saat menghias poster adalah contoh pengamalan nilai-nilai …

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 3 (tiga) contoh poin kesepakatan kelas yang ingin kamu terapkan di kelasmu!

    2. Mengapa poster kesepakatan kelas sebaiknya dihias dengan warna dan gambar yang menarik? Jelaskan alasannya!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Evaluasi dan refleksi pelaksanaan aturan sekolah membantu kita menyadari pentingnya kedisiplinan. Dengan membuat poster Kesepakatan Kelas secara bergotong royong, peserta didik berkomitmen untuk menjalankan nilai-nilai Pancasila serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, tertib, dan menyenangkan.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat berdiskusi menentukan kalimat kesepakatan dan menuangkan ide kreatifnya pada poster.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa kelompok masih membutuhkan waktu agak lama dalam membagi tugas menggambar dan mewarnai.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, komunikatif, dan menunjukkan semangat kerja sama yang tinggi.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Menempelkan poster hasil karya di area yang mudah dilihat serta melakukan peninjauan (check-in) kesepakatan kelas setiap akhir pekan.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas:25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas:0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan khusus bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami perbedaan hak, kewajiban, dan aturan kelas.

    • Pengayaan: Memberikan tugas menjadi "Duta Ketertiban Kelas" bergantian mingguan untuk memantau pelaksanaan poster kesepakatan kelas.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 1_Ipas, Kamis, 01 Okt 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Puji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal: Kamis ,01 Okt 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Menyimpulkan Perubahan Wujud Zat (Mencair, Membeku, Menguap, Mengembun, Menyublim, dan Mengkristal)

  6. Pertemuan Ke: 5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyimpulkan proses perubahan wujud zat (padat, cair, dan gas) yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari akibat pelepasan atau penyerapan kalor (panas), serta mampu menjelaskan faktor penyebab terjadinya perubahan wujud tersebut secara bernalar kritis.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perubahan wujud zat berdasarkan wujud awal dan wujud akhirnya.

    • Peserta didik dapat menyimpulkan pengaruh suhu (pemanasan dan pendinginan) terhadap perubahan wujud zat.

    • Peserta didik dapat menganalisis contoh peristiwa perubahan wujud zat yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik mengamati perubahan wujud benda melalui simulasi/sederhana dengan teliti dan fokus.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa perubahan wujud zat sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi (seperti siklus air).

    • Joyful (Joy): Peserta didik berpartisipasi aktif dalam kegiatan eksperimen sederhana dan permainan tebak perubahan wujud zat dengan riang gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati benda-benda dengan wujud berbeda (padat, cair, gas) di sekitar kelas.

  2. Melakukan demonstrasi/diskusi mengenai perubahan wujud benda karena dipanaskan atau didinginkan.

  3. Menyimpulkan 6 jenis perubahan wujud zat (mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal).

  4. Menganalisis contoh peristiwa sehari-hari dan menghubungkannya dengan konsep perubahan wujud.

  5. Mengerjakan latihan soal pemahaman dan refleksi pembelajaran.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, pernahkah kalian melihat es batu yang ditinggalkan di luar gelas? Apa yang terjadi pada es tersebut? Mengapa es bisa berubah menjadi air?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi menyimpulkan perubahan wujud zat.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. An-Nur Ayat 43:

    “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertumpuk-tumpuk, maka engkau lihat hujan keluar dari celah-celah (awan) itu…”

    Keterkaitan: Proses terjadinya hujan merupakan bukti kebesaran Allah Swt. melalui perubahan wujud zat dari menguap (cair menjadi gas) hingga mengembun/mencair menjadi titik-titik air hujan.

  2. Penjabaran Materi

    Perubahan wujud zat terjadi ketika suatu benda menerima/mewajibkan panas (dipanaskan) atau melepaskan panas (didinginkan).

    • Jenis-Jenis Perubahan Wujud Zat:

      1. Mencair: Perubahan wujud dari padat menjadi cair (butuh panas).

        • Contoh: Es batu yang meleleh, mentega yang dipanaskan di wajan.

      2. Membeku: Perubahan wujud dari cair menjadi padat (melepas panas/didinginkan).

        • Contoh: Air yang dimasukkan ke dalam freezer menjadi es batu.

      3. Menguap: Perubahan wujud dari cair menjadi gas (butuh panas).

        • Contoh: Air yang direbus hingga mendidih, baju basah yang dijemur di bawah sinar matahari.

      4. Mengembun: Perubahan wujud dari gas menjadi cair (melepas panas/didinginkan).

        • Contoh: Titik-titik air di luar gelas berisi es, embun pagi di dedaunan.

      5. Menyublim: Perubahan wujud dari padat menjadi gas (butuh panas).

        • Contoh: Kapur barus (kamper) di dalam lemari yang lama-kelamaan mengecil dan habis.

      6. Mengkristal/Mengkristalisasi: Perubahan wujud dari gas menjadi padat (melepas panas/didinginkan).

        • Contoh: Pembentukan salju di awan, jelaga hitam di dasar panci.

    • Kesimpulan Utama:

      • Dipanaskan (Menerima Panas) $\rightarrow$ Mencair, Menguap, Menyublim.

      • Didinginkan (Melepas Panas) $\rightarrow$ Membeku, Mengembun, Mengkristal.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video animasi perubahan wujud zat)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif "Segitiga Perubahan Wujud Zat"

    • Es batu, air hangat, gelas transparan, dan kapur barus

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Ibu memanaskan mentega di atas wajan untuk menggoreng telur. Perubahan wujud yang terjadi pada mentega adalah …

      A. Membeku

      B. Mencair

      C. Menguap

      D. Mengembun

    2. Dinding luar gelas yang berisi es teh menjadi basah oleh titik-titik air. Peristiwa ini merupakan contoh dari …

      A. Menguap

      B. Menyublim

      C. Mengembun

      D. Membeku

    3. Kapur barus yang diletakkan di dalam lemari pakaian lama-kelamaan ukurannya akan mengecil dan habis. Perubahan wujud dari benda padat menjadi gas ini disebut …

      A. Menyublim

      B. Mengkristal

      C. Menguap

      D. Mencair

    4. Perubahan wujud benda yang membutuhkan panas (pemanasan) adalah …

      A. Membeku dan Mengembun

      B. Mencair dan Menguap

      C. Membeku dan Mengkristal

      D. Mengembun dan Mencair

    5. Baju basah yang dijemur di bawah terik matahari lama-kelamaan akan menjadi kering karena air dalam baju mengalami proses …

      A. Mengembun

      B. Menguap

      C. Membeku

      D. Menyublim

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Perubahan wujud dari zat cair menjadi zat padat disebut …

    2. Air mendidih yang mengeluarkan asap/uap menunjukkan terjadi peristiwa …

    3. Embun di pagi hari pada rumput dan daun merupakan contoh perubahan wujud dari … menjadi …

    4. Pembuatan es krim dari adonan cair yang didinginkan memanfaatkan proses perubahan wujud …

    5. Peristiwa perubahan wujud gas menjadi padat seperti pembentukan salju disebut …

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 2 (dua) contoh peristiwa perubahan wujud mencair yang dapat kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari!

    2. Mengapa air laut yang dijemur oleh petani garam lama-kelamaan berubah menjadi kristal-kristal garam? Jelaskan proses perubahan wujud zat yang terjadi!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Benda dapat mengalami perubahan wujud jika mendapat perlakuan pemanasan atau pendinginan. Enam jenis perubahan wujud zat meliputi mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal. Pemahaman konsep ini membantu kita menjelaskan berbagai fenomena alam di sekitar kita.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat aktif dan antusias saat mengamati percobaan titik-titik air di luar gelas berisi es.

    • Kendala yang ditemukan: Sebagian kecil peserta didik masih tertukar antara istilah menyublim dan mengkristal.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat baik, rasa ingin tahu tinggi, dan mampu menjawab pertanyaan pemantik dengan percaya diri.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Menggunakan alat peraga "Segitiga Perubahan Wujud Zat" interaktif pada pertemuan berikutnya untuk memperkuat pemahaman.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas:0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pembimbingan kembali tentang diagram perubahan wujud zat bagi siswa yang belum tuntas.

    • Pengayaan: Memberikan tugas analisis mengenai proses terjadinya hujan (siklus air) dan kaitannya dengan perubahan wujud zat bagi siswa yang telah tuntas.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 2_Matematika_ Rabu, 30 Sept 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Matematika

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 29 September 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Evaluasi Sumatif Harian Operasi Perkalian Sampai 100 (Pertemuan 1 - 5)

  6. Pertemuan Ke-: 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan menggunakan konsep penjumlahan berulang, tabel perkalian, serta menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengukur dan menunjukkan pemahaman konsep dasar perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    • Peserta didik dapat menghitung hasil perkalian dasar sampai 100 dengan tepat.

    • Peserta didik dapat menyelesaikan soal cerita matematika yang melibatkan operasi hitung perkalian.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik fokus dan teliti dalam membaca serta menganalisis soal evaluasi secara mandiri.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik menyadari pentingnya kemampuan berhitung perkalian dalam menyelesaikan permasalahan praktis di kehidupan sehari-hari.

    • Joyful (Joy): Peserta didik mengerjakan evaluasi sumatif harian dengan rasa percaya diri, jujur, dan tenang tanpa merasa cemas.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Menyiapkan kondisi fisik dan mental peserta didik untuk mengikuti evaluasi harian.

  2. Mengulas secara singkat (brief review) konsep perkalian dari Pertemuan 1 sampai 5.

  3. Membagikan Lembar Soal Evaluasi Sumatif Harian.

  4. Mengerjakan soal evaluasi secara mandiri dan jujur.

  5. Mengumpulkan lembar jawaban serta melakukan refleksi kegiatan evaluasi.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan memberikan motivasi: "Anak-anak, hari ini kita akan mengukur sejauh mana pemahaman kita tentang perkalian dari pertemuan 1 sampai 5. Ingat, perkalian adalah penjumlahan berulang dari angka yang sama. Kerjakan dengan tenang, teliti, dan jujur ya!"

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-Baqarah Ayat 261:

    “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji…”

    Keterkaitan: Allah Swt. menggambarkan kelipatan pahala dengan konsep perkalian yang teratur dan melimpah, menunjukkan kerapian serta keindahan keteraturan bilangan dalam ciptaan-Nya.



  2. Penjabaran Materi

     

    Operasi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

    1. Perkalian sebagai penjumlahan berulang

    Perkalian adalah penjumlahan bilangan yang sama secara berulang.

    Contoh:
    3 × 4 = 4 + 4 + 4 = 12

    Artinya, ada 3 kelompok, setiap kelompok berisi 4 benda.


    2. Perkalian dengan gambar/kelompok

    🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎
    Ada 3 kelompok, setiap kelompok 3 apel.

    3 × 3 = 9


    3. Sifat komutatif (pertukaran)

    Urutan bilangan dalam perkalian dapat ditukar dan hasilnya tetap sama.

    Contoh:

    3 × 5 = 5 × 3

    15 = 15

    Jadi,
    a × b = b × a


    4. Perkalian dengan angka 1

    Setiap bilangan yang dikalikan 1 hasilnya adalah bilangan itu sendiri.

    Contoh:

    7 × 1 = 7
    1 × 9 = 9

    Setiap bilangan yang dikalikan 0 hasilnya adalah 0.

    Contoh:

    8 × 0 = 0
    0 × 6 = 0


    6. Perkalian bilangan sampai 100

    Contoh:

    12 × 3 = 12 + 12 + 12 = 36

    20 × 4 = 20 + 20 + 20 + 20 = 80

    25 × 4 = 100

    Jadi, hasil perkalian yang dipelajari dapat mencapai 100.


    ⭐ Cara Mudah Mengingat

    • Perkalian = penjumlahan berulang

    • 1 × bilangan = bilangan itu sendiri

    • 0 × bilangan = 0

    • Bilangan boleh ditukar tempatnya dalam perkalian.

    • Gunakan tabel perkalian untuk membantu menghitung.


    ✏️ Latihan Evaluasi Sumatif Harian

    Matematika Kelas 3 SD
    Materi: Operasi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

    A. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang benar!

    1. 4 × 3 = ....
      a. 7
      b. 12
      c. 14
      d. 16

    2. Bentuk penjumlahan berulang dari 5 × 2 adalah ....
      a. 5 + 5
      b. 2 + 2 + 2 + 2 + 2
      c. 5 + 2
      d. 2 + 5

    3. 6 × 4 = ....
      a. 20
      b. 22
      c. 24
      d. 26

    4. Hasil dari 7 × 5 adalah ....
      a. 30
      b. 35
      c. 40
      d. 45

    5. 8 × 1 = ....
      a. 0
      b. 1
      c. 8
      d. 9

    6. 9 × 0 = ....
      a. 0
      b. 1
      c. 9
      d. 10

    7. Hasil dari 3 × 9 sama dengan ....
      a. 3 × 8
      b. 9 × 3
      c. 9 × 4
      d. 8 × 3

    8. Ibu membeli 4 kantong jeruk. Setiap kantong berisi 6 jeruk. Jumlah jeruk seluruhnya adalah ....
      a. 10
      b. 20
      c. 24
      d. 30

    9. 10 × 5 = ....
      a. 15
      b. 40
      c. 50
      d. 100

    10. Rani memiliki 5 piring. Setiap piring berisi 8 kue. Jumlah kue Rani adalah ....
      a. 30
      b. 35
      c. 40
      d. 45

    B. Isian Singkat

    1. 6 × 7 = ....

    2. 8 × 5 = ....

    3. 9 × 4 = ....

    4. 10 × 10 = ....

    5. 25 × 4 = ....

    C. Soal Cerita

    1. Ayah membeli 3 kotak pensil. Setiap kotak berisi 8 pensil. Berapa jumlah pensil seluruhnya?

    2. Di kelas terdapat 5 meja. Setiap meja digunakan oleh 4 siswa. Berapa jumlah siswa yang dapat duduk di meja tersebut?

    3. Siti mempunyai 7 kantong permen. Setiap kantong berisi 6 permen. Berapa jumlah permen Siti?

    4. Pak Guru membagikan 9 kelompok. Setiap kelompok mendapat 5 buku. Berapa jumlah buku yang dibagikan?

    5. Di toko terdapat 4 rak. Setiap rak berisi 10 botol minuman. Berapa jumlah botol minuman seluruhnya?

    🔑 Kunci Jawaban

    Pilihan Ganda:

    1. B

    2. B

    3. C

    4. B

    5. C

    6. A

    7. B

    8. C

    9. C

    10. C

    Isian:
    11. 42
    12. 40
    13. 36
    14. 100
    15. 100

    Soal Cerita:
    16. 3 × 8 = 24 pensil
    17. 5 × 4 = 20 siswa
    18. 7 × 6 = 42 permen
    19. 9 × 5 = 45 buku
    20. 4 × 10 = 40 botol

    • 5. Perkalian dengan angka 0
  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video ulasan materi perkalian jika digunakan sebelum tes)

  4. Media / Alat Peraga

    • Lembar Soal Evaluasi Sumatif Harian

    • Papan Tulis / PPT (Ulasan Singkat)

    • Benda Konkret (Bila diperlukan untuk pendampingan)

  5. Post Test (Soal Evaluasi Sumatif Harian)

    1. 8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 8 jika ditulis dalam bentuk perkalian menjadi ……

    2. Hasil dari 9 x7 adalah …

    3. Ayah memasukkan kelereng ke dalam 6 wadah. Jika setiap wadah berisi 10 kelereng, maka jumlah kelereng Ayah seluruhnya adalah …

    4. Berapakah hasil dari 10 x 8? …

    5. 3 x.......= 27. Angka yang tepat untuk mengisi titik-titik adalah …

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Melalui evaluasi sumatif harian ini, dapat diukur pemahaman peserta didik mengenai konsep perkalian hingga 100, penggunaan sifat komutatif, serta penerapan perkalian dalam soal cerita sederhana secara lancar dan tepat.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Kondisi kelas tenang dan kondusif saat pelaksanaan evaluasi harian; sebagian besar peserta didik sudah memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih belum lancar dalam hafalan perkalian angka 7 dan 8 serta keliru membaca petunjuk pada soal cerita.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Mengerjakan soal dengan jujur, mandiri, dan tepat waktu.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan drill perkalian dasar 1–10 secara berkala di awal pembelajaran berikutnya.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pembimbingan kembali konsep dasar dan latihan perkalian berulang bagi peserta didik yang belum tuntas.

    • Pengayaan: Pemberian soal cerita perkalian dua langkah (multi-step) bagi peserta didik yang telah tuntas.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 3_Pak, Rabu, 30 Sept 2026





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 30 September 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Sikap Mandiri, Disiplin, dan Tanggung Jawab

  6. Pertemuan Ke-: 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai dasar antikorupsi, khususnya nilai mandiri, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat sebagai pembentukan karakter yang jujur dan berintegritas sejak dini.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan arti sikap mandiri, disiplin, dan tanggung jawab dengan benar.

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab di rumah dan sekolah.

    • Peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai antikorupsi (mandiri, disiplin, tanggung jawab) dalam aktivitas sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik menyimak cerita dan contoh perilaku dengan sadar serta fokus untuk membangun kebiasaan baik.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab adalah benteng diri dari perbuatan curang/korupsi.

    • Joyful (Joy): Peserta didik berpartisipasi aktif dalam permainan simulasi "Tebak Perilaku Terpuji" dengan penuh gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Pengenalan konsep 3 nilai antikorupsi (Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab).

  2. Membaca dan menganalisis cerita pendek bertema kejujuran dan disiplin.

  3. Mengelompokkan contoh-contoh tindakan ke dalam nilai antikorupsi yang sesuai.

  4. Mengerjakan ringkasan dan latihan soal pemahaman.

  5. Refleksi bersama mengenai komitmen penerapan nilai-nilai antikorupsi di kehidupan sehari-hari.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan bertanya: "Anak-anak, siapa di sini yang tadi pagi menyiapkan perlengkapan sekolahnya sendiri tanpa disuruh atau dibantu orang tua? Menyiapkan tas sendiri adalah salah satu contoh sikap mandiri dan bertanggung jawab. Mengapa kita harus membiasakan hal itu sejak kecil?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi Pendidikan Anti Korupsi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-Zalzalah Ayat 7–8:

    “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

    Keterkaitan: Setiap tindakan disiplin, mandiri, dan tanggung jawab sekecil apa pun bernilai kebaikan di sisi Allah Swt. Sebaliknya, sikap curang atau malas yang dibiarkan dapat membawa kita pada perbuatan yang merugikan orang lain.

  2. Penjabaran Materi

    a. Mandiri

    • Arti: Mampu melakukan tugas atau pekerjaan sendiri tanpa selalu bergantung pada orang lain.

    • Contoh di Sekolah/Rumah: Merapikan tempat tidur sendiri, menyiapkan seragam dan buku pelajaran, serta mengerjakan tugas sekolah sendiri tanpa menyontek.

    • Nilai Antikorupsi: Anak yang mandiri tidak akan meminta bantuan dengan cara yang curang.

    b. Disiplin

    • Arti: Taat dan patuh pada aturan serta menghargai waktu.

    • Contoh di Sekolah/Rumah: Datang ke sekolah tepat waktu, mengumpulkan tugas sesuai jadwal, dan berbaris dengan tertib.

    • Nilai Antikorupsi: Mencegah perilaku "korupsi waktu" atau menyepelekan aturan.

    c. Tanggung Jawab

    • Arti: Bersedia menerima akibat dari perbuatan yang dilakukan dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

    • Contoh di Sekolah/Rumah: Mengembalikan barang piket pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, dan mengakui kesalahan jika melakukan kekeliruan.

    • Nilai Antikorupsi: Menjadikan kita pribadi yang amanah dan dapat dipercaya.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video animasi karakter antikorupsi anak)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif "Karakter Hebat Antikorupsi"

    • Kartu Gambar Perilaku (Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Mengerjakan ujian sekolah secara jujur tanpa melihat jawaban teman adalah contoh sikap …

      A. Malas

      B. Mandiri dan Jujur

      C. Sombong

      D. Pemalu

    2. Boni selalu datang ke sekolah sebelum bel masuk berbunyi. Sikap Boni mencerminkan nilai …

      A. Disiplin

      B. Pemarah

      C. Hemat

      D. Mandiri

    3. Jika kamu tidak sengaja menjatuhkan pensil milik temanmu hingga patah, tindakan yang menunjukkan rasa tanggung jawab adalah …

      A. Pura-pura tidak tahu dan langsung pergi

      B. Menyalahkan teman lain

      C. Meminta maaf dan mengganti/memperbaikinya

      D. Menyerahkan pensil itu ke tempat sampah secara diam-diam

    4. Menyiapkan buku pelajaran dan jadwal sekolah sendiri di rumah merupakan penerapan sikap …

      A. Mandiri

      B. Disiplin waktu

      C. Gotong royong

      D. Toleransi

    5. Mengapa kita tidak boleh membiasakan diri bersikap curang sejak kecil?

      A. Karena bisa membuat kita disukai banyak orang

      B. Karena sikap curang adalah cikal bakal perbuatan korupsi

      C. Karena sikap curang itu menguntungkan semua orang

      D. Karena gurumu yang menyuruh

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Mengumpulkan tugas sekolah tepat waktu merupakan contoh sikap disiplin terhadap …

    2. Anak yang tidak pernah bergantung pada orang lain saat memakai sepatu sendiri disebut anak yang …

    3. Menjaga kebersihan meja belajar dan merapikan mainan setelah digunakan adalah bentuk rasa …

    4. Menyunting atau menyontek jawaban teman saat ulangan adalah perbuatan yang melanggar nilai …

    5. Jika piket kelas tidak dilaksanakan dengan baik, maka ruang kelas akan menjadi …

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 2 (dua) contoh sikap mandiri yang bisa kamu lakukan di rumah!

    2. Mengapa sikap disiplin dan tanggung jawab sangat penting untuk mencegah tindakan korupsi di masa depan? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Nilai antikorupsi seperti mandiri, disiplin, dan tanggung jawab adalah fondasi penting dalam membentuk karakter anak yang mulia, jujur, dan dapat dipercaya. Kebiasaan kecil seperti tepat waktu, mengerjakan tugas sendiri, dan berani bertanggung jawab akan menjaga kita dari perilaku curang.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias mengidentifikasi contoh-contoh tindakan mandiri dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih merasa ragu membedakan antara konsep mandiri dan tanggung jawab dalam situasi cerita.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif bertanya, komunikatif, serta berani menyampaikan contoh pengalaman pribadinya.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Pembiasaan Jurnal Karakter Harian untuk memantau kedisiplinan dan kemandirian siswa di rumah dan sekolah.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas:25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan bimbingan khusus melalui Kartu Pembiasaan Karakter Antikorupsi dan pendampingan cerita edukatif bergambar.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 1_Bahasa Indonesia_Rabu, 30 Sept 2026

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Puji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 29 September 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Membaca Cerita Lucu/Anekdot (Menemukan Pesan Tersirat dan Unsur Humor dalam Anekdot Profesi)

  6. Pertemuan Ke-: 11

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami informasi dari bacaan dan merefleksi teks narasi/anekdot yang dibaca, serta mampu mengidentifikasi pesan tersirat, ide pokok, dan unsur humor yang terkandung dalam cerita lucu bertema profesi secara kritis dan kontekstual.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat membaca cerita humor/anekdot profesi dengan lancar.

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur humor (bagian yang lucu/menggelitik) dalam cerita anekdot.

    • Peserta didik dapat menemukan pesan tersirat atau sindiran positif/kebenaran yang disampaikan melalui cerita anekdot profesi.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik menyimak dan membaca cerita anekdot profesi secara fokus untuk mendalami makna tersirat di balik humor.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa kritik atau nasihat dapat disampaikan secara santun, bijak, dan humoris dalam kehidupan bermasyarakat.

    • Joyful (Joy): Peserta didik menikmati proses belajar membaca melalui kegiatan tebak bagian humor dan diskusi kelompok yang ceria.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Membaca teks cerita lucu/anekdot tentang profesi secara bersama-sama maupun mandiri.

  2. Mengidentifikasi struktur anekdot sederhana (krisis/puncak humor dan reaksi/penyelesaian).

  3. Menganalisis bagian teks yang mengandung unsur humor.

  4. Menemukan dan mendiskusikan pesan tersirat (kritik/nasihat moral) dari cerita anekdot tersebut.

  5. Mengoreksi dan menyimpulkan pemahaman bersama guru.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan memberikan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, siapa di sini yang suka mendengar cerita lucu? Apakah cerita lucu itu hanya untuk tertawa saja, atau ada pesan baik di dalamnya?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi anekdot profesi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. An-Nahl Ayat 125:

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…”

    Keterkaitan: Menyampaikan kebenaran atau nasihat (seperti dalam cerita anekdot) hendaknya dilakukan dengan cara yang santun, bijak, dan menyenangkan tanpa menyakiti perasaan orang lain.

  2. Penjabaran Materi

    • Pengertian Anekdot: Cerita singkat yang lucu, menarik, dan mengesankan, yang biasanya berisi sindiran atau nasihat tersirat mengenai kejadian nyata atau latar belakang profesi tertentu.

    • Unsur Humor: Bagian dalam cerita yang aneh, tidak terduga, atau konyol yang membuat pembaca tersenyum/tertawa.

    • Pesan Tersirat: Pesan atau nasihat moral yang tidak dituliskan secara langsung, melainkan harus dipahami dari isi cerita secara keseluruhan.

    Contoh Anekdot Profesi: "Kacamata Dokter"

    Seorang pasien datang ke dokter mata.

    Pasien: "Dok, setelah pakai kacamata ini, apakah saya bisa membaca?"

    Dokter: "Tentu saja, Pak! Kacamata ini sangat bagus."

    Pasien: "Wah, hebat sekali Dok! Padahal sebelumnya saya memang belum pernah belajar membaca!"

    • Unsur Humor: Jawaban pasien yang ternyata memang belum bisa membaca sejak awal, bukan karena matanya kabur.

    • Pesan Tersirat: Jangan menyalahkan atau mengandalkan alat/orang lain atas ketidakmampuan yang sebenarnya berasal dari diri sendiri yang kurang belajar.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: [https://www.youtube.com/watch?example_anekdot_profesi](https://www.youtube.com/watch?example_anekdot_profesi) (atau video animasi anekdot pilihan)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Materi Anekdot Profesi

    • Teks Cerita Anekdot (Printed/Buku)

    • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

    • Kartu Cerita Lucu

  5. Post Test

    Bacalah cerita anekdot singkat berikut lalu jawab pertanyaannya!

    • Cerita:

      Seorang pengacara bertanya kepada koki restoran, "Mengapa sup ini dingin sekali?"

      Koki menjawab, "Sesuai pesanan Anda Pak, bukankah Anda tadi minta sup dingin?"

      Pengacara menggeleng, "Maksud saya supnya terlambat datang, sampai-sampai yang tadinya panas jadi dingin!"

    • Soal:

      1. Tunjukkan bagian mana yang mengandung unsur humor dalam cerita di atas!

      2. Apa pesan tersirat yang ingin disampaikan dari cerita anekdot tersebut?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Anekdot bukan sekadar cerita humor biasa, melainkan cerita lucu yang menyimpan pesan tersirat berupa nasihat atau kritik positif. Mengidentifikasi unsur humor membantu kita menikmati cerita, sedangkan menemukan pesan tersirat melatih kita berpikir kritis.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan aktif saat membaca serta menebak bagian humor dalam cerita anekdot.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih kesulitan membedakan antara humor biasa dengan pesan tersirat/sindiran halus.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat ceria, fokus, dan terlibat aktif dalam diskusi kelompok.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pendampingan khusus pada kegiatan menganalisis pesan tersirat menggunakan teknik pemetaan pikiran (mind mapping).

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: …25  peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bagi peserta didik yang belum tuntas, akan diberikan pendampingan individu (coaching) dan latihan tambahan berupa teks anekdot pendek bergambar untuk mempermudah menemukan pesan tersirat.
Dokumentasi kegiatan hari ini