RSS

Postingan 2_Matematika, Rabu 4 November 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 4 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Pola Gambar dan Pola Bilangan Sederhana

  6. Pertemuan Ke- : 3 (Ketiga)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu mengidentifikasi, meniru, melanjutkan, dan mengembangkan pola gambar serta pola bilangan sederhana berdasarkan aturan tertentu secara tepat dan teliti.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengenali bentuk keteraturan dalam pola gambar dan pola bilangan sederhana, serta mampu menentukan suku atau bentuk berikutnya yang hilang dari sebuah pola.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan permainan interaktif menyusun bentuk dan tebak angka berurutan (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat memahami konsep pola secara menyenangkan, kreatif, dan penuh percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik mengamati contoh pola gambar (bentuk atau warna) yang ditunjukkan oleh guru secara bergantian.

  2. Peserta didik mengenal konsep pola bilangan sederhana berdasarkan aturan penambahan atau pengurangan yang tetap.

  3. Peserta didik berlatih melengkapi pola gambar dan pola bilangan yang kosong secara bersama-sama di papan tulis.

  4. Peserta didik mengerjakan latihan mandiri (post test) untuk menguji pemahaman tentang pola gambar dan bilangan.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan menunjukkan deretan bentuk geometri atau gambar buah yang disusun secara berulang (misalnya: apel, jeruk, apel, jeruk...). Guru bertanya: "Anak-anak, gambar buah apa yang selanjutnya muncul setelah buah jeruk?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan konsep keteraturan atau pola dalam kehidupan sehari-hari.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qamar ayat 49:

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."
Keterkaitan: Melalui materi pola bilangan dan gambar ini, peserta didik diajarkan untuk mengagumi kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta dan segala isinya dengan penuh keteraturan, ukuran, serta pola yang indah.

  1. Penjabaran Materi Pola adalah suatu susunan atau bentuk yang teratur dan berulang berdasarkan aturan tertentu.

  • A. Pola Gambar:

    • Disusun berdasarkan bentuk, warna, atau ukuran secara berulang (Contoh: Bintang, Lingkaran, Segitiga, Bintang, Lingkaran, ...).

    • Cara menyelesaikannya adalah dengan mencari bentuk apa yang menjadi pengulangan berikutnya.

  • B. Pola Bilangan Sederhana:

    • Disusun berdasarkan aturan hitung (misalnya bertambah atau berkurang dengan angka yang sama).

    • Contoh: $2, 4, 6, 8, \dots$ (Aturannya adalah bertambah 2 atau $+2$).

    • Bilangan selanjutnya setelah 8 adalah $8 + 2 = 10$.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai cara mudah memahami pola gambar dan pola bilangan dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi pola gambar dan bilangan

  • Kartu bergambar pola bentuk dan angka

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Selesaikan soal berikut dengan teliti!

  2. Lanjutkan pola gambar berikut: 🔴, 🔵, 🔺, 🔴, 🔵, ... , ...

  3. Tentukan dua bilangan selanjutnya dari pola bilangan berikut: $5, 10, 15, 20, \dots, \dots$

  4. Berapakah angka yang hilang pada pola berikut? $3, 6, 9, \dots, 15$

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Pola gambar dan pola bilangan adalah susunan yang teratur. Untuk melanjutkannya, kita harus menemukan aturan dasar atau keteraturan dari bentuk maupun bilangan yang ada sebelumnya.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan cepat memahami pola gambar serta aktif menjawab tebak-tebakan pola angka di kelas.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dibimbing dalam menentukan aturan penjumlahan tetap pada pola bilangan yang angkanya lebih besar.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat interaktif, ceria, dan bersemangat selama kegiatan latihan kelompok.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan penguatan (drill soal pola) secara berkala agar kemampuan berpikir logis siswa semakin terasah.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta latihan tambahan secara persuasif agar peserta didik yang belum tuntas semakin mahir mengenali aturan pola gambar dan bilangan.

Postingan 3_Bahasa Indonesia, Rabu 04 November 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 4 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Bangkit dari Kegagalan (Menyajikan Pendapat Solutif Saat Menghadapi Kegagalan)

  6. Pertemuan Ke- : 6 (Keenam)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami cara menyikapi kegagalan dengan berpikir positif, serta mampu menyampaikan pendapat atau solusi secara lisan dengan santun ketika menghadapi suatu permasalahan atau kegagalan dalam belajar.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi langkah-langkah positif setelah mengalami kegagalan dan belajar merumuskan pendapat solutif untuk menyelesaikan masalah.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan diskusi kelompok kecil dan bermain peran solutif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat berlatih menyampaikan ide atau solusi dengan percaya diri, saling mendukung, dan suasana yang menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak cerita atau ilustrasi tentang tokoh yang berhasil bangkit setelah mengalami kegagalan.

  2. Peserta didik mengenal konsep "pendapat solutif" (ide atau cara mengatasi masalah dengan kepala dingin).

  3. Peserta didik berlatih memberikan saran atau solusi sederhana kepada teman yang sedang menghadapi kesulitan belajar.

  4. Peserta didik mempraktikkan cara mengungkapkan pendapat solutif secara lisan di depan kelas dengan santun.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan cerita ringan tentang seorang anak yang menggambar lalu kertasnya robek atau salah mewarnai. Guru bertanya: "Anak-anak, jika hasil karya kita tidak sesuai harapan atau gagal pada percobaan pertama, apakah kita harus berhenti dan menangis? Atau apa yang sebaiknya kita katakan dan lakukan?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya mencari solusi dan bangkit kembali.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 40:

"...Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."
Keterkaitan: Melalui materi ini, peserta didik diajarkan untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan saat menghadapi kegagalan, senantiasa bertawakal kepada Allah SWT, serta yakin bahwa selalu ada jalan keluar dan kesempatan baru bagi mereka yang mau berusaha memperbaiki diri.

  1. Penjabaran Materi Bangkit dari kegagalan artinya tidak menyerah ketika rencana atau hasil belajar belum sesuai harapan. Hal penting yang dipelajari meliputi:

  • Berpikir Positif: Menyadari bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan dan bagian dari proses belajar.

  • Mencari Solusi (Pendapat Solutif): Mengemukakan ide atau jalan keluar saat menghadapi masalah. Contoh kalimat solutif: "Menurutku, sebaiknya kita mencoba menggambar ulang dengan hati-hati" atau "Bagaimana kalau kita belajar bersama lagi agar nilai ujiannya lebih baik?"

  • Langkah Memperbaiki Diri: Mencari tahu letak kesalahan, bertanya kepada guru atau teman, dan berlatih lebih giat lagi.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif tentang cara mengatasi kegagalan dan berpikir solutif dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi bangkit dari kegagalan

  • Kartu studi kasus masalah dan solusi

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa yang harus kita lakukan setelah mengalami kegagalan dalam mengerjakan tugas?

  3. Tuliskan satu contoh kalimat yang berisi pendapat solutif untuk membantu teman yang kesulitan!

  4. Mengapa kita tidak boleh bersedih terlalu lama saat melakukan kesalahan?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan tetap tenang, berpikir positif, serta menyampaikan pendapat solutif, kita dapat memperbaiki kesalahan dan menjadi anak yang lebih tangguh serta pintar.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik aktif memberikan ide dan saran solutif saat diberikan studi kasus sederhana secara berkelompok.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dibimbing untuk merangkai kalimat solusi yang sopan dan mudah dipahami teman sebaya.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Antusias dan kooperatif saat berdiskusi mencari cara membantu tokoh dalam cerita.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Membiasakan budaya diskusi pemecahan masalah sederhana di kelas agar siswa terbiasa berpikir kritis dan solutif.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta penguatan motivasi agar siswa yang belum tuntas lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat.

Postingan 2_Bahasa Indoneia, Selasa, 03 November 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 3 November  2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Semangat Pantang Menyerah (Karakter Pantang Menyerah)

  6. Pertemuan Ke- : 5 (Kelima)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami, menceritakan kembali, serta meneladani karakter pantang menyerah melalui teks cerita atau dongeng yang disajikan, serta mampu mengungkapkan tanggapan secara lisan dengan santun dan percaya diri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri karakter pantang menyerah dari sebuah kisah atau teks cerita dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan bercerita inspiratif dan bermain peran karakter teladan (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat menunjukkan sikap percaya diri, tidak mudah putus asa saat menghadapi tugas sulit, serta saling menyemangati teman secara menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak cerita pendek atau dongeng tentang tokoh yang memiliki semangat pantang menyerah.

  2. Peserta didik mengidentifikasi sifat dan perilaku tokoh yang tidak mudah putus asa meskipun menghadapi rintangan.

  3. Peserta didik berlatih menyebutkan contoh sikap pantang menyerah yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah dan rumah.

  4. Peserta didik mempraktikkan kalimat penyemangat untuk diri sendiri dan teman agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan belajar.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, siapa yang pernah merasa kesulitan saat mengerjakan soal matematika atau menggambar, lalu ingin berhenti? Apa yang harus kita lakukan agar berhasil?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memiliki jiwa pejuang yang gigih dan tidak mudah menyerah.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Yusuf ayat 87:

"...Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."
Keterkaitan: Melalui materi karakter pantang menyerah, peserta didik diajarkan untuk senantiasa optimis, berusaha dengan sungguh-sungguh, dan tidak mudah berputus asa dalam menghadapi berbagai ujian, karena Allah SWT menyukai hamba-hamba-Nya yang tekun dan pantang menyerah.

  1. Penjabaran Materi Pantang menyerah adalah sikap teguh pendirian untuk terus mencoba mencapai tujuan meskipun menghadapi banyak kegagalan atau kesulitan. Ciri-ciri dan bentuk sikap pantang menyerah meliputi:

  • Tidak Mudah Putus Asa: Ketika gagal mencoba pertama kali, segera bangkit dan mencoba kembali dengan cara yang lebih baik.

  • Bersemangat dan Optimis: Selalu berpikiran positif bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya.

  • Mau Belajar dari Kesalahan: Menjadikan kegagalan sebagai pengalaman berharga untuk menjadi anak yang lebih pintar dan mandiri.

  • Contoh dalam Keseharian: Terus berlatih menulis, membaca, atau mengerjakan tugas hingga tuntas meskipun terasa sulit.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif atau kisah inspiratif anak tentang semangat pantang menyerah dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi karakter pantang menyerah

  • Buku cerita bergambar tentang ketekunan tokoh teladan

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa arti dari sikap pantang menyerah?

  3. Bagaimana sikap kita jika mengalami kegagalan saat mencoba sesuatu untuk pertama kalinya?

  4. Sebutkan satu contoh sikap pantang menyerah yang bisa kamu lakukan di sekolah!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Sikap pantang menyerah adalah kunci kesuksesan. Dengan tidak mudah putus asa, selalu optimis, dan tekun belajar, kita akan mampu mengatasi segala kesulitan baik dalam pelajaran maupun kehidupan sehari-hari.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias mendengarkan cerita inspiratif dan aktif memberikan contoh cara menyemangati teman.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih memerlukan dorongan ekstra agar tidak langsung menyerah ketika menemui soal latihan yang agak menantang.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat interaktif dan penuh semangat saat meneriakkan yel-yel penyemangat bersama di kelas.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan motivasi harian serta apresiasi (pujian/bintang kelas) bagi setiap usaha gigih yang ditunjukkan peserta didik dalam menyelesaikan tugas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ..22 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ...3 peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan pendampingan personal secara sabar dan persuasif agar peserta didik yang belum tuntas termotivasi untuk terus mencoba tanpa rasa takut gagal.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Posingan 2_P.Pancasila, Selasa , 03 November 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 3 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Kewajiban Anak sebagai Anggota Keluarga di Rumah

  6. Pertemuan Ke- : 4 (Keempat)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan konsep kewajiban, serta mengenali bentuk-bentuk kewajiban anak sebagai anggota keluarga yang harus dilaksanakan di lingkungan rumah dengan penuh tanggung jawab.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi makna kewajiban secara sederhana dan menyebutkan contoh kewajiban anak sebagai anggota keluarga di rumah dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan bermain peran situasi keluarga dan diskusi kelompok interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat memahami dan menunjukkan contoh sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas di rumah secara menyenangkan, aktif, dan percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai arti penting melaksanakan kewajiban di rumah setelah mendapatkan hak mereka.

  2. Peserta didik mengenal berbagai contoh kewajiban anak sebagai anggota keluarga (misalnya membantu orang tua, merapikan tempat tidur, menghormati anggota keluarga, dan menjaga kebersihan rumah).

  3. Peserta didik berlatih menyebutkan tugas atau kewajiban harian yang biasa mereka lakukan di rumah melalui tanya jawab interaktif.

  4. Peserta didik mengerjakan latihan mandiri (post test) untuk menguji pemahaman tentang konsep kewajiban di rumah.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, setelah orang tua menyiapkan makanan dan memberikan kasih sayang kepada kita, apa yang seharusnya kita lakukan sebagai anak di rumah?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan konsep kewajiban sebagai segala sesuatu yang harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Maryam ayat 55:

"Dan ia menyuruh keluarganya untuk beribadah dan menunaikan shalat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya."
Keterkaitan: Melalui materi kewajiban anak di rumah ini, peserta didik diajarkan untuk senantiasa patuh kepada orang tua, membantu pekerjaan rumah, serta menjalankan tanggung jawab dengan niat beribadah dan mencari keridaan Allah SWT.

  1. Penjabaran Materi Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilaksanakan atau dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Sebagai seorang anak di rumah (anggota keluarga), kita memiliki beberapa kewajiban penting, antara lain:

  • Membantu Orang Tua: Membantu meringankan pekerjaan rumah seperti merapikan mainan, menyapu lantai, atau menyiapkan meja makan.

  • Menjaga Kebersihan dan Kerapian Rumah: Merapikan kamar tidur sendiri, merawat pakaian, dan tidak membuang sampah sembarangan di rumah.

  • Menghormati dan Patuh kepada Orang Tua: Berbicara dengan sopan santun, mendengarkan nasihat ayah dan ibu, serta menyayangi saudara di rumah.

  • Belajar dengan Tekun: Bertanggung jawab atas tugas sekolah dan rajin belajar di rumah sebagai wujud terima kasih kepada orang tua.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai kewajiban anak di rumah dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi kewajiban anak di rumah

  • Kartu ilustrasi kegiatan membantu orang tua di rumah

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa arti dari kewajiban?

  3. Sebutkan dua contoh kewajiban yang harus kamu laksanakan di rumah!

  4. Mengapa kita harus melaksanakan kewajiban sebelum menuntut hak kita?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Kewajiban adalah sesuatu yang harus kita laksanakan dengan tanggung jawab. Sebagai anggota keluarga di rumah, peserta didik memiliki kewajiban untuk membantu orang tua, menjaga kebersihan rumah, serta bersikap sopan kepada seluruh anggota keluarga.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias menceritakan pengalaman mereka membantu orang tua merapikan kamar dan rumah masing-masing.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dibimbing agar terbiasa melaksanakan kewajiban di rumah tanpa harus diingatkan terlebih dahulu oleh orang tua.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, ceria, dan interaktif selama sesi tanya jawab dan berbagi cerita kegiatan di rumah.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan dan motivasi harian agar peserta didik senantiasa disiplin menjalankan kewajiban baik di rumah maupun di sekolah.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ..22 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ..3. peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta pendekatan persuasif kepada peserta didik yang belum tuntas agar lebih memahami pentingnya melaksanakan kewajiban di rumah dengan gembira.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 1_Matematika , Selasa , 3 November 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 3 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Menyelesaikan Masalah Soal Cerita Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

  6. Pertemuan Ke- : 2 (Kedua)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari (soal cerita) yang berkaitan dengan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 secara tepat, sistematis, dan teliti.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi informasi penting (diketahui dan ditanyakan) dalam soal cerita pembagian, mengubahnya ke dalam kalimat matematika pembagian, dan menghitung hasilnya sampai 100 dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan permainan kelompok "Membagi Berkah Bersama Teman" dan kuis interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat berlatih menyelesaikan soal cerita pembagian secara antusias, kooperatif, dan penuh rasa percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai langkah-langkah membaca dan memahami isi soal cerita pembagian.

  2. Peserta didik mengenal cara merumuskan kalimat matematika dari sebuah cerita pembagian (menentukan jumlah total, jumlah kelompok, atau isi tiap kelompok).

  3. Peserta didik berlatih mengerjakan contoh soal cerita pembagian secara bersama-sama di papan tulis.

  4. Peserta didik mengerjakan latihan mandiri (post test) untuk mengukur pemahaman dalam menyelesaikan masalah soal cerita pembagian sampai 100.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan membawa sebuah cerita ilustrasi: "Ibu Guru mempunyai 24 buah buku tulis yang akan dibagikan sama rata kepada 4 orang anak juara kelas. Berapa buku tulis yang diterima oleh masing-masing anak?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya kemampuan menyelesaikan soal cerita pembagian dalam kehidupan sehari-hari.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa' ayat 58:

"...Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkan dengan adil..."
Keterkaitan: Melalui materi soal cerita pembagian ini, peserta didik diajarkan arti penting dari keadilan, sikap berbagi secara rata kepada sesama, serta ketelitian dalam menghitung karunia Allah SWT.

  1. Penjabaran Materi Menyelesaikan soal cerita pembagian dapat dilakukan dengan langkah-langkah sistematis berikut:

  • Langkah Penyelesaian Soal Cerita:

    1. Diketahui: Menuliskan informasi angka atau data yang sudah ada di dalam soal.

    2. Ditanyakan: Menuliskan hal yang ingin dicari atau ditanyakan oleh soal.

    3. Penyelesaian: Membuat kalimat matematika pembagian dan menghitung hasilnya menggunakan pengurangan berulang atau perkalian.

  • Contoh Soal Cerita:Siti memiliki 32 buah kelereng. Ia memasukkan kelereng tersebut sama rata ke dalam 4 kantong plastik. Berapa isi kelereng di setiap kantong plastik?Penyelesaian:

    • Kalimat matematika: $32 \div 4 = \dots$

    • Cara hitung ($32$ dikurangi $4$ sampai habis): $32 \div 4 = 8$.

    • Jadi, isi kelereng di setiap kantong plastik adalah 8 buah.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai cara mudah menyelesaikan soal cerita pembagian dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi soal cerita pembagian

  • Kartu cerita bergambar dan benda konkret (sedotan atau kelereng)

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Selesaikan soal cerita berikut dengan teliti!

  2. Pak Budi memanen 45 buah mangga. Mangga tersebut dimasukkan ke dalam 5 keranjang sama rata. Berapa banyak buah mangga di setiap keranjang?

  3. Ibu mempunyai 36 buah kue yang akan dibagikan kepada 6 orang tamu sama rata. Berapa kue yang diterima oleh setiap tamu?

  4. Hasil dari $48 \div 8$ adalah...

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Menyelesaikan soal cerita pembagian sampai 100 dapat dilakukan dengan mudah jika kita teliti membaca informasi yang diketahui, menentukan bentuk pembagian yang tepat, dan menghitungnya secara cermat.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan aktif saat berdiskusi memecahkan soal cerita menggunakan benda konkret di kelompok kecil.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih memerlukan bimbingan dalam menuliskan langkah diketahui dan ditanyakan secara lengkap.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat interaktif, ceria, dan penuh semangat selama kegiatan latihan kelompok.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan penguatan (drill soal cerita) secara berkala agar siswa semakin terbiasa dan lancar menyelesaikan masalah pembagian.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ..22 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... 3peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta latihan tambahan secara persuasif agar peserta didik yang belum tuntas semakin mahir memahami kalimat matematika pada soal cerita pembagian.
Dokumentasi kegiatan hari ini

postingan 1_Seni Rupa, Senin 2 November 2026





🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Senin, 2 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Penerapan Komposisi (Merancang Karya 2 Dimensi)

  6. Pertemuan Ke- : 5 (Kelima)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu merancang dan membuat karya seni rupa dua dimensi dengan menerapkan prinsip komposisi (pusat perhatian dan kesatuan) menggunakan teknik menggambar atau mewarnai yang baik.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat merancang tahapan pembuatan karya seni rupa 2 dimensi secara runtut dengan menerapkan prinsip komposisi yang telah dipelajari sebelumnya.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan merancang dan berkarya seni secara kreatif di kelas (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat menyusun elemen gambar dua dimensi menjadi sebuah karya yang indah, rapi, dan menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai langkah-langkah merancang karya seni rupa 2 dimensi (membuat ide/tema, membuat sketsa awal, menentukan pusat perhatian, hingga mewarnai).

  2. Peserta didik menyiapkan alat dan bahan menggambar (buku gambar, pensil, penghapus, dan alat mewarnai).

  3. Peserta didik mulai membuat rancangan sketsa karya 2 dimensi di buku gambar dengan memperhatikan prinsip komposisi dan kesatuan.

  4. Peserta didik menunjukkan hasil rancangan awal mereka kepada guru untuk mendapatkan masukan sebelum proses pewarnaan.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan memperlihatkan sketsa gambar yang belum diwarnai dan bertanya kepada siswa: "Anak-anak, sebelum kita menghasilkan lukisan atau gambar yang indah dan berwarna, apa langkah pertama yang harus kita buat di atas kertas?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya merancang karya seni 2 dimensi secara terencana dan rapi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:

"...Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Keterkaitan: Melalui kegiatan merancang karya seni rupa ini, peserta didik diajarkan untuk bersikap cermat, tertib, dan tidak tergesa-gesa dalam berkarya, serta menghargai proses kreatif sebagai bentuk mensyukuri anugerah keindahan dari Allah SWT.

  1. Penjabaran Materi Merancang karya seni rupa 2 dimensi (dua dimensi) adalah proses membuat karya seni yang memiliki ukuran panjang dan lebar pada bidang datar (seperti kertas gambar atau kanvas). Langkah-langkah penerapannya meliputi:

  • Menentukan Tema/Ide: Memikirkan apa yang akan digambar (contoh: pemandangan alam, benda di sekitar, atau hewan kesayangan).

  • Membuat Sketsa Awal (Rancangan): Menggambar garis tipis menggunakan pensil untuk menentukan letak objek utama (pusat perhatian) agar posisinya pas dan tidak terlalu padat di satu sisi.

  • Menerapkan Kesatuan: Memastikan semua objek dalam gambar saling mendukung dan terlihat harmonis.

  • Penyelesaian (Finishing): Mempertegas garis dan mewarnai karya dengan rapi.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai langkah-langkah merancang karya seni rupa 2 dimensi dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) langkah merancang karya 2 dimensi

  • Contoh tahapan sketsa gambar (dari garis tipis hingga gambar utuh)

  • Buku gambar, pensil, penghapus, dan alat pewarnai

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa yang dimaksud dengan karya seni rupa dua dimensi?

  3. Mengapa kita perlu membuat sketsa atau rancangan terlebih dahulu sebelum mewarnai?

  4. Sebutkan langkah pertama yang harus dilakukan sebelum mulai menggambar di buku gambar!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Merancang karya seni rupa dua dimensi memerlukan tahapan yang terencana—mulai dari menentukan ide, membuat sketsa awal, hingga memperhatikan prinsip komposisi agar karya akhir terlihat rapi dan indah.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan tertib saat mulai membuat sketsa rancangan gambar di buku gambar masing-masing.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih menghapus terlalu sering karena ragu-ragu dalam meletakkan posisi objek utama pada kertas.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, kreatif, dan fokus selama proses perancangan karya seni berlangsung.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan bimbingan personal kepada siswa yang masih ragu-ragu agar lebih percaya diri menorehkan garis sketsa di awal.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ..22 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ..3 peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan pendampingan tambahan secara persuasif bagi peserta didik yang belum tuntas dalam menyelesaikan rancangan sketsa karya 2 dimensi mereka.
Dokumentasi kegiatan hari ini :

Postingan 3_Matematika, Senin 02 November 2026




Assalamu’alaikum


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 2 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Konsep Operasi Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100 (Benda Konkret, Gambar, dan Simbol)

  6. Pertemuan Ke- : 1 (Pertama)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan konsep operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, representasi gambar, serta bentuk simbol matematika sebagai pengurangan berulang.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat memahami konsep dasar pembagian sebagai pengurangan berulang serta menghitung pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol angka dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan permainan membagikan benda-benda kelompok kecil (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat memahami konsep pembagian secara menyenangkan, aktif, dan penuh rasa percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik mengamati demonstrasi guru dalam membagikan benda-benda konkret (seperti buah atau kelereng) ke dalam beberapa wadah sama rata.

  2. Peserta didik mengenal konsep pembagian melalui gambar dan hubungannya dengan pengurangan berulang sampai habis (nol).

  3. Peserta didik berlatih mengubah konsep pembagian benda dan gambar ke dalam bentuk simbol matematika (angka dan tanda bagi).

  4. Peserta didik mengerjakan latihan terbimbing secara berkelompok menggunakan kartu gambar pembagian.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan membawa 12 buah kelereng dan 3 buah kotak kecil, lalu bertanya: "Anak-anak, jika Ibu mempunyai 12 kelereng dan ingin membagikannya sama rata ke dalam 3 kotak, berapa jumlah kelereng di setiap kotak?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan konsep dasar pembagian bilangan cacah.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An'am ayat 141:

"...Dan berikanlah haknya pada waktu memetik hasilnya..."
Keterkaitan: Melalui materi pembagian ini, peserta didik diajarkan nilai keadilan dalam membagi sesuatu secara rata, bersikap jujur, serta melihat keteraturan hitungan ciptaan Allah SWT.

  1. Penjabaran Materi Pembagian adalah proses membagi suatu jumlah secara merata ke dalam beberapa kelompok atau wadah. Konsep pembagian dapat dipelajari melalui 3 cara:

  • A. Menggunakan Benda Konkret: Mempraktikkan langsung pembagian benda nyata (permen, stik es krim, atau kelereng) ke dalam beberapa piring atau kotak sama rata.

  • B. Menggunakan Gambar: Menghitung jumlah objek pada gambar yang dikelompokkan secara sama rata.

  • C. Menggunakan Simbol (Pengurangan Berulang): Pembagian adalah pengurangan berulang sampai hasilnya nol.

    • Contoh: $12 \div 4 = \dots$

    • Cara hitung: $12 - 4 - 4 - 4 = 0$ (pengurangan angka 4 sebanyak 3 kali).

    • Jadi, $12 \div 4 = 3$.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai konsep pembagian bilangan cacah dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi pembagian

  • Benda konkret (kelereng, sedotan, atau stik es krim)

  • Kartu gambar kelompok benda

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Selesaikan soal berikut dengan teliti!

  2. Hitunglah hasil dari $15 \div 3 = \dots$ (Gunakan cara pengurangan berulang)!

  3. Ibu mempunyai 20 buah permen yang akan dibagikan kepada 4 orang anaknya sama rata. Berapa permen yang didapat oleh setiap anak?

  4. Hasil dari $24 \div 6$ adalah...

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Pembagian bilangan cacah dapat dipahami dengan mudah melalui bantuan benda konkret, gambar, maupun simbol matematika sebagai bentuk pengurangan berulang sampai habis.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan mudah memahami konsep ketika mempraktikkan langsung pembagian menggunakan benda nyata di depan kelas.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu bimbingan dalam menuliskan bentuk simbol pengurangan berulang untuk angka yang lebih besar.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, ceria, dan kooperatif selama kegiatan kelompok.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan tambahan terstruktur bagi siswa yang memerlukan penguatan dalam memahami simbol pembagian.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ..22. peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : .3.. peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal secara persuasif dan latihan ulang menggunakan benda konkret agar peserta didik yang belum tuntas lebih memahami konsep dasar pembagian.
Dokumentasi kegiatan hari ini