RSS

Jumat, 24 Juli 2026 - 3A


Hari : Jumat, 24 Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, sholih sholiha yang hebat.

Selamat datang di hari pertama sekolah. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan ilmu, pengalaman, persahabatan, dan impian yang akan kita raih bersama.

Ibu Guru mengucapkan selamat datang kembali. Semoga kalian hadir dengan hati yang gembira, semangat yang baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan di masa depan. Jangan takut untuk mencoba, jangan malu untuk bertanya, dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kesalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Tidak perlu menjadi yang paling hebat hari ini, tetapi teruslah menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya.

Mari kita awali tahun pelajaran ini dengan senyuman, semangat, disiplin, dan rasa syukur. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita.

Selamat belajar, selamat mengukir prestasi, dan selamat meraih cita-cita. Hari ini adalah awal yang indah untuk masa depan yang gemilang.  

Mapel seni rupa

Materi Seni Rupa Kelas 3 SD

Mengenal Bentuk sebagai Unsur Seni Rupa

Tujuan Pembelajaran


  1. Mengenal bentuk sebagai salah satu unsur seni rupa.

  2. Menjelaskan pengertian bentuk.

  3. Mengidentifikasi berbagai jenis bentuk dalam seni rupa.

  4. Membedakan bentuk kubistik, piramida, kerucut, silindris, bola (bulat), dan bentuk bebas (tak beraturan).

  5. Menggambar berbagai bentuk sederhana dalam karya seni rupa.

Materi Pembelajaran

A. Pengertian Bentuk

Bentuk adalah wujud suatu benda yang mempunyai panjang, lebar, dan tinggi sehingga dapat dilihat dari berbagai sisi. Dalam seni rupa, bentuk membuat gambar atau benda tampak nyata dan memiliki volume.

Contoh:

  • Bola sepak berbentuk bulat.

  • Kaleng susu berbentuk silinder.

  • Dadu berbentuk kubus.

B. Jenis-Jenis Bentuk

1. Bentuk Kubistik

Bentuk kubistik adalah bentuk yang menyerupai kubus atau balok dan memiliki sisi-sisi datar.

Contoh benda:

  • Dadu

  • Kardus

  • Batu bata

  • Lemari

Ciri-ciri:

  • Memiliki sisi datar.

  • Memiliki sudut.

  • Berbentuk kotak.

2. Bentuk Piramida

Bentuk piramida mempunyai alas berbentuk persegi dan sisi-sisi yang bertemu pada satu titik di atas.

Contoh benda:

  • Piramida Mesir

  • Atap rumah tertentu

Ciri-ciri:

  • Alas berbentuk persegi.

  • Memiliki titik puncak.

3. Bentuk Kerucut

Bentuk kerucut memiliki alas berbentuk lingkaran dan ujung yang runcing.

Contoh benda:

  • Topi ulang tahun

  • Cone es krim

  • Kerucut lalu lintas

Ciri-ciri:

  • Alas berbentuk lingkaran.

  • Memiliki satu titik puncak.

4. Bentuk Silindris

Bentuk silindris adalah bentuk yang menyerupai tabung.

Contoh benda:

  • Kaleng minuman

  • Gelas

  • Pipa

  • Drum

Ciri-ciri:

  • Memiliki dua lingkaran pada bagian atas dan bawah.

  • Sisi tegaknya melengkung.

5. Bentuk Bola atau Bulat

Bentuk bola adalah bentuk yang seluruh permukaannya melengkung.

Contoh benda:

  • Bola sepak

  • Kelereng

  • Jeruk

  • Semangka

Ciri-ciri:

  • Tidak memiliki sudut.

  • Dapat menggelinding.

6. Bentuk Bebas atau Tak Beraturan

Bentuk bebas adalah bentuk yang tidak mengikuti bentuk geometri tertentu.

Contoh benda:

  • Awan

  • Batu alam

  • Daun

  • Gunung

Ciri-ciri:

  • Tidak beraturan.

  • Bentuknya berbeda-beda.

Contoh Pengelompokan Benda

Jenis BentukContoh Benda
KubistikDadu, kardus, balok
PiramidaPiramida Mesir, atap
KerucutTopi ulang tahun, cone es krim
SilindrisKaleng, gelas, pipa
Bola/BulatBola, jeruk, kelereng
BebasAwan, batu, daun

Media Pembelajaran

  • Gambar berbagai bentuk bangun ruang.

  • Benda nyata di sekitar kelas (bola, kaleng, kardus, topi ulang tahun, batu, daun).

  • Video pendek tentang bentuk benda.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • Pensil warna, krayon, dan kertas gambar.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif untuk mengenalkan konsep bentuk.

  • Tanya jawab mengenai bentuk benda di sekitar.

  • Demonstrasi menggunakan benda nyata.

  • Diskusi kelompok untuk mengelompokkan benda berdasarkan bentuknya.

  • Praktik menggambar berbagai bentuk sederhana.

  • Presentasi hasil karya di depan kelas.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pendahuluan (10 menit)

  • Guru memberi salam dan berdoa.

  • Guru menunjukkan beberapa benda (bola, kaleng, kardus).

  • Guru mengajukan pertanyaan:

    • Apa bentuk benda ini?

    • Apakah semua benda memiliki bentuk yang sama?

Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Guru menjelaskan pengertian bentuk.

  2. Guru mengenalkan jenis-jenis bentuk menggunakan gambar dan benda nyata.

  3. Siswa mengamati dan menyebutkan nama bentuk setiap benda.

  4. Siswa mengelompokkan benda sesuai bentuknya.

  5. Siswa menggambar minimal tiga bentuk berbeda, lalu memberi warna.

Penutup (10 menit)

  • Guru bersama siswa menyimpulkan materi.

  • Guru memberikan umpan balik.

  • Siswa mengerjakan latihan sederhana.

Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

  1. Bola sepak memiliki bentuk ....
    a. Kubus
    b. Bola
    c. Balok
    d. Piramida

  2. Kaleng susu memiliki bentuk ....
    a. Kerucut
    b. Silindris
    c. Kubus
    d. Bola

  3. Topi ulang tahun berbentuk ....
    a. Kerucut
    b. Balok
    c. Bola
    d. Kubus

  4. Kardus berbentuk ....
    a. Bola
    b. Kubistik
    c. Kerucut
    d. Bebas

  5. Awan termasuk bentuk ....
    a. Kubistik
    b. Bola
    c. Bebas
    d. Silindris

Jawaban: 1. b, 2. b, 3. a, 4. b, 5. c

Penugasan

Amatilah lima benda yang ada di rumahmu. Tuliskan nama bendanya, bentuknya, kemudian gambarlah pada buku gambar.

NoNama BendaBentuk
1
2
3
4
5

Kesimpulan: Bentuk merupakan salah satu unsur penting dalam seni rupa. Dengan mengenal berbagai bentuk seperti kubistik, piramida, kerucut, silindris, bola, dan bentuk bebas, peserta didik dapat lebih mudah mengamati lingkungan sekitar serta membuat karya seni yang lebih baik.


Materi IPAS Kelas 3 SD

Panca Indera: Telinga

Image

Image

Image

Image

Image

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian panca indera dan fungsi telinga.

  2. Mengidentifikasi bagian-bagian telinga beserta fungsinya.

  3. Menjelaskan proses mendengar secara sederhana.

  4. Menyebutkan berbagai manfaat telinga dalam kehidupan sehari-hari.

  5. Menjelaskan cara menjaga kesehatan telinga.

  6. Menunjukkan sikap peduli terhadap kesehatan indera pendengaran.

Materi Pembelajaran

A. Apa Itu Panca Indera?

Panca indera adalah lima alat tubuh yang digunakan untuk mengenali keadaan di sekitar kita.

Kelima panca indera yaitu:

  • Mata untuk melihat.

  • Telinga untuk mendengar.

  • Hidung untuk mencium bau.

  • Lidah untuk mengecap rasa.

  • Kulit untuk meraba.

B. Pengertian Telinga

Telinga adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai indera pendengaran. Dengan telinga kita dapat mendengar berbagai macam bunyi, seperti suara manusia, musik, suara hewan, dan bunyi kendaraan.

Selain untuk mendengar, telinga juga membantu menjaga keseimbangan tubuh sehingga kita dapat berdiri, berjalan, dan berlari tanpa mudah terjatuh.


C. Bagian-Bagian Telinga

1. Telinga Luar

Telinga luar terdiri atas daun telinga dan lubang telinga.

Fungsinya:

  • Menangkap bunyi dari lingkungan.

  • Mengarahkan bunyi masuk ke dalam telinga.

Contoh:
Saat guru berbicara, daun telinga menangkap suara guru.

2. Telinga Tengah

Bagian ini terdiri atas:

  • Gendang telinga

  • Tulang-tulang pendengaran kecil (martil, landasan, sanggurdi)

Fungsinya:

  • Gendang telinga bergetar saat terkena bunyi.

  • Tulang pendengaran meneruskan getaran menuju telinga dalam.


3. Telinga Dalam

Telinga dalam terdiri atas rumah siput (koklea) dan alat keseimbangan.

Fungsinya:

  • Mengubah getaran menjadi sinyal saraf.

  • Mengirimkan sinyal ke otak.

  • Membantu menjaga keseimbangan tubuh.


D. Bagaimana Kita Dapat Mendengar?

Proses mendengar terjadi melalui beberapa tahap berikut.

  1. Bunyi berasal dari suatu benda.

  2. Daun telinga menangkap bunyi.

  3. Bunyi masuk melalui lubang telinga.

  4. Gendang telinga bergetar.

  5. Getaran diteruskan oleh tulang pendengaran.

  6. Rumah siput mengubah getaran menjadi sinyal saraf.

  7. Otak menerima sinyal sehingga kita dapat mengenali bunyi.


E. Fungsi Telinga

Telinga memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:

  • Mendengar suara orang berbicara.

  • Mendengar musik.

  • Mendengar suara hewan.

  • Mendengar tanda bahaya, seperti klakson atau sirene.

  • Membantu menjaga keseimbangan tubuh.

F. Cara Menjaga Kesehatan Telinga

Agar telinga tetap sehat, kita harus:

  • Membersihkan telinga dengan hati-hati.

  • Tidak memasukkan benda tajam ke dalam telinga.

  • Menghindari suara yang terlalu keras.

  • Menggunakan pelindung telinga saat berada di tempat yang sangat bising.

  • Segera memberi tahu orang tua atau guru jika telinga terasa sakit atau keluar cairan.

  • Memeriksakan telinga ke dokter jika mengalami gangguan pendengaran.

G. Kebiasaan yang Harus Dihindari

  • Mengorek telinga menggunakan benda tajam.

  • Mendengarkan musik dengan volume sangat keras.

  • Bermain sambil memasukkan benda kecil ke dalam telinga.

  • Menepuk telinga dengan keras.

H. Contoh Pemanfaatan Telinga dalam Kehidupan Sehari-hari

KegiatanManfaat Telinga
Mendengarkan guruMemahami pelajaran
Mendengar azan atau bel sekolahMengetahui waktu
Mendengar klakson kendaraanMenjaga keselamatan
Mendengarkan musikHiburan
Mendengar suara orang tuaMengetahui informasi

Media Pembelajaran

  • Gambar atau poster bagian-bagian telinga.

  • Model atau replika telinga.

  • Video edukasi tentang cara kerja telinga.

  • Speaker untuk memperdengarkan berbagai macam bunyi.

  • Kartu bergambar sumber bunyi.

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).


Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif, untuk mengenalkan fungsi dan bagian telinga.

  • Tanya jawab, agar siswa aktif mengemukakan pendapat.

  • Demonstrasi, dengan menunjukkan model telinga atau memperdengarkan berbagai bunyi.

  • Diskusi kelompok, mengidentifikasi manfaat telinga dan cara merawatnya.

  • Observasi, mengamati berbagai sumber bunyi di sekitar sekolah.

  • Penugasan, membuat daftar kegiatan yang menggunakan indera pendengaran.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pendahuluan (10 menit)

  • Guru memberi salam dan mengajak berdoa.

  • Guru memperdengarkan beberapa bunyi (tepuk tangan, bel, suara burung).

  • Guru bertanya:

    • Bunyi apa yang kalian dengar?

    • Indera apa yang kita gunakan untuk mendengar?

Kegiatan Inti (50 menit)

  1. Guru menjelaskan pengertian telinga dan fungsinya.

  2. Guru menunjukkan gambar bagian-bagian telinga.

  3. Siswa mengamati dan menyebutkan fungsi setiap bagian.

  4. Guru menjelaskan proses mendengar secara sederhana.

  5. Siswa berdiskusi tentang cara menjaga kesehatan telinga.

  6. Siswa mengerjakan LKPD.

Penutup (10 menit)

  • Guru bersama siswa menyimpulkan materi.

  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menjaga kesehatan telinga.

  • Siswa menyampaikan hal baru yang dipelajari.

Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

  1. Telinga merupakan indera untuk ....
    a. Melihat
    b. Meraba
    c. Mendengar
    d. Mencium

  2. Bagian telinga yang menangkap bunyi adalah ....
    a. Mata
    b. Daun telinga
    c. Lidah
    d. Kulit

  3. Rumah siput pada telinga berfungsi untuk ....
    a. Menangkap cahaya
    b. Mengubah getaran menjadi sinyal saraf
    c. Mengunyah makanan
    d. Menghasilkan suara

  4. Salah satu cara menjaga kesehatan telinga adalah ....
    a. Mengorek telinga dengan pensil
    b. Mendengarkan musik dengan suara keras
    c. Membersihkan telinga dengan hati-hati
    d. Memasukkan benda kecil ke telinga

  5. Selain untuk mendengar, telinga juga berfungsi menjaga ....
    a. Penglihatan
    b. Pernapasan
    c. Keseimbangan tubuh
    d. Pencernaan

Kunci Jawaban: 1. c, 2. b, 3. b, 4. c, 5. c

B. Isian Singkat

  1. Telinga adalah alat indera untuk __________.

  2. Daun telinga berfungsi untuk __________ bunyi.

  3. Rumah siput disebut juga __________.

  4. Jangan memasukkan benda __________ ke dalam telinga.

  5. Kita harus menjaga telinga agar tetap __________.

Kunci Jawaban:

  1. mendengar

  2. menangkap

  3. koklea

  4. tajam

  5. sehat

Kesimpulan

Telinga adalah salah satu panca indera yang berfungsi untuk mendengar berbagai bunyi dan membantu menjaga keseimbangan tubuh. Telinga terdiri atas telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam yang bekerja bersama untuk mengirimkan bunyi ke otak. Agar telinga tetap sehat, kita harus merawatnya dengan baik dan menghindari kebiasaan yang dapat merusaknya.




Mapel Ipas 

Materi IPAS Kelas 3

Panca Indera: Telinga

Image

Image

Image

Image

Image

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan pengertian panca indera dan fungsi telinga.

  2. Mengidentifikasi bagian-bagian telinga beserta fungsinya.

  3. Menjelaskan proses mendengar secara sederhana.

  4. Menjelaskan cara menjaga kesehatan telinga.

Materi Pembelajaran

A. Apa Itu Panca Indera?

Panca indera adalah lima alat tubuh yang digunakan untuk mengenali keadaan di sekitar kita.

Kelima panca indera yaitu:

  • Mata untuk melihat.

  • Telinga untuk mendengar.

  • Hidung untuk mencium bau.

  • Lidah untuk mengecap rasa.

  • Kulit untuk meraba.

B. Pengertian Telinga

Telinga adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai indera pendengaran. Dengan telinga kita dapat mendengar berbagai macam bunyi, seperti suara manusia, musik, suara hewan, dan bunyi kendaraan.

Selain untuk mendengar, telinga juga membantu menjaga keseimbangan tubuh sehingga kita dapat berdiri, berjalan, dan berlari tanpa mudah terjatuh.

C. Bagian-Bagian Telinga

1. Telinga Luar

Telinga luar terdiri atas daun telinga dan lubang telinga.

Fungsinya:

  • Menangkap bunyi dari lingkungan.

  • Mengarahkan bunyi masuk ke dalam telinga.

Contoh:
Saat guru berbicara, daun telinga menangkap suara guru.

2. Telinga Tengah

Bagian ini terdiri atas:

  • Gendang telinga

  • Tulang-tulang pendengaran kecil (martil, landasan, sanggurdi)

Fungsinya:

  • Gendang telinga bergetar saat terkena bunyi.

  • Tulang pendengaran meneruskan getaran menuju telinga dalam.

3. Telinga Dalam

Telinga dalam terdiri atas rumah siput (koklea) dan alat keseimbangan.

Fungsinya:

  • Mengubah getaran menjadi sinyal saraf.

  • Mengirimkan sinyal ke otak.

  • Membantu menjaga keseimbangan tubuh.

D. Bagaimana Kita Dapat Mendengar?

Proses mendengar terjadi melalui beberapa tahap berikut.

  1. Bunyi berasal dari suatu benda.

  2. Daun telinga menangkap bunyi.

  3. Bunyi masuk melalui lubang telinga.

  4. Gendang telinga bergetar.

  5. Getaran diteruskan oleh tulang pendengaran.

  6. Rumah siput mengubah getaran menjadi sinyal saraf.

  7. Otak menerima sinyal sehingga kita dapat mengenali bunyi.

E. Fungsi Telinga

Telinga memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:

  • Mendengar suara orang berbicara.

  • Mendengar musik.

  • Mendengar suara hewan.

  • Mendengar tanda bahaya, seperti klakson atau sirene.

  • Membantu menjaga keseimbangan tubuh.

F. Cara Menjaga Kesehatan Telinga

Agar telinga tetap sehat, kita harus:

  • Membersihkan telinga dengan hati-hati.

  • Tidak memasukkan benda tajam ke dalam telinga.

  • Menghindari suara yang terlalu keras.

  • Menggunakan pelindung telinga saat berada di tempat yang sangat bising.

  • Segera memberi tahu orang tua atau guru jika telinga terasa sakit atau keluar cairan.

  • Memeriksakan telinga ke dokter jika mengalami gangguan pendengaran.

G. Kebiasaan yang Harus Dihindari

  • Mengorek telinga menggunakan benda tajam.

  • Mendengarkan musik dengan volume sangat keras.

  • Bermain sambil memasukkan benda kecil ke dalam telinga.

  • Menepuk telinga dengan keras.

H. Contoh Pemanfaatan Telinga dalam Kehidupan Sehari-hari

KegiatanManfaat Telinga
Mendengarkan guruMemahami pelajaran
Mendengar azan atau bel sekolahMengetahui waktu
Mendengar klakson kendaraanMenjaga keselamatan
Mendengarkan musikHiburan
Mendengar suara orang tuaMengetahui informasi

Media Pembelajaran

  • Gambar atau poster bagian-bagian telinga.

  • Model atau replika telinga.

  • Video edukasi tentang cara kerja telinga.

  • Speaker untuk memperdengarkan berbagai macam bunyi.

  • Kartu bergambar sumber bunyi.

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif, untuk mengenalkan fungsi dan bagian telinga.

  • Tanya jawab, agar siswa aktif mengemukakan pendapat.

  • Demonstrasi, dengan menunjukkan model telinga atau memperdengarkan berbagai bunyi.

  • Diskusi kelompok, mengidentifikasi manfaat telinga dan cara merawatnya.

  • Observasi, mengamati berbagai sumber bunyi di sekitar sekolah.

  • Penugasan, membuat daftar kegiatan yang menggunakan indera pendengaran.

  1. Siswa mengamati dan menyebutkan fungsi setiap bagian

Penutup 

  • Guru bersama siswa menyimpulkan materi.

  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menjaga kesehatan telinga.

  • Siswa menyampaikan hal baru yang dipelajari.

Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

  1. Telinga merupakan indera untuk ....
    a. Melihat
    b. Meraba
    c. Mendengar
    d. Mencium

  2. Bagian telinga yang menangkap bunyi adalah ....
    a. Mata
    b. Daun telinga
    c. Lidah
    d. Kulit

  3. Rumah siput pada telinga berfungsi untuk ....
    a. Menangkap cahaya
    b. Mengubah getaran menjadi sinyal saraf
    c. Mengunyah makanan
    d. Menghasilkan suara

  4. Salah satu cara menjaga kesehatan telinga adalah ....
    a. Mengorek telinga dengan pensil
    b. Mendengarkan musik dengan suara keras
    c. Membersihkan telinga dengan hati-hati
    d. Memasukkan benda kecil ke telinga

  5. Selain untuk mendengar, telinga juga berfungsi menjaga ....
    a. Penglihatan
    b. Pernapasan
    c. Keseimbangan tubuh
    d. Pencernaan

Kunci Jawaban: 1. c, 2. b, 3. b, 4. c, 5. c

B. Isian Singkat

  1. Telinga adalah alat indera untuk __________.

  2. Daun telinga berfungsi untuk __________ bunyi.

  3. Rumah siput disebut juga __________.

  4. Jangan memasukkan benda __________ ke dalam telinga.

  5. Kita harus menjaga telinga agar tetap __________.

Kunci Jawaban:

  1. mendengar

  2. menangkap

  3. koklea

  4. tajam

  5. sehat


Kesimpulan

Telinga adalah salah satu panca indera yang berfungsi untuk mendengar berbagai bunyi dan membantu menjaga keseimbangan tubuh. Telinga terdiri atas telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam yang bekerja bersama untuk mengirimkan bunyi ke otak. Agar telinga tetap sehat, kita harus merawatnya dengan baik dan menghindari kebiasaan yang dapat merusaknya.



Kamis, 23 Juli 2026-3A


Hari : Kamis, 23 Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, sholih sholiha yang hebat.

Selamat datang di hari pertama sekolah. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan ilmu, pengalaman, persahabatan, dan impian yang akan kita raih bersama.

Ibu Guru mengucapkan selamat datang kembali. Semoga kalian hadir dengan hati yang gembira, semangat yang baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan di masa depan. Jangan takut untuk mencoba, jangan malu untuk bertanya, dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kesalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Tidak perlu menjadi yang paling hebat hari ini, tetapi teruslah menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya.

Mari kita awali tahun pelajaran ini dengan senyuman, semangat, disiplin, dan rasa syukur. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita.

Selamat belajar, selamat mengukir prestasi, dan selamat meraih cita-cita. Hari ini adalah awal yang indah untuk masa depan yang gemilang.

Materi IPAS Kelas 3 

Panca Indera Manusia: Mata (Indera Penglihatan)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal panca indera manusia.

  2. Menjelaskan fungsi mata sebagai indera penglihatan.

  3. Mengidentifikasi bagian-bagian mata beserta fungsinya secara sederhana

Media Pembelajaran

  • Gambar atau poster panca indera manusia.

  • Gambar bagian-bagian mata.

  • Cermin kecil untuk mengamati mata sendiri.

  • Video pendek tentang cara kerja mata.

  • Senter kecil (untuk mengamati perubahan ukuran pupil dengan pendampingan guru).

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

Materi Pembelajaran

A. Mengenal Panca Indera Manusia

Manusia memiliki lima panca indera, yaitu:

Panca InderaFungsi
MataMelihat benda di sekitar
TelingaMendengar suara
HidungMencium bau
LidahMengecap rasa
KulitMerasakan sentuhan, panas, dingin, dan sakit

Kelima panca indera bekerja sama membantu manusia mengenal lingkungan sekitar.

B. Mata sebagai Indera Penglihatan

Mata adalah alat indera yang digunakan untuk melihat.

Dengan mata kita dapat melihat:

  • Warna

  • Bentuk

  • Ukuran

  • Jarak

  • Gerakan benda

Contoh:

  • Melihat pelangi yang berwarna-warni.

  • Membaca buku.

  • Mengenali wajah teman.

  • Menonton televisi.

  • Melihat kendaraan saat menyeberang jalan.

C. Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya

1. Alis

  • Terletak di atas mata.

  • Berfungsi menahan keringat agar tidak masuk ke mata.

2. Kelopak Mata

  • Menutup dan membuka mata.

  • Melindungi mata dari debu dan cahaya yang terlalu terang.

3. Bulu Mata

  • Menyaring debu dan kotoran.

  • Melindungi mata dari benda kecil yang masuk.

4. Kornea

  • Bagian bening di depan mata.

  • Tempat pertama cahaya masuk ke mata.

5. Pupil

  • Lingkaran hitam di tengah mata.

  • Mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

6. Iris

  • Bagian mata yang berwarna hitam, cokelat, atau biru.

  • Mengatur besar kecilnya pupil.

7. Lensa Mata

  • Memfokuskan cahaya agar bayangan terlihat jelas.

8. Retina

  • Lapisan paling belakang mata.

  • Menangkap cahaya dan mengirimkan informasi ke otak.

9. Saraf Mata

  • Mengirimkan pesan dari mata ke otak sehingga kita dapat melihat.

D. Bagaimana Mata Bekerja?

  1. Cahaya mengenai benda.

  2. Cahaya masuk melalui kornea.

  3. Cahaya melewati pupil.

  4. Lensa memfokuskan cahaya.

  5. Retina menangkap cahaya.

  6. Saraf mata mengirimkan pesan ke otak.

  7. Otak mengolah pesan sehingga kita dapat melihat benda tersebut.

E. Cara Menjaga Kesehatan Mata

Agar mata tetap sehat, kita harus:

✅ Membaca di tempat yang terang.

✅ Menjaga jarak membaca sekitar 30 cm.

✅ Mengurangi bermain gawai terlalu lama.

✅ Mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin A, seperti:

  • Wortel

  • Bayam

  • Pepaya

  • Mangga

  • Hati ayam

  • Telur

✅ Tidak mengucek mata dengan tangan yang kotor.

✅ Istirahatkan mata setelah belajar atau menonton.

F. Kebiasaan yang Dapat Merusak Mata

  • Membaca sambil tiduran.

  • Bermain gawai terlalu lama.

  • Menonton televisi terlalu dekat.

  • Mengucek mata dengan tangan kotor.

  • Membaca di tempat yang gelap.


Penutup

  • Menyimpulkan materi bersama.

  • Refleksi tentang pentingnya menjaga kesehatan mata.

  • Berdoa.

Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

  1. Mata merupakan indera untuk ....
    a. mendengar
    b. mencium
    c. melihat
    d. mengecap

  2. Bagian mata yang berfungsi menyaring debu adalah ....
    a. bulu mata
    b. hidung
    c. telinga
    d. pipi

  3. Agar mata tetap sehat kita harus ....
    a. membaca di tempat gelap
    b. mengucek mata dengan tangan kotor
    c. makan makanan bergizi
    d. menonton televisi sangat dekat

  4. Vitamin yang baik untuk kesehatan mata adalah ....
    a. Vitamin A
    b. Vitamin C
    c. Vitamin D
    d. Vitamin K

  5. Alat yang digunakan untuk melihat adalah ....
    a. hidung
    b. telinga
    c. mata
    d. lidah

B. Isian Singkat

  1. Mata disebut indera __________________.

  2. Kita melihat menggunakan __________________.

  3. Wortel mengandung vitamin __________________.

  4. Bulu mata berfungsi menyaring __________________.

  5. Jangan membaca di tempat yang __________________.

C. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. c

  2. a

  3. c

  4. a

  5. c

Isian

  1. penglihatan

  2. mata

  3. A

  4. debu

  5. gelap

Kesimpulan

Mata merupakan salah satu panca indera yang berfungsi untuk melihat. Mata memiliki beberapa bagian yang bekerja sama sehingga kita dapat melihat bentuk, warna, dan gerakan benda. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan mata dengan membaca di tempat yang terang, mengonsumsi makanan bergizi, mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan, serta menjaga kebersihan mata.


Materi Pendidikan Pancasila Kelas III

Materi: Mengenal Makna Sila-Sila Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:
Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Media Pembelajaran

  • Gambar lambang Garuda Pancasila.

  • Gambar simbol setiap sila Pancasila.

  • Kartu bergambar contoh penerapan sila Pancasila

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • PowerPoint atau poster Pancasila.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi kelompok.Materi Pembelajaran

A. Pengertian Pancasila

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman dalam bersikap, bertindak, dan hidup bermasyarakat. Pancasila terdiri atas lima sila yang memiliki makna dan nilai luhur.

3. Sila Ketiga

Persatuan Indonesia

Makna:

  • Mencintai tanah air.

  • Menjaga persatuan dan kesatuan.

  • Menghargai keberagaman.

Contoh penerapan:

  • Bermain bersama tanpa membeda-bedakan teman.

  • Mengikuti upacara bendera dengan tertib.

  • Menjaga kerukunan di lingkungan sekitar.

4. Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna:

  • Menyelesaikan masalah dengan musyawarah.

  • Menghargai pendapat orang lain.

  • Tidak memaksakan kehendak.

Contoh penerapan:

  • Bermusyawarah memilih ketua kelas.

  • Mendengarkan pendapat teman saat diskusi.

  • Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

5. Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna:

  • Bersikap adil.

  • Berbagi dengan sesama.

  • Menghormati hak dan kewajiban.

Contoh penerapan:

  • Bergantian menggunakan fasilitas sekolah.

  • Membagi tugas piket secara adil.

  • Tidak pilih kasih dalam berteman.

Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Di Rumah

  • Berdoa sebelum makan.

  • Membantu orang tua.

  • Menghormati anggota keluarga.

  • Berbagi dengan saudara.

Di Sekolah

  • Menghormati guru dan teman.

  • Melaksanakan piket kelas.

  • Bermusyawarah saat bekerja kelompok.

  • Tidak membeda-bedakan teman.

Di Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.

  • Menjaga kebersihan lingkungan.

  • Menghormati tetangga yang berbeda agama.

  • Menolong orang yang membutuhkan.

Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

1. Bunyi sila pertama Pancasila adalah ....
a. Persatuan Indonesia
b. Ketuhanan Yang Maha Esa
c. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
d. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

2. Contoh pengamalan sila kedua adalah ....
a. Berdoa sebelum belajar
b. Menolong teman yang jatuh
c. Mengikuti upacara bendera
d. Bermusyawarah memilih ketua kelas

3. Bermusyawarah merupakan pengamalan sila ke ....
a. Satu
b. Dua
c. Tiga
d. Empat

4. Mengikuti kerja bakti di lingkungan merupakan contoh pengamalan sila ....
a. Ketiga
b. Kedua
c. Pertama
d. Kelima

5. Bersikap adil kepada semua teman merupakan pengamalan sila ....
a. Pertama
b. Kedua
c. Keempat
d. Kelima


Refleksi dan dokumentasi kegiatan hari ini



Rabu, 22 Juli 2026

Hari : Rabu, 22Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, sholih sholiha yang hebat.

Selamat datang di hari pertama sekolah. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan ilmu, pengalaman, persahabatan, dan impian yang akan kita raih bersama.

Ibu Guru mengucapkan selamat datang kembali. Semoga kalian hadir dengan hati yang gembira, semangat yang baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan di masa depan. Jangan takut untuk mencoba, jangan malu untuk bertanya, dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kesalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Tidak perlu menjadi yang paling hebat hari ini, tetapi teruslah menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya.

Mari kita awali tahun pelajaran ini dengan senyuman, semangat, disiplin, dan rasa syukur. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita.

Selamat belajar, selamat mengukir prestasi, dan selamat meraih cita-cita. Hari ini adalah awal yang indah untuk masa depan yang gemilang.

Materi Matematika Kelas 3 SD

Menentukan Nilai Tempat Bilangan 1–1.000

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  • Menentukan nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan pada bilangan 1–1.000.

  • Menuliskan bilangan dalam bentuk uraian (bentuk panjang).

Untuk membantu memahami konsep nilai tempat, perhatikan visualisasi berikut.

Untuk materi "Menentukan Nilai Tempat Bilangan 1–1.000" kelas 3 SD, berikut media dan metode pembelajaran yang dapat digunakan.

Media Pembelajaran

  • Kartu angka (0–9).

  • Blok nilai tempat (base ten blocks) atau sedotan/lidi yang diikat menjadi puluhan dan ratusan.

  • Tabel nilai tempat (Ratusan–Puluhan–Satuan).

  • Papan tulis atau LCD/proyektor.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • Buku Matematika Kelas 3 SD.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif, untuk menjelaskan konsep nilai tempat.

  • Demonstrasi, dengan menggunakan blok nilai tempat atau kartu angka agar peserta didik memahami perbedaan ratusan, puluhan, dan satuan.

  • Tanya jawab, untuk mengecek pemahaman peserta didik selama pembelajaran.

Pengertian Nilai Tempat

Nilai tempat adalah nilai suatu angka berdasarkan letaknya dalam suatu bilangan.

Perhatikan tabel berikut.

Tempat NilaiNilainya
Ratusan100
Puluhan10
Satuan1

Contoh 1

Bilangan 815

  • Angka 8 berada pada tempat ratusan = 800

  • Angka 1 berada pada tempat puluhan = 10

  • Angka 5 berada pada tempat satuan = 5

Jadi:

815 = 800 + 10 + 5

atau dapat dibaca:

815 = 8 ratusan + 1 puluhan + 5 satuan.

Contoh 2

Bilangan 462

  • 4 ratusan = 400

  • 6 puluhan = 60

  • 2 satuan = 2

Maka:

462 = 400 + 60 + 2

Contoh 3

Bilangan 790

  • 7 ratusan = 700

  • 9 puluhan = 90

  • 0 satuan = 0

Maka:

790 = 700 + 90 + 0

Contoh 4

Bilangan 305

  • 3 ratusan = 300

  • 0 puluhan = 0

  • 5 satuan = 5

Maka:

305 = 300 + 0 + 5

Latihan

Uraikan bilangan berikut!

  1. 234 = .... + .... + ....

  2. 581 = .... + .... + ....

  3. 906 = .... + .... + ....

  4. 175 = .... + .... + ....

  5. 999 = .... + .... + ....


Kunci Jawaban

  1. 234 = 200 + 30 + 4

  2. 581 = 500 + 80 + 1

  3. 906 = 900 + 0 + 6

  4. 175 = 100 + 70 + 5

  5. 999 = 900 + 90 + 9

Kesimpulan

  • Angka paling kanan menunjukkan satuan.

  • Angka di tengah menunjukkan puluhan.

  • Angka paling kiri menunjukkan ratusan.

  • Sebuah bilangan dapat diuraikan menjadi ratusan + puluhan + satuan.

Contoh:

  • 815 = 800 + 10 + 5

  • 462 = 400 + 60 + 2

  • 305 = 300 + 0 + 5


Mapel B. Indonesia

Tema: Menemukan Manfaat Permainan dan Mengenal Tanda Baca dalam Cerita

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Membaca teks pendek tentang permainan tradisional dengan lancar.

  2. Menemukan manfaat permainan bagi tubuh, pikiran, dan sikap sosial.

  3. Mengidentifikasi tanda baca titik (.), koma (,), tanda tanya (?), dan tanda seru (!) dalam cerita.

  4. Menjelaskan kegunaan masing-masing tanda baca

B. Media Pembelajaran

Media utama

  • Teks cerita pendek “Bermain Engklek di Halaman Rumah”.

  • Kartu tanda baca (., ,, ?, !).

  • Gambar permainan tradisional: engklek, lompat tali, dan petak umpet.

  • Papan tulis dan spidol.                Metode Pembelajaran

Pembelajaran menggunakan kombinasi beberapa metode agar siswa aktif.

  1. Ceramah interaktif – guru menjelaskan manfaat permainan dan fungsi tanda baca

  2. Tanya jawab – menggali pemahaman siswa tentang isi cerita dan tanda baca.

  3. Demonstrasi – guru menunjukkan kartu tanda baca dan cara penggunaannya.

  4. Diskusi kelompok kecil – siswa mencari manfaat permainan dan menandai tanda baca dalam teks

a. Membaca Teks

Guru membagikan teks berikut dan membacanya bersama siswa.

Bermain Engklek di Halaman Rumah

Sore itu, Siti, Rani, dan Budi bermain engklek di halaman rumah. Mereka melompat dengan hati-hati dan bergantian. “Ayo, siapa yang paling cepat?” tanya Budi. Siti tertawa dan menjawab, “Aku siap!” Mereka bermain dengan gembira sampai matahari terbenam.

b. Menemukan Manfaat Permainan

Siswa mendiskusikan manfaat yang terdapat dalam teks.

Manfaat permainan engklek

  • Menguatkan otot kaki.

  • Melatih keseimbangan tubuh.

  • Melatih konsentrasi.

  • Mengajarkan giliran dan kerja sama.

  • Menumbuhkan rasa gembira dan kebersamaan.

Guru menuliskan hasil diskusi di papan tulis.

c. Mengenal Tanda Baca dalam Cerita

Tanda bacaNamaKegunaanContoh
.TitikMengakhiri kalimat berita/pernyataanMereka bermain di halaman rumah.
,KomaMemisahkan unsur dalam perincian atau memberi jeda singkatSiti, Rani, dan Budi bermain engklek.
?Tanda tanyaMengakhiri kalimat tanyaSiapa yang paling cepat?
!Tanda seruMenyatakan seruan, ajakan, atau perasaan kuatAku siap!

Penjelasan sederhana untuk siswa

  • Titik (.) → kalimat selesai.

  • Koma (,) → berhenti sebentar.

  • Tanda tanya (?) → bertanya.

  • Tanda seru (!) → seruan atau semangat.

d. Demonstrasi

Guru mengangkat kartu tanda baca. Siswa menyebutkan nama dan kegunaannya. Guru lalu membacakan kalimat tanpa tanda baca, dan siswa memilih kartu yang tepat.

Contoh:

  • “Mereka bermain bersama” → .

  • “Siapa yang menang” → ?

  • “Ayo bermain” → !

  • “Siti Rani dan Budi” → ,

 Kegiatan Penutup 

  • Guru dan siswa menyimpulkan manfaat permainan dan fungsi tanda baca.

  • Refleksi singkat: “Tanda baca apa yang digunakan untuk bertanya?”

  • Guru memberi tugas rumah.

E. Latihan Soal

1. Menemukan Manfaat Permainan

Bacalah kembali teks, lalu jawablah.

  1. Sebutkan dua manfaat bermain engklek bagi tubuh!

  2. Sebutkan satu manfaat bermain engklek bagi sikap sosial!

2. Menentukan Tanda Baca yang Tepat

Tulislah tanda baca yang benar.

  1. Mereka bermain di halaman rumah ___

  2. Siapa yang paling cepat ___

  3. Ayo kita bermain bersama ___

  4. Siti, Rani ___ dan Budi bermain engklek.

3. Menulis Kalimat

Tulislah 3 kalimat tentang permainan favoritmu dengan menggunakan:

  • satu kalimat bertanda titik (.),

  • satu kalimat bertanda tanya (?),

  • satu kalimat bertanda seru (!).

F. Kunci Jawaban

Latihan 1

  1. Menguatkan otot kaki dan melatih keseimbangan tubuh.

  2. Mengajarkan kerja sama atau bergiliran.

Latihan 2

  1. .

  2. ?

  3. !

  4. ,

G. Penilaian

Penilaian Sikap

  • Aktif bertanya dan menjawab.

  • Bekerja sama dalam kelompok.

Penilaian Pengetahuan

  • Menjawab soal manfaat permainan.

  • Menentukan tanda baca yang tepat.

Penilaian Keterampilan

  • Membaca teks dengan lafal dan intonasi yang tepat.

  • Menulis kalimat menggunakan tanda baca yang benar.

Ringkasan untuk Siswa

  • Permainan bermanfaat untuk tubuh (kuat dan seimbang), pikiran (konsentrasi), dan sikap sosial (kerja sama dan bergiliran).

  • Tanda baca membantu pembaca memahami maksud kalimat:

    • . = kalimat selesai.

    • , = jeda singkat/perincian.

    • ? = pertanyaan.

    • ! = seruan atau semanga


Pendidikan Anti korupsi 

 JUJUR ITU HEBAT! 🌟

Pendidikan Anti Korupsi - Kelas 3 SD1. Apa Itu Jujur?
Jujur adalah berkata apa adanya dan bertindak benar.
Anak yang jujur tidak suka berbohong, tidak suka curang, dan tidak mengambil barang milik orang lain.

2. Cerita Pendek: "Pensil Warna Dodi"

Dodi melihat sebuah pensil warna merah tergeletak di bawah meja kelas.
Pensil itu sangat bagus. Dodi ingin sekali membawanya pulang.
Namun, Dodi tahu pensil itu bukan miliknya.
Dodi mengangkat pensil itu dan bertanya, "Siapa yang kehilangan pensil warna merah?"
Siska langsung menengok dan berkata, "Oh, itu milikku! Terima kasih Dodi!"
Dodi merasa sangat senang karena telah berbuat jujur.
Pesan dari cerita:
Anak jujur selalu mengembalikan barang yang bukan miliknya.

3. Contoh Perbuatan Jujur di Sekolah

  • Tidak menyontek saat ujian atau ulangan.
  • Mengakui kesalahan jika tidak sengaja merusak barang teman.
  • Mengembalikan sisa uang jajan kepada orang tua.
  • Berbicara jujur kepada guru jika lupa mengerjakan PR.

4. Mengapa Kita Harus Jujur?

  • Disayang oleh Tuhan, orang tua, guru, dan teman.
  • Memiliki banyak teman karena bisa dipercaya.
  • Hati menjadi tenang dan damai (tidak takut ketahuan berbohong).

5. Hubungan Jujur dan Anti Korupsi

Korupsi itu berawal dari kebohongan-kebohongan kecil.
  • Menyontek adalah bentuk korupsi nilai.
  • Mengambil uang kembalian diam-diam adalah korupsi uang.
Jika kita jujur sejak kecil, kita akan tumbuh menjadi orang hebat yang bebas dari korupsi!

6. Kuis Seru: "Pilih Jujur atau Tidak?"

Jawablah dengan kata "HEBAT" jika jujur, dan "TIDAK" jika tidak jujur!
  1. Menyembunyikan buku teman yang jatuh. (Jawaban: TIDAK)
  2. Mengaku kepada Ibu karena memecahkan gelas. (Jawaban: HEBAT)
  3. Meminta bantuan teman saat ujian secara diam-diam. (Jawaban: TIDAK)
"Tangan bersih, hati tenang, anak jujur pasti menang!"


Refleksi dan dokumentasi hari ini :

Selasa, 21 Juli 2026 - 3A




Hari : Selasa, 21Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, sholih sholiha yang hebat.

Selamat datang di hari pertama sekolah. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan ilmu, pengalaman, persahabatan, dan impian yang akan kita raih bersama.

Ibu Guru mengucapkan selamat datang kembali. Semoga kalian hadir dengan hati yang gembira, semangat yang baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan di masa depan. Jangan takut untuk mencoba, jangan malu untuk bertanya, dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kesalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Saling menghormati, saling membantu, serta saling menyemangati agar setiap hari menjadi hari yang bermakna.

Yakinlah bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan potensi yang luar biasa. Tugas kalian adalah terus belajar, berusaha, dan berdoa. Tidak perlu menjadi yang paling hebat hari ini, tetapi teruslah menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya.

Mari kita awali tahun pelajaran ini dengan senyuman, semangat, disiplin, dan rasa syukur. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita.

Selamat belajar, selamat mengukir prestasi, dan selamat meraih cita-cita. Hari ini adalah awal yang indah untuk masa depan yang gemilang.

Materi Matematika Kelas III

Topik: Mengenal Bilangan Cacah Lebih dari 1.000

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal bilangan cacah lebih dari 1.000.

  2. Membaca dan menulis lambang bilangan cacah sampai 10.000.

  3. Menentukan nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan, ribuan) pada suatu bilangan.

Materi Pembelajaran

Pengertian Bilangan Cacah

Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0, 1, 2, 3, 4, ... dan terus bertambah tanpa batas.

Contoh bilangan cacah lebih dari 1.000:

  • 1.245

  • 2.367

  • 5.890

  • 8.999

Nilai Tempat Bilangan

Contoh: 4.582

AngkaNilai Tempat
4Ribuan
5Ratusan
8Puluhan
2Satuan

Dibaca: Empat ribu lima ratus delapan puluh dua.


Media Pembelajaran

  • Kartu angka (0–9).

  • Blok nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan, ribuan).

  • Papan tulis dan spidol.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • PowerPoint atau gambar bilangan.

  • Video pembelajaran tentang nilai tempat.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif.

  • Tanya jawab.

  • Demonstrasi menggunakan kartu angka atau blok nilai tempat.

  • Diskusi kelompok.

  • Latihan soal dan penugasan.

Contoh Latihan

  1. Tuliskan dengan huruf:

    • 2.456 = ______________________

  2. Tentukan nilai tempat angka 7 pada bilangan 7.384!

  3. Beri tanda >, <, atau =

    • 3.245 .... 3.542

    • 6.120 .... 6.120

  4. Urutkan dari yang terkecil:

    • 2.450, 1.980, 3.120, 2.100

Penilaian

Pengetahuan

  • Menjawab soal tentang membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan.

Keterampilan

  • Menyusun kartu angka menjadi bilangan lebih dari 1.000.

  • Menjelaskan nilai tempat suatu bilangan.

Sikap

  • Aktif bertanya dan berdiskusi.

  • Teliti dan percaya diri saat mengerjakan tugas.



Materi Pendidikan Pancasila Kelas III

Materi: Mengenal Makna Sila-Sila Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:
Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Materi Pembelajaran

A. Pengertian Pancasila

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman dalam bersikap, bertindak, dan hidup bermasyarakat. Pancasila terdiri atas lima sila yang memiliki makna dan nilai luhur.

B. Makna Sila-Sila Pancasila

1. Sila Pertama

Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna:

  • Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • Menghormati pemeluk agama lain.

  • Hidup rukun meskipun berbeda agama.

Contoh penerapan:

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.

  • Beribadah sesuai agama masing-masing.

  • Menghormati teman yang sedang beribadah.

2. Sila Kedua

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Makna:

  • Menghargai sesama manusia.

  • Bersikap sopan dan santun.

  • Saling membantu.

Contoh penerapan:

  • Menolong teman yang kesulitan.

  • Tidak mengejek teman.

  • Bersikap ramah kepada semua orang.

3. Sila Ketiga

Persatuan Indonesia

Makna:

  • Mencintai tanah air.

  • Menjaga persatuan dan kesatuan.

  • Menghargai keberagaman.

Contoh penerapan:

  • Bermain bersama tanpa membeda-bedakan teman.

  • Mengikuti upacara bendera dengan tertib.

  • Menjaga kerukunan di lingkungan sekitar.

4. Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna:

  • Menyelesaikan masalah dengan musyawarah.

  • Menghargai pendapat orang lain.

  • Tidak memaksakan kehendak.

Contoh penerapan:

  • Bermusyawarah memilih ketua kelas.

  • Mendengarkan pendapat teman saat diskusi.

  • Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

5. Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna:

  • Bersikap adil.

  • Berbagi dengan sesama.

  • Menghormati hak dan kewajiban.

Contoh penerapan:

  • Bergantian menggunakan fasilitas sekolah.

  • Membagi tugas piket secara adil.

  • Tidak pilih kasih dalam berteman.

Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Di Rumah

  • Berdoa sebelum makan.

  • Membantu orang tua.

  • Menghormati anggota keluarga.

  • Berbagi dengan saudara.

Di Sekolah

  • Menghormati guru dan teman.

  • Melaksanakan piket kelas.

  • Bermusyawarah saat bekerja kelompok.

  • Tidak membeda-bedakan teman.

Di Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.

  • Menjaga kebersihan lingkungan.

  • Menghormati tetangga yang berbeda agama.

  • Menolong orang yang membutuhkan.

Media Pembelajaran

  • Gambar lambang Garuda Pancasila.

  • Gambar simbol setiap sila Pancasila.

  • Kartu bergambar contoh penerapan sila Pancasila.

  • Video pendek tentang pengamalan Pancasila.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • PowerPoint atau poster Pancasila.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi kelompok.

  • Demonstrasi menggunakan kartu gambar.

  • Bermain peran (role play) tentang penerapan nilai Pancasila.

  • Penugasan individu.

Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

1. Bunyi sila pertama Pancasila adalah ....
a. Persatuan Indonesia
b. Ketuhanan Yang Maha Esa
c. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
d. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

2. Contoh pengamalan sila kedua adalah ....
a. Berdoa sebelum belajar
b. Menolong teman yang jatuh
c. Mengikuti upacara bendera
d. Bermusyawarah memilih ketua kelas

3. Bermusyawarah merupakan pengamalan sila ke ....
a. Satu
b. Dua
c. Tiga
d. Empat

4. Mengikuti kerja bakti di lingkungan merupakan contoh pengamalan sila ....
a. Ketiga
b. Kedua
c. Pertama
d. Kelima

5. Bersikap adil kepada semua teman merupakan pengamalan sila ....
a. Pertama
b. Kedua
c. Keempat
d. Kelima

B. Isian Singkat

  1. Dasar negara Indonesia adalah ____________.

  2. Lambang sila ketiga adalah ____________.

  3. Sebelum belajar sebaiknya kita ____________.

  4. Menolong teman merupakan pengamalan sila ke-________.

  5. Bermusyawarah dilakukan untuk mencapai ____________.

C. Uraian

  1. Jelaskan makna sila pertama Pancasila!

  2. Sebutkan dua contoh penerapan sila kedua di sekolah!

  3. Mengapa kita harus menjaga persatuan di sekolah?

  4. Bagaimana cara menerapkan sila keempat saat belajar kelompok?

  5. Sebutkan tiga contoh pengamalan sila kelima di rumah!

Penilaian

Pengetahuan

  • Menjawab soal pilihan ganda, isian, dan uraian tentang makna sila-sila Pancasila.

Keterampilan

  • Mengelompokkan contoh perilaku sesuai sila Pancasila.

  • Memeragakan contoh penerapan nilai Pancasila melalui bermain peran.

Sikap

  • Menunjukkan sikap saling menghormati, bekerja sama, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab selama proses pembelajaran.


Materi Bahasa Indonesia Kelas III SD

Materi: Menemukan Manfaat Permainan Tradisional (Lompat Tali dan Engklek)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi informasi tentang permainan lompat tali dan engklek melalui kegiatan membaca atau menyimak.

  2. Menemukan manfaat permainan lompat tali dan engklek bagi kesehatan, kerja sama, dan kebersamaan.

  3. Menyampaikan manfaat permainan lompat tali dan engklek secara lisan maupun tulisan menggunakan kalimat sederhana.

  4. Menunjukkan sikap bekerja sama, sportif, dan saling menghargai saat bermain.

Mapel Bahasa Indonesia 

Materi Pembelajaran

Bermain Lompat Tali dan Engklek di Halaman Rumah

Bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan. Selain membuat tubuh menjadi sehat, bermain juga dapat melatih keterampilan dan kerja sama. Dua permainan tradisional yang masih sering dimainkan adalah lompat tali dan engklek.

1. Permainan Lompat Tali

Lompat tali biasanya dimainkan oleh beberapa anak. Tali dibuat dari rangkaian karet gelang. Dua anak memegang tali, sedangkan anak lainnya melompat melewati tali tersebut.

Manfaat permainan lompat tali:

  • Menyehatkan tubuh.

  • Melatih keseimbangan.

  • Melatih kelincahan.

  • Melatih keberanian.

  • Menumbuhkan sikap sportif.

2. Permainan Engklek

Engklek dimainkan di atas gambar kotak-kotak yang dibuat di tanah atau lantai menggunakan kapur. Pemain melompat dengan satu kaki sambil mengambil gaco (batu kecil).

Manfaat permainan engklek:

  • Melatih keseimbangan tubuh.

  • Melatih konsentrasi.

  • Melatih ketelitian.

  • Menumbuhkan sikap sabar.

  • Melatih kerja sama dan kebersamaan dengan teman.

Pesan dari Permainan Tradisional

Permainan tradisional mengajarkan kita untuk:

  • Bermain dengan jujur.

  • Mematuhi aturan permainan.

  • Menghargai teman.

  • Bekerja sama.

  • Menjaga persahabatan.

Media Pembelajaran

  • Gambar atau poster permainan lompat tali dan engklek.

  • Video pendek tentang permainan tradisional.

  • Tali karet untuk praktik lompat tali.

  • Kapur dan halaman sekolah untuk membuat arena engklek.

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

  • Buku Bahasa Indonesia Kelas III.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif.

  • Membaca bersama.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi kelompok.

  • Demonstrasi atau praktik bermain lompat tali dan engklek.

  • Penugasan individu.

Latihan Soal

A. Pilihan Ganda

1. Permainan lompat tali menggunakan tali yang terbuat dari ....
a. Plastik
b. Benang
c. Karet gelang
d. Rotan

2. Salah satu manfaat bermain engklek adalah ....
a. Melatih keseimbangan tubuh
b. Melatih memasak
c. Melatih menulis
d. Melatih bernyanyi

3. Saat bermain kita harus ....
a. Bertengkar dengan teman
b. Curang agar menang
c. Menghargai teman
d. Bermain sendiri

4. Bermain lompat tali dapat melatih ....
a. Kelincahan tubuh
b. Membaca
c. Menggambar
d. Menjahit

5. Permainan engklek dimainkan dengan cara ....
a. Berlari bersama
b. Melompat pada kotak-kotak
c. Berenang
d. Memanjat pohon

B. Isian Singkat

  1. Lompat tali dapat membuat tubuh menjadi __________.

  2. Engklek dimainkan di atas gambar __________.

  3. Saat bermain kita harus mematuhi __________ permainan.

  4. Bermain bersama dapat menumbuhkan sikap __________.

  5. Batu kecil yang digunakan dalam permainan engklek disebut __________.

C. Uraian

  1. Sebutkan tiga manfaat bermain lompat tali!

  2. Apa manfaat bermain engklek bagi tubuh?

  3. Mengapa kita harus bersikap sportif saat bermain?

  4. Apa yang harus dilakukan jika teman kalah dalam permainan?

  5. Tuliskan pengalamanmu bermain permainan tradisional bersama teman atau keluarga!

Penilaian

Pengetahuan

  • Menjawab pertanyaan tentang isi bacaan dan manfaat permainan tradisional.

Keterampilan

  • Menceritakan kembali manfaat permainan lompat tali dan engklek secara lisan atau tulisan.

Sikap

  • Menunjukkan sikap jujur, sportif, bekerja sama, disiplin, dan menghargai teman selama kegiatan pembelajaran dan bermain.

Refleksi dan dokumentasi kegiatan hari ini



Senin, 20 Juli 2026.




Hari : Senin, 20 Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, sholih sholiha yang hebat.

Selamat datang di hari pertama sekolah. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan ilmu, pengalaman, persahabatan, dan impian yang akan kita raih bersama.

Ibu Guru mengucapkan selamat datang kembali. Semoga kalian hadir dengan hati yang gembira, semangat yang baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan di masa depan. Jangan takut untuk mencoba, jangan malu untuk bertanya, dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kesalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Saling menghormati, saling membantu, serta saling menyemangati agar setiap hari menjadi hari yang bermakna.

Yakinlah bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan potensi yang luar biasa. Tugas kalian adalah terus belajar, berusaha, dan berdoa. Tidak perlu menjadi yang paling hebat hari ini, tetapi teruslah menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya.

Mari kita awali tahun pelajaran ini dengan senyuman, semangat, disiplin, dan rasa syukur. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita.

Selamat belajar, selamat mengukir prestasi, dan selamat meraih cita-cita. Hari ini adalah awal yang indah untuk masa depan yang gemilang.





Tujuan Pembelajaran
 Peserta didik dapat mengenal dan membilang bilangan cacah dari 1 sampai 1000 secara urut.
 Peserta didik dapat membaca dan menuliskan nama bilangan serta lambang bilangan cacah dari 1 sampai 1000 dengan tepat.
Peserta didik dapat menentukan nilai tempat (ratusan, puluhan, satuan) dari bilangan cacah hingga 1000.
Metode Pembelajaran
Pendekatan: Kontekstual (menggunakan contoh kehidupan sehari-hari).
Metode: Demonstrasi, Contextual Teaching and Learning (CTL), permainan kartu bilangan, dan diskusi kelompok.
Media Pembelajaran
Kartu Angka: Kartu berisi angka 0–9 untuk menyusun bilangan.
Blok Dienes / Kantong Nilai Tempat: Kantong atau wadah yang diberi label Ratusan, Puluhan, dan Satuan menggunakan sedotan atau stik es krim sebagai penanda jumlahnya.
 Benda di sekitar (buku, kelereng, atau biji-bijian).

📖 Rangkuman Materi: Mengenal Bilangan Cacah 1 - 1000

1. Apa itu Bilangan Cacah?
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan yang dimulai dari angka 0, 1, 2, 3, 4, dst. Untuk kelas 3 SD, kita akan fokus mempelajari bilangan dari 1 sampai 1000.

2. Membaca dan Menulis Nama Bilangan
Membaca bilangan tiga angka dimulai dari nilai tempat terbesar (Ratusan), diikuti Puluhan, lalu Satuan.

  Lambang Bilangan: Ditulis dengan angka (contoh: 245).
 Nama Bilangan: Ditulis dengan huruf/kata-kata (contoh: Dua ratus empat puluh lima).

Contoh Lain:
 * 308 dibaca: Tiga ratus delapan (karena puluhannya nol, langsung loncat ke satuan).
 * 570 dibaca: Lima ratus tujuh puluh.
 * 1.000 dibaca: Seribu.
3. Nilai Tempat Bilangan
Setiap angka pada bilangan tiga digit memiliki "rumah" atau nilai tempatnya masing-masing berdasarkan posisinya dari kanan:
 Angka 2 menempati tempat Ratusan, nilainya 200
 Angka 4 menempati tempat Puluhan, nilainya 40
Angka 5 menempati tempat Satuan, nilainya 5

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Mata Pelajaran: Matematika
Kelas / Semester: III (Tiga) / 1

Materi: Nama dan Lambang Bilangan Cacah 1 - 1000
Nama Siswa: .............................................
Tanggal: .............................................
Kegiatan 1: Menjodohkan Garis
Tariklah garis lurus dari Lambang Bilangan (Kiri) ke Nama Bilangan (Kanan) yang tepat!
 * 342  •   • Seratus sembilan puluh
 * 190  •   • Enam ratus tujuh
 * 607  •   • Tiga ratus empat puluh dua
 * 855  •   • Delapan ratus lima puluh lima

Kegiatan 2: Menulis Nama Bilangan
Tulislah cara membaca (nama bilangan) dari lambang bilangan di bawah ini!
 * 215 = ....................................................................................................
 * 403 = ....................................................................................................
 * 760 = ....................................................................................................
 * 999 = ....................................................................................................

Kegiatan 3: Menentukan Nilai Tempat
Isilah titik-titik di bawah ini dengan angka yang menempati nilai tempat yang benar!
 * Pada bilangan 582:
   * Angka yang menempati tempat Ratusan adalah ..........
   * Angka yang menempati tempat Puluhan adalah ..........
   * Angka yang menempati tempat Satuan adalah ..........
 * Pada bilangan 804:
   * Angka yang menempati tempat Ratusan adalah ..........
   * Angka yang menempati tempat Puluhan adalah ..........
   * Angka yang menempati tempat Satuan adalah ..........

Berilah tanda centang (✓) pada gambar emoji yang paling sesuai dengan perasaanmu setelah belajar hari ini!

  • ​😀 Paham Banget: Aku sudah bisa membaca, menulis, dan tahu nilai tempat bilangan 1–1000.
  • ​😐 Cukup Paham: Aku bisa membaca angka, tapi kadang masih bingung kalau ada angka 0 di tengah.
  • ​🙁 Belum Paham: Aku masih bingung membedakan ratusan, puluhan, dan satuan.
Bahasa Indonesia 

Materi Bahasa Indonesia Kelas III 
Tema: Main Bersamaku
Subtema: Mengenal Jenis Permainan, Melengkapi Kalimat, dan Menemukan Hal Penting dalam Cerita

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

Mengenal berbagai jenis permainan tradisional dan modern.
Melengkapi kalimat dengan kata yang tepat.
Menemukan hal-hal penting dalam sebuah cerita.
Menceritakan kembali isi cerita dengan bahasa sendiri.
Materi Pembelajaran

A. Mengenal Jenis Permainan

Permainan adalah kegiatan yang dilakukan untuk bersenang-senang. Permainan dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Permainan Tradisional

Contoh:

Engklek
Petak umpet
Gobak sodor
Congklak
Lompat tali

Ciri-ciri:

Dilakukan bersama teman.
Menggunakan alat sederhana atau tanpa alat.
Mengajarkan kerja sama dan sportivitas.
2. Permainan Modern

Contoh:

Video game
Mobil remot
Puzzle elektronik
Permainan di tablet atau telepon genggam

Ciri-ciri:

Menggunakan teknologi.
Dapat dimainkan sendiri atau bersama.
Membutuhkan alat elektronik.
B. Melengkapi Kalimat

Lengkapilah kalimat berikut dengan kata yang tepat!

1.Beni bermain ______ bersama teman-temannya di lapangan.
(gobak sodor)
2.Permainan congklak menggunakan papan dan ______.
(biji)
3.Saat bermain, kita harus bersikap ______ kepada teman.
(jujur)
4.Permainan petak umpet dimainkan dengan cara ______.
(bersembunyi)
5.Bermain bersama membuat kita memiliki banyak ______.
(teman)

C. Menemukan Hal Penting dalam Cerita
Bacalah cerita berikut!

Bermain Engklek

Pada hari Minggu, Siti dan teman-temannya bermain engklek di halaman sekolah. Mereka menggambar kotak-kotak menggunakan kapur. Semua anak bermain dengan gembira. Mereka saling menunggu giliran dan tidak saling mengejek. Setelah selesai bermain, mereka membersihkan halaman bersama.

Hal-hal penting dalam cerita
Judul: Bermain Engklek
Tokoh: Siti dan teman-temannya
Tempat: Halaman sekolah
Waktu: Hari Minggu
Permainan: Engklek
Pesan: Bermain harus bergiliran, rukun, dan menjaga kebersihan.
Latihan
A. Pilihan Ganda
1.Permainan engklek termasuk permainan ....
a. Modern
b. Tradisional 
c. Elektronik
2.Saat bermain bersama kita harus ....
a. Bertengkar
b. Curang
c. Bergiliran 

B. Jawaban Singkat
1.Sebutkan tiga permainan tradisional!
2.Siapa tokoh dalam cerita di atas?
3.Di mana Siti bermain?
4.Apa pesan dari cerita tersebut?

Media Pembelajaran
Gambar permainan tradisional dan modern.
Kartu gambar permainan.
Video singkat tentang permainan tradisional.

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Papan tulis dan spidol.
PowerPoint berisi gambar dan cerita.
Kapur dan alat permainan sederhana (congklak, tali, bola kecil) sebagai media praktik.

Metode Pembelajaran : 
Ceramah interaktif untuk menjelaskan materi.
Tanya jawab untuk menggali pengetahuan awal siswa.
Diskusi kelompok mengenai jenis permainan.
Demonstrasi memainkan permainan tradisional sederhana.

Membaca bersama cerita pendek.
Penugasan melengkapi kalimat dan menjawab pertanyaan.

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas III SD
Tema: Main Bersamaku

Materi: Mengenal Jenis Permainan, Melengkapi Kalimat, dan Menemukan Hal Penting dalam Cerita

Nama: ______________________
Kelas: ______________________
Tanggal: ____________________

A. Pilihan Ganda

Berilah tanda silang (×) pada jawaban yang benar!

1.Permainan engklek termasuk permainan ....
a. modern
b. tradisional
c. elektronik
2.Contoh permainan modern adalah ....
a. gobak sodor
b. congklak
c. video game
3.Saat bermain bersama teman, kita harus bersikap ....
a. jujur
b. curang
c. egois
4.Permainan petak umpet dilakukan dengan cara ....
a. berlari mengelilingi lapangan
b. bersembunyi dan mencari teman
c. melempar bola
5.Bermain bersama dapat membuat kita memiliki banyak ....
a. musuh
b. teman
c. masalah
B. Isilah Titik-Titik Berikut!
1.Permainan congklak menggunakan papan dan _________.
2.Bermain bersama harus dilakukan dengan __________.
3.Engklek adalah permainan __________.
4.Saat teman bermain, kita harus menunggu __________.
5.Bermain bersama membuat tubuh menjadi __________.

C. Bacalah Cerita Berikut!
Bermain Gobak Sodor

Hari Minggu pagi, Beni dan teman-temannya bermain gobak sodor di lapangan dekat rumah. Mereka membagi kelompok dengan adil. Semua bermain dengan semangat. Walaupun ada yang kalah, mereka tetap saling menyemangati. Setelah bermain, mereka membersihkan lapangan bersama.

Jawablah Pertanyaan Berikut!
1.Siapa tokoh dalam cerita?
2.Di mana mereka bermain?
3.Permainan apa yang mereka mainkan?
4.Kapan mereka bermain?
5. Apa pesan yang dapat diambil dari cerita?


Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1.Sebutkan tiga permainan tradisional yang kamu ketahui!
2.Mengapa kita harus bersikap jujur saat bermain?
3.Ceritakan pengalamanmu bermain bersama teman dalam 3–4 kalimat!


Kunci Jawaban
A. Pilihan Ganda
b. tradisional
c. video game
a. jujur
b. bersembunyi dan mencari teman
b. teman
B. Isian
biji
jujur
tradisional
giliran
sehat
C. Jawaban Cerita
Beni dan teman-temannya.
Di lapangan dekat rumah.
Gobak sodor.
Hari Minggu pagi.
Bermain harus adil, saling menyemangati, bekerja sama, dan menjaga kebersihan.
D. Pengelompokan
Permainan Tradisional Permainan Modern
Engklek Video Game
Congklak Mobil Remot
Petak Umpet
Gobak Sodor
E. Uraian





Seni Rupa 

Tujuan Pembelajaran

  • Kognitif: Siswa dapat mengidentifikasi berbagai jenis garis dalam seni rupa.
  • Afektif: Siswa dapat menghargai keindahan unsur garis pada benda di sekitar.
  • Psikomotorik: Siswa dapat menggambar dan mengombinasikan berbagai jenis garis menjadi sebuah karya.

Metode & Media Pembelajaran

  • Metode: Contextual Learning (pengamatan langsung), ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik mandiri.
  • Media: Buku gambar, pensil, spidol warna, penggaris, dan papan tulis.
  • Alat Peraga: Benda-benda di kelas (contoh: penggaris untuk garis lurus, tali untuk garis lengkung).

Materi Pembelajaran: Mengenal Garis

Garis adalah kumpulan titik-titik yang saling terhubung. Garis merupakan unsur paling dasar dalam seni rupa untuk membentuk sebuah gambar.

1. Jenis-Jenis Garis Berdasarkan Arah

  • Garis Horizontal: Garis mendatar (seperti permukaan air tenang atau garis cakrawala).
  • Garis Vertikal: Garis tegak lurus (seperti tiang listrik atau pohon yang berdiri).
  • Garis Diagonal: Garis miring (seperti perosotan anak-anak atau tangga).

2. Jenis-Jenis Garis Berdasarkan Bentuk

  • Garis Lurus: Garis yang tidak berbelok (melambangkan sifat kaku atau kuat).
  • Garis Lengkung: Garis yang membulat (melambangkan sifat luwes, lembut, atau elastis).
  • Garis Zig-zag: Garis lurus yang berbelok tajam bergantian (melambangkan kesan petir atau gergaji).
  • Garis Gelombang: Garis lengkung yang mengalir bersambung (seperti ombak laut).
  • Garis Putus-putus: Garis yang terpotong-potong (seperti marka jalan raya).

1. Pengertian Garis

Garis adalah kumpulan titik-titik yang tersambung secara memanjang dan memiliki arah. Garis merupakan unsur paling dasar, paling tua, dan paling penting dalam seni rupa karena semua bentuk visual selalu dimulai dari sebuah garis. Garis hanya memiliki dimensi panjang (satu dimensi), tetapi tidak memiliki lebar atau tebal yang berarti. [1, 2, 3, 4, 5]

2. Fungsi Garis

Dalam seni rupa dan desain, garis memiliki beberapa fungsi utama:
  • Membentuk Kontur (Garis Tepi): Membatasi suatu objek sehingga memisahkannya dari latar belakang atau objek lain.
  • Menciptakan Bentuk: Menghubungkan beberapa garis hingga membentuk bidang datar (dua dimensi) atau volume (tiga dimensi).
  • Memberikan Tekstur: Susunan garis yang rapat (seperti teknik arsir) dapat memberikan kesan permukaan benda (kasar, halus, berbulu).
  • Menciptakan Gelap Terang: Kerapatan garis menentukan area bayangan (gelap) dan area yang terkena cahaya (terang).
  • Menyampaikan Kesan/Emosi: Arah dan bentuk garis dapat mewakili perasaan tertentu (misalnya, garis zig-zag memberi kesan tegang atau bahaya). [6, 7, 8, 9, 10]

3. Jenis-Jenis Garis dan Kesan Psikologisnya

Garis dibagi berdasarkan arah dan bentuknya. Setiap jenis garis memiliki karakter atau kesan psikologis yang berbeda: [11, 12]

A. Berdasarkan Arah

  • Garis Horizontal (Mendatar)
    • Kesan: Tenang, damai, statis, luas, dan kokoh (seperti orang tidur atau garis pantai). 
  • Garis Vertikal (Tegak)
    • Kesan: Agung, megah, tinggi, formal, dan stabil (seperti tiang bangunan atau pohon yang menjulang). 
  • Garis Diagonal (Miring)
    • Kesan: Dinamis, bergerak, tidak stabil, dan lincah (seperti orang berlari atau pesawat lepas landas).

B. Berdasarkan Bentuk

  • Garis Lurus
    • Kesan: Kaku, kuat, tegas, tajam, dan disiplin.
  • Garis Lengkung
    • Kesan: Luwes, lembut, anggun, elastis, dan feminin (seperti kubah atau ombak tenang).
  • Garis Zig-zag (Berbelok Tajam)
    • Kesan: Tegang, bahaya, gairah, tidak stabil, dan tajam (seperti petir atau gergaji). 
  • Garis Spiral/Pusaran
    • Kesan: Berputar, dinamis, bingung, hipnotis, dan tumbuh berkembang.
  • Garis Putus-putus
    • Kesan: Ragu-ragu, tidak pasti, tersembunyi, atau sebagai penunjuk batas arah (seperti marka jalan). 

Contoh Kegiatan & Tugas Siswa

Aktivitas 1: Tebak Garis di Sekitar
Guru meminta siswa melihat ke sekeliling kelas dan menyebutkan jenis garisnya.
  • Contoh: Tepi papan tulis adalah garis lurus, kabel yang menjuntai adalah garis lengkung.
Aktivitas 2: Membuat Karya "Hujan di Taman"
Siswa diminta menggambar sebuah pemandangan sederhana di buku gambar menggunakan kombinasi garis yang telah dipelajari:
  • Menggambar garis lengkung untuk membentuk awan.
  • Menggambar garis diagonal putus-putus untuk efek air hujan.
  • Menggambar garis zig-zag di bagian bawah untuk tekstur rumput.
  • Menggambar garis vertikal dan horizontal untuk membentuk pagar rumah.
Dokumentasi dan Refleksi kegiatan hari ini