RSS

Jumat, 21 Agustus 2026





🌷 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sholih dan sholiha kelas 3A yang hebat! 🌷

Selamat pagi, anak-anak hebat! 🤗
Alhamdulillah, kita bertemu kembali di hari Jumat yang penuh berkah. Jangan lupa awali hari dengan berdoa, melaksanakan sholat, membaca Al-Qur’an, dan berbuat baik kepada orang tua serta sesama. ❤️

📚 Hari ini kita akan melaksanakan Sumatif Harian ke-2:
🎨 Seni Rupa — mengenal warna primer, sekunder, dan tersier.
🌱 IPAS — mempelajari siklus hidup makhluk hidup.

💪 Jangan takut menghadapi sumatif, ya! Kerjakan dengan jujur, teliti, percaya diri, dan jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan. Ingat, hasil belajar bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang usaha dan semangat kalian untuk terus belajar. 🌟

Motivasi hari ini:
"Anak hebat bukan yang selalu mendapatkan nilai sempurna, tetapi anak yang mau berusaha, tidak mudah menyerah, dan selalu belajar dari kesalahan." 💖

Selamat belajar, sholih dan sholiha kelas 3A.
Semangat, berdoa, beribadah, dan jadilah anak yang berakhlak mulia! 🌷📖✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Image

Image

Image

Image

Image

IPAS KELAS 3A

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Jumat, 21 Agustus 2026

  • Kelas: III A

  • Mata Pelajaran: IPS

  • Materi: Siklus Hidup Manusia

  • Topik: Tahapan Siklus Hidup Manusia

  • Pertemuan: Pertemuan 2

B. APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat perubahan dirinya.

Guru bertanya:

  1. “Apakah tubuh kalian sekarang sama seperti ketika masih bayi?”

  2. “Siapa yang pernah melihat foto kalian saat masih bayi?”

  3. “Apa perbedaan bayi dengan anak-anak?”

  4. “Setelah menjadi anak-anak, manusia akan tumbuh menjadi apa?”

  5. “Siapa yang ada di rumah kalian yang sudah lanjut usia?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Setiap manusia mengalami pertumbuhan dan perubahan. Kita pernah menjadi bayi, kemudian menjadi anak-anak. Setelah itu kita akan tumbuh menjadi remaja, dewasa, dan lanjut usia. Hari ini kita akan belajar mengurutkan dan mengenal setiap tahapan kehidupan manusia.”

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia serta mengenali perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Peserta didik dapat mengamati, mengurutkan, dan menjelaskan tahapan siklus hidup manusia menggunakan gambar atau media sederhana.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan pengertian siklus hidup manusia dengan bahasa sederhana.

  2. Mengurutkan tahapan siklus hidup manusia mulai dari bayi hingga lanjut usia dengan benar.

E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Peserta didik:

Mengenal → Mengamati → Mengurutkan → Menjelaskan → Menyimpulkan

  1. Mengenal pengertian siklus hidup manusia.

  2. Mengamati gambar atau video tentang pertumbuhan manusia.

  3. Mengidentifikasi tahapan kehidupan manusia.

  4. Mengurutkan gambar dari bayi hingga lanjut usia.

  5. Menjelaskan ciri-ciri setiap tahap kehidupan.

  6. Menyampaikan hasil pengamatan secara lisan.

  7. Menyimpulkan bahwa manusia mengalami pertumbuhan dan perubahan dari waktu ke waktu.

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL) sederhana.

Metode

  • Tanya jawab

  • Ceramah interaktif

  • Pengamatan gambar

  • Menonton video

  • Diskusi kelompok

  • Permainan mengurutkan gambar

G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media

  1. Gambar siklus hidup manusia.

  2. Video pembelajaran.

  3. Kartu gambar tahapan manusia.

  4. Papan tulis.

  5. LKPD.

  6. Buku pelajaran IPS/IPAS kelas 3.

Video Pembelajaran

Siklus Hidup Manusia: Dari Bayi Hingga Dewasa – Penjelasan Mudah untuk Anak SD

Video pembelajaran YouTube – Siklus Hidup Manusia

Video tersebut membahas perjalanan manusia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia dan sesuai untuk pengenalan siswa SD. (YouTube)

H. PENJABARAN MATERI

1. Pengertian Siklus Hidup Manusia

Siklus hidup manusia adalah tahapan kehidupan yang dialami manusia sejak lahir, tumbuh dan berkembang, menjadi dewasa, hingga lanjut usia.

Manusia mengalami perubahan ukuran tubuh, kemampuan, dan cara melakukan berbagai kegiatan pada setiap tahap kehidupannya.

Urutan sederhana:

Bayi → Anak-anak → Remaja → Dewasa → Lanjut Usia

2. Tahap Bayi

Bayi adalah manusia yang baru lahir dan masih sangat membutuhkan bantuan orang tua.

Ciri-ciri:

  • Tubuh masih kecil.

  • Belum dapat berjalan sendiri.

  • Belajar duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan.

  • Mulai belajar berbicara.

  • Membutuhkan perhatian dan bantuan orang tua.

Contoh: Adik bayi yang sedang belajar berjalan.

3. Tahap Anak-Anak

Setelah masa bayi, manusia tumbuh menjadi anak-anak.

Ciri-ciri:

  • Tubuh semakin besar dan kuat.

  • Senang bermain.

  • Mulai bersekolah.

  • Belajar membaca, menulis, dan berhitung.

  • Mulai dapat melakukan banyak kegiatan sendiri.

  • Senang berteman.

Contoh: Siswa kelas 3 seperti kalian termasuk masa anak-anak.

4. Tahap Remaja

Setelah masa anak-anak, manusia memasuki masa remaja.

Ciri-ciri:

  • Tubuh mengalami perubahan.

  • Tinggi dan berat badan bertambah.

  • Mulai mengalami masa pubertas.

  • Mulai lebih mandiri.

  • Cara berpikir semakin berkembang.

Pada tahap ini, anak perlu menjaga kesehatan tubuh, menjaga kebersihan diri, dan mendapatkan bimbingan dari orang tua serta guru.

5. Tahap Dewasa

Setelah remaja, manusia tumbuh menjadi dewasa.

Ciri-ciri:

  • Tubuh sudah matang.

  • Mampu melakukan banyak kegiatan secara mandiri.

  • Bekerja atau menjalankan tanggung jawab.

  • Dapat membangun keluarga.

  • Memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.

6. Tahap Lanjut Usia

Setelah melalui masa dewasa, manusia memasuki masa lanjut usia atau lansia.

Ciri-ciri:

  • Rambut dapat berubah menjadi putih.

  • Kulit mengalami perubahan dan dapat menjadi keriput.

  • Kekuatan tubuh berkurang.

  • Gerakan dapat menjadi lebih lambat.

  • Membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

  • Memiliki banyak pengalaman hidup yang dapat dibagikan kepada generasi muda.

Kegiatan Penutup

  1. Guru bersama siswa menyebutkan kembali urutan siklus hidup manusia.

  2. Guru memberikan penguatan.

  3. Siswa menyampaikan hal yang dipelajari.

  4. Guru memberikan tugas sederhana.

  5. Berdoa dan salam.

Contoh tabel tugas

TahapCiri-Ciri
BayiBelum dapat berjalan sendiri dan membutuhkan bantuan orang tua
Anak-anakSenang bermain, belajar, dan bersekolah
RemajaMengalami berbagai perubahan fisik dan mulai mandiri
DewasaTubuh matang dan memiliki berbagai tanggung jawab
Lanjut usiaKekuatan tubuh berkurang dan membutuhkan perhatian


 LATIHAN SEDERHANA

A. Isilah titik-titik berikut!

  1. Manusia yang baru lahir disebut ....

  2. Setelah bayi, manusia tumbuh menjadi ....

  3. Setelah anak-anak, manusia memasuki masa ....

  4. Setelah remaja, manusia menjadi ....

  5. Manusia yang sudah berusia lanjut disebut ....

B. Urutkan dengan benar!

Dewasa – Bayi – Lanjut Usia – Anak-anak – Remaja

Jawaban:

Bayi → Anak-anak → Remaja → Dewasa → Lanjut Usia

K. KESIMPULAN

Siklus hidup manusia adalah tahapan kehidupan manusia dari lahir sampai lanjut usia.

Urutan tahapan siklus hidup manusia adalah:

Bayi → Anak-anak → Remaja → Dewasa → Lanjut Usia

Setiap tahap memiliki perubahan dan ciri-ciri yang berbeda. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan, menyayangi keluarga, menghormati orang yang lebih tua, dan menghargai setiap tahap kehidupan manusia.

L. REFLEKSI PESERTA DIDIK

Berilah tanda centang pada jawaban yang sesuai.

  1. Saya dapat menyebutkan tahapan siklus hidup manusia.
    ☐ Ya ☐ Masih perlu belajar

  2. Saya dapat mengurutkan tahapan dari bayi sampai lanjut usia.
    ☐ Ya ☐ Masih perlu belajar

  3. Saya dapat menjelaskan ciri-ciri setiap tahap.
    ☐ Ya ☐ Masih perlu belajar

  4. Saya mau menghormati orang yang lebih tua.
    ☐ Ya ☐ Masih perlu belajar

Pertanyaan refleksi:

“Tahap kehidupan manusia manakah yang paling mudah kamu ingat? Mengapa?”

M. REFLEKSI GURU

Guru mengevaluasi:

  • Apakah peserta didik mampu mengurutkan siklus hidup manusia?

  • Apakah peserta didik mampu menjelaskan ciri-ciri setiap tahap?

  • Apakah media gambar dan video membantu pemahaman siswa?

  • Apakah kegiatan kelompok berjalan dengan baik?

  • Peserta didik mana yang masih memerlukan bimbingan?

Tindak Lanjut

Peserta didik yang sudah memahami materi diberikan tugas menggambar siklus hidup manusia.

Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan menggunakan kartu gambar secara berulang.



SUMATIF HARIAN 2

SENI RUPA KELAS 3A

Mata Pelajaran: Seni Rupa

  • Materi Pokok: Mengenal Warna Primer, Sekunder, dan Tersier

  • Asesmen: Sumatif Harian 2

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal, memahami, dan menggunakan unsur seni rupa berupa warna dalam kegiatan berkarya. Peserta didik mampu mengidentifikasi warna primer, sekunder, dan tersier serta memahami proses pencampuran warna sederhana.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyebutkan warna primer dengan benar.

  2. Menjelaskan pengertian warna primer.

  3. Menyebutkan warna sekunder.

  4. Menentukan hasil pencampuran dua warna primer.

  5. Mengenal warna tersier.

  6. Membedakan warna primer, sekunder, dan tersier.

  7. Menjawab soal sumatif harian dengan percaya diri dan jujur.

D. MATERI POKOK

1. Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lain.

Warna primer terdiri dari:

  • 🔴 Merah

  • 🟡 Kuning

  • 🔵 Biru

2. Warna Sekunder

Warna sekunder adalah warna yang diperoleh dari pencampuran dua warna primer.

CampuranHasil
Merah + Kuning🟠 Oranye/Jingga
Kuning + Biru🟢 Hijau
Merah + Biru🟣 Ungu


3. Warna Tersier

Warna tersier merupakan warna hasil pencampuran satu warna primer dengan satu warna sekunder. (Adjar.ID)

Contohnya:

  • Kuning + Oranye = kuning-oranye

  • Merah + Oranye = merah-oranye

  • Merah + Ungu = merah-ungu

  • Biru + Ungu = biru-ungu

  • Biru + Hijau = biru-hijau

  • Kuning + Hijau = kuning-hijau

E. APERSEPSI

Guru menunjukkan beberapa benda berwarna kepada siswa.

Guru bertanya:

  1. “Apa warna benda yang Ibu tunjukkan?”

  2. “Sebutkan warna yang kalian ketahui!”

  3. “Apakah warna hijau dapat dibuat dari warna lain?”

  4. “Merah dicampur kuning menjadi warna apa?”

  5. “Siapa yang masih ingat tiga warna primer?”

Guru kemudian mengatakan:

“Anak-anak, hari ini kita akan melakukan Sumatif Harian 2. Sebelum ulangan dimulai, mari kita ingat kembali materi warna primer, sekunder, dan tersier. Bacalah soal dengan teliti, kerjakan sendiri, dan jangan lupa percaya pada kemampuan kalian.”

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Pembelajaran langsung (Direct Instruction)

Model ini sesuai untuk kegiatan review materi sebelum pelaksanaan sumatif.

Metode

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Pengamatan

  • Diskusi singkat

  • Latihan soal

  • Tes tertulis

G. MEDIA PEMBELAJARAN

  1. Gambar lingkaran warna.

  2. Kartu warna.

  3. Papan tulis.

  4. Buku Seni Rupa kelas 3.

  5. LCD/proyektor atau televisi.

  6. Video pembelajaran.

  7. Pensil dan lembar soal.

Jika tersedia, guru dapat menggunakan cat air atau krayon untuk menunjukkan contoh pencampuran warna.

H. VIDEO PEMBELAJARAN

Video yang dapat digunakan sebelum ulangan:

“Mana yang Bukan Warna Sekunder? | SBdP SD”

Video ini membahas warna primer, sekunder, dan tersier untuk siswa SD. (YouTube)

Mana yang Bukan Warna Sekunder? | SBdP SD

Video alternatif:

“Eksplorasi Warna Primer, Sekunder, dan Tersier Kelas 3 SD” (YouTube)

I. RANGKUMAN MATERI

🌈 INGAT 3 JENIS WARNA!

1. PRIMER
🔴 Merah
🟡 Kuning
🔵 Biru

2. SEKUNDER
🔴 + 🟡 = 🟠 Oranye
🟡 + 🔵 = 🟢 Hijau
🔴 + 🔵 = 🟣 Ungu

3. TERSIER
Primer + Sekunder = warna tersier.

CARA MUDAH MENGINGAT:

Primer = warna dasar
Sekunder = campuran 2 warna primer
Tersier = campuran 1 warna primer + 1 warna sekunder

 SOAL LATIHAN SEBELUM ULANGAN

Pilihan Ganda

1. Warna primer terdiri dari ....
A. merah, kuning, biru
B. hijau, ungu, oranye
C. merah, hijau, ungu

2. Warna merah dicampur kuning menghasilkan ....
A. hijau
B. oranye
C. ungu

3. Warna kuning dicampur biru menghasilkan ....
A. hijau
B. oranye
C. ungu

4. Warna biru dicampur merah menghasilkan ....
A. hijau
B. oranye
C. ungu

5. Warna yang termasuk warna primer adalah ....
A. hijau
B. merah
C. ungu

6. Warna hijau termasuk warna ....
A. primer
B. sekunder
C. tersier

7. Warna oranye diperoleh dari campuran ....
A. merah + kuning
B. biru + kuning
C. merah + biru

8. Warna tersier diperoleh dari campuran ....
A. dua warna primer
B. satu warna primer dan satu warna sekunder
C. dua warna putih

9. Warna ungu merupakan warna ....
A. primer
B. sekunder
C. tersier

10. Sikap yang baik saat mengerjakan ulangan adalah ....
A. menyontek
B. bertanya jawaban kepada teman
C. mengerjakan dengan jujur

K. KUNCI JAWABAN LATIHAN

  1. A

  2. B

  3. A

  4. C

  5. B

  6. B

  7. A

  8. B

  9. B

  10.  C

Pesan Guru

“Anak-anak hebat, ulangan bukan untuk membuat kalian takut. Ulangan adalah kesempatan untuk menunjukkan apa yang sudah kalian pelajari. Kerjakan dengan jujur, teliti, dan percaya diri. Ibu Guru percaya kalian pasti bisa!”

Refleksi 

Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik setelah ulangan selesai.

Guru mengajak siswa menyimpulkan kembali:

Merah, kuning, dan biru adalah warna primer.

Oranye, hijau, dan ungu adalah warna sekunder.

Warna tersier merupakan hasil campuran warna primer dan warna sekunder.

Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.


Kamis, 20 Agustus 2026

 




🌷 Persiapan Belajar Kamis, 20 Agustus 2026 🌷

Image

Image

Image

Image

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi anak-anak hebat kelas 3! 🌞


📚 Materi pembelajaran kita:

  1. 🔬 IPA – Siklus Hidup Makhluk Hidup
    Kita akan belajar bagaimana makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perubahan dari satu tahap ke tahap berikutnya, misalnya siklus hidup kupu-kupu, ayam, dan tumbuhan.

  2. 🇮🇩 Pendidikan Pancasila – Meneladani Karakter Perumus Pancasila
    Kita akan mengenal sikap baik para perumus Pancasila, seperti cinta tanah air, rela berkorban, bekerja sama, menghargai pendapat, bertanggung jawab, dan mengutamakan persatuan.

🌟 Motivasi:
Anak-anak, belajarlah dengan sungguh-sungguh karena setiap ilmu yang kita pelajari hari ini akan menjadi bekal untuk masa depan. Tidak apa-apa jika belum bisa, yang penting mau mencoba, bertanya, dan tidak mudah menyerah. Kalian semua adalah anak-anak hebat! 💪😊

🤲 Jangan lupa beribadah:
Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an sesuai kemampuan, serta selalu bersyukur kepada Allah SWT. Jadilah anak yang rajin belajar dan rajin beribadah.

🎒 Persiapan sebelum berangkat sekolah:

  • Siapkan buku dan alat tulis.

  • Rapikan seragam dan perlengkapan sekolah.

  • Sarapan secukupnya.

  • Berdoa sebelum berangkat.

  • Datang ke sekolah tepat waktu.

  • Siapkan hati untuk belajar dengan ceria, disiplin, dan penuh semangat.

Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌈
Jadilah seperti para perumus Pancasila: berani, bertanggung jawab, suka bekerja sama, dan selalu mengutamakan persatuan. 🇮🇩

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

IPAS KELAS 3A

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Puji Lestari, S.Pd

  • Hari/Tanggal: Kamis, 20 Agustus 2026

  • Kelas: 3A

  • Mata Pelajaran: IPAS

  • Materi: Mengenal Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Konsep Siklus Hidup

  • Pertemuan: Ke-1

B. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengenali makhluk hidup dan memahami ciri-ciri dasar makhluk hidup serta perubahan yang terjadi dalam siklus hidupnya. Peserta didik dapat mengamati lingkungan sekitar dan mengomunikasikan hasil pengamatannya dengan bahasa sederhana.

C. Tujuan Pembelajaran (TP)


  1. Mengenal ciri-ciri makhluk hidup.

  2. Menjelaskan pengertian makhluk hidup dengan bahasa sederhana.

  3. Menyebutkan beberapa ciri-ciri makhluk hidup.

  4. Memahami konsep siklus hidup.

  5. Memberikan contoh siklus hidup hewan atau tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar.

D. ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik mengamati gambar atau video tentang berbagai makhluk hidup.

  2. Peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup berdasarkan hasil pengamatan.

  3. Peserta didik mengelompokkan benda yang termasuk makhluk hidup dan bukan makhluk hidup.

  4. Peserta didik mengenal konsep siklus hidup.

  5. Peserta didik mengurutkan tahapan siklus hidup sederhana, misalnya kupu-kupu atau tanaman.

  6. Peserta didik menyampaikan hasil pengamatan dan pemahamannya di depan kelas.

E. Apersepsi

Guru mengajak peserta didik mengamati lingkungan sekitar kelas.

Guru bertanya:

  • “Apa saja yang kalian lihat di sekitar sekolah?”

  • “Apakah kucing termasuk makhluk hidup? Mengapa?”

  • “Apakah meja dan kursi termasuk makhluk hidup?”

  • “Apa yang terjadi pada seekor anak ayam ketika tumbuh besar?”

  • “Apakah tumbuhan juga mengalami perubahan?”

Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan materi hari ini bahwa makhluk hidup mempunyai ciri-ciri tertentu dan mengalami pertumbuhan serta perubahan dalam suatu siklus hidup.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode:

  • Tanya jawab

  • Observasi/pengamatan

  • Diskusi kelompok

  • Penugasan

  • Presentasi sederhana

G. Media Pembelajaran

  • Gambar berbagai makhluk hidup

  • Video pembelajaran tentang ciri-ciri makhluk hidup dan siklus hidup

  • Video Pembelajaran Siklus Hidup

    Video tersebut membahas pengertian siklus hidup serta tahapan perubahan pada hewan dan tumbuhan, dan memang ditujukan untuk kelas 3 SD.

  • Buku IPAS/IPS kelas 3

  • Lingkungan sekitar sekolah sebagai objek pengamatan

H. Penjabaran Materi

1. Pengertian Makhluk Hidup

Makhluk hidup adalah sesuatu yang dapat melakukan berbagai proses kehidupan, seperti tumbuh, bernapas, bergerak, membutuhkan makanan, dan berkembang biak.

Contoh makhluk hidup:

  • Manusia

  • Hewan

  • Tumbuhan

2. Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Makhluk hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:

a. Bernapas
Manusia bernapas menggunakan paru-paru. Ikan bernapas menggunakan insang. Tumbuhan juga melakukan pertukaran gas.

b. Membutuhkan makanan dan air
Manusia dan hewan membutuhkan makanan serta air untuk memperoleh energi. Tumbuhan membutuhkan air, udara, cahaya matahari, dan mineral untuk tumbuh.

c. Bergerak
Manusia dan hewan dapat bergerak berpindah tempat. Tumbuhan juga menunjukkan gerak, misalnya daun atau bunga yang mengarah ke cahaya.

d. Tumbuh dan berkembang
Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perubahan. Contohnya, bayi tumbuh menjadi anak-anak, kemudian dewasa.

e. Berkembang biak
Makhluk hidup berkembang biak untuk menghasilkan keturunan. Contohnya ayam bertelur dan kucing melahirkan.

f. Peka terhadap rangsangan
Makhluk hidup dapat memberikan respons terhadap rangsangan. Contohnya manusia menarik tangan ketika menyentuh benda panas.

g. Mengeluarkan zat sisa
Makhluk hidup mengeluarkan zat yang tidak diperlukan tubuh, misalnya manusia mengeluarkan keringat dan urine.

3. Konsep Siklus Hidup

Siklus hidup adalah tahapan perubahan yang dialami makhluk hidup sejak lahir atau mulai hidup, tumbuh, berkembang, hingga menghasilkan keturunan dan melanjutkan kehidupan.

Contoh siklus hidup kupu-kupu:

Telur → ulat → kepompong → kupu-kupu dewasa → bertelur kembali

Contoh siklus hidup ayam:

Telur → anak ayam → ayam muda → ayam dewasa → bertelur kembali

Contoh siklus hidup tumbuhan:

Biji → berkecambah → tumbuhan muda → tumbuhan dewasa → berbunga/berbuah → menghasilkan biji kembali

Penutup

  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran.

  2. Guru memberikan pertanyaan refleksi.

  3. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik.

  4. Guru mengingatkan peserta didik untuk menjaga dan menyayangi makhluk hidup di lingkungan sekitar.

  5. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

J. Kesimpulan

Makhluk hidup memiliki ciri-ciri, seperti bernapas, membutuhkan makanan dan air, bergerak, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, peka terhadap rangsangan, serta mengeluarkan zat sisa.

Makhluk hidup juga mengalami siklus hidup, yaitu tahapan kehidupan dari awal hidup, tumbuh dan berkembang, menjadi dewasa, berkembang biak, hingga menghasilkan keturunan.

K. Refleksi Peserta Didik

Peserta didik menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Sebutkan tiga ciri makhluk hidup!

  3. Apa yang dimaksud dengan siklus hidup?

  4. Siklus hidup makhluk hidup apa yang paling kamu ingat?

  5. Bagian pembelajaran mana yang paling kamu sukai?

  6. Apa yang masih belum kamu pahami?

L. Refleksi Guru

  • Apakah peserta didik mampu menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup?

  • Apakah peserta didik mampu membedakan makhluk hidup dan benda mati?

  • Apakah peserta didik memahami konsep siklus hidup?

  • Apakah media gambar/video membantu pemahaman peserta didik?

  • Peserta didik mana yang masih memerlukan pendampingan?

  • Apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya?


PENDIDIKAN PANCASILA

Kelas: III 
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Pertemuan: Ke-6
Materi: Meneladani Karakter Perumus Pancasila
Topik: Membuat Proyek Poster/Kliping Keteladanan Perumus Pancasila

A. Apersepsi

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang tokoh-tokoh perumus Pancasila.

Guru memberikan pertanyaan pemantik:

  1. Siapa saja tokoh yang ikut merumuskan Pancasila?

  2. Sikap baik apa yang dimiliki para perumus Pancasila?

  3. Apakah sikap tersebut dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari?

  4. Bagaimana cara kita menunjukkan sikap menghargai pendapat teman?

Guru menyampaikan bahwa para perumus Pancasila memiliki sikap bekerja sama, menghargai pendapat, rela berkorban, bertanggung jawab, cinta tanah air, dan mengutamakan kepentingan bersama. Sikap-sikap tersebut perlu kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

B. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengenal dan memahami sejarah perumusan Pancasila serta menunjukkan sikap sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu menghargai keberagaman pendapat, bekerja sama, bertanggung jawab, dan menunjukkan perilaku yang mencerminkan semangat persatuan.

C. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyebutkan beberapa tokoh perumus Pancasila.

  2. Mengidentifikasi karakter atau sikap teladan para perumus Pancasila.

  3. Menjelaskan contoh penerapan sikap teladan dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Bekerja sama dalam kelompok dengan penuh tanggung jawab.

  5. Membuat karya proyek kelompok berupa poster atau kliping tentang keteladanan para perumus Pancasila.

  6. Mempresentasikan hasil karya kelompok dengan percaya diri.

D. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Mengenal → Mengidentifikasi → Menjelaskan → Menerapkan → Membuat Karya → Mempresentasikan

  1. Peserta didik mengenal tokoh-tokoh perumus Pancasila.

  2. Peserta didik mengidentifikasi karakter baik yang dimiliki para perumus Pancasila.

  3. Peserta didik menjelaskan makna sikap teladan tersebut.

  4. Peserta didik menghubungkan sikap teladan dengan kehidupan sehari-hari.

  5. Peserta didik bekerja secara berkelompok membuat poster atau kliping.

  6. Peserta didik mempresentasikan hasil proyek kelompok.

  7. Peserta didik melakukan refleksi terhadap nilai-nilai keteladanan yang akan diterapkan.

E. Metode/Model Pembelajaran

Model: Project Based Learning (PjBL)

Metode:

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Penugasan proyek

  • Presentasi

  • Refleksi

F. Penjabaran Materi

1. Tokoh Perumus Pancasila

Beberapa tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila antara lain:

  • Ir. Soekarno

  • Drs. Mohammad Hatta

  • Mr. Ahmad Soebardjo

  • Mr. A.A. Maramis

  • Mr. Soepomo

  • Mr. Mohammad Yamin

  • Otto Iskandardinata

Para tokoh tersebut memberikan pemikiran dan berjuang untuk menghasilkan dasar negara Indonesia.

2. Karakter Teladan Perumus Pancasila

a. Cinta tanah air
Para perumus Pancasila memiliki rasa cinta terhadap Indonesia dan berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa.

b. Menghargai pendapat
Dalam proses perumusan Pancasila terdapat berbagai pendapat. Para tokoh berdiskusi dan menghargai pendapat satu sama lain.

c. Musyawarah
Para tokoh menyelesaikan perbedaan melalui pembicaraan dan musyawarah.

d. Rela berkorban
Para perumus Pancasila mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi.

e. Bekerja sama
Perumusan Pancasila merupakan hasil kerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama.

f. Bertanggung jawab
Para tokoh bertanggung jawab terhadap perjuangan dan keputusan yang diambil untuk kepentingan bangsa.

3. Contoh Penerapan di Sekolah

Sikap teladan tersebut dapat diterapkan dengan cara:

  • menghargai pendapat teman;

  • bekerja sama saat mengerjakan tugas kelompok;

  • tidak memaksakan kehendak;

  • mau membantu teman;

  • melaksanakan tugas dengan tanggung jawab;

  • menjaga persatuan dan kerukunan;

  • mengutamakan kepentingan bersama.

G. Langkah-Langkah Kegiatan Proyek

1. Menentukan Pertanyaan Dasar

Guru bertanya:

“Bagaimana cara kita meneladani karakter para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari?”

2. Membentuk Kelompok

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4–5 orang.

3. Menentukan Produk

Setiap kelompok memilih salah satu:

  • Poster keteladanan perumus Pancasila, atau

  • Kliping keteladanan perumus Pancasila.

4. Membuat Karya

Isi poster/kliping dapat memuat:

  • nama tokoh;

  • gambar tokoh;

  • karakter/sikap teladan;

  • contoh penerapan sikap tersebut;

  • kalimat ajakan.

Contoh kalimat:

“Mari Meneladani Perumus Pancasila dengan Menghargai Pendapat, Bekerja Sama, dan Mengutamakan Kepentingan Bersama!”

5. Presentasi

Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya di depan kelas.

6. Apresiasi

Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian peserta didik.

H. Kesimpulan

Para perumus Pancasila merupakan tokoh yang memiliki semangat cinta tanah air, bekerja sama, menghargai pendapat, bermusyawarah, bertanggung jawab, dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa.

Sebagai pelajar, kita dapat meneladani sikap tersebut dengan bekerja sama, menghargai teman, bertanggung jawab, tidak memaksakan kehendak, serta menjaga persatuan dan kerukunan.

I. Refleksi Peserta Didik

Peserta didik menjawab pertanyaan berikut:

  1. Sikap teladan apa yang paling saya sukai dari para perumus Pancasila?

  2. Apa yang sudah saya lakukan untuk menghargai pendapat teman?

  3. Bagaimana pengalaman saya bekerja sama dalam kelompok?

  4. Sikap apa yang ingin saya terapkan mulai hari ini?

  5. Apa yang saya pelajari dari proyek poster/kliping hari ini?

Refleksi guru:
Guru mengamati kemampuan peserta didik dalam memahami karakter para perumus Pancasila, bekerja sama, bertanggung jawab, berkomunikasi, serta menyelesaikan proyek kelompok.

J. Penilaian

Penilaian sikap:

  • Kerja sama

  • Tanggung jawab

  • Menghargai pendapat

  • Percaya diri

Penilaian pengetahuan:

  • Mampu menyebutkan tokoh perumus Pancasila.

  • Mampu menjelaskan karakter teladan para perumus Pancasila.

Penilaian keterampilan:

  • Kreativitas poster/kliping.

  • Kelengkapan isi.

  • Kerapian.

  • Kemampuan mempresentasikan hasil karya.

Dokumentasi kegiatan hari ini :

Rabu, 19 Agustus 2026


 






🌞 Assalamu’alaikum, anak-anak hebat dan solehah! 🌞

Selamat pagi, sayang-sayang Ibu Guru. 💕
Hari ini Rabu, 19 Agustus 2026, kita akan belajar dengan semangat dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. 📚✏️

Jangan lupa, sebelum belajar kita berdoa dan melaksanakan ibadah dengan tertib. Jadilah anak yang rajin belajar, rajin beribadah, sopan dalam berbicara, dan selalu berbuat baik kepada orang lain. 🤲✨

💪 Motivasi hari ini:
"Tidak harus langsung pintar, yang penting mau belajar, berusaha, dan tidak mudah menyerah. Setiap usaha kecil hari ini akan menjadi keberhasilan di masa depan." 🌟

Tetap semangat, ceria, dan percaya diri ya, anak-anak hebat!
Selamat belajar, semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu dan keberkahan. Aamiin. 🤲💖

🌸 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 BAHASA INDONESIA

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Rabu, 19 Agustus 2026

  • Kelas: 3A

  • Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  • Materi: Menyusun Kalimat Santun

  • Pertemuan: Ketiga

B. Apersepsi

Guru mengawali pembelajaran dengan menyapa siswa dan bertanya:

  1. “Apa yang kalian ucapkan ketika meminta bantuan kepada teman?”

  2. “Bagaimana cara berbicara kepada teman agar tidak menyakiti perasaannya?”

  3. “Apa yang kalian katakan ketika melakukan kesalahan kepada teman?”

  4. “Mana yang lebih baik: ‘Berikan pensilmu!’ atau ‘Bolehkah saya meminjam pensilmu?’ Mengapa?”

Guru memberikan beberapa contoh kalimat santun dan tidak santun. Siswa diajak membandingkan keduanya dan menyampaikan pendapat.

C. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi secara lisan dan tulisan dengan santun sesuai dengan konteks. Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi dengan menggunakan kalimat yang jelas, baik, dan sesuai dengan norma kesopanan.

D. Tujuan Pembelajaran

Hari ini kita akan:

  1. Menyusun kalimat santun dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Membedakan kalimat santun dan tidak santun.

  3. Menggunakan kata-kata yang sopan ketika berbicara dengan teman.

E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenali contoh kalimat santun dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Peserta didik membedakan kalimat santun dan kalimat yang kurang santun.

  3. Peserta didik menyusun kalimat santun berdasarkan situasi yang diberikan.

  4. Peserta didik mempraktikkan penggunaan kalimat santun dalam percakapan.

  5. Peserta didik bermain peran tentang sikap menjadi teman yang baik.

  6. Peserta didik melakukan refleksi terhadap penggunaan bahasa santun dalam kehidupan sehari-hari.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model: Cooperative Learning dan Role Playing (Bermain Peran).

Metode:

  • Tanya jawab

  • Diskusi

  • Demonstrasi

  • Bermain peran

  • Latihan

  • Penugasan

G. Materi Pembelajaran

1. Pengertian Kalimat Santun

Kalimat santun adalah kalimat yang menggunakan kata-kata sopan, baik, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

Contoh:

  • “Tolong ambilkan buku itu.”

  • “Bolehkah saya meminjam pensilmu?”

  • “Terima kasih sudah membantu saya.”

  • “Maaf, saya tidak sengaja.”

  • “Permisi, boleh saya lewat?”

2. Kata-Kata Santun

Beberapa kata yang dapat digunakan ketika berbicara dengan orang lain:

  • Tolong

  • Maaf

  • Terima kasih

  • Permisi

  • Silakan

  • Bolehkah

3. Contoh Kalimat Tidak Santun dan Perbaikannya

Kalimat Tidak SantunKalimat Santun
“Berikan pensilmu!”“Bolehkah saya meminjam pensilmu?”
“Minggir!”“Permisi, boleh saya lewat?”
“Ambilkan bukuku!”“Tolong ambilkan buku saya.”
“Itu salahmu!”“Maaf, sebaiknya kita periksa kembali.”
“Aku mau bukumu!”“Bolehkah saya melihat bukumu?”

H. Kegiatan Bermain Peran

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan satu situasi.

Situasi 1: Meminjam alat tulis teman.
Situasi 2: Tidak sengaja menyenggol teman.
Situasi 3: Meminta bantuan teman.
Situasi 4: Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.
Situasi 5: Meminta izin untuk menggunakan barang milik teman.

Setiap kelompok menyusun percakapan singkat menggunakan kalimat santun, kemudian memeragakannya di depan kelas.

I. Latihan Soal

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Kalimat yang santun ketika meminta bantuan adalah ....
    a. “Ambilkan bukuku!”
    b. “Cepat ambilkan!”
    c. “Tolong ambilkan buku saya.”
    d. “Kamu harus mengambilnya.”

  2. Ketika melakukan kesalahan kepada teman, sebaiknya kita mengucapkan ....
    a. terima kasih
    b. maaf
    c. permisi
    d. silakan

  3. “Bolehkah saya meminjam penghapusmu?” merupakan kalimat untuk ....
    a. meminta izin
    b. mengucapkan terima kasih
    c. meminta maaf
    d. menyapa teman

  4. Setelah mendapat bantuan dari teman, kita sebaiknya berkata ....
    a. “Cepat!”
    b. “Ayo!”
    c. “Terima kasih.”
    d. “Jangan!”

  5. Ketika ingin melewati teman, kalimat yang tepat adalah ....
    a. “Minggir!”
    b. “Geser!”
    c. “Permisi, boleh saya lewat?”
    d. “Aku mau lewat!”

B. Ubahlah menjadi kalimat yang lebih santun!

  1. “Pinjam pensilmu!”

  2. “Minggir, aku mau lewat!”

  3. “Ambilkan bukuku!”

  4. “Aku mau memakai penggarismu!”

  5. “Kamu salah!”

J. Kunci Jawaban

  1. c

  2. b

  3. a

  4. c

  5. c

Contoh jawaban:
6. “Bolehkah saya meminjam pensilmu?”
7. “Permisi, boleh saya lewat?”
8. “Tolong ambilkan buku saya.”
9. “Bolehkah saya memakai penggarismu?”
10. “Maaf, sepertinya kita perlu memeriksa kembali.”

K. Kesimpulan

Kalimat santun digunakan agar kita dapat berbicara dengan baik dan menghargai orang lain. Kata tolong, maaf, terima kasih, permisi, dan bolehkah merupakan contoh kata yang membuat komunikasi menjadi lebih sopan. Menjadi teman yang baik dapat dilakukan dengan berbicara santun, saling membantu, menghargai, meminta maaf ketika salah, dan berterima kasih ketika mendapat bantuan.

L. Refleksi

Guru mengajak siswa menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Sebutkan tiga kata santun yang kamu ketahui!

  3. Bagaimana perasaanmu ketika berbicara dengan bahasa yang santun?

  4. Apakah kamu sudah menggunakan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” kepada teman?

  5. Apa yang akan kamu lakukan agar menjadi teman yang lebih baik?

Pesan untuk siswa:
“Anak yang hebat bukan hanya pintar, tetapi juga mampu berbicara dengan sopan, menghargai teman, suka menolong, dan berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan.”


   MATEMATIKA

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Puji Lestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Rabu, 19 Agustus 2026

  • Kelas: 3A

  • Kelas B: B

  • Mata Pelajaran: Matematika

  • Materi: Menyusun Komposisi Bilangan Cacah sampai 1.000

  • Pertemuan: Pertama

B. Tujuan Pembelajaran

Hari ini kita belajar menggabungkan komposisi nilai ratusan, puluhan, dan satuan menjadi satu bilangan cacah yang utuh hingga 1.000.

Setelah pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan.

  2. Menentukan nilai suatu angka berdasarkan tempatnya.

  3. Menggabungkan ratusan, puluhan, dan satuan menjadi bilangan cacah.

  4. Menyusun bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan nilai tempatnya.

  5. Menyelesaikan soal sederhana tentang komposisi bilangan cacah.

C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik menuliskan bentuk panjang dan bentuk bilangan dari suatu komposisi.

  2. Peserta didik menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan komposisi bilangan cacah sampai 1.000.

D. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran:
Cooperative Learning

Metode:

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Diskusi kelompok

  • Permainan kartu bilangan

  • Latihan soal

  • Penugasan

E. Apersepsi

Guru menunjukkan beberapa kartu angka, misalnya 3, 5, dan 7.

Guru bertanya:

  • “Jika angka 3 berada di tempat ratusan, berapa nilainya?”

  • “Jika angka 5 berada di tempat puluhan, berapa nilainya?”

  • “Jika angka 7 berada di tempat satuan, bilangan berapa yang terbentuk?”

Guru kemudian menuliskan:

300 + 50 + 7 = 357

Guru menjelaskan bahwa angka-angka tersebut dapat digabungkan berdasarkan nilai tempatnya sehingga menjadi satu bilangan utuh.

F. Penjabaran Materi

1. Nilai Tempat

Dalam bilangan sampai 1.000 terdapat tempat:

  • Ratusan

  • Puluhan

  • Satuan

Contoh bilangan 472:

RatusanPuluhanSatuan
472
400702

Jadi:

472 = 400 + 70 + 2

2. Menyusun Bilangan dari Komposisinya

Jika diketahui:

500 + 60 + 8

Maka:

  • 500 = 5 ratusan

  • 60 = 6 puluhan

  • 8 = 8 satuan

Jadi bilangan yang terbentuk adalah:

568

3. Contoh Lain

200 + 30 + 5 = 235

700 + 40 + 6 = 746

300 + 80 + 1 = 381

900 + 20 + 4 = 924

600 + 70 + 9 = 679

4. Jika Salah Satu Nilainya Nol

Contoh:

400 + 0 + 7 = 407

Artinya:

  • 4 ratusan = 400

  • 0 puluhan = 0

  • 7 satuan = 7

Jadi bilangan tersebut adalah 407.

Contoh lainnya:

800 + 50 + 0 = 850

G. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

  1. Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa.

  2. Guru mengecek kehadiran siswa.

  3. Guru memberikan apersepsi tentang nilai tempat.

  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti

  1. Guru menjelaskan konsep ratusan, puluhan, dan satuan.

  2. Guru memberikan contoh penyusunan bilangan.

  3. Siswa mengamati kartu angka.

  4. Siswa bekerja dalam kelompok menyusun kartu ratusan, puluhan, dan satuan.

  5. Setiap kelompok menyusun beberapa bilangan.

  6. Siswa menyampaikan hasil pekerjaannya.

  7. Guru memberikan penguatan dan koreksi.

Kegiatan Penutup

  1. Guru dan siswa menyimpulkan materi.

  2. Siswa mengerjakan latihan.

  3. Guru memberikan refleksi.

  4. Guru memberikan motivasi.

  5. Pembelajaran ditutup dengan doa.

H. Contoh Latihan

A. Susunlah menjadi bilangan yang benar!

  1. 300 + 20 + 5 = ....

  2. 400 + 50 + 7 = ....

  3. 600 + 30 + 2 = ....

  4. 700 + 80 + 9 = ....

  5. 900 + 10 + 6 = ....

B. Tuliskan bentuk panjangnya!

  1. 245 = .... + .... + ....

  2. 368 = .... + .... + ....

  3. 512 = .... + .... + ....

  4. 704 = .... + .... + ....

  5. 890 = .... + .... + ....

C. Tentukan bilangan berdasarkan komposisinya!

  1. 5 ratusan + 2 puluhan + 4 satuan = ....

  2. 7 ratusan + 6 puluhan + 1 satuan = ....

  3. 3 ratusan + 9 puluhan + 5 satuan = ....

  4. 8 ratusan + 0 puluhan + 7 satuan = ....

  5. 9 ratusan + 4 puluhan + 0 satuan = ....

I. Kunci Jawaban

  1. 325

  2. 457

  3. 632

  4. 789

  5. 916

  6. 200 + 40 + 5

  7. 300 + 60 + 8

  8. 500 + 10 + 2

  9. 700 + 0 + 4

  10. 800 + 90 + 0

  11. 524

  12. 761

  13. 395

  14. 807

  15. 940

J. Kesimpulan

Bilangan cacah sampai 1.000 dapat disusun berdasarkan nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan.

Contohnya:

683 = 600 + 80 + 3

Jadi, untuk menyusun sebuah bilangan, kita perlu memperhatikan posisi setiap angka.

Ratusan + Puluhan + Satuan = Bilangan Utuh

K. Refleksi

Siswa menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Apa saja nilai tempat yang kamu ketahui?

  3. Berapa nilai angka 5 pada bilangan 572?

  4. Apakah kamu sudah dapat menyusun bilangan dari ratusan, puluhan, dan satuan?

  5. Bagian mana yang masih terasa sulit?

  6. Bagaimana perasaanmu setelah belajar menyusun bilangan?

Refleksi Guru

  • Apakah siswa sudah memahami nilai tempat?

  • Apakah siswa mampu menggabungkan ratusan, puluhan, dan satuan?

  • Siswa mana yang masih membutuhkan bimbingan?

  • Apakah kegiatan kartu bilangan membantu siswa memahami materi?

Motivasi:
“Belajar matematika tidak harus sulit. Dengan memahami nilai tempat sedikit demi sedikit, kita pasti bisa menyusun bilangan dengan benar. Tetap semangat, anak-anak hebat kelas 3A!”

Selasa, 18 Agustus 2026_3A

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholiha kelas 3A yang hebat dan membanggakan. 🌷
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar dengan penuh semangat. 😊

Anak-anak, jangan lupa untuk selalu rajin beribadah, melaksanakan salat tepat waktu, berdoa sebelum belajar, dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. 🤲

Mari kita biasakan menjadi anak yang jujur dalam perkataan dan perbuatan, selalu berbuat baik kepada teman, menghormati guru, menyayangi sesama, serta ringan tangan membantu orang lain. 💕

Hari ini, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Tidak apa-apa jika belum bisa, yang penting mau mencoba dan tidak mudah menyerah. Setiap usaha kecil yang kalian lakukan hari ini akan menjadi langkah menuju keberhasilan di masa depan. 🌟

Ingat ya, anak-anak:
🌱 Rajin beribadah
🌱 Jujur dan amanah
🌱 Suka berbuat baik
🌱 Hormat kepada guru dan orang tua
🌱 Sayang kepada teman
🌱 Semangat belajar dan pantang menyerah

Jadilah anak yang baik akhlaknya, kuat semangatnya, luas ilmunya, dan bermanfaat bagi orang lain. ❤️

Selamat belajar, sholih dan sholiha kelas 3A!
Semoga hari Selasa ini penuh keberkahan, ilmu yang bermanfaat, dan kebaikan. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

A. Identitas 

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Selasa, 18 Agustus 2026

  • Kelas: 3B

  • Mata Pelajaran: Matematika

  • Materi: Bilangan Cacah – Pemecahan Masalah dan Soal Cerita

  • Pertemuan: Keempat

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. Apersepsi

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak siswa mengingat kembali materi bilangan cacah yang telah dipelajari. Guru memberikan pertanyaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

“Ibu mempunyai 125 buah pensil. Kemudian membeli lagi 75 pensil. Berapa jumlah pensil Ibu sekarang?”

Siswa diminta mengamati, memahami informasi dalam soal, kemudian menyampaikan cara untuk menemukan jawabannya.

Guru mengaitkan kegiatan tersebut dengan pentingnya kemampuan membaca dan memahami soal cerita matematika agar dapat menentukan operasi hitung yang tepat.

C. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan bilangan cacah dalam berbagai situasi. Peserta didik mampu melakukan operasi hitung bilangan cacah serta menggunakan penalaran matematis untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita.

  2. Menentukan operasi hitung yang sesuai berdasarkan permasalahan.

  3. Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bilangan cacah dengan langkah yang benar.

E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

TahapAlur Tujuan PembelajaranKriteria Ketercapaian
1Peserta didik memahami informasi dalam soal cerita.Mampu menemukan minimal 2 informasi penting dalam soal.
2Peserta didik menentukan hal yang ditanyakan.Mampu menuliskan pertanyaan dari soal dengan tepat.
3Peserta didik menentukan operasi hitung yang sesuai.Mampu memilih penjumlahan atau pengurangan sesuai konteks soal.
4Peserta didik membuat kalimat matematika.Mampu menuliskan bentuk operasi dengan benar.
5Peserta didik menghitung dan menemukan jawaban.Mampu memperoleh hasil perhitungan dengan tepat.
6Peserta didik menyimpulkan jawaban.Mampu menuliskan jawaban dalam kalimat yang sesuai dengan konteks.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)

Metode:

  • Tanya jawab

  • Diskusi

  • Demonstrasi

  • Latihan soal

G. Media dan Sumber Belajar

  • Papan tulis

  • Kartu soal

  • Gambar benda dalam kehidupan sehari-hari

  • Lembar kerja peserta didik (LKPD)

  • Buku Matematika Kelas 3 SD

  • Benda konkret di sekitar kelas

H. Penjabaran Materi

1. Pengertian Soal Cerita

Soal cerita adalah soal matematika yang disajikan dalam bentuk cerita atau permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk menyelesaikan soal cerita, kita tidak hanya menghitung, tetapi harus memahami isi cerita terlebih dahulu.

2. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita

Langkah 1 – Baca dan pahami soal.
Baca soal dengan teliti agar mengetahui permasalahan yang diberikan.

Langkah 2 – Tentukan yang diketahui.
Catat angka atau informasi penting yang terdapat dalam soal.

Langkah 3 – Tentukan yang ditanyakan.
Cari tahu apa yang harus kita tentukan atau hitung.

Langkah 4 – Tentukan operasi hitung.
Pilih operasi yang sesuai, misalnya:

  • Bertambah atau digabung → penjumlahan

  • Berkurang, diambil, atau selisih → pengurangan

Langkah 5 – Hitung dengan teliti.

Langkah 6 – Tuliskan kesimpulan.
Jawaban ditulis dalam kalimat sesuai dengan pertanyaan.

3. Contoh Soal

Contoh 1 – Penjumlahan

Di perpustakaan terdapat 235 buku. Sekolah mendapat sumbangan 145 buku lagi. Berapa jumlah buku di perpustakaan sekarang?

Diketahui:
Buku awal = 235
Buku tambahan = 145

Ditanyakan:
Jumlah buku seluruhnya.

Kalimat matematika:
235 + 145 = 380

Jawaban:
Jumlah buku di perpustakaan sekarang adalah 380 buku.

Contoh 2 – Pengurangan

Pak Budi mempunyai 500 buah bibit tanaman. Sebanyak 175 bibit telah ditanam. Berapa bibit yang belum ditanam?

Diketahui:
Jumlah bibit = 500
Bibit yang ditanam = 175

Ditanyakan:
Bibit yang belum ditanam.

Kalimat matematika:
500 − 175 = 325

Jawaban:
Bibit yang belum ditanam adalah 325 bibit.

Latihan Soal

Petunjuk: Bacalah soal dengan teliti, tentukan apa yang diketahui dan ditanyakan, kemudian hitunglah dengan benar!

  1. Siti mempunyai 245 buah kelereng. Ayah memberikan lagi 125 buah kelereng. Berapa jumlah kelereng Siti sekarang?

  2. Di perpustakaan terdapat 675 buku. Sebanyak 235 buku dipinjam siswa. Berapa buku yang masih ada di perpustakaan?

  3. Pak Budi memanen 325 buah mangga pada hari Senin dan 275 buah mangga pada hari Selasa. Berapa jumlah mangga yang dipanen seluruhnya?

  4. Sebuah toko memiliki 850 pensil. Dalam satu minggu terjual 325 pensil. Berapa pensil yang masih tersisa?

  5. Ibu membeli 175 buah jeruk dan 225 buah apel. Berapa jumlah buah yang dibeli Ibu?

  6. Kelas 3A mengumpulkan 425 botol plastik untuk didaur ulang. Kelas 3B mengumpulkan 350 botol plastik. Berapa selisih botol yang dikumpulkan kedua kelas?

  7. Sebuah sekolah mempunyai 1.000 buku tulis. Sebanyak 450 buku dibagikan kepada siswa. Berapa buku yang belum dibagikan?

  8. Rani memiliki 350 stiker. Ia membeli lagi 175 stiker, kemudian memberikan 100 stiker kepada adiknya. Berapa stiker Rani sekarang?

  9. Di kebun sekolah terdapat 425 tanaman bunga. Kemudian ditanam lagi 275 tanaman. Jika 150 tanaman mati, berapa tanaman yang masih hidup?

  10. Ayah mempunyai 750 buah bibit tanaman. Sebanyak 325 bibit ditanam di kebun depan dan 175 bibit ditanam di kebun belakang. Berapa bibit tanaman yang masih tersisa?


Kunci Jawaban

  1. 245 + 125 = 370 kelereng

  2. 675 − 235 = 440 buku

  3. 325 + 275 = 600 mangga

  4. 850 − 325 = 525 pensil

  5. 175 + 225 = 400 buah

  6. 425 − 350 = 75 botol

  7. 1.000 − 450 = 550 buku

  8. 350 + 175 − 100 = 425 stiker

  9. 425 + 275 − 150 = 550 tanaman

  10. 750 − 325 − 175 = 250 bibit

Tantangan untuk siswa:
Pada soal nomor 8–10, siswa perlu melakukan dua operasi hitung. Mintalah mereka menjelaskan langkah pengerjaannya, bukan hanya menuliskan jawabannya.


Penutup

  1. Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran.

  2. Guru memberikan beberapa soal evaluasi individu.

  3. Siswa menyampaikan kesulitan atau pengalaman selama pembelajaran.

  4. Guru memberikan apresiasi kepada siswa atas usaha dan keberaniannya.

  5. Guru memberikan motivasi untuk selalu teliti dalam membaca soal.

  6. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

J. Kesimpulan

Soal cerita bilangan cacah harus diselesaikan dengan memahami isi permasalahan terlebih dahulu. Kita perlu mengetahui apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, operasi hitung yang digunakan, melakukan perhitungan dengan teliti, kemudian menuliskan kesimpulan.

Dengan membaca soal secara teliti, siswa akan lebih mudah menentukan cara yang tepat untuk memperoleh jawaban.

K. Refleksi Guru

  • Apakah siswa sudah mampu memahami informasi dalam soal cerita?

  • Apakah siswa mampu membedakan penggunaan penjumlahan dan pengurangan?

  • Apakah siswa sudah mampu menuliskan kalimat matematika?

  • Siswa mana yang masih membutuhkan pendampingan?

  • Apakah metode Problem Based Learning membantu siswa memahami pemecahan masalah?

  • Apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya?

L. Refleksi Peserta Didik

Siswa dapat menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang saya pelajari hari ini?

  2. Apakah saya sudah dapat menemukan informasi yang diketahui dan ditanyakan?

  3. Apakah saya sudah dapat menentukan operasi hitung yang tepat?

  4. Bagian mana yang masih terasa sulit?

  5. Apa yang akan saya lakukan agar lebih teliti dalam mengerjakan soal cerita?

Motivasi:
“Anak-anak hebat, jangan takut menghadapi soal cerita. Bacalah dengan teliti, pahami masalahnya, kerjakan langkah demi langkah, dan yakinlah bahwa kalian pasti bisa. Belajar dengan tekun hari ini akan membuat kalian semakin pintar dan percaya diri.”



 PENDIDIKAN PANCASILA

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

  • Nama Guru: Puji Lestari

  • Hari/Tanggal: Selasa, 18 Agustus 2026

  • Kelas: III SD

  • Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

  • Pertemuan: Kelima

  • Materi: Karakter Persatuan, Toleransi, dan Keadilan

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami pentingnya hidup rukun dalam keberagaman, menghargai perbedaan, menunjukkan sikap toleransi, persatuan, gotong royong, dan berlaku adil terhadap teman di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Memahami keberagaman latar belakang tokoh perumus Pancasila.

  2. Menjelaskan pentingnya persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Menjelaskan arti toleransi dengan bahasa sederhana.

  4. Memberikan contoh sikap toleransi di lingkungan sekolah.

  5. Menerapkan sikap persatuan dalam bekerja dan bermain bersama teman.

  6. Menunjukkan perilaku adil kepada semua teman tanpa membeda-bedakan.

  7. Meneladani sikap para tokoh perumus Pancasila yang mengutamakan persatuan bangsa.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengenal keberagaman → memahami perjuangan tokoh perumus Pancasila → memahami makna persatuan dan toleransi → mengenal perilaku adil → memberikan contoh dalam kehidupan sekolah → mempraktikkan sikap persatuan, toleransi, dan keadilan.

E. APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan pertanyaan:

  • "Apakah semua teman di kelas kita memiliki kebiasaan yang sama?"

  • "Bagaimana jika teman kita berbeda suku, bahasa, kesukaan, atau kemampuan?"

  • "Apakah kita boleh memilih-milih teman?"

  • "Apa yang harus kita lakukan agar kelas kita tetap rukun?"

Guru kemudian menyampaikan:

"Anak-anak, Indonesia memiliki banyak perbedaan. Para tokoh perumus Pancasila juga memiliki latar belakang dan pemikiran yang beragam. Namun, mereka tetap mengutamakan persatuan dan kepentingan bangsa. Hari ini kita akan belajar bagaimana meneladani sikap tersebut dalam kehidupan kita di sekolah."

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model: Problem Based Learning (PBL)

Metode:

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Mengamati gambar

  • Penugasan

  • Presentasi

  • Bermain peran

G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media:

  • Gambar tokoh perumus Pancasila

  • Gambar keberagaman siswa

  • Kartu situasi

  • Papan tulis

  • LKPD

Sumber belajar:

  • Buku Pendidikan Pancasila Kelas 3 SD

  • Lingkungan sekolah

  • Pengalaman peserta didik sehari-hari

H. PENJABARAN MATERI

1. Keberagaman

Indonesia memiliki banyak keberagaman, seperti:

  • Perbedaan suku

  • Bahasa

  • Agama dan kepercayaan

  • Budaya

  • Makanan kesukaan

  • Hobi

  • Kemampuan

  • Kebiasaan

Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Kita harus saling menghargai dan hidup rukun.

2. Tokoh Perumus Pancasila

Beberapa tokoh yang berperan dalam proses perumusan dasar negara antara lain:

  • Mohammad Yamin

  • Prof. Dr. Soepomo

  • Ir. Soekarno

Mereka memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Namun, mereka sama-sama berusaha memberikan gagasan terbaik untuk Indonesia.

Sikap yang dapat kita teladani adalah berani menyampaikan pendapat, menghargai pendapat orang lain, bekerja sama, dan mengutamakan persatuan.

3. Makna Persatuan

Persatuan berarti hidup bersama dengan rukun walaupun memiliki perbedaan.

Contoh persatuan di sekolah:

  • Bermain bersama tanpa memilih-milih teman.

  • Bekerja sama membersihkan kelas.

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Melaksanakan tugas kelompok bersama-sama.

  • Tidak mengejek teman yang berbeda.

4. Makna Toleransi

Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

Contoh:

  • Menghargai teman yang berbeda kebiasaan.

  • Tidak mengejek bahasa atau logat teman.

  • Memberikan kesempatan teman menyampaikan pendapat.

  • Menghormati teman ketika sedang beribadah.

  • Mau berteman dengan siapa saja.

5. Makna Keadilan

Keadilan berarti memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak pilih kasih.

Contoh:

  • Membagi tugas kelompok secara seimbang.

  • Bergantian menggunakan fasilitas kelas.

  • Tidak mengambil hak teman.

  • Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota kelompok.

I. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pendahuluan

  1. Guru memberi salam dan mengajak peserta didik berdoa.

  2. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar.

  3. Guru melakukan apersepsi tentang keberagaman.

  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

  5. Guru memberikan motivasi agar siswa belajar dengan semangat.

Kegiatan Inti – PBL

Tahap 1: Orientasi Masalah

Guru menunjukkan gambar anak-anak yang memiliki perbedaan.

Guru memberikan masalah:

"Dalam sebuah kelompok, ada seorang siswa yang tidak mau bekerja sama karena temannya berbeda kebiasaan. Menurut kalian, apakah sikap tersebut benar?"

Tahap 2: Mengorganisasi Peserta Didik

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

Setiap kelompok mendiskusikan:

  • Apa masalah yang terjadi?

  • Apakah tindakan tersebut mencerminkan persatuan?

  • Bagaimana cara menyelesaikannya?

Tahap 3: Membimbing Penyelidikan

Peserta didik mencari contoh sikap:

  • Persatuan

  • Toleransi

  • Keadilan

di lingkungan sekolah.

Tahap 4: Menyajikan Hasil

Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.

Tahap 5: Evaluasi

Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa perbedaan harus dihargai dan persatuan harus dijaga.

J. KEGIATAN BERMAIN PERAN

Guru memberikan situasi:

Situasi 1: Temanmu berbeda daerah asal.

Situasi 2: Ada teman yang kesulitan mengerjakan tugas.

Situasi 3: Dalam kelompok, ada teman yang belum mendapatkan tugas.

Peserta didik memeragakan tindakan yang menunjukkan persatuan, toleransi, dan keadilan.

K. GAMBAR TOKOH DAN KEBERAGAMAN

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Guru dapat meminta peserta didik mengamati gambar kemudian menjawab:

  1. Siapa saja tokoh yang kalian lihat?

  2. Apa yang dapat kita teladani dari para tokoh?

  3. Mengapa kita harus menghargai perbedaan?

  4. Bagaimana cara menjaga persatuan di kelas?

L. LATIHAN SOAL

Pilihan Ganda

1. Walaupun berbeda suku dan budaya, kita harus hidup ....
A. sendiri-sendiri
B. bermusuhan
C. rukun
D. saling mengejek

Jawaban: C

2. Sikap menghargai perbedaan disebut ....
A. toleransi
B. permusuhan
C. kesombongan
D. persaingan

Jawaban: A

3. Salah satu tokoh yang berperan dalam perumusan Pancasila adalah ....
A. Mohammad Yamin
B. R.A. Kartini
C. Ki Hajar Dewantara
D. Pattimura

Jawaban: A

4. Contoh menjaga persatuan di sekolah adalah ....
A. memilih-milih teman
B. mengejek teman
C. bekerja sama membersihkan kelas
D. bertengkar saat bermain

Jawaban: C

5. Membagi tugas kelompok secara seimbang merupakan contoh sikap ....
A. toleransi
B. keadilan
C. permusuhan
D. kesombongan

Jawaban: B

Isian Singkat

6. Sikap menghargai perbedaan disebut sikap ....

Jawaban: toleransi

7. Hidup rukun walaupun berbeda-beda merupakan contoh ....

Jawaban: persatuan

8. Salah satu tokoh perumus Pancasila adalah ....

Jawaban: Mohammad Yamin/Soepomo/Soekarno

Uraian

9. Sebutkan dua contoh sikap toleransi di sekolah!

Jawaban: Menghargai pendapat teman dan tidak mengejek teman yang berbeda.

10. Mengapa kita harus menjaga persatuan?

Jawaban: Agar hidup rukun, damai, saling membantu, dan tidak terjadi pertengkaran.

M. KESIMPULAN

Pancasila mengajarkan kita untuk hidup rukun dalam keberagaman. Kita harus menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bersikap toleran, dan berlaku adil kepada semua orang.

Para tokoh perumus Pancasila memiliki latar belakang dan pemikiran yang beragam, tetapi mereka tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan persatuan Indonesia.

Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan nilai tersebut dengan tidak memilih-milih teman, menghargai perbedaan, bekerja sama, membantu teman, dan berlaku adil.

N. REFLEKSI PESERTA DIDIK

Peserta didik menjawab:

  1. Apa yang saya pelajari hari ini?

  2. Apa arti toleransi menurut saya?

  3. Apakah saya sudah mau berteman dengan semua teman?

  4. Apa contoh persatuan yang akan saya lakukan di sekolah?

  5. Bagaimana saya akan bersikap adil kepada teman?

Refleksi Guru

  • Apakah peserta didik memahami makna persatuan?

  • Apakah peserta didik mampu memberikan contoh toleransi?

  • Apakah peserta didik mampu memahami pentingnya keadilan?

  • Apakah peserta didik aktif dalam diskusi kelompok?

  • Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan bimbingan dan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari.

O. MOTIVASI

"Anak-anak hebat, perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Jadilah anak yang mau berteman dengan siapa saja, menghargai perbedaan, suka menolong, dan selalu menjaga persatuan. Karena dengan persatuan, kita menjadi kuat dan Indonesia menjadi hebat."


  • Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  • Kelas: III SD

  • Materi: Menemukan Kosakata dan Pesan Moral dari Tayangan Video

  • Topik Video: Belajar Meminta Maaf dan Berterima Kasih

  • Tema: Pertemanan dan Berbuat Baik

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menyimak informasi dari berbagai media, termasuk tayangan audiovisual sederhana. Peserta didik dapat memahami informasi, menemukan kosakata baru, mengidentifikasi pesan atau nilai kebaikan dalam tayangan, serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dengan bahasa yang santun.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

  1. Menyimak tayangan video tentang pertemanan dengan baik.

  2. Menemukan dan mencatat kosakata baru dari tayangan video.

  3. Menjelaskan arti kosakata baru dengan bahasa sederhana.

  4. Menyebutkan tokoh dan peristiwa dalam video.

  5. Menemukan pesan moral atau pesan kebaikan dalam tayangan

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Menyimak video → memahami isi tayangan → menemukan kosakata baru → mencari arti kosakata → mengidentifikasi peristiwa dan tokoh → menemukan pesan moral → menghubungkan pesan dengan kehidupan sehari-hari → menyampaikan hasil pemahaman.

E. APERSEPSI

Guru bertanya kepada peserta didik:

  1. Pernahkah kalian melakukan kesalahan kepada teman?

  2. Apa yang kalian lakukan setelah melakukan kesalahan?

  3. Apa yang kalian katakan ketika ingin meminta maaf?

  4. Kapan kita mengucapkan terima kasih?

  5. Bagaimana perasaan kalian ketika teman meminta maaf kepada kalian?

Guru kemudian menyampaikan:

"Hari ini kita akan belajar melalui sebuah tayangan video tentang pertemanan. Kita akan mencari kosakata baru dan menemukan pesan kebaikan yang terdapat dalam video tersebut."

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL)

Metode

  • Menyimak

  • Tanya jawab

  • Diskusi

  • Mengamati tayangan

  • Mencatat kosakata

  • Penugasan

  • Presentasi sederhana

Media

  • Video pembelajaran tentang pertemanan

  • Laptop/HP

  • LCD/proyektor

  • Papan tulis

  • LKPD

  • Gambar kegiatan meminta maaf dan berterima kasih

G. PENJABARAN MATERI

1. Menyimak Tayangan Video

Menyimak adalah kegiatan mendengarkan dengan sungguh-sungguh untuk memahami informasi yang disampaikan.

Saat menonton video, kita harus:

  • Memperhatikan tayangan.

  • Mendengarkan percakapan tokoh.

  • Mencatat kata-kata yang belum kita ketahui.

  • Memperhatikan kejadian yang terjadi.

  • Mencari pesan atau kebaikan yang disampaikan.

2. Kosakata Baru

Kosakata adalah kumpulan kata yang kita gunakan dalam berkomunikasi.

Contoh kosakata yang dapat ditemukan dalam video:

KosakataArti
MaafUcapan ketika melakukan kesalahan
Terima kasihUcapan sebagai bentuk penghargaan atas kebaikan orang lain
MenyesalMerasa tidak senang karena telah melakukan kesalahan
MemaafkanTidak lagi menyimpan rasa marah terhadap kesalahan orang lain
PertemananHubungan antara satu teman dengan teman lainnya
MenolongMembantu orang lain yang membutuhkan
MenghargaiMenghormati atau memberikan nilai baik kepada orang lain
PeduliMemperhatikan dan mau membantu orang lain

3. Belajar Meminta Maaf

Meminta maaf dilakukan ketika kita melakukan kesalahan.

Contoh:

"Maaf, aku tadi tidak sengaja menjatuhkan bukumu."

Meminta maaf harus dilakukan dengan:

  • Tulus.

  • Sopan.

  • Tidak menyalahkan orang lain.

  • Bersedia memperbaiki kesalahan.

4. Belajar Berterima Kasih

Berterima kasih dilakukan ketika seseorang memberikan bantuan atau kebaikan kepada kita.

Contoh:

"Terima kasih sudah membantuku mengerjakan tugas."

Kita harus membiasakan mengucapkan terima kasih kepada orang lain.

5. Pesan Moral

Pesan moral adalah pesan atau pelajaran baik yang dapat kita ambil dari sebuah cerita atau tayangan.

Contoh pesan moral dari video tentang pertemanan:

  • Kita harus berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Kita harus mau memaafkan teman.

  • Kita harus mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.

  • Kita harus saling menolong.

  • Kita harus menjaga perasaan teman.

  • Kita harus berbicara dengan sopan.

  • Kita harus menjaga persahabatan.

H. GAMBAR PEMBELAJARAN

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Guru meminta siswa mengamati gambar kemudian menjawab:

  1. Apa yang sedang dilakukan anak-anak?

  2. Mengapa kita harus meminta maaf?

  3. Kapan kita mengucapkan terima kasih?

  4. Bagaimana cara menjaga pertemanan?

I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

1. Kegiatan Pendahuluan

  • Guru memberi salam.

  • Guru mengajak siswa berdoa.

  • Guru mengecek kehadiran.

  • Guru memberikan apersepsi.

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

2. Kegiatan Inti

Tahap 1 – Mengamati

Guru memutar video tentang pertemanan, meminta maaf, dan berterima kasih.

Siswa menyimak video dengan tertib.

Tahap 2 – Menemukan Kosakata

Siswa mencatat kata-kata baru yang ditemukan dalam video.

Contoh:

maaf – terima kasih – menolong – peduli – memaafkan – menghargai

Tahap 3 – Diskusi

Siswa berdiskusi dalam kelompok:

  • Siapa tokoh dalam video?

  • Apa masalah yang terjadi?

  • Apa yang dilakukan tokoh?

  • Kosakata baru apa yang ditemukan?

  • Apa pesan moral dari video?

Tahap 4 – Menyampaikan Hasil

Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.

Tahap 5 – Penguatan Guru

Guru memberikan penguatan bahwa meminta maaf dan berterima kasih merupakan kebiasaan baik yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

J. LATIHAN SOAL

Pilihan Ganda

1. Ketika melakukan kesalahan kepada teman, sebaiknya kita mengucapkan ....

A. Selamat
B. Maaf
C. Permisi
D. Sampai jumpa

Jawaban: 

2. Setelah mendapat bantuan dari teman, kita mengucapkan ....

A. Maaf
B. Tolong
C. Terima kasih
D. Selamat tinggal

Jawaban: 

3. Pesan moral adalah ....

A. nama tokoh dalam cerita
B. tempat terjadinya cerita
C. pelajaran atau pesan kebaikan dalam cerita
D. judul cerita

Jawaban: 

4. Sikap yang baik kepada teman adalah ....

A. mengejek
B. menolong
C. bertengkar
D. berbohong

Jawaban: 

5. Orang yang meminta maaf dengan tulus menunjukkan sikap ....

A. sombong
B. berani mengakui kesalahan
C. malas
D. iri

Jawaban: 

Isian

6. Kata yang diucapkan setelah menerima bantuan adalah ....

Jawaban: Terima kasih.

7. Ketika melakukan kesalahan, kita harus meminta ....

Jawaban:

8. Hubungan baik antara seseorang dengan temannya disebut ....

Jawaban: 

Uraian

9. Sebutkan dua contoh sikap baik dalam pertemanan!

Jawaban: Saling menolong dan saling menghargai.

10. Apa pesan moral yang dapat kita ambil dari video tentang meminta maaf dan berterima kasih?

Jawaban: 

K. KEGIATAN PENGAYAAN

Siswa membuat "Pohon Kata Kebaikan".

Setiap siswa menuliskan satu kosakata kebaikan pada kertas berbentuk daun, misalnya:

Maaf – Terima kasih – Tolong – Peduli – Jujur – Sopan – Menolong – Menghargai

Daun kemudian ditempelkan pada gambar pohon yang dibuat di kelas.

L. KESIMPULAN

Dari tayangan video tentang pertemanan, kita dapat belajar bahwa meminta maaf dan berterima kasih merupakan perilaku yang baik.

Kita harus berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan tidak malu mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan bantuan.

Dengan saling menghargai, menolong, memaafkan, dan berbicara dengan sopan, kita dapat memiliki pertemanan yang rukun dan menyenangkan.

M. REFLEKSI PESERTA DIDIK

Siswa menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang saya pelajari hari ini?

  2. Kosakata baru apa yang saya temukan?

  3. Apa arti kata "memaafkan"?

  4. Kapan saya harus meminta maaf?

  5. Kapan saya harus mengucapkan terima kasih?

  6. Apakah saya sudah menjadi teman yang baik?

  7. Kebaikan apa yang akan saya lakukan kepada teman hari ini?

Refleksi Guru

Guru mengamati:

  • Kemampuan siswa menyimak video.

  • Kemampuan menemukan kosakata baru.

  • Kemampuan memahami isi tayangan.

  • Kemampuan menemukan pesan moral.

  • Keberanian siswa menyampaikan pendapat.

  • Penerapan sikap meminta maaf, memaafkan, dan berterima kasih dalam kehidupan sehari-hari.

N. MOTIVASI

"Anak-anak hebat, jadilah teman yang baik. Jangan malu meminta maaf ketika salah dan jangan lupa mengucapkan terima kasih ketika mendapat kebaikan. Kata-kata sederhana seperti 'maaf' dan 'terima kasih' dapat membuat hati teman menjadi bahagia." 🌷


Dokumentasi kegiatan hari ini :