RSS

Postingan 1_ Seni Rupa_Senin, 05 Okt 2026

 





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal: Senin, 05 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Apresiasi dan Refleksi Seni Rupa (Memuji Karya Teman dengan Ikhlas dan Kata-Kata Positif sebagai Wujud Sedekah Rasa Syukur atas Karunia Keindahan dari Allah)

  6. Pertemuan Ke-: 8

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengamati, menganalisis, serta memberikan apresiasi dan refleksi terhadap karya seni rupa milik diri sendiri dan teman sejawat secara lisan maupun tulisan menggunakan bahasa yang santun, jujur, dan positif sebagai wujud rasa syukur atas karunia keindahan dan kreativitas yang dianugerahkan oleh Allah Swt.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menjelaskan arti apresiasi dan refleksi dalam seni rupa secara sederhana.

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi keindahan dan keunikan karya seni rupa buatan teman sekelas.

    • Peserta didik dapat menyampaikan pujian dan kritik membangun dengan ikhlas menggunakan kata-kata positif.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik mengamati karya seni teman secara cermat, jujur, dan penuh empati tanpa rasa iri.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa memuji karya teman dengan kata-kata baik adalah bentuk sedekah lisan dan wujud syukur atas rasa indah yang diberikan Allah Swt.

    • Joyful (Joy): Peserta didik merasa bahagia, percaya diri, dan saling menguatkan saat kegiatan "Pohon Apresiasi" dan bertukar kalimat pujian.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati berbagai contoh karya seni rupa hasil buatan teman sekelas.

  2. Mengidentifikasi unsur-unsur keindahan pada karya (warna, bentuk, kebersihan, dan keunikan).

  3. Memahami konsep pujian ikhlas sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur.

  4. Mempraktikkan cara menyampaikan apresiasi dan refleksi menggunakan kata-kata positif pada lembar/kartu pujian.

  5. Menempelkan pujian pada "Pohon Apresiasi Kelas" dan melakukan refleksi bersama.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajak berdiskusi hangat: "Anak-anak, bagaimana perasaanmu ketika hasil gambarmu dipuji oleh teman dengan kalimat yang indah? Senang sekali, bukan? Tahukah kalian bahwa memberikan pujian yang ikhlas kepada teman adalah bentuk sedekah yang paling mudah dan wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt. yang Mahaindah?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi apresiasi dan refleksi seni rupa.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    • Hadis Riwayat Bukhari & Muslim: "Kalimat yang baik adalah sedekah."

    • QS. Ibrahim Ayat 7: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu..."

    • Keterkaitan: Allah Swt. adalah Al-Jamil (Maha Indah) dan menyukai keindahan. Menikmati karya seni serta memuji karya teman dengan ikhlas dan kata-kata positif merupakan wujud sedekah lisan sekaligus rasa syukur atas nikmat keindahan yang Allah ciptakan melalui jemari kita.

  2. Penjabaran Materi

    • Apresiasi Seni: Kegiatan melihat, menikmati, dan menghargai nilai-nilai keindahan pada suatu karya seni.

    • Refleksi Seni: Momen merenungkan kembali proses pembuatan karya serta perasaan kita setelah melihat karya sendiri dan karya orang lain.

    • Pujian Ikhlas sebagai Sedekah:

      • Pujian tidak boleh membuat teman menjadi sombong, melainkan memberikan semangat dan rasa dihargai.

      • Memuji dengan ikhlas berarti menyampaikan kebaikan tanpa mengharapkan balasan.

    • Contoh Kata-Kata Positif untuk Memuji Karya Teman:

      • "Masya Allah, kombinasi warna yang kamu pilih sangat cerah dan rapi!"

      • "Gambar pemandanganmu indah sekali, garis-garisnya terlihat tegas dan rapi."

      • "Karya patung dari plastisin buatanmu sangat unik, aku suka sekali bagian detailnya!"

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video tentang indahnya berbagi pujian positif dan apresiasi seni)

  4. Media / Alat Peraga

    • Karya seni rupa hasil buatan peserta didik (gambar/kerajinan)

    • Kartu Apresiasi (Kertas berbentuk daun/bintang warna-warni)

    • Media "Pohon Apresiasi Kelas"

    • PPT Interaktif "Indahnya Apresiasi dan Sedekah Kata Positif"

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Kegiatan mengamati, menikmati, dan memberikan penghargaan terhadap keindahan suatu karya seni disebut …

      A. Pameran

      B. Apresiasi

      C. Koleksi

      D. Rekreasi

    2. Menurut ajaran agama, menyampaikan ucapan yang baik dan pujian positif dengan ikhlas kepada teman bernilai sebagai …

      A. Utang

      B. Sedekah

      C. Beban

      D. Kerugian

    3. Kalimat pujian yang tepat, santun, dan bernilai positif untuk hasil gambar teman adalah …

      A. Gambarmu jelek sekali, punya saya lebih bagus!

      B. Masya Allah, perpaduan warna yang kamu gunakan sangat indah dan rapi!

      C. Gambarmu biasa saja, tidak ada yang istimewa.

      D. Kenapa gambarmu aneh seperti ini?

    4. Menikmati keindahan warna dan bentuk pada karya seni merupakan wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt. karena Allah memiliki sifat …

      A. Maha Kaya

      B. Maha Indah (Al-Jamil)

      C. Maha Mendengar

      D. Maha Mengetahui

    5. Sikap yang harus kita hindari saat melihat karya seni buatan teman yang lebih bagus dari karya kita adalah …

      A. Iri hati dan mencela

      B. Mengucapkan selamat dan memuji

      C. Menjadikannya motivasi untuk belajar

      D. Mendoakan kebaikan untuk teman

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Memuji karya teman dengan kalimat santun akan membuat perasaan teman menjadi …

    2. Mengucapkan ucapan terpuji seperti "Masya Allah" saat melihat karya yang indah adalah wujud rasa … kepada Allah Swt.

    3. Apresiasi dan refleksi karya seni rupa dapat kita sampaikan melalui lisan maupun …

    4. Menghargai hasil karya orang lain merupakan pengamalan Pancasila sila ke- …

    5. Pujian yang disampaikan harus berasal dari hati yang jujur dan … tanpa rasa berpura-pura.

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 2 (dua) contoh kalimat pujian positif yang bisa kamu berikan untuk gambar pemandangan buatan temanmu!

    2. Mengapa memuji karya teman dengan ikhlas dikatakan sebagai bentuk sedekah lisan dan rasa syukur? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Apresiasi dan refleksi seni rupa melatih kita untuk peka terhadap keindahan. Memuji karya teman dengan ikhlas menggunakan kata-kata positif tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi orang lain, tetapi juga merupakan bentuk sedekah lisan dan wujud nyata rasa syukur kita atas karunia keindahan dan kreativitas dari Allah Swt.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat gembira saat menuliskan kalimat pujian di kartu apresiasi dan menempelkannya di "Pohon Apresiasi Kelas".

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih merasa malu atau canggung untuk menyampaikan pujian secara langsung di depan teman-temannya.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat antusias, kelas menjadi hangat, dan terpancar rasa saling menghargai antar siswa.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Membiasakan budaya "Sedekah Pujian Positif" setiap kali selesai melakukan kegiatan berkarya seni di kelas.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan individu bagi peserta didik yang belum lancar menyusun kalimat apresiasi dan refleksi positif.

    • Pengayaan: Memberikan tugas menjadi "Duta Apresiasi" yang bertugas mencatat dan membagikan kartu ucapan apresiasi pada pameran sekolah.

Postingan 3_Matematika_Senin, 05 Oktober 2026

 

🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 05 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Konsep Pembagian (Pembagian Benda Secara Adil)

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat melakukan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika, serta memahami konsep pembagian sebagai pengurangan berulang dan pembagian secara adil (pengelompokan/pembagian sama rata).

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum
    Peserta didik dapat memahami konsep dasar pembagian sebagai kegiatan membagi benda secara adil (sama rata) menggunakan benda konkret dan gambar dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

  • Meaningful (Ma): Peserta didik memahami pentingnya bersikap adil dan berbagi sama rata kepada sesama melalui kegiatan membagi benda konkret.

  • Mindful (Mi): Peserta didik secara fokus dan teliti melakukan proses pembagian benda satu per satu hingga habis tanpa ada yang tersisa secara adil.

  • Joyful (Joy): Peserta didik merasa senang dan antusias belajar pembagian melalui permainan peran membagikan benda/permen bersama teman sekelompok.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati peragaan pembagian benda konkret di depan kelas.

  2. Mengidentifikasi konsep membagi secara adil (setiap wadah/orang mendapatkan jumlah yang sama banyak).

  3. Menghubungkan proses pembagian secara adil dengan kalimat matematika pembagian.

  4. Menyelesaikan soal cerita sederhana tentang pembagian benda secara adil melalui kerja kelompok dan tugas mandiri.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik, kemudian menunjukkan 6 buah permen. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, jika Ibu/Bapak memiliki 6 permen dan ingin membagikannya kepada 2 orang teman kalian agar jumlahnya sama banyak, berapa permen yang didapatkan masing-masing anak?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan nilai keadilan dalam berbagi di kehidupan sehari-hari.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah
    Kaitkan materi dengan QS. Al-Muthaffifin ayat 1–3 tentang perintah untuk berlaku adil dan tidak mengurangi hak orang lain, serta nilai keindahan Islam dalam mengajarkan berbagi secara adil kepada sesama.

  2. Penjabaran Materi

MEMAHAMI KONSEP PEMBAGIAN SEBAGAI PEMBAGIAN BENDA SECARA ADIL

1. Apa itu Pembagian?
Pembagian adalah membagi sekumpulan benda menjadi beberapa bagian yang sama banyak (adil).

2. Contoh Konsep Berbagi Adil:
Budi memiliki 12 kelereng. Budi ingin membagikan kelereng tersebut kepada 3 temannya (Ahmad, Beni, dan Candra) secara adil.

Caranya:

  • Bagikan kelereng satu per satu ke setiap anak sampai kelerengnya habis.

  • Ahmad mendapat 4 kelereng.

  • Beni mendapat 4 kelereng.

  • Candra mendapat 4 kelereng.

Konsep Pembagian: Membagi Benda Secara Adil

1. Pengertian Pembagian
Pembagian adalah kegiatan membagi sejumlah benda menjadi beberapa kelompok dengan jumlah yang sama banyak.

Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian.

2. Contoh Pembagian Benda Secara Adil 🍎

Ada 12 apel yang akan dibagikan kepada 3 anak secara adil.

🍎🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎🍎 | 🍎🍎🍎🍎

Setiap anak mendapat 4 apel.

Jadi:

12 ÷ 3 = 4

Artinya, 12 benda dibagi menjadi 3 kelompok sama banyak, setiap kelompok berisi 4 benda.

3. Pembagian sebagai Pengurangan Berulang

12 ÷ 3 dapat dilakukan dengan mengurangi 3 secara berulang:

12 − 3 = 9
9 − 3 = 6
6 − 3 = 3
3 − 3 = 0

Ada 4 kali pengurangan, maka:

12 ÷ 3 = 4

4. Hubungan Perkalian dan Pembagian

Karena:

3 × 4 = 12

Maka:

12 ÷ 3 = 4
12 ÷ 4 = 3

Jadi, perkalian dapat membantu kita menyelesaikan pembagian.

✏️ Contoh Lain

  • 10 permen dibagi kepada 2 anak → 10 ÷ 2 = 5

  • 15 kelereng dibagi menjadi 3 kelompok → 15 ÷ 3 = 5

  • 20 pensil dibagikan kepada 4 siswa → 20 ÷ 4 = 5

⭐ Kesimpulan

Pembagian adalah membagi benda atau bilangan menjadi beberapa kelompok yang sama banyak. Pembagian dapat dilakukan dengan membagi secara adil, pengurangan berulang, atau menggunakan hubungan perkalian.

  1. Video Pembelajaran

  • Link Video Pembelajaran: [Sisipkan link video YouTube tentang konsep pembagian adil]

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT Interaktif

  • Benda konkret (stik es krim, kelereng, atau permen)

  • Piring plastik/papan pembagian

  • Gambar/Kartu Soal

  • LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

  1. Post Test
    Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

  2. Siti membawa 15 buah jeruk. Siti ingin membagikan jeruk tersebut kepada 3 temannya secara adil. Berapa buah jeruk yang diterima oleh masing-masing teman Siti?

  3. Tuliskan bentuk kalimat matematika pembagian dari gambar berikut: Ada 20 pensil dimasukkan ke dalam 4 kotak secara sama rata!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan
    Pembagian adalah proses membagi sekumpulan benda menjadi beberapa kelompok dengan jumlah yang sama banyak (adil). Jika benda dibagi rata tanpa tersisa, maka setiap kelompok mendapatkan bagian yang sama.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat praktik langsung membagikan benda konkret (stik es krim) ke dalam wadah.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih terburu-buru dalam menghitung sehingga ada ketidaktelitian saat memasukkan benda ke dalam wadah.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sebagian besar peserta didik aktif bekerja sama dalam kelompok dan berani maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasilnya.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Melakukan latihan terbimbing bagi peserta didik yang masih belum mahir dan memberikan soal tantangan bagi peserta didik yang sudah tuntas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
    Jumlah peserta didik tuntas : … peserta didik
    Jumlah peserta didik belum tuntas : … peserta didik

Tindak lanjut :

  • Remedial/Pendampingan: Bimbingan individual menggunakan benda konkret bagi peserta didik yang belum tuntas memahami konsep berbagi rata.

  • Pengayaan: Pemberian latihan soal cerita tingkat lanjut tentang pembagian dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik yang telah tuntas.

Postingan 2_Bahasa Indonesia, Senin 05 Okt 2026

 





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Puji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia

  3. HARI/TANGGAL: Rabu, 29 September 2026

  4. FASE/KELAS: Fase B / Kelas 3

  5. MATERI: Mengidentifikasi Alur Cerita dan Menulis Poin-Poin Penting untuk Menceritakan Ulang Teks Anekdot

  6. PERTEMUAN KE-: 12

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami alur cerita (awal, tengah, akhir) dari teks narasi/anekdot yang dibaca, mencatat poin-poin penting secara terstruktur, serta menceritakan kembali isi cerita anekdot secara runtut menggunakan bahasa sendiri dengan memperhatikan unsur humor dan pesan di dalamnya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi tahapan alur cerita (awal, tengah, dan akhir) pada teks cerita anekdot dengan tepat.

    • Peserta didik dapat mencatat poin-poin penting dari cerita anekdot yang dibaca.

    • Peserta didik dapat menceritakan ulang isi cerita anekdot berdasarkan alur dan poin penting yang telah dicatat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik menyimak dan membaca teks anekdot secara cermat untuk memetakan alur cerita secara runtut.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami pentingnya menyusun gagasan secara sistematis agar pesan dan kebaikan dalam cerita dapat disampaikan dengan jelas kepada orang lain.

    • Joyful (Joy): Peserta didik berani menceritakan ulang cerita lucu di depan teman-teman dengan penuh percaya diri dan gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Membaca teks anekdot sederhana secara mandiri atau bergantian.

  2. Mengidentifikasi bagian awal (pembuka), tengah (masalah/humor), dan akhir (penutup) dari cerita.

  3. Menuliskan poin-poin penting cerita ke dalam bagan alur sederhana.

  4. Melatih keterampilan menceritakan kembali isi anekdot dengan bahasa sendiri berdasarkan poin penting.

  5. Melakukan refleksi dan menyimpulkan pembelajaran bersama guru.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru membuka pembelajaran dengan bertanya kepada peserta didik: "Anak-anak, siapa yang pernah menceritakan pengalaman lucu kepada temannya? Supaya teman kita paham dan ikut tertawa, bagaimana cara kita menceritakannya dari awal sampai akhir?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memahami alur cerita dan poin penting.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Yusuf Ayat 3:

    “Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu…”

    Keterkaitan: Allah Swt. mengajarkan manusia melalui kisah-kisah yang tersusun rapi dan memiliki alur yang jelas agar mudah dipahami serta diambil pelajaran hikmahnya.

  2. Penjabaran Materi

    • Alur Cerita: Rangkaian jalannya peristiwa dalam cerita dari awal sampai akhir.

      1. Awal: Pengenalan tokoh dan situasi awal.

      2. Tengah: Kejadian inti, timbulnya masalah, atau munculnya bagian yang lucu/menggelitik (kejutan).

      3. Akhir: Penyelesaian cerita dan reaksi para tokoh.

    • Mencatat Poin Penting: Menuliskan kejadian-kejadian utama di setiap bagian alur tanpa perlu menuliskan seluruh kalimat.

    • Menceritakan Ulang: Mengingat kembali jalan cerita menggunakan kalimat sendiri dengan bantuan poin penting yang telah dicatat.

    Contoh Cerita Anekdot: "Kapur Tulis yang Hilang"

    Pak Guru masuk ke kelas dan bersiap menulis di papan tulis. Namun, kapur tulis di meja ternyata habis.

    Pak Guru bertanya, "Anak-anak, siapa yang mengambil kapur di meja?"

    Boni menjawab dengan sopan, "Tidak ada yang mengambil, Pak. Kapurnya hanya pindah tempat ke dalam saku saya!"

    Teman-teman sekelas pun tertawa mendengar jawaban Boni.

    Bagan Poin-Poin Penting:

    • Awal: Pak Guru hendak mengajar dan mencari kapur tulis di meja.

    • Tengah: Pak Guru bertanya siapa yang mengambil kapur. Boni menjawab kapurnya tidak diambil, melainkan pindah sendiri ke sakunya (Unsur Humor).

    • Akhir: Seluruh siswa di kelas tertawa bersama.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video animasi cerita anekdot sederhana untuk anak)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif (Bagan Alur Cerita)

    • Kartu Alur Cerita (Awal, Tengah, Akhir)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD Menceritakan Ulang)

    • Teks Cerita Anekdot Bergambar

  5. Post Test

    Bacalah cerita anekdot singkat di bawah ini, lalu kerjakan tugasnya!

    • Cerita:

      Lani melihat Kakak sedang sibuk mencari kunci sepeda motor di selokan dekat rumah.

      Lani bertanya, "Kak, jatuhnya memang di dalam selokan ini?"

      Kakak menjawab, "Bukan, jatuhnya di dalam rumah, tapi di sini lampunya lebih terang!"

    • Tugas:

      1. Tuliskan poin penting bagian Awal, Tengah, dan Akhir dari cerita di atas!

      2. Ceritakan kembali cerita tersebut menggunakan bahasamu sendiri di depan kelas!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Untuk dapat menceritakan ulang sebuah cerita anekdot dengan baik, kita perlu memahami alur cerita (awal, tengah, dan akhir) serta mencatat poin-poin pentingnya. Dengan begitu, cerita dapat disampaikan secara runtut dan tetap mengena humor serta pesannya.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat bersemangat ketika diminta menceritakan kembali cerita lucu di depan kelas.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih cenderung menghafal kata demi kata daripada menggunakan kalimat sendiri.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif, ceria, dan saling mendengarkan saat teman maju menceritakan ulang.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Melakukan latihan berkala menggunakan panduan gambar seri untuk melatih kelancaran berbahasa sendiri.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bimbingan secara personal bagi peserta didik yang belum tuntas dengan bantuan kartu alur bergambar untuk membantu menyusun kalimat menceritakan ulang.

Postingan 2_Ipas, Jumat. 02 Okt 2026





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷



A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal: Jumat, 02 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Sumber dan Bentuk Energi di Sekitar Kita

  6. Pertemuan Ke-: 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber-sumber energi dalam kehidupan sehari-hari, memahami berbagai bentuk energi (energi panas, cahaya, bunyi, listrik, dan gerak), serta menjelaskan manfaat sumber energi bagi kehidupan manusia secara bernalar kritis.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat menyebutkan macam-macam sumber energi utama di bumi (matahari, makanan, angin, air, listrik).

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk energi yang dihasilkan oleh benda-benda di sekitar sekolah dan rumah.

    • Peserta didik dapat menjelaskan manfaat sumber energi dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik fokus dan cermat saat mengamati benda-benda di sekitar kelas untuk mengenali bentuk energi yang dihasilkannya.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik menyadari bahwa energi adalah karunia Allah Swt. yang harus dimanfaatkan dengan bijak dan hemat.

    • Joyful (Joy): Peserta didik berpartisipasi aktif dalam permainan detektif energi dan bernyanyi bersama tentang "Sumber Energi".

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Pengenalan konsep dasar energi dan sumber energi melalui kegiatan apersepsi.

  2. Mengidentifikasi Matahari sebagai sumber energi terbesar di bumi beserta manfaatnya.

  3. Menjelaskan bentuk-bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, listrik, gerak) beserta contoh benda penghasilnya.

  4. Menganalisis manfaat energi melalui diskusi kelompok dan pengamatan di sekitar kelas.

  5. Mengerjakan latihan soal pemahaman dan melakukan refleksi pembelajaran.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, mengapa saat pagi hari kelas kita menjadi terang tanpa menyalakan lampu? Dari manakah cahaya itu berasal? Lalu, apa yang terjadi jika kalian tidak sarapan di pagi hari?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi sumber dan bentuk energi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Yunus Ayat 5:

    “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya…”

    Keterkaitan: Allah Swt. menciptakan matahari sebagai sumber energi terbesar yang memancarkan cahaya dan panas tanpa pernah habis untuk menerangi serta menghangatkan bumi beserta isinya.

  2. Penjabaran Materi

    Sumber dan Bentuk Energi di Sekitar Kita

    A. Pengertian Energi

    Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan atau menyebabkan perubahan.

    Kita membutuhkan energi untuk belajar, bermain, berjalan, memasak, menyalakan lampu, dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.

    Sumber energi adalah sesuatu yang menghasilkan atau menyediakan energi.

    Beberapa sumber energi yang ada di sekitar kita:

    1. ☀️ Matahari

      • Merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi.

      • Menghasilkan energi cahaya dan panas.

      • Contoh: menjemur pakaian dan membantu tumbuhan membuat makanan.

    2. 🍚 Makanan

      • Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh.

      • Energi dari makanan digunakan untuk bergerak, berpikir, belajar, dan bermain.

      • Contoh: nasi, sayur, buah, telur, ikan, dan daging.

    3. 💧 Air

      • Air yang mengalir dapat menghasilkan energi.

      • Digunakan untuk membantu menghasilkan listrik di pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

    4. 🌬️ Angin

      • Angin memiliki energi gerak.

      • Dapat digunakan untuk menggerakkan kincir angin dan membantu menghasilkan listrik.

    5. ⛽ Bahan bakar

      • Contohnya bensin, solar, dan gas.

      • Digunakan untuk kendaraan dan kegiatan memasak.

      • Bahan bakar termasuk sumber energi yang jumlahnya terbatas.


    C. Bentuk-Bentuk Energi

    Energi dapat ditemukan dalam berbagai bentuk.

    1. Energi Cahaya 💡

    Energi yang menghasilkan cahaya sehingga kita dapat melihat.

    Contoh:

    • Cahaya matahari

    • Lampu

    • Senter

    2. Energi Panas 🔥

    Energi yang dapat menyebabkan benda menjadi panas.

    Contoh:

    • Panas matahari

    • Api

    • Kompor

    3. Energi Gerak 🚲

    Energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak.

    Contoh:

    • Sepeda yang berjalan

    • Kipas angin berputar

    • Air mengalir

    • Angin yang bertiup

    4. Energi Bunyi 🔔

    Energi yang menghasilkan suara dan dapat didengar oleh telinga.

    Contoh:

    • Suara manusia

    • Bel sekolah

    • Radio

    • Alat musik

    5. Energi Listrik ⚡

    Energi yang dapat digunakan untuk menjalankan berbagai peralatan.

    Contoh:

    • Televisi

    • Kipas angin

    • Lampu

    • Kulkas

    6. Energi Kimia 🥗

    Energi yang tersimpan di dalam suatu bahan.

    Contoh:

    • Makanan menyimpan energi kimia untuk tubuh.

    • Baterai menyimpan energi kimia yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik.


    D. Perubahan Bentuk Energi

    Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

    Contoh:

    ☀️ Matahari
    Energi cahaya → energi panas

    💡 Lampu
    Energi listrik → energi cahaya dan panas

    🌀 Kipas angin
    Energi listrik → energi gerak

    🔊 Radio
    Energi listrik → energi bunyi

    🔦 Senter
    Energi kimia (baterai) → energi listrik → energi cahaya

    🍚 Makanan
    Energi kimia → energi gerak untuk melakukan aktivitas


    E. Kesimpulan

    • Energi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

    • Sumber energi antara lain matahari, makanan, air, angin, dan bahan bakar.

    • Bentuk energi antara lain energi cahaya, panas, gerak, bunyi, listrik, dan kimia.

    • Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

    • Kita harus menggunakan energi dengan hemat dan bijaksana.

    F. Sikap Hemat Energi

    Mari kita menghemat energi dengan cara:

    1. Mematikan lampu ketika tidak digunakan.

    2. Mematikan televisi setelah selesai menonton.

    3. Mencabut charger setelah digunakan.

    4. Menggunakan air secukupnya.

    5. Memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.

    6. Menggunakan kendaraan seperlunya.


    Latihan

    A. Pilihlah jawaban yang benar!

    1. Sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi adalah ....
      a. angin
      b. matahari
      c. baterai

    2. Energi yang dihasilkan oleh lampu adalah energi ....
      a. cahaya
      b. bunyi
      c. gerak

    3. Kipas angin mengubah energi listrik menjadi energi ....
      a. bunyi
      b. gerak
      c. kimia

    4. Energi yang tersimpan dalam makanan disebut energi ....
      a. kimia
      b. cahaya
      c. bunyi

    5. Contoh sumber energi yang dapat menggerakkan kincir adalah ....
      a. angin
      b. makanan
      c. lampu

    B. Isilah titik-titik berikut!

    1. Kemampuan untuk melakukan kegiatan disebut ....

    2. Matahari menghasilkan energi cahaya dan ....

    3. Suara manusia merupakan contoh energi ....

    4. Energi listrik pada kipas berubah menjadi energi ....

    5. Kita harus menggunakan energi secara ....

    Kunci Jawaban

    Pilihan Ganda:

    1. b

    2. a

    3. b

    4. a

    5. a

    Isian:

    1. energi

    2. panas

    3. bunyi

    4. gerak

    5. hemat/bijaksana

    • Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kegiatan. Tanpa energi, kita dan benda-benda tidak dapat bergerak atau berfungsi.

    • Sumber Energi Utama:

      1. Matahari: Sumber energi terbesar di bumi (menghasilkan panas dan cahaya).

      2. Makanan: Sumber energi bagi tubuh manusia dan hewan untuk beraktivitas.

      3. Angin & Air: Sumber energi untuk menggerakkan kincir dan membangkitkan listrik.

      4. Baterai & Listrik: Sumber energi untuk menyalakan alat-alat elektronik.

    • Bentuk-Bentuk Energi di Sekitar Kita:

      • Energi Cahaya: Energi yang membuat kita bisa melihat (Contoh: Lampu, matahari, senter).

      • Energi Panas: Energi yang menghasilkan rasa hangat/panas (Contoh: Api, matahari, setrika).

      • Energi Bunyi: Energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar/bersuara (Contoh: Radio, gitar, bel sekolah).

      • Energi Gerak: Energi yang dimiliki oleh benda yang berpindah tempat atau bergerak (Contoh: Kipas angin berputar, air mengalir).

      • Energi Listrik: Energi yang berasal dari arus listrik untuk mengoperasikan alat elektronik.
        B. Sumber Energi
  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video edukasi tentang sumber dan bentuk energi)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif "Petualangan Energi"

    • Benda konkret di kelas (Bel sekolah, kipas angin, senter, radio)

    • Gambar-gambar sumber energi

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Sumber energi terbesar bagi kehidupan di bumi adalah …

      A. Air

      B. Matahari

      C. Angin

      D. Baterai

    2. Manusia mendapatkan energi untuk berlari dan belajar dari …

      A. Sinar matahari

      B. Baterai

      C. Makanan dan minuman

      D. Arus listrik

    3. Gitar yang dipetik oleh Ayah menghasilkan bentuk energi …

      A. Panas

      B. Cahaya

      C. Bunyi

      D. Gerak

    4. Lampu meja yang dinyalakan di kamar dapat mengubah energi listrik menjadi energi …

      A. Bunyi

      B. Cahaya

      C. Gerak

      D. Kimia

    5. Benda berikut yang memanfaatkan energi gerak dari angin adalah …

      A. Setrika listrik

      B. Layang-layang

      C. Radio

      D. Senter

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Sinar matahari dapat dimanfaatkan oleh ibu untuk memeringkan baju yang basah karena menghasilkan energi …

    2. Kipas angin yang terhubung ke stopkontak dapat berputar karena memanfaatkan energi …

    3. Bunyi bel sekolah dihasilkan dari benda yang …

    4. Baterai pada mainan mobil-mobilan berfungsi sebagai sumber …

    5. Tumbuhan menggunakan energi cahaya matahari untuk membuat … sendiri.

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 3 (tiga) contoh benda di dalam kelasmu beserta bentuk energi yang dihasilkannya!

    2. Mengapa tubuh kita merasa lemas jika tidak makan? Hubungkan jawabanmu dengan konsep sumber energi!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Energi merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kehidupan. Matahari adalah sumber energi utama yang memancarkan panas dan cahaya. Benda-benda di sekitar kita dapat menghasilkan berbagai jenis energi seperti energi panas, cahaya, bunyi, gerak, dan listrik yang membantu pekerjaan manusia sehari-hari.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat mengidentifikasi bentuk-bentuk energi dari benda-benda yang ada di dalam kelas.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih bingung membedakan antara sumber energi dan bentuk energi.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif, responsif, dan ceria saat berdiskusi serta menjawab pertanyaan.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan penekanan konsep perbedaan "sumber" dan "bentuk" energi melalui contoh konkret pada pertemuan berikutnya.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas:0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan khusus dengan menggunakan kartu bergambar (Flashcard) untuk membedakan sumber dan bentuk energi.

    • Pengayaan: Memberikan tugas pengamatan sederhana mengenai sumber energi yang ada di rumah beserta kegunaannya.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 1_Seni Rupa_Jumat, 2 Okt 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷



A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal: Jumat, 02 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Menata Meja Kelas Menjadi Ruang Galeri Seni Mini (Apresiasi dan Pameran Karya Seni Rupa)

  6. Pertemuan Ke-: 6

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu merespons, mengapresiasi, dan memamerkan karya seni rupa dua atau tiga dimensi hasil buatannya sendiri dan teman-temannya melalui kegiatan merancang dan menata ruang galeri seni mini di kelas secara kreatif, rapi, dan bergotong royong.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat memahami konsep dasar pameran dan galeri seni secara sederhana.

    • Peserta didik dapat merancang dan menata susunan meja kelas menjadi display/pameran galeri seni mini.

    • Peserta didik dapat memberikan apresiasi dan tanggapan positif terhadap karya seni rupa yang dipamerkan.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik berhati-hati dan penuh kesadaran saat memegang, meletakkan, serta merawat karya seni agar tidak rusak.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa karya seni dibuat untuk dinikmati, dihargai, dan memberi keindahan serta kebahagiaan bagi orang lain.

    • Joyful (Joy): Peserta didik merasa bangga dan gembira saat memamerkan karya seninya dan mengelilingi galeri mini bersama teman-teman.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Pengenalan fungsi galeri seni dan cara memamerkan karya seni rupa.

  2. Mengelompokkan jenis karya seni rupa peserta didik (gambar/lukisan dan kerajinan/patung kecil).

  3. Merancang tata letak meja kelas menjadi jalur pengunjung galeri (gallery walk).

  4. Menata karya seni di atas meja pameran dilengkapi dengan label nama karya dan pembuatnya.

  5. Kegiatan apresiasi karya (mengunjungi galeri mini) dan mengisi lembar apresiasi sederhana.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan bertanya: "Anak-anak, siapa di sini yang pernah berkunjung ke museum atau pameran seni? Bagaimana cara mereka menyusun benda-benda indah tersebut agar terlihat rapi dan menarik? Hari ini kita akan menyulap meja kelas kita menjadi galeri seni mini!" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi pameran karya seni rupa.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-A'raf Ayat 31:

    “Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan…”

    Keterkaitan: Allah Swt. menyukai keindahan, kerapian, dan keteraturan. Menata karya seni secara rapi dan indah di pameran kelas merupakan cermin dari sikap mencintai keindahan dan kerapian.

  2. Penjabaran Materi

    • Galeri Seni Mini: Tempat sederhana di dalam kelas yang digunakan untuk memajang dan memamerkan karya seni hasil buatan peserta didik.

    • Langkah Menata Meja Kelas Menjadi Galeri Mini:

      1. Mengatur Posisi Meja: Menyusun meja membentuk huruf U atau jalur melingkar agar penonton nyaman berjalan mengelilingi pameran.

      2. Alas Pameran: Melapisi meja dengan kain polos atau kertas manila agar warna karya lebih menonjol.

      3. Pemberian Label (Caption): Meletakkan kartu informasi kecil di dekat karya (Judul Karya, Nama Pembuat, Kelas).

      4. Pencahayaan & Kerapian: Memastikan karya tidak menumpuk dan berada di area yang terang.

    • Sikap Saat Memasuki Galeri Seni:

      • Berjalan dengan tertib dan santun.

      • Tidak menyentuh karya tanpa izin jika rentan rusak.

      • Memberikan pujian atau masukan yang membangun.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video tentang tata cara pameran seni rupa kelas)

  4. Media / Alat Peraga

    • Meja dan kursi kelas

    • Kain alas / kertas manila warna netral

    • Kartu label nama karya (Kertas kecil & spidol)

    • Karya-karya seni rupa buatan siswa (gambar, kolase, atau patung plastisin)

    • Lembar Apresiasi Seni (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Tempat yang digunakan untuk memajang dan memamerkan karya seni agar dapat dilihat orang lain disebut …

      A. Lapangan

      B. Galeri / Pameran seni

      C. Gudang

      D. Perpustakaan

    2. Mengapa susunan meja untuk pameran sebaiknya diatur dengan rapi dan berjarak?

      A. Supaya siswa bisa berlarian

      B. Agar pengunjung nyaman berjalan dan melihat karya

      C. Agar kelas terlihat penuh dan sempit

      D. Supaya meja tidak dipakai belajar

    3. Kartu kecil yang diletakkan di samping karya seni saat pameran berisi informasi tentang …

      A. Harga meja dan kursi

      B. Judul karya dan nama pembuat

      C. Jadwal pelajaran sekolah

      D. Nama guru piket

    4. Sikap terpuji yang harus kita tunjukkan saat mengunjungi pameran karya teman adalah …

      A. Merusak karya yang tidak disukai

      B. Mengkritik dengan kata-kata kasar

      C. Menjaga kerapian dan memberikan pujian yang baik

      D. Mengambil karya teman untuk dibawa pulang

    5. Melapisi meja pameran dengan kain polos bertujuan untuk …

      A. Mengotori meja kelas

      B. Membuat tampilan karya seni terlihat lebih menonjol dan rapi

      C. Menyembunyikan karya seni

      D. Menutup seluruh pemandangan kelas

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Kegiatan menilai dan menghargai keindahan suatu karya seni disebut …

    2. Agar tidak membingungkan pengunjung, di dekat karya seni harus diberi label yang mencantumkan nama …

    3. Menyusun meja pameran secara bergotong royong merupakan cerminan pengamalan Pancasila sila ke- …

    4. Karya seni dua dimensi seperti gambar atau lukisan dapat dipajang di meja menggunakan …

    5. Saat berjalan mengelilingi galeri mini kelas, kita tidak boleh saling … agar karya tidak terjatuh.

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 3 (tiga) langkah sederhana untuk mengubah meja kelas menjadi tempat pameran seni mini!

    2. Bagaimana perasaanmu ketika karya senimu dipajang di galeri mini kelas dan dipuji oleh teman-temanmu? Jelaskan alasannya!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Menata meja kelas menjadi ruang galeri seni mini mengajarkan peserta didik cara menghargai dan memamerkan hasil karya seni secara rapi dan estetis. Kegiatan ini juga melatih rasa percaya diri, kerja sama, dan sikap saling mengapresiasi antar sesama teman.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat bangga dan antusias saat menyusun karya buatannya di atas meja pameran.

    • Kendala yang ditemukan: Ruang kelas yang terbatas membutuhkan pengaturan ulang posisi meja yang agak ekstra agar jalur jalan tidak sempit.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif, kreatif dalam menghias kartu label karya, serta santun saat mengelilingi pameran.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Mengundang guru atau kelas lain untuk berkunjung ke galeri mini kelas sebagai wujud apresiasi yang lebih luas.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: 0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan khusus bagi peserta didik yang masih malu atau kurang percaya diri memajang karyanya.

    • Pengayaan: Memberikan tugas menjadi "Pemandu Galeri" (Tour Guide) yang bertugas menjelaskan karya-karya di pameran kepada pengunjung.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 2_P.Pancasila, Kamis, 01 Oktober 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Fuji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal: Kamis, 01 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Evaluasi dan Refleksi Pelaksanaan Aturan Sekolah Melalui Pembuatan Poster Kesepakatan Kelas

  6. Pertemuan Ke-: 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merefleksikan pelaksanaan hak dan kewajiban serta aturan yang berlaku di lingkungan sekolah, serta mampu menyampaikan gagasan secara kreatif melalui pembuatan poster "Kesepakatan Kelas" sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengevaluasi pelaksanaan aturan-aturan sekolah yang telah dijalankan selama ini.

    • Peserta didik dapat merumuskan poin-poin refleksi mengenai pentingnya menaati aturan demi kenyamanan bersama.

    • Peserta didik dapat membuat poster "Kesepakatan Kelas" yang kreatif dan menarik sebagai simbol komitmen bersama.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik merenungkan dan merefleksikan perilakunya sendiri secara jujur dalam mematuhi aturan sekolah.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa aturan bukan diciptakan untuk mengekang, melainkan untuk menjaga kebaikan, keselamatan, dan kedamaian seluruh warga sekolah.

    • Joyful (Joy): Peserta didik merasa gembira dan antusias saat menghias dan mewarnai poster kesepakatan kelas bersama teman sekelompok.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Refleksi dan diskusi terbimbing mengenai aturan sekolah yang sudah berjalan baik maupun yang masih sering dilanggar.

  2. Mengelompokkan aturan-aturan penting menjadi kesepakatan bersama kelas.

  3. Merancang tata letak, kalimat pesan, dan hiasan pada karya poster kesepakatan kelas.

  4. Membuat poster "Kesepakatan Kelas" secara bergotong royong dalam kelompok kecil.

  5. Presentasi singkat poster di depan kelas, pembacaan komitmen bersama, dan penempelan poster di dinding kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajak berdiskusi singkat: "Anak-anak, coba bayangkan jika di jalan raya tidak ada lampu lalu lintas, apa yang akan terjadi? Sama halnya dengan kelas kita, jika tidak ada aturan dan kesepakatan, apakah belajar bisa terasa nyaman?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya evaluasi aturan melalui poster kesepakatan kelas.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Al-Ma'idah Ayat 1:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji (kesepakatan) itu…”

    Keterkaitan: Allah Swt. memerintahkan umat-Nya untuk selalu menepati janji dan kesepakatan yang telah dibuat. Menjaga kesepakatan kelas adalah bagian dari menepati janji untuk saling menghargai.

  2. Penjabaran Materi

    • Evaluasi Aturan Sekolah: Kegiatan melihat kembali aturan mana yang sudah kita patuhi (seperti datang tepat waktu, memakai seragam rapi) dan mana yang perlu ditingkatkan (seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak memotong pembicaraan guru/teman).

    • Refleksi Diri: Memikirkan akibat dari tindakan kita. Jika kita tertib, kelas menjadi damai; jika kita melanggar, kegiatan belajar menjadi terganggu.

    • Poster Kesepakatan Kelas: Media visual berisi ajakan, pesan positif, atau janji bersama yang dibuat secara menarik agar selalu diingat dan dipatuhi oleh seluruh warga kelas.

    • Ciri Kalimat Kesepakatan yang Baik:

      • Menggunakan bahasa yang positif (Contoh: "Berbicara dengan santun" lebih baik daripada "Dilarang berkata kasar").

      • Singkat, jelas, dan mudah diingat.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video edukasi tentang cara membuat kesepakatan kelas dan poster ajakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Kertas karton manila / kertas gambar A3

    • Pensil warna, krayon, dan spidol warna-warni

    • PPT Interaktif "Contoh Poster Kesepakatan Kelas"

    • Stiker hiasan dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD Rancangan Poster)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Tujuan utama diperlukannya aturan dan kesepakatan di dalam kelas adalah …

      A. Supaya guru bisa menghukum siswa

      B. Mencegah siswa untuk bermain

      C. Serta menciptakan suasana belajar yang aman, tertib, dan nyaman

      D. Membuat suasana kelas menjadi tegang

    2. Contoh kalimat ajakan yang positif dan tepat untuk dituliskan pada poster kesepakatan kelas adalah …

      A. Dilarang keras ribut di kelas!

      B. Mari menjaga kebersihan dan kerapian kelas bersama!

      C. Jangan malas mengerjakan tugas!

      D. Dilarang datang terlambat!

    3. Musyawarah membuat kesepakatan kelas merupakan wujud penerapan Pancasila sila ke- …

      A. Kedua

      B. Ketiga

      C. Keempat

      D. Kelima

    4. Apa yang harus kita lakukan jika ada teman yang lupa atau melanggar kesepakatan kelas yang telah dibuat bersama?

      A. Dimusuhi dan dijauhi

      B. Diingatkan dengan cara yang sopan dan santun

      C. Dilaporkan ke kepala sekolah

      D. Dibiarkan saja agar tidak bertengkar

    5. Membuat poster kesepakatan kelas secara bersama-sama dalam kelompok melatih sikap …

      A. Mandiri dan individualis

      B. Gotong royong dan kerja sama

      C. Sombong dan acuh tak acuh

      D. Berani bertengkar

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Aturan yang dibuat berdasarkan hasil kesepakatan bersama harus dipatuhi oleh … warga kelas.

    2. Poster kesepakatan kelas yang dipajang di dinding bertujuan untuk selalu … kita agar bersikap tertib.

    3. Mengulurkan tangan dan mendengarkan ketika teman sedang berbicara di depan kelas adalah bentuk rasa …

    4. Menjaga kebersihan kelas dengan membuang sampah pada tempatnya merupakan contoh kewajiban di lingkungan …

    5. Saling membantu dan bekerja sama saat menghias poster adalah contoh pengamalan nilai-nilai …

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 3 (tiga) contoh poin kesepakatan kelas yang ingin kamu terapkan di kelasmu!

    2. Mengapa poster kesepakatan kelas sebaiknya dihias dengan warna dan gambar yang menarik? Jelaskan alasannya!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Evaluasi dan refleksi pelaksanaan aturan sekolah membantu kita menyadari pentingnya kedisiplinan. Dengan membuat poster Kesepakatan Kelas secara bergotong royong, peserta didik berkomitmen untuk menjalankan nilai-nilai Pancasila serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, tertib, dan menyenangkan.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat berdiskusi menentukan kalimat kesepakatan dan menuangkan ide kreatifnya pada poster.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa kelompok masih membutuhkan waktu agak lama dalam membagi tugas menggambar dan mewarnai.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, komunikatif, dan menunjukkan semangat kerja sama yang tinggi.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Menempelkan poster hasil karya di area yang mudah dilihat serta melakukan peninjauan (check-in) kesepakatan kelas setiap akhir pekan.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas:25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas:0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pendampingan khusus bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami perbedaan hak, kewajiban, dan aturan kelas.

    • Pengayaan: Memberikan tugas menjadi "Duta Ketertiban Kelas" bergantian mingguan untuk memantau pelaksanaan poster kesepakatan kelas.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 1_Ipas, Kamis, 01 Okt 2026






🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. 💕

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🤲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
💗 Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🤝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
📖 Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
🕌 Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
📚 Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” 💪✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🤲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Puji Lestari, S.Pd. 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

  3. Hari/Tanggal: Kamis ,01 Okt 2026

  4. Fase/Kelas: Fase B / Kelas 3

  5. Materi: Menyimpulkan Perubahan Wujud Zat (Mencair, Membeku, Menguap, Mengembun, Menyublim, dan Mengkristal)

  6. Pertemuan Ke: 5

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyimpulkan proses perubahan wujud zat (padat, cair, dan gas) yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari akibat pelepasan atau penyerapan kalor (panas), serta mampu menjelaskan faktor penyebab terjadinya perubahan wujud tersebut secara bernalar kritis.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis perubahan wujud zat berdasarkan wujud awal dan wujud akhirnya.

    • Peserta didik dapat menyimpulkan pengaruh suhu (pemanasan dan pendinginan) terhadap perubahan wujud zat.

    • Peserta didik dapat menganalisis contoh peristiwa perubahan wujud zat yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik mengamati perubahan wujud benda melalui simulasi/sederhana dengan teliti dan fokus.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa perubahan wujud zat sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi (seperti siklus air).

    • Joyful (Joy): Peserta didik berpartisipasi aktif dalam kegiatan eksperimen sederhana dan permainan tebak perubahan wujud zat dengan riang gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati benda-benda dengan wujud berbeda (padat, cair, gas) di sekitar kelas.

  2. Melakukan demonstrasi/diskusi mengenai perubahan wujud benda karena dipanaskan atau didinginkan.

  3. Menyimpulkan 6 jenis perubahan wujud zat (mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal).

  4. Menganalisis contoh peristiwa sehari-hari dan menghubungkannya dengan konsep perubahan wujud.

  5. Mengerjakan latihan soal pemahaman dan refleksi pembelajaran.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, pernahkah kalian melihat es batu yang ditinggalkan di luar gelas? Apa yang terjadi pada es tersebut? Mengapa es bisa berubah menjadi air?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi menyimpulkan perubahan wujud zat.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. An-Nur Ayat 43:

    “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertumpuk-tumpuk, maka engkau lihat hujan keluar dari celah-celah (awan) itu…”

    Keterkaitan: Proses terjadinya hujan merupakan bukti kebesaran Allah Swt. melalui perubahan wujud zat dari menguap (cair menjadi gas) hingga mengembun/mencair menjadi titik-titik air hujan.

  2. Penjabaran Materi

    Perubahan wujud zat terjadi ketika suatu benda menerima/mewajibkan panas (dipanaskan) atau melepaskan panas (didinginkan).

    • Jenis-Jenis Perubahan Wujud Zat:

      1. Mencair: Perubahan wujud dari padat menjadi cair (butuh panas).

        • Contoh: Es batu yang meleleh, mentega yang dipanaskan di wajan.

      2. Membeku: Perubahan wujud dari cair menjadi padat (melepas panas/didinginkan).

        • Contoh: Air yang dimasukkan ke dalam freezer menjadi es batu.

      3. Menguap: Perubahan wujud dari cair menjadi gas (butuh panas).

        • Contoh: Air yang direbus hingga mendidih, baju basah yang dijemur di bawah sinar matahari.

      4. Mengembun: Perubahan wujud dari gas menjadi cair (melepas panas/didinginkan).

        • Contoh: Titik-titik air di luar gelas berisi es, embun pagi di dedaunan.

      5. Menyublim: Perubahan wujud dari padat menjadi gas (butuh panas).

        • Contoh: Kapur barus (kamper) di dalam lemari yang lama-kelamaan mengecil dan habis.

      6. Mengkristal/Mengkristalisasi: Perubahan wujud dari gas menjadi padat (melepas panas/didinginkan).

        • Contoh: Pembentukan salju di awan, jelaga hitam di dasar panci.

    • Kesimpulan Utama:

      • Dipanaskan (Menerima Panas) $\rightarrow$ Mencair, Menguap, Menyublim.

      • Didinginkan (Melepas Panas) $\rightarrow$ Membeku, Mengembun, Mengkristal.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video animasi perubahan wujud zat)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif "Segitiga Perubahan Wujud Zat"

    • Es batu, air hangat, gelas transparan, dan kapur barus

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test (Soal Latihan Pemahaman)

    I. Pilihan Ganda

    Pilihlah jawaban yang paling tepat!

    1. Ibu memanaskan mentega di atas wajan untuk menggoreng telur. Perubahan wujud yang terjadi pada mentega adalah …

      A. Membeku

      B. Mencair

      C. Menguap

      D. Mengembun

    2. Dinding luar gelas yang berisi es teh menjadi basah oleh titik-titik air. Peristiwa ini merupakan contoh dari …

      A. Menguap

      B. Menyublim

      C. Mengembun

      D. Membeku

    3. Kapur barus yang diletakkan di dalam lemari pakaian lama-kelamaan ukurannya akan mengecil dan habis. Perubahan wujud dari benda padat menjadi gas ini disebut …

      A. Menyublim

      B. Mengkristal

      C. Menguap

      D. Mencair

    4. Perubahan wujud benda yang membutuhkan panas (pemanasan) adalah …

      A. Membeku dan Mengembun

      B. Mencair dan Menguap

      C. Membeku dan Mengkristal

      D. Mengembun dan Mencair

    5. Baju basah yang dijemur di bawah terik matahari lama-kelamaan akan menjadi kering karena air dalam baju mengalami proses …

      A. Mengembun

      B. Menguap

      C. Membeku

      D. Menyublim

    II. Isian Singkat

    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

    1. Perubahan wujud dari zat cair menjadi zat padat disebut …

    2. Air mendidih yang mengeluarkan asap/uap menunjukkan terjadi peristiwa …

    3. Embun di pagi hari pada rumput dan daun merupakan contoh perubahan wujud dari … menjadi …

    4. Pembuatan es krim dari adonan cair yang didinginkan memanfaatkan proses perubahan wujud …

    5. Peristiwa perubahan wujud gas menjadi padat seperti pembentukan salju disebut …

    III. Uraian

    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

    1. Tuliskan 2 (dua) contoh peristiwa perubahan wujud mencair yang dapat kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari!

    2. Mengapa air laut yang dijemur oleh petani garam lama-kelamaan berubah menjadi kristal-kristal garam? Jelaskan proses perubahan wujud zat yang terjadi!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Benda dapat mengalami perubahan wujud jika mendapat perlakuan pemanasan atau pendinginan. Enam jenis perubahan wujud zat meliputi mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal. Pemahaman konsep ini membantu kita menjelaskan berbagai fenomena alam di sekitar kita.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat aktif dan antusias saat mengamati percobaan titik-titik air di luar gelas berisi es.

    • Kendala yang ditemukan: Sebagian kecil peserta didik masih tertukar antara istilah menyublim dan mengkristal.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Sangat baik, rasa ingin tahu tinggi, dan mampu menjawab pertanyaan pemantik dengan percaya diri.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Menggunakan alat peraga "Segitiga Perubahan Wujud Zat" interaktif pada pertemuan berikutnya untuk memperkuat pemahaman.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas:0 peserta didik

    Tindak Lanjut:

    • Remedial: Pembimbingan kembali tentang diagram perubahan wujud zat bagi siswa yang belum tuntas.

    • Pengayaan: Memberikan tugas analisis mengenai proses terjadinya hujan (siklus air) dan kaitannya dengan perubahan wujud zat bagi siswa yang telah tuntas.
Dokumentasi kegiatan hari ini