RSS

Postingan 3_ Pendidikan anti korupsi , Rabu, 09 Sept 2026





🌸 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Selasa, 09 September 2026 🌷

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. 💕📚

Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan membiasakan diri menjadi anak yang:

Disiplin — datang tepat waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
Jujur — berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran, karena kejujuran adalah akhlak mulia.
Rajin beribadah — jangan lupa melaksanakan sholat Dhuha dan selalu menjaga sholat lima waktu. 🤲
Rajin murojaah — luangkan waktu untuk mengulang dan menghafalkan surat-surat pendek agar semakin lancar dan dekat dengan Al-Qur'an. 📖❤️

🌱 Ingat ya, anak-anak:
Disiplin membuat kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kejujuran membuat kita dipercaya.
Ibadah membuat hati menjadi tenang.
Belajar membuat kita semakin pintar dan memiliki masa depan yang cerah. 🌟

Mari hari ini kita belajar dengan semangat, tertib, saling menghargai, saling membantu, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun. 🥰

💖 Jadilah anak yang baik bukan hanya ketika dilihat oleh guru, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat, karena Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Be disciplined, be honest, be kind, and never stop learning! 🌈✨

🌷 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 09 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Nilai Antikorupsi "Mandiri" (Belajar Bertanggung Jawab pada Diri Sendiri)

  6. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengidentifikasi, memahami, dan membiasakan nilai-nilai dasar antikorupsi (salah satunya sikap mandiri) dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menunjukkan perilaku tidak bergantung pada orang lain secara berlebihan untuk hal-hal yang menjadi kewajibannya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

  • Peserta didik mampu memahami makna dan pentingnya sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

  • Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh perilaku mandiri serta menerapkan dan menganalisis dampaknya di sekolah dan rumah.

  1. TP Ma-Mi-Joy

  • Mindful (Ma): Peserta didik menyadari dan merefleksikan hal-hal yang sudah bisa dilakukan sendiri tanpa merepotkan orang lain.

  • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami bahwa kemandirian adalah langkah awal mencegah perilaku curang atau koruptif (seperti bergantung pada bantuan tidak jujur atau menyontek).

  • Joyful (Joy): Peserta didik bersemangat mengisi "Papan Tantangan Aku Anak Mandiri" dengan rasa bangga dan percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati gambar/cerita tentang perbedaan anak yang mandiri dan anak yang selalu bergantung pada orang lain.

  2. Membahas pengertian nilai mandiri dan kaitannya dengan pencegahan perilaku antikorupsi sejak dini.

  3. Mengelompokkan contoh-contoh tindakan mandiri di rumah dan di sekolah.

  4. Menyelesaikan soal latihan serta post-test untuk mengukur pemahaman materi.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan memberikan pertanyaan pemantik:
"Anak-anak, siapa di sini yang tadi pagi sudah bisa menyiapkan jadwal pelajaran dan memakai seragam sekolah sendiri tanpa dibantu Ibu? Bagaimana rasanya ketika kita bisa melakukan tugas kita sendiri?"
Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan nilai penting antikorupsi, yaitu Mandiri.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
    QS. Ar-Ra'd Ayat 11:
    "...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..."
    Pesan Moral: Allah Swt. menyukai hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dan mau berusaha sendiri. Menjadi anak mandiri berarti kita belajar bertanggung jawab atas tugas kita tanpa selalu bergantung pada orang lain.

  2. Penjabaran Materi

Mengenal Nilai Antikorupsi: Sikap Mandiri

Mandiri artinya kemampuan untuk melakukan tugas dan kewajiban sendiri tanpa bergantung atau menyusahkan orang lain. Anak yang mandiri adalah anak yang bertanggung jawab dan jujur pada kemampuannya.


Mengapa Mandiri Itu Penting untuk Mencegah Korupsi?

  • Orang yang tidak mandiri cenderung suka mencari jalan pintas yang tidak jujur (seperti menyontek saat ujian atau menyuruh orang lain mengerjakan tugasnya).

  • Orang yang mandiri akan percaya pada kemampuan diri sendiri, bekerja keras, dan bangga pada hasil usahanya sendiri.


Contoh Sikap Mandiri:

  • Di Rumah:

    • Merapikan tempat tidur sendiri setelah bangun.

    • Menyiapkan perlengkapan sekolah sesuai jadwal.

    • Memakai pakaian dan sepatu sendiri.

  • Di Sekolah:

    • Mengerjakan soal ulangan atau PR sendiri tanpa menyontek.

    • Merapikan alat tulis dan meja belajar setelah selesai digunakan.

    • Membuang sampah pada tempatnya tanpa harus disuruh.


  1. Media / Alat Peraga
  • Poster Karakter Antikorupsi: "Aku Anak Mandiri dan Jujur"

  • Lembar Centang "Papan Tantangan Aku Anak Mandiri"

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Latihan Soal / Diskusi

Latihan Soal

Soal 1 (Pilihan Ganda)
Saat pelaksanaan ujian Matematika, Budi mengerjakan soal dengan teliti secara sendiri. Tindakan Budi menunjukkan contoh sikap...
A. Manja

B. Mandiri

C. Pemalas

Soal 2 (Pilihan Ganda)
Berikut ini yang bukan merupakan contoh tindakan mandiri di sekolah adalah...
A. Menyiapkan buku pelajaran sendiri

B. Menyontek jawaban teman saat ulangan

C. Membuang bekas bungkus makanan sendiri ke tempat sampah

Soal 3 (Isian Sederhana)
Mengerjakan PR dengan kemampuan sendiri tanpa menyuruh orang lain adalah ciri anak yang ....................

Soal 4 (Studi Kasus Singkat)
Dino lupa membawa pensil warna. Dino ingin meminjam kepada Edo. Namun, Dino langsung mengambil pensil warna di dalam tas Edo tanpa izin karena malas bertanya.
Apakah tindakan Dino mencerminkan anak yang mandiri dan jujur? Tuliskan alasanmu!


  1. Post Test

  2. Tuliskan 2 contoh kegiatan di rumah yang sudah bisa kamu lakukan secara mandiri!

  3. Mengapa anak yang menyontek saat ujian dikatakan sebagai anak yang tidak mandiri?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Mandiri adalah salah satu nilai penting antikorupsi. Anak yang mandiri akan belajar bertanggung jawab, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan tidak suka mengambil jalan pintas yang merugikan atau tidak jujur.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias menceritakan pengalaman mereka saat belajar mandiri di rumah.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih menganggap bahwa meminta bantuan orang tua untuk mengerjakan PR adalah hal yang wajar.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif berdiskusi mengenai batas antara "meminta bantuan belajar" dan "bergantung sepenuhnya".

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan jurnal harian mandiri untuk diisi peserta didik di rumah bersama dampingan orang tua.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

Tindak Lanjut: Bimbingan individual akan diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas melalui pemberian kartu tugas bergambar mengenai langkah-langkah belajar mandiri.

Postingan 1 _ Bahasa Indonesia , Rabu , 09 September 2026




 

🌸 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Rabu, 09 September 2026 🌷

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. 💕📚

Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan membiasakan diri menjadi anak yang:

Disiplin — datang tepat waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
Jujur — berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran, karena kejujuran adalah akhlak mulia.
Rajin beribadah — jangan lupa melaksanakan sholat Dhuha dan selalu menjaga sholat lima waktu. 🤲
Rajin murojaah — luangkan waktu untuk mengulang dan menghafalkan surat-surat pendek agar semakin lancar dan dekat dengan Al-Qur'an. 📖❤️

🌱 Ingat ya, anak-anak:
Disiplin membuat kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kejujuran membuat kita dipercaya.
Ibadah membuat hati menjadi tenang.
Belajar membuat kita semakin pintar dan memiliki masa depan yang cerah. 🌟

Mari hari ini kita belajar dengan semangat, tertib, saling menghargai, saling membantu, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun. 🥰

💖 Jadilah anak yang baik bukan hanya ketika dilihat oleh guru, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat, karena Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Be disciplined, be honest, be kind, and never stop learning! 🌈✨

🌷 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 09 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Berpendapat Santun tentang Tantangan dan Kehebatan Profesi di Laut (Lisan dan Tertulis)

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada teman sebaya dan dewasa tentang teks naratif, informatif, dan puisi. Peserta didik mampu menyampaikan pendapat secara lisan dan tertulis dengan santun, runtut, dan memperhitungkan lawan tutur di lingkungan sekitar.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

  • Peserta didik mampu mengidentifikasi tantangan dan kehebatan berbagai profesi di laut (nelayan, nahkoda, penyelam, penjaga pantai).

  • Peserta didik mampu menyampaikan pendapat lisan dan tertulis secara santun mengenai profesi di laut.

  1. Tujuan Pembelajaran

  • Mindful : Peserta didik menyimak pendapat teman dengan penuh empati tanpa menyela saat diskusi berlangsung.

  • Meaningful : Peserta didik memahami pentingnya menghargai dan mengapresiasi jasa pekerja di laut yang penuh tantangan demi kehidupan masyarakat.

  • Joyful : Peserta didik aktif berdiskusi melalui permainan "Papan Pendapat Bintang" dengan penuh semangat dan rasa percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati tayangan/gambar mengenai aktivitas profesi di laut (nelayan, nahkoda, tim SAR/penjaga pantai).

  2. Mendiskusikan tantangan (ombak besar, cuaca ekstrem) serta kehebatan (keberanian, keahlian) para pekerja laut.

  3. Mempelajari kata-kata santun untuk menyampaikan pendapat (misal: "Menurut saya...", "Saya setuju karena...", "Saya ingin menambahkan...").

  4. Menyajikan pendapat secara tertulis di lembar kerja dan mempresentasikannya secara lisan di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan memberikan pertanyaan pemantik:
"Anak-anak, selain nelayan, siapa lagi ya orang-orang hebat yang bekerja di tengah lautan? Bayangkan jika cuaca tiba-tiba buruk dan ombak menjadi sangat besar, apa tantangan terberat yang harus mereka hadapi? Bagaimana cara kita menyampaikan rasa kagum kepada mereka menggunakan bahasa yang santun?"
Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan cara berpendapat yang santun secara lisan dan tertulis.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
    QS. An-Nahl Ayat 14:
    "Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu lihat bahtera berlayar padanya..."
    Pesan Moral: Allah Swt. telah menundukkan laut dan memberikan potensi luar biasa. Kita patut bersyukur dan menghargai orang-orang yang berani bekerja mengarungi lautan demi memenuhi kebutuhan kita.

  2. Penjabaran Materi

Berpendapat Santun: Tantangan dan Kehebatan Profesi di Laut

Bekerja di laut bukanlah hal yang mudah. Ada banyak profesi di laut seperti Nelayan, Nahkoda Kapal, Penyelam, dan Penjaga Pantai (Tim SAR).


Tantangan dan Kehebatan Profesi di Laut:

  • Tantangan: Berhadapan dengan ombak besar, cuaca buruk yang tiba-tiba, berada jauh dari keluarga berhari-hari, dan risiko keselamatan yang tinggi.

  • Kehebatan: Memiliki keberanian luar biasa, keahlian navigasi/arah laut, fisik yang tangguh, serta pantang menyerah demi memberi nafkah dan menjaga keselamatan sesama.


Panduan Menyampaikan Pendapat secara Santun:

Saat menyampaikan pendapat, baik secara lisan (berbicara) maupun tertulis (menulis), gunakanlah kata-kata yang sopan dan santun:

  • Mulai dengan kata pembuka yang baik:

    • "Menurut pendapat saya..."

    • "Saya merasa bahwa..."

  • Berikan alasan yang jelas:

    • " ...karena mereka sangat berani menghadapi ombak besar."

  • Menanggapi pendapat teman dengan hargai:

    • "Saya setuju dengan pendapatmu, Budi, karena..."

    • "Pendapatmu sangat bagus, namun izin menambahkan..."


Contoh Menyajikan Pendapat:

  • Pendapat Lisan:

    "Menurut pendapat saya, profesi nahkoda kapal sangat hebat karena beliau bertanggung jawab membawa ratusan penumpang mengarungi laut dengan selamat."

  • Pendapat Tertulis:

    "Pekerjaan sebagai nelayan memiliki tantangan yang besar yaitu menghadapi angin malam dan ombak tinggi. Menurut saya, nelayan adalah profesi yang sangat mulia karena tanpa mereka kita tidak bisa makan ikan segar."
  1. Media / Alat Peraga
  • Kartu Gambar Profesi di Laut (Nahkoda, Penyelam, Nelayan, Tim SAR)

  • Video Singkat Perjalanan Kapal di Tengah Laut

  • "Papan Pendapat Bintang" (Tempat menempelkan pendapat tertulis peserta didik)

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) "Aku Berani Berpendapat"

  1. Latihan Soal / Diskusi

Latihan 1: Menyajikan Pendapat Tertulis
Pilihlah salah satu profesi di laut (Nelayan / Nahkoda / Penyelam / Tim SAR), lalu tuliskan pendapatmu dengan melengkapi kalimat berikut:

  1. Profesi di laut yang saya pilih adalah: ....................

  2. Menurut pendapat saya, tantangan terberat dari pekerjaan tersebut adalah: ....................

  3. Hal yang membuat profesi tersebut sangat hebat adalah: ....................

Latihan 2: Praktek Berpendapat Lisan (Diskusi Pasangan)
Sampaikan hasil pendapat tertulis yang sudah kamu buat di Latihan 1 kepada teman sebangkumu secara lisan menggunakan kalimat pembuka yang santun!

  1. Post Test

  2. Tuliskan 2 kata atau ungkapan santun yang dapat digunakan saat hendak menyampaikan pendapat!

  3. Mengapa kita tidak boleh memotong pembicaraan teman saat ia sedang menyampaikan pendapat di depan kelas?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Profesi di laut memiliki banyak tantangan berat namun sangat hebat dan berjasa bagi kehidupan. Menyampaikan pendapat mengenai profesi tersebut harus dilakukan secara santun, baik secara lisan maupun tertulis, dengan menggunakan alasan yang jelas dan saling menghargai pendapat orang lain.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik berani dan percaya diri menyampaikan pendapat lisan di depan teman-temannya.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih lupa menggunakan kalimat pembuka santun saat berbicara lisan.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik sangat aktif memberikan apresiasi berupa tepuk tangan dan pujian setelah temannya berpendapat.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Pembiasaan pengucapan kata-kata santun saat berdiskusi di setiap sesi pembelajaran.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

Tindak Lanjut: Bimbingan khusus akan diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas melalui panduan template kartu kalimat sederhana untuk membimbing penyusunan pendapat tertulis.

Postingan 2 _ Matematika , Rabu, 09 September 2026

 



 

🌸 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Rabu, 09 September 2026 🌷

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. 💕📚

Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan membiasakan diri menjadi anak yang:

Disiplin — datang tepat waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
Jujur — berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran, karena kejujuran adalah akhlak mulia.
Rajin beribadah — jangan lupa melaksanakan sholat Dhuha dan selalu menjaga sholat lima waktu. 🤲
Rajin murojaah — luangkan waktu untuk mengulang dan menghafalkan surat-surat pendek agar semakin lancar dan dekat dengan Al-Qur'an. 📖❤️

🌱 Ingat ya, anak-anak:
Disiplin membuat kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kejujuran membuat kita dipercaya.
Ibadah membuat hati menjadi tenang.
Belajar membuat kita semakin pintar dan memiliki masa depan yang cerah. 🌟

Mari hari ini kita belajar dengan semangat, tertib, saling menghargai, saling membantu, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun. 🥰

💖 Jadilah anak yang baik bukan hanya ketika dilihat oleh guru, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat, karena Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Be disciplined, be honest, be kind, and never stop learning! 🌈✨

🌷 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌷


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 09 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Pengurangan Bilangan Cacah Sampai 1.000 (Menghitung Uang Kembalian, Sisa Barang, dan Selisih)

  6. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 serta dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

  • Peserta didik mampu menguasai konsep dan menghitung pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 secara tepat.

  • Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sisa uang kembalian, sisa barang, atau selisih.

  1. TP Ma-Mi-Joy

  • Mindful (Ma): Peserta didik teliti dan fokus saat mengamati nilai tempat (ratusan, puluhan, satuan) dalam proses pengurangan.

  • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami manfaat penting ketelitian menghitung uang kembalian dan sisa barang saat bertransaksi atau beraktivitas sehari-hari.

  • Joyful (Joy): Peserta didik secara aktif dan gembira mengikuti simulasi "Toko Kejujuran Kelas" untuk mempraktikkan perhitungan uang kembalian.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati contoh kasus jual-beli dan penghitungan barang di papan tulis/media visual.

  2. Mempelajari konsep pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dengan teknik tanpa meminjam dan dengan teknik meminjam.

  3. Mengidentifikasi kata kunci soal cerita pengurangan (seperti sisa, selisih, kembalian, dan pecah/rusak).

  4. Menyelesaikan soal latihan secara individu dan berdiskusi kelompok melalui simulasi transaksi.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan memberikan pertanyaan pemantik:
"Anak-anak, siapa yang tadi pagi pernah belanja di kantin? Jika kalian membawa uang Rp1.000 dan membeli jajan seharga Rp700, berapa uang kembalian yang kalian terima? Bagaimana cara kita menghitungnya agar tidak keliru?"
Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi pengurangan bilangan cacah.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
    QS. Al-Muthaffifin Ayat 1–3:
    "Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka menguranginya..."
    Pesan Moral: Allah Swt. menyukai kejujuran dan ketelitian dalam berhitung dan bertransaksi. Mempelajari pengurangan membantu kita menjadi pribadi yang jujur dan adil saat berbelanja atau berbagi barang.

  2. Penjabaran Materi

Pengurangan Bilangan Cacah Sampai 1.000

Pengurangan digunakan untuk mencari sisa barang, uang kembalian, atau selisih antara dua nilai.


Kata Kunci Operasi Pengurangan:

  • Uang Kembalian = Uang yang dibayarkan $-$ Harga barang

  • Sisa Barang = Jumlah barang awal $-$ Barang yang digunakan/dijual/rusak

  • Selisih = Nilai yang lebih besar $-$ Nilai yang lebih kecil


Cara Menghitung Pengurangan Bersusun:

1. Pengurangan Tanpa Meminjam (Sisa Barang)

Di toko terdapat 758 buku. Hari ini terjual 324 buku. Berapa sisa buku di toko?

$$\begin{array}{rl} 758 \\ -\ 324 \\ \hline 434 \end{array}$$
  • Jadi: Sisa buku di toko adalah 434 buku.


2. Pengurangan Dengan Teknik Meminjam (Uang Kembalian / Selisih)

Budi membawa uang Rp1.000,00. Ia membeli buku tulis seharga Rp640,00. Berapa uang kembalian yang diterima Budi?

$$\begin{array}{rl} \overset{0\,\,9\,\,10}{1000} \\ -\ \ 640 \\ \hline 360 \end{array}$$
  • Proses:

    • Satuan: $0 - 0 = 0$

    • Puluhan: Pinjam dari ratusan $\rightarrow 10 - 4 = 6$

    • Ratusan: Sisa $9 - 6 = 3$

  • Jadi: Uang kembalian yang diterima Budi adalah Rp360,00.


  1. Media / Alat Peraga
  • Uang Mainan (Pecahan Rp100, Rp200, Rp500, Rp1.000)

  • Media Block Dienes / Kartu Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan)

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) "Hitung Kembalianmu!"

  1. Latihan Soal / Diskusi

Latihan Soal Cerita:

  1. (Menghitung Sisa)
    Sebuah perkebunan memanen 865 buah jeruk. Sebanyak 241 buah jeruk busuk. Berapa buah jeruk segar yang tersisa?

  2. (Menghitung Selisih)
    Perpustakaan sekolah memiliki 650 buku cerita dan 425 buku pelajaran. Berapa selisih antara jumlah buku cerita dan buku pelajaran?

  3. (Menghitung Uang Kembalian)
    Lani membawa uang Rp1.000,00 ke toko alat tulis. Ia membeli pensil seharga Rp450,00. Berapa rupiah uang kembalian yang harus diterima Lani?

  4. Post Test

  5. Tuliskan rumus sederhana untuk mencari sisa uang kembalian saat berbelanja!

  6. Ibu memiliki 900 gram tepung terigu. Digunakan untuk membuat kue sebanyak 575 gram. Berapa gram sisa tepung terigu Ibu sekarang?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari seperti menentukan sisa barang, selisih, dan uang kembalian. Ketelitian dalam menghitung susun ke bawah (terutama saat menggunakan teknik meminjam) sangat penting agar hasil yang diperoleh tepat.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat melakukan simulasi transaksi menggunakan uang mainan.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih sering keliru saat melakukan pengurangan teknik meminjam pada angka yang memiliki nilai nol (seperti 1.000 - 640).

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif bertanya dan berdiskusi saat mencocokkan hasil perhitungan kembalian.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan fokus pada pengurangan angka berakhiran nol dengan papan nilai tempat.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : [Isi Jumlah] peserta didik

Tindak Lanjut: Bimbingan individual akan diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas melalui penggunaan media konkrit uang mainan dan stik es krim nilai tempat.

Postingan 3_ Bahasa Indonesia, Selasa, 08 September 2026

 



 

🌸 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Selasa, 08 September 2026 🌷

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. 💕📚

Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan membiasakan diri menjadi anak yang:

Disiplin — datang tepat waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
Jujur — berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran, karena kejujuran adalah akhlak mulia.
Rajin beribadah — jangan lupa melaksanakan sholat Dhuha dan selalu menjaga sholat lima waktu. 🤲
Rajin murojaah — luangkan waktu untuk mengulang dan menghafalkan surat-surat pendek agar semakin lancar dan dekat dengan Al-Qur'an. 📖❤️

🌱 Ingat ya, anak-anak:
Disiplin membuat kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kejujuran membuat kita dipercaya.
Ibadah membuat hati menjadi tenang.
Belajar membuat kita semakin pintar dan memiliki masa depan yang cerah. 🌟

Mari hari ini kita belajar dengan semangat, tertib, saling menghargai, saling membantu, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun. 🥰

💖 Jadilah anak yang baik bukan hanya ketika dilihat oleh guru, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat, karena Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Be disciplined, be honest, be kind, and never stop learning! 🌈✨

🌷 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 08 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Membaca dan Memahami Puisi Bertema "Bekerja di Laut"

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada teman sebaya dan dewasa tentang teks naratif, informatif, dan puisi. Peserta didik mampu membaca dengan fasih, memahami pesan/isi teks puisi, serta membacakan puisi dengan intonasi, lafal, dan ekspresi yang sesuai.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

  • Peserta didik mampu membaca dan memahami isi teks puisi bertema "Bekerja di Laut".

  • Peserta didik mampu membacakan puisi tentang nelayan dan laut dengan intonasi, lafal, dan ekspresi yang sesuai.

  1. Tujuan Pembelajaran 

  • Mindful : Peserta didik fokus dan meresapi makna setiap bait puisi saat menyimak dan membaca.

  • Meaningful : Peserta didik memahami dan menghargai perjuangan serta kerja keras para nelayan yang bekerja di laut.

  • Joyful : Peserta didik dengan percaya diri dan gembira tampil membacakan puisi di depan kelas menggunakan ekspresi dan gestur tubuh yang menarik.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati gambar dan menyimak contoh pembacaan puisi bertema nelayan di laut.

  2. Menganalisis kata-kata baru dan memahami pesan yang terkandung dalam puisi.

  3. Berlatih membaca puisi secara berpasangan dengan memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi.

  4. Menampilkan pembacaan puisi di depan kelas dan memberikan apresiasi antar teman.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan memberikan pertanyaan pemantik:
"Anak-anak, siapa yang pernah pergi ke pantai atau melihat laut? Menurut kalian, siapa orang-orang gigih yang bekerja di tengah lautan luas untuk menangkap ikan? Bagaimana perasaan mereka saat menerjang ombak di malam hari?"
Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi membaca dan mengekspresikan puisi tentang nelayan.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
    QS. An-Nahl Ayat 14:
    "Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya..."
    Pesan Moral: Allah Swt. menciptakan lautan yang luas beserta rezeki di dalamnya. Kita patut bersyukur dan menghargai para nelayan yang bekerja keras mengarungi laut demi menyediakan bahan makanan bergizi bagi kita.

  2. Penjabaran Materi

Membaca dan Memahami Puisi: Nelayan dan Laut

Puisi adalah karangan indah yang terikat oleh bait dan baris. Untuk membaca puisi dengan baik, kita perlu memperhatikan tiga hal utama:

  • Lafal: Kejelasan dalam mengucapkan kata-kata.

  • Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara sesuai suasana puisi.

  • Ekspresi: Raut wajah dan penjiwaan yang menggambarkan isi puisi (semangat, haru, atau kagum).


Teks Puisi: Pahlawan Lautan

Pahlawan Lautan

Perahu kecil menari di atas gelombang

Ketika malam mulai membentang

Tanpa ragu engkau berlayar jauh

Menerjang angin dan dingin yang merengkuh

Wahai nelayan nan gigih berani

Menggulung jala di tengah sunyi

Demi rezeki halal untuk keluarga

Dan ikan segar bagi sesama

Lautan luas menjadi saksi

Perjuanganmu tulus tak pernah berhenti

Terima kasih pahlawan lautan

Kasih dan peluhmu takkan terhapuskan


Cara Membaca Puisi dengan Intonasi dan Ekspresi:

  • Bait 1: Dibaca dengan intonasi tenang namun mantap. Wajah menunjukkan ketakjuban pada keberanian nelayan.

  • Bait 2: Dibaca dengan nada penuh semangat. Tangan dapat diperagakan seolah sedang menarik jala. Wajah menunjukkan keteguhan hati.

  • Bait 3: Dibaca dengan nada lembut dan hangat. Wajah tersenyum penuh rasa hormat dan terima kasih.
  • Media / Alat Peraga
  • Video Pembacaan Puisi "Pahlawan Lautan"

  • Gambar/Kartu Visual Profesi Nelayan dan Perahu

  • Teks Puisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  • Properti Sederhana (Topi caping / jala kecil untuk pemodelan)

  1. Latihan Soal / Diskusi

Latihan 1: Memahami Isi Puisi

  1. Siapa tokoh yang diceritakan dalam puisi "Pahlawan Lautan"?

  2. Kapan nelayan pada puisi di atas mulai berlayar ke laut?

  3. Mengapa nelayan disebut sebagai "Pahlawan Lautan"? Tuliskan alasanmu!

Latihan 2: Unjuk Kerja Pembacaan Puisi
Praktikkan membaca satu bait puisi "Pahlawan Lautan" di depan teman sebangkumu secara bergantian. Mintalah temanmu menilai kelancaran lafal dan ekspresi wajahmu!

  1. Post Test

  2. Sebutkan 3 hal yang harus diperhatikan saat membacakan puisi di depan kelas!

  3. Jika sebuah puisi menceritakan perjuangan nelayan menerjang ombak besar, ekspresi wajah yang sesuai saat membacanya adalah...

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Membaca puisi bertema nelayan membutuhkan pemahaman isi cerita agar dapat menyampaikan ekspresi, intonasi, dan lafal yang tepat. Melalui puisi ini, peserta didik tidak hanya belajar seni berbahasa tetapi juga menanamkan rasa hormat dan terima kasih atas jerih payah para nelayan yang bekerja di laut.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias mencoba menirukan gestur dan ekspresi membaca puisi di depan kelas.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih terburu-buru (membaca seperti membaca teks biasa) sehingga intonasinya kurang berirama.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif bertepuk tangan dan memberikan pujian kepada teman yang tampil.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan pernapasan dan pemenggalan kata (jeda) agar pembacaan puisi lebih teratur.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

Tindak Lanjut: Bimbingan khusus akan diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas melalui penentuan pemenggalan jeda garis miring (/ dan //) pada teks puisi untuk mempermudah intonasi membaca.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 2_ Pendidikan Pancasiala, Selasa, 08 September 2026




 

🌸 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Selasa, 08 September 2026 🌷

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. 💕📚

Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan membiasakan diri menjadi anak yang:

Disiplin — datang tepat waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
Jujur — berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran, karena kejujuran adalah akhlak mulia.
Rajin beribadah — jangan lupa melaksanakan sholat Dhuha dan selalu menjaga sholat lima waktu. 🤲
Rajin murojaah — luangkan waktu untuk mengulang dan menghafalkan surat-surat pendek agar semakin lancar dan dekat dengan Al-Qur'an. 📖❤️

🌱 Ingat ya, anak-anak:
Disiplin membuat kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kejujuran membuat kita dipercaya.
Ibadah membuat hati menjadi tenang.
Belajar membuat kita semakin pintar dan memiliki masa depan yang cerah. 🌟

Mari hari ini kita belajar dengan semangat, tertib, saling menghargai, saling membantu, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun. 🥰

💖 Jadilah anak yang baik bukan hanya ketika dilihat oleh guru, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat, karena Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Be disciplined, be honest, be kind, and never stop learning! 🌈✨

🌷 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 08 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Bahasa Indonesia sebagai Solusi Komunikasi di Lingkungan Sekitar

  6. Pertemuan Ke- 4

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan hasil identifikasi mengenai identitas diri, keluarga, dan masyarakat sekitar sesuai nilai-nilai Pancasila. Peserta didik dapat menunjukkan sikap menghargai keberagaman suku, budaya, dan bahasa di lingkungan sekitar serta menerapkannya sebagai persatuan bangsa.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

  • Peserta didik mampu menganalisis studi kasus permasalahan komunikasi di lingkungan sekitar yang beragam.

  • Peserta didik mampu mengidentifikasi peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan solusi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tujuan Pembelajaran 

  • Mindful : Peserta didik menyimak cerita studi kasus dengan penuh perhatian dan mampu mengenali perasaan serta kebutuhan tokoh dalam cerita.

  • Meaningful : Peserta didik memahami bahwa Bahasa Indonesia menyatukan perbedaan suku/bahasa daerah di lingkungan tempat tinggal (Sila ke-3 Pancasila).

  • Joyful : Peserta didik secara aktif dan gembira berdiskusi kelompok memperagakan peran dalam studi kasus komunikasi.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati studi kasus mengenai hambatan komunikasi antarwarga dari suku yang berbeda.

  2. Menganalisis penyebab terjadinya kesalahpahaman dalam studi kasus tersebut.

  3. Merumuskan solusi komunikasi menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan santun.

  4. Menyimpulkan pentingnya Bahasa Indonesia dalam menjaga persatuan di lingkungan sekitar.

E. APERSEPSI SINGKAT
Guru menyapa peserta didik dan memberikan pertanyaan pemantik:
"Anak-anak, siapa di sini yang tetangganya berasal dari luar daerah atau memiliki suku yang berbeda? Jika tetangga kalian menggunakan bahasa daerah yang tidak kalian pahami, bagaimana cara kalian mengobrol dengannya?"
Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan fungsi Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa sesuai Sila ke-3 Pancasila.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
    QS. Al-Hujurat Ayat 13:
    "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal..."
    Pesan Moral: Allah Swt. menciptakan manusia dengan latar belakang dan bahasa yang beragam agar kita saling mengenal dan menghargai. Bahasa Indonesia hadir sebagai wadah untuk menjembatani silaturahmi antar sesama.

  2. Penjabaran Materi

Bahasa Indonesia: Jembatan Komunikasi di Lingkungan Kita

Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah. Di lingkungan sekitar tempat tinggal, kita sering bertemu tetangga atau teman yang memiliki asal-usul suku berbeda. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, kita membutuhkan satu bahasa bersama, yaitu Bahasa Indonesia.

Langkah Menganalisis Studi Kasus Komunikasi:

  • Identifikasi Masalah: Siapa saja yang berbicara dan apa hambatan bahasanya?

  • Cari Penyebab: Mengapa pesan tidak tersampaikan dengan jelas?

  • Tentukan Solusi: Bagaimana Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut?

Analisis Studi Kasus

Studi Kasus:
Di Desa Sukamaju, Pak Asep (berasal dari Sunda) baru saja pindah ke sebelah rumah Pak Budi (berasal dari Jawa). Saat bertemu di jalan, Pak Asep bertanya menggunakan bahasa daerahnya, sehingga Pak Budi merasa bingung dan hanya tersenyum tanpa paham maksudnya. Akibatnya, informasi tentang kerja bakti warga tidak tersampaikan dengan baik.

Hasil Analisis:

  • Masalah: Informasi kerja bakti tidak sampai karena perbedaan bahasa daerah.

  • Penyebab: Kedua warga menggunakan bahasa daerah masing-masing yang belum saling dipahami.

  • Solusi: Pak Asep dan Pak Budi sebaiknya berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia yang sopan dan ramah.

  • Kesimpulan: Dengan menggunakan Bahasa Indonesia, kedua warga dapat saling memahami informasi, tercipta rukun tetangga, dan kerja bakti dapat berjalan lancar.

  1. Media / Alat Peraga

  • PPT Interaktif "Petualangan Bahasa Pemersatu"

  • Kartu Studi Kasus Warga

  • Peta Keberagaman Indonesia

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Latihan Soal 

Kasus 1:
Siti baru pindah dari daerah lain dan bergabung di kelompok belajar Komang. Siti kesulitan memahami saat Komang berbicara bahasa daerah Bali. Apa yang sebaiknya dilakukan Komang dan Siti agar diskusi belajar tetap berjalan lancar?

Kasus 2:
Ibu Susi ingin membeli sayur di pasar, namun penjual sayur tidak mengerti bahasa daerah Ibu Susi Tuliskan usulan kalimat Bahasa Indonesia yang sopan yang bisa digunakan Ibu Susii!


  1. Post Test

  2. Mengapa kita perlu menggunakan Bahasa Indonesia saat berbicara dengan teman atau tetangga yang berbeda suku?

  3. Tuliskan satu contoh kejadian di sekitar rumahmu yang menunjukkan pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Bahasa Indonesia berperan penting sebagai alat pemersatu bangsa dan solusi komunikasi di lingkungan yang beragam. Menggunakan Bahasa Indonesia saat berinteraksi dengan warga yang berbeda suku dapat mencegah kesalahpahaman dan mempererat persatuan sesuai Sila ke-3 Pancasila.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat mendiskusikan studi kasus dan bermain peran.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih spontan menjawab menggunakan bahasa daerah sehari-hari.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif mengemukakan pendapat dan memberi usulan solusi.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan santun saat berinteraksi di kelas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

Tindak Lanjut: Bimbingan individual akan diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas melalui latihan analisis kasus sederhana menggunakan media gambar.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 1_matematika , Selasa, 08 Sept 2026




 

🌸 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

☀️ Selamat pagi, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Selasa, 08 September 2026 🌷

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. 💕📚

Anak-anak hebat, mari kita awali hari ini dengan membiasakan diri menjadi anak yang:

Disiplin — datang tepat waktu, menaati aturan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab.
Jujur — berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran, karena kejujuran adalah akhlak mulia.
Rajin beribadah — jangan lupa melaksanakan sholat Dhuha dan selalu menjaga sholat lima waktu. 🤲
Rajin murojaah — luangkan waktu untuk mengulang dan menghafalkan surat-surat pendek agar semakin lancar dan dekat dengan Al-Qur'an. 📖❤️

🌱 Ingat ya, anak-anak:
Disiplin membuat kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Kejujuran membuat kita dipercaya.
Ibadah membuat hati menjadi tenang.
Belajar membuat kita semakin pintar dan memiliki masa depan yang cerah. 🌟

Mari hari ini kita belajar dengan semangat, tertib, saling menghargai, saling membantu, dan selalu berbuat baik kepada siapa pun. 🥰

💖 Jadilah anak yang baik bukan hanya ketika dilihat oleh guru, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat, karena Allah selalu melihat setiap perbuatan kita.

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A!
Be disciplined, be honest, be kind, and never stop learning! 🌈✨

🌷 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari,S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 08 September  2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Penjumlahan Bilangan Cacah sampai 1.000 dengan kegiatan belanja 

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase B, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000 lebih. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan berbagai strategi penalaran, serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari berbentuk soal cerita.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik mampu menganalisis informasi dalam soal cerita matematika berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

    • Peserta didik mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan cacah hingga 1.000 (dengan teknik menyimpan maupun tanpa menyimpan) secara tepat.

  2. Tujuan Pembelajaran 

    • Mindful : Peserta didik menyimak cerita dengan penuh konsentrasi dan mampu mengidentifikasi hal yang diketahui serta ditanyakan pada soal.

    • Meaningful : Peserta didik memahami manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung barang belanjaan atau bersedekah.

    • Joyful : Peserta didik antusias mengikuti permainan kartu cerita belanja dan diskusi kelompok yang menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
  1. Mengidentifikasi kata kunci penjumlahan dalam soal cerita (seperti: membeli lagi, diberi, gabungan, jumlah seluruhnya).

  2. Mengubah kalimat cerita menjadi kalimat matematika (model matematika).

  3. Menghitung hasil penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan metode bersusun pendek.

  4. Memeriksa kembali jawaban dan menyimpulkan hasil perhitungan dalam kalimat lengkap.

E. APERSEPSI 
Guru mengawali kegiatan dengan menyapa murid dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Siapa yang tadi pagi sempat menabung atau membeli jajanan di kantin? Jika kalian punya 2500 rupiah lalu diberi lagi oleh ayah 5000 rupiah, uang kalian bertambah atau berkurang?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi penjumlahan soal cerita dalam kehidupan sehari-hari.

F. PEMBAHASAN SINGKAT
  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
    QS. Al-Baqarah Ayat 261:
    "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir100 biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki..."
    Pesan Moral: Allah Swt. menyukai hamba-Nya yang gemar berbuat kebaikan. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt., sebagaimana konsep penjumlahan matematika.

  2. Penjabaran Materi
  3. Penjabaran Materi: Penjumlahan Bilangan sampai 10.000

    1. Mengenal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari
    Penjumlahan digunakan untuk menghitung jumlah harga beberapa barang yang dibeli. Misalnya, saat membeli jajanan ringan di kantin atau toko.

    Contoh:

    • Keripik = Rp2.500

    • Biskuit = Rp3.000

    Jumlah uang yang harus dibayar:
    Rp2.500 + Rp3.000 = Rp5.500

    2. Menjumlahkan bilangan dengan cara bersusun ke bawah
    Untuk menjumlahkan bilangan, angka disusun berdasarkan nilai tempat:

    Ribuan – Ratusan – Puluhan – Satuan

    Contoh:

       2.500
       3.000
       ------
       5.500

    Jadi, harga kedua jajanan tersebut adalah Rp5.500.

    3. Penjumlahan dengan teknik menyimpan

    Contoh seorang siswa membeli:

    • Wafer = Rp3.750

    • Permen = Rp2.850

    Cara menghitung:

        3.750
        2.850
        ------
        6.600

    Penjumlahan dilakukan mulai dari satuan, kemudian puluhan, ratusan, dan ribuan. Jika hasil pada suatu tempat mencapai 10 atau lebih, dilakukan teknik menyimpan ke tempat nilai berikutnya.

    4. Penjumlahan beberapa harga jajanan

    Contoh:

    • Keripik = Rp2.500

    • Wafer = Rp3.500

    • Biskuit = Rp4.000

        2.500
        3.500
        4.000
        ------
       10.000

    Jadi, jumlah harga seluruh jajanan adalah Rp10.000.Contoh kegiatan pembelajaran

    Guru dapat membuat “Toko Jajanan Kelas 3”.
    Siswa diberikan daftar atau gambar jajanan beserta harganya. Siswa memilih 2–4 jajanan, kemudian menghitung jumlah seluruh harga dengan cara bersusun ke bawah.

    Contoh daftar harga:

    JajananHarga
    KebabRp8.450
    BurgerRp5.452
    PempekRp3.500
    Ice creamRp5.675
    pancakeRp8.905

    Tantangan:
    “Jika Rani membeli kebab, burger, dan pempek, berapa uang yang harus dibayar Rani?”

        8.450
        5.452
        3.500
        ------
        17.402

    Jadi, Rani harus membayar Rp17.500.

    Kesimpulan:
    Penjumlahan bilangan sampai 10.000 dan lebih dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya untuk menghitung jumlah uang saat membeli beberapa jajanan. Dalam menghitung, kita harus menyusun angka sesuai nilai tempat dan dapat menggunakan teknik tanpa menyimpan maupun dengan menyimpan.

  1. Media / Alat Peraga

    • Powerpoint (PPT) Interaktif

    • Media Kantong Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan)

    • Kartu Gambar Soal Cerita

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  2. Latihan Soal ( belanja makanan) 
Tugas : 
1. Silahkan sholih sholiha memilih 3 - 4 jajanan yang ada di "toko makanan kelas 3 ". Dan jumlahkan berapa uang yang dibelanjakan. 

. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan
    Menyelesaikan soal cerita penjumlahan dapat dilakukan dengan memahami cerita, menentukan kata kunci penjumlahan, membuat kalimat matematika, dan menghitungnya menggunakan cara bersusun pendek sesuai nilai tempatnya (ribuan, satuan, puluhan, ratusan).

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat aktif dan gembira saat menggunakan media peraga kantong nilai tempat.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih teliti dalam mengoperasikan penjumlahan dengan teknik menyimpan pada nilai puluhan.

    • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik menunjukkan ketertarikan tinggi saat bekerja dalam kelompok menyelesaikan kartu cerita.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pendampingan lebih bagi murid yang belum menguasai teknik menyimpan.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

    Tindak Lanjut:
    Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan bimbingan individu (remedial) menggunakan alat peraga benda konkret serta latihan tambahan secara bertahap.Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 3 _Matematika,Senin 07 September 2026

 



 

🌞 Ceria Pagi: Menebar Kebaikan, Kejujuran, dan Disiplin!


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi dan semangat pagi, anak-anak hebat Kelas 3!

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat yang melimpah untuk kita semua dalam memulai pekan yang baru ini.

Hari ini adalah hari Senin, 07 September 2026. Hari Senin selalu menjadi awal yang spesial untuk membuka lembaran baru, melangkah dengan cita-cita baru, dan meraih prestasi terbaik!

Agar pembelajaran dan aktivitas kita sepekan ke depan berjalan lancar serta membawa berkah, yuk kita ingat bersama 3 Kunci Karakter Anak Hebat:
  1. Selalu Menebar Kebaikan
    Mulailah hari dengan senyuman dan sapaan yang santun kepada guru, orang tua, dan teman-teman. Kebaikan kecil seperti membantu teman atau mendoakan orang lain akan membuat hati kita bahagia.

  2. Jujur dalam Setiap Tindakan
    Kejujuran adalah perhiasan terbaik anak soleh dan solehah. Berbicaralah yang benar, kerjakan tugas dengan mandiri, dan beranilah mengakui kesalahan jika berbuat salah. Anak yang jujur pasti disayangi Allah dan dipercaya oleh semua orang.

  3. Disiplin Menjaga Waktu dan Aturan
    Hadir tepat waktu, memakai seragam yang rapi, serta menyimak pelajaran dengan tertib adalah bentuk disiplin diri. Anak yang disiplin hari ini sedang membangun jalan menuju sukses di masa depan.

Motivasi Hari Ini:
"Keberhasilan tidak diraih secara kebetulan, melainkan hasil dari latihan, kerja keras, kejujuran, dan disiplin yang kita lakukan setiap hari."
Anak-anak hebat, mari kita jalani hari Senin ini dengan penuh antusias, rasa ingin tahu yang tinggi, dan semangat pantang menyerah. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian dalam setiap pelajaran hari ini!

Selamat belajar dan beraktivitas, anak-anak juara!


A. IDENTITAS
  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 3 September 2026

  4. Fase/Kelas : B / Kelas 3 SD

  5. Materi : Menyelesaikan Masalah Soal Cerita Penjumlahan Bilangan Cacah Sampai 1000

  6. Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

  7. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000; melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000 (tanpa menyimpan dan dengan menyimpan); serta menganalisis dan menyelesaikan masalah kontekstual berupa soal cerita dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum:
    Peserta didik mampu menganalisis masalah kontekstual sehari-hari dalam bentuk soal cerita dan melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 1.000, baik tanpa menyimpan maupun dengan menyimpan, secara tepat dan mandiri.

  2. TP Mindful, Meaningful, Joyful:

  • Mindful: Peserta didik secara teliti membaca kalimat soal cerita, menentukan informasi penting (diketahui dan ditanya), serta menentukan operasi hitung yang sesuai.

  • Meaningful: Peserta didik memahami bahwa kemampuan menjumlahkan bilangan sampai 1.000 sangat berguna untuk menyelesaikan kegiatan sehari-hari, seperti menghitung tabungan, barang belanjaan, atau jumlah benda.

  • Joyful: Peserta didik merasa senang dan antusias memecahkan teka-teki soal cerita kontekstual melalui diskusi kelompok yang interaktif.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
  1. Menganalisis kalimat soal cerita kontekstual penjumlahan sampai 1.000 untuk menemukan informasi "Diketahui" dan "Ditanya".

  2. Mengubah kalimat cerita menjadi kalimat matematika (model matematika).

  3. Melakukan operasi hitung penjumlahan susun pendek bilangan cacah sampai 1.000 (teknik tanpa menyimpan dan teknik menyimpan).

  4. Menyusun kalimat kesimpulan ("Jadi...") dari hasil penyelesaian soal cerita dengan tepat.

E. APERSEPSI 
Guru menyapa siswa dan membacakan sebuah cerita singkat kontekstual:
"Anak-anak hebat, di perpustakaan sekolah kita ada 235 buku cerita dan 142 buku ilmu pengetahuan. Berapa ya jumlah seluruh buku yang ada di perpustakaan tersebut? Bagaimana cara kita menghitungnya?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi penyelesaian soal cerita penjumlahan hari ini.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

📚 Materi Penjumlahan Bilangan Cacah sampai 1.000

1. Penjumlahan dengan Teknik Susun ke Bawah

Penjumlahan susun ke bawah dilakukan dengan menyusun angka berdasarkan nilai tempatnya:

Ratusan – Puluhan – Satuan

Contoh:

  243
+ 125
-----
  368

Caranya:

  • Satuan: 3 + 5 = 8

  • Puluhan: 4 + 2 = 6

  • Ratusan: 2 + 1 = 3

Jadi, 243 + 125 = 368.

2. Penjumlahan dengan Teknik Menyimpan

Jika hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat 10 atau lebih, kita melakukan penyimpanan ke nilai tempat berikutnya.

Contoh:

    1  ← simpan
  278
+ 156
-----
  434

Caranya:

  • Satuan: 8 + 6 = 14 → tulis 4, simpan 1 ke puluhan.

  • Puluhan: 7 + 5 + 1 = 13 → tulis 3, simpan 1 ke ratusan.

  • Ratusan: 2 + 1 + 1 = 4.

Jadi, 278 + 156 = 434.

🧑‍🏫 Papan Soal

A. Tanpa Menyimpan

1.    234
    + 125
    -----

2.    421
    + 137
    -----

3.    312
    + 246
    -----

4.    503
    + 214
    -----

5.    640
    + 129
    -----

B. Dengan Teknik Menyimpan

6.    278
    + 156
    -----

7.    365
    + 248
    -----

8.    487
    + 236
    -----

9.    596
    + 187
    -----

10.   675
    + 248
    -----


  1. Langkah Aktivitas Pembelajaran

  • Diskusi Kelompok: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

  • Tantangan Detektif Matematika: Setiap kelompok mendapatkan amplop soal cerita kontekstual.

  • Pengerjaan & Diskusi: Peserta didik mendiskusikan langkah pengerjaan pada papan LKS.

  • Presentasi: Kelompok mempresentasikan langkah penyelesaian soal di depan kelas.

  1. Video Pembelajaran
  • Link Video Youtube: Cara Mudah Menyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan Kelas 3 SD (isi dengan URL video referensi)

  1. Media / Alat Peraga
  • Kartu Soal Cerita Kontekstual

  • Papan Nilai Tempat (Ratusan, Puluhan, Satuan)

  • Kantong Ajaib Penjumlahan (Media Menyimpan)

G. KESIMPULAN / REFLEKSI
  1. Kesimpulan
    Menganalisis soal cerita dilakukan dengan mencari informasi yang diketahui dan ditanya. Penjumlahan bersusun pendek memudahkan kita menghitung bilangan cacah sampai 1.000, baik teknik tanpa menyimpan maupun teknik menyimpan.

  2. Refleksi
  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik antusias saat berdiskusi memecahkan soal cerita dalam kelompok.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih lupa menambahkan angka yang disimpan pada penjumlahan bersusun.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif bertanya saat menyusun kalimat kesimpulan "Jadi...".

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan rutin 2 soal cerita pemanasan sebelum memulai pelajaran Matematika.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran
  • Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas :0 peserta didik

Tindak Lanjut: Bagi peserta didik yang belum tuntas diberikan remedial dengan media blok Dienes / papan nilai tempat. Bagi yang tuntas diberikan pengayaan berupa soal cerita bertingkat (penjumlahan 3 bilangan).
Dokumentasi kegiatan daring hari ini