Kamis, 13 Agustus 2026_3A







Hari : Kamis , 11 Agustus 2026

Nama : Fuji Lestari, S. Pd

Fase/Kelas : B/3

Mapel : Ipas dan Pendidikan Pancasila 


๐ŸŒธ Sapaan Pagi Kelas 3A ๐ŸŒธ

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat Kelas 3A! ๐ŸŒž✨

Apa kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan penuh semangat untuk belajar. Ingat ya, setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi anak yang lebih baik dari hari kemarin. ๐Ÿ’•

Mari kita mulai hari dengan semangat untuk rajin bersekolah, tekun belajar, dan tidak mudah menyerah ketika menemukan kesulitan. Jangan lupa untuk selalu rajin beribadah dan berdoa agar setiap langkah kita mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. ๐Ÿคฒ

Jadilah anak yang peduli kepada teman, suka menolong, mau berbagi, dan selalu berkata serta berbuat baik kepada orang lain. Jika ada teman yang kesulitan, jangan ragu untuk membantu. Karena kebaikan sekecil apa pun akan menjadi sesuatu yang sangat berarti. ๐ŸŒท

Di rumah, jangan lupa menjadi anak yang rajin membantu orang tua. Membantu merapikan tempat tidur, membereskan mainan, menyapu, atau membantu pekerjaan sederhana lainnya adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab kita kepada orang tua. ❤️

๐ŸŒŸ Pesan Bu Fuji untuk anak-anak Kelas 3A:
Tidak harus menjadi sempurna setiap hari. Yang penting, teruslah berusaha menjadi lebih baik. Hari ini belajar lebih rajin, besok lebih disiplin, lusa lebih peduli, dan seterusnya menjadi anak yang semakin baik, mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

Tetap semangat sekolah, semangat belajar, semangat beribadah, dan semangat berbuat baik setiap hari! ๐Ÿ’ช๐Ÿ“š๐ŸŒˆ

Kelas 3A hebat!
Kelas 3A semangat!
Kelas 3A siap menjadi anak-anak yang sukses dan membanggakan!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

๐ŸŒป “Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk belajar, berbuat baik, dan menjadi versi terbaik dari diri kita.” ๐ŸŒป

Mapel IPAS 

CP : peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra, Mengenal Bentuk dan Fungsi Kulit sebagai Indera Peraba

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengenal bentuk kulit sebagai bagian tubuh yang berfungsi sebagai indera peraba.

  2. Menjelaskan fungsi kulit.

Apersepsi :
“Apa yang kalian rasakan ketika menyentuh benda-benda tersebut?”
“Bagaimana kalian bisa mengetahui bahwa benda itu kasar, halus, lembut, keras, atau dingin?”
“Bagian tubuh mana yang kalian gunakan untuk merasakan benda tersebut?”
“Apakah tangan kalian bisa merasakan panas dan dingin?”
“Menurut kalian, apakah seluruh permukaan tubuh kita dapat merasakan sentuhan?”

“Hebat! Ternyata tubuh kita memiliki alat yang membantu kita merasakan sentuhan, tekstur, panas, dingin, dan tekanan. Alat tersebut adalah kulit. Hari ini kita akan belajar lebih jauh tentang bentuk kulit dan fungsinya sebagai indera peraba. Yuk, kita belajar dengan semangat!” ๐ŸŒŸ

Kegiatan pemantik:
๐Ÿ‘‰ “Ayo Sentuh dan Tebak!” — Siswa bergantian menyentuh benda tanpa melihat, kemudian menebak benda tersebut berdasarkan apa yang dirasakan kulitnya.

 Materi Pembelajaran

1. Apa itu kulit?
Kulit adalah bagian tubuh yang menutupi seluruh permukaan tubuh manusia. Kulit terdapat di kepala, wajah, tangan, kaki, dan seluruh tubuh.

Kulit memiliki permukaan yang lembut dan memiliki bagian-bagian kecil yang sangat peka terhadap sentuhan.

2. Kulit sebagai indera peraba
Kulit merupakan salah satu panca indera, yaitu indera peraba. Dengan kulit, kita dapat merasakan berbagai macam sentuhan.

Contohnya:

  • Merasakan panas dan dingin.

  • Merasakan kasar dan halus.

  • Merasakan keras dan lunak.

  • Merasakan tekanan dan sentuhan.

  • Merasakan sakit ketika kulit terluka.

Contoh:
Ketika kita menyentuh es batu, kulit merasakan dingin. Ketika memegang amplas, kulit merasakan permukaan yang kasar.

3. Fungsi kulit
Selain sebagai indera peraba, kulit memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  • Merasakan sentuhan, seperti panas, dingin, kasar, halus, dan sakit.

  • Melindungi tubuh dari debu, kuman, dan benda dari luar.

  • Mengatur suhu tubuh, misalnya dengan mengeluarkan keringat ketika tubuh terasa panas.

  • Membantu menjaga tubuh agar tetap terlindungi.

B. Kegiatan Pembelajaran: "Tebak Benda dengan Kulit"

Guru menyiapkan beberapa benda, misalnya:

  • Kapas

  • Batu

  • Es batu

  • Kain

  • Spons

  • Amplas

Anak-anak secara bergantian menyentuh benda tanpa melihatnya, kemudian menyebutkan apa yang mereka rasakan.

Contoh pertanyaan:

  • Apakah benda ini terasa kasar atau halus?

  • Apakah terasa keras atau lunak?

  • Apakah terasa dingin atau hangat?

  • Bagian tubuh apa yang digunakan untuk merasakan benda tersebut?

Kesimpulan:
๐Ÿ‘‰ Kulit adalah indera peraba yang membantu kita merasakan berbagai macam sentuhan dan keadaan benda di sekitar.

Media Pembelajaran

  1. Gambar/poster panca indera.

  2. Video pembelajaran tentang kulit.

  3. Benda nyata untuk kegiatan meraba: kapas, batu, kain, spons, es batu, dan amplas.

  4. LKPD sederhana tentang fungsi kulit.

  5. Papan tulis/kartu gambar.

Metode Pembelajaran

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Eksperimen sederhana

  • Diskusi kelompok

  • Permainan tebak benda

Asesmen

Pengetahuan:
Siswa menjawab pertanyaan tentang bentuk dan fungsi kulit.

Keterampilan:
Siswa mampu membedakan benda berdasarkan hasil perabaan.

Sikap:
Siswa menunjukkan sikap menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.

Pertanyaan pemantik:
๐Ÿ’ก "Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa es batu itu dingin tanpa melihatnya?"
๐Ÿ’ก "Mengapa tangan kita bisa mengetahui bahwa permukaan meja terasa halus?"

๐ŸŒธ Latihan Soal: Kulit sebagai Indera Peraba

1. Apa fungsi utama kulit sebagai indera peraba?
A. Melihat benda
B. Mendengar suara
C. Merasakan sentuhan
D. Mencium bau

Jawaban: 

2. Kulit dapat membantu kita merasakan benda yang memiliki permukaan ....
A. kasar dan halus
B. merah dan biru
C. besar dan kecil saja
D. jauh dan dekat

Jawaban: 

3. Ketika menyentuh es batu, kulit kita dapat merasakan ....
A. suara
B. rasa manis
C. dingin
D. warna

Jawaban:

4. Mengapa kulit disebut sebagai indera peraba?
Jawaban: Karena kulit dapat merasakan sentuhan, tekanan, panas, dingin, kasar, dan halus.

5. Sebutkan dua cara merawat kesehatan kulit!
Jawaban: Mandi secara teratur dan menjaga kebersihan kulit. Selain itu, kita dapat menggunakan pakaian yang bersih dan melindungi kulit dari sinar matahari berlebihan.

Asesmen

Pengetahuan:
Siswa menjawab pertanyaan tentang bentuk dan fungsi kulit.

Keterampilan:
Siswa mampu membedakan benda berdasarkan hasil perabaan.

Sikap:
Siswa menunjukkan sikap menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.

๐ŸŒธ Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak siswa menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang sudah kamu pelajari hari ini tentang kulit?

  2. Apa fungsi kulit bagi tubuh kita?

  3. Apa saja yang dapat dirasakan oleh kulit?

  4. Bagaimana cara kamu merawat kesehatan kulit?

  5. Bagian pembelajaran mana yang paling kamu sukai hari ini?

Refleksi guru:
“Anak-anak sudah mengikuti pembelajaran dengan baik. Sebagian besar siswa sudah mampu menjelaskan fungsi kulit sebagai indera peraba dan menyebutkan cara merawat kulit. Siswa juga antusias saat melakukan kegiatan menyentuh dan membedakan tekstur benda.”

๐ŸŒท Kesimpulan

Kulit merupakan salah satu panca indera yang berfungsi sebagai indera peraba. Kulit membantu kita merasakan berbagai macam rangsangan, seperti sentuhan, tekanan, panas, dingin, kasar, dan halus. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan kulit dengan cara mandi secara teratur, menjaga kebersihan, menggunakan pakaian bersih, dan melindungi kulit dari hal-hal yang dapat menyebabkan luka atau iritasi.

๐ŸŒŸ Pesan untuk siswa:
“Jagalah kulit kita dengan baik karena kulit membantu kita mengenal dan merasakan berbagai benda di sekitar kita. Tubuh sehat membuat kita lebih semangat belajar dan bermain!”


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Pendidikan Pancasila Kelas 3 SD

Tema: Karakter Kerja Keras, Tekun, dan Pantang Menyerah

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat:

  1. Mengenal kegigihan dan ketekunan Mr. Soepomo dan Muhammad Yamin dalam perjuangan merumuskan dasar negara.

  2. Menjelaskan makna kerja keras, tekun, dan pantang menyerah.

  3. Menemukan semangat kerja keras dan pantang menyerah dalam kegiatan belajar..


Metode pembelajaran : tanya jawab, diskusi 
Media pembelajaran : LCD, gambar tokoh n video 

A. Mengenal Mr. Soepomo dan Muhammad Yamin

1. Mr. Soepomo

Mr. Soepomo merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam perumusan dasar negara Indonesia. Beliau memiliki pengetahuan yang luas dan menyampaikan gagasan dalam sidang BPUPKI.

Dari perjuangan Mr. Soepomo, kita dapat meneladani sikap:

  • Rajin belajar dan menambah pengetahuan.

  • Bersungguh-sungguh dalam menyampaikan pendapat.

  • Tekun dalam menjalankan tugas.

  • Mengutamakan kepentingan bangsa.

2. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin juga merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam proses perumusan dasar negara Indonesia. Beliau dikenal sebagai tokoh yang memiliki semangat dalam memperjuangkan cita-cita bangsa.

Sikap yang dapat kita teladani:

  • Memiliki semangat belajar.

  • Berani menyampaikan gagasan.

  • Tidak mudah menyerah.

  • Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan sesuatu yang baik bagi bangsa.

B. Apa Itu Kerja Keras, Tekun, dan Pantang Menyerah?

๐Ÿ’ช Kerja keras
Kerja keras adalah melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan tidak bermalas-malasan.

Contoh di sekolah:
Rajin mengerjakan tugas dan belajar sebelum ujian.

๐Ÿ“š Tekun
Tekun berarti terus melakukan sesuatu dengan sabar, teliti, dan sungguh-sungguh.

Contoh di sekolah:
Terus berlatih membaca sampai lancar meskipun awalnya masih kesulitan.

๐Ÿ”ฅ Pantang menyerah
Pantang menyerah berarti tidak mudah putus asa ketika mengalami kesulitan atau kegagalan.

Contoh di sekolah:
Ketika belum bisa mengerjakan soal matematika, kita mencoba kembali dan bertanya kepada guru.

C. Semangat yang Dapat Kita Teladani

Perjuangan para tokoh bangsa mengajarkan kita bahwa keberhasilan membutuhkan usaha dan ketekunan.

Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan sikap tersebut dengan:

  • Rajin belajar.

  • Mengerjakan tugas tepat waktu.

  • Tidak mudah mengeluh.

  • Berani mencoba hal baru.

  • Terus berlatih ketika belum berhasil.

  • Mau bertanya ketika mengalami kesulitan.

  • Tidak takut melakukan kesalahan.

  • Menghargai proses dan usaha.

D. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

SituasiSikap yang Tepat
Belum bisa membaca dengan lancarTerus berlatih
Nilai ulangan belum bagusBelajar lebih giat
Sulit mengerjakan soalMencoba kembali dan bertanya
Kalah dalam perlombaanTetap semangat berlatih
Tugas terasa sulitMengerjakan sedikit demi sedikit sampai selesai

E. Kegiatan Pembelajaran: "Aku Tidak Mudah Menyerah"

Guru memberikan sebuah tantangan sederhana, misalnya teka-teki, menyusun puzzle, atau soal yang membutuhkan beberapa langkah.

Setelah kegiatan, guru bertanya:

  1. Apakah tugas tadi mudah?

  2. Apa yang kamu lakukan ketika mengalami kesulitan?

  3. Apakah kamu langsung menyerah?

  4. Sikap apa yang diperlukan agar tugas dapat selesai?

Pesan untuk peserta didik:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu berhasil sejak awal, tetapi anak yang mau terus mencoba ketika mengalami kesulitan.”

Refleksi dan Kesimpulan

Mr. Soepomo dan Muhammad Yamin merupakan tokoh yang dapat kita teladani semangat dan kesungguhannya dalam perjuangan bangsa.

Sebagai pelajar, kita harus memiliki karakter kerja keras, tekun, dan pantang menyerah. Kesulitan dalam belajar bukan alasan untuk berhenti, tetapi menjadi kesempatan untuk terus berusaha dan menjadi lebih baik.

Pertanyaan Refleksi

  1. Apa arti kerja keras?

  2. Apa arti tekun?

  3. Apa arti pantang menyerah?

  4. Sikap apa yang dapat kita teladani dari Mr. Soepomo dan Muhammad Yamin?

  5. Apa yang akan kamu lakukan jika mendapatkan tugas yang sulit?

  6. Tuliskan satu contoh sikap pantang menyerah yang akan kamu lakukan di sekolah.


0 komentar:

Posting Komentar