π Assalamu’alaikum, anak-anak hebat dan solehah! π
Selamat pagi, sayang-sayang Ibu Guru. π
Hari ini Rabu, 19 Agustus 2026, kita akan belajar dengan semangat dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. π✏️
Jangan lupa, sebelum belajar kita berdoa dan melaksanakan ibadah dengan tertib. Jadilah anak yang rajin belajar, rajin beribadah, sopan dalam berbicara, dan selalu berbuat baik kepada orang lain. π€²✨
πͺ Motivasi hari ini:
"Tidak harus langsung pintar, yang penting mau belajar, berusaha, dan tidak mudah menyerah. Setiap usaha kecil hari ini akan menjadi keberhasilan di masa depan." π
Tetap semangat, ceria, dan percaya diri ya, anak-anak hebat!
Selamat belajar, semoga hari ini menjadi hari yang penuh ilmu dan keberkahan. Aamiin. π€²π
πΈ Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
BAHASA INDONESIA
A. Identitas Pembelajaran
Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 19 Agustus 2026
Kelas: 3A
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Menyusun Kalimat Santun
Pertemuan: Ketiga
B. Apersepsi
Guru mengawali pembelajaran dengan menyapa siswa dan bertanya:
“Apa yang kalian ucapkan ketika meminta bantuan kepada teman?”
“Bagaimana cara berbicara kepada teman agar tidak menyakiti perasaannya?”
“Apa yang kalian katakan ketika melakukan kesalahan kepada teman?”
“Mana yang lebih baik: ‘Berikan pensilmu!’ atau ‘Bolehkah saya meminjam pensilmu?’ Mengapa?”
Guru memberikan beberapa contoh kalimat santun dan tidak santun. Siswa diajak membandingkan keduanya dan menyampaikan pendapat.
C. Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu memahami dan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi secara lisan dan tulisan dengan santun sesuai dengan konteks. Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi dengan menggunakan kalimat yang jelas, baik, dan sesuai dengan norma kesopanan.
D. Tujuan Pembelajaran
Hari ini kita akan:
Menyusun kalimat santun dalam kehidupan sehari-hari.
Membedakan kalimat santun dan tidak santun.
Menggunakan kata-kata yang sopan ketika berbicara dengan teman.
E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Peserta didik mengenali contoh kalimat santun dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik membedakan kalimat santun dan kalimat yang kurang santun.
Peserta didik menyusun kalimat santun berdasarkan situasi yang diberikan.
Peserta didik mempraktikkan penggunaan kalimat santun dalam percakapan.
Peserta didik bermain peran tentang sikap menjadi teman yang baik.
Peserta didik melakukan refleksi terhadap penggunaan bahasa santun dalam kehidupan sehari-hari.
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model: Cooperative Learning dan Role Playing (Bermain Peran).
Metode:
Tanya jawab
Diskusi
Demonstrasi
Bermain peran
Latihan
Penugasan
G. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Kalimat Santun
Kalimat santun adalah kalimat yang menggunakan kata-kata sopan, baik, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.
Contoh:
“Tolong ambilkan buku itu.”
“Bolehkah saya meminjam pensilmu?”
“Terima kasih sudah membantu saya.”
“Maaf, saya tidak sengaja.”
“Permisi, boleh saya lewat?”
2. Kata-Kata Santun
Beberapa kata yang dapat digunakan ketika berbicara dengan orang lain:
Tolong
Maaf
Terima kasih
Permisi
Silakan
Bolehkah
3. Contoh Kalimat Tidak Santun dan Perbaikannya
| Kalimat Tidak Santun | Kalimat Santun |
|---|---|
| “Berikan pensilmu!” | “Bolehkah saya meminjam pensilmu?” |
| “Minggir!” | “Permisi, boleh saya lewat?” |
| “Ambilkan bukuku!” | “Tolong ambilkan buku saya.” |
| “Itu salahmu!” | “Maaf, sebaiknya kita periksa kembali.” |
| “Aku mau bukumu!” | “Bolehkah saya melihat bukumu?” |
H. Kegiatan Bermain Peran
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan satu situasi.
Situasi 1: Meminjam alat tulis teman.
Situasi 2: Tidak sengaja menyenggol teman.
Situasi 3: Meminta bantuan teman.
Situasi 4: Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.
Situasi 5: Meminta izin untuk menggunakan barang milik teman.
Setiap kelompok menyusun percakapan singkat menggunakan kalimat santun, kemudian memeragakannya di depan kelas.
I. Latihan Soal
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
Kalimat yang santun ketika meminta bantuan adalah ....
a. “Ambilkan bukuku!”
b. “Cepat ambilkan!”
c. “Tolong ambilkan buku saya.”
d. “Kamu harus mengambilnya.”Ketika melakukan kesalahan kepada teman, sebaiknya kita mengucapkan ....
a. terima kasih
b. maaf
c. permisi
d. silakan“Bolehkah saya meminjam penghapusmu?” merupakan kalimat untuk ....
a. meminta izin
b. mengucapkan terima kasih
c. meminta maaf
d. menyapa temanSetelah mendapat bantuan dari teman, kita sebaiknya berkata ....
a. “Cepat!”
b. “Ayo!”
c. “Terima kasih.”
d. “Jangan!”Ketika ingin melewati teman, kalimat yang tepat adalah ....
a. “Minggir!”
b. “Geser!”
c. “Permisi, boleh saya lewat?”
d. “Aku mau lewat!”
B. Ubahlah menjadi kalimat yang lebih santun!
“Pinjam pensilmu!”
“Minggir, aku mau lewat!”
“Ambilkan bukuku!”
“Aku mau memakai penggarismu!”
“Kamu salah!”
J. Kunci Jawaban
c
b
a
c
c
Contoh jawaban:
6. “Bolehkah saya meminjam pensilmu?”
7. “Permisi, boleh saya lewat?”
8. “Tolong ambilkan buku saya.”
9. “Bolehkah saya memakai penggarismu?”
10. “Maaf, sepertinya kita perlu memeriksa kembali.”
K. Kesimpulan
Kalimat santun digunakan agar kita dapat berbicara dengan baik dan menghargai orang lain. Kata tolong, maaf, terima kasih, permisi, dan bolehkah merupakan contoh kata yang membuat komunikasi menjadi lebih sopan. Menjadi teman yang baik dapat dilakukan dengan berbicara santun, saling membantu, menghargai, meminta maaf ketika salah, dan berterima kasih ketika mendapat bantuan.
L. Refleksi
Guru mengajak siswa menjawab pertanyaan berikut:
Apa yang kamu pelajari hari ini?
Sebutkan tiga kata santun yang kamu ketahui!
Bagaimana perasaanmu ketika berbicara dengan bahasa yang santun?
Apakah kamu sudah menggunakan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” kepada teman?
Apa yang akan kamu lakukan agar menjadi teman yang lebih baik?
Pesan untuk siswa:
“Anak yang hebat bukan hanya pintar, tetapi juga mampu berbicara dengan sopan, menghargai teman, suka menolong, dan berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan.”
MATEMATIKA
A. Identitas Pembelajaran
Nama Guru: Puji Lestari, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 19 Agustus 2026
Kelas: 3A
Kelas B: B
Mata Pelajaran: Matematika
Materi: Menyusun Komposisi Bilangan Cacah sampai 1.000
Pertemuan: Pertama
B. Tujuan Pembelajaran
Hari ini kita belajar menggabungkan komposisi nilai ratusan, puluhan, dan satuan menjadi satu bilangan cacah yang utuh hingga 1.000.
Setelah pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Mengenal nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan.
Menentukan nilai suatu angka berdasarkan tempatnya.
Menggabungkan ratusan, puluhan, dan satuan menjadi bilangan cacah.
Menyusun bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan nilai tempatnya.
Menyelesaikan soal sederhana tentang komposisi bilangan cacah.
C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Peserta didik menuliskan bentuk panjang dan bentuk bilangan dari suatu komposisi.
Peserta didik menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan komposisi bilangan cacah sampai 1.000.
D. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran:
Cooperative Learning
Metode:
Tanya jawab
Demonstrasi
Diskusi kelompok
Permainan kartu bilangan
Latihan soal
Penugasan
E. Apersepsi
Guru menunjukkan beberapa kartu angka, misalnya 3, 5, dan 7.
Guru bertanya:
“Jika angka 3 berada di tempat ratusan, berapa nilainya?”
“Jika angka 5 berada di tempat puluhan, berapa nilainya?”
“Jika angka 7 berada di tempat satuan, bilangan berapa yang terbentuk?”
Guru kemudian menuliskan:
300 + 50 + 7 = 357
Guru menjelaskan bahwa angka-angka tersebut dapat digabungkan berdasarkan nilai tempatnya sehingga menjadi satu bilangan utuh.
F. Penjabaran Materi
1. Nilai Tempat
Dalam bilangan sampai 1.000 terdapat tempat:
Ratusan
Puluhan
Satuan
Contoh bilangan 472:
| Ratusan | Puluhan | Satuan |
|---|---|---|
| 4 | 7 | 2 |
| 400 | 70 | 2 |
Jadi:
472 = 400 + 70 + 2
2. Menyusun Bilangan dari Komposisinya
Jika diketahui:
500 + 60 + 8
Maka:
500 = 5 ratusan
60 = 6 puluhan
8 = 8 satuan
Jadi bilangan yang terbentuk adalah:
568
3. Contoh Lain
200 + 30 + 5 = 235
700 + 40 + 6 = 746
300 + 80 + 1 = 381
900 + 20 + 4 = 924
600 + 70 + 9 = 679
4. Jika Salah Satu Nilainya Nol
Contoh:
400 + 0 + 7 = 407
Artinya:
4 ratusan = 400
0 puluhan = 0
7 satuan = 7
Jadi bilangan tersebut adalah 407.
Contoh lainnya:
800 + 50 + 0 = 850
G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa.
Guru mengecek kehadiran siswa.
Guru memberikan apersepsi tentang nilai tempat.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti
Guru menjelaskan konsep ratusan, puluhan, dan satuan.
Guru memberikan contoh penyusunan bilangan.
Siswa mengamati kartu angka.
Siswa bekerja dalam kelompok menyusun kartu ratusan, puluhan, dan satuan.
Setiap kelompok menyusun beberapa bilangan.
Siswa menyampaikan hasil pekerjaannya.
Guru memberikan penguatan dan koreksi.
Kegiatan Penutup
Guru dan siswa menyimpulkan materi.
Siswa mengerjakan latihan.
Guru memberikan refleksi.
Guru memberikan motivasi.
Pembelajaran ditutup dengan doa.
H. Contoh Latihan
A. Susunlah menjadi bilangan yang benar!
300 + 20 + 5 = ....
400 + 50 + 7 = ....
600 + 30 + 2 = ....
700 + 80 + 9 = ....
900 + 10 + 6 = ....
B. Tuliskan bentuk panjangnya!
245 = .... + .... + ....
368 = .... + .... + ....
512 = .... + .... + ....
704 = .... + .... + ....
890 = .... + .... + ....
C. Tentukan bilangan berdasarkan komposisinya!
5 ratusan + 2 puluhan + 4 satuan = ....
7 ratusan + 6 puluhan + 1 satuan = ....
3 ratusan + 9 puluhan + 5 satuan = ....
8 ratusan + 0 puluhan + 7 satuan = ....
9 ratusan + 4 puluhan + 0 satuan = ....
I. Kunci Jawaban
325
457
632
789
916
200 + 40 + 5
300 + 60 + 8
500 + 10 + 2
700 + 0 + 4
800 + 90 + 0
524
761
395
807
940
J. Kesimpulan
Bilangan cacah sampai 1.000 dapat disusun berdasarkan nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan.
Contohnya:
683 = 600 + 80 + 3
Jadi, untuk menyusun sebuah bilangan, kita perlu memperhatikan posisi setiap angka.
Ratusan + Puluhan + Satuan = Bilangan Utuh
K. Refleksi
Siswa menjawab pertanyaan berikut:
Apa yang kamu pelajari hari ini?
Apa saja nilai tempat yang kamu ketahui?
Berapa nilai angka 5 pada bilangan 572?
Apakah kamu sudah dapat menyusun bilangan dari ratusan, puluhan, dan satuan?
Bagian mana yang masih terasa sulit?
Bagaimana perasaanmu setelah belajar menyusun bilangan?
Refleksi Guru
Apakah siswa sudah memahami nilai tempat?
Apakah siswa mampu menggabungkan ratusan, puluhan, dan satuan?
Siswa mana yang masih membutuhkan bimbingan?
Apakah kegiatan kartu bilangan membantu siswa memahami materi?
Motivasi:
“Belajar matematika tidak harus sulit. Dengan memahami nilai tempat sedikit demi sedikit, kita pasti bisa menyusun bilangan dengan benar. Tetap semangat, anak-anak hebat kelas 3A!”
0 komentar:
Posting Komentar