Selasa, 18 Agustus 2026_3A

 




🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholiha kelas 3A yang hebat dan membanggakan. 🌷
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar dengan penuh semangat. 😊

Anak-anak, jangan lupa untuk selalu rajin beribadah, melaksanakan salat tepat waktu, berdoa sebelum belajar, dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. 🀲

Mari kita biasakan menjadi anak yang jujur dalam perkataan dan perbuatan, selalu berbuat baik kepada teman, menghormati guru, menyayangi sesama, serta ringan tangan membantu orang lain. πŸ’•

Hari ini, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Tidak apa-apa jika belum bisa, yang penting mau mencoba dan tidak mudah menyerah. Setiap usaha kecil yang kalian lakukan hari ini akan menjadi langkah menuju keberhasilan di masa depan. 🌟

Ingat ya, anak-anak:
🌱 Rajin beribadah
🌱 Jujur dan amanah
🌱 Suka berbuat baik
🌱 Hormat kepada guru dan orang tua
🌱 Sayang kepada teman
🌱 Semangat belajar dan pantang menyerah

Jadilah anak yang baik akhlaknya, kuat semangatnya, luas ilmunya, dan bermanfaat bagi orang lain. ❤️

Selamat belajar, sholih dan sholiha kelas 3A!
Semoga hari Selasa ini penuh keberkahan, ilmu yang bermanfaat, dan kebaikan. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

A. Identitas 

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Hari/Tanggal: Selasa, 18 Agustus 2026

  • Kelas: 3B

  • Mata Pelajaran: Matematika

  • Materi: Bilangan Cacah – Pemecahan Masalah dan Soal Cerita

  • Pertemuan: Keempat

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. Apersepsi

Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak siswa mengingat kembali materi bilangan cacah yang telah dipelajari. Guru memberikan pertanyaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

“Ibu mempunyai 125 buah pensil. Kemudian membeli lagi 75 pensil. Berapa jumlah pensil Ibu sekarang?”

Siswa diminta mengamati, memahami informasi dalam soal, kemudian menyampaikan cara untuk menemukan jawabannya.

Guru mengaitkan kegiatan tersebut dengan pentingnya kemampuan membaca dan memahami soal cerita matematika agar dapat menentukan operasi hitung yang tepat.

C. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan bilangan cacah dalam berbagai situasi. Peserta didik mampu melakukan operasi hitung bilangan cacah serta menggunakan penalaran matematis untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita.

  2. Menentukan operasi hitung yang sesuai berdasarkan permasalahan.

  3. Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bilangan cacah dengan langkah yang benar.

E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

TahapAlur Tujuan PembelajaranKriteria Ketercapaian
1Peserta didik memahami informasi dalam soal cerita.Mampu menemukan minimal 2 informasi penting dalam soal.
2Peserta didik menentukan hal yang ditanyakan.Mampu menuliskan pertanyaan dari soal dengan tepat.
3Peserta didik menentukan operasi hitung yang sesuai.Mampu memilih penjumlahan atau pengurangan sesuai konteks soal.
4Peserta didik membuat kalimat matematika.Mampu menuliskan bentuk operasi dengan benar.
5Peserta didik menghitung dan menemukan jawaban.Mampu memperoleh hasil perhitungan dengan tepat.
6Peserta didik menyimpulkan jawaban.Mampu menuliskan jawaban dalam kalimat yang sesuai dengan konteks.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)

Metode:

  • Tanya jawab

  • Diskusi

  • Demonstrasi

  • Latihan soal

G. Media dan Sumber Belajar

  • Papan tulis

  • Kartu soal

  • Gambar benda dalam kehidupan sehari-hari

  • Lembar kerja peserta didik (LKPD)

  • Buku Matematika Kelas 3 SD

  • Benda konkret di sekitar kelas

H. Penjabaran Materi

1. Pengertian Soal Cerita

Soal cerita adalah soal matematika yang disajikan dalam bentuk cerita atau permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk menyelesaikan soal cerita, kita tidak hanya menghitung, tetapi harus memahami isi cerita terlebih dahulu.

2. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita

Langkah 1 – Baca dan pahami soal.
Baca soal dengan teliti agar mengetahui permasalahan yang diberikan.

Langkah 2 – Tentukan yang diketahui.
Catat angka atau informasi penting yang terdapat dalam soal.

Langkah 3 – Tentukan yang ditanyakan.
Cari tahu apa yang harus kita tentukan atau hitung.

Langkah 4 – Tentukan operasi hitung.
Pilih operasi yang sesuai, misalnya:

  • Bertambah atau digabung → penjumlahan

  • Berkurang, diambil, atau selisih → pengurangan

Langkah 5 – Hitung dengan teliti.

Langkah 6 – Tuliskan kesimpulan.
Jawaban ditulis dalam kalimat sesuai dengan pertanyaan.

3. Contoh Soal

Contoh 1 – Penjumlahan

Di perpustakaan terdapat 235 buku. Sekolah mendapat sumbangan 145 buku lagi. Berapa jumlah buku di perpustakaan sekarang?

Diketahui:
Buku awal = 235
Buku tambahan = 145

Ditanyakan:
Jumlah buku seluruhnya.

Kalimat matematika:
235 + 145 = 380

Jawaban:
Jumlah buku di perpustakaan sekarang adalah 380 buku.

Contoh 2 – Pengurangan

Pak Budi mempunyai 500 buah bibit tanaman. Sebanyak 175 bibit telah ditanam. Berapa bibit yang belum ditanam?

Diketahui:
Jumlah bibit = 500
Bibit yang ditanam = 175

Ditanyakan:
Bibit yang belum ditanam.

Kalimat matematika:
500 − 175 = 325

Jawaban:
Bibit yang belum ditanam adalah 325 bibit.

Latihan Soal

Petunjuk: Bacalah soal dengan teliti, tentukan apa yang diketahui dan ditanyakan, kemudian hitunglah dengan benar!

  1. Siti mempunyai 245 buah kelereng. Ayah memberikan lagi 125 buah kelereng. Berapa jumlah kelereng Siti sekarang?

  2. Di perpustakaan terdapat 675 buku. Sebanyak 235 buku dipinjam siswa. Berapa buku yang masih ada di perpustakaan?

  3. Pak Budi memanen 325 buah mangga pada hari Senin dan 275 buah mangga pada hari Selasa. Berapa jumlah mangga yang dipanen seluruhnya?

  4. Sebuah toko memiliki 850 pensil. Dalam satu minggu terjual 325 pensil. Berapa pensil yang masih tersisa?

  5. Ibu membeli 175 buah jeruk dan 225 buah apel. Berapa jumlah buah yang dibeli Ibu?

  6. Kelas 3A mengumpulkan 425 botol plastik untuk didaur ulang. Kelas 3B mengumpulkan 350 botol plastik. Berapa selisih botol yang dikumpulkan kedua kelas?

  7. Sebuah sekolah mempunyai 1.000 buku tulis. Sebanyak 450 buku dibagikan kepada siswa. Berapa buku yang belum dibagikan?

  8. Rani memiliki 350 stiker. Ia membeli lagi 175 stiker, kemudian memberikan 100 stiker kepada adiknya. Berapa stiker Rani sekarang?

  9. Di kebun sekolah terdapat 425 tanaman bunga. Kemudian ditanam lagi 275 tanaman. Jika 150 tanaman mati, berapa tanaman yang masih hidup?

  10. Ayah mempunyai 750 buah bibit tanaman. Sebanyak 325 bibit ditanam di kebun depan dan 175 bibit ditanam di kebun belakang. Berapa bibit tanaman yang masih tersisa?


Kunci Jawaban

  1. 245 + 125 = 370 kelereng

  2. 675 − 235 = 440 buku

  3. 325 + 275 = 600 mangga

  4. 850 − 325 = 525 pensil

  5. 175 + 225 = 400 buah

  6. 425 − 350 = 75 botol

  7. 1.000 − 450 = 550 buku

  8. 350 + 175 − 100 = 425 stiker

  9. 425 + 275 − 150 = 550 tanaman

  10. 750 − 325 − 175 = 250 bibit

Tantangan untuk siswa:
Pada soal nomor 8–10, siswa perlu melakukan dua operasi hitung. Mintalah mereka menjelaskan langkah pengerjaannya, bukan hanya menuliskan jawabannya.


Penutup

  1. Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran.

  2. Guru memberikan beberapa soal evaluasi individu.

  3. Siswa menyampaikan kesulitan atau pengalaman selama pembelajaran.

  4. Guru memberikan apresiasi kepada siswa atas usaha dan keberaniannya.

  5. Guru memberikan motivasi untuk selalu teliti dalam membaca soal.

  6. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

J. Kesimpulan

Soal cerita bilangan cacah harus diselesaikan dengan memahami isi permasalahan terlebih dahulu. Kita perlu mengetahui apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, operasi hitung yang digunakan, melakukan perhitungan dengan teliti, kemudian menuliskan kesimpulan.

Dengan membaca soal secara teliti, siswa akan lebih mudah menentukan cara yang tepat untuk memperoleh jawaban.

K. Refleksi Guru

  • Apakah siswa sudah mampu memahami informasi dalam soal cerita?

  • Apakah siswa mampu membedakan penggunaan penjumlahan dan pengurangan?

  • Apakah siswa sudah mampu menuliskan kalimat matematika?

  • Siswa mana yang masih membutuhkan pendampingan?

  • Apakah metode Problem Based Learning membantu siswa memahami pemecahan masalah?

  • Apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya?

L. Refleksi Peserta Didik

Siswa dapat menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang saya pelajari hari ini?

  2. Apakah saya sudah dapat menemukan informasi yang diketahui dan ditanyakan?

  3. Apakah saya sudah dapat menentukan operasi hitung yang tepat?

  4. Bagian mana yang masih terasa sulit?

  5. Apa yang akan saya lakukan agar lebih teliti dalam mengerjakan soal cerita?

Motivasi:
“Anak-anak hebat, jangan takut menghadapi soal cerita. Bacalah dengan teliti, pahami masalahnya, kerjakan langkah demi langkah, dan yakinlah bahwa kalian pasti bisa. Belajar dengan tekun hari ini akan membuat kalian semakin pintar dan percaya diri.”



 PENDIDIKAN PANCASILA

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

  • Nama Guru: Puji Lestari

  • Hari/Tanggal: Selasa, 18 Agustus 2026

  • Kelas: III SD

  • Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

  • Pertemuan: Kelima

  • Materi: Karakter Persatuan, Toleransi, dan Keadilan

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami pentingnya hidup rukun dalam keberagaman, menghargai perbedaan, menunjukkan sikap toleransi, persatuan, gotong royong, dan berlaku adil terhadap teman di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Memahami keberagaman latar belakang tokoh perumus Pancasila.

  2. Menjelaskan pentingnya persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Menjelaskan arti toleransi dengan bahasa sederhana.

  4. Memberikan contoh sikap toleransi di lingkungan sekolah.

  5. Menerapkan sikap persatuan dalam bekerja dan bermain bersama teman.

  6. Menunjukkan perilaku adil kepada semua teman tanpa membeda-bedakan.

  7. Meneladani sikap para tokoh perumus Pancasila yang mengutamakan persatuan bangsa.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengenal keberagaman → memahami perjuangan tokoh perumus Pancasila → memahami makna persatuan dan toleransi → mengenal perilaku adil → memberikan contoh dalam kehidupan sekolah → mempraktikkan sikap persatuan, toleransi, dan keadilan.

E. APERSEPSI

Guru mengawali pembelajaran dengan pertanyaan:

  • "Apakah semua teman di kelas kita memiliki kebiasaan yang sama?"

  • "Bagaimana jika teman kita berbeda suku, bahasa, kesukaan, atau kemampuan?"

  • "Apakah kita boleh memilih-milih teman?"

  • "Apa yang harus kita lakukan agar kelas kita tetap rukun?"

Guru kemudian menyampaikan:

"Anak-anak, Indonesia memiliki banyak perbedaan. Para tokoh perumus Pancasila juga memiliki latar belakang dan pemikiran yang beragam. Namun, mereka tetap mengutamakan persatuan dan kepentingan bangsa. Hari ini kita akan belajar bagaimana meneladani sikap tersebut dalam kehidupan kita di sekolah."

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model: Problem Based Learning (PBL)

Metode:

  • Tanya jawab

  • Diskusi kelompok

  • Mengamati gambar

  • Penugasan

  • Presentasi

  • Bermain peran

G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media:

  • Gambar tokoh perumus Pancasila

  • Gambar keberagaman siswa

  • Kartu situasi

  • Papan tulis

  • LKPD

Sumber belajar:

  • Buku Pendidikan Pancasila Kelas 3 SD

  • Lingkungan sekolah

  • Pengalaman peserta didik sehari-hari

H. PENJABARAN MATERI

1. Keberagaman

Indonesia memiliki banyak keberagaman, seperti:

  • Perbedaan suku

  • Bahasa

  • Agama dan kepercayaan

  • Budaya

  • Makanan kesukaan

  • Hobi

  • Kemampuan

  • Kebiasaan

Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Kita harus saling menghargai dan hidup rukun.

2. Tokoh Perumus Pancasila

Beberapa tokoh yang berperan dalam proses perumusan dasar negara antara lain:

  • Mohammad Yamin

  • Prof. Dr. Soepomo

  • Ir. Soekarno

Mereka memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda. Namun, mereka sama-sama berusaha memberikan gagasan terbaik untuk Indonesia.

Sikap yang dapat kita teladani adalah berani menyampaikan pendapat, menghargai pendapat orang lain, bekerja sama, dan mengutamakan persatuan.

3. Makna Persatuan

Persatuan berarti hidup bersama dengan rukun walaupun memiliki perbedaan.

Contoh persatuan di sekolah:

  • Bermain bersama tanpa memilih-milih teman.

  • Bekerja sama membersihkan kelas.

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Melaksanakan tugas kelompok bersama-sama.

  • Tidak mengejek teman yang berbeda.

4. Makna Toleransi

Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

Contoh:

  • Menghargai teman yang berbeda kebiasaan.

  • Tidak mengejek bahasa atau logat teman.

  • Memberikan kesempatan teman menyampaikan pendapat.

  • Menghormati teman ketika sedang beribadah.

  • Mau berteman dengan siapa saja.

5. Makna Keadilan

Keadilan berarti memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak pilih kasih.

Contoh:

  • Membagi tugas kelompok secara seimbang.

  • Bergantian menggunakan fasilitas kelas.

  • Tidak mengambil hak teman.

  • Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota kelompok.

I. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pendahuluan

  1. Guru memberi salam dan mengajak peserta didik berdoa.

  2. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar.

  3. Guru melakukan apersepsi tentang keberagaman.

  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

  5. Guru memberikan motivasi agar siswa belajar dengan semangat.

Kegiatan Inti – PBL

Tahap 1: Orientasi Masalah

Guru menunjukkan gambar anak-anak yang memiliki perbedaan.

Guru memberikan masalah:

"Dalam sebuah kelompok, ada seorang siswa yang tidak mau bekerja sama karena temannya berbeda kebiasaan. Menurut kalian, apakah sikap tersebut benar?"

Tahap 2: Mengorganisasi Peserta Didik

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

Setiap kelompok mendiskusikan:

  • Apa masalah yang terjadi?

  • Apakah tindakan tersebut mencerminkan persatuan?

  • Bagaimana cara menyelesaikannya?

Tahap 3: Membimbing Penyelidikan

Peserta didik mencari contoh sikap:

  • Persatuan

  • Toleransi

  • Keadilan

di lingkungan sekolah.

Tahap 4: Menyajikan Hasil

Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.

Tahap 5: Evaluasi

Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa perbedaan harus dihargai dan persatuan harus dijaga.

J. KEGIATAN BERMAIN PERAN

Guru memberikan situasi:

Situasi 1: Temanmu berbeda daerah asal.

Situasi 2: Ada teman yang kesulitan mengerjakan tugas.

Situasi 3: Dalam kelompok, ada teman yang belum mendapatkan tugas.

Peserta didik memeragakan tindakan yang menunjukkan persatuan, toleransi, dan keadilan.

K. GAMBAR TOKOH DAN KEBERAGAMAN

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Guru dapat meminta peserta didik mengamati gambar kemudian menjawab:

  1. Siapa saja tokoh yang kalian lihat?

  2. Apa yang dapat kita teladani dari para tokoh?

  3. Mengapa kita harus menghargai perbedaan?

  4. Bagaimana cara menjaga persatuan di kelas?

L. LATIHAN SOAL

Pilihan Ganda

1. Walaupun berbeda suku dan budaya, kita harus hidup ....
A. sendiri-sendiri
B. bermusuhan
C. rukun
D. saling mengejek

Jawaban: C

2. Sikap menghargai perbedaan disebut ....
A. toleransi
B. permusuhan
C. kesombongan
D. persaingan

Jawaban: A

3. Salah satu tokoh yang berperan dalam perumusan Pancasila adalah ....
A. Mohammad Yamin
B. R.A. Kartini
C. Ki Hajar Dewantara
D. Pattimura

Jawaban: A

4. Contoh menjaga persatuan di sekolah adalah ....
A. memilih-milih teman
B. mengejek teman
C. bekerja sama membersihkan kelas
D. bertengkar saat bermain

Jawaban: C

5. Membagi tugas kelompok secara seimbang merupakan contoh sikap ....
A. toleransi
B. keadilan
C. permusuhan
D. kesombongan

Jawaban: B

Isian Singkat

6. Sikap menghargai perbedaan disebut sikap ....

Jawaban: toleransi

7. Hidup rukun walaupun berbeda-beda merupakan contoh ....

Jawaban: persatuan

8. Salah satu tokoh perumus Pancasila adalah ....

Jawaban: Mohammad Yamin/Soepomo/Soekarno

Uraian

9. Sebutkan dua contoh sikap toleransi di sekolah!

Jawaban: Menghargai pendapat teman dan tidak mengejek teman yang berbeda.

10. Mengapa kita harus menjaga persatuan?

Jawaban: Agar hidup rukun, damai, saling membantu, dan tidak terjadi pertengkaran.

M. KESIMPULAN

Pancasila mengajarkan kita untuk hidup rukun dalam keberagaman. Kita harus menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bersikap toleran, dan berlaku adil kepada semua orang.

Para tokoh perumus Pancasila memiliki latar belakang dan pemikiran yang beragam, tetapi mereka tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan persatuan Indonesia.

Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan nilai tersebut dengan tidak memilih-milih teman, menghargai perbedaan, bekerja sama, membantu teman, dan berlaku adil.

N. REFLEKSI PESERTA DIDIK

Peserta didik menjawab:

  1. Apa yang saya pelajari hari ini?

  2. Apa arti toleransi menurut saya?

  3. Apakah saya sudah mau berteman dengan semua teman?

  4. Apa contoh persatuan yang akan saya lakukan di sekolah?

  5. Bagaimana saya akan bersikap adil kepada teman?

Refleksi Guru

  • Apakah peserta didik memahami makna persatuan?

  • Apakah peserta didik mampu memberikan contoh toleransi?

  • Apakah peserta didik mampu memahami pentingnya keadilan?

  • Apakah peserta didik aktif dalam diskusi kelompok?

  • Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan bimbingan dan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari.

O. MOTIVASI

"Anak-anak hebat, perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Jadilah anak yang mau berteman dengan siapa saja, menghargai perbedaan, suka menolong, dan selalu menjaga persatuan. Karena dengan persatuan, kita menjadi kuat dan Indonesia menjadi hebat."


  • Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  • Kelas: III SD

  • Materi: Menemukan Kosakata dan Pesan Moral dari Tayangan Video

  • Topik Video: Belajar Meminta Maaf dan Berterima Kasih

  • Tema: Pertemanan dan Berbuat Baik

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menyimak informasi dari berbagai media, termasuk tayangan audiovisual sederhana. Peserta didik dapat memahami informasi, menemukan kosakata baru, mengidentifikasi pesan atau nilai kebaikan dalam tayangan, serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dengan bahasa yang santun.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

  1. Menyimak tayangan video tentang pertemanan dengan baik.

  2. Menemukan dan mencatat kosakata baru dari tayangan video.

  3. Menjelaskan arti kosakata baru dengan bahasa sederhana.

  4. Menyebutkan tokoh dan peristiwa dalam video.

  5. Menemukan pesan moral atau pesan kebaikan dalam tayangan

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Menyimak video → memahami isi tayangan → menemukan kosakata baru → mencari arti kosakata → mengidentifikasi peristiwa dan tokoh → menemukan pesan moral → menghubungkan pesan dengan kehidupan sehari-hari → menyampaikan hasil pemahaman.

E. APERSEPSI

Guru bertanya kepada peserta didik:

  1. Pernahkah kalian melakukan kesalahan kepada teman?

  2. Apa yang kalian lakukan setelah melakukan kesalahan?

  3. Apa yang kalian katakan ketika ingin meminta maaf?

  4. Kapan kita mengucapkan terima kasih?

  5. Bagaimana perasaan kalian ketika teman meminta maaf kepada kalian?

Guru kemudian menyampaikan:

"Hari ini kita akan belajar melalui sebuah tayangan video tentang pertemanan. Kita akan mencari kosakata baru dan menemukan pesan kebaikan yang terdapat dalam video tersebut."

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL)

Metode

  • Menyimak

  • Tanya jawab

  • Diskusi

  • Mengamati tayangan

  • Mencatat kosakata

  • Penugasan

  • Presentasi sederhana

Media

  • Video pembelajaran tentang pertemanan

  • Laptop/HP

  • LCD/proyektor

  • Papan tulis

  • LKPD

  • Gambar kegiatan meminta maaf dan berterima kasih

G. PENJABARAN MATERI

1. Menyimak Tayangan Video

Menyimak adalah kegiatan mendengarkan dengan sungguh-sungguh untuk memahami informasi yang disampaikan.

Saat menonton video, kita harus:

  • Memperhatikan tayangan.

  • Mendengarkan percakapan tokoh.

  • Mencatat kata-kata yang belum kita ketahui.

  • Memperhatikan kejadian yang terjadi.

  • Mencari pesan atau kebaikan yang disampaikan.

2. Kosakata Baru

Kosakata adalah kumpulan kata yang kita gunakan dalam berkomunikasi.

Contoh kosakata yang dapat ditemukan dalam video:

KosakataArti
MaafUcapan ketika melakukan kesalahan
Terima kasihUcapan sebagai bentuk penghargaan atas kebaikan orang lain
MenyesalMerasa tidak senang karena telah melakukan kesalahan
MemaafkanTidak lagi menyimpan rasa marah terhadap kesalahan orang lain
PertemananHubungan antara satu teman dengan teman lainnya
MenolongMembantu orang lain yang membutuhkan
MenghargaiMenghormati atau memberikan nilai baik kepada orang lain
PeduliMemperhatikan dan mau membantu orang lain

3. Belajar Meminta Maaf

Meminta maaf dilakukan ketika kita melakukan kesalahan.

Contoh:

"Maaf, aku tadi tidak sengaja menjatuhkan bukumu."

Meminta maaf harus dilakukan dengan:

  • Tulus.

  • Sopan.

  • Tidak menyalahkan orang lain.

  • Bersedia memperbaiki kesalahan.

4. Belajar Berterima Kasih

Berterima kasih dilakukan ketika seseorang memberikan bantuan atau kebaikan kepada kita.

Contoh:

"Terima kasih sudah membantuku mengerjakan tugas."

Kita harus membiasakan mengucapkan terima kasih kepada orang lain.

5. Pesan Moral

Pesan moral adalah pesan atau pelajaran baik yang dapat kita ambil dari sebuah cerita atau tayangan.

Contoh pesan moral dari video tentang pertemanan:

  • Kita harus berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Kita harus mau memaafkan teman.

  • Kita harus mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.

  • Kita harus saling menolong.

  • Kita harus menjaga perasaan teman.

  • Kita harus berbicara dengan sopan.

  • Kita harus menjaga persahabatan.

H. GAMBAR PEMBELAJARAN

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Guru meminta siswa mengamati gambar kemudian menjawab:

  1. Apa yang sedang dilakukan anak-anak?

  2. Mengapa kita harus meminta maaf?

  3. Kapan kita mengucapkan terima kasih?

  4. Bagaimana cara menjaga pertemanan?

I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

1. Kegiatan Pendahuluan

  • Guru memberi salam.

  • Guru mengajak siswa berdoa.

  • Guru mengecek kehadiran.

  • Guru memberikan apersepsi.

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

2. Kegiatan Inti

Tahap 1 – Mengamati

Guru memutar video tentang pertemanan, meminta maaf, dan berterima kasih.

Siswa menyimak video dengan tertib.

Tahap 2 – Menemukan Kosakata

Siswa mencatat kata-kata baru yang ditemukan dalam video.

Contoh:

maaf – terima kasih – menolong – peduli – memaafkan – menghargai

Tahap 3 – Diskusi

Siswa berdiskusi dalam kelompok:

  • Siapa tokoh dalam video?

  • Apa masalah yang terjadi?

  • Apa yang dilakukan tokoh?

  • Kosakata baru apa yang ditemukan?

  • Apa pesan moral dari video?

Tahap 4 – Menyampaikan Hasil

Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.

Tahap 5 – Penguatan Guru

Guru memberikan penguatan bahwa meminta maaf dan berterima kasih merupakan kebiasaan baik yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

J. LATIHAN SOAL

Pilihan Ganda

1. Ketika melakukan kesalahan kepada teman, sebaiknya kita mengucapkan ....

A. Selamat
B. Maaf
C. Permisi
D. Sampai jumpa

Jawaban: 

2. Setelah mendapat bantuan dari teman, kita mengucapkan ....

A. Maaf
B. Tolong
C. Terima kasih
D. Selamat tinggal

Jawaban: 

3. Pesan moral adalah ....

A. nama tokoh dalam cerita
B. tempat terjadinya cerita
C. pelajaran atau pesan kebaikan dalam cerita
D. judul cerita

Jawaban: 

4. Sikap yang baik kepada teman adalah ....

A. mengejek
B. menolong
C. bertengkar
D. berbohong

Jawaban: 

5. Orang yang meminta maaf dengan tulus menunjukkan sikap ....

A. sombong
B. berani mengakui kesalahan
C. malas
D. iri

Jawaban: 

Isian

6. Kata yang diucapkan setelah menerima bantuan adalah ....

Jawaban: Terima kasih.

7. Ketika melakukan kesalahan, kita harus meminta ....

Jawaban:

8. Hubungan baik antara seseorang dengan temannya disebut ....

Jawaban: 

Uraian

9. Sebutkan dua contoh sikap baik dalam pertemanan!

Jawaban: Saling menolong dan saling menghargai.

10. Apa pesan moral yang dapat kita ambil dari video tentang meminta maaf dan berterima kasih?

Jawaban: 

K. KEGIATAN PENGAYAAN

Siswa membuat "Pohon Kata Kebaikan".

Setiap siswa menuliskan satu kosakata kebaikan pada kertas berbentuk daun, misalnya:

Maaf – Terima kasih – Tolong – Peduli – Jujur – Sopan – Menolong – Menghargai

Daun kemudian ditempelkan pada gambar pohon yang dibuat di kelas.

L. KESIMPULAN

Dari tayangan video tentang pertemanan, kita dapat belajar bahwa meminta maaf dan berterima kasih merupakan perilaku yang baik.

Kita harus berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan tidak malu mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan bantuan.

Dengan saling menghargai, menolong, memaafkan, dan berbicara dengan sopan, kita dapat memiliki pertemanan yang rukun dan menyenangkan.

M. REFLEKSI PESERTA DIDIK

Siswa menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang saya pelajari hari ini?

  2. Kosakata baru apa yang saya temukan?

  3. Apa arti kata "memaafkan"?

  4. Kapan saya harus meminta maaf?

  5. Kapan saya harus mengucapkan terima kasih?

  6. Apakah saya sudah menjadi teman yang baik?

  7. Kebaikan apa yang akan saya lakukan kepada teman hari ini?

Refleksi Guru

Guru mengamati:

  • Kemampuan siswa menyimak video.

  • Kemampuan menemukan kosakata baru.

  • Kemampuan memahami isi tayangan.

  • Kemampuan menemukan pesan moral.

  • Keberanian siswa menyampaikan pendapat.

  • Penerapan sikap meminta maaf, memaafkan, dan berterima kasih dalam kehidupan sehari-hari.

N. MOTIVASI

"Anak-anak hebat, jadilah teman yang baik. Jangan malu meminta maaf ketika salah dan jangan lupa mengucapkan terima kasih ketika mendapat kebaikan. Kata-kata sederhana seperti 'maaf' dan 'terima kasih' dapat membuat hati teman menjadi bahagia." 🌷

0 komentar:

Posting Komentar