Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, anak-anak sholih dan sholiha kelas 3A yang hebat dan ceria. ππ·
Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama di hari Jumat yang penuh keberkahan. Mari kita awali hari ini dengan senyum, doa, dan hati yang penuh rasa syukur. π€²
Anak-anak, ingatlah bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Kalau kemarin kita masih melakukan kesalahan, hari ini kita belajar memperbaikinya. Kalau kemarin belum rajin, hari ini kita berusaha lebih rajin. Kalau kemarin lupa berbuat baik, hari ini jangan lupa untuk menebarkan kebaikan. π±
✨ Jadilah anak yang selalu berkata jujur, suka menolong, sopan, dan peduli kepada orang lain.
Ketika ada teman yang kesulitan, bantulah. Ketika ada yang membutuhkan, jangan ragu untuk menolong. Karena kebaikan sekecil apa pun akan menjadi sesuatu yang berarti.
Jangan lupa juga untuk selalu beribadah kepada Allah, melaksanakan salat wajib dan salat sunah, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta mengamalkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. ππ
π Motivasi Hari Ini
“Jangan menunggu menjadi hebat untuk berbuat baik. Mulailah dari hal kecil, karena kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan membuat hati menjadi indah.”
“Jangan menunggu menjadi hebat untuk berbuat baik. Mulailah dari hal kecil, karena kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan membuat hati menjadi indah.”
Anak-anak hebat, hari ini kita akan belajar dengan semangat, rasa ingin tahu, dan hati yang gembira. Jangan takut bertanya, jangan takut mencoba, dan jangan takut salah. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. πͺπ
π Pembelajaran hari ini:
π¦ IPAS/IPS – Siklus Hidup Makhluk Hidup
Kita akan mempelajari metamorfosis sempurna pada hewan, seperti siklus hidup kupu-kupu:
telur → larva/ulat → pupa/kepompong → kupu-kupu dewasa.
π¨ Seni Rupa
Kita juga akan belajar membuat sketsa cerita, yaitu membuat rancangan gambar berdasarkan cerita, pengalaman, atau imajinasi kita sendiri.
Mari kita belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja sama, saling membantu, dan menghargai karya teman.
πΌ Pesan Ibu Guru untuk hari ini:
Jujur dalam perkataan.
Baik dalam perbuatan.
Rajin dalam belajar.
Taat dalam beribadah.
Suka menolong dan berbagi.
Dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin.
Semoga hari Jumat ini menjadi hari yang penuh ilmu, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan untuk kita semua.
Selamat belajar, anak-anak hebat! ππ
Tetap semangat, tetap ceria, dan jangan lupa berbuat baik hari ini. ❤️
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
MAPEL SENI RUPA
A. IDENTITAS PEMBELAJARAN
Nama Guru: Puji Lestari, S.Pd
Hari/Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
Fase: B
Kelas: III A
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Mengenal Gambar Cerita dan Merancang Sketsa
Pertemuan: Kedua
B. APERSEPSI
Guru mengawali pembelajaran dengan menunjukkan beberapa gambar yang memiliki alur cerita sederhana, misalnya gambar anak sedang menanam bunga, bermain bersama teman, atau membantu orang tua.
Guru mengajukan pertanyaan:
Anak-anak, apa yang kalian lihat pada gambar?
Menurut kalian, apakah gambar tersebut mempunyai cerita?
Bagaimana kita dapat menggambarkan sebuah cerita melalui gambar?
Pernahkah kalian membuat gambar berdasarkan pengalaman sendiri?
Sebelum membuat gambar yang lengkap, menurut kalian apa yang sebaiknya kita buat terlebih dahulu?
Guru menjelaskan:
“Hari ini kita akan belajar bahwa sebuah cerita dapat disampaikan melalui gambar. Sebelum membuat gambar yang lebih lengkap, kita dapat membuat sketsa terlebih dahulu sebagai rancangan awal.”
Guru memberikan motivasi:
“Tidak perlu takut salah saat membuat sketsa. Setiap gambar berawal dari sebuah ide. Gunakan imajinasi kalian dan buatlah karya dengan percaya diri.”
C. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenali dan mengeksplorasi unsur-unsur seni rupa melalui kegiatan mengamati, menggambar, dan membuat karya berdasarkan pengalaman serta ide dari lingkungan sekitar.
Peserta didik mampu menggunakan garis dan bentuk sederhana untuk menuangkan gagasan atau cerita ke dalam karya gambar serta menunjukkan keberanian dalam berekspresi dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Memahami pengertian gambar cerita.
Menjelaskan fungsi gambar cerita dalam menyampaikan suatu peristiwa atau cerita.
Mengenali unsur-unsur sederhana dalam gambar cerita.
Memahami pengertian sketsa.
Menentukan ide cerita berdasarkan pengalaman atau imajinasi diri sendiri.
Merancang sketsa sederhana berdasarkan ide cerita yang telah dipilih.
Menunjukkan sikap percaya diri, kreatif, dan menghargai karya teman.
Tujuan utama pembelajaran:
Peserta didik mampu memahami konsep gambar cerita dan merancang sketsa dengan cerita berdasarkan ide dari diri sendiri.
E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
1. Meaningful – Menghubungkan dengan Pengalaman
Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman sehari-hari.
Contoh pertanyaan:
Pernahkah kalian membantu ibu atau ayah di rumah?
Pernahkah kalian bermain bersama teman?
Pernahkah kalian pergi berlibur?
Pengalaman apa yang paling kalian sukai?
Peserta didik memilih salah satu pengalaman yang dapat dijadikan ide gambar cerita.
Makna pembelajaran:
Peserta didik memahami bahwa pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber ide untuk membuat karya seni.
2. Meaningful – Memahami dan Merancang
Peserta didik mengamati contoh gambar cerita dan memahami bahwa gambar dapat membantu menyampaikan sebuah peristiwa.
Selanjutnya peserta didik:
Menentukan ide cerita.
Menentukan tokoh atau objek yang akan digambar.
Menentukan tempat atau latar.
Membuat garis-garis sederhana.
Menyusun objek menjadi sebuah sketsa.
Guru membimbing peserta didik agar tidak terlalu fokus pada kesempurnaan gambar, tetapi pada kemampuan menuangkan ide.
3. Joyful – Berkarya dengan Menyenangkan
Peserta didik melakukan kegiatan “Sketsaku, Ceritaku”.
Setiap peserta didik membuat sketsa berdasarkan pengalaman atau imajinasi sendiri.
Contoh tema:
Bermain bersama teman.
Menanam bunga.
Membantu orang tua.
Pergi ke taman.
Bermain dengan hewan peliharaan.
Menjaga kebersihan lingkungan.
Setelah selesai, beberapa peserta didik diberi kesempatan menunjukkan sketsanya dan menceritakan secara singkat ide di balik gambarnya.
Guru memberikan apresiasi:
“Setiap karya itu istimewa karena setiap anak mempunyai ide dan imajinasi yang berbeda.”
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Project Based Learning sederhana.
Metode Pembelajaran:
Tanya jawab
Demonstrasi
Pengamatan
Diskusi
Praktik menggambar
Presentasi
Apresiasi karya
G. MEDIA DAN ALAT
Media:
Contoh gambar cerita.
Contoh sketsa.
Papan tulis.
LKPD.
Video/gambar pembelajaran.
Alat dan bahan:
Buku gambar/kertas gambar.
Pensil.
Penghapus.
Penggaris jika diperlukan.
Pensil warna atau krayon untuk tahap pengembangan berikutnya.
H. PENJABARAN MATERI
1. Pengertian Gambar Cerita
Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menggambarkan atau menyampaikan suatu cerita, kejadian, atau peristiwa.
Gambar cerita dapat membantu orang lain memahami isi cerita melalui gambar.
Contohnya:
Gambar anak sedang membantu ibu.
Gambar anak bermain bersama teman.
Gambar kegiatan menanam pohon.
Gambar suasana sekolah.
2. Fungsi Gambar Cerita
Gambar cerita berfungsi untuk:
Menjelaskan suatu cerita.
Menggambarkan suatu kejadian.
Membantu pembaca memahami isi cerita.
Membuat cerita menjadi lebih menarik.
Menyampaikan pesan melalui gambar.
3. Unsur Sederhana dalam Gambar Cerita
Dalam membuat gambar cerita, kita dapat menggunakan:
a. Tokoh
Orang, hewan, atau karakter yang ada dalam cerita.
b. Latar
Tempat terjadinya cerita.
Contoh:
Rumah
Sekolah
Taman
Lapangan
c. Peristiwa
Kegiatan atau kejadian yang dilakukan oleh tokoh.
d. Ekspresi
Ekspresi dapat menunjukkan perasaan tokoh, seperti senang, sedih, takut, atau terkejut.
I. PENGERTIAN SKETSA
Sketsa adalah gambar awal atau rancangan sederhana sebelum membuat gambar yang lebih lengkap.
Sketsa biasanya dibuat menggunakan garis-garis sederhana.
Sketsa tidak harus sempurna.
Tujuan membuat sketsa adalah:
Merencanakan gambar.
Menentukan posisi objek.
Menentukan ukuran objek.
Memudahkan proses menggambar.
Mengembangkan ide menjadi sebuah karya.
J. LANGKAH-LANGKAH MERANCANG SKETSA
Langkah 1 – Menentukan Ide
Pilih cerita atau pengalaman yang ingin digambarkan.
Contoh:
“Aku membantu ibu menyiram tanaman.”
Langkah 2 – Menentukan Tokoh
Tokoh:
Aku
Ibu
Langkah 3 – Menentukan Latar
Latar:
Halaman rumah.
Langkah 4 – Membuat Bentuk Dasar
Gunakan bentuk sederhana seperti:
Lingkaran untuk kepala.
Garis untuk tubuh dan tangan.
Persegi atau bentuk sederhana untuk benda.
Garis melengkung untuk tanaman.
Langkah 5 – Menambahkan Detail
Tambahkan:
Tanaman.
Pot bunga.
Selang atau alat penyiram.
Rumah.
Matahari.
Awan.
Langkah 6 – Memeriksa Sketsa
Lihat kembali apakah gambar sudah sesuai dengan ide cerita.
K. CONTOH SKETSA SEDERHANA
Tema: Menanam Bunga
Ide cerita:
“Aku menanam bunga bersama ibu.”
Tokoh: Aku dan ibu.
Latar: Halaman rumah.
Objek: Pot bunga, tanaman, sekop, rumah, matahari.
Contoh rancangan sederhana:
☀
☁ ☁
/\
/ \ Rumah
/____\
O O
/|\ /|\
/ \ / \
IBU AKU
π± πͺ΄ π±
\ | /
\ | /
TanamanSketsa di atas hanyalah contoh rancangan sederhana. Peserta didik bebas mengembangkan bentuk, tokoh, latar, dan objek sesuai ide masing-masing.
L. KEGIATAN PRAKTIK
“SKETSAKU, CERITAKU”
Buatlah sebuah sketsa berdasarkan pengalaman atau imajinasi kalian sendiri.
Pilih salah satu tema:
Aku bermain bersama teman.
Aku membantu ibu.
Aku menanam bunga.
Aku bermain dengan hewan peliharaan.
Aku menjaga kebersihan sekolah.
Aku pergi ke taman.
Ketentuan:
Tentukan satu ide cerita.
Tentukan tokoh.
Tentukan tempat/latar.
Buat sketsa menggunakan pensil.
Gunakan garis sederhana.
Tambahkan beberapa objek pendukung.
Berikan judul pada sketsa.
M. LATIHAN SOAL
A. Pilihan Ganda
1. Gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita disebut ....
A. gambar hias
B. gambar cerita
C. gambar pola
D. gambar bentuk
2. Sebelum membuat gambar yang lengkap, sebaiknya kita membuat ....
A. sketsa
B. bingkai
C. tulisan
D. warna
3. Sketsa merupakan ....
A. gambar akhir
B. gambar awal atau rancangan
C. gambar yang sudah diwarnai
D. gambar yang harus sempurna
4. Salah satu fungsi gambar cerita adalah ....
A. membuat cerita sulit dipahami
B. menyembunyikan cerita
C. membantu menyampaikan cerita
D. menghapus cerita
5. Tokoh dalam gambar cerita dapat berupa ....
A. orang atau hewan
B. warna saja
C. garis saja
D. kertas
6. Tempat terjadinya suatu cerita disebut ....
A. tokoh
B. latar
C. judul
D. warna
7. Saat membuat sketsa, kita sebaiknya menggunakan ....
A. garis sederhana
B. cat tembok
C. gunting
D. lem
8. Ide gambar cerita dapat berasal dari ....
A. pengalaman dan imajinasi
B. penghapus saja
C. meja
D. pensil saja
9. Jika ingin menggambar cerita tentang “bermain di taman”, latarnya dapat berupa ....
A. dapur
B. kamar mandi
C. taman
D. kelas
10. Saat melihat karya teman, sikap kita sebaiknya ....
A. mengejek
B. merusak
C. menghargai
D. menyembunyikan
N. SOAL ISIAN
1. Gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita disebut gambar __________.
2. Gambar awal sebelum membuat gambar lengkap disebut __________.
3. Tempat terjadinya suatu cerita disebut __________.
4. Sebuah sketsa dapat dibuat menggunakan garis-garis __________.
5. Ide gambar dapat berasal dari pengalaman dan __________.
P. KESIMPULAN
Gambar cerita adalah gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita atau peristiwa.
Sebelum membuat gambar cerita secara lengkap, kita dapat membuat sketsa terlebih dahulu. Sketsa merupakan rancangan awal yang dibuat menggunakan garis-garis sederhana.
Dalam membuat sketsa, kita perlu menentukan:
Ide → Tokoh → Latar → Objek → Sketsa
Ide gambar dapat berasal dari pengalaman sehari-hari maupun imajinasi.
Setiap peserta didik memiliki ide dan imajinasi yang berbeda. Oleh karena itu, setiap karya dapat menjadi karya yang unik dan menarik.
IPAS KELAS 3
A. IDENTITAS PEMBELAJARAN
Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd
Hari/Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
Fase: B
Kelas: III A
Mata Pelajaran: IPS
Materi: Siklus Hidup Makhluk Hidup – Siklus Hidup Hewan dengan Metamorfosis Sempurna
Pertemuan: Keempat
Topik: Metamorfosis Sempurna pada Kupu-kupu
B. APERSEPSI
Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik mengingat kembali materi siklus hidup makhluk hidup.
Guru bertanya:
Anak-anak, apakah kalian pernah melihat kupu-kupu?
Menurut kalian, dari mana kupu-kupu berasal?
Apakah kupu-kupu sejak kecil sudah memiliki bentuk seperti kupu-kupu?
Pernahkah kalian melihat ulat di daun?
Menurut kalian, apakah ulat dapat berubah menjadi kupu-kupu?
Guru menunjukkan gambar siklus hidup kupu-kupu dan mengajak peserta didik mengamati perubahan bentuknya.
Motivasi:
“Setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perubahan. Kita pun dahulu kecil dan sekarang terus tumbuh menjadi lebih besar. Karena itu, mari kita belajar dengan rasa ingin tahu dan selalu bersyukur atas ciptaan Allah.”
C. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami siklus hidup makhluk hidup serta mengidentifikasi tahapan pertumbuhan dan perkembangan hewan. Peserta didik dapat menjelaskan perubahan bentuk pada hewan yang mengalami metamorfosis serta menunjukkan sikap peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian metamorfosis sempurna dengan benar.
Menyebutkan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.
Menjelaskan tahapan telur, larva, pupa, dan kupu-kupu dewasa.
Mengurutkan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.
Menyebutkan contoh hewan lain yang mengalami metamorfosis sempurna.
Menunjukkan sikap peduli dan menyayangi makhluk hidup.
Tujuan utama:
Peserta didik mampu menjelaskan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.
E. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
1. Mindful – Mengamati dan Menyadari
Guru mengajak peserta didik duduk dengan tenang, menarik napas, kemudian mengamati gambar kupu-kupu, ulat, telur, dan kepompong.
Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki siklus hidup dan perubahan yang berbeda-beda.
Pertanyaan pemantik:
Apa yang kalian lihat?
Apakah bentuk ulat sama dengan kupu-kupu?
Perubahan apa yang terjadi?
2. Meaningful – Menghubungkan dengan Kehidupan
Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, misalnya pernah melihat ulat di daun atau kupu-kupu di taman.
Peserta didik memahami bahwa ulat dan kupu-kupu merupakan bagian dari satu siklus hidup yang sama.
3. Meaningful – Memahami dan Menjelaskan
Peserta didik mempelajari empat tahapan metamorfosis sempurna:
Telur → Larva → Pupa → Dewasa
Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengurutkan gambar dan menjelaskan ciri setiap tahapan.
4. Joyful – Belajar dengan Menyenangkan
Peserta didik bermain “Susun Siklus Kupu-kupu”.
Setiap kelompok memperoleh kartu gambar:
Telur
Larva/ulat
Pupa/kepompong
Kupu-kupu dewasa
Kelompok berlomba menyusun kartu sesuai urutan yang benar dan menjelaskan setiap tahapannya.
Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang bekerja sama dengan baik.
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran kooperatif.
Metode:
Tanya jawab
Observasi
Diskusi kelompok
Penjelasan/interaktif
Permainan menyusun kartu
Penugasan
Presentasi
G. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media:
Gambar siklus hidup kupu-kupu.
Kartu tahapan metamorfosis.
Video pembelajaran.
LKPD.
Papan tulis/spidol.
Sumber belajar:
Buku IPAS/IPS Kelas 3.
Lingkungan sekitar.
Gambar dan video pembelajaran tentang metamorfosis.
H. PENJABARAN MATERI
1. Pengertian Metamorfosis
Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya hingga menjadi hewan dewasa.
Metamorfosis sempurna memiliki empat tahapan, yaitu:
Telur → Larva → Pupa → Dewasa (Imago). (Eprints UNY)
2. Metamorfosis Sempurna pada Kupu-kupu
a. Telur
Kupu-kupu betina bertelur. Telur biasanya diletakkan pada permukaan atau bagian tanaman yang sesuai.
Telur kemudian menetas menjadi larva atau ulat.
b. Larva atau Ulat
Larva kupu-kupu disebut ulat.
Ulat banyak makan daun untuk tumbuh dan menyimpan energi. Bentuk ulat sangat berbeda dengan kupu-kupu dewasa.
c. Pupa atau Kepompong
Setelah cukup besar, ulat berubah menjadi pupa atau kepompong.
Di dalam kepompong terjadi perubahan besar pada tubuh ulat hingga terbentuk kupu-kupu.
d. Kupu-kupu Dewasa
Setelah perubahan selesai, kupu-kupu keluar dari kepompong.
Kupu-kupu dewasa kemudian tumbuh dan berkembang biak dengan menghasilkan telur kembali.
Dengan demikian, siklusnya berlangsung terus:
Telur → Ulat/Larva → Kepompong/Pupa → Kupu-kupu Dewasa → Telur kembali. (Kemendikdasmen Repository)
3. Contoh Hewan yang Mengalami Metamorfosis Sempurna
Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain:
Kupu-kupu
Nyamuk
Lalat
Kumbang
Pada hewan-hewan tersebut terdapat tahap pupa/kepompong dalam siklus hidupnya. (AnyFlip)
I. KEGIATAN PESERTA DIDIK
Aktivitas 1 – Amati!
Perhatikan gambar metamorfosis kupu-kupu.
Tuliskan nama setiap tahap:
Aktivitas 2 – Urutkan!
Susun tahapan berikut menjadi urutan yang benar:
Pupa – Dewasa – Telur – Larva
Jawaban:
__________ → __________ → __________ → __________
Aktivitas 3 – Diskusi Kelompok
Diskusikan bersama teman:
Mengapa metamorfosis kupu-kupu disebut metamorfosis sempurna?
Tuliskan jawaban kelompokmu:
J. LATIHAN SOAL
Pilihan Ganda
1. Proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan disebut ....
A. perkembangbiakan
B. metamorfosis
C. pernapasan
D. pertumbuhan
2. Tahapan pertama metamorfosis kupu-kupu adalah ....
A. larva
B. pupa
C. telur
D. dewasa
3. Larva kupu-kupu disebut ....
A. nimfa
B. ulat
C. jentik
D. kepompong
4. Setelah menjadi ulat, kupu-kupu mengalami tahap ....
A. telur
B. pupa
C. dewasa
D. nimfa
5. Pupa pada kupu-kupu disebut juga ....
A. telur
B. ulat
C. kepompong
D. kupu-kupu muda
6. Urutan metamorfosis sempurna yang benar adalah ....
A. telur – pupa – larva – dewasa
B. larva – telur – pupa – dewasa
C. telur – larva – pupa – dewasa
D. telur – dewasa – larva – pupa
7. Hewan berikut yang mengalami metamorfosis sempurna adalah ....
A. belalang
B. kupu-kupu
C. ayam
D. kucing
8. Pada tahap larva, ulat banyak makan untuk ....
A. tidur
B. tumbuh dan berkembang
C. bertelur
D. terbang
9. Tahap setelah pupa adalah ....
A. telur
B. larva
C. kupu-kupu dewasa
D. jentik
10. Salah satu ciri metamorfosis sempurna adalah ....
A. tidak mengalami perubahan bentuk
B. memiliki tahap pupa
C. hanya memiliki dua tahap
D. tidak mengalami pertumbuhan
L. KESIMPULAN
Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh hewan selama pertumbuhan dan perkembangannya.
Metamorfosis sempurna memiliki empat tahapan, yaitu:
Telur → Larva → Pupa → Dewasa (Imago).
Kupu-kupu merupakan salah satu contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Telur menetas menjadi ulat, ulat berubah menjadi kepompong, kemudian menjadi kupu-kupu dewasa. Kupu-kupu dewasa kemudian menghasilkan telur kembali sehingga siklus hidupnya berulang.
0 komentar:
Posting Komentar