Postingan 1 _Seni Rupa,Senin, 31 Agustus 2026_3A




 

🌷Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, anak-anak soleh dan solehah Kelas 3A yang hebat dan luar biasa! πŸ€—πŸ’

Bagaimana kabarnya pagi ini? Semoga semuanya sehat, ceria, semangat, dan siap belajar ya. πŸ’ͺ😊

Anak-anak, mari kita awali hari Senin ini dengan niat yang baik dan hati yang penuh semangat. Jangan lupa untuk selalu:
🌷 Berbuat kebaikan kepada siapa pun.
🌷 Berkata jujur dan menjaga amanah.
🌷 Bersikap sopan dan saling menyayangi.
🌷 Rajin sekolah dan rajin belajar.
🌷 Jangan lupa melaksanakan salat lima waktu.
🌷 Selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. 🀲

Ingatlah, anak-anak:
"Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau terus belajar, berusaha, dan menjadi lebih baik setiap harinya."

πŸ“š Pembelajaran hari ini:

🎨 Seni Rupa
Kita akan belajar menggambar cerita dalam bentuk komik atau kartun. Yuk, gunakan imajinasi dan kreativitas kalian! πŸ–️πŸ“

🌟 Motivasi hari ini:
"Mulailah hari ini dengan senyuman, belajar dengan sungguh-sungguh, berbuat baik dengan ikhlas, dan jangan pernah takut mencoba. Kesalahan bukan alasan untuk menyerah, tetapi kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik."

Semangat belajar, Soleh-Solehah Kelas 3A! ❤️
Jadilah anak yang cerdas, jujur, disiplin, rajin beribadah, dan selalu berbuat kebaikan.

πŸ’– Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin!
πŸ’– Aku bisa! Aku hebat! Aku anak yang rajin dan pantang menyerah!

Selamat belajar, anak-anak hebat! πŸŒˆπŸ“š
Tetap semangat dan jangan lupa tersenyum. 😊

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🀲🌸 

SENI RUPA

A. Identitas Pembelajaran

  • Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd.

  • Satuan Pendidikan: Sekolah Dasar

  • Fase: B / Kelas: III A

  • Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

  • Mata Pelajaran: Seni Rupa

  • Materi: Menggambar Cerita dan Pewarnaannya

  • Pertemuan: Ketiga

  • Alokasi Waktu: 2 × 35 menit

B. Apersepsi

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang sketsa atau gambar rancangan awal.

Guru bertanya:

  1. "Apa yang dimaksud dengan sketsa?"

  2. "Mengapa sebelum menggambar cerita kita perlu membuat sketsa?"

  3. "Alat apa saja yang dapat kita gunakan untuk mewarnai gambar?"

  4. "Bagaimana agar gambar terlihat rapi dan menarik?"

Guru menunjukkan contoh gambar cerita yang sudah diberi warna. Peserta didik mengamati gambar dan menyampaikan pendapat tentang isi cerita, penggunaan warna, serta kerapian gambar.

Motivasi:
"Anak-anak, setiap gambar dapat menceritakan sebuah kisah. Melalui gambar, kita dapat menyampaikan ide, perasaan, dan imajinasi. Tidak perlu takut salah dalam menggambar. Yang penting kita berani mencoba, teliti, rapi, dan menyelesaikan karya dengan penuh percaya diri. Jadikan setiap goresan sebagai karya terbaik kalian!"

C. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengembangkan dan menciptakan karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengalaman, imajinasi, dan gagasan sederhana. Peserta didik mampu menggunakan unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, dan komposisi serta menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, rapi, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan karya.

D. Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan pengertian sederhana gambar cerita.

  2. Mengembangkan ide menjadi sebuah sketsa gambar cerita.

  3. Mendapatkan dan menyelesaikan sketsa gambar cerita dengan baik.

  4. Menyelesaikan pewarnaan gambar cerita menggunakan kombinasi alat dan media pewarna, seperti pensil warna, krayon, atau spidol.

  5. Menggunakan warna yang sesuai dengan objek dan suasana cerita.

  6. Menggambar dan mewarnai secara rapi, ekspresif, kreatif, dan percaya diri.

E. ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Mengamati → Menentukan Ide → Membuat Sketsa → Mengembangkan Gambar → Mewarnai → Menyelesaikan Karya → Mempresentasikan

  1. Peserta didik mengamati berbagai contoh gambar cerita.

  2. Peserta didik mengidentifikasi tokoh, tempat, objek, dan suasana dalam gambar cerita.

  3. Peserta didik menentukan ide atau tema gambar cerita berdasarkan pengalaman dan imajinasi.

  4. Peserta didik membuat sketsa gambar cerita menggunakan garis dan bentuk sederhana.

  5. Peserta didik mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita yang lebih lengkap.

  6. Peserta didik melakukan pewarnaan menggunakan kombinasi alat pewarna.

  7. Peserta didik memperhatikan kerapian, komposisi, dan ekspresi dalam karya.

  8. Peserta didik menyelesaikan dan menunjukkan hasil karya kepada teman dan guru.

  9. Peserta didik mampu menceritakan secara sederhana isi gambar yang dibuat.

F. Meaningful Learning & Mindful Learning

1. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Guru menghubungkan kegiatan menggambar dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Contoh:

  • Menggambar pengalaman menolong teman.

  • Menggambar kegiatan bermain bersama keluarga.

  • Menggambar menjaga kebersihan lingkungan.

  • Menggambar pengalaman bekerja sama dengan teman.

Peserta didik memahami bahwa menggambar bukan hanya menghasilkan gambar yang indah, tetapi juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dan pengalaman.

2. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran)

Guru mengajak peserta didik:

  • Duduk dengan tenang sebelum mulai menggambar.

  • Mengatur napas dan memusatkan perhatian.

  • Menggambar dengan sabar dan tidak terburu-buru.

  • Memperhatikan setiap garis dan warna yang digunakan.

  • Menghargai karya sendiri dan karya teman.

  • Tidak mengejek gambar teman karena setiap anak memiliki kreativitas yang berbeda.

G. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran

Project Based Learning (PjBL)

Peserta didik membuat sebuah proyek berupa karya gambar cerita yang lengkap dengan pewarnaannya.

Metode

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Observasi

  • Praktik langsung

  • Penugasan/proyek

  • Presentasi

  • Refleksi

H. Penjabaran Materi

1. Pengertian Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang dibuat untuk menggambarkan suatu peristiwa atau cerita sehingga orang yang melihatnya dapat memahami isi cerita melalui gambar.

2. Unsur Gambar Cerita

Gambar cerita dapat memiliki:

  • Tokoh, misalnya anak, ibu, ayah, guru, atau hewan.

  • Tempat, misalnya rumah, sekolah, taman, atau lingkungan sekitar.

  • Kegiatan/peristiwa, misalnya belajar, bermain, menolong, atau bekerja sama.

  • Ekspresi, seperti senang, sedih, terkejut, atau bersemangat.

  • Warna, untuk memperjelas objek dan suasana.

3. Langkah-Langkah Menggambar Cerita

Langkah 1 – Menentukan tema
Contoh: Menolong Teman.

Langkah 2 – Membuat sketsa
Menggambar bentuk dasar tokoh, benda, dan tempat menggunakan pensil secara tipis.

Langkah 3 – Melengkapi gambar
Menambahkan detail seperti wajah, pakaian, pohon, meja, rumah, dan sebagainya.

Langkah 4 – Menebalkan garis
Garis yang sudah benar dapat ditebalkan agar gambar terlihat jelas.

Langkah 5 – Mewarnai
Gunakan kombinasi alat pewarna, misalnya:

  • Pensil warna untuk detail.

  • Krayon untuk bidang yang lebih luas.

  • Spidol untuk menegaskan bagian tertentu.

Langkah 6 – Merapikan karya
Pastikan warna tidak banyak keluar garis dan semua bagian gambar sudah selesai.

I. Contoh Ide Gambar Cerita

Tema: Menolong Teman

Adegan:
Seorang anak melihat temannya terjatuh di halaman sekolah. Ia segera membantu temannya berdiri. Teman-teman yang lain ikut membantu.

Pesan cerita:
"Kita harus saling menolong dan peduli kepada teman."

Contoh tema lainnya:

  1. Bermain Bersama Keluarga

  2. Menjaga Kebersihan Sekolah

  3. Menanam Pohon

  4. Bekerja Sama Membersihkan Kelas

  5. Menolong Hewan

  6. Rajin Belajar

  7. Berbagi dengan Teman

Image

Image

Image

Image

Penutup

  • Guru memberikan apresiasi terhadap karya peserta didik.

  • Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.

  • Melakukan refleksi.

  • Memberikan penguatan agar peserta didik selalu percaya diri dalam berkarya.

  • Doa dan salam.

K. Kesimpulan

Gambar cerita merupakan gambar yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita, pengalaman, gagasan, atau pesan. Dalam membuat gambar cerita, kita dapat memulai dengan membuat sketsa, kemudian mengembangkan gambar dan memberikan warna.

Pewarnaan dapat menggunakan berbagai alat, seperti pensil warna, krayon, dan spidol. Gambar yang baik tidak hanya indah, tetapi juga dibuat dengan rapi, kreatif, ekspresif, dan penuh percaya diri.

Setelah pembelajaran, guru melakukan refleksi:

  1. Apakah peserta didik mampu memahami pengertian gambar cerita?

  2. Apakah peserta didik mampu menentukan ide dan membuat sketsa?

  3. Apakah peserta didik mampu menyelesaikan pewarnaan dengan baik?

  4. Apakah kombinasi alat pewarna dapat digunakan dengan tepat?

  5. Apakah peserta didik menggambar dengan rapi dan ekspresif?

  6. Peserta didik mana yang masih membutuhkan bimbingan?

  7. Apakah kegiatan pembelajaran sudah membuat peserta didik aktif, kreatif, dan percaya diri?


"Pada pembelajaran hari ini, sebagian besar peserta didik mampu mengembangkan sketsa menjadi gambar cerita dan menyelesaikan pewarnaannya. Peserta didik terlihat antusias dan kreatif dalam memilih tema serta warna. Beberapa peserta didik masih perlu diberikan bimbingan dalam menjaga kerapian saat mewarnai dan mengembangkan detail gambar. Pada pembelajaran berikutnya, guru akan memberikan contoh dan latihan tambahan agar peserta didik semakin terampil, teliti, dan percaya diri dalam berkarya."







 



0 komentar:

Posting Komentar