Selasa, 15 April 2025.


   
Hari Selasa, 15 April 2025..

KELAS VB 

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Good morning everyone...

How are you students? 

Hopefully we're healthy and always in the protection of Allah. 

Before we start our study, better we listen to tausiyah, pray to Allah, pray dhuha, and moroja'ah. 

Apa kabar sholih sholiha kelas VB, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, semoga sholih sholiha selalu bersemangat dalam beraktifitas. 

dan kita selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah. 

Bu guru mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin semoga kita semua saling memaafkan dan lebih menambah keimanan kita semua. 

Baiklah sholih sholiha sebelum kita masuk ke materi pembelajaran kita melakukan tepuk semangat 

Selanjutnya kita akan belajar materi tentang gotong royong dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda dan Penilaian harian 2 b. Indonesia

Mapel Pendidikan Pancasila 

Tujuan pembelajaran : menerapkan praktik gotong royong dilingkungan sekolah 

Media pembelajarn : alat alat properti gotong royong 

Metode pembelajaran : diskusi kelompok game gotong royong 

Materi Diskusi: Gotong Royong**

1. Pengertian Gotong Royong

Gotong royong adalah kegiatan bekerja sama antar anggota masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Ini merupakan salah satu nilai luhur budaya Indonesia yang mencerminkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan saling membantu tanpa pamrih.

2. Bentuk-Bentuk Gotong Royong**

- Gotong royong dalam kehidupan sosial:** membantu tetangga yang sedang kesulitan, kerja bakti membersihkan lingkungan.

- Gotong royong dalam pembangunan:** membangun fasilitas umum seperti jembatan, jalan, atau rumah ibadah secara sukarela.

- Gotong royong dalam kegiatan keagamaan:** kerja sama dalam penyelenggaraan acara keagamaan atau tradisi adat.

- Gotong royong dalam dunia pendidikan:** kerja sama orang tua, guru, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak-anak.

3. Manfaat Gotong Royong**

- Mempererat hubungan antarwarga.

- Meningkatkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial.

- Mempermudah pekerjaan yang berat.

- Menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan harmonis.

4. Tantangan dalam Menjaga Semangat Gotong Royong**

- Individualisme dan kesibukan masing-masing.

- Perubahan gaya hidup modern.

- Kurangnya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

5. Upaya Menumbuhkan dan Melestarikan Gotong Royong**

- Pendidikan karakter sejak dini.

- Kegiatan komunitas yang melibatkan semua lapisan masyarakat.

- Contoh nyata dari pemimpin dan tokoh masyarakat.

- Membangun kesadaran bahwa gotong royong adalah kekuatan bangsa.

Pertanyaan Diskusi

1. Bagaimana gotong royong bisa diterapkan di lingkungan sekolah?

2. Apa contoh gotong royong yang pernah kamu lakukan atau lihat?

3. Menurut kamu, apakah gotong royong masih relevan di era modern ini? Kenapa?

4. Apa dampaknya jika semangat gotong royong di masyarakat mulai hilang?

5. Apa yang bisa kita lakukan untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong di sekitar kita?

Berikut ide **game seru bertema gotong royong** untuk siswa **kelas 5 SD**:

ama Game: "Kampung Ceria"

Tema**: Gotong Royong / Kerja Sama

Tujuan Game

Melatih kerja sama, tanggung jawab, dan semangat gotong royong antar siswa melalui tantangan seru.

Deskripsi Permainan

Siswa dibagi menjadi beberapa **kelompok kecil (4–5 orang)**. Masing-masing kelompok adalah “warga kampung” yang harus menyelesaikan berbagai **tugas gotong royong** agar kampung mereka menjadi kampung paling ceria.

Tugas-tugas tersebut berupa **mini games** yang menggambarkan aktivitas gotong royong, seperti membersihkan lingkungan, menanam pohon, memperbaiki jembatan, dll.

Contoh Mini Games:

1. **Estafet Sampah**

   - Alat: Ember, bola kecil/kertas gulung

   - Cara: Anggota kelompok harus memindahkan “sampah” dari satu ember ke ember lainnya dengan estafet menggunakan sendok. Tim tercepat menang.

2. Tanam Pohon Ceria

   - Alat: Pot, tanah, tanaman mainan/kertas warna

   - Cara: Setiap anggota kelompok menyusun pot, mengisi tanah, dan “menanam” pohon. Harus dilakukan bergantian dan rapi.

3. Jembatan Kompak

   - Alat: Kardus atau papan kecil

   - Cara: Anggota kelompok harus menyebrangi area tertentu menggunakan “papan jembatan” tanpa menyentuh lantai. Harus bekerja sama mengatur strategi.

4. Tebak Tugas Gotong Royong

   - Alat: Kartu tugas (misal: sapu, cangkul, cat, dll)

   - Cara: Salah satu anggota menirukan aktivitas, anggota lain menebak. Harus dikerjakan secara berurutan.

Penilaian & Hadiah**

- Setiap mini game punya poin (1–5)

- Tim dengan poin tertinggi jadi **"Kampung Paling Ceria"**

- Semua peserta dapat hadiah kecil seperti stiker, dan tim terbaik dapat piagam lucu

Nilai yang Dikembangkan**:

- Kerja sama

- Tanggung jawab

- Komunikasi

- Kreativitas

Mapel Ipas

Tujuan pembelajaran : peserta didik dapat menceritakan perjuangan rakyat Indonesia melawan Belanda 

Media pembelajaran : Buku teks Ipas,LCD video perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Belanda 

Metode pembelajaran : menyimak video perjuangan, diskusi 

Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Belanda

1. Masa Penjajahan VOC (1602–1799)

Belanda datang ke Indonesia pertama kali pada tahun 1596, lalu mendirikan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) tahun 1602. VOC diberi hak istimewa oleh pemerintah Belanda untuk berdagang dan berkuasa di wilayah Timur. VOC menjajah melalui strategi adu domba antar kerajaan, serta melakukan monopoli perdagangan, terutama rempah-rempah.

Perlawanan muncul di berbagai daerah, seperti:

  • Sultan Agung (Mataram) menyerang Batavia pada 1628–1629.

  • Perlawanan Pattimura (1817) di Maluku karena penindasan ekonomi dan politik VOC.

2. Perlawanan Rakyat di Abad ke-19

Setelah VOC bubar pada 1799, wilayah jajahannya diambil alih pemerintah Hindia Belanda. Penjajahan berlanjut dengan lebih sistematis, termasuk dengan tanam paksa (Cultuurstelsel).

Perlawanan besar meliputi:

  • Perang Diponegoro (1825–1830), perang terbesar abad ke-19, dipimpin oleh Pangeran Diponegoro di Jawa.

  • Perang Padri (1821–1837) di Sumatera Barat, antara kaum Padri dan Belanda.

  • Perang Aceh (1873–1904), berlangsung lama dan sengit.

  • Perang Banjar (1859–1863) di Kalimantan Selatan.

3. Munculnya Pergerakan Nasional (Awal Abad ke-20)

Perlawanan bergeser dari fisik ke perjuangan organisasi dan pendidikan. Tokoh-tokoh seperti Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, dan Soewardi Soerjaningrat mendirikan organisasi Boedi Oetomo (1908), lalu Sarekat Islam (1912), Indische Partij (1912), dan Perhimpunan Indonesia.

Pada tahun 1928, semangat persatuan diperkuat dengan Sumpah Pemuda:

"Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia."

4. Pendudukan Jepang dan Lahirnya Semangat Kemerdekaan

Masa pendudukan Jepang (1942–1945) memberi ruang bagi tokoh-tokoh nasional untuk menyusun strategi kemerdekaan, walau rakyat juga sangat menderita. Jepang membentuk organisasi seperti PETA (Pembela Tanah Air) yang menjadi cikal bakal TNI.

5. Proklamasi dan Perang Kemerdekaan (1945–1949)

Setelah Jepang kalah, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Belanda mencoba kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948).

Perlawanan rakyat terus terjadi di seluruh pelosok negeri. Akhirnya, setelah tekanan internasional dan perjuangan diplomasi, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949 melalui Konferensi Meja Bundar (KMB). 

Mapel B. Indonesia 

Tujuan pembelajaran : Penilaian harian 2

Media pembelajaran : soal Penilaian harian tertulis 

Metode pembelajaran : mandiri 

Penilaian harian ke 2 Bahasa Indonesia 

Materi pengunguman, akronim, huruf kapital. 

Refleksi kegiatan hari ini alhamdulillah berjalan dengan lancar menerapkan praktik gotong royong dilingkungan sekolah ( bekerja sama dalam menyusun pazel) 

Dilanjutkan peserta didik mendengarkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan dilanjutkan penilaian harian ke 2 . B Indonesia 

Berikut dokumentasi kegiatan hari ini 


Senin, 14 April 2025


   
Hari Senin, 14 April 2025..

KELAS VB 

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Good morning everyone...

How are you students? 

Hopefully we're healthy and always in the protection of Allah. 

Before we start our study, better we listen to tausiyah, pray to Allah, pray dhuha, and moroja'ah. 

Apa kabar sholih sholiha kelas VB, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, semoga sholih sholiha selalu bersemangat dalam beraktifitas. 

dan kita selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah. 

Bu guru mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin semoga kita semua saling memaafkan dan lebih menambah keimanan kita semua. 

Baiklah sholih sholiha sebelum kita masuk ke materi pembelajaran kita melakukan tepuk semangat 

Selanjutnya kita akan belajar materi tentang sudut dan teks eksposisi 

Mapel : Matematika 

Tujuan pembelajaran: peserta didik dapat memahami jenis jenis sudut 

Media pembelajaran : gambar sudut, LCD, buku matematika 

Metode pembelajaran : Diskusi kelompok, tanya jawab 

Materi: Sudut (Kelas 5 SD)

1. Pengertian Sudut

Sudut adalah daerah yang terbentuk dari dua garis yang bertemu di satu titik pangkal (titik sudut).

  • Sisi sudut: dua garis yang membentuk sudut.

  • Titik sudut: titik pertemuan dua garis tersebut.


2. Jenis-Jenis Sudut

Berdasarkan besar sudutnya, sudut dibedakan menjadi:

Jenis Sudut Besarnya Sudut Contoh
Sudut Lancip Kurang dari 90° 45°
Sudut Siku-siku Tepat 90° 90°
Sudut Tumpul Lebih dari 90°, kurang dari 180° 120°
Sudut Lurus Tepat 180° 180°
Sudut Refleks Lebih dari 180°, kurang dari 360° 270°
Sudut Penuh Tepat 360° 360°

3. Cara Mengukur Sudut

  • Gunakan busur derajat.

  • Tempatkan titik tengah busur di titik sudut.

  • Pastikan salah satu sisi sejajar dengan angka 0°.

  • Baca angka pada sisi yang satu lagi.4. Hubungan Antar Sudut

  • Sudut berpenyiku: Dua sudut yang jumlahnya 90°.

  • Sudut berpelurus: Dua sudut yang jumlahnya 180°.

  • Sudut saling berhadapan: Besarnya sama (sudut vertikal).

Contoh 1:

Tentukan jenis sudut dari sudut 75°!

Jawaban:
Karena 75° < 90°, maka sudut tersebut adalah sudut lancip.


Contoh 2:

Jika sudut A adalah 65°, berapakah besar sudut yang harus ditambahkan agar menjadi sudut siku-siku?

Jawaban:
90° – 65° = 25°


Contoh 3:

Sudut B dan C berpelurus. Jika sudut B = 125°, berapa besar sudut C?

Jawaban:
180° – 125° = 55°


Latihan Soal (Pilihan Ganda)

1. Sudut yang besarnya 90° disebut…
a. Sudut lancip
b. Sudut tumpul
c. Sudut siku-siku
d. Sudut lurus

2. Sudut yang lebih besar dari 90° tapi kurang dari 180° adalah…
a. Sudut lancip
b. Sudut siku-siku
c. Sudut tumpul
d. Sudut penuh

3. Dua sudut yang jika dijumlahkan menjadi 180° disebut…
a. Sudut siku-siku
b. Sudut lancip
c. Sudut berpelurus
d. Sudut refleks

4. Jika sudut X = 110°, maka sudut yang berpenyiku dengan sudut X adalah…
a. 70°
b. 90°
c. Tidak ada
d. 60°

5. Sudut 360° disebut…
a. Sudut tumpul
b. Sudut penuh
c. Sudut lurus
d. Sudut reflek

Mapel : B. Indonesia 
Tujuan Pembelajaran : peserta didik mencatat Informasi penting teks eksposisi menggunakan tehnik skimming 
Media pembelajaran : buku cetak B. Indonesia, teks Eksposisi, LCD 
Metode pembelajaran : Ceramah, Diskusi kelompok dan tanya jawab 
Materi 
Menyimak teks yang dibacakan 
Kegiatan ini dilakukan untuk menulis teks secara singkat. 
Didalam ringkasan terdapat garis besar teks. 
Menyimak teks Eksposisi 

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang berisi penjelasan atau informasi tentang suatu hal. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca agar mereka lebih mengerti tentang topik yang dibahas.

Contohnya: Teks tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

  1. Bersifat informatif – Memberikan informasi atau pengetahuan.

  2. Berdasarkan fakta – Didukung oleh data atau kenyataan.

  3. Bahasanya jelas dan logis – Mudah dimengerti dan masuk akal.

  4. Tidak mempengaruhi pembaca – Tidak mengajak atau membujuk, hanya memberikan informasi.

  5. Terdiri dari 3 bagian:

    • Pernyataan pendapat (tesis) – Pendapat awal tentang topik.

    • Argumentasi – Alasan atau fakta yang mendukung pendapat.

    • Penegasan ulang – Pengulangan pendapat di akhir sebagai kesimpulan

    • Contoh Teks Eksposisi Sederhana

Bahaya Sampah Plastik

Di sebuah desa yang asri bernama Desa Sukamaju, hiduplah seorang anak bernama Raka. Raka adalah anak kelas 5 SD yang sangat peduli terhadap lingkungan. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Raka selalu membersihkan halaman rumahnya dari sampah, terutama sampah plastik.

Suatu hari, saat musim hujan tiba, Desa Sukamaju mengalami banjir kecil. Air dari sungai meluap dan menggenangi jalan-jalan desa. Warga pun mulai panik karena air terus naik. Raka dan ayahnya ikut membantu membersihkan saluran air yang tersumbat.

Ketika membersihkan saluran air, Raka terkejut melihat banyak sekali plastik bekas makanan ringan, botol air mineral, dan kantong plastik yang menyumbat aliran air.

"Pak, ternyata sampah plastik ini yang bikin airnya nggak bisa mengalir," kata Raka sambil mengangkat beberapa kantong plastik dari dalam selokan.

"Iya, Rak. Sampah plastik memang sangat berbahaya. Selain bikin banjir, plastik juga susah terurai. Bisa ratusan tahun baru hancur," jawab ayahnya.

Sejak kejadian itu, Raka mulai berpikir untuk melakukan sesuatu. Di sekolah, ia mengusulkan kepada Bu Guru untuk mengadakan kegiatan "Hari Bebas Plastik" setiap Jumat. Bu Guru menyambut baik ide itu, dan seluruh murid diajak membawa tempat makan dan botol minum sendiri dari rumah.

Tak hanya itu, Raka dan teman-temannya juga membuat poster tentang bahaya sampah plastik dan menempelkannya di dinding sekolah. Mereka menuliskan pesan-pesan seperti:

  • "Kurangi penggunaan plastik sekali pakai!"

  • "Plastik bisa membunuh hewan laut!"

  • "Buang sampah pada tempatnya!"

Kegiatan ini ternyata mendapat perhatian dari warga desa. Banyak orang tua murid yang mulai ikut mengurangi penggunaan plastik di rumah mereka. Pasar desa pun mulai menggunakan kantong ramah lingkungan yang terbuat dari kain.

Beberapa bulan kemudian, saat musim hujan kembali datang, Desa Sukamaju tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya. Saluran air bersih dan bebas dari sampah.

Raka merasa senang karena usahanya membuahkan hasil. Ia sadar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil. Dengan mengurangi sampah plastik, Raka dan teman-temannya telah membantu menyelamatkan lingkungan.

Tugas : 

Setelah sholih sholiha menyimak teks hal. 170. Diskusikanlah bersama kelompok mu dengan menggunakan tehnik skimming yaitu tehink membaca keseluruhan tulisan tujuannya untuk memperoleh gambaran umum secara sekilas. 

Refleksi kegiatan hari ini berjalan dengan lancar peserta didik dapat memahami jenis jenis sudut dan peserta didik mencatat Informasi penting teks eksposisi menggunakan tehnik skimming dengan benar 

Berikut dokumentasi kegiatan hari ini 


Jumat, 11 April 2025


   
Hari Jum'at , 11 April 2025..

KELAS VB 

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Good morning everyone...

How are you students? 

Hopefully we're healthy and always in the protection of Allah. 

Before we start our study, better we listen to tausiyah, pray to Allah, pray dhuha, and moroja'ah. 

Apa kabar sholih sholiha kelas VB, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, semoga sholih sholiha selalu bersemangat dalam beraktifitas. 

dan kita selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah. 

Bu guru mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin semoga kita semua saling memaafkan dan lebih menambah keimanan kita semua. 

Baiklah sholih sholiha sebelum kita masuk ke materi pembelajaran kita melakukan tepuk semangat 

Selanjutnya kita akan belajar materi tentang kepedulian, simak baik-baik ya nak. 

Mapel : PAK

Tujuan pembelajaran : peserta didik mampu memahami sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari 
Media pembelajaran : Buku PAK, video , LCD
Metode pembelajaran : tanya jawab, diskusi. 
Terbiasa untuk peduli 
Kenapa Kita Harus Peduli?
  • Karena kalau kita diam saja, korupsi akan terus terjadi.

  • Peduli berarti berani mengatakan yang benar.

  • Peduli juga berarti ikut menjaga kejujuran dan keadilan di sekitar kita.

  • Cerita Hikmah: "Kepedulian Dika"

Di sebuah sekolah dasar, ada anak bernama Dika. Suatu hari, Dika melihat temannya, Rino, mengambil uang kotak infak kelas saat tidak ada orang. Dika bingung—dia takut dianggap pengadu, tapi hatinya gelisah.

Akhirnya, Dika memberanikan diri bercerita pada guru wali kelas. Tapi bukan untuk menghukum Rino, melainkan agar Rino bisa dibantu. Guru pun memanggil Rino dan menanyakan dengan lembut. Ternyata, Rino mengambil uang itu karena keluarganya sedang kesulitan.

Guru dan teman-teman kelas akhirnya membantu Rino dengan membuat program tabungan sosial untuk teman-teman yang butuh. Rino pun merasa bersalah dan meminta maaf. Sejak itu, dia menjadi lebih jujur dan semangat belajar.

Pesan cerita: Karena Dika peduli, satu tindakan kecil menyelamatkan banyak hal—hubungan pertemanan, kejujuran, dan semangat gotong-royong.

Apa Itu Peduli?

Peduli adalah rasa perhatian dan ingin membantu orang lain atau lingkungan sekitar. Orang yang peduli tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga memperhatikan keadaan orang lain.


Kenapa Kita Harus Peduli?

  1. Karena kita hidup bersama orang lain.

  2. Peduli membuat lingkungan menjadi lebih baik.

  3. Dengan peduli, kita bisa membantu orang yang sedang kesusahan.

  4. Tuhan menyukai orang yang suka menolong.


Contoh Sikap Peduli

  • Menolong teman yang jatuh tanpa disuruh.

  • Meminjamkan alat tulis kepada teman yang lupa bawa.

  • Mengajak teman yang terlihat sedih untuk bermain bersama.

  • Ikut membersihkan kelas walaupun bukan jadwal piket.

  • Tidak merusak tanaman di sekolah.


Cerita Inspiratif: “Sepiring Nasi dari Beni”

Beni adalah anak yang biasa saja. Dia tidak terlalu pintar, juga bukan anak kaya. Tapi dia punya hati yang besar.

Suatu hari, saat istirahat sekolah, Beni melihat Danu duduk sendirian tanpa bekal. Teman-teman lain sedang asyik makan dan bermain. Beni lalu membuka kotak makannya dan membagi nasinya dengan Danu.

“Ambil setengahnya ya, Dan,” kata Beni sambil tersenyum.

Danu awalnya malu, tapi akhirnya menerima dengan senang hati. Sejak hari itu, mereka jadi sahabat. Dan Danu yang dulunya pendiam, jadi lebih ceria dan semangat sekolah.

Hikmahnya: Kadang, hal kecil seperti membagi makanan bisa mengubah hari seseorang. Peduli itu tidak harus besar. Yang penting ikhlas dan tulus.

Ayo Latihan!

1. Apa arti peduli menurut kamu?
2. Pernahkah kamu menolong orang lain? Ceritakan!
3. Apa yang kamu lakukan kalau melihat temanmu bersedih sendirian?
4. Buatlah gambar tentang sikap peduli yang pernah kamu lakukan!

Refleksi kegiatan hari ini Alhamdulillah berjalan lancar peserta didik dapat mahami tentang peduli terhadap sesama. 

Berikut dokumentasi kegiatan hari ini 


Kamis, 10 April 2025..


   
Hari Kamis , 10 April 2025..

KELAS VB 

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Good morning everyone...

How are you students? 

Hopefully we're healthy and always in the protection of Allah. 

Before we start our study, better we listen to tausiyah, pray to Allah, pray dhuha, and moroja'ah. 

Apa kabar sholih sholiha kelas VB, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, semoga sholih sholiha selalu bersemangat dalam beraktifitas. 

dan kita selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah. 

Bu guru mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin semoga kita semua saling memaafkan dan lebih menambah keimanan kita semua. 

Baiklah sholih sholiha sebelum kita masuk ke materi pembelajaran kita melakukan tepuk anak Indonesia hebat

Selanjutnya kita akan belajar pendidikan Pancasila materi gotong royong,materi Ipas , kedatangan bangsa asing ke nusantara dengan benar . Seni Rupa, ragam hias. 

Mapel : Pendidikan Pancasila 

Tujuan Pembelajaran:

  • Pengetahuan: Siswa dapat memahami konsep gotong royong dan pentingnya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari

  • Media Pembelajaran:

    • Gambar/Foto: Gambar atau foto yang menggambarkan kegiatan gotong royong seperti kerja bakti, membersihkan lingkungan, atau membantu tetangga.

  • Metode Pembelajaran:

    • Ceramah: Guru menjelaskan pengertian gotong royong, nilai-nilai yang terkandung dalam gotong royong, dan contoh-contohnya.

    • Diskusi Kelompok: Siswa berdiskusi tentang contoh konkret gotong royong di lingkungan sekitar mereka dan bagaimana nilai gotong royong diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Gotong Royong di Lingkungan Sekitar:

Gotong royong adalah suatu bentuk kegiatan bersama yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan tujuan untuk saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan tanpa mengharapkan imbalan materi. Kegiatan ini biasanya dilakukan di lingkungan sekitar, seperti di desa, lingkungan perumahan, atau komunitas tertentu, untuk mencapai tujuan bersama yang bermanfaat bagi semua pihak.

Ciri-Ciri Gotong Royong:

  1. Kerjasama Antar Anggota Masyarakat: Semua orang berpartisipasi dengan saling membantu tanpa adanya perbedaan status sosial.

  2. Tanpa Pamrih: Kegiatan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan pribadi.

  3. Saling Menolong: Saling membantu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang membutuhkan banyak orang.

  4. Berorientasi pada Kepentingan Bersama: Fokus utama adalah untuk mencapai kebaikan dan keuntungan bersama, bukan keuntungan individu.

  5. Toleransi dan Keharmonisan: Membantu menciptakan keharmonisan sosial antara anggota masyarakat dengan menjaga toleransi dan saling menghargai.

Manfaat Gotong Royong:

  1. Mempererat Hubungan Sosial: Gotong royong dapat memperkuat hubungan antar individu dalam masyarakat dan membangun rasa kebersamaan.

  2. Meningkatkan Kepedulian Sosial: Mendorong anggota masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sesama.

  3. Menyelesaikan Pekerjaan dengan Cepat dan Efisien: Dengan adanya kerjasama, pekerjaan yang sulit dan besar dapat diselesaikan lebih cepat.

  4. Membangun Lingkungan yang Bersih dan Teratur: Gotong royong sering kali dilakukan dalam kegiatan kebersihan lingkungan, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

  5. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Bersama: Setiap anggota masyarakat merasa memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan dan kesejahteraan lingkungan sekitar.


Contoh gotong royong di lingkungan sekolah 

Contoh gotong royong dilingkungan masyarakat 

Mapel Ipas
Tujuan pembelajaran : peserta didik dapat menjelaskan kedatangan bangsa asing ke nusantara dengan benar 
Media pembelajaran : buku cetak Ipas, proyektor LCD, video 
Metode pembelajaran : ceramah, diskusi dan tanya jawab 
Peta konsep 
Perjuangan Bangsa Indonesia melawan Penjajah 
Kedatangan Bangsa Asing ke Nusantara 

Materi Kelas 5 IPA: Kedatangan Bangsa Asing ke Nusantara

A. Pendahuluan Nusantara, yang kini dikenal sebagai Indonesia, telah lama menjadi tempat yang menarik perhatian bangsa-bangsa asing. Letaknya yang strategis di persimpangan jalur perdagangan internasional membuat wilayah ini menjadi tempat yang ideal bagi bangsa-bangsa asing untuk berdagang atau bahkan berkolonisasi.

B. Bangsa Asing yang Datang ke Nusantara

  1. Bangsa India

    • Bangsa India adalah salah satu bangsa pertama yang datang ke Nusantara. Mereka datang melalui jalur perdagangan, membawa agama Hindu dan Buddha.

    • Pengaruh India di Nusantara sangat besar, terutama dalam bidang budaya, seni, dan agama.

    • Beberapa kerajaan Hindu-Buddha yang muncul di Nusantara, seperti kerajaan Kutai, Tarumanegara, dan Majapahit, dipengaruhi oleh kebudayaan India.

  2. Bangsa Arab

    • Bangsa Arab datang ke Nusantara terutama sebagai pedagang dan penyebar agama Islam.

    • Mereka mempengaruhi perkembangan agama Islam di Nusantara dan menyebarkan ilmu pengetahuan, seperti matematika dan astronomi.

    • Kota-kota pelabuhan seperti Malaka dan Aceh menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam.

  3. Bangsa Tiongkok

    • Bangsa Tiongkok datang ke Nusantara sebagai pedagang dan beberapa di antaranya menetap di wilayah pesisir.

    • Mereka membawa berbagai barang dagangan, seperti keramik dan sutra, serta mempengaruhi seni dan kebudayaan lokal.

    • Mereka juga memperkenalkan teknologi dan ilmu pengetahuan, seperti pembuatan kertas dan kompas.

  4. Bangsa Eropa

    • Portugis: Bangsa Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang datang ke Nusantara pada abad ke-16. Mereka datang untuk mencari rempah-rempah, yang saat itu sangat berharga.

    • Spanyol: Spanyol juga datang ke Nusantara setelah Portugis, namun lebih banyak berfokus pada wilayah Filipina.

    • Belanda: Bangsa Belanda datang setelah Portugis dan Spanyol. Mereka mendirikan perusahaan dagang VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Nusantara.

    • Inggris: Bangsa Inggris datang ke Nusantara pada abad ke-18, namun lebih berfokus pada perdagangan dan pengaruh politik di beberapa wilayah seperti Bengkulu dan Maluku.

C. Pengaruh Kedatangan Bangsa Asing

  1. Agama: Pengaruh terbesar dari kedatangan bangsa asing adalah dalam penyebaran agama, terutama Hindu, Buddha, dan Islam. Agama-agama ini mempengaruhi budaya, tradisi, dan sistem kepercayaan masyarakat Nusantara.

  2. Perdagangan: Kedatangan bangsa asing mendorong berkembangnya perdagangan antarnegara. Nusantara menjadi pusat perdagangan dunia, terutama dalam komoditas rempah-rempah, tekstil, dan hasil bumi lainnya.

  3. Budaya: Bangsa asing membawa kebudayaan mereka, seperti seni arsitektur, bahasa, dan sastra, yang masih dapat kita lihat hingga kini. Misalnya, pengaruh kebudayaan India dapat dilihat dalam bentuk candi dan karya seni.

  4. Kolonialisme: Kedatangan bangsa Eropa, terutama Belanda, membawa dampak yang lebih besar. Mereka tidak hanya berdagang, tetapi juga menjajah Nusantara. Hal ini menyebabkan perubahan besar dalam struktur politik, ekonomi, dan sosial di Nusantara.

D. Dampak Positif dan Negatif Kedatangan Bangsa Asing

  1. Dampak Positif:

    • Perkembangan perdagangan internasional.

    • Masuknya teknologi dan ilmu pengetahuan baru.

    • Penyebaran agama-agama besar, seperti Hindu, Buddha, dan Islam.

    • Pertumbuhan kebudayaan baru yang memperkaya Nusantara.

  2. Dampak Negatif:

    • Penjajahan yang menindas rakyat Nusantara.

    • Eksploitasi sumber daya alam yang merugikan rakyat.

    • Perubahan struktur sosial yang menguntungkan pihak penjajah.

E. Kesimpulan Kedatangan bangsa asing ke Nusantara memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk sejarah, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Meskipun banyak memberikan dampak positif, namun kedatangan mereka juga membawa dampak negatif, terutama dalam hal penjajahan dan eksploitasi. Kita harus bisa memahami sejarah ini untuk menghargai kemerdekaan yang kita nikmati sekarang.

F. Pertanyaan Diskusi

  1. Apa saja faktor yang menyebabkan bangsa asing datang ke Nusantara?

  2. Sebutkan beberapa kerajaan yang terpengaruh oleh kebudayaan India!

  3. Bagaimana pengaruh kedatangan bangsa Eropa terhadap masyarakat Nusantara?

  4. Apa saja dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh kedatangan bangsa asing?

Dengan materi ini, diharapkan siswa dapat memahami lebih dalam mengenai sejarah kedatangan bangsa asing ke Nusantara serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.


Mapel Seni Rupa 

Tujuan pembelajaran : peserta didik dapat menjelaskan pengertian ragam hias, fungsi ragam hias. 

Media pembelajaran : Buku cetak Seni Rupa , LCD proyektor 

Metode pembelajaran : ceramah, tanya jawab, diskusi 

Ragam Hias 

Terdiri dari 

1. Memahami Pengertian Ragam Hias 

2. Mengenal Jenis² Ragam hias

3. Memahami Tehnik menggambar ragam hias 

4. Menggambar Ragam hias 

A. Memahami Pengertian Ragam Hias 

Berikut adalah materi tentang pengertian ragam hias seni rupa untuk kelas 5:


Pengertian Ragam Hias Seni Rupa

Ragam hias adalah gambar atau motif yang digunakan untuk menghias suatu benda. Ragam hias sering kali ditemukan pada benda-benda seperti kain, tembikar, rumah adat, dan perhiasan. Motif yang digunakan dalam ragam hias ini memiliki nilai estetika atau keindahan dan mencerminkan budaya suatu daerah atau bangsa.

Pada dasarnya, ragam hias adalah seni untuk memperindah sesuatu agar terlihat lebih menarik, dan biasanya berupa pola atau gambar yang teratur. Ragam hias tidak hanya untuk mempercantik, tetapi juga bisa mengandung makna tertentu, baik dari segi filosofi, budaya, atau alam sekitar.


Jenis-jenis Ragam Hias

  1. Ragam Hias Geometris

    • Ragam hias ini menggunakan pola-pola yang teratur dan berbentuk geometris, seperti lingkaran, segitiga, persegi, dan sebagainya. Contoh: pola pada kain batik.

  2. Ragam Hias Flora

    • Ragam hias yang mengambil inspirasi dari bentuk tumbuhan atau bunga. Motif bunga atau daun sering digunakan untuk menghias benda. Contoh: motif daun pada anyaman bambu.

  3. Ragam Hias Fauna

    • Ragam hias yang terinspirasi dari bentuk hewan. Misalnya, gambar burung, ikan, atau binatang lainnya. Contoh: ukiran pada rumah adat yang menggambarkan bentuk hewan.

  4. Ragam Hias Abstrak

    • Motif yang tidak terikat pada bentuk nyata atau tidak realistis, sering kali berupa pola yang tidak memiliki bentuk tertentu. Contoh: pola yang dibuat dengan garis-garis atau bentuk yang tidak beraturan.


Fungsi Ragam Hias

Ragam hias memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  • Fungsi Murni : ragam hias yang dibuat hanya untuk menghias saja demi keindahan Suatu bentuk atau benda atau bangunan di mana ya zat tersebut ditempatkan dan tidak berhubungan dengan nilai fungsinya

  • Fungsi Simbolik : ragam hias selain berfungsi memperindah juga memiliki makna tertentu di dalamnya menurut norma-norma tertentu adat agama sistem soal lainnya

  • Fungsi Simbolis: Menyampaikan pesan atau nilai budaya tertentu dari suatu masyarakat.

  • Fungsi Finansial : ragam hias yang menghiasi suatu barang atau produk dapat meningkatkan nilai jual dari barang tersebut. 

  • Fungsi Konstruktif : selain menghiasi suatu barang atau bangunan ragam hias juga berfungsi sebagai penopang kekuatan dari  bagian tertentu atau bangunan tersebut



Contoh Ragam Hias dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Batik: Batik menggunakan berbagai ragam hias dengan motif yang bervariasi, seperti flora, fauna, dan geometris.

  • Ukiran Kayu: Ukiran pada rumah adat atau mebel sering menggunakan ragam hias dengan motif flora atau fauna.

  • Tenun: Kain tenun juga menggunakan ragam hias yang terinspirasi dari alam, seperti motif bunga atau daun.


Kesimpulan: Ragam hias adalah seni untuk menghias benda dengan menggunakan pola atau motif tertentu yang dapat membuat benda tersebut menjadi lebih indah dan memiliki nilai budaya. Ragam hias dapat berupa gambar geometris, flora, fauna, atau abstrak, dan memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Latihan :

1  Apa pengertian ragam hias secara umum 

2 Apa tujuan dibuatnya ragam hias

 3 Apa fungsi ragam hias dalam kehidupan masyarakat

Refleksi kegiatan hari ini alhamdulillah berjalan lancar, peserta didik dapat memahami manfaat gotong royong, peserta didik dapat menjelaskan kedatangan bangsa asing ke nusantara dengan benar 

Berikut dokumentasi kegiatan hari ini 




Rabu, 09 April 2025


   
Hari Rabu , 9 April 2025.

KELAS VB 

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Good morning everyone...

How are you students? 

Hopefully we're healthy and always in the protection of Allah. 

Before we start our study, better we listen to tausiyah, pray to Allah, pray dhuha, and moroja'ah. 

Apa kabar sholih sholiha kelas VB, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, semoga sholih sholiha selalu bersemangat dalam beraktifitas. 

dan kita selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah. 

Bu guru mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin semoga kita semua saling memaafkan dan lebih menambah keimanan kita semua. 

Baiklah sholih sholiha sebelum kita masuk ke materi pembelajaran kita melakukan tepuk anak Indonesia hebat

Selanjutnya kita akan mengerjakan latihan- latihan soal  P5 pembuatan Tapis Lampung 

Tujuan pembelajaran : Peserta didik dapat menjawab dan mengerjakan latihan- latihan soal dengan benar 

Media pembelajaran : Proyektor LCD, Latihan-latihan soal 

Metode pembelajaran : Tertulis dan tanya jawab 

  1. Apa yang dimaksud dengan tapis Lampung? a) Kain tradisional dari Bali
    b) Tarian tradisional Lampung
    c) Kain yang dihiasi dengan benang emas dan perak
    d) Alat musik tradisional Lampung

  2. Tapis Lampung biasanya digunakan oleh masyarakat Lampung pada acara apa? a) Pernikahan
    b) Hari Kemerdekaan
    c) Ulang tahun
    d) Pesta rakyat

  3. Apa bahan utama yang digunakan untuk membuat tapis Lampung? a) Kain katun
    b) Kain tenun
    c) Kain sutra dan benang emas/perak
    d) Kain brokat

  4. Tapis Lampung berasal dari suku apa? a) Suku Batak
    b) Suku Lampung
    c) Suku Minangkabau
    d) Suku Bugis

  5. Apa warna dominan yang sering ditemukan pada tapis Lampung? a) Hitam dan putih
    b) Merah dan emas
    c) Biru dan hijau
    d) Kuning dan merah

  6. Bagaimana proses pembuatan tapis Lampung? a) Menenun dan dihiasi dengan benang emas dan perak
    b) Membordir dengan benang warna-warni
    c) Melukis dengan cat minyak
    d) Menjahit kain secara manual

  7. Tapis Lampung umumnya dipakai oleh siapa? a) Hanya oleh laki-laki
    b) Hanya oleh perempuan
    c) Baik laki-laki maupun perempuan
    d) Hanya oleh raja dan ratu

  8. Motif pada tapis Lampung biasanya menggambarkan? a) Kehidupan sehari-hari
    b) Alam dan flora
    c) Kekayaan alam Lampung
    d) Kehidupan hewan

  9. Tapis Lampung digunakan sebagai simbol apa dalam masyarakat Lampung? a) Kekayaan dan kemakmuran
    b) Kesederhanaan
    c) Kemerdekaan
    d) Pendidikan

  10. Apa yang membedakan tapis Lampung dengan kain adat dari daerah lain? a) Bentuk dan ukuran
    b) Penggunaan benang emas dan perak
    c) Warna yang lebih terang
    d) Pola yang lebih rumit

  11. Apa nama teknik yang digunakan untuk membuat tapis Lampung? a) Tenun ikat
    b) Tenun songket
    c) Tenun tapis
    d) Tenun bordir

  12. Kapan biasanya tapis Lampung dikenakan oleh perempuan? a) Saat bepergian ke luar kota
    b) Saat menghadiri acara adat atau pesta
    c) Saat bekerja di sawah
    d) Saat berbelanja

  13. Motif "Gajah Mandi" pada tapis Lampung melambangkan apa? a) Kekuatan dan keberanian
    b) Kehidupan alam
    c) Kemakmuran dan kedamaian
    d) Kecantikan dan keanggunan

  14. Apa yang membuat tapis Lampung menjadi warisan budaya yang penting? a) Karena dibuat dengan mesin
    b) Karena melibatkan keterampilan tangan yang tinggi
    c) Karena warnanya yang cerah
    d) Karena mudah dibuat

  15. Apakah tapis Lampung hanya ditemukan di Lampung? a) Ya, hanya di Lampung
    b) Tidak, juga ditemukan di Sumatra lainnya
    c) Tidak, tetapi lebih sering ditemukan di Jawa
    d) Tidak, tapi ditemukan di seluruh Indonesia

Mapel Matematika 

1. Tujuan Pembelajaran:

  • Pengetahuan: Siswa dapat memahami konsep sudut dan cara mengukurnya dengan menggunakan alat ukur sudut.

  • Keterampilan: Siswa dapat mengukur sudut dengan menggunakan proyektor sudut (busur derajat) dengan tepat.

  • Sikap: Siswa menunjukkan keterampilan kerjasama dalam pengukuran sudut dan ketelitian dalam melakukan pengukuran.

2. Media Pembelajaran:

  • Busur derajat: Untuk mengukur sudut secara langsung.

  • Gambar atau diagram sudut: Untuk memberikan ilustrasi tentang berbagai jenis sudut (tumpul, lancip, siku-siku, dll).

  • Papan tulis atau proyektor: Untuk menjelaskan materi dan menampilkan gambar atau diagram secara jelas.

  • Kertas atau papan tulis kecil: Untuk latihan pengukuran sudut secara individu atau kelompok.

  • Video pembelajaran: Menjelaskan langkah-langkah mengukur sudut dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.

3. Metode Pembelajaran:

  • Demonstrasi: Guru mendemonstrasikan cara mengukur sudut dengan menggunakan busur derajat.

  • Tanya jawab: Mengajak siswa berdiskusi tentang jenis-jenis sudut dan bagaimana cara mengukur sudut tersebut.

  • Praktik langsung: Siswa secara mandiri atau berkelompok mengukur berbagai jenis sudut dengan busur derajat.

  • Diskusi kelompok: Siswa mendiskusikan hasil pengukuran sudut yang mereka lakukan dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas.

  • Latihan soal: Memberikan soal-soal latihan untuk mengukur sudut pada gambar atau objek yang ada di sekitar mereka.

Materi sudut 

1. Pengertian Sudut

Sudut adalah dua garis yang bertemu pada satu titik yang disebut titik sudut. Sudut dapat dilihat dari besar derajatnya yang menunjukkan seberapa lebar kedua garis tersebut terbuka. Sudut biasanya diukur dengan menggunakan alat yang disebut busur derajat.

2. Bagian-bagian Sudut

  • Titik Sudut: Titik tempat dua garis bertemu.

  • Sisi Sudut: Dua garis yang membentuk sudut tersebut.

  • Derajat Sudut: Ukuran pembukaan antara dua sisi sudut, biasanya diukur dalam satuan derajat (°).

3. Jenis-jenis Sudut

  • Sudut Lancip: Sudut yang besarannya kurang dari 90°. (misalnya 30°, 45°)

  • Sudut Siku-siku: Sudut yang besarannya tepat 90°. Ini adalah sudut yang membentuk sudut kanan.

  • Sudut Tumpul: Sudut yang besarannya lebih dari 90° tetapi kurang dari 180°. (misalnya 120°)

  • Sudut Lurus: Sudut yang besarannya tepat 180°. Ini adalah sudut yang membentuk garis lurus.

  • Sudut Refleks: Sudut yang lebih besar dari 180° tetapi kurang dari 360°.

4. Cara Mengukur Sudut

  • Menggunakan busur derajat yang memiliki skala dari 0° sampai 180°.

  • Langkah-langkah:

    1. Letakkan busur derajat di titik sudut.

    2. Pastikan garis pertama sejajar dengan garis 0° pada busur.

    3. Baca derajat yang tertera pada busur di sisi kedua garis sudut untuk mengetahui besar sudut.

5. Menyebutkan Besar Sudut

  • Sudut Lancip: Besarannya antara 0° sampai 90°.

  • Sudut Siku-siku: Besarannya 90°.

  • Sudut Tumpul: Besarannya antara 90° sampai 180°.

  • Sudut Lurus: Besarannya 180°.

  • Sudut Refleks: Besarannya antara 180° sampai 360°.

6. Latihan Pengukuran Sudut

1. Apa yang dimaksud dengan sudut?

a. Dua garis yang saling sejajar
b. Dua garis yang bertemu pada satu titik
c. Dua garis yang membentuk garis lurus
d. Garis yang membentuk angka 90°

2. Apa nama titik tempat dua garis bertemu pada sebuah sudut?

a. Titik tengah
b. Titik sudut
c. Titik tumpul
d. Titik pusat

3. Sudut yang besarannya kurang dari 90° disebut?

a. Sudut tumpul
b. Sudut lancip
c. Sudut siku-siku
d. Sudut lurus

4. Sudut yang besarannya tepat 90° disebut?

a. Sudut lancip
b. Sudut siku-siku
c. Sudut tumpul
d. Sudut refleks

5. Sudut yang besarannya lebih dari 90° tetapi kurang dari 180° disebut?

a. Sudut lancip
b. Sudut tumpul
c. Sudut refleks
d. Sudut siku-siku

6. Jika sudut memiliki besar 180°, maka sudut tersebut disebut?

a. Sudut lancip
b. Sudut tumpul
c. Sudut siku-siku
d. Sudut lurus

7. Sudut yang besarannya lebih dari 180° tetapi kurang dari 360° disebut?

a. Sudut lancip
b. Sudut refleks
c. Sudut siku-siku
d. Sudut tumpul

8. Alat yang digunakan untuk mengukur sudut disebut?

a. Penggaris
b. Busur derajat
c. Kompas
d. Meteran

9. Apa yang dimaksud dengan sisi sudut?

a. Garis yang membatasi sudut
b. Titik tempat dua garis bertemu
c. Ukuran sudut
d. Alat untuk mengukur sudut

10. Jika sebuah sudut memiliki besar 45°, maka jenis sudut tersebut adalah?

a. Sudut tumpul
b. Sudut lancip
c. Sudut siku-siku
d. Sudut lurus

11. Sebuah sudut membentuk garis lurus. Besar sudut tersebut adalah?

a. 90°
b. 180°
c. 270°
d. 360°

12. Berapa besar sudut yang terbentuk oleh jam pada pukul 3?

a. 90°
b. 120°
c. 180°
d. 45°

13. Jika sebuah sudut memiliki besar lebih dari 180°, jenis sudut tersebut adalah?

a. Sudut lancip
b. Sudut tumpul
c. Sudut refleks
d. Sudut siku-siku

14. Saat menggunakan busur derajat untuk mengukur sudut, angka yang ada pada busur derajat menunjukkan?

a. Panjang sisi sudut
b. Derajat besar sudut
c. Nama sudut
d. Jenis sudut

15. Sebuah sudut terbentuk oleh dua garis yang berpotongan membentuk angka 120°. Jenis sudut tersebut adalah?

a. Sudut lancip
b. Sudut siku-siku
c. Sudut tumpul
d. Sudut lurus

Refleksi kegiatan hari ini Alhamdulillah berjalan dengan lancar , Peserta didik dapat menjawab dan mengerjakan latihan- latihan soal dengan benar. 

Berikut dokumentasi kegiatan hari ini