Postingan 2_Bahasa Indoneia, Selasa, 03 November 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 3 November  2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Semangat Pantang Menyerah (Karakter Pantang Menyerah)

  6. Pertemuan Ke- : 5 (Kelima)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami, menceritakan kembali, serta meneladani karakter pantang menyerah melalui teks cerita atau dongeng yang disajikan, serta mampu mengungkapkan tanggapan secara lisan dengan santun dan percaya diri.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri karakter pantang menyerah dari sebuah kisah atau teks cerita dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan bercerita inspiratif dan bermain peran karakter teladan (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat menunjukkan sikap percaya diri, tidak mudah putus asa saat menghadapi tugas sulit, serta saling menyemangati teman secara menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak cerita pendek atau dongeng tentang tokoh yang memiliki semangat pantang menyerah.

  2. Peserta didik mengidentifikasi sifat dan perilaku tokoh yang tidak mudah putus asa meskipun menghadapi rintangan.

  3. Peserta didik berlatih menyebutkan contoh sikap pantang menyerah yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah dan rumah.

  4. Peserta didik mempraktikkan kalimat penyemangat untuk diri sendiri dan teman agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan belajar.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, siapa yang pernah merasa kesulitan saat mengerjakan soal matematika atau menggambar, lalu ingin berhenti? Apa yang harus kita lakukan agar berhasil?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memiliki jiwa pejuang yang gigih dan tidak mudah menyerah.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Yusuf ayat 87:

"...Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."
Keterkaitan: Melalui materi karakter pantang menyerah, peserta didik diajarkan untuk senantiasa optimis, berusaha dengan sungguh-sungguh, dan tidak mudah berputus asa dalam menghadapi berbagai ujian, karena Allah SWT menyukai hamba-hamba-Nya yang tekun dan pantang menyerah.

  1. Penjabaran Materi Pantang menyerah adalah sikap teguh pendirian untuk terus mencoba mencapai tujuan meskipun menghadapi banyak kegagalan atau kesulitan. Ciri-ciri dan bentuk sikap pantang menyerah meliputi:

  • Tidak Mudah Putus Asa: Ketika gagal mencoba pertama kali, segera bangkit dan mencoba kembali dengan cara yang lebih baik.

  • Bersemangat dan Optimis: Selalu berpikiran positif bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya.

  • Mau Belajar dari Kesalahan: Menjadikan kegagalan sebagai pengalaman berharga untuk menjadi anak yang lebih pintar dan mandiri.

  • Contoh dalam Keseharian: Terus berlatih menulis, membaca, atau mengerjakan tugas hingga tuntas meskipun terasa sulit.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif atau kisah inspiratif anak tentang semangat pantang menyerah dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi karakter pantang menyerah

  • Buku cerita bergambar tentang ketekunan tokoh teladan

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa arti dari sikap pantang menyerah?

  3. Bagaimana sikap kita jika mengalami kegagalan saat mencoba sesuatu untuk pertama kalinya?

  4. Sebutkan satu contoh sikap pantang menyerah yang bisa kamu lakukan di sekolah!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Sikap pantang menyerah adalah kunci kesuksesan. Dengan tidak mudah putus asa, selalu optimis, dan tekun belajar, kita akan mampu mengatasi segala kesulitan baik dalam pelajaran maupun kehidupan sehari-hari.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias mendengarkan cerita inspiratif dan aktif memberikan contoh cara menyemangati teman.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih memerlukan dorongan ekstra agar tidak langsung menyerah ketika menemui soal latihan yang agak menantang.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat interaktif dan penuh semangat saat meneriakkan yel-yel penyemangat bersama di kelas.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan motivasi harian serta apresiasi (pujian/bintang kelas) bagi setiap usaha gigih yang ditunjukkan peserta didik dalam menyelesaikan tugas.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan pendampingan personal secara sabar dan persuasif agar peserta didik yang belum tuntas termotivasi untuk terus mencoba tanpa rasa takut gagal.

Posingan 2_P.Pancasila, Selasa , 03 November 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 3 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Kewajiban Anak sebagai Anggota Keluarga di Rumah

  6. Pertemuan Ke- : 4 (Keempat)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan konsep kewajiban, serta mengenali bentuk-bentuk kewajiban anak sebagai anggota keluarga yang harus dilaksanakan di lingkungan rumah dengan penuh tanggung jawab.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi makna kewajiban secara sederhana dan menyebutkan contoh kewajiban anak sebagai anggota keluarga di rumah dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan bermain peran situasi keluarga dan diskusi kelompok interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat memahami dan menunjukkan contoh sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas di rumah secara menyenangkan, aktif, dan percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai arti penting melaksanakan kewajiban di rumah setelah mendapatkan hak mereka.

  2. Peserta didik mengenal berbagai contoh kewajiban anak sebagai anggota keluarga (misalnya membantu orang tua, merapikan tempat tidur, menghormati anggota keluarga, dan menjaga kebersihan rumah).

  3. Peserta didik berlatih menyebutkan tugas atau kewajiban harian yang biasa mereka lakukan di rumah melalui tanya jawab interaktif.

  4. Peserta didik mengerjakan latihan mandiri (post test) untuk menguji pemahaman tentang konsep kewajiban di rumah.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, setelah orang tua menyiapkan makanan dan memberikan kasih sayang kepada kita, apa yang seharusnya kita lakukan sebagai anak di rumah?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan konsep kewajiban sebagai segala sesuatu yang harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Maryam ayat 55:

"Dan ia menyuruh keluarganya untuk beribadah dan menunaikan shalat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya."
Keterkaitan: Melalui materi kewajiban anak di rumah ini, peserta didik diajarkan untuk senantiasa patuh kepada orang tua, membantu pekerjaan rumah, serta menjalankan tanggung jawab dengan niat beribadah dan mencari keridaan Allah SWT.

  1. Penjabaran Materi Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilaksanakan atau dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Sebagai seorang anak di rumah (anggota keluarga), kita memiliki beberapa kewajiban penting, antara lain:

  • Membantu Orang Tua: Membantu meringankan pekerjaan rumah seperti merapikan mainan, menyapu lantai, atau menyiapkan meja makan.

  • Menjaga Kebersihan dan Kerapian Rumah: Merapikan kamar tidur sendiri, merawat pakaian, dan tidak membuang sampah sembarangan di rumah.

  • Menghormati dan Patuh kepada Orang Tua: Berbicara dengan sopan santun, mendengarkan nasihat ayah dan ibu, serta menyayangi saudara di rumah.

  • Belajar dengan Tekun: Bertanggung jawab atas tugas sekolah dan rajin belajar di rumah sebagai wujud terima kasih kepada orang tua.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai kewajiban anak di rumah dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi kewajiban anak di rumah

  • Kartu ilustrasi kegiatan membantu orang tua di rumah

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa arti dari kewajiban?

  3. Sebutkan dua contoh kewajiban yang harus kamu laksanakan di rumah!

  4. Mengapa kita harus melaksanakan kewajiban sebelum menuntut hak kita?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Kewajiban adalah sesuatu yang harus kita laksanakan dengan tanggung jawab. Sebagai anggota keluarga di rumah, peserta didik memiliki kewajiban untuk membantu orang tua, menjaga kebersihan rumah, serta bersikap sopan kepada seluruh anggota keluarga.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias menceritakan pengalaman mereka membantu orang tua merapikan kamar dan rumah masing-masing.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dibimbing agar terbiasa melaksanakan kewajiban di rumah tanpa harus diingatkan terlebih dahulu oleh orang tua.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, ceria, dan interaktif selama sesi tanya jawab dan berbagi cerita kegiatan di rumah.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan dan motivasi harian agar peserta didik senantiasa disiplin menjalankan kewajiban baik di rumah maupun di sekolah.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta pendekatan persuasif kepada peserta didik yang belum tuntas agar lebih memahami pentingnya melaksanakan kewajiban di rumah dengan gembira.

Postingan 1_Matematika , Selasa , 3 November 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 3 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Menyelesaikan Masalah Soal Cerita Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

  6. Pertemuan Ke- : 2 (Kedua)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari (soal cerita) yang berkaitan dengan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 secara tepat, sistematis, dan teliti.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi informasi penting (diketahui dan ditanyakan) dalam soal cerita pembagian, mengubahnya ke dalam kalimat matematika pembagian, dan menghitung hasilnya sampai 100 dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan permainan kelompok "Membagi Berkah Bersama Teman" dan kuis interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat berlatih menyelesaikan soal cerita pembagian secara antusias, kooperatif, dan penuh rasa percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai langkah-langkah membaca dan memahami isi soal cerita pembagian.

  2. Peserta didik mengenal cara merumuskan kalimat matematika dari sebuah cerita pembagian (menentukan jumlah total, jumlah kelompok, atau isi tiap kelompok).

  3. Peserta didik berlatih mengerjakan contoh soal cerita pembagian secara bersama-sama di papan tulis.

  4. Peserta didik mengerjakan latihan mandiri (post test) untuk mengukur pemahaman dalam menyelesaikan masalah soal cerita pembagian sampai 100.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan membawa sebuah cerita ilustrasi: "Ibu Guru mempunyai 24 buah buku tulis yang akan dibagikan sama rata kepada 4 orang anak juara kelas. Berapa buku tulis yang diterima oleh masing-masing anak?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya kemampuan menyelesaikan soal cerita pembagian dalam kehidupan sehari-hari.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa' ayat 58:

"...Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkan dengan adil..."
Keterkaitan: Melalui materi soal cerita pembagian ini, peserta didik diajarkan arti penting dari keadilan, sikap berbagi secara rata kepada sesama, serta ketelitian dalam menghitung karunia Allah SWT.

  1. Penjabaran Materi Menyelesaikan soal cerita pembagian dapat dilakukan dengan langkah-langkah sistematis berikut:

  • Langkah Penyelesaian Soal Cerita:

    1. Diketahui: Menuliskan informasi angka atau data yang sudah ada di dalam soal.

    2. Ditanyakan: Menuliskan hal yang ingin dicari atau ditanyakan oleh soal.

    3. Penyelesaian: Membuat kalimat matematika pembagian dan menghitung hasilnya menggunakan pengurangan berulang atau perkalian.

  • Contoh Soal Cerita:Siti memiliki 32 buah kelereng. Ia memasukkan kelereng tersebut sama rata ke dalam 4 kantong plastik. Berapa isi kelereng di setiap kantong plastik?Penyelesaian:

    • Kalimat matematika: $32 \div 4 = \dots$

    • Cara hitung ($32$ dikurangi $4$ sampai habis): $32 \div 4 = 8$.

    • Jadi, isi kelereng di setiap kantong plastik adalah 8 buah.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai cara mudah menyelesaikan soal cerita pembagian dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi soal cerita pembagian

  • Kartu cerita bergambar dan benda konkret (sedotan atau kelereng)

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Selesaikan soal cerita berikut dengan teliti!

  2. Pak Budi memanen 45 buah mangga. Mangga tersebut dimasukkan ke dalam 5 keranjang sama rata. Berapa banyak buah mangga di setiap keranjang?

  3. Ibu mempunyai 36 buah kue yang akan dibagikan kepada 6 orang tamu sama rata. Berapa kue yang diterima oleh setiap tamu?

  4. Hasil dari $48 \div 8$ adalah...

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Menyelesaikan soal cerita pembagian sampai 100 dapat dilakukan dengan mudah jika kita teliti membaca informasi yang diketahui, menentukan bentuk pembagian yang tepat, dan menghitungnya secara cermat.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan aktif saat berdiskusi memecahkan soal cerita menggunakan benda konkret di kelompok kecil.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih memerlukan bimbingan dalam menuliskan langkah diketahui dan ditanyakan secara lengkap.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat interaktif, ceria, dan penuh semangat selama kegiatan latihan kelompok.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan penguatan (drill soal cerita) secara berkala agar siswa semakin terbiasa dan lancar menyelesaikan masalah pembagian.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta latihan tambahan secara persuasif agar peserta didik yang belum tuntas semakin mahir memahami kalimat matematika pada soal cerita pembagian.

postingan 1_Seni Rupa, Senin 2 November 2026





🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Senin, 2 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Penerapan Komposisi (Merancang Karya 2 Dimensi)

  6. Pertemuan Ke- : 5 (Kelima)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu merancang dan membuat karya seni rupa dua dimensi dengan menerapkan prinsip komposisi (pusat perhatian dan kesatuan) menggunakan teknik menggambar atau mewarnai yang baik.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat merancang tahapan pembuatan karya seni rupa 2 dimensi secara runtut dengan menerapkan prinsip komposisi yang telah dipelajari sebelumnya.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan merancang dan berkarya seni secara kreatif di kelas (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat menyusun elemen gambar dua dimensi menjadi sebuah karya yang indah, rapi, dan menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai langkah-langkah merancang karya seni rupa 2 dimensi (membuat ide/tema, membuat sketsa awal, menentukan pusat perhatian, hingga mewarnai).

  2. Peserta didik menyiapkan alat dan bahan menggambar (buku gambar, pensil, penghapus, dan alat mewarnai).

  3. Peserta didik mulai membuat rancangan sketsa karya 2 dimensi di buku gambar dengan memperhatikan prinsip komposisi dan kesatuan.

  4. Peserta didik menunjukkan hasil rancangan awal mereka kepada guru untuk mendapatkan masukan sebelum proses pewarnaan.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan memperlihatkan sketsa gambar yang belum diwarnai dan bertanya kepada siswa: "Anak-anak, sebelum kita menghasilkan lukisan atau gambar yang indah dan berwarna, apa langkah pertama yang harus kita buat di atas kertas?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya merancang karya seni 2 dimensi secara terencana dan rapi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:

"...Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Keterkaitan: Melalui kegiatan merancang karya seni rupa ini, peserta didik diajarkan untuk bersikap cermat, tertib, dan tidak tergesa-gesa dalam berkarya, serta menghargai proses kreatif sebagai bentuk mensyukuri anugerah keindahan dari Allah SWT.

  1. Penjabaran Materi Merancang karya seni rupa 2 dimensi (dua dimensi) adalah proses membuat karya seni yang memiliki ukuran panjang dan lebar pada bidang datar (seperti kertas gambar atau kanvas). Langkah-langkah penerapannya meliputi:

  • Menentukan Tema/Ide: Memikirkan apa yang akan digambar (contoh: pemandangan alam, benda di sekitar, atau hewan kesayangan).

  • Membuat Sketsa Awal (Rancangan): Menggambar garis tipis menggunakan pensil untuk menentukan letak objek utama (pusat perhatian) agar posisinya pas dan tidak terlalu padat di satu sisi.

  • Menerapkan Kesatuan: Memastikan semua objek dalam gambar saling mendukung dan terlihat harmonis.

  • Penyelesaian (Finishing): Mempertegas garis dan mewarnai karya dengan rapi.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai langkah-langkah merancang karya seni rupa 2 dimensi dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) langkah merancang karya 2 dimensi

  • Contoh tahapan sketsa gambar (dari garis tipis hingga gambar utuh)

  • Buku gambar, pensil, penghapus, dan alat pewarnai

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa yang dimaksud dengan karya seni rupa dua dimensi?

  3. Mengapa kita perlu membuat sketsa atau rancangan terlebih dahulu sebelum mewarnai?

  4. Sebutkan langkah pertama yang harus dilakukan sebelum mulai menggambar di buku gambar!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Merancang karya seni rupa dua dimensi memerlukan tahapan yang terencana—mulai dari menentukan ide, membuat sketsa awal, hingga memperhatikan prinsip komposisi agar karya akhir terlihat rapi dan indah.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan tertib saat mulai membuat sketsa rancangan gambar di buku gambar masing-masing.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih menghapus terlalu sering karena ragu-ragu dalam meletakkan posisi objek utama pada kertas.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, kreatif, dan fokus selama proses perancangan karya seni berlangsung.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan bimbingan personal kepada siswa yang masih ragu-ragu agar lebih percaya diri menorehkan garis sketsa di awal.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ..22 peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ..3 peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan pendampingan tambahan secara persuasif bagi peserta didik yang belum tuntas dalam menyelesaikan rancangan sketsa karya 2 dimensi mereka.
Dokumentasi kegiatan hari ini :

Postingan 3_Matematika, Senin 02 November 2026




Assalamu’alaikum


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 2 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Konsep Operasi Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100 (Benda Konkret, Gambar, dan Simbol)

  6. Pertemuan Ke- : 1 (Pertama)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan konsep operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, representasi gambar, serta bentuk simbol matematika sebagai pengurangan berulang.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat memahami konsep dasar pembagian sebagai pengurangan berulang serta menghitung pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol angka dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan permainan membagikan benda-benda kelompok kecil (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat memahami konsep pembagian secara menyenangkan, aktif, dan penuh rasa percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik mengamati demonstrasi guru dalam membagikan benda-benda konkret (seperti buah atau kelereng) ke dalam beberapa wadah sama rata.

  2. Peserta didik mengenal konsep pembagian melalui gambar dan hubungannya dengan pengurangan berulang sampai habis (nol).

  3. Peserta didik berlatih mengubah konsep pembagian benda dan gambar ke dalam bentuk simbol matematika (angka dan tanda bagi).

  4. Peserta didik mengerjakan latihan terbimbing secara berkelompok menggunakan kartu gambar pembagian.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan membawa 12 buah kelereng dan 3 buah kotak kecil, lalu bertanya: "Anak-anak, jika Ibu mempunyai 12 kelereng dan ingin membagikannya sama rata ke dalam 3 kotak, berapa jumlah kelereng di setiap kotak?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan konsep dasar pembagian bilangan cacah.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An'am ayat 141:

"...Dan berikanlah haknya pada waktu memetik hasilnya..."
Keterkaitan: Melalui materi pembagian ini, peserta didik diajarkan nilai keadilan dalam membagi sesuatu secara rata, bersikap jujur, serta melihat keteraturan hitungan ciptaan Allah SWT.

  1. Penjabaran Materi Pembagian adalah proses membagi suatu jumlah secara merata ke dalam beberapa kelompok atau wadah. Konsep pembagian dapat dipelajari melalui 3 cara:

  • A. Menggunakan Benda Konkret: Mempraktikkan langsung pembagian benda nyata (permen, stik es krim, atau kelereng) ke dalam beberapa piring atau kotak sama rata.

  • B. Menggunakan Gambar: Menghitung jumlah objek pada gambar yang dikelompokkan secara sama rata.

  • C. Menggunakan Simbol (Pengurangan Berulang): Pembagian adalah pengurangan berulang sampai hasilnya nol.

    • Contoh: $12 \div 4 = \dots$

    • Cara hitung: $12 - 4 - 4 - 4 = 0$ (pengurangan angka 4 sebanyak 3 kali).

    • Jadi, $12 \div 4 = 3$.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai konsep pembagian bilangan cacah dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi pembagian

  • Benda konkret (kelereng, sedotan, atau stik es krim)

  • Kartu gambar kelompok benda

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Selesaikan soal berikut dengan teliti!

  2. Hitunglah hasil dari $15 \div 3 = \dots$ (Gunakan cara pengurangan berulang)!

  3. Ibu mempunyai 20 buah permen yang akan dibagikan kepada 4 orang anaknya sama rata. Berapa permen yang didapat oleh setiap anak?

  4. Hasil dari $24 \div 6$ adalah...

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Pembagian bilangan cacah dapat dipahami dengan mudah melalui bantuan benda konkret, gambar, maupun simbol matematika sebagai bentuk pengurangan berulang sampai habis.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan mudah memahami konsep ketika mempraktikkan langsung pembagian menggunakan benda nyata di depan kelas.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu bimbingan dalam menuliskan bentuk simbol pengurangan berulang untuk angka yang lebih besar.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, ceria, dan kooperatif selama kegiatan kelompok.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan latihan tambahan terstruktur bagi siswa yang memerlukan penguatan dalam memahami simbol pembagian.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ..22. peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : .3.. peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal secara persuasif dan latihan ulang menggunakan benda konkret agar peserta didik yang belum tuntas lebih memahami konsep dasar pembagian.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 3_Bahasa Indonesia , Senin, 02 November 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Senin, 2 November 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Sikap Tubuh atau Gestur Saat Berbicara (Topik: Kontak Mata, Posisi Badan, dan Mimik Wajah)

  6. Pertemuan Ke- : 4 (Keempat)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu menggunakan sikap tubuh atau gestur yang baik saat berbicara, yang mencakup kontak mata, posisi badan yang tegap, serta mimik wajah yang ramah dan sesuai dengan pesan yang disampaikan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat memahami dan mempraktikkan unsur-unsur penting dalam sikap tubuh/gestur saat berbicara, meliputi kontak mata, posisi badan, dan mimik wajah agar komunikasi menjadi lebih santun dan percaya diri.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan demonstrasi dan praktik berbicara di depan kelas secara menyenangkan (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat menunjukkan sikap tubuh yang baik, tersenyum ramah, serta menjaga kontak mata dengan teman sebaya.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik mengamati penjelasan guru mengenai pentingnya bahasa tubuh (gestur) saat berbicara kepada orang lain.

  2. Peserta didik mengenal tiga komponen utama sikap tubuh: kontak mata (menatap lawan bicara), posisi badan (berdiri atau duduk tegap), dan mimik wajah (ekspresi wajah yang ramah).

  3. Peserta didik melakukan latihan sederhana menatap mata teman sebaya sambil tersenyum ramah secara bergiliran.

  4. Peserta didik mempraktikkan cara menyapa atau menyampaikan kalimat sederhana dengan posisi badan tegap dan mimik wajah yang ceria di depan kelas.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan melakukan simulasi kecil: berdiri membungkuk dengan wajah cemberut sambil berbicara, lalu membandingkannya dengan berdiri tegap, tersenyum, dan menatap siswa. Guru bertanya: "Anak-anak, cara berbicara yang manakah yang membuat kalian merasa dihargai dan nyaman?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya menjaga kontak mata, posisi badan, dan mimik wajah saat berbicara.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 18:

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."
Keterkaitan: Melalui materi ini, peserta didik diajarkan untuk bersikap rendah hati, ramah, dan menghargai orang lain melalui bahasa tubuh yang sopan—seperti tidak memalingkan muka dan selalu menunjukkan ekspresi wajah yang baik (tersenyum) saat diajak berbicara.

  1. Penjabaran Materi Sikap tubuh atau gestur sangat membantu memperjelas maksud pembicaraan kita. Tiga unsur penting dalam sikap tubuh saat berbicara meliputi:

  • Kontak Mata: Menatap ke arah lawan bicara (mata atau area wajah) dengan wajar untuk menunjukkan perhatian, rasa hormat, dan kesungguhan.

  • Posisi Badan: Berdiri atau duduk dengan tegap (tidak membungkuk atau bersandar terlalu lemas) agar terlihat percaya diri dan siap berkomunikasi.

  • Mimik Wajah: Menyesuaikan ekspresi wajah dengan isi pembicaraan (misalnya tersenyum saat menyapa atau menyampaikan berita baik) agar pendengar merasa senang.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai contoh sikap tubuh dan gestur yang baik saat berbicara dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi sikap tubuh dan gestur berbicara

  • Cermin kecil atau kartu ekspresi wajah

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Mengapa kita perlu menjaga kontak mata saat berbicara dengan teman atau guru?

  3. Bagaimana posisi badan yang benar saat kita sedang berbicara di depan kelas?

  4. Apa manfaat menunjukkan mimik wajah yang ramah (tersenyum) saat menyapa orang lain?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Berbicara yang santun tidak hanya menggunakan kata-kata yang baik dan suara yang jelas, tetapi juga harus didukung oleh sikap tubuh (gestur) yang sopan, seperti posisi badan tegap, kontak mata yang baik, serta mimik wajah yang ramah.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias berlatih menatap mata teman dan tersenyum ramah saat melakukan praktik dialog singkat.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih terlihat malu-malu dan menunduk ke lantai saat harus berbicara di depan kelas.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif dan interaktif selama sesi simulasi berdiri tegap di depan kelas.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pujian dan penguatan positif kepada siswa yang malu-malu agar keberanian serta rasa percaya diri mereka semakin terlatih.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ..22. peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ..3 peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal secara persuasif dan latihan tambahan ringan agar siswa yang belum tuntas lebih terbiasa berdiri tegap serta melakukan kontak mata.
Dokumentasi kegiatan hari ini 

Postingan 2_Ipas , Jumat 30 Oktober 2026

 



🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 30 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Kenampakan Alam Daratan di Lingkungan Sekitarku

  6. Pertemuan Ke- : 3 (Ketiga)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu mengenal dan mendeskripsikan berbagai bentuk kenampakan alam daratan yang ada di lingkungan sekitar, serta memahami manfaatnya bagi kehidupan manusia.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk kenampakan alam daratan (seperti dataran tinggi, dataran rendah, gunung, dan pegunungan) serta mengetahui fungsinya dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan pengamatan gambar dan permainan mencocokkan bentuk daratan secara interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat mengenal kenampakan alam daratan di lingkungan sekitar secara menyenangkan, aktif, dan penuh rasa antusias.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai pengertian kenampakan alam daratan (bagian permukaan bumi yang tidak digenangi air).

  2. Peserta didik mengenal berbagai bentuk kenampakan alam daratan di sekitar mereka (dataran rendah, dataran tinggi, gunung, bukit, dan lembah).

  3. Peserta didik berdiskusi mengenai aktivitas manusia atau jenis tanaman yang cocok hidup di masing-masing bentuk kenampakan alam daratan.

  4. Peserta didik mengerjakan latihan mandiri (post test) untuk menguji pemahaman tentang kenampakan alam daratan di lingkungan sekitar.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, pernahkah kalian pergi berlibur ke daerah pegunungan yang sejuk atau dataran rendah yang hangat? Apa saja perbedaan bentuk permukaan bumi yang kalian lihat di sana?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan keberagaman ciptaan Allah SWT berupa bentuk daratan di muka bumi.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. An-Naba' ayat 6-7:

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?"
Keterkaitan: Melalui materi kenampakan alam daratan ini, peserta didik diajarkan untuk mengagumi kebesaran Allah SWT yang menciptakan bumi dengan bentuk daratan yang teratur, kokoh, serta memberikan banyak manfaat bagi kehidupan makhluk hidup.

  1. Penjabaran Materi Kenampakan alam daratan adalah bentuk permukaan bumi di darat yang terbentuk secara alami. Beberapa bentuk kenampakan alam daratan meliputi:

  • Dataran Rendah: Bagian permukaan bumi yang datar dengan ketinggian antara 0 sampai 200 meter di atas permukaan laut. Biasanya digunakan sebagai pemukiman, persawahan, dan pusat perkotaan.

  • Dataran Tinggi (Plato): Wilayah daratan luas yang terletak pada ketinggian lebih dari 200 meter di atas permukaan laut. Udaranya sejuk dan cocok untuk perkebunan teh, sayuran, serta tempat wisata.

  • Gunung dan Pegunungan: Gunung adalah bagian permukaan bumi yang menjulang tinggi (lebih tinggi dari bukit), sedangkan pegunungan adalah rangkaian gunung yang sambung-menyambung.

  • Bukit dan Lembah: Bukit adalah dataran yang lebih tinggi dari sekitarnya namun tidak sebesar gunung, sedangkan lembah adalah wilayah daratan yang rendah di sekitar kaki gunung atau bukit.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai berbagai bentuk kenampakan alam daratan dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi kenampakan alam daratan

  • Gambar ilustrasi/miniatur bentuk daratan (gunung, dataran tinggi, dan dataran rendah)

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa yang dimaksud dengan kenampakan alam daratan?

  3. Sebutkan dua contoh bentuk kenampakan alam daratan yang ada di permukaan bumi!

  4. Mengapa wilayah dataran tinggi biasanya berhawa lebih sejuk dibandingkan dataran rendah?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Kenampakan alam daratan terdiri dari berbagai bentuk seperti dataran rendah, dataran tinggi, gunung, dan bukit yang masing-masing memiliki ciri khas serta manfaat yang besar bagi kehidupan manusia.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias mengidentifikasi perbedaan bentuk kenampakan alam daratan melalui media gambar dan kartu ilustrasi.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dibimbing untuk membedakan secara jelas antara ciri-ciri dataran tinggi dan dataran rendah.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, ceria, dan interaktif selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan kuis bergambar atau penugasan sederhana mengamati lingkungan sekitar rumah pada pertemuan berikutnya.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta penjelasan visual menggunakan gambar atau video singkat agar peserta didik yang belum tuntas lebih memahami materi kenampakan alam daratan.

Postingan 1_ Seni rupa , Jumat, 30 Oktober 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 30 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Prinsip Komposisi (Pusat Perhatian dan Kesatuan)

  6. Pertemuan Ke- : 4 (Keempat)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami dan menerapkan prinsip dasar seni rupa berupa komposisi, khususnya dalam menentukan pusat perhatian (center of interest) dan kesatuan (unity) dalam karya gambar atau lukisan yang dibuatnya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi konsep pusat perhatian dan kesatuan dalam sebuah karya seni rupa serta menerapkannya saat merancang gambar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan praktik menggambar kolaboratif dan menyusun elemen seni secara interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat menciptakan karya seni yang serasi, menarik, dan menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik mengamati contoh karya seni rupa yang memiliki fokus utama dan kesatuan unsur warna atau bentuk.

  2. Peserta didik mengenal dua prinsip penting dalam komposisi seni rupa, yaitu pusat perhatian (bagian yang paling menonjol) dan kesatuan (keterpaduan antar unsur gambar).

  3. Peserta didik berlatih menentukan letak objek utama yang menjadi pusat perhatian pada buku gambar mereka.

  4. Peserta didik mulai membuat sketsa karya seni rupa sederhana dengan menerapkan prinsip kesatuan dan pusat perhatian.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan menunjukkan dua buah gambar (satu gambar terlihat sangat berantakan dan satu lagi terlihat rapi serta ada bagian utamanya). Guru bertanya: "Anak-anak, gambar manakah yang lebih enak dipandang dan langsung menarik perhatian kalian pada pandangan pertama?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya mengatur tata letak (komposisi), pusat perhatian, dan kesatuan dalam berkarya seni.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mulk ayat 3:

"...Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang..."
Keterkaitan: Melalui materi seni rupa ini, peserta didik diajarkan untuk mengagumi keindahan ciptaan Allah SWT yang penuh dengan keseimbangan, kesatuan, dan keteraturan yang sempurna.

  1. Penjabaran Materi Komposisi adalah cara menyusun unsur-unsur seni rupa agar karya seni terlihat indah, serasi, dan seimbang. Dua prinsip utama yang dipelajari meliputi:

  • Pusat Perhatian (Center of Interest): Bagian atau objek utama dalam gambar yang paling menonjol, sehingga langsung menarik perhatian orang yang melihatnya (misalnya objek yang digambar lebih besar atau diberi warna paling cerah).

  • Kesatuan (Unity): Keselarasan dan keterpaduan antara seluruh unsur gambar (bentuk, warna, dan garis) sehingga karya seni tampak utuh, tidak terpisah-pisah, dan nyaman dipandang.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai prinsip komposisi, pusat perhatian, dan kesatuan dalam seni rupa dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi komposisi seni rupa

  • Contoh karya gambar/lukisan anak

  • Buku gambar, pensil warna, dan alat mewarnai

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Apa yang dimaksud dengan pusat perhatian dalam sebuah karya seni rupa?

  3. Mengapa prinsip kesatuan sangat penting agar gambar kita terlihat indah?

  4. Sebutkan satu cara membuat objek menjadi pusat perhatian pada kertas gambar!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Prinsip komposisi yang mencakup pusat perhatian dan kesatuan membuat karya seni rupa menjadi lebih indah, harmonis, dan memiliki daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan kreatif dalam menentukan objek utama yang menjadi pusat perhatian pada gambar mereka.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dibimbing agar penempatan objek dalam gambar terlihat lebih menyatu (kesatuan) dan tidak terpencar.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, gembira, dan penuh semangat saat mewarnai karya seni mereka.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan apresiasi berupa pameran mini di kelas agar peserta didik semakin termotivasi dalam berkarya seni rupa.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta latihan tambahan ringan agar peserta didik yang belum tuntas lebih memahami cara menyusun komposisi gambar yang serasi.

Postingan 2_P.Pancasila, Kamis, 29 Oktober 2026





🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 29 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Keseimbangan Pemenuhan Hak di Rumah dan di Sekolah

  6. Pertemuan Ke- : 3 (Ketiga)

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan dalam mendapatkan hak, serta mengenali bentuk-bentuk hak yang diperoleh baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah secara bijak.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi persamaan dan perbedaan hak anak ketika berada di rumah dan di sekolah, serta memahami pentingnya memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan bermain peran situasi dua tempat (rumah dan sekolah) secara interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat menyebutkan dan membedakan hak-hak mereka di rumah dan di sekolah secara menyenangkan, aktif, dan percaya diri.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai tempat-tempat di mana mereka memiliki hak (di rumah bersama keluarga dan di sekolah bersama guru serta teman).

  2. Peserta didik mengenal contoh hak di rumah (mendapatkan kasih sayang orang tua, makanan yang sehat, tempat tinggal yang nyaman) dan hak di sekolah (mendapatkan ilmu, bimbingan guru, dan fasilitas belajar).

  3. Peserta didik berlatih mencocokkan kartu situasi hak di rumah dan di sekolah melalui diskusi kelompok kecil.

  4. Peserta didik mengerjakan latihan mandiri (post test) untuk menguji pemahaman tentang keseimbangan hak di rumah dan sekolah.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, apakah hak yang kalian terima saat berada di rumah sama persis dengan hak saat berada di sekolah?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pemahaman bahwa setiap tempat memiliki porsi dan bentuk hak masing-masing yang harus disyukuri dan diimbangi dengan tanggung jawab.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 97:

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik..."
Keterkaitan: Melalui materi ini, peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa mendapatkan hak berupa kehidupan yang baik di rumah dan pendidikan yang layak di sekolah adalah karunia Allah SWT yang harus disyukuri dengan senantiasa berbuat kebaikan dan bertanggung jawab.

  1. Penjabaran Materi Keseimbangan pemenuhan hak berarti kita dapat menikmati hak kita di setiap tempat dengan porsi yang tepat dan dibarengi dengan rasa tanggung jawab. Perbandingan hak anak meliputi:

  • Hak di Rumah:

    • Mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan dari orang tua serta anggota keluarga.

    • Mendapatkan makanan yang sehat, pakaian yang layak, dan tempat tinggal yang nyaman.

    • Mendapatkan waktu istirahat dan bermain yang cukup di rumah.

  • Hak di Sekolah:

    • Mendapatkan ilmu pengetahuan dan bimbingan belajar dari bapak/ibu guru.

    • Menggunakan fasilitas sekolah dengan tertib (seperti buku perpustakaan dan alat olahraga).

    • Mendapatkan perlakuan yang adil, aman, dan rasa nyaman dari seluruh warga sekolah.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai hak anak di rumah dan di sekolah dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi hak di rumah dan sekolah

  • Kartu kelompok situasi rumah vs sekolah

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Sebutkan dua contoh hak yang kamu miliki saat berada di rumah!

  3. Sebutkan dua contoh hak yang kamu miliki saat berada di sekolah!

  4. Mengapa kita harus menggunakan hak kita di rumah maupun di sekolah dengan penuh tanggung jawab?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Sebagai anak yang baik, kita memiliki hak di rumah maupun di sekolah. Hak-hak tersebut harus diterima secara seimbang dan dinikmati dengan penuh rasa syukur serta tanggung jawab.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias membedakan dan menyebutkan contoh hak mereka di rumah versus di sekolah melalui permainan kartu kelompok.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dibimbing agar tidak tertukar antara contoh hak di rumah dan kewajiban di sekolah.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, ceria, dan antusias selama kegiatan simulasi kelompok.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan penguatan dan lembar latihan harian ringan agar peserta didik semakin terlatih memahami konsep hak di berbagai lingkungan.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta pendekatan persuasif kepada peserta didik yang belum tuntas agar lebih mudah membedakan hak di rumah dan di sekolah.

Pertemuan 1_Ipas , kamis 29 Oktober 2026




🌸 Sapaan Pagi Ananda Sholih-Sholiha Kelas 3A 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🤗

Apa kabar, anak-anak hebat kelas 3A? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. 💖

Anak-anak sholih dan sholiha, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, dan menjaga kebersihan lingkungan. 🥰

✨ Yuk, biasakan diri untuk:
🌷 Menolong teman yang membutuhkan.
🌷 Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan.
🌷 Bertutur kata yang baik dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati teman.
🌷 Saling menghargai, menyayangi, dan menjaga satu sama lain.
🌷 Selalu jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta rajin beribadah.

🌟 Motivasi hari ini:
“Jadilah anak yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga indah dalam akhlak. Kebaikan kecil yang kita lakukan dengan ikhlas dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.”

Jangan lupa salat tepat waktu, berdoa, dan murojaah hafalan surah-surah pendek, ya, anak-anak. Semoga setiap langkah kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan. 🤲💕

Tetap semangat belajar, teruslah berbuat baik, dan jadilah kebanggaan orang tua serta guru. Ibu Guru percaya, anak-anak kelas 3A pasti bisa menjadi generasi yang sholih, cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. 🌈✨

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
Ibu Guru Kelas 3A ❤️


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 29 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Mengenal Kabupaten dan Kota Tempat Tinggalku

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu mengenal dan menceritakan letak geografis, nama kabupaten atau kota tempat tinggalnya, serta karakteristik dan keunggulan daerah tempat tinggalnya sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum Peserta didik dapat mengidentifikasi nama kabupaten/kota tempat tinggal mereka, mengenal batas wilayah sekitarnya, serta mengetahui keunikan daerah tempat tinggal dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy Melalui kegiatan eksplorasi peta wilayah dan permainan tebak lokasi interaktif (Ma-Mi-Joy), peserta didik dapat mengenal lingkungan sekitar tempat tinggal mereka secara menyenangkan, aktif, dan penuh rasa bangga.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai konsep wilayah tempat tinggal (dari tingkat desa/kelurahan hingga kabupaten/kota).

  2. Peserta didik mengenal nama Kabupaten/Kota tempat tinggal mereka (Kota Bandar Lampung dan sekitarnya) melalui peta atau globe.

  3. Peserta didik berdiskusi mengenai ciri khas, tempat penting, atau ikon kebanggaan yang ada di daerah tempat tinggal mereka.

  4. Peserta didik mengerjakan latihan mandiri (post test) untuk menguji pemahaman tentang wilayah tempat tinggal.

E. APERSEPSI SINGKAT Guru membuka pelajaran dengan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, di kabupaten atau kota manakah sekolah kita SD Al Azhar 2 berada? Apa saja tempat menarik atau ciri khas yang ada di kota tempat tinggal kita ini?" Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya mengenali dan mencintai daerah tempat tinggal sebagai bagian dari rasa cinta tanah air.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an/Kebesaran Allah Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:

"...Dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal..."
Keterkaitan: Melalui materi mengenal daerah tempat tinggal ini, peserta didik diajarkan untuk mensyukuri keragaman wilayah, mengenal lingkungan sekitar ciptaan Allah SWT, serta mempererat rasa persaudaraan antarwarga di daerahnya.

  1. Penjabaran Materi Mengenal kabupaten dan kota tempat tinggalku meliputi beberapa hal penting:

  • Letak Wilayah: Tempat tinggal kita berada di Provinsi Lampung, tepatnya di Kota Bandar Lampung (atau kabupaten di sekitarnya seperti Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, dll.).

  • Batas Wilayah: Mengenal daerah tetangga atau batas sebelah utara, selatan, timur, dan barat dari wilayah tempat tinggal.

  • Ciri Khas dan Ikon Daerah: Setiap kota atau kabupaten memiliki keunggulan, makanan khas, atau tempat ikonik (seperti Teluk Lampung, tugu, atau pusat keramaian) yang menjadi identitas daerah.

  • Peran Kita: Menjaga kebersihan lingkungan, menaati aturan daerah, dan bangga menjadi bagian dari warga kota tempat tinggal.

  1. Video Pembelajaran

  • (Link video pembelajaran interaktif mengenai pengenalan kota dan kabupaten di Provinsi Lampung dapat disematkan di sini).

  1. Media/Alat Peraga

  • PPT (PowerPoint) materi wilayah kabupaten/kota

  • Peta Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. Post Test Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

  2. Di kota atau kabupaten manakah tempat tinggal dan sekolah kita berada?

  3. Sebutkan satu contoh tempat atau ikon terkenal yang ada di kota tempat tinggalmu!

  4. Mengapa kita harus mengenal dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI Kesimpulan/Refleksi :

  1. Kesimpulan Mengenal kabupaten atau kota tempat tinggal membuat kita lebih memahami lingkungan sekitar, batas wilayah, serta ciri khas daerah yang harus kita banggakan dan jaga bersama.

  2. Refleksi

  • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias menyebutkan nama kota tempat tinggal serta berbagi cerita tentang tempat-tempat seru yang pernah mereka kunjungi di Bandar Lampung.

  • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dibimbing untuk membedakan antara tingkat wilayah kecamatan, kota, dan provinsi.

  • Respons/keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, ceria, dan interaktif selama kegiatan mengamati peta wilayah.

  • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan kuis ringan atau penugasan bersama orang tua untuk mengamati peta wilayah sekitar rumah pada pertemuan berikutnya.

  1. Capaian Tujuan Pembelajaran

  • Jumlah peserta didik tuntas : ... peserta didik

  • Jumlah peserta didik belum tuntas : ... peserta didik

  • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal serta penjelasan sederhana menggunakan atlas atau peta bergambar agar peserta didik yang belum tuntas lebih memahami wilayah tempat tinggalnya.