Postingan 2_Bahasa Indonesia, Senin 05 Okt 2026

 





🌸 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

✨ Selamat pagi, Sholih Sholiha Kelas 3A! ✨

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan kebaikan. πŸ’•

🌷 Hari ini, yuk kita biasakan untuk:
🀲 Selalu berbuat baik kepada siapa pun.
πŸ’— Peduli dan memperhatikan teman yang membutuhkan.
🀝 Saling menolong dengan ikhlas.
🌟 Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
πŸ“– Jangan lupa murojaah surat-surat pendek.
πŸ•Œ Tunaikan salat Dhuha dengan tertib.
πŸ“š Kerjakan tugas dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

🌈 Motivasi hari ini:

“Anak hebat bukanlah anak yang selalu sempurna, tetapi anak yang mau belajar, berusaha, jujur, dan tidak pernah lelah berbuat kebaikan.” πŸ’ͺ✨

Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan takut salah saat belajar, karena dari kesalahan kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih baik. 🌱

Semangat belajar, Sholih Sholiha Kelas 3A!
Tetap jujur, mandiri, peduli, sopan, dan rajin beribadah. ❤️

🌸 Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 🀲

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
🌷 Salam sayang, Ibu Guru Puji Lestari, S.Pd. 🌷

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Fuji Lestari, S.Pd

  2. MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia

  3. HARI/TANGGAL: Rabu, 29 September 2026

  4. FASE/KELAS: Fase B / Kelas 3

  5. MATERI: Mengidentifikasi Alur Cerita dan Menulis Poin-Poin Penting untuk Menceritakan Ulang Teks Anekdot

  6. PERTEMUAN KE-: 12

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami alur cerita (awal, tengah, akhir) dari teks narasi/anekdot yang dibaca, mencatat poin-poin penting secara terstruktur, serta menceritakan kembali isi cerita anekdot secara runtut menggunakan bahasa sendiri dengan memperhatikan unsur humor dan pesan di dalamnya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    • Peserta didik dapat mengidentifikasi tahapan alur cerita (awal, tengah, dan akhir) pada teks cerita anekdot dengan tepat.

    • Peserta didik dapat mencatat poin-poin penting dari cerita anekdot yang dibaca.

    • Peserta didik dapat menceritakan ulang isi cerita anekdot berdasarkan alur dan poin penting yang telah dicatat.

  2. TP Ma-Mi-Joy

    • Mindful (Ma): Peserta didik menyimak dan membaca teks anekdot secara cermat untuk memetakan alur cerita secara runtut.

    • Meaningful (Mi): Peserta didik memahami pentingnya menyusun gagasan secara sistematis agar pesan dan kebaikan dalam cerita dapat disampaikan dengan jelas kepada orang lain.

    • Joyful (Joy): Peserta didik berani menceritakan ulang cerita lucu di depan teman-teman dengan penuh percaya diri dan gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Membaca teks anekdot sederhana secara mandiri atau bergantian.

  2. Mengidentifikasi bagian awal (pembuka), tengah (masalah/humor), dan akhir (penutup) dari cerita.

  3. Menuliskan poin-poin penting cerita ke dalam bagan alur sederhana.

  4. Melatih keterampilan menceritakan kembali isi anekdot dengan bahasa sendiri berdasarkan poin penting.

  5. Melakukan refleksi dan menyimpulkan pembelajaran bersama guru.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru membuka pembelajaran dengan bertanya kepada peserta didik: "Anak-anak, siapa yang pernah menceritakan pengalaman lucu kepada temannya? Supaya teman kita paham dan ikut tertawa, bagaimana cara kita menceritakannya dari awal sampai akhir?" Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memahami alur cerita dan poin penting.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    QS. Yusuf Ayat 3:

    “Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu…”

    Keterkaitan: Allah Swt. mengajarkan manusia melalui kisah-kisah yang tersusun rapi dan memiliki alur yang jelas agar mudah dipahami serta diambil pelajaran hikmahnya.

  2. Penjabaran Materi

    • Alur Cerita: Rangkaian jalannya peristiwa dalam cerita dari awal sampai akhir.

      1. Awal: Pengenalan tokoh dan situasi awal.

      2. Tengah: Kejadian inti, timbulnya masalah, atau munculnya bagian yang lucu/menggelitik (kejutan).

      3. Akhir: Penyelesaian cerita dan reaksi para tokoh.

    • Mencatat Poin Penting: Menuliskan kejadian-kejadian utama di setiap bagian alur tanpa perlu menuliskan seluruh kalimat.

    • Menceritakan Ulang: Mengingat kembali jalan cerita menggunakan kalimat sendiri dengan bantuan poin penting yang telah dicatat.

    Contoh Cerita Anekdot: "Kapur Tulis yang Hilang"

    Pak Guru masuk ke kelas dan bersiap menulis di papan tulis. Namun, kapur tulis di meja ternyata habis.

    Pak Guru bertanya, "Anak-anak, siapa yang mengambil kapur di meja?"

    Boni menjawab dengan sopan, "Tidak ada yang mengambil, Pak. Kapurnya hanya pindah tempat ke dalam saku saya!"

    Teman-teman sekelas pun tertawa mendengar jawaban Boni.

    Bagan Poin-Poin Penting:

    • Awal: Pak Guru hendak mengajar dan mencari kapur tulis di meja.

    • Tengah: Pak Guru bertanya siapa yang mengambil kapur. Boni menjawab kapurnya tidak diambil, melainkan pindah sendiri ke sakunya (Unsur Humor).

    • Akhir: Seluruh siswa di kelas tertawa bersama.

  3. Video Pembelajaran

    Link Video: (Dapat dicantumkan tautan video animasi cerita anekdot sederhana untuk anak)

  4. Media / Alat Peraga

    • PPT Interaktif (Bagan Alur Cerita)

    • Kartu Alur Cerita (Awal, Tengah, Akhir)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD Menceritakan Ulang)

    • Teks Cerita Anekdot Bergambar

  5. Post Test

    Bacalah cerita anekdot singkat di bawah ini, lalu kerjakan tugasnya!

    • Cerita:

      Lani melihat Kakak sedang sibuk mencari kunci sepeda motor di selokan dekat rumah.

      Lani bertanya, "Kak, jatuhnya memang di dalam selokan ini?"

      Kakak menjawab, "Bukan, jatuhnya di dalam rumah, tapi di sini lampunya lebih terang!"

    • Tugas:

      1. Tuliskan poin penting bagian Awal, Tengah, dan Akhir dari cerita di atas!

      2. Ceritakan kembali cerita tersebut menggunakan bahasamu sendiri di depan kelas!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

  1. Kesimpulan

    Untuk dapat menceritakan ulang sebuah cerita anekdot dengan baik, kita perlu memahami alur cerita (awal, tengah, dan akhir) serta mencatat poin-poin pentingnya. Dengan begitu, cerita dapat disampaikan secara runtut dan tetap mengena humor serta pesannya.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat bersemangat ketika diminta menceritakan kembali cerita lucu di depan kelas.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa peserta didik masih cenderung menghafal kata demi kata daripada menggunakan kalimat sendiri.

    • Respons/Keterlibatan peserta didik: Aktif, ceria, dan saling mendengarkan saat teman maju menceritakan ulang.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Melakukan latihan berkala menggunakan panduan gambar seri untuk melatih kelancaran berbahasa sendiri.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas: … peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas: … peserta didik

    Tindak Lanjut:

    Bimbingan secara personal bagi peserta didik yang belum tuntas dengan bantuan kartu alur bergambar untuk membantu menyusun kalimat menceritakan ulang.

0 komentar:

Posting Komentar