Rabu, 29 Juli 2026_3A



Hari : Rabu , 29 Juli 2026

KELAS III . A

GURU KELAS : Fuji lestari, S. Pd

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, sholih sholiha yang hebat.

Selamat datang di hari pertama sekolah. Hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang penuh dengan ilmu, pengalaman, persahabatan, dan impian yang akan kita raih bersama.

Ibu Guru mengucapkan selamat datang kembali. Semoga kalian hadir dengan hati yang gembira, semangat yang baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.

Ingatlah, setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan di masa depan. Jangan takut untuk mencoba, jangan malu untuk bertanya, dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kesalahan bukanlah akhir, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Tidak perlu menjadi yang paling hebat hari ini, tetapi teruslah menjadi lebih baik dari diri sendiri setiap harinya.

Mari kita awali tahun pelajaran ini dengan senyuman, semangat, disiplin, dan rasa syukur. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita.

Selamat belajar, selamat mengukir prestasi, dan selamat meraih cita-cita. Hari ini adalah awal yang indah untuk masa depan yang gemilang.  

 Matematika Kelas 3

Materi: Bilangan Cacah 1–10.000

Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal dan membaca bilangan cacah sampai 10.000.

  2. Menentukan nilai tempat (ribuan, ratusan, puluhan, satuan).

  3. Membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 10.000.

  4. Menyelesaikan soal sederhana yang berkaitan dengan bilangan cacah.

Media Pembelajaran

  • Kartu angka (0–9)

  • Kartu bilangan 1–10.000

  • Sedotan atau stik es krim sebagai alat hitung

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  • PowerPoint/video singkat

  • Hadiah kecil atau stiker bintang

Metode Pembelajaran

  • Bermain sambil belajar (Game Based Learning)

  • Diskusi kelompok

  • Tanya jawab

  • Demonstrasi

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Guru melakukan ice breaking, misalnya berhitung bersama dari 1 sampai 20.

  • Guru menunjukkan gambar harga sepeda (Rp3.250), televisi (Rp7.890), dan tas (Rp1.450).

  • Guru bertanya:

    • "Siapa yang bisa membaca angka ini?"

    • "Mana yang paling besar?"

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

A. Game "Berburu Angka" (15 menit)

Cara Bermain

  • Guru menyembunyikan kartu bilangan di beberapa sudut kelas.

  • Setiap kelompok mencari 3–5 kartu.

  • Setelah menemukan, siswa membaca bilangan tersebut dengan lantang.

  • Kelompok lain memberikan tepuk tangan jika benar.

Contoh kartu

  • 2.350

  • 8.765

  • 1.024

  • 9.999

  • 4.501

B. Susun Bilangan Raksasa 

Guru membagikan kartu angka 0–9.

Setiap kelompok diminta:

  • Menyusun bilangan terbesar.

  • Menyusun bilangan terkecil.

  • Membaca hasilnya.

  • Menjelaskan nilai tempat setiap angka.

Contoh:

6 2 9 4

Hasil:

  • Terbesar = 9.642

  • Terkecil = 2.469

C. Estafet Nilai Tempat 

Guru menulis bilangan di papan.

Contoh:
7.438

Empat siswa maju bergantian.

Siswa pertama:

Angka ribuan = 7

Siswa kedua:

Angka ratusan = 4

Siswa ketiga:

Angka puluhan = 3

Siswa keempat:

Angka satuan = 8

Kelompok tercepat mendapat poin.

D. Game "Urutkan Aku!" (10 menit)

Guru memberikan lima kartu bilangan.

Contoh:

  • 6.350

  • 2.875

  • 8.010

  • 1.999

  • 5.460

Kelompok diminta mengurutkan dari:

  • Terkecil ke terbesar

  • Terbesar ke terkecil

Kelompok tercepat memperoleh bintang.

3. Kegiatan Penutup 

  • Guru dan siswa menyimpulkan materi.

  • Refleksi:

    • Apa yang dipelajari hari ini?

    • Permainan mana yang paling disukai?

  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik.

  • Berdoa dan salam.

Contoh Evaluasi

  1. Bacalah bilangan 7.845.

  2. Tuliskan nilai tempat pada bilangan 5.329.

  3. Manakah yang lebih besar, 4.785 atau 4.758?

  4. Urutkan bilangan berikut dari yang terkecil:

    • 8.200

    • 5.678

    • 2.345

    • 9.001

  5. Susun bilangan terbesar dari angka 8, 1, 5, dan 0.

Penilaian

  • Sikap: Kerja sama, percaya diri, disiplin.

  • Pengetahuan: Hasil evaluasi dan tanya jawab.

  • Keterampilan: Kemampuan membaca, menyusun, membandingkan, dan mengurutkan bilangan melalui permainan.

Dengan kegiatan yang dikemas dalam bentuk permainan, siswa kelas III akan lebih aktif, antusias, dan mudah memahami konsep bilangan cacah sampai 10.000


 

Materi Bahasa Indonesia Kelas III 

Materi: Menyimak Teks Aural

Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)

Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak teks aural dengan penuh perhatian.

  2. Mengidentifikasi tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa dalam teks yang didengar.

  3. Menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks aural.

  4. Menyampaikan kembali isi teks secara lisan menggunakan kalimat sederhana.

Pengertian Teks Aural

Teks aural adalah teks yang diterima melalui pendengaran, bukan melalui membaca. Teks aural dapat berupa cerita, dongeng, pengumuman, percakapan, berita sederhana, atau pengalaman yang dibacakan oleh guru maupun diperdengarkan melalui audio.

Saat menyimak, kita harus:

  • Duduk dengan tenang.

  • Mendengarkan hingga selesai.

  • Tidak berbicara sendiri.

  • Memperhatikan isi cerita.

Contoh Teks Aural

"Menanam Pohon Mangga"

Hari Minggu pagi, Rani dan ayah pergi ke halaman rumah. Mereka membawa bibit pohon mangga, cangkul, dan ember berisi air. Ayah mengajari Rani cara menggali tanah dan menanam pohon dengan benar. Setelah selesai menanam, mereka menyiram pohon hingga tanah menjadi basah. Rani sangat senang karena dapat membantu ayah menjaga lingkungan agar menjadi lebih hijau.

Unsur yang Disimak

  • Tokoh: Rani dan Ayah

  • Tempat: Halaman rumah

  • Waktu: Hari Minggu pagi

  • Peristiwa: Menanam dan menyiram pohon mangga.

  • Pesan: Menjaga lingkungan dapat dimulai dengan menanam pohon.

Langkah-Langkah Pembelajaran Menggunakan Model PBL

1. Orientasi pada Masalah 

Guru memutarkan atau membacakan teks aural tanpa menunjukkan teks tertulis.

Guru bertanya:

  • Mengapa Rani menanam pohon?

  • Apa yang akan terjadi jika tidak ada yang menanam pohon?

Siswa mulai berpikir mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

2. Mengorganisasi Peserta Didik 

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok memperoleh LKPD berisi pertanyaan, misalnya:

  • Siapa tokohnya?

  • Di mana peristiwanya terjadi?

  • Kapan peristiwa itu terjadi?

  • Apa masalah yang terdapat dalam cerita?

  • Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut?

3. Membimbing Penyelidikan 

Kelompok mendiskusikan jawaban berdasarkan cerita yang telah disimak.

Guru membimbing siswa agar dapat menemukan informasi penting dalam teks.

4. Menyajikan Hasil 

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.

Kelompok lain memberikan tanggapan atau menambahkan informasi.

5. Analisis dan Evaluasi 

Guru bersama siswa menyimpulkan isi cerita.

Guru memberikan penguatan bahwa menyimak dengan baik membantu memahami informasi secara benar.

Media Pembelajaran

  • Audio cerita atau suara guru membacakan cerita.

  • Speaker aktif.

  • PowerPoint bergambar.

  • Gambar tokoh dan latar cerita.

Metode Pembelajaran

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Diskusi kelompok

  • Tanya jawab

  • Penugasan

  • Presentasi

Evaluasi

A. Pilihan Ganda

  1. Siapa tokoh dalam cerita?
    a. Rani dan Ibu
    b. Rani dan Ayah
    c. Ayah dan Kakek

  2. Kapan Rani menanam pohon?
    a. Hari Senin
    b. Hari Minggu pagi
    c. Hari Sabtu malam

  3. Di mana Rani menanam pohon?
    a. Sekolah
    b. Kebun
    c. Halaman rumah

B. Isian

  1. Apa yang ditanam Rani?

  2. Mengapa pohon perlu disiram?

  3. Apa pesan yang kamu peroleh dari cerita tersebut?

C. Penilaian Keterampilan

Siswa diminta menceritakan kembali isi teks menggunakan bahasa sendiri dalam 3–5 kalimat.

Penilaian

Sikap

  • Disiplin saat menyimak.

  • Percaya diri.

  • Kerja sama dalam kelompok.

Pengetahuan

  • Ketepatan menjawab pertanyaan berdasarkan teks aural.

Keterampilan

  • Kemampuan menyampaikan kembali isi cerita secara lisan dengan runtut dan jelas.

Materi Pendidikan Anti Korupsi Kelas III 

Tema: Kejujuran

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan pengertian kejujuran.

  2. Menyebutkan manfaat bersikap jujur di rumah, sekolah, dan masyarakat.

  3. Menerapkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Menunjukkan sikap menolak segala bentuk kecurangan sebagai bagian dari pendidikan antikorupsi.

Pengertian Kejujuran

Kejujuran adalah sikap mengatakan dan melakukan sesuatu sesuai dengan kenyataan tanpa berbohong, menipu, atau mengambil hak orang lain.

Kejujuran merupakan salah satu nilai utama dalam Pendidikan Antikorupsi. Anak yang terbiasa jujur akan tumbuh menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab.

Mengapa Kita Harus Jujur?

Manfaat bersikap jujur:

  • Dipercaya oleh guru, orang tua, dan teman.

  • Memiliki banyak teman.

  • Hati menjadi tenang.

  • Terhindar dari masalah.

  • Menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Contoh Sikap Jujur

Di Rumah

  • Mengakui jika memecahkan gelas.

  • Mengembalikan uang belanja yang tersisa kepada orang tua.

  • Tidak mengambil barang milik saudara tanpa izin.

Di Sekolah

  • Tidak menyontek saat ulangan.

  • Mengembalikan pensil teman yang tertinggal.

  • Mengakui jika belum mengerjakan PR.

  • Berkata jujur kepada guru.

Di Masyarakat

  • Mengembalikan dompet yang ditemukan.

  • Tidak mengambil barang yang bukan miliknya.

  • Bermain dengan sportif dan menaati aturan.

Contoh Sikap Tidak Jujur

  • Berbohong kepada orang tua.

  • Menyontek saat ulangan.

  • Mengambil barang teman.

  • Mengaku hasil pekerjaan orang lain sebagai miliknya.

  • Meminta teman berbohong.

Nilai-Nilai Antikorupsi yang Berkaitan dengan Kejujuran

  1. Jujur

  2. Disiplin

  3. Tanggung jawab

  4. Peduli

  5. Berani berkata benar

  6. Sederhana

  7. Adil

Kegiatan Pembelajaran

Ayo Bermain Peran!

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok memerankan salah satu situasi berikut:

  • Menemukan uang di halaman sekolah.

  • Teman mengajak menyontek saat ulangan.

  • Tidak sengaja memecahkan pot bunga kelas.

  • Menemukan penghapus milik teman.

Setelah bermain peran, siswa mendiskusikan:

  • Apa tindakan yang paling jujur?

  • Mengapa tindakan tersebut baik?

Soal HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Saat ulangan, Rani melihat jawaban temannya. Temannya mengajak Rani menyalin jawabannya agar mendapat nilai tinggi. Jika kamu menjadi Rani, tindakan yang paling tepat adalah ....

a. Menyalin jawaban teman agar nilainya bagus.

b. Menolak ajakan teman dan mengerjakan soal sendiri.

c. Diam saja sambil melihat jawaban teman.

d. Menunggu teman selesai lalu menyalin jawabannya.

Jawaban: b

2. Beni menemukan uang Rp20.000 di halaman sekolah. Tidak ada orang di sekitarnya. Apa yang sebaiknya dilakukan Beni?

a. Menyimpannya untuk membeli jajan.

b. Memberikan kepada teman.

c. Menyerahkan kepada guru agar pemiliknya dapat ditemukan.

d. Membiarkannya di halaman.

Jawaban: c

B. Uraian HOTS

1. Kamu tidak sengaja memecahkan vas bunga di kelas ketika bermain. Apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan alasanmu!

Kunci jawaban: Mengakui perbuatan kepada guru, meminta maaf, dan bertanggung jawab karena kejujuran membuat orang lain percaya.

2. Mengapa menyontek dapat merugikan diri sendiri meskipun memperoleh nilai yang tinggi?

Kunci jawaban: Karena tidak belajar dengan sungguh-sungguh, tidak mengetahui kemampuan sendiri, dan kehilangan kepercayaan dari guru maupun teman jika ketahuan.

3. Ceritakan pengalamanmu ketika pernah berkata jujur meskipun terasa sulit. Apa manfaat yang kamu rasakan?

Jawaban: Disesuaikan dengan pengalaman siswa. Penilaian berdasarkan kemampuan memberikan alasan dan menunjukkan nilai kejujuran.

Penilaian

Pengetahuan

  • Menjawab soal tentang kejujuran.

  • Menjelaskan manfaat bersikap jujur.

Keterampilan

  • Bermain peran tentang sikap jujur.

  • Menceritakan pengalaman menerapkan kejujuran.

Sikap

  • Berkata jujur selama pembelajaran.

  • Bertanggung jawab terhadap tugas.

  • Berani mengakui kesalahan.

  • Menghargai hak milik orang lain.

Pesan Moral: Kejujuran adalah kebiasaan baik yang harus dilatih setiap hari. Anak yang jujur akan dipercaya, disayangi, dan menjadi pribadi yang berintegritas sehingga ikut mencegah perilaku korupsi sejak dini.

0 komentar:

Posting Komentar