postingan 3_Matematika, Senin 26 Oktober 2026





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 26 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat memahami hubungan antara operasi hitung perkalian dengan penjumlahan berulang serta kaitannya dengan pengurangan berulang, serta mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah sehari-hari melalui proyek sederhana.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat menganalisis dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan hubungan perkalian, penjumlahan berulang, dan pengurangan berulang menggunakan proyek kelompok secara tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Mandiri, Menyenangkan, dan Joyful)

    Peserta didik mampu merancang dan menyusun proyek kelompok membuat "Mini Toko Buah" secara mandiri, serta menikmati proses belajar yang kolaboratif dan gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Pertanyaan Mendasar (Start with the Essential Question): Mengidentifikasi bagaimana perkalian berhubungan dengan penjumlahan berulang dan pengurangan.

  2. Mendesain Perencanaan Proyek: Merencanakan pembuatan miniatur proyek kelompok "Mini Toko Buah" menggunakan alat dan bahan sederhana.

  3. Menyusun Jadwal (Create a Schedule): Menentukan tahapan dan batas waktu pengerjaan proyek di kelas.

  4. Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek: Guru mendampingi kelompok saat menghitung jumlah barang dagangan menggunakan konsep perkalian, penjumlahan, dan pengurangan.

  5. Menguji Hasil (Assess the Outcome): Presentasi hasil proyek kelompok di depan kelas.

  6. Evaluasi Pengalaman: Refleksi bersama mengenai proses belajar dan pemahaman materi.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan antusias dan memberikan motivasi. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

“Anak-anak hebat, jika kita punya 12 buah permen lalu diberikan kepada 4 teman sama banyak secara berulang sampai habis, atau jika kita menyusun 3 pendaratan isi 4 permen, bagaimana hubungan hitungannya ya?”

Peserta didik diajak mengaitkan pengalaman membagi atau mengelompokkan benda dalam kehidupan sehari-hari dengan konsep matematika.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    “Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.” (QS. Ar-Ra'd: 8)

    Segala hal di dunia ini diatur dengan ukuran, perhitungan, dan keterkaitan yang harmonis oleh Allah Swt., termasuk bagaimana bilangan-bilangan matematika saling terhubung melalui penjumlahan, pengurangan, dan perkalian.

  2. Penjabaran Materi

  3. Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan dan Pengurangan (PjBL)

    Soal Perkalian dan Pembagian Buah | PDF | Memasak, Makanan, & Anggur


    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

    1. Menjelaskan hubungan perkalian dengan penjumlahan berulang.

    2. Menyelesaikan pengurangan yang berkaitan dengan perkalian.

    3. Menyelesaikan soal cerita tentang perkalian, penjumlahan, dan pengurangan.

    4. Membuat proyek sederhana berupa poster atau gambar kelompok benda.

    5. Menunjukkan sikap kerja sama, jujur, peduli, dan bertanggung jawab.

    B. Ringkasan Materi

    1. Hubungan Perkalian dengan Penjumlahan

    Perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama.

    Class 2 Maths Chapter 8 Grouping And Sharing

    Contoh 1

    Ada 3 kelompok apel. Setiap kelompok berisi 2 apel.

    Prime Numbers - Prime Numbers 1 to 100, Examples | Prime Numbers List

    Contoh 2

    Ada 4 kelompok jeruk. Setiap kelompok berisi 3 jeruk.

    Kesimpulan: Penjumlahan berulang dapat ditulis menjadi perkalian agar lebih singkat.

    2. Hubungan Perkalian dengan Pengurangan

    Pengurangan dapat digunakan untuk mengetahui sisa benda setelah sebagian benda diambil dari jumlah yang diperoleh melalui perkalian.

    Contoh:

    Ibu membeli 4 kantong permen. Setiap kantong berisi 5 permen.

    Jumlah permen seluruhnya:

    Kemudian, 7 permen dibagikan kepada teman.

    Jadi, sisa permen Ibu adalah 13 permen.

    3. Contoh Soal Cerita

    Di kelas 3A terdapat 5 meja. Setiap meja memiliki 4 buku.

    • Jumlah buku seluruhnya:

    • Jika 6 buku dipinjam teman:

    Jadi, buku yang masih ada adalah 14 buku.

C. Kegiatan Pembelajaran dengan Model PjBL

1. Pertanyaan Mendasar

Guru mengajukan pertanyaan: “Bagaimana cara menghitung jumlah benda dalam kelompok dengan cepat, lalu mengetahui sisanya setelah beberapa benda diambil?”

2. Merancang Proyek

Peserta didik merancang poster berjudul “Belajar Perkalian, Penjumlahan, dan Pengurangan” menggunakan gambar buah, pensil, buku, atau benda lainnya.

3. Membuat Proyek

Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menggambar benda, menuliskan penjumlahan berulang, bentuk perkalian, serta pengurangan untuk menghitung sisanya.

4. Mempresentasikan Hasil

Setiap kelompok menjelaskan poster dan cara menghitungnya di depan kelas.

5. Evaluasi dan Refleksi

Guru dan peserta didik memeriksa hasil proyek, memperbaiki kesalahan hitung, dan menyimpulkan hubungan ketiga operasi tersebut.

D. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Nama: ..........................................

Kelompok: ......................................

Buatlah poster sederhana dengan menyelesaikan tugas berikut.

  1. Gambarlah 3 piring. Setiap piring berisi 4 kue.

  2. Tuliskan penjumlahan berulang dari gambar tersebut.

  3. Tuliskan bentuk perkaliannya.

  4. Jika 5 kue dimakan, berapa kue yang tersisa?

  5. Warnai poster dan presentasikan hasilnya bersama kelompokmu.

Contoh jawaban LKPD

  • Penjumlahan:

  • Perkalian:

  • Pengurangan:

Jadi, kue yang tersisa adalah 7 kue.

E. Latihan Mandiri

Kerjakan soal berikut dengan teliti.

  1. dapat ditulis sebagai penjumlahan berulang, yaitu ....

  2. Ada 4 kotak. Setiap kotak berisi 6 pensil. Berapa jumlah pensil seluruhnya?

  3. Terdapat 5 keranjang. Setiap keranjang berisi 3 apel. Jika 4 apel diambil, berapa apel yang tersisa?

  4. Mengapa kita perlu bekerja sama dan saling menghargai saat membuat proyek kelompok?

Kunci Jawaban

  1. pensil.

  2. , lalu apel.

  3. Agar pekerjaan selesai dengan baik, semua anggota dapat berpartisipasi, dan tercipta sikap saling menghargai.

F. Kesimpulan Pembelajaran

  • Perkalian adalah penjumlahan berulang.

  • Penjumlahan membantu kita menghitung jumlah seluruh benda dalam kelompok.

  • Pengurangan membantu kita mengetahui sisa benda setelah sebagian diambil.

  • Proyek kelompok melatih kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

  1. Video Pembelajaran

    (Cantumkan tautan video pembelajaran proyek matematika atau animasi perkalian di sini jika digunakan)

  2. Media / Alat Peraga

    • Benda konkret (kartu angka, sedotan, atau replika buah untuk proyek "Mini Toko")

    • Karton/kertas manila, gunting, dan lem

    • Lembar Kerja Proyek Peserta didik (LKPD)

  3. Post Test

    Selesaikan soal berikut dengan benar!

    1. Ubahlah bentuk penjumlahan berulang berikut ke dalam bentuk perkalian: $5 + 5 + 5 + 5 = \dots$

    2. Jelaskan kaitan antara perkalian $3 \times 4 = 12$ dengan penjumlahan berulangnya!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan / Refleksi:

  1. Kesimpulan

    Perkalian adalah bentuk penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama, dan konsep dasarnya saling terhubung erat dengan pola pengurangan berulang dalam pemecahan masalah kelompok.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat aktif berkolaborasi dalam kelompok membuat proyek "Mini Toko Buah".

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa butuh bimbingan ekstra saat menghubungkan konsep pengurangan berulang dengan bentuk perkalian.

    • Respons / Keterlibatan peserta didik: Sangat antusias, kreatif, dan ceria selama pembelajaran berbasis proyek (PjBL).

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan penguatan konsep lewat permainan kartu angka bagi kelompok yang masih memerlukan latihan tambahan.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas :  peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas :  peserta didik

    • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan personal dan latihan pendampingan singkat kepada 1 peserta didik yang belum tuntas agar lebih memahami hubungan antar-operasi hitung.

Postingan 1_ Seni Rupa, Jumat, 23 Oktober 2026






Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Seni Rupa

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Prinsip Komposisi Keseimbangan Simetris dan Asimetris

  6. Pertemuan Ke- : 2

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenali, memahami, dan mengaplikasikan prinsip dasar tata letak atau komposisi seni rupa, khususnya keseimbangan simetris dan asimetris, dalam karya gambar atau kriya sederhana.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat membedakan bentuk keseimbangan simetris dan asimetris dalam sebuah karya seni rupa serta mampu menerapkannya pada karya gambar sederhana dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Mandiri, Menyenangkan, dan Joyful)

    Peserta didik mampu membuat pola gambar seimbang secara mandiri serta menikmati proses berkarya seni rupa yang kreatif, menyenangkan, dan penuh kegembiraan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati contoh-contoh karya seni atau benda di sekitar yang memiliki bentuk seimbang (simetris) maupun seimbang dinamis (asimetris).

  2. Memahami perbedaan karakteristik keseimbangan simetris (bentuk kiri dan kanan/atas dan bawah sama persis) dan asimetris (bentuk berbeda namun tetap memberikan kesan seimbang).

  3. Merancang dan menggambar pola karya seni rupa dengan menerapkan salah satu prinsip keseimbangan tersebut.

  4. Memamerkan dan menyimpulkan hasil karya seni bersama teman sekelas.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan ceria dan penuh semangat. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

“Anak-anak hebat, coba perhatikan bentuk tubuh kita atau daun di halaman sekolah; apakah sisi kiri dan kanannya tampak sama persis? Bagaimana dengan susunan benda di dalam kamar kalian? Mari kita cari tahu bagaimana membuat sebuah gambar terlihat rapi dan seimbang!”

Peserta didik diajak mengamati benda-benda di sekitar kelas untuk melihat bentuk keseimbangannya.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih suatu ketidakseimbangan. Maka lihatlah berulang-ulang, apakah kamu melihat sesuatu yang cacat?” (QS. Al-Mulk: 3)

    Ayat ini mengingatkan kita bahwa seluruh ciptaan Allah Swt. di alam semesta ini dirancang dengan keseimbangan, keteraturan, dan keindahan yang sempurna.

  2. Penjabaran Materi

    • Keseimbangan Simetris: Terjadi apabila unsur-unsur visual di sebelah kiri dan kanan (atau atas dan bawah) memiliki bentuk, ukuran, dan berat visual yang sama persis (seperti cerminan cermin).

      • Contoh: Gambar kupu-kupu, rumah tampak depan, atau buah semangka yang dibelah dua.

    • Keseimbangan Asimetris: Terjadi apabila unsur-unsur visual di sebelah kiri dan kanan tidak sama persis, namun tetap menciptakan kesan seimbang dan harmonis karena perbedaan ukuran, bentuk, atau warna yang saling melengkapi.

      • Contoh: Komposisi pemandangan alam dengan pohon besar di satu sisi dan rumah kecil di sisi lainnya.

  3. Video Pembelajaran

    (Cantumkan tautan video pembelajaran seni rupa tentang keseimbangan simetris dan asimetris di sini jika digunakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Contoh gambar karya seni simetris dan asimetris

    • Buku gambar, pensil, penggaris, dan alat mewarnai (crayon/pensil warna)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test

    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

    1. Apa perbedaan utama antara keseimbangan simetris dan asimetris dalam seni rupa?

    2. Sebutkan satu contoh benda atau gambar yang memiliki bentuk keseimbangan simetris!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan / Refleksi:

  1. Kesimpulan

    Keseimbangan dalam seni rupa terbagi menjadi simetris (sisi kiri dan kanan sama persis) dan asimetris (sisi kiri dan kanan berbeda tetapi tetap terlihat seimbang). Kedua prinsip ini membuat karya seni menjadi rapi dan indah dipandang.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias menggambar pola kupu-kupu dan daun untuk memahami keseimbangan simetris.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih memerlukan bantuan dalam mengatur tata letak objek agar tercipta keseimbangan asimetris yang baik.

    • Respons / Keterlibatan peserta didik: Kreatif, aktif, dan sangat gembira saat mewarnai hasil karya seni mereka.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memamerkan hasil karya seni siswa di papan mading kelas sebagai bentuk apresiasi.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 28 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

    • Tindak lanjut: Memberikan pujian dan bintang penghargaan atas kreativitas peserta didik dalam berkarya seni rupa.

Postingan 2_Ipas, Jumat, 23 Oktober 2026

 





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Mengenal Provinsi Tempat Tinggalku (Provinsi Lampung)

  6. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat mengenal letak geografis, simbol/identitas daerah, serta keragaman budaya dan kenampakan alam yang ada di provinsi tempat tinggalnya (Lampung) sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat menyebutkan nama provinsi tempat tinggal, ibu kota provinsi, serta beberapa ciri khas atau ikon budaya Provinsi Lampung dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Mandiri, Menyenangkan, dan Joyful)

    Peserta didik mampu mencari informasi sederhana mengenai asal daerah dan lambang daerah secara mandiri serta menikmati proses pembelajaran interaktif melalui peta dan gambar yang menyenangkan.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Menunjukkan letak Provinsi Lampung pada peta Pulau Sumatera atau peta Indonesia.

  2. Mengenal ibu kota Provinsi Lampung (Kota Bandar Lampung) dan kabupaten/kota di sekitarnya.

  3. Mengidentifikasi keunikan dan ikon daerah Lampung (seperti Siger, tapis, atau tempat wisata terkenal).

  4. Menyimpulkan rasa bangga dan cinta terhadap daerah tempat tinggal melalui diskusi kelompok.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan ceria dan penuh semangat. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

“Anak-anak hebat, di kota mana kita tinggal sekarang? Ya, kita tinggal di Kota Bandar Lampung yang merupakan bagian dari Provinsi Lampung. Tahukah kalian apa lambang atau ciri khas daerah kita tercinta ini?”

Peserta didik diajak menceritakan pengalaman mereka saat mengunjungi tempat-tempat menarik di Lampung.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    “Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal...” (QS. Al-Hujurat: 13)

    Ayat ini mengajarkan kita untuk mengenal berbagai daerah, suku, dan budaya di tempat tinggal kita sebagai bentuk tanda kebesaran Allah Swt. dalam menciptakan keragaman yang indah.

  2. Penjabaran Materi

    • Identitas Provinsi:

      • Nama Provinsi: Lampung

      • Ibu Kota Provinsi: Kota Bandar Lampung

      • Semboyan/Motto: Ruwa Jurai (dua unsur/masyarakat adat utama di Lampung, yaitu Saibatin dan Pepadun).

    • Kenampakan & Ikon Daerah:

      • Menara Siger di Bakauheni sebagai ikon gerbang masuk Pulau Sumatera.

      • Kain tradisional khas Lampung yaitu Kain Tapis.

      • Berbagai tempat wisata alam yang indah seperti Teluk Lampung dan Taman Nasional Way Kambas.

  3. Video Pembelajaran

    (Cantumkan tautan video pengenalan Provinsi Lampung di sini jika digunakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Peta Indonesia / Peta Provinsi Lampung

    • Gambar Menara Siger, Kain Tapis, dan Lambang Daerah Lampung

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test

    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

    1. Apa nama ibu kota dari Provinsi Lampung tempat kita tinggal?

    2. Sebutkan satu ikon atau ciri khas budaya yang ada di Provinsi Lampung!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan / Refleksi:

  1. Kesimpulan

    Kita tinggal di Provinsi Lampung dengan ibu kota Bandar Lampung yang memiliki beragam kekayaan budaya, ikon menarik seperti Menara Siger, serta kain tradisional Tapis yang patut kita banggakan.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat melihat gambar peta dan ikon budaya Lampung.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu dikenalkan lebih jauh mengenai batas wilayah kabupaten/kota di sekitar tempat tinggal mereka.

    • Respons / Keterlibatan peserta didik: Aktif, antusias, dan bangga mengenal daerah asalnya.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Menugaskan siswa mencari gambar pakaian adat atau makanan khas Lampung bersama orang tua di rumah untuk pertemuan berikutnya.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 28 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

    • Tindak lanjut: Memberikan apresiasi atas semangat belajar siswa dan melanjutkan materi pengenalan budaya lokal pada pertemuan berikutnya.

Postingan 2_Pendidikan pancasila, Kamis, 22 Okt 2026






A. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹

Identitas

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 22 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Memutuskan Komitmen Bersama Melaksanakan Aturan di Lingkungan Tempat Tinggal Melalui Pohon Komitmen

  6. Pertemuan Ke- : 8

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat mengidentifikasi aturan di lingkungan tempat tinggal, serta menunjukkan sikap mematuhi dan menyepakati komitmen bersama untuk melaksanakan aturan demi terciptanya ketertiban dan kerukunan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat memahami pentingnya aturan di lingkungan tempat tinggal dan merumuskan komitmen bersama untuk melaksanakannya melalui media "Pohon Komitmen" dengan tepat.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Mandiri, Menyenangkan, dan Joyful)

    Peserta didik mampu menuliskan bentuk komitmen pribadi secara mandiri serta berpartisipasi aktif menempelkan daun komitmen pada pohon bersama secara gembira dan antusias.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengingat kembali berbagai aturan penting yang berlaku di lingkungan rumah dan tempat tinggal.

  2. Berdiskusi kelompok untuk menentukan bentuk komitmen bersama dalam mematuhi aturan sehari-hari.

  3. Membuat proyek kreatif "Pohon Komitmen" di mana setiap siswa menuliskan janji/aturan yang akan dipatuhi pada sehelai kertas berbentuk daun.

  4. Menempelkan daun komitmen pada pohon bersama dan menyimpulkan pentingnya konsistensi dalam menaati aturan.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan penuh semangat. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

“Anak-anak hebat, apa yang akan terjadi jika di rumah atau lingkungan sekitar kita tidak ada aturan yang dipatuhi? Mengapa kita harus saling bekerja sama membuat komitmen untuk menaati aturan tersebut?”

Peserta didik diajak berdiskusi tentang bagaimana aturan membuat lingkungan menjadi tertib, damai, dan nyaman bagi semua orang.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran...” (QS. Al-Ma'idah: 2)

    Ayat ini mengajarkan kita untuk saling mendukung dan berkomitmen bersama dalam menegakkan kebaikan, keteraturan, serta aturan yang membawa manfaat bagi kehidupan bersama.

  2. Penjabaran Materi

    • Arti Komitmen Bersama: Komitmen adalah janji pada diri sendiri dan orang lain untuk bersungguh-sungguh melaksanakan sesuatu, seperti menaati aturan di lingkungan tempat tinggal.

    • Pohon Komitmen: Media visual berbentuk pohon di mana daun-daunnya berisi tulisan janji atau komitmen siswa untuk mematuhi aturan (misalnya: tepat waktu menjaga kebersihan rumah, menghormati tetangga, atau merapikan mainan sendiri).

  3. Video Pembelajaran

    (Cantumkan tautan video edukasi tentang pentingnya aturan dan kerja sama di lingkungan sekitar di sini jika digunakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Gambar/pajangan "Pohon Komitmen" di kelas

    • Kertas warna-warni berbentuk daun, spidol, dan lem

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test

    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

    1. Apa yang dimaksud dengan komitmen bersama dalam melaksanakan aturan?

    2. Tuliskan satu contoh bentuk komitmen aturan yang ingin kamu terapkan di lingkungan rumahmu!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan / Refleksi:

  1. Kesimpulan

    Melaksanakan aturan di lingkungan tempat tinggal memerlukan komitmen bersama agar tercipta suasana yang rukun, tertib, dan damai. Media "Pohon Komitmen" membantu kita mengingat janji untuk selalu menaati aturan.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias menuliskan janji aturan mereka pada daun kertas dan menempelkannya di Pohon Komitmen.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa memerlukan bimbingan dalam merumuskan kalimat komitmen yang spesifik dan mudah diterapkan di rumah.

    • Respons / Keterlibatan peserta didik: Sangat aktif, kreatif, dan gembira selama proses pembuatan pohon komitmen kelas.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Mengingatkan kembali komitmen yang telah dibuat secara berkala agar menjadi kebiasaan positif sehari-hari.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 24 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

    • Tindak lanjut: Memberikan apresiasi atas kreativitas dan semangat peserta didik, serta mempertahankan kedisiplinan kelas.
Dokumebtasi kegiatan hari ini

Postingan 1_Ipas , Kamis, 22 Oktober 2026





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 22 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Aplikasi Perubahan Energi dan Pemanfaatan Bijak Hemat Energi

  6. Pertemuan Ke- : 3

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat mengidentifikasi proses perubahan bentuk energi di sekitar rumah atau sekolah, serta menerapkan cara-cara pemanfaatan energi secara bijak dan hemat dalam kehidupan sehari-hari.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat menyebutkan contoh perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari dan menjelaskan pentingnya menghemat penggunaan energi dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Mandiri, Menyenangkan, dan Joyful)

    Peserta didik mampu mengidentifikasi perilaku hemat energi di lingkungan sekitar secara mandiri serta berpartisipasi aktif dalam permainan simulasi hemat energi yang menyenangkan dan gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengamati berbagai benda di sekitar yang mengalami perubahan bentuk energi (misalnya energi listrik menjadi cahaya, panas, atau gerak).

  2. Memahami hubungan antara penggunaan energi dan ketersediaannya bagi kelangsungan bumi.

  3. Mendiskusikan contoh tindakan bijak dalam menghemat energi di rumah dan di sekolah.

  4. Menyimpulkan pentingnya sikap hemat energi dan membuat poster/slogan sederhana tentang hemat energi.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan ceria dan penuh semangat. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

“Anak-anak hebat, apa yang terjadi ketika kipas angin di kelas dihubungkan ke saklar listrik? Dari mana energi listrik itu berasal, dan mengapa kita harus mematikannya saat sudah tidak dipakai?”

Peserta didik diajak berdiskusi tentang bagaimana energi berubah bentuk dan bagaimana cara kita menggunakannya dengan bijak setiap hari.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan...” (QS. Al-Isra': 26–27)

    Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak boros dalam menggunakan apa pun, termasuk nikmat energi dan sumber daya alam yang telah Allah sediakan di bumi. Menghemat energi adalah bentuk rasa syukur kita.

  2. Penjabaran Materi

    • Aplikasi Perubahan Energi: Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, melainkan dapat berubah bentuk.

      • Contoh 1: Energi listrik $\rightarrow$ Energi panas (pada setrika).

      • Contoh 2: Energi listrik $\rightarrow$ Energi gerak (pada kipas angin).

      • Contoh 3: Energi kimia $\rightarrow$ Energi gerak/cahaya (pada makanan yang memberi kita tenaga untuk beraktivitas).

    • Pemanfaatan Bijak & Hemat Energi:

      • Mematikan lampu kamar jika siang hari atau saat tidak digunakan.

      • Mematikan keran air setelah selesai berwudhu atau mencuci tangan.

      • Menggunakan peralatan elektronik seperlunya agar sumber daya alam tetap terjaga.

  3. Video Pembelajaran

    (Cantumkan tautan video animasi edukasi tentang perubahan energi dan cara menghemat energi di sini jika digunakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Benda nyata/gambar alat rumah tangga (setrika, kipas angin, lampu)

    • Kartu contoh perilaku hemat energi dan boros energi

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test

    Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

    1. Sebutkan satu contoh perubahan bentuk energi listrik menjadi energi gerak di rumahmu!

    2. Tuliskan dua cara bijak untuk menghemat energi listrik di sekolah!

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan / Refleksi:

  1. Kesimpulan

    Energi dapat berubah bentuk dari satu jenis ke jenis lainnya sesuai kegunaan alatnya. Kita wajib memanfaatkan energi secara bijak dan hemat agar sumber daya alam tetap lestari dan terhindar dari pemborosan.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias memberikan contoh perubahan energi yang mereka temui di rumah masing-masing.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu diingatkan untuk konsisten menerapkan kebiasaan mematikan lampu saat keluar ruangan.

    • Respons / Keterlibatan peserta didik: Aktif, interaktif, dan penuh semangat selama diskusi kelompok.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Membuat jadwal piket "Petugas Hemat Energi" di kelas secara bergiliran untuk melatih pembiasaan nyata.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 24 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 1 peserta didik

    • Tindak lanjut: Mempertahankan kebiasaan positif hemat energi di sekolah dan memberikan apresiasi bintang penghargaan kepada seluruh peserta didik.
Dokumentasi kegiatan hari ini

Postingan 2_Matematika Rabu, 21 Oktober 2026

 




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹


A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 21 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang dengan Benda Konkret

  6. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, termasuk melakukan operasi hitung perkalian sebagai penjumlahan berulang menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang dan menghitung hasil perkalian bilangan cacah sampai 50 menggunakan benda konkret dengan benar.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Mandiri, Menyenangkan, dan Joyful)

    Peserta didik mampu menghitung hasil perkalian secara mandiri melalui praktik langsung menggunakan benda konkret di sekitar mereka, serta menunjukkan rasa antusias dan gembira selama proses pembelajaran kelompok.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal konsep dasar perkalian melalui pengamatan pengelompokan benda konkret (penjumlahan berulang).

  2. Mempraktikkan cara menghitung jumlah benda menggunakan media konkret (seperti kelereng, buah, atau stik es krim).

  3. Menuliskan bentuk penjumlahan berulang ke dalam kalimat matematika perkalian.

  4. Menyelesaikan soal latihan atau post test terkait perkalian sebagai penjumlahan berulang.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan mengucapkan salam. Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengaitkan pengalaman sehari-hari:

“Anak-anak hebat, jika Ibu mempunyai 3 piring, dan di setiap piring berisi 4 buah jeruk, berapa jumlah seluruh jeruk milik Ibu?”

Peserta didik diajak berdiskusi singkat dan merenungkan bagaimana cara menghitungnya, apakah dijumlahkan satu per satu atau digabungkan kelompoknya, yang kemudian mengantar mereka pada materi inti hari ini.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar: 49)

    Melalui pembelajaran matematika, kita belajar mengenali keteraturan, jumlah, dan perhitungan yang terstruktur rapi di alam semesta, yang menunjukkan kebesaran dan ketelitian Allah Swt. dalam menciptakan segala sesuatu dengan hitungan yang pas.

  2. Penjabaran Materi

    • Pengertian Perkalian: Perkalian pada dasarnya adalah penjumlahan berulang dari suatu bilangan yang sama.

    • Contoh Konsep: Jika ada 3 kelompok kelereng, dan setiap kelompok berisi 4 buah kelereng, maka dituliskan:

      $4 + 4 + 4 = 12$

      Bentuk perkaliannya ditulis: $3 \times 4 = 12$ (artinya 3 kelompok yang masing-masing berisi 4).

  3. Video Pembelajaran

    (Cantumkan tautan video pembelajaran interaktif tentang perkalian di sini jika digunakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Benda konkret (kelereng, kancing baju, atau stik es krim)

    • Gambar ilustrasi kelompok benda

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

    • Papan tulis dan spidol

  5. Post Test

    Selesaikan soal berikut menggunakan cara penjumlahan berulang!

    1. Ibu membeli 4 kantong buah apel. Setiap kantong berisi 5 buah apel. Berapa jumlah seluruh apel ibu? (Tuliskan bentuk penjumlahan berulang dan bentuk perkaliannya!)

    2. Hitunglah hasil dari bentuk penjumlahan berulang berikut ke dalam bentuk perkalian: $6 + 6 + 6 = \dots$

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan / Refleksi:

  1. Kesimpulan

    Perkalian adalah penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama. Jumlah kelompok menunjukkan angka pengali, sedangkan isi setiap kelompok menunjukkan angka yang dijumlahkan.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias saat praktik menghitung menggunakan benda konkret secara berkelompok.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu bimbingan dalam membedakan posisi angka pengali dan jumlah isi setiap kelompok.

    • Respons / Keterlibatan peserta didik: Aktif, ceria, dan interaktif selama kegiatan praktik benda konkret.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan penguatan konsep bagi siswa yang masih keliru dalam menuliskan bentuk perkalian dari benda konkret.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 25 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

    • Tindak lanjut: Memberikan bimbingan khusus (pendampingan dan latihan tambahan sederhana) kepada 2 peserta didik yang belum tuntas agar memahami konsep penjumlahan berulang dengan baik.

Postingan 3_ Pak Rabu, 21 Oktober 2026






Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, Ananda sholih sholiha kelas 3A yang Ibu Guru sayangi. 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, dan dalam lindungan Allah Swt. Aamiin. 🤲

🌷 Anak-anak hebat, jangan lupa untuk selalu:
✨ Peduli kepada teman dan lingkungan sekitar.
✨ Jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
✨ Tolong-menolong dan saling menyayangi.
✨ Beradab baik, sopan kepada guru dan orang tua.
✨ Rajin beribadah, jangan lupa salat lima waktu dan salat Duha.
✨ Murojaah hafalan surat-surat pendek agar semakin lancar dan berkah.

🌟 Motivasi hari ini:

Anak hebat bukan hanya anak yang pintar, tetapi juga anak yang jujur, baik hati, peduli, dan suka menolong. Jadilah anak yang selalu berusaha melakukan kebaikan meskipun dalam hal kecil, karena setiap kebaikan bernilai pahala di sisi Allah Swt.

💪 Teruslah semangat belajar, jangan mudah menyerah, berani mencoba, dan selalu bersyukur. Semoga Allah menjadikan Ananda anak-anak yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua dan guru.

Ingat ya, Nak, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin! 🥰🌈

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sayang,
🌹 Ibu Guru Kelas 3A 🌹

A. IDENTITAS

  1. Nama Guru : Fuji Lestari, S.Pd

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

  3. Hari/Tanggal : Rabu, 21 Oktober 2026 (atau disesuaikan dengan jadwal)

  4. Fase/Kelas : Fase B / Kelas 3

  5. Materi : Sederhana dan Berani (Nilai-Nilai Anti Korupsi)

  6. Pertemuan Ke- : 1

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat mengenal, memahami, dan menerapkan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai kesederhanaan dan keberanian (kejujuran dan ketegasan dalam kebenaran) di lingkungan sekolah maupun rumah.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP Umum

    Peserta didik dapat menjelaskan arti hidup sederhana dan pentingnya sikap berani dalam membela kebenaran serta menolak perbuatan curang.

  2. TP Ma-Mi-Joy (Mandiri, Menyenangkan, dan Joyful)

    Peserta didik mampu menunjukkan perilaku hidup sederhana secara mandiri serta berani menyampaikan kejujuran melalui kegiatan bermain peran yang menyenangkan dan gembira.

D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal konsep hidup sederhana (tidak berlebihan, cermat menggunakan barang, dan bersyukur).

  2. Memahami arti sikap berani (berani jujur, berani berkata "tidak" pada kecurangan, dan berani membela kebenaran).

  3. Melakukan simulasi atau bermain peran (role play) tentang kejujuran dan keberanian dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

  4. Menyimpulkan pentingnya memiliki sifat sederhana dan berani sebagai generasi yang berkarakter jujur.

E. APERSEPSI SINGKAT

Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan penuh semangat. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

“Anak-anak hebat, siapa di sini yang selalu membawa bekal dari rumah dengan porsi secukupnya dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki? Serta, siapa yang berani jujur mengakui kesalahan jika tidak sengaja menjatuhkan pensil temannya?”

Peserta didik diajak berdiskusi tentang bagaimana rasa syukur membuat hidup tenang dan bagaimana kejujuran membutuhkan sikap yang berani.

F. PEMBAHASAN SINGKAT

  1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

    “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS. Al-Isra': 29)

    Ayat ini mengajarkan kita untuk hidup secara seimbang, tidak berlebihan (sederhana), dan selalu bersyukur atas rezeki yang Allah berikan. Sikap sederhana menjauhkan kita dari sifat serakah yang merupakan akar dari korupsi.

  2. Penjabaran Materi

    • Hidup Sederhana: Berarti menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan, tidak boros, tidak pamer, dan menghargai setiap barang atau uang yang dimiliki. Orang yang sederhana selalu merasa cukup dan bersyukur.

    • Sikap Berani: Berani bukan berarti suka berkelahi, melainkan berani berkata jujur, berani menolak ajakan berbuat curang (seperti mencontek), dan berani membela kebenaran meskipun itu sulit.

  3. Video Pembelajaran

    (Cantumkan tautan video animasi edukasi anti korupsi tentang kejujuran dan kesederhanaan di sini jika digunakan)

  4. Media / Alat Peraga

    • Gambar ilustrasi anak yang hidup sederhana dan berani

    • Kartu cerita atau skenario bermain peran (role play)

    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  5. Post Test

    Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jujur!

    1. Apa arti hidup sederhana menurut pemahamanmu? Berikan satu contohnya!

    2. Mengapa kita harus memiliki sikap berani untuk berkata jujur di sekolah?

G. KESIMPULAN / REFLEKSI

Kesimpulan / Refleksi:

  1. Kesimpulan

    Hidup sederhana menghindarkan kita dari sifat serakah, sedangkan sikap berani menuntun kita untuk selalu berlaku jujur dan menolak segala bentuk kecurangan. Kedua sifat ini adalah kunci menjadi anak yang berkarakter mulia.

  2. Refleksi

    • Hal yang sudah berjalan baik: Peserta didik sangat antusias dan aktif saat kegiatan bermain peran mengenai kejujuran.

    • Kendala yang ditemukan: Beberapa siswa masih perlu bimbingan untuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dalam hidup sederhana.

    • Respons / Keterlibatan peserta didik: Ceria, aktif berpendapat, dan bersemangat selama sesi tanya jawab.

    • Tindak lanjut pembelajaran: Memberikan pembiasaan sederhana di kelas, seperti saling mengingatkan untuk tidak boros dan selalu berani berkata jujur.

  3. Capaian Tujuan Pembelajaran

    • Jumlah peserta didik tuntas : 28 peserta didik

    • Jumlah peserta didik belum tuntas : 0 peserta didik

    • Tindak lanjut: Mempertahankan pembiasaan karakter positif dan memberikan apresiasi berupa pujian kepada seluruh peserta didik atas keaktifan mereka.